Ketika saya melihat syahadat para pengikut nabi baru itu di TV, yang akhirnya di hukum sebagai kesesatan karena dianggap berbeda dengan syahadat pada umumnya. Maka kembali pikiran aneh saya bekerja, bagaimana kira kira pandangan masyarakat mengenai sasahidan (syahadat) dari Syech Siti Jenar berikut ya?
Aku bersaksi di hadapan Dzat-Ku sendiri
Sesungguhnya tiada Tuhan selain Aku
Aku bersaksi sesungguhnya Muhammad itu utusan-Ku
Sesungguhnya yang di sebut Allah itu badan-Ku
Rasul itu rasa-Ku
Muhammad itu cahaya-Ku
Akulah yang hidup tidak terkena kematian
Akulah yang kekal tanpa kena perubahan di segala keadaan
Akulah yang selalu mengawasi dan tiada sesuatu pun yang luput dari pengawasan-Ku
Akulah yang mahakuasa, yang bijaksana, tiada kekurangan dalam pengertian
Sempurna terang-benderang
Tidak terasa apa-apa
Tidak kelihatan apa-apa
Hanya Aku yang meliputi seluruh alam dan kodrat-Ku
Dan terus terang mungkin jika dia yang dianggap menucapkan syahadat ini, masih hidup dan kebetulan bertemu dengan kamu, maka niscaya tanpa ragu akan di bunuh di tempat karena dianggap sesat dan menyesatkan. Apalagi jika dia mengaku sebagai beragama Islam, tentu akan semakin cepat di bunuhnya.
Kalo aku sendiri ketika membaca syahadat tersebut, langsung mempunyai pemahaman bahwa kemungkinan saat mengucapkannya, Syech Siti Jenar sudah sirna, yang ada itu hanya Dia sang Keberadaan. Maka yang keluar dari mulut Syech Siti Jenar bukan dari dia melainkan dari Dia. Atau dengan kalimat lain bahwa mulut Syech Siti Jenar sedang di pakai oleh Dia untuk menyampaikan sebuah wahyu. Dan inilah yang sering salah di mengerti, malahan Syech Siti Jenar pun di hukum mati karena dianggap mengaku jadi Tuhan.

banyak sekali komentardiini tapi saya yakin sesungguhnya yg berkomentar sendiri ngga ngerti
hoam ngarang banget
sumbernya ga di tulis
kaya yang udah lahir jaman wali songo
zzzzz
apa kita harus hidup dijaman perang untuk mengetahui tentang perang????
Ass, singgah sebentar, iyaa kalau di baca dengan cara syariat dan dibandingkan dengan shahadat / dari akidah islam yang sebenarnya seolah berentangan, tapi kalau dilihat dari hakekat sepertinya tidak, karena shahadat itu artinya mendalam sekali, itu sebagai shahadat dalam bentuk protes dari insan Allah, yang meminta keadilan Racmat Nya, dalam berbagai ilmu, si Mbah juga bershahadat seperti umat islam lainnya , tapi shahadat itu dipergunakan saat memohon langsung untuk permintaan secara pribadi sebagai insan Allah.
Si Mbah orang yang berilmu, kesempurnaan makrifatnya sudah mewah, sulit memang cara etika penyampaiannya, biasanya hanya dalam bentuk seperti pribahasa islam yang tinggi, saya sering menyinggahi situs-situs, yang dipertentangkan akidah kontraversialnya, kalau kita tidak memahami memang agak sulit, saya pribadi tetap memegang akidah islam, Nabiallah Muhammad saw nabi dan rosulku, saya juga mencintai wali2 allah, nun sewu yang memeliki situs ini, saya yang bodoh hanya mengutaran cerita yang tidak perlu dianggab yah
wass
Janganlah menulis yang berkaitan dengan Agama/Keyakinan beribadah kalau tidak jelas sumbernya, apalagi dibaca oleh orang awam ! bisa – bisa salah persepsi ! Hati – hatilah !
SETUJU
Rahasia dibalik rahasia…makna dalam
wah.. tulisan anda sangat baik dan menambah pengetahuan dan informasi untuk saya, semoga bermanfaat bagi para pembaca yang lainnya dan menambah wawasan. salam dari saya, terimakasih yah
Kosong adalah isi , isi adalah Kosong . Segala sesuatu sudah ada yg mengaturnya , tinggal kita mau memahaminya apa tidak ???
” Kenalilah Dirimu , Maka Kau Akan Mengenal Tuhanmu ” Matur Nuwun. .