Renungan Kematian Taufik Savalas : infotainment tidak manusiawi!!!

 

Blogger yang abis kopdar , saya mau promosi berbagi kekesalan nih, bolehkan?

Tadi pagi berhubung saya berniat terlambat masuk kerja  saya masih sempat menonton sebuah tayangan infotainment. Dan saya lumayan terkejut dan menjadi tertarik ketika di beritakan bahwa Taufik Savalas meninggal dalam sebuah kecelakaan di Purworejo.

Sesi pertama pemberitaannya masih normallah, menyorot bagaimana kecelakaan terjadi, bagaimana bentuk mobil setelah kecelakaan, mewawancarai korban yang selamat , walau sebenarnya aku merasa udah nggak sreg, tapi masih berusaha berpikir positif dan memaklumkan,  wong orang tersebut kan selamat  jadi mungkin dengan senang hati diwawancara .

Nah sesi kedua pemberitaanlah yang membuat saya merasa tayangan infotaiment tersebut tidak memiliki empati (alias tidak manusiawi). Di mana pada sesi kedua ini di tayangkan kondisi keluarga almarhum Taufik Savalas, ketika menerima kabar kematian almarhum. Tentu saja Istri dan anak Taufik dalam kondisi sedih dan menjurus histeris mendengar kabar kematian orang terkasih dan tempat menumpu hidup selama ini. Dan kurang ajarnya, pihak infoteiment malah terus merekam dan menayangkan momen tersebut, padahal si anak sudah menolak untuk di rekam . Sebuah pemaksaan yang  menurut saya  sangat kejam.

Saya melihat moment tersebut jadi berpikir, kalo pihak infotainment tersebut demi mengejar rating karena mungkin tayangan tersebut eksklusif , menjadi tidak peka akan kesedihan keluarga Taufik Savalas yang ditinggalkan orang terkasih. Dan malahan mengambil keuntungan darinya. Kekesalan saya ini khusus terhadap cara mereka yang memaksa merekam momen kesedihan keluarga Taufik Savalas. 

 Ini hanya sebuah sudut pandang seorang penonton saja, sebab saya tidak berani memastikan kalo empati mereka (pihak infoteiment) benar-benar nggak ada, bisa jadi saking tingginya tingkat spiritual mereka, sehingga berpandangan kalo kematian itu adalah perayaan. :lol:

75 Tanggapan ke “Renungan Kematian Taufik Savalas : infotainment tidak manusiawi!!!”


  1. 1 cK Juli 12, 2007 pukul 7:08 pm

    itulah infotainment. Tiga hal yang disukai audience dalam berita/informasi: darah, sex dan airmata. itu yang saya pelajari selama menjadi wartawan. mereka pikir dengan mengumbar salah satu dari ketiga hal tersebut, maka penonton akan berpaling dan menyaksikan acara tersebut. memang ini salah satu paradigma yang aneh, tapi hal ini berlaku di seluruh dunia. kalau pernah nonton film paparazzi, itulah kenyataan yang terjadi. cmiiw

  2. 2 manusiasuper Juli 12, 2007 pukul 7:15 pm

    Saya belom liat seh, tapi sudah denger ceritanya dari adik, tentang reporter yang tiba duluan di rumah taufik bahkan sebelum keluarganya menerima kabar duka itu. Mungkin ada kebanggaan eksklusif bagi mereka yang dapat gambar histeris keluarga itu, tapi lupa bahwa yang mereka shoot itu juga manusia.

    Dan barusan kabar dari si AMD, infotainment lain bahkan membuat kuis, KUISSS!!, dengan pertanyaan, “dimanakan taufik savalas meninggal?” dengan hadiah 500 ribu rupiah!

    there’s nothing such a thing called journalism infotainment! Mereka semua cuma pelaku bisnis haus sensasi dan darah!

    *BTW, yang koment dua pertama ini kok reporter dua-duanya ya..?*

  3. 3 cK Juli 12, 2007 pukul 7:46 pm

    @ fadil
    maklum, sama-sama wartawan :D

    pengisi komen ketiga reporter juga

  4. 4 mbelgedez Juli 12, 2007 pukul 7:57 pm

    Dana lingga lucu sekali. memangnya ada Infotainment yang manusiawi ???

