Setiap agama pasti memiliki apa yang di sebut sebagai kitab suci itu. Kitab suci di sini bisa diartikan sebagai buku yang dianggap suci karena sebagi akibat dari diklaimnya isi kitab tersebut sebagai perkataan Tuhan. Entah kenapa klaim bahwa itu perkataan Tuhan bisa muncul? Apa mungkin karena di dalamnya ada tulisan yang menyebutkan inilah firman Tuhan, inilah kata Tuhan, dll lagi tulisan yang mencatut namaTuhan. Tapi sebenarnya ndak masalah juga sih, toh tentunya tidak ada satu ayatpun yang mengajak untuk melakukan kejahatan , kecuali jika memang salah paham terhadap ayat ayatnya

sebuah kitab
Namun sebaiknya perlu kita telaah kembali bahwa apa yang kita sebut sebagai kitab suci itu hanyalah sebuah buku yang berisi tulisan manusia tentang apa yang dia pahami tentang pesan Tuhan baik secara langsung dari sumbernya ataupun yang dia lihat melalui kehidupan utusanNya. Jadi mau nggak mau kitab yang di anggap suci itu tentu ada nilai subjektifnya. Minimal merupakan bentuk usaha memanusiakan bahasa Tuhan. Tapi para penganut agama biasanya langsung saja mengambil gampangnya kalo kitab itu adalah suci karena merupakan perkataan Tuhan dan tidak perlu di telaah lagi. Sungguh sebuah pikiran yang menyesatkan saya kira, sebab ketika bahasa Tuhan telah di manusiakan tentu menjadi tidak mutlak lagi. Diperlukan kearifan (tafsiran) dalam menangkap makna yang sebenarnya.
Dan semua kitab suci agama ya seperti begitu, tidak terkecuali AQ yang katanya sih langsung dari Tuhan dan terjaga keasliannya. Toh itu hanya sekedar klaim yang ada di kitab itu sendiri toh. Semacam logika silkular sih kalo menurutku.
Jadi kitab inipun sebagai usaha memanusiakan bahasa Tuhan dan di tuliskan oleh manusia. Dan bukankah kitab agama lain juga dianggap oleh penganutnya sebagai langsung dari Tuhan juga. Itu kan hanya sebatas keyakinan aja semuanya. Jadi kalo dalam pandangan saya semua kitab suci dari agama agama yang ada itu mengandung nilai subjekfitas dari yang menuliskan. Subjektifitas di sini adalah bahwa isi kitab suci itu merupakan cara pandang si “penulis” menerjemahkan bahasa Tuhan ke bahasa manusia.
Jadi janganlah terlalu mensucikan kitab-kitab yang dianggap suci itu, sehingga seolah olah menjadi Tuhan itu sendiri. Dan lantas mengharamkan untuk mempunyai pemahaman sendiri tentang ayat-ayatnya. Sebab yang suci itu tentu hanyalah sumbernya yakni Tuhan itu sendiri. Dan juga jika ada kejadian penghinaan sebuah kitab suci , kita bisa tetap berkepala dingin, ndak langsung dibakar emosi toh.
Oh iya satu cara yang menurut saya jitu untuk memahami apa yang di maksud Tuhan sebenarnya akan ayat-ayat di kitab suci tersebut, adalah dengan mengenalnya terlebih dahulu. Sebab dengan mengenalNya tentu kita akan menjadi bisa mengartikan ayat ayat tersebut dengan lebih tepat. Jika belum mengenalnya , bagaimana mungkin kita yakin telah benar mengambil makna?
Tapi kan supaya bisa mengenalnya harus dari kitab suci?
Nah itu tidak terlalu benar menurut saya, sebenarnya mengenalNya bisa dari mana aja. Wong alam ini adalah kitab sucinya juga toh, asal kita paham membacanya. Tapi jangan ragu jangan bimbang, kita tetap bisa mengenalNya dari kitab suci yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Hanya mungkin di butuhkan seorang guru yang telah mengenal Tuhan terlebih dahulu untuk membimbing kita.
Agar jangan sampai kita salah mengartikan isi kitab suci, alih alih bisa mengenal Tuhan, malah kita bisa berubah jadi Iblis .
Lagian jika gurunya belum mengenal Tuhan, tapi mengajari tentang Tuhan, bukankah itu sama saja seperti orang buta membimbing orang buta? Bisa bisa saya malah jadi musryik karena hanya berimajinasi saja.
Dalam hal ini mengenal Tuhan benar benar mengenalnya bukan hanya merasa . Dan semoga pada akhirnya kita tidak hanya sibuk mensucikan sebuah kitab, melainkan dapat mengambil ilmu yang terkandung di dalam kitab yang di anggap suci itu. Jika dah bisa menyerap segala ilmunya, tentunya ndak perlu meraba raba lagi bagaimana ya saya se juta tahun ke depan.
note :
sumber penculikan gambar di sini.



::nah…sekarang aku sudah mengenalinya….
selamat berkenalan jika begitu.
hahaha…kok anda masih persoalin kitab suci? hhmmmmm….dah kadaluarsa bung….
wah ternyata kitab suci itu dah pada kadaluarsa ya? Baru tahu saya.