Tampaknya peristiwa Al Qiyadah Al Islamiyah, yang menelorkan seorang nabi baru walau katanya sudah tobat telah menyebabkan MUI tenggelam dalam eforia. Eforia ini mungkin di sebabkan karena memang pada kasus Al Qiyadah tersebut, hampir semua umat muslim mendukung keputusan MUI dalam memberikan fatwa sesat.Dan akhirnya MUI semakin bertindak jauh, sebagai penilai ke Islam an, atau lebih jauh keber Tuhan an seseorang.
Terus terang hal ini sudah mulai menggangu bagi saya secara personal, sebab guru saya sendiri adalah salah seorang yang terkena efek dari eforia ini. Guru saya sampai di interograsi oleh MUI, untuk menyelidiki apa membawa ajaran sesat. Walau akhirnya tidak bisa di buktikan bahwa Beliau membawa ajaran sesat, tetap saja intrograsi selama 3 hari itu sungguh mengganggu. Apalagi ketika peristiwa pencidukannya, Beliau sempat di pukul oleh seseorang. Untuk peristiwa ini sebenarnya saya ingin menyimpannya secara pribadi dan bagi orang orang tertentu saja. Dan saya tidak ada niat untuk menulis dalam sebuah artikel di blog ini.
Namun ketika saya mendengar berita di televisi, bahwa MUI ternyata juga mengeluarkan fatwa sesat terhadap komunitas Dayak Bumi Segandu Losarang , membuat saya jadi ingin menulis sebuah artikel. Sebab saya berpikir bahwa MUI mulai kebablasan dalam hal ini. Dan mungkin saya di luar sana lebih banyak lagi orang orang atau komunitas yang mengalami peristiwa tidak mengenakkan seperti guru saya. Hanya karena di anggap berbeda, atau karena ada laporan dari masyarakat yang tidak senang. Lantas mau jadi apa Indonesia ini? Apa mau jadi seperti yang diinginkan MUI saja? Sebenarnya MUI itu wakil resmi Tuhan ya?
Dan mengenai penyesatan komunitas Dayak Bumi Segandu Losarang saya masih belum melihat apa sebenarnya hak MUI di sini. Sebab setahu saya komunitas ini lebih berafiliasi ke agama Hindu, bukan agama Islam. Jadi apa urusannya MUI? Apa nanti selanjutnya giliran umat Hindu, Budha, Kristen, dll yang bakalan di fatwa sesat? Lagian jikapun Islam, sepertinya MUI bukan pemilik Islam deh. Dan lebih aneh lagi fatwa itu sepertinya di picu oleh laporan adanya keresahan masyarakat. Lah itu masyarakat yang resah yang mana ya? Sebab dari hasil baca baca di internet, tidak ada tindakan mereka yang pantas di resahkan. Tidak ada tindakan mereka yang mengarah ke kriminal. Tidak seperti sebagian aliran yang di fatwa sesat yang memang kadang di bentuk untuk memperkaya pembentuknya. Sepembaca saya aliran ini hidup damai, dengan memilih mendekatkan diri dengan alam dan mencari nafkah dengan bertani. Oh iya, satu hal lagi mereka ternyata vegetarian, yang menurut saya cara hidup paling alami.
Tapi ada juga dari yang saya baca menyebutkan bahwa mereka mereka itu kalo menikah masih secara Islam di KUA. Ah, itu mungkin karena keyakinan mereka tidak di akui negara, sehingga terpaksa memilih salah satu agama, dan agar lebih gampang mereka memilih tatacara agama mayoritas di tempat mereka. Lagian sebagian mereka tidak mempunyai ktp, yang berarti agama resmi mereka tidak bisa di tentukan apa mereka Islam atau yang lain. Dan jika memang yang menyebabkan mereka itu di fatwa sesat karena cara menikah mereka itu, ya silahkan mereka di beri alternatif untuk dapat resmi dan di akui negara telah menikah dengan memakai keyakinan mereka.