  5. 5 zal Juli 12, 2007 pukul 8:11 pm

    kalau disana ada rasa, kenapa ada salah…???

  6. 6 danalingga Juli 12, 2007 pukul 8:12 pm

    @ck & fadil

    oh gitu ya? :lol:

    @mbelgedez

    Kalo memberitakan kebahagiaan, misalnya si A menang ini, atau si A gi ulang tahun. Menurut saya sih masih manusiawilah. :mrgreen:

  7. 7 danalingga Juli 12, 2007 pukul 8:14 pm

    @zal

    maksudnya?

  8. 8 Joko TELKOM Juli 12, 2007 pukul 9:51 pm

    Innalillahi wa Inna Ilaihi rojiuun
    Semoga arwah mas taufik diterima di sisiNya, ditempatkan di tempat yang layak sesuai amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kelapangan rizki. Amiin.
    Sudah sifat manusia selalu salah dan lupa…jadi mari sama-sama berdoa untuk mas taufik dan semoga si wartawan infotainment tersebut sadar akan ke-lupa-annya akan empati, solidaritas dan tepo sliro.

  9. 9 danalingga Juli 12, 2007 pukul 10:50 pm

    ya, semuag berasal dariNya, dan tentu kembali kepadaNya.

    Amin. Semoga kita semua begitu.

  10. 10 Kopral Geddoe Juli 13, 2007 pukul 1:51 am

    infotainment lain bahkan membuat kuis, KUISSS!!, dengan pertanyaan, “dimanakan taufik savalas meninggal?” dengan hadiah 500 ribu rupiah!

    Bujubuseet… :?

  11. 11 almascatie Juli 13, 2007 pukul 5:49 am

    Dalam Penderitaan Orang, Selalu ada Kebahagian Duit :(

  12. 12 asbindro Juli 13, 2007 pukul 7:37 am

    rasanya memang hal - hal ‘luar biasa’ macam begini yang laku dijual. memang aneh, tapi nyata. untung nggak liat. kalo liat mungkin udah pindah channel.

    *merenung*

  13. 13 Lee's Journey, On the Way to a Smile Juli 13, 2007 pukul 8:09 am

    :cry:

    Semoga jika saya nanti berpulang, nasib keluarga saya ga sama kayak nasib keluarga bang Taufik. :cry:

    (halaaahhh! Memangnya saya orang terkenal apa… ;)

  14. 14 Anang Juli 13, 2007 pukul 10:10 am

    duit adalah segalanya

  15. 15 danalingga Juli 13, 2007 pukul 11:24 am

    @kopral

    iya, emang bujug….

    @almascatie

    serem amat yak kita ini… :(

    @asbindro

    ikut merenung

    @mr lee yg lagi ngelancong

    amin.

    *eh emang Mr li itu artis yak?*

    @anang

    dan duitpun menjadi Tuhan. :lol:

  16. 16 zal Juli 13, 2007 pukul 11:43 am

    @danalingga, sileh, jika bertanya maksud, bertanyalah pada yg pantas….he..he..

  17. 17 Fajar Juli 13, 2007 pukul 1:59 pm

    argh

    emang dari dulu saya sudah gak setuju ko sama infotaiment

    Dan barusan kabar dari si AMD, infotainment lain bahkan membuat kuis, KUISSS!!, dengan pertanyaan, “dimanakan taufik savalas meninggal?” dengan hadiah 500 ribu rupiah!

    kalo yang ini mah laknat

  18. 18 Kopral Geddoe Juli 13, 2007 pukul 2:19 pm

    Setuju. Laknat :lol:

  19. 19 anggara Juli 13, 2007 pukul 2:38 pm

    gugat aja ke pengadilan, biar mereka juga tahu batas2-nya

  20. 20 Sezsy Juli 13, 2007 pukul 2:46 pm

    duit…duit…duit…
    yang diajarin di kuliahan (jurnalistik) pasti bukan begituan khan???

