Guru, aku rajin berdoa.
Kuikuti pula semua akidah agama.
Katakan, apa lagi yang harus kulakukan
Untuk memperoleh tempat yang layak di surga?
Semuanya itu tidak cukup, sahabat.
Belum cukup, bila kau ingin masuk surga.
Belum cukup, Guru?
Walau perjalanan suci pun telah kulakukan,
Bukan sekali dua kali, namun berulang kali?
Sia-siakah segala apa yang kulakukan selama ini?
Tidak sia-sia,
Namun bila surga yang kau inginkan,
Semua itu tidak cukup.
Belum cukup.
Aku juga sering beramal saleh,
Memberi sedekah kepada fakir miskin.
Tetap saja tidak cukup.
Belum cukup.
Lalu, apa yang harus kulakukan?
Apa yang dapat memastikan surga bagiku?
Kematianmu
Itu syarat mutlak.
Matilah terlebih dahulu,
Sehingga pintu surga terbuka bagimu.
Itulah satu-satunya jaminan,
Bila surga yang kau inginkan.
Selama kau masih hidup,
Pintu surga tetap rapat tertutup.

Komentar pada Perjalananku