Oh iya, saya sebenarnya hanya mengetahui permasalahan ini melalui beberapa artikel di internet. Jadi belum terlalu jelas apa sebenarnya alasan MUI untuk memberi fatwa sesat ini. Jadi jika ada yang mempunyai informasi lebih tepat, silahkan saya di kasih tahu. Dan semoga ini hanya salah paham saya saja terhadap organisasi penjaga Islam yang di sebut MUI itu.
Artikel terkait:
- Dayak Losarang Abaikan Vonis MUI
- Aliran Bumi Segandu Indramayu Resmi Dibekukan
- Takmad-Kapolres Saling DorongTegang, Ratusan Suku Dayak Luruk Kantor Kejaksaan
- HDH Tetap Dinilai Sesat oleh MUI Kab. Cirebon
- Aliran Al-Qiyadah Al-Islamiyah Sesat
- AL-QIYADAH TIDAK HANYA SESAT!!!
- Fatwa Sesat Suku Dayak “Dermayu”, MUI Rapatkan Barisan
- MUI Tetapkan 10 Kriteria Aliran Sesat
- Ribut-Ribut Aliran “Karya Intelijen”
Horeee ……
PERTAMAX
*baca abis ini*
Waktu mbaca line ini
sama yang ini
Saya berpikir, kalau FPI itu masuk yang dikategorikan sesat ndak yah.
Semoga yang punya kekuasaan segera diberkati dengan kesadaran dan kebijaksanaan.
*akhirnya bisa pertamax di sini, hattrick lagi*
“tiap-tiap manusia akan di uji sesuai kapasitasnya”
emm.. trus kalu menguji manusia lainnya?? Standardnya??
ah.. sial postingan yang bikin kepala nyut-nyutan
*nagih obat migren ma om dana*
tapi, kadang-kadang fatwa MUI juga gak didenger sama umat kan?
Wah, itulah repotnya kalau sebuah institusi dilegalkan atas nama negara seolah2 semua kebijakannya ditahbiskan sebagai kebijakan negara. MUI saya kira kok sudah terjebak dalam situasi semacam itu. Maaf kalau salah. OK, salam.
Dalam beberapa hal saya setuju dengan MUI, tetapi kalo benar terjadi kebablasan (gak mengeksplor info dengan cukup) ya tentu kagak …
Mereka2 di sana memang perlu dikritik dalam pengertian kita ikutan mberi informasi yang lebih lengkap dari yg kita tahu…
Mereka memang harus bermain, di antara otoritas dan kebijakan-nya, apalagi di tengah2 arus informasi yg sedemikian deras menghujani masyarakat … Bisa saja mereka terjebak di fenomena tirani kefatwaan …
Atas nama keterbatasan individu dalam menguasai beragam faham keagamaan, maka keberadaan majlis fatwa saya setuju, walau itu tidak mesti MUI …
Salam damai …
@sigid
Pertamax kan dah naik harganya gid.
Mungkin karena FPI tidak meresahkan masyarakat yang Islami, jadinya nggak bakal di fatwa sesat.
Amin.
@ordinary
Lah, komen may juga membuat kepala nyut nyutan gini nih.
*lempar obat migren*
@itikkecil
Sepertinya sih begitu, sebab MUI juga manusia toh. Tapi kadang fatwa mereka melahirkan kekerasan bagi yang di fatwa sesat. Padahal sesat versi MUI bukan sesat versi Tuhan toh.
@Sawali Tuhusetya
Nah ini dia juga yang sering bikin rancu pak. Setahu saya MUI itu bukanlah lembaga negara, tapi pada prakteknya seperti menjadi lembaga negara. Entah kenapa bisa begitu?
@Herianto
Setuju sih boleh aja pak. Tapi seharusnya dapat menjelaskan kenapa setuju pak. Nah yang saya tidak mengerti bagaimana caranya menilai keyakinan? Jikapun pada akhirnya keyakinan telah di nilai, lantas siapa yang menilai bahwa penilai telah benar, dan selanjutnya siapa yang menilai para penilai dari penilai, dst.
Sebab setahu saya manusia agak mustahil melihat kebenaran hanya sebagai kebenaran.