  21. 21 danalingga Juli 13, 2007 pukul 2:52 pm

    @zal

    siap laksanakan!! :mrgreen:

    @fajar & kopral

    kalo saya sih belon berani melaknat.

    @anggara

    emang bisa di gugat ya? dan jika bisa siapa yang berhak menggugat?

    @sezsy

    wah saya ndah tahu… *ngelirik chika & mansup*

  22. 22 wargabiasa Juli 13, 2007 pukul 3:00 pm

    he… he… he…

    jurnalistik gak ada etika, karena masyarakat semakin meninggalkan etika
    masyarakat meninggalkan etika, karena pemerintahnya gak beretika
    pemerintahnya gak beretika, karena masih dikuasai GOLKAR

    supaya etika kembali ke masyarakat, bubarkan GOLKAR

  23. 23 Fajar Juli 13, 2007 pukul 3:00 pm

    @dana

    ya keluarganya lah bos !!

    kayak gak ada pertanyaan lain aja !!

    apa kek, orang baru meninggal dijadiin kuis…. yang boneng aja

  24. 24 anggara Juli 13, 2007 pukul 3:03 pm

    @dhana
    ya keluarganya, itu jelas tayangan yang beretika

  25. 25 danalingga Juli 13, 2007 pukul 3:07 pm

    @ fajar & anggara

    ya jika keluarganya saya sih setuju aja.

    Tadinya saya kira saya yang di suruh, semacam class action gitu. Maaf jika saya terlalu narsis. :lol:

  26. 26 danalingga Juli 13, 2007 pukul 3:12 pm

    weh ada yg kelewat

    @Warga Biasa

    heh..ko sepertinya jadi generalisasi gini sih? Nggak baik itu. :mrgreen:
    Artikel saya khusus sebenarnya khusus menyorot infotainment yang saya tonton itu.

    Dan mengenai Golkar, please deh, kok bisa nyambung ke situ yak? :lol:

  27. 27 anggara Juli 13, 2007 pukul 3:14 pm

    loh, bisa aja class action. takut yaa

  28. 28 danalingga Juli 13, 2007 pukul 3:18 pm

    yah silahkan anggara atur aja deh, gue sih masih belon berniat gitu, hanya merasa kesal aja. :lol:

  29. 29 Fajar Juli 13, 2007 pukul 3:20 pm

    class action…??
    *maap cupu*

  30. 30 danalingga Juli 13, 2007 pukul 3:30 pm

    wah saya juga sebenarnya kurang paham, tapi sepengetahuan saya itu suatu gugatan dari kelompok masyarakat terhadap suatu institusi atau pihak, karena dianggap telah merugikan kepentingan umum.

    Kalo soal ketersinggungan alias kekesalan saya ndak tahu, apakah bisa juga di gunakan class action.

    CMIIW

  31. 31 si nona grace Juli 13, 2007 pukul 3:41 pm

    inpoteinment emg suka gitu….sadis!

  32. 32 zal Juli 13, 2007 pukul 3:44 pm

    sileh, beginilah kalau amarah yg didudukkan…
    ooooiiii dana… kenapa kau tiup pulak apinya…, gosong nanti nasiknya…pamate amang…pamate….he..he

  33. 33 priandoyo Juli 13, 2007 pukul 4:12 pm

    Wah sampe segitunya ya :( parah juga ternyata
    *tapi pastinya tayangan yang kaya gitu yang ratingnya tinggi

  34. 34 Sugeng Rianto Juli 13, 2007 pukul 4:15 pm

    Bad news is a Good News begitulah kira2 jargon dari kuli tinta. Seharusnya para pemburu berita juga melihat sisi kemanusiaanya juga, jangan melulu mengejar keuntungan.

    Saya ingin mengucapkan Innalillahi wa Inna Lillahi rojiuun, turut berduka cita atas musibah itu. Semoga Amal Ibadahnya diterima oleh-Nya, dan keluarga yg ditinggalkan semoga tabah.

