Bergelut dengan Maut, engkau

Teruntuk orang-orang yang sedang berjuang dalam sekarat.

 


Sang Maut Yang selalu Mengintai

Dalam belitan sang maut tersenyum engkau, membagi hati ke segenap penjuru sejangkaumu, mengajak mereka tersenyum menyongsong masa depan, di antara ketidak pastian diri yang tercengkram , sepotong takdir yang kusebut sekarat, meluluhlantakkan hati yang coba ‘tuk berharap.

Dalam tidurmu kadang kulihat kegelisahan itu, menggerogoti ketabahan yang susah payah kau bangun, diantar ringkih tubuh yang dipaksa terus berjalan,demi membuat dunia getir itu dapat tersenyum, sepenggal tahajudmu menyadarkanku, sungguh tiada gunanya memaki Dia, yang mengizinkan sepotong takdir mengampirimu.

Wajah teduh berhiaskan binar mata sayu, semoga tetap menerangi hidup, sebab dikau matahari bagi mereka mereka, yang di paksa hidup dalam kegetiran, dimana tawa hanya ketika keberadaanmu sebagai harapan, dari Dia yang menciptakan maut yang mengintai,harapku hanya sertakanlah aku di antara citamu, menikmati tiap detik yang tersisa, dalam senyum setulus hati.

Kridit:

Gambar di ambil dari sini

53 Tanggapan ke “Bergelut dengan Maut, engkau”


  1. 2 almascatie Oktober 9, 2007 pukul 11:40 pm

    jika kematian itu indah maka sekarat adalah bidadarinya
    tapi jika kematian itu kejam maka sekarat adalah algojonya

    :mrgreen:


Tinggalkan Balasan




Menyiasati Jalan Hidup

AKU

Bermakna

Komentar pada Perjalananku

Tanah Karo Simalem

Tanggalan

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Jejak Langkahku

counter

AddThis Social Bookmark Button