Cara berpikir saya begini :
Atas dasar [menyadari] keterbatasan individu dalam menguasai beragam faham, maka muncul kebutuhan kita akan orang lain. Orang lain itu dalam hal ini adalah orang yg terkolektif yg memiliki tingkat pemahaman yg lebih baik. Ada yg menamakannya dewan syuro, majlis syuro atau dalam hal yg kita bahas ini adalah MUI.
Orang2 di MUI tentu memiliki kelebihan dalam hal ilmu, pengamalan dan pengalaman. Secara kolektif mereka mewakili kelompok NU dan Muhammdiyah serta kelompok2 lain yg ada.
Kalo kita setuju butuh : guru, maka logika kebutuhan itu mirip dengan logika di atas.
Kalo kita setuju butuh : uu, dan yg membuat uu adalah perwakilan legislatif, maka dalam hal ini posisi uu mirip dengan fatwa dan legislatif adalah syuro tadi.
Seluas2 nya ragam tafsir pemahaman kebenaran dari Tuhan, tentu Tuhan memberi batasannya. Harus ada orang2 yg kita percayai untuk menentukan batasan itu. Guru2 kita, ulama2 kita … dstnya.
Kalo tidak ada orang yg kita percayai, itu masalah lain. Tapi dari mana berita ilmu kita peroleh, kalo tidak dari orang lain ?
Apa Tuhan bersikap “bodoh” agar kita bebas menafsir apapun… pasti ada batasannya. Siapa penentu batasan itu ? Apa Tuhan bersikap “bodoh” sehingga penentu batasan itu pun tidak menentu ?
sejarah berulang, inkuisi itu sekarang dilakukan oleh muslim atas nama tuhan dan kebenaran?? berhak kah mereka, muslim yg diwakili MUI, atas Tuhan dan kebenaran yg diyakini oleh seseorang???!!!
@Herianto
Masalahnya bapak mengusulkan sebuah hak menafsirkan atau apalah namanya di satu lembaga, yakni majlis fatwa. Dan dengan demikian maka penafsirannyalah yang benar, dan penafsiran yang berbeda dengannyta pasti salah dan sesat.
Dan hal ini kurang tepat dengan analogi guru, sebab saya tentu bebas memilih guru mana yang saya dengarkan dan guru mana yang tidak saya dengarkan.
Apa boleh begitu pak? Saya tidak mau mendengarkan majelis fatwa sedangkan majelis fatwa itu adalah lembaga resmi. Bisa bisa saya langsung di penjara dengan alasan berbeda dengan pendapat lembaga resmi yang di panggil majelis fatwa itu.
Ilmu tentu bisa di peroleh dari mana aja , termasuk orang yang tidak di percayai sekalipun. Bukankah yang penting pesannya, bukan orangnya?
Tuhan sih sudah membekali dengan akal dalam artian luas pak. Soal menafsir sampe sekarang saya percaya Tuhan memberi kebebasan seluas luasnya sebuah penafsiran terhadap petunjuk yang telah dia berikan.
@joyo
Keyakinan meamang tidak bisa di adili. Paling yang di adili seharusnya tindakan tindakannya, bukan keyakinannya.
Ada MUI enak loh Mas Dana. Sebab bagi penganut Mulism “yang anu” tidak susah-susah belajar memahami apalagi empati. Pokoke™ kalau MUI mengatakan sesat, maka ditafsiri oleh muslim “yan anu” untuk dihentikan, ada juga yang menafsiri diberantas, ada lagi dienyahkan bahkan ada yang lebih keras lagi menafsirinya dengan ungkapan kafir, dibunuh (sensor!) penafsiran berikutnya tak usah ditulis… (tahu sendiri).
Termasuk yang aneh juga adalah komontar saya ini.
Ya, aku juga udah nonton berita ini di salah satu stasiun tv swasta Dan. Jelas sekali kita harus merasa jengah, ada apa dengan MUI?
Aku tidak melihat sesuatu yang salah dengan suku Dayak Bumi Segandu Losarang yang di-maksud ini, mereka hidup ber-masyarakat dengan komunitas-nya. Mereka juga tidak pernah seperti-nya menyