Ketika saya melihat syahadat para pengikut nabi baru itu di TV, yang akhirnya di hukum sebagai kesesatan karena dianggap berbeda dengan syahadat pada umumnya. Maka kembali pikiran aneh saya bekerja, bagaimana kira kira pandangan masyarakat mengenai sasahidan (syahadat) dari Syech Siti Jenar berikut ya?
Aku bersaksi di hadapan Dzat-Ku sendiri
Sesungguhnya tiada Tuhan selain Aku
Aku bersaksi sesungguhnya Muhammad itu utusan-Ku
Sesungguhnya yang di sebut Allah itu badan-Ku
Rasul itu rasa-Ku
Muhammad itu cahaya-Ku
Akulah yang hidup tidak terkena kematian
Akulah yang kekal tanpa kena perubahan di segala keadaan
Akulah yang selalu mengawasi dan tiada sesuatu pun yang luput dari pengawasan-Ku
Akulah yang mahakuasa, yang bijaksana, tiada kekurangan dalam pengertian
Sempurna terang-benderang
Tidak terasa apa-apa
Tidak kelihatan apa-apa
Hanya Aku yang meliputi seluruh alam dan kodrat-Ku
Dan terus terang mungkin jika dia yang dianggap menucapkan syahadat ini, masih hidup dan kebetulan bertemu dengan kamu, maka niscaya tanpa ragu akan di bunuh di tempat karena dianggap sesat dan menyesatkan. Apalagi jika dia mengaku sebagai beragama Islam, tentu akan semakin cepat di bunuhnya.
Kalo aku sendiri ketika membaca syahadat tersebut, langsung mempunyai pemahaman bahwa kemungkinan saat mengucapkannya, Syech Siti Jenar sudah sirna, yang ada itu hanya Dia sang Keberadaan. Maka yang keluar dari mulut Syech Siti Jenar bukan dari dia melainkan dari Dia. Atau dengan kalimat lain bahwa mulut Syech Siti Jenar sedang di pakai oleh Dia untuk menyampaikan sebuah wahyu. Dan inilah yang sering salah di mengerti, malahan Syech Siti Jenar pun di hukum mati karena dianggap mengaku jadi Tuhan.



@joyo
Apapun yang lo percayai, ato apa mnrt lo…gw gk akan ambil pusing, karena itu adalah hak lo…
tapi lo kement tentang suatu agama, khusunya islam, lo tw, lo baca, lo rasa, semuanya adalah hasil pemahaman indra yang dimiliki manusia, out put nya lo koment bgitu tentang islam/agama…
harap tw aja “agama tidak cukup di fahami dan di mengerti dengan logika manusia”
manusia hanya di beri pengetahuan kecil saja, analogi pengetahuan manusia (yang super sekalipun), cuma setetes air dari jari
yang di celupkan di lautan, sementara lautan adalah pengetahuan Tuhan.
boleh2 saja lo blg mcm2, dengan argumen logika lo tentang agama…
cuma satu hal yang perlu lo ketahui..
manusia terdiri dari raga, jiwa, rasa(nafs) dan keyakinan…
nah dr unsur2 tersebut manusia akan bermacam2 sikap dan menyikapi apa yang dia alami….
Oleh karena itu, Allah (tuhan gw) memberi petunjuk lewat agama…
lo-lo (manusia), hdup di dunia butuh aturan maen, agar tidak merusak alam (yg lo anggap tuhan), tidak merusak diri sendiri, point nya manusia di kasih petunjuk, gmana hidup di dunia yang benar, tidak seperti makhluk lainnya, hewan yang memiliki hukum alam (siapa yg kuat, menang)….
Manusia derajatnya lebih tinggi dari makhluk lainnya, karena ada akal…
Terakhir…
Kalo lo gk yakin ada Surga ato Neraka (Akhirat), gw kasih analogi aja, gw gk kasih dgn yg rumit2….
Seandainya lo mo pergi ke suatu daerah, sementara lo blom pernah tw daerah tersebut…
sementara ada orang yang ngasih tw, bahwa untuk mencapai daerah tersebut jangan lewat jalur ini, harus memutar dulu…
seandainya lo jadi orang yang mo pergi ke daerah tersebut, apa yang lo ambil keputusan?
apakah lo ngikutin petunjuk orang yang tw?
apakah lo cuma mengaagung2kan dan membanggakan daerah tersebut?
Apakah lo akan mambunuh orang yang memberi tw?
Semua lo yang ambil keputusan…
Tanks…
Soudara2,gak usah ributin soal kepercayaan.