    Ada Ralat neh, kecelakaannya bukan di Purwakarta tetapi di Purworejo.

  35. 35 itikkecil Juli 13, 2007 pukul 4:28 pm

    memang infotenmen di sini suka keterlaluan. Saya juga marah dan gusar waktu nonton pas istri mas Taufik pingsan. Ke-tidak sensitif-an ini yang harusnya dihilangkan….

  36. 36 masdhenk Juli 13, 2007 pukul 5:10 pm

    arrrghghhh…
    kurang ajarrrr….

  37. 37 danalingga Juli 13, 2007 pukul 8:15 pm

    @grace

    waduh…

    @zal

    iya nih, ikut kebakar juga saya jadinya. :(
    Tapi nggak apa-apalah, jadikan sebagai sarana belajar. :D

    priandoyo

    iya begitulah…

  38. 38 danalingga Juli 13, 2007 pukul 10:36 pm

    @sugeng

    Wah di Purworejo ya? Ok deh segera di edit. :mrgreen:

    @itikkecil

    iya, itu dia.

    @masdhenk

    heh..mengesalkan memang.

  39. 39 Lee's Journey, On the Way to a Smile Juli 14, 2007 pukul 8:41 am

    @mr lee yg lagi ngelancong

    amin.

    *eh emang Mr li itu artis yak?*

    Lha? Ga sadar ya :lol:

  40. 40 danalingga Juli 14, 2007 pukul 9:22 am

    kekekek………narsis abis nih….

    wah berarti kita satu profesi dunk. :lol:

  41. 41 jejakpena Juli 14, 2007 pukul 9:50 am

    Aneh betul itu yang ngeliput ke rumahnya, apalagi yang sampai ngadain kuis begitu, kaya udah mati rasa, masa sih apgred mental dan moralnya juga harus sampai kesitu? *miris*

    Perlu disorot nih tindakan wartawan infotaiment, bukan sekali dua kali ada yang mengeluhkan sikap tidak mengedepankan kode etik jurnalis mereka ;)

    kekekek………narsis abis nih….
    wah berarti kita satu profesi dunk. :lol:

    Heh?! :shock:
    apa? artis? :evil:
    Bleh… ckckck…

    (langsung kontak segerombol wartawan infotainment ke rumah danalingga) :lol:

  42. 42 danalingga Juli 14, 2007 pukul 10:04 am

    betul itu!!!
    Yang disorot emang kelakuannya, bukan berita infotainmentnya sih. :mrgreen:

    *heh pantesan kok banyak wartawan nih di depan :lol: *

  43. 43 mbelgedez Juli 14, 2007 pukul 12:31 pm

    @Sugeng rianto
    Anda betul boss, Bad News is a Good News. Saya jadi inget, orang Infotainment megang prinsip seperti itu. Jadi, kalo orang digigit anjing itu biasa. Tidak ada nilai beritanya. Tapi kalo anjing digigit orang, itu baru berita. Jadi kesimpulannya, kalo kita ingin membuat berita, Tangkaplah seekor anjing, lalu bikinlah Seng Su.
    Lho….???
    ( Kabuuuurrrr…….. )

  44. 44 danalingga Juli 14, 2007 pukul 12:46 pm

    Sebenarnya berita buruk juga nggak apa apa di beritakan, tapi caranya itu lho, harus punya empatilah. :mrgreen:

    Jangan maksa-maksa orang yg lagi sedih untuk di sorot, padahal orangnya dah melarang.

  45. 45 saRe' Juli 14, 2007 pukul 4:56 pm

    waduuh,, keluarga orang terkenal kan juga manusia,.
    coba di posisi yang sama, pasti ga mau juga,, :cry:

  46. 46 danalingga Juli 14, 2007 pukul 6:08 pm

    Setuju ama sara, jangan lakukan apa yang kita tidak ingin orang lain lakukan kepada kita. Tapi ya itu tadi , manusia suka lupa sih.

