Blogger yang abis kopdar , saya mau promosi berbagi kekesalan nih, bolehkan?
Tadi pagi berhubung saya berniat terlambat masuk kerja saya masih sempat menonton sebuah tayangan infotainment. Dan saya lumayan terkejut dan menjadi tertarik ketika di beritakan bahwa Taufik Savalas meninggal dalam sebuah kecelakaan di Purworejo.
Sesi pertama pemberitaannya masih normallah, menyorot bagaimana kecelakaan terjadi, bagaimana bentuk mobil setelah kecelakaan, mewawancarai korban yang selamat , walau sebenarnya aku merasa udah nggak sreg, tapi masih berusaha berpikir positif dan memaklumkan, wong orang tersebut kan selamat jadi mungkin dengan senang hati diwawancara .
Nah sesi kedua pemberitaanlah yang membuat saya merasa tayangan infotaiment tersebut tidak memiliki empati (alias tidak manusiawi). Di mana pada sesi kedua ini di tayangkan kondisi keluarga almarhum Taufik Savalas, ketika menerima kabar kematian almarhum. Tentu saja Istri dan anak Taufik dalam kondisi sedih dan menjurus histeris mendengar kabar kematian orang terkasih dan tempat menumpu hidup selama ini. Dan kurang ajarnya, pihak infoteiment malah terus merekam dan menayangkan momen tersebut, padahal si anak sudah menolak untuk di rekam . Sebuah pemaksaan yang menurut saya sangat kejam.
Saya melihat moment tersebut jadi berpikir, kalo pihak infotainment tersebut demi mengejar rating karena mungkin tayangan tersebut eksklusif , menjadi tidak peka akan kesedihan keluarga Taufik Savalas yang ditinggalkan orang terkasih. Dan malahan mengambil keuntungan darinya. Kekesalan saya ini khusus terhadap cara mereka yang memaksa merekam momen kesedihan keluarga Taufik Savalas.
Ini hanya sebuah sudut pandang seorang penonton saja, sebab saya tidak berani memastikan kalo empati mereka (pihak infoteiment) benar-benar nggak ada, bisa jadi saking tingginya tingkat spiritual mereka, sehingga berpandangan kalo kematian itu adalah perayaan.


itulah infotainment. Tiga hal yang disukai audience dalam berita/informasi: darah, sex dan airmata. itu yang saya pelajari selama menjadi wartawan. mereka pikir dengan mengumbar salah satu dari ketiga hal tersebut, maka penonton akan berpaling dan menyaksikan acara tersebut. memang ini salah satu paradigma yang aneh, tapi hal ini berlaku di seluruh dunia. kalau pernah nonton film paparazzi, itulah kenyataan yang terjadi. cmiiw
Saya belom liat seh, tapi sudah denger ceritanya dari adik, tentang reporter yang tiba duluan di rumah taufik bahkan sebelum keluarganya menerima kabar duka itu. Mungkin ada kebanggaan eksklusif bagi mereka yang dapat gambar histeris keluarga itu, tapi lupa bahwa yang mereka shoot itu juga manusia.
Dan barusan kabar dari si AMD, infotainment lain bahkan membuat kuis, KUISSS!!, dengan pertanyaan, “dimanakan taufik savalas meninggal?” dengan hadiah 500 ribu rupiah!
there’s nothing such a thing called journalism infotainment! Mereka semua cuma pelaku bisnis haus sensasi dan darah!
*BTW, yang koment dua pertama ini kok reporter dua-duanya ya..?*
@ fadil
maklum, sama-sama wartawan
pengisi komen ketiga reporter jugaDana lingga lucu sekali. memangnya ada Infotainment yang manusiawi ???
kalau disana ada rasa, kenapa ada salah…???
@ck & fadil
oh gitu ya?
@mbelgedez
Kalo memberitakan kebahagiaan, misalnya si A menang ini, atau si A gi ulang tahun. Menurut saya sih masih manusiawilah.
@zal
maksudnya?
Innalillahi wa Inna Ilaihi rojiuun
Semoga arwah mas taufik diterima di sisiNya, ditempatkan di tempat yang layak sesuai amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kelapangan rizki. Amiin.
Sudah sifat manusia selalu salah dan lupa…jadi mari sama-sama berdoa untuk mas taufik dan semoga si wartawan infotainment tersebut sadar akan ke-lupa-annya akan empati, solidaritas dan tepo sliro.
ya, semuag berasal dariNya, dan tentu kembali kepadaNya.
Amin. Semoga kita semua begitu.
Bujubuseet…
Dalam Penderitaan Orang, Selalu ada
KebahagianDuitrasanya memang hal - hal ‘luar biasa’ macam begini yang laku dijual. memang aneh, tapi nyata. untung nggak liat. kalo liat mungkin udah pindah channel.
*merenung*
Semoga jika saya nanti berpulang, nasib keluarga saya ga sama kayak nasib keluarga bang Taufik.
(halaaahhh! Memangnya saya orang terkenal apa…
duit adalah segalanya
@kopral
iya, emang bujug….
@almascatie
serem amat yak kita ini…
@asbindro
ikut merenung
@mr lee yg lagi ngelancong
amin.
*eh emang Mr li itu artis yak?*
@anang
dan duitpun menjadi Tuhan.
@danalingga, sileh, jika bertanya maksud, bertanyalah pada yg pantas….he..he..
argh
emang dari dulu saya sudah gak setuju ko sama infotaiment
kalo yang ini mah laknat
Setuju. Laknat
gugat aja ke pengadilan, biar mereka juga tahu batas2-nya
duit…duit…duit…
yang diajarin di kuliahan (jurnalistik) pasti bukan begituan khan???
@zal
siap laksanakan!!
@fajar & kopral
kalo saya sih belon berani melaknat.
@anggara
emang bisa di gugat ya? dan jika bisa siapa yang berhak menggugat?
@sezsy
wah saya ndah tahu… *ngelirik chika & mansup*
he… he… he…
jurnalistik gak ada etika, karena masyarakat semakin meninggalkan etika
masyarakat meninggalkan etika, karena pemerintahnya gak beretika
pemerintahnya gak beretika, karena masih dikuasai GOLKAR
supaya etika kembali ke masyarakat, bubarkan GOLKAR
@dana
ya keluarganya lah bos !!
kayak gak ada pertanyaan lain aja !!
apa kek, orang baru meninggal dijadiin kuis…. yang boneng aja
@dhana
ya keluarganya, itu jelas tayangan yang beretika
@ fajar & anggara
ya jika keluarganya saya sih setuju aja.
Tadinya saya kira saya yang di suruh, semacam class action gitu. Maaf jika saya terlalu narsis.
weh ada yg kelewat
@Warga Biasa
heh..ko sepertinya jadi generalisasi gini sih? Nggak baik itu.
Artikel saya khusus sebenarnya khusus menyorot infotainment yang saya tonton itu.
Dan mengenai Golkar, please deh, kok bisa nyambung ke situ yak?
loh, bisa aja class action. takut yaa
yah silahkan anggara atur aja deh, gue sih masih belon berniat gitu, hanya merasa kesal aja.
class action…??
*maap cupu*
wah saya juga sebenarnya kurang paham, tapi sepengetahuan saya itu suatu gugatan dari kelompok masyarakat terhadap suatu institusi atau pihak, karena dianggap telah merugikan kepentingan umum.
Kalo soal ketersinggungan alias kekesalan saya ndak tahu, apakah bisa juga di gunakan class action.
CMIIW
inpoteinment emg suka gitu….sadis!
sileh, beginilah kalau amarah yg didudukkan…
ooooiiii dana… kenapa kau tiup pulak apinya…, gosong nanti nasiknya…pamate amang…pamate….he..he
Wah sampe segitunya ya
parah juga ternyata
*tapi pastinya tayangan yang kaya gitu yang ratingnya tinggi
Bad news is a Good News begitulah kira2 jargon dari kuli tinta. Seharusnya para pemburu berita juga melihat sisi kemanusiaanya juga, jangan melulu mengejar keuntungan.
Saya ingin mengucapkan Innalillahi wa Inna Lillahi rojiuun, turut berduka cita atas musibah itu. Semoga Amal Ibadahnya diterima oleh-Nya, dan keluarga yg ditinggalkan semoga tabah.
Ada Ralat neh, kecelakaannya bukan di Purwakarta tetapi di Purworejo.
memang infotenmen di sini suka keterlaluan. Saya juga marah dan gusar waktu nonton pas istri mas Taufik pingsan. Ke-tidak sensitif-an ini yang harusnya dihilangkan….
arrrghghhh…
kurang ajarrrr….
@grace
waduh…
@zal
iya nih, ikut kebakar juga saya jadinya.
Tapi nggak apa-apalah, jadikan sebagai sarana belajar.
priandoyo
iya begitulah…
@sugeng
Wah di Purworejo ya? Ok deh segera di edit.
@itikkecil
iya, itu dia.
@masdhenk
heh..mengesalkan memang.
Lha? Ga sadar ya
kekekek………narsis abis nih….
wah berarti kita satu profesi dunk.
Aneh betul itu yang ngeliput ke rumahnya, apalagi yang sampai ngadain kuis begitu, kaya udah mati rasa, masa sih apgred mental dan moralnya juga harus sampai kesitu? *miris*
Perlu disorot nih tindakan wartawan infotaiment, bukan sekali dua kali ada yang mengeluhkan sikap tidak mengedepankan kode etik jurnalis mereka
Heh?!

apa? artis?
Bleh… ckckck…
(langsung kontak segerombol wartawan infotainment ke rumah danalingga)
betul itu!!!
Yang disorot emang kelakuannya, bukan berita infotainmentnya sih.
*heh pantesan kok banyak wartawan nih di depan
*
@Sugeng rianto
Anda betul boss, Bad News is a Good News. Saya jadi inget, orang Infotainment megang prinsip seperti itu. Jadi, kalo orang digigit anjing itu biasa. Tidak ada nilai beritanya. Tapi kalo anjing digigit orang, itu baru berita. Jadi kesimpulannya, kalo kita ingin membuat berita, Tangkaplah seekor anjing, lalu bikinlah Seng Su.
Lho….???
( Kabuuuurrrr…….. )
Sebenarnya berita buruk juga nggak apa apa di beritakan, tapi caranya itu lho, harus punya empatilah.
Jangan maksa-maksa orang yg lagi sedih untuk di sorot, padahal orangnya dah melarang.
waduuh,, keluarga orang terkenal kan juga manusia,.
coba di posisi yang sama, pasti ga mau juga,,
Setuju ama sara, jangan lakukan apa yang kita tidak ingin orang lain lakukan kepada kita. Tapi ya itu tadi , manusia suka lupa sih.
hai, setuju dengan anda. saya juga menulis hal serupa di http://www.indrani.net/node/259
hi juga, iya saya dah liat tulisan anda, dan ternyata mengandung kekesalan yang sama.
mungkin yg paling sering adalah berita tentang perceraian… mereka (wartawan infotainment) kayaknya paling suka kalau ada artis yg cerai..
Heh.. dan mereka menyebut kerja mereka jurnalistik.. menyedihkan.. menjijikkan tepatnya..
@mr lekig
iya juga sih, apakah memang itu yang di sukai penonton ya?
@JaF
ada yang bilang sih nggak ada tuh yang namanya jurnalis infotainment.
Padahal aku mau nulis soal ini, eh sudah ada…
Iya aku kesel juga nih…
Seleb dan keluarganya memang nggak punya ruang privasi yah?
Tuntut men!! tuntut aja tuh infotaiment!!
Mendingan acara Ceriwis yang mengenang kehidupannya taufik dan efek hidupnya bagi mereka yang dekat sama dia (indra dan indri). Lebih positif.
iya, tuh. Sebenarnya kan ada cara yang lebih positif dalam memberitakan kematian Taufik Savalas ini.
Berita kematian terkadang menjadi topik yang menarik ya?
alah, om bisa aja nih nyambung-nyambunginya.
Jangan dibilang wartawan saja dong. Bilang yang lengkap : “wartawan infotainment”. bisa disingkat warmen, kalau terlalu panjang.
agak sedih juga kalau wartawan “beneran” disamakan dengan itu.
yah, tapi tetap ada pengecualian.
waduh, baru baca ini saya. jadi emosi
http://www.indrani.net/2007/07/indonesia_distasteful_tv_and_public_behaviour
@hanc
keknya saya dah spesifik deh, yang saya tidak sreg itu adalah caranya, dan khususnya infotainment yang saya tonton itu.
Berarti yang bener yang mana ya?
No news is good news atau no news is bad news?
tergantung pertanyaan ini di tujukan kepada siapa pak de King, kepada industri berita, penikmat berita, orang awam ataukah siapa?
gue adik adriano manager Taufik Savalas yang selamat dari kecelakaan tsb
asal lo tau kakak gue gak pernah bersedia di wawancara ,lo semua ga tahu kejadian sebenarnya kan……
jangan main ngemeng aja , lo tahu saat ini secar fisik kakak gue sehat tapi secara bathin dia trauma berat
jadi jangan bilang bersedia di wawancara ……
gue mohon doa dari kalian semua supaya kakak gue bisa sembuh da balik normal lagi ……….
@roa
wah berarti confirm kalo tidak bersedia di wawancara.
amin.
Hmmm…. klo urusan dengan uang, memang harus berani kejam. Klo gak begitu, berita apa yang menghibur orang Indonesia. Orang Indonesia kan seneng tuh meihat yang lain menderita…. sok ikut belasungkawa… padahal… dibelakang omong ‘karepmu kono’…
halah dah separah itu rupanya yak.
Nah,ente2 udeh pd liat kan tyngan infotainment itu,emang ini zaman edan boss,org2 udeh pd bngung nyari duit yg bnr,ampe2 pderitaan org laen dijadikan lahan, aye ingatin ni ye, laen kali kl org infotainment dtg ngeliput,ente jgn mo kalah,wkt dia sibuk mrekam kejadian,ente jg mrekam dia yg lg ngeliput,trus ente jual ke tv saingannya,jgn lupa krm jg ke pak sby lalu k komnas HAM,sambil ngasih pelajaran ente jg dpt duit, asyik kan, berani gak??
wah boleh juga tuh.
infotainment mah emang pada main kejar2an tayangan bagus dan mengkesampingkan sipendrita
bahkan gw sempet liat kalau anaknya taufik trauma nonton TV karena disemua infotainment menayangkan kejadian tragis yang merenggut nyawa ayanya
apa memang hanya dengan cara itu baru bisa laku ya?
people are stranger
cuma pgn meluruskan aja c sebenernya..
melihat persepsi mas/mbak warga biasa kok kelihatannya seperti menggeneralisasikan para pelaku pers atau pelaku jurnalistik dr kelakuan infotainment ya?
kami tidak semua seperti itu, bahkan kami para ‘pelaku jurnalistik yg bener’ mengutuk perbuatan infotainment yg seperti itu. bahkan para kalangan pers pun tidak pernah mengakui jurnalis infotainment sebagai bagian dari ‘kami’..
saya lihat forum ini pun karena untuk yg kesekian kalinya ingin menganalisis kelakuan jurnalis infotainment yg tdk manusiawi dlm pemberitaan kematian mas taufik sbg tugas mata kuliah..
dan untuk mbak seszy, dalam ilmu jurnalistik tdk pernah diajarkan seperti itu, kami tetap punya kode etik jurnalistik beserta lembaga2 hukumnya, dan jika melanggar sudah pasti bisa dituntut..
dan menurut saya, kelakuan infotainment yg seperti ini seharusnya diberi sanksi, karena sudah menyalahi aturan koden etik jurnalistik beserta UU yg mengaturnya terutama ttg privacy seseorang dan tindakan susila yg dilakukan dlm mencari berita..
moga aja, pendapat saya bisa menjadi pembelaan bagi kalangan pers lainnya yg merasa dirugikan oleh “segelintir org” itu..
KATROOOKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK
KATROOOOO KKKK