Pada dasarnya pendapat anda. Itu semuanya benar…
Mari kita sama2 membangun jiwa kita. Membangun ahlaq kita. Menuju budi luhur. Saling menghargai,semua perbuatan. Apapun bentuknya,apapun kepercayaan anda. Karna apapun cita2 anda,apapun keinginan anda, tidak akan tercapai tanpa adanya budi yg luhur. Dan janganlah kita mencemooh atau mengejek terhadap sesuatu aliran/kepercayaan orang lain. Karena hanya akan menimbulkan fitnah. Sehingga bukan kedamaian yg akan kita peroleh,tp kebencian & perpecahan yg anda dapat. Ilmu bukan untuk diperdebatkan tapi untuk dijalankan.
TUHAN MAHA TAHU, MAHA PENGASIH DAN MAHAN PENYAYANG.
@Boker
sangat sangat setuju sekali….
qt jgn saling mencomooh, toh qt malah menghabiskan waktu saling adu argument… malah lupa tujuan qt “mengabdi pada Nya…
Damailah qt…
InsyaAllah
“Kalo lo gk yakin ada Surga ato Neraka (Akhirat), gw kasih analogi aja, gw gk kasih dgn yg rumit2….”
Itu kan sama kyk nanya “apa buktinya kalo surga & neraka itu ada?”
Gw balikin “apa buktinya kalo surga & neraka itu TIDAK ada?”
– manunggaling insun pengeran –
adalah ajaran dari syeh siti jenar,
yang sampai saat ini msh saya pegang teguh
dan insya Allah sampai akhir hayat. amin…
YUK…….KITA BIKIN AJA SITI JENAR FAN’S CLUB BIAR TANBAH SERU…….!!!!!!
SETUJU !!!! MAU? MAU? MAU?
untuk apa??????????
OGAH AH….NTAR MANUNGGALNYA GAK JADI…HE..HE..
Sesungguhnya manusia itu adalah rasaKu dan Aku adalah rasa manusia karena Aku menciptakan adam berasal dari 4 anasir tanah,api,angin, air menjadi perwujudan sifatKu kemudian didalamnya Aku isikan lima mudah , Nur,rasa,roh,nafsu,budi sebagai tabir wajahKu yang suci
manunggal kuala gusti aku coba memahami ajaranya.syeh sitijenar mungkin salahsatu manusia yang mengerti tentang hal gaib dan yang nyata,seperti kaliman syahadat pada umumnya dia perwujudan keduanya antara gaib dan yang nyata.ajaran yang tidak haus dengan kekuasaan n kebenciaan penuh dengan kejujuran
SEGALA PUJI HANYA MILIK ALLOH…..
ada yg pernah baca anak indigo dari rusia? nah,mungkin ini yg terjadi sama siti Jenar, dan semua pengalaman mistisnya diterjemahkan dengan bahasa manusia,yg pasti jadi nyeleneh. kalau udah pake bahasa universal pasti lain lagi ceritanya.
sebentar lagi juga pada pake bahasa universal(seperti telekinetik, contoh paling deketnye yg ada dipelem startrek, ada pemainnya yg bisa baca pikiran orang lain) nah, kalau udah begitu maka ngak ada lagi yg dirahasiain. dan mungkin sebentar lagi kita semua bisa seperti itu.
ituloh yg digembar-gemborin seputar 2012, ada yg bilang bakal kiamat,dsb2. mungkin, yg paling tepat, pada taun itu kesadaran manusia meningkat, seperti gnoti seauton apeh, lupa gue,hehe. jadi semua orang kebanyakan akan lebih mengenal dirinya dan juga Tuhan yg darinya kita semua berasal. nah, yg kite ributin dari dulu ampe sekarang kan dilihat dari sisi syariat, karena kalau tidak sama dengan orang kebanyakan maka akan dikatakan sesat dan juga akan merusak aqidah seseorang. padahal kebenaran absolut itukan hanya satu.
kembali keanak indigo, itu anak ngaku dari planet lain, mungkin kita semua juga dari planet entah dimana dan sebagian dari kita ada yg masih inget sama pengetahuan yg pernah dipelajari sebelumnya. dan juga Tuhan, pasti menciptakan sesuatu itu ada maksudnya, seperti entah berapa banyak galaksi yg ada di semesta alam? dan untuk apa diciptain sebanyak itu?