  47. 47 Rani Juli 14, 2007 pukul 9:03 pm

    hai, setuju dengan anda. saya juga menulis hal serupa di http://www.indrani.net/node/259

  48. 48 danalingga Juli 14, 2007 pukul 10:31 pm

    hi juga, iya saya dah liat tulisan anda, dan ternyata mengandung kekesalan yang sama.

  49. 49 mr lekig Juli 15, 2007 pukul 3:20 am

    mungkin yg paling sering adalah berita tentang perceraian… mereka (wartawan infotainment) kayaknya paling suka kalau ada artis yg cerai..

  50. 50 JaF Juli 15, 2007 pukul 3:10 pm

    Heh.. dan mereka menyebut kerja mereka jurnalistik.. menyedihkan.. menjijikkan tepatnya.. :(

  51. 51 danalingga Juli 15, 2007 pukul 3:35 pm

    @mr lekig

    iya juga sih, apakah memang itu yang di sukai penonton ya?

    @JaF

    ada yang bilang sih nggak ada tuh yang namanya jurnalis infotainment. :mrgreen:

  52. 52 dnial Juli 17, 2007 pukul 8:05 pm

    Padahal aku mau nulis soal ini, eh sudah ada…
    Iya aku kesel juga nih…
    Seleb dan keluarganya memang nggak punya ruang privasi yah?

    Tuntut men!! tuntut aja tuh infotaiment!!

    Mendingan acara Ceriwis yang mengenang kehidupannya taufik dan efek hidupnya bagi mereka yang dekat sama dia (indra dan indri). Lebih positif.

  53. 53 danalingga Juli 17, 2007 pukul 8:55 pm

    iya, tuh. Sebenarnya kan ada cara yang lebih positif dalam memberitakan kematian Taufik Savalas ini. :mrgreen:

  54. 54 Neo Forty-Nine Juli 17, 2007 pukul 9:05 pm

    Berita kematian terkadang menjadi topik yang menarik ya?

  55. 55 danalingga Juli 17, 2007 pukul 9:11 pm

    alah, om bisa aja nih nyambung-nyambunginya. :lol:

  56. 56 hanc Juli 18, 2007 pukul 8:39 am

    Jangan dibilang wartawan saja dong. Bilang yang lengkap : “wartawan infotainment”. bisa disingkat warmen, kalau terlalu panjang.

    agak sedih juga kalau wartawan “beneran” disamakan dengan itu.

    yah, tapi tetap ada pengecualian. :)

  57. 57 hanc Juli 18, 2007 pukul 8:50 am
  58. 58 danalingga Juli 18, 2007 pukul 9:08 pm

    @hanc

    keknya saya dah spesifik deh, yang saya tidak sreg itu adalah caranya, dan khususnya infotainment yang saya tonton itu.

  59. 59 deking aka manusia biasa yang benar2 biasa... Juli 19, 2007 pukul 9:45 pm

    Berarti yang bener yang mana ya?
    No news is good news atau no news is bad news?

  60. 60 danalingga Juli 19, 2007 pukul 9:58 pm

    tergantung pertanyaan ini di tujukan kepada siapa pak de King, kepada industri berita, penikmat berita, orang awam ataukah siapa? :mrgreen:

  61. 61 roa Juli 24, 2007 pukul 9:52 pm

    gue adik adriano manager Taufik Savalas yang selamat dari kecelakaan tsb
    asal lo tau kakak gue gak pernah bersedia di wawancara ,lo semua ga tahu kejadian sebenarnya kan……
    jangan main ngemeng aja , lo tahu saat ini secar fisik kakak gue sehat tapi secara bathin dia trauma berat
    jadi jangan bilang bersedia di wawancara ……

  62. 62 roa Juli 24, 2007 pukul 9:55 pm

    gue mohon doa dari kalian semua supaya kakak gue bisa sembuh da balik normal lagi ……….

  63. 63 danalingga Juli 24, 2007 pukul 10:17 pm

    @roa

    wah berarti confirm kalo tidak bersedia di wawancara.

    gue mohon doa dari kalian semua supaya kakak gue bisa sembuh da balik normal lagi ……….

    amin.

