semburat sinar senja yang seharusnya indah
tak ternikmati saat darah membasuh bumi
tertumpah oleh dendam anak manusia bereliji
ketika memandang perbedaan sebagai kesesatan
senyum di bibir dari kepala yang terpenggal
menyapa hati yang hangus terbakar amarah
di antara manusia manusia yang menjadi Tuhan
menertawakan matinya kebenaran sejati
ah reliji,
kenapa harus menjadi alasan atas peristiwa?



tumben ngepost malem-malem..
*OOT*
duh…puisi lagi… *pusink*
kadang kita akan terhanyut dalam pusaran dunia.. saat antar bertahan atawa menyerang sama-sama menjadi kesalahan, kebenaran macam apa yang akan kita teriakkan pada saat itu
“ah reliji,
kenapa harus menjadi alasan atas peristiwa?”
hmm..khas mas dana sangadh……..
Puisi yang bagus. penuh makna. Puisi ini dah mengingatkan akan kebenaran. Kebenaran yang sebentar lagi mati oleh manusia yang menyebut dirinya Tuhan.
selama ada orang-orang yang gelisah dengan jiwanya dan lapar akan hakekat Ilahi,kebenaran adalah harta karun yang terus diburu
seperti empunya blog ini
::hei penonton, mohon maaf mohon ampun, lihat inul bergoyang… keh..keh..keh..
kenapa yang lainnya berjoget…ya karena inul menggoyang…
kenapa ada yg berantem, ya karena inul menggoyang,
kenapa ada yg marah ya karena inul menggoyang
inul…??? inul siapa…
ah reliji.. kenapa harus jadi alasan atau perisiwa…
Tanya kenapa?
Dan kita pun menangis..
sesuatu yang meng-atas nama-kan religi adalah bodoh
dan bodoh adalah yang meng-atas nama-kan religi
aku tidak mau men-jadi bodoh, aku yakin kamu juga tidak Dan
@cK
Perasaan ngepostnya pagi, bukan malem deh. Ini ngepost sambil
judinonton bola.Puisi itu bagus buat kesehatan chik, percaya deh.
@almascatie
Mungkin saat itu kesalahan pun jadi kebenaran.
@ hoek
Walah, khas ya? *berpikir untuk mematenkan*
@Hanna
Iya mbak, kira kira begitu deh.
@baliazura
Semoga berhasil dalam perburuan.
@zal
Eh, semua salah inul ternyata.
@syeeddath
iya, kenapa ya?
@qzink666
ikut menangis …
@extremusmilitis
Saya sih berusaha untuk tidak bodoh.
Ah, reliji itu alasan paling gampang diterima oleh kebanyakan umat beragama, Nak.
hai Dana…
ternyata bisa juga mengolah kata menjadi puisi ya.
katanya niy, sangat sulit untuk menggambarkan sesuatu dengan sedikit kata…tapi dengan puisi, seseoarang dapat menggambar sejuta bentuk dengan sedikit kata-kata.
kurasa bukan religi yang menjadi alasannya..tapi ketidakmampuan memaknai reliji itu yang menjadi masalah…
hi..sotoy niy…
ah puisi….
ah reliji….
*korslet*
Reliji itu stagnan, pak…
Ndak boleh dibantah itu!!
Apa kata pemuka reliji yo wis dengerin!!
Kita tau apa sih???
Yang ahli kan pemuka religi!!
Kalau mau masuk surga yo wis ngikut aja!!
*siul-siul*
@calonorangtenarsedunia
Ah, ternyata karena lebih gampang toh.
@salamatahari
Hai Hanum,
Iya, memang puisi itu dari kata kata toh. Lagian kadang puisi lebih bisa memuat lebih banyak dari tulisan biasa.
Oh, jadi masalah di pemaknaan toh, pantesan aja reliji bisa menjadi alasan untuk membunuh.
btw, sotoy itu afa sih?
*kok serasa menulis surat nih*
@celotehsaya
Silahkan dinikmati ke korslet an nya.
@rozenesia
nggih… nggih… *ngasah golok*
wah…..gara2 nabi palsunya al qiyadah neh….
ah? salah?
maap maap……..
lam kenal
wah puisi
*saingan baru lagi neh*
btw, about reliji n puisi ini, aku jd inget lagunya Dreamtheater.cuma lupa judulnya,tar cari dulu
poem??
kalo aku lebih suka bikin jokes
Oom Dana ini gimana sich, masak lupa kalau reliji itu merupakan komoditi bisnis dan politis yang paling ampuh?
peace on earth!
reliji…. alasan dari suatu peristiwa…
atau sengaja dibuat untuk jadi alasan????
*binun sendiri*
Ini puisi judulnya gamang atau religi yah mas? hehehe..
-Ade-
makin banyak manusia yang jadi tuhan yak
Sotoy itu daging sapi atau ayam yang diberi santan lalu dibumbui, berwarna kuning ke hijau-hijauan atau hijau kekuning2an, dimasak sampai dagingnya empuk.
Jadi deh sotoy alias sok tahu.:D
Turut prihatin
*kayak politisi itu loh mas, ngucapin turut prihatin*
Waduh, bukankah tidak selayaknya manusia bereliji itu memiliki dendam.
Dan, seperti juga yang disenandungkan bait terakhir, kenapa yah
gamang yaaa
hehehehehee
Selamat Menikmati Kegamangannya
Yg candu relijius hobi belah kepala, yg candu kesesatan hobi “belah duren” … manusia.. manusia.. lebih baik kah abu2 daripada terlalu hitam atau terlalu putih …??
*muntah akibat komen terlalu serius*
Pilar hidup bersama dan damai di tengah perbedaan perlu diperkokoh agar orang tak gampang naik darah ketika pendapatnya tidak bisa diterima oleh kelompok lain. Yak, paling praktis ya perlu dimulai dari diri sendiri.
menurut saya tergantung ya mas…kita sebagai siapa, kalo kita sebagai orang yang menumpahkan darah, mungkin aja kita justru menikmati dengan sudut pandang lain..
wah, secara saya nggak pernah jadi mayat…tapi wajar kalo mereka tersenyum miris selama menjadi korban…
simpel..hanya dengan satu kata reliji, kita bisa menggerakkan massa..apalagi sifat reliji yang dogmatik membuat massa nggak bisa membantah atau sekedar mempertanyakan
*mengartikan sepotong-sepotong itu memang enak, apalagi bisa membuat salah persepsi*
[propokator mode on]
jangan gamang melulu euy, updateee….
ah reliji,
kenapa harus menjadi alasan atas peristiwa?
Karena kadung dianggap lebih ampuh dari ekstasi buat pelipur lara?
Sial, makan siangku jd mentah. Ngomong2 soal mkn siang, knp aq gak makn nasi thok?, knp aq makan nasi pake lauk, sayur, krupuk?. Ah tnyata perbedaan itu kenikmatan.
::joyo, kukira kamu lagi mutih…
@zal
wah masa2 itu sudah blalu mas. Skr udah nggak ada bedanya lg hitam..putih..smuanya satu tak tbatas dan meliputi. Ah jd bingung sndiri.
maksudnya agama tidak boleh dibela?
Untuk apa agama d bela?
@abee
Yah, itu termasuk kejadian yang memicu.
@’K,
Iya puisi pak jendral.
Tafi sumpeh saya ndak berniat nyaingi kok.
@mad man
Yah, emang tergantung kesukaan sih.
@deKing
Maklum Pak De, saya kan orang Indonesia, di mana katanya rakyat Indonesia itu rakyat yang paling pelupa. Terimakasih sudah diingatkan kalo ternyata agama itu buat politik dan bisnis.
@venus
Yup, peace deh.
@itikkecil
Wah lihat mbak ini bingung, saya jadi ikut bingung nih. *mikir*
@Sayap KU
Judulnya gamang kok, sumpeh deh.
@caplang™
Mungkin karena jadi Tuhan itu enak, bisa semaunya sendiri.
@salamatahari
Jika begitu saya juga sotoy dunk ah…
@sigid
Mungkin tergantung apa relijinya.
@ ordinary
Iya, lagi gamang liat liat manusia merasa jadi Tuhan.
@CY
Kalo kata orang bijak sih, yang seimbang itu memang baik.
@Sawali Tuhusetya
Iya pak, memang segala sesuatu itu seharusnya di mulai dari diri sendiri dulu.
@celotehsaya
Pastinya sih memang menikmati, sebab jika tidak menikmati ngapain menumpahkan darah bukan?
Tafi senyumnya nggak miris kok, malah senyum damai.
Sepertinya memang begitu fungsinya reliji. Sebenarnya bukan ngga bisa membantah atau mempertanyakan, tapi lebih tepat di sebut tidak berani.
Memang sangat nikmat tiada tara.
@extremusmilitis
Soale lagi keluar kota bro, ini baru pulang.
@alex
Kenyataannya memang sangat ampuh tuh.
@joyo
Seharusnya memang nikmat.
@Resta
Kalo bagi saya, jika sesuatu itu perlu di bela maka itu pasti bukan agama.
no no no
berani juga kalo jawabannya “Karena Dia memerintahkan / melarang hal seperti itu” kita bisa apa…?? nggak bisa dipertanyakan…karena itu disebut dogma…
Ya,jika di jawab begitu tanya lagi:
Begitu? Kalo berani bertanya sih selalu ada pertanyaan lanjutan.