nah, saya sendiri saja belum mengenal siapa diri saya, maka sayapun belum mengenal pencipta saya dan juga maksud daripada penciptaannya. walaupun saya mengakui keberadaannya. ada dari yg saya dengar “ngunduh wohing pakarti”, kalau udah diakumulasikan maka akan tercipta sesuatu yg baru. maka Tuhan itu tidak sama dgn yg baru kecuali ciptaanNya.
maka dari itu kita semua menunggu…pelemnya 2012…hehe, pasti seru…udah liat thrillernya, gunung ditibet aje kesapu, apalagi daratan?…imajinasi tu yg buat pilem luarbiasa…maap nih guyon dikit, daripada serius mulu…penyegaranlah dikit.
untuk lebih jelasnya cobalah buka http://www.falundafa.or.id
LAGI PROMOSI YA ……YA YA YA..
manunggaling kawula klawan gusti itu adalah tujuan akhir manusia. Emang benar bahwa Gusti itu dari bagus-bagusing ati. Jadi manusia bisa mencapai kehidupan sejati bila dia bisa menguasai menguasai jagat cilik ini berarti dia bisa menemukan urip sejati dan menemukan gusti sejati. Manusia dikatakan hidup karena mempunyai urip. Dikatakan hidup karena diobahake urip. Urip itu ada wadahnya yaitu badan kita ini. Badan tanpa urip disebut bangkai. maka orang mati itu bangkai karena tidak urip. Yang mempunyai uripjati itu siapa? ya Gusti Kang Maha Suci. jadi manusia wadag(badan) ini hanya didunia sedangkan uripjati nanti klau kita dah ketemu dengan Gusti Kang Maha Suci yamg memiliki uripjati. Wah malah makin bingung ya he…he…he…. tapi ajaran Syeh siti Jenar tidak salah, cuma pemahamannya emang sulit kalau dah apriori dulu.
NUMPANG KETAWA ABIS TULISAN ADA YANG LUCU HE..HE…HE….
AssWrWb Maha suci bagi Allah andai sahabat2 ingin memahami ajaaran syeh siti jenar. Sebenarnya kita harus mengenal diri kita ini siapa? untuk mengenali diri kita harus menggunakan panca indera, akal dan keyakinan yang berdasarkan Al-Qur’an. Allah menyempurnakan mnusia dengan meniupkan rohnya yang berari kita harus menjaga kesucian roh yang ditiupkan itu dengan cara mendirikan shalat yang harus disertai keyakinan yang benar2 dan kita butuh kepada Allah bkn hanya formalitas untuk menggugurkan kewajiban saja sehingga timbul penerapannya dalam masyarakat seperti menafkahkan sebagian rezekinya, menafkahkan rezekinya bkn hanya harta tapi ilmu jga, menahan nafsu.Allah lebih dekat dari urat leher kita dari kalimat ini berarti Allah lebih dekat dari urat lehar kita, karena Allah meniupkan rohnya kemanusia. Sekarang kita lanjutkan tentang Syeh Siti Jenar sebenarnya syeh siti jenar ajarannya benar tidak menyimpang,dia menjalankan syareat hakekat dan makrifat dengan benar dia sangat memahami dan mengamalkan Al-Qur’an sehingga sifat-sifat Allah terdapat dalam dirinya sehingga semua perbuatannya berdasarkan hukum Allah, sehingga sifat Allah benar2 menyatu dalam drinya seperti sifat Baginda Rassul Nabi Muhammad SAW yang berahlakul karimah,tapi bukan berarti Syech Siti Jenar Rasul atau Allah. Syeh Siti Jenar tidak pernah mengaku Allah. Dan ajaran Syeh Siti Jenar dan para wali tidak bertentangan.Syeh Siti Jenar tidak pernah mau bertentangan dengan para Wali karena Tuhan Yang Disembahnya sama Allah Yang Maha Esa. Ketika dipersidangan para wali, Para Walipun tidak menyalahkan Syeh Siti Jenar krn ajarannya benar tetapi para wali kuatir para pengikutny yang baru masuk islam salah memahami ajaran Syeh Siti Jenar sehingga meninggalkan Syareat sehingga mesjid2 kosong sedangkan Syeh Siti Jenar selain mengajarkan syaerat juga hakekat tarekat dan makrifat kepada masyarakat yang baru masuk islam tentang memahami dan mengamalkan sifat2 Allah yang harus dilakukan manusia sehingga Allah menyatu dalam dirinya. Setelah diterangkan para wali, dengan izin Allah Syeh Siti Jenar dan sifat2 Allah dalam dirinya Syeh Siti Jenar membenarkan alasan itu untuk kemashalatan umat manusia dia siap dihukum mati tapi Syeh Siti Jenar tidak mati ditangan para wali karena yg mematikan dan menghidupkan hanya Allah SWT, dengan berdoa dan izin Allah Syeh Siti Jenar wafat dengan meleburnya jasad dengan alam darah yang mengalirdari dirinya bertasbih dan mengeluarkan harum para wali pun mendengar dan merasakan, para walipun merasa kehilanggan salah satu hamba Allah yang benar ahlaknya mencerminkan sifat Allah SWT. semoga kita bisa mengambil hikmahny Demikian informasi yang dapat saya berikan Heru Setiawan tlp 022 70036158 dan 081221387899
ajaran syeh pada intinya mengajari kita tumindak kang bener(berbuat baik).karena Maha Gusti adalah Sang Maha Mengetahui
Kita kesampingkan dulu sosok Syekh Siti Jenar ini, kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan manunggaling kawulo lan gusti. Kita jangan terjerembab kedalam pemahaman yang salah tentang ajaran ini, atau bahkan kita sudah terlanjur terdogma dengan sosok “Kontroversial Sang Syekh Siti Jenar”.