  64. 64 lorensius Agustus 1, 2007 pukul 3:05 pm

    Hmmm…. klo urusan dengan uang, memang harus berani kejam. Klo gak begitu, berita apa yang menghibur orang Indonesia. Orang Indonesia kan seneng tuh meihat yang lain menderita…. sok ikut belasungkawa… padahal… dibelakang omong ‘karepmu kono’…

  65. 65 danalingga Agustus 1, 2007 pukul 11:48 pm

    halah dah separah itu rupanya yak. :(

  66. 66 B'Napi (agtnya) Agustus 3, 2007 pukul 4:30 pm

    Nah,ente2 udeh pd liat kan tyngan infotainment itu,emang ini zaman edan boss,org2 udeh pd bngung nyari duit yg bnr,ampe2 pderitaan org laen dijadikan lahan, aye ingatin ni ye, laen kali kl org infotainment dtg ngeliput,ente jgn mo kalah,wkt dia sibuk mrekam kejadian,ente jg mrekam dia yg lg ngeliput,trus ente jual ke tv saingannya,jgn lupa krm jg ke pak sby lalu k komnas HAM,sambil ngasih pelajaran ente jg dpt duit, asyik kan, berani gak??

  67. 67 danalingga Agustus 4, 2007 pukul 9:34 am

    wah boleh juga tuh.

  68. 68 ikha Agustus 8, 2007 pukul 10:50 am

    infotainment mah emang pada main kejar2an tayangan bagus dan mengkesampingkan sipendrita

  69. 69 ikha Agustus 8, 2007 pukul 10:51 am

    bahkan gw sempet liat kalau anaknya taufik trauma nonton TV karena disemua infotainment menayangkan kejadian tragis yang merenggut nyawa ayanya

  70. 70 danalingga Agustus 8, 2007 pukul 11:46 am

    apa memang hanya dengan cara itu baru bisa laku ya? :?

  71. 71 gfbvbxv September 7, 2007 pukul 2:12 am

    people are stranger

  72. 72 elza September 12, 2007 pukul 1:19 am

    cuma pgn meluruskan aja c sebenernya..
    melihat persepsi mas/mbak warga biasa kok kelihatannya seperti menggeneralisasikan para pelaku pers atau pelaku jurnalistik dr kelakuan infotainment ya?
    kami tidak semua seperti itu, bahkan kami para ‘pelaku jurnalistik yg bener’ mengutuk perbuatan infotainment yg seperti itu. bahkan para kalangan pers pun tidak pernah mengakui jurnalis infotainment sebagai bagian dari ‘kami’..
    saya lihat forum ini pun karena untuk yg kesekian kalinya ingin menganalisis kelakuan jurnalis infotainment yg tdk manusiawi dlm pemberitaan kematian mas taufik sbg tugas mata kuliah..
    dan untuk mbak seszy, dalam ilmu jurnalistik tdk pernah diajarkan seperti itu, kami tetap punya kode etik jurnalistik beserta lembaga2 hukumnya, dan jika melanggar sudah pasti bisa dituntut..
    dan menurut saya, kelakuan infotainment yg seperti ini seharusnya diberi sanksi, karena sudah menyalahi aturan koden etik jurnalistik beserta UU yg mengaturnya terutama ttg privacy seseorang dan tindakan susila yg dilakukan dlm mencari berita..
    moga aja, pendapat saya bisa menjadi pembelaan bagi kalangan pers lainnya yg merasa dirugikan oleh “segelintir org” itu..

  73. 73 Wahyu Bekti Desember 9, 2007 pukul 9:55 am

    KATROOOKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK
    KATROOOOO KKKK

  1. 1 Merayakan Kematian « Sebuah Perjalanan Lacak balik pada Juli 19, 2007 pukul 10:27 pm
  2. 2 Ospek, dan Latihan Pemantapan « Parking Area Lacak balik pada Juli 27, 2007 pukul 3:27 pm

Tinggalkan Balasan




AKU

Bermakna

Jenis Perjalanan

Tanggalan

Juli 2007
S S R K J S M
« Jun   Agt »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Jejak Langkahku