Kita semua ibarat orang buta yang tidak tahu apa-apa. Ketika kita ditunjukkan gajah dan yang kita pegang belalainya maka kita sudah menyimpulkan bahwa gajah itu panjang dan tinggi, ketika kita pegang telinganya kita lalu manyatakan gajah itu pipih, lembut dan lebar.
Sesungguhnya kalau kita mau mendalami dengan seksama dan dengan hati yang bersih tanpa ada rasa curiga, syirik maupun dengki maka kita akan mampu menemukan apa makna sebenarnya tentang ajaran manunggaling kawulo lan gusti itu.
Ulama-ulama besar, kaum sufi, dan para pencinta Alloh dari mulai jaman dahulu seperti Al Halaj, jalaludin rumi dll telah memberikan contoh betapa kecintaan kepada Alloh adalah lebih dari segala galanya. Saking cintanya mereka kepada sang Khalik maka mereka rela dan iklas serta tidak mengharapkan apapun dari-Nya atas apa yang mereka lakukan. Bahkan karena kecintaan mereka maka mereka dengan sekuat tenaga dan fikiran berusaha untuk bisa mendekatkan diri dengan-Nya sehingga hampir tiada jarak yang memisahkan antara mereka dengan Penciptanya.
Sedangkan kita dari kecil oleh orang tua kita, lingkungan , dan para ustad didik untuk mengharapkan sesuatu atas apa yang kita kerjakan. Untuk mendapatkan uang jajan dari kecil kita di didik untuk bekerja atau belajar.
Bahkan untuk mengerjakan ibadah kepada Alloh kita dididik untuk mengharapkan pahala dari-Nya. Dan hal ini berlanjut dan terus kita ikuti sampai dengan sekarang.
Selama kita masih seperti itu maka kita tidak akan pernah bisa mengerti dan memahami kedalaman makna dari ajaran MANUNGGALING KAWULO LAN GUSTI, apalagi memahami orang-2 yang mendalaminya.
Maka untuk apa kita berdebat?
mantaf….mantaf….mantaf…..hanya orang seperti aku yang wong katro ini bisa paham arti manunggaling kawula gusti.
betul… betul gue setuju..
heheheheheh………….
damai2 semua…………
jagalah hati, jangan nodai, jagalah hati, lentera hidup ini….
kalo sifat2 ego, amarah, iri dengki dan sok tau udah mengendap, terkontrol dgn baik. kurasa kita bisa saling memahami, dan…..
Aku dulu ketika di SLTA pernah ketemu seorang tokoh agama, yang bilang begini, Janganlah pergi jauh-jauh, semua sudah ada dalam dirimu. Berlatihlah mengenal dirimu nanti kamu akan tahu sendiri. Saat itu aku tidak tahu, tapi pernyataan itu aku ingat terus. Dan setelah tua saya sadar; memang betul kata tokoh tadi, semua sudah ada dalam diri saya. Hanya tinggal kemauan kita, mau tidak belajar mengenal dirinya.
Kalau sudah begitu, seperti yang aku alami; yang aku lihat sekarang bukan apa agama orang itu, tapi bagaimana kedewasaan orang tersebut mengenal dirinya. Orang yang sudah mengenal dirinya dan orang yang belum mengenal dirinya (mestinya sebagai manusia), akan terlihat dari cara bicara dan tingkah laku lainnya. Untuk apa kita semua berdebat sesuatu yang abstrak yang belum pernah kita alami, apalagi masalah yang sangat rahasia dan gawat. toh nanti yang menanggung masing-masing. Sebaiknya kita bicara bagaimana membangun dunia ini dengan bekerja keras, tanpa merugikan orang, syukur-syukur dapat menyenangkan orang. itu saja dulu yang lain-lain nanti tahu dengan sendirinya, sejalan dengan kedewasaan masing-masing.
Yah gitulah obrolan yang kusampaikan
HA..HA..HA..HA..HA..PADA HEBAT SEMUANYA DALAM KASIH KOMENTAR TENTANG SULUKNYA SYEKH JENAR YA….SAYA JUGA MAU KASIH KOMENTAR JUGA DONG, KALIAN TAHU NGGAK, ITU SYAIR/SULUK/MACAPAT ATAU APAPUN NAMANYA, SEMUA ITU BUKAN TULISAN, AJARAN ATAU KEYAKINAN SYEKH JENAR…TAPI KARANGAN MURID2NYA SYEKH SITI JENAR YANG PADA UEDAN…MEREKA CUMA NGARANG2 AJA BUAT MEMBENARKAN AJARAN SYEKH SITI JENAR YANG MEREKA BELUM PAHAMI APA MAKSUD SEBENARNYA. SYEKH SITI JENAR ITU ORANG BAIK2 YANG MENGAMALKAN AJARAN ALLAH DAN NABI MUHAMMA SAW SACARA UTUH, BUKAN SEPERTI TULISAN DI ATAS ITU…WELEH3X….SAYA JADI KASIHAN SAMA SYEKH SITI JENAR KARENA BELIAU ORANG MULIA KENA FITNAH TERUS OLEH ORANG2 YANG MENGAKU PINTAR DENGAN AJARAN BELIAU. KALIAN TAHU…KOMENTAR KALIAN YANG SEDIKIT BAU KEJAWEN ITU ADALAH SEPERTI PEPATAH: JAUH PANGGANG DARI API !
memang pada dewasa ini ajaran syeh telah dicampur dengan ajaran animisme-dnamisme sehingga pada saat ini kita kenal dengan aliran kejawen….
ajaran asli syeh sama sekali BERBEDA dengan tata cara kejawen masa kini….
tapi kita tidak perlu berdebat karena suatu perbedaan.anggaplah ini suatu kekayaan khazanah bangsa kita.
mas Heru,
gimana dong yg sebenarnya …?
Assalamu’alaikum,
Semoga kita semua mendapat Hidayah dari Allah swt, dan semoga tidak termasuk kedalam orang yg ditutup pintu hidayah oleh Allah swt. Amiin
Saudaraku…. kalaupun boleh saya sedikit menyampaikan pendapat, yang menurut saya Hidup ini adalah Sebuah Perjalanan / Kita harus Mencari Jalan yang terbaik untuk kembali kepadaNya, yang tentunya adalah Jalan yang diridho’iNya.
Seperti disaat kita baru lahir ( Bayi, semua manusia dalam keadaan Bersih / Fitrah )
Lalu….. kita hidup dari tahun ke tahun & dari masa ke masa ( sbg manusia diberi Akal, maka disebut mulialah manusia dibanding ciptaan Allah yg lainnya ) yg mana akal tersebut akan berhadapan dengan yg disebut Nafsu / Amarah / Ego dll.
” Sesungguhnya Perang yg paling besar itu, adalah perang melawan Hawa Nafsu ” untuk menjadikan Manusia kembali menjadi Bersih / Fitrah dihari kemudian.
Benar itu datangnya dari Allah & Salah itu dari Syaiton
( Kita sbg manusia tdk dpt Menyimpulkan Benar & Salah )
Kita hanya bisa melihat diri kita sendiri…. termasuk dalam posisi manakah kita dalam keseharian yg 24 jam ini ?….lbh byk kearah yg disebut Benar / Salah.
Jawabnya hanya hati kita masing” saja yg tau.
Karena itu….. smg kt tidak termasuk manusia yg ditutup pintu hidayah oleh Allah Swt.
Mohon maaf bila ada salah kata, dan semoga kita tdk termasuk dalam fitnah kubur. Amiin
W.salam,
Yang penting syekh siti jenar Adalah Ulama yang Rendah hati,sederhana dan tidak mau di perintah dan memerintah orang lain yang hanya pantas (haQ) memerintah kita adalah Alloh…..karena kita dunia semuanya adalah bangkai/mayat untuk apa kita pada saling Adu pendapat … yang penting kita jalani keyakinan kita sesuai dngan Hadist dan Al-Qur’an Adalah pegangan Hidup umat Islam……Bay Ki jebeng……
Aku terlahir hidup tetapi mati dan menjalani hidup.
Kancah hidupku adalah hukumallah!Adam/Hawa
Aku malu,dan aku mencari baju sejatiku! untuk sifat sejatiku!!
Hingga aku mengenal akan yang menjadikanku.
Iman,ichsan islam /…. untuk ongkosku, bayar dan naik kendaraanku.
Aku akan naik kendaraan: syare at,thorekat,hakekat,ma rifat.
Hore!!! aku sempurna,kudapatkan sejatiku dan baju sejatiku!
Ha..ha…hhaa !! aku bisa kembali pulang dengan kesempurnaan.
Bila sudah waktu tiba! ayoo siapa yang mau ikut denganku!
kita pulang ! terlahir kembali, hidup dan hidup di alam kehidupan sebenarnya,dengan gerbang PINTU KUBUR!. AYOOO SIAPA MAU !
semoga kita semua diberi kejernihan hati dlm berpikir.
——-Manunggalaing kawulo gusti——-
adalah ajaran syeh siti jenar yang sangat Luhur
ingsun isok duwe roso, duwe rogo, duwo karso
amergo gusti Allah ing kang nganugrahi
tanpo di Anugrahi Ingsun ora bakal ono
semoga saya bisa memegag teguh ajaran syeh siti jenar Sampai Sejatining sukmo Amin
semoga suatu saat kebenaran itu akan tersingkp,wallahu alam bis shawwab
Keyakinan tidak akan pernah mati,biar orang2 bilang pengikut syeh siti jenar anti syari’at nyatanya banyak yang sholat,puasa,zakat,haji dll,padahal tak henti2nya pengikut ajaran syeh siti jenar yang dzikir kepada Allah, disetiap aliran darahnya,disetiap keluar masuk nafasnya, dimanapun dan kapanpun tak pernah putus ingat Allah JANGAN TAKUT DIKAFIRKAN…KARENA YANG MENGKAFIRKAN HANYA MANUSIA BUKAN TUHAN ALLAH. SWT.
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Orang-orang yang masih memperdebatkan, mencemooh sesuatu ajaran, kepercayaan, yang dianut individu atau masyarakat…. baik Islam, Kristen, Hindu, Budha, berarti orang yang belum sampai pada tujuannya belajar. marilah kita terus belajar.. yang tak ada batasnya sampai akhir hayaat kita.
Semoga teman2 selalu diberi kekuatan untuk menatap dunia yang begitu indah ini. Wassalam…..
mungkin jha….. coba jha qta pahamin hadist berikut…
“….Kecintaan terhadap sesuatu bersama dengan hamba-Ku yang datang mendekatkan diri kepada-Ku adalah (karena perbuatannya) yang telah Aku wajibkan atasnya untuk dilakukan. Hambaku menjaga kedekatannya dengan-Ku dengan amalan-amalan Nawafil (amalan-amalan sunnah) hingga Aku mencintainya. Ketika Aku mencintainya, Aku akan menjadi pendengarannya yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatannya yang ia melihat dengannya, menjadi tangannya yang ia bergerak dengannya dan menjadi kakinya yang ia berjalan dengannya. Jika dia meminta sesuatu dariKu, Aku akan mengabulkannya. Jika dia meminta perlindungan maka Aku akan melindunginya. Aku tidak akan pernah berhenti melakukan sesuatu yang ingin Aku lakukan….. Mukmin membenci kematian dan Aku membencinya melakukan dosa.”
Mungkin jha syech siti jenar memahami betul pha makna dr hadist tersebut….. maaf klo slah…..
Ass Wrwb, Numpang ngasih pendapat,Saya setuju dengan sdr Ahmad ada kemiripan ajaran Manunggaling Kawula Lan Gusti dengan Hadist qudsi diatas untuk menyikapi dan memahami pemahaman ajaran STJ (sjech siti jenar) terkadang kita juga perlu mengambil analogi dan perbandingan misal dengan Al-qur’an dan Hadist,dalam Al-Qur’an juga Hadist qudsi maupun Sahih banyak disinggung tentang ru’yatullah dan ma’rifatullah intinya tujuan akhirnya adalah pertemuan antara sang Khaliq dan makluknya yang bernama manusia (Hakikat).Adalah Rasulullah SAW pembawa risalah terakhir yang bernama Islam ini dengan kitab sucinya Al-qur’an sudah di design sedemikian rupa oleh Allah swt sesuai untuk kebutuhan dan kemampuan umat di abad mutaakhirin (terakhir)ini.Kalaupun muncul ajaran STJ yang agak instant & briliant (menurut penganutnya),dalam hal hakekat itu adalah juga karena kemurahan dan kebesaran dari Allah SWT yang memberi akal dan budi pekerti dan juga kebebasan berfikir kepada beliau (STJ). Tapi masalah benar dan tidaknya ajarn beliau kita kembali tawakal kepada Allah azawajalla karena Allah ciptakan semua ini tidak ada yang sia-sia) . Sungguhpun begitu ini bagus untuk pelajaran bagi kita sebagai penganut Muhammad bin Abdullah yang masih terus menerus selalu mutar-mutar dilingkaran syari’at, kapan lagi kita kita sesekali berma’rifat dan menuju hakekat kepada-Nya, sebab kalau masih berkutat dilingkaran syari’at terus kita bisa jadi manusia Zindig,bangga dengan lambang-lambang,kultuskan ego yang ekstremnya lagi yang tidak sependapat dengannya diklaim kafir atau sesat lalu dimusuhin, Jadinya sudah lepas dari tujuan awal atau hakekatnya bahwasannya Islam adalah rahmatan lilAlamin. Manusia sesungguhnya tergadai dengan amal perbuatannya (Red.Alqur’an)karena secara sunatullah Allah ciptakan kita Jasmani dan Ruhani atau dalam STJ dibilang Rogo,Jiwo lan Sukmo.Nah perbuatan (Laku) itu masuk kedalam syari’at, kalau bener insya Allah ma’rifat dan hakekatnya pasti bener juga tergantung pada nawaitunya (Niat) karena itu satu kesatuan yang utuh. Jadi nggak etis kalau kalau jasmani atau rogo sebagai penghalang atau penghambat untuk menuju manungaling Kawula lan Gusti (Hakekat) padahal rogo (Jasmani) juga ciptaa-Nya itu sama dengan penginkaran rasa cinta kepada-Nya dan Mati itu sudah ditentukan waktunya bukan bisa diminta ataupun ditangguhkan. Ada analogi lagi mengenai sihir yang diturunkan oleh Allah SWT melalui malaikat Harut dan Marut sebagai ujian bagi manusia (Albaqarah) hingga banyak manusia yang belajar darinya setelah akhirnya sihir diharamkan karena sudah banyak yang sombong dan menuhankan sihir hingga dapat memisahkan kedua mempelai suami-istri yang diikat oleh akad nikah dengan lafaz Sahadat. Jadi analogi peristiwa yang di amsalkan dalam alqur’an itu adalah sebagai referensi pengambilan keputusan akhir mana yang yang harus anda harus pilih dan ikuti.Ingat kita selalu di Uji oleh Allah, Semoga Allah memberikan Ihdinas sirotol mustaqimnya kepada kita semua Amin yarobbal Alamin,(Janganlah jadi orang yang terkenal tapi Jadilah orang yang berpengaruh)- Kenali Tuhanmu dari proses penciptaanmu – barang siapa kenal dengan dirinya sendiri itu adalah jenjang mengenal Tuhan-Nya)- Wassalamualaikum Wrwb.
setuju sama bung heri purwondo, kesalahan penerjemahan ajaran oleh murid2 beliau buat kita terombang-ambing
Gusti kang Maha Suci,ora liyo tanganku yo tanganmu,mataku yo matamu,ilatku yo ilatmu,kupingku yo kupingmu,sikilku yo sikilmu..lan rohku ugo rohmu..lan yen titi wancine..ora ono kang biso ngalang2i bali kabeh tumeko Gusti kang Maha Suci,bab surgo lan neroko iku amung samubarang asil tingkah lakune wadak ono ing donya kanti roh srono lakune.Gusti niupke ak kanti suci,lan ak bali kudu suci..surgo lan nroko amung gambaran kanggo gambarke gampang lan angele ngresike rohku tumuju Gusti
klo menurut saya itu bukan sahadadnya syeh siti jenar saja,karna sahadat ini yang terakir di ajarkan oleh kanjeng nabi Muhammad kepada saiydina Ali, yang dibisik kan melalui telingga kiri saiydina ali. sebenarnya ada delapan yang pertama dua kali masahadat, dan ini yang terakir, dan semua para Wali tahu ini sampai pada Wali yang ada sekatrang dan alam semesta juga menyaksikan kebenarannya,amin
Awaluddin Makrifatullah
waah topiknya membingungkan
tapi pada postingan awal2 ada perdebatan yang lumayan seru…
udah… agamaku ya agamaku , agamamu ya agamamu
ga usah ribet
sama2 bener kok
yang trpenting individunya ga usah bantah2an
terus
tambahan
seorang sufi memiliki pemikiran yang berbeda dengan kita karena mereka memiliki ilmu yg lebih tinggi dari tingkat syariah
hakekat ibarat tujuan , tarekat adalah jalan , syariah ibarat kendaraan
hati hati menafsirkan pemikiran sufi, memang membingungkan tapi itulah mereka
karena berlaku hukum relativitas
ISLAM FOR EVER
INDONESIA RAYA
BHINEKA TUNGGAL IKA
JANGAN MUDAH DIPECAH BELAH (SEBENTAR LAGI MUNGKIN PERANG LHO)
OKEEEE
hayu atuh
jangan saling maedo(menyalahkan)….jangan semua dipandang sebela mata,,kalo ngga ngerti ilmunya,,hargai pendapat orang laen,,rendah hati lah mulyakan orang laen,,karna itulah setingi-tingginya ahlak…
halah ga da tingkatan dalam islam.
mencari ilmu itu wajib biar ga tersesat.
asalkan mau bertakwa n beriman pda ALLAH SWT
semua sama dimata ALLAH SWT.
btw semua bisa masuk surga
en orang yg bisa masuk surga itu pastilah orang yg dicintai ALLAH SWT
jdi jgn berpikir mcm2 untk mendapat cinta ALLAH
“jika kita dicintai bukan kah kita akan lebih mudah mencintai”
ada 3 hal yg sgt sulit disatukan tapi harus disatukan
“cinta, takut n harapan”
tetap sabar n tenang
lihat apa yg terjadi…. (hehe meniru “MTGW”)
Melebur Hingga Musnah Diri Qt…Yang Ada Hanya LA ILA HA ILLA ANTA..
KAYANYA KALO DI ILMU FISIKA APABILA DUA BENDA MELEBUR MAKA MENJADI BENDA BARU.MAU BIKIN YANG BARU K
ITULAH BAHASA ORANG YANG JATUH CINTA DAN AKHIRNYA SANGAT MENCINTAINYA SEMUANYA TERASA DEKAT SEMUANYA TERSA BERSATU KAYA ORANG PACARAN DI DADAMU ADA KAMU, AKU ADALAH KAMU , KAMU ADALAH AKU DIMANAPUN AKU MELIHAT ADA KAMU . INTINYA JARAN SYEH SITI JENAR BUKAN UNTUK MENGAKU JADI TUHAN TAPI MENCINTAI DENGAN SEPENUH HATI HINGGA TERASA BERSATU
Ajaran Siti Jenar itu sudah sampai pada tingkat tertinggi dari sebuah ajaran, yang sudah sampai pada pemahaman Esensi Tuhan.
Jelas saja akan membingungkan bagi yang pemahamannya nggak sampai. Tapi sebenarnya itulah Pengetahuan tentang Tuhan yang sesungguhnya.
Maaf… Itu Artinya pemahaman Walisongo tentang Tuhan tidak sampai,lalu kenapa Siti jenar di hukum. ah kamu bisa-bisa ajah…
punten ya….
Sobat ku semua..jangan kita cari perbedaan tapi carilah kesamaan..beliau Kanjeng Syech Siti Jenar bacaanya kalimat toyyibah, para wali juga..knpa kita mesti ributkan yang panting kit fatabiqul khoirot aj..yang berbedakan cuma kaifiatnya bro..lagian kita kan sebangsa n setanah air perbedaan itu dalah BHINNEKA TUNGGAL IKA..JAYA NEGERIKU INDONESIA RAYA..!!!
Dear Pencari Diri.
Di Alquran dituliskan, Anggur surga itu tidak memabukkan tapi apa yakin kalo tidak berefek…..?
terima kasih argumen nya teman2,saya puas membacanya.namun saya belum puas mencari Nya…
Assalamualaikum
Sungguh amat di sayangkan anda hidup di zaman SBY.
Andai saja Anda hidup di jaman para Wali/Syech Siti Jenar, mungkin Anda bisa kasih penjelasan kepada Para Wali, kalau ajaran Syech Siti Jenar itu benar, agar syech yg Anda maksud tidak di hukum Para Wali.
hatur nuhun
Allowable Card Account Number Lengths Visa Card 16 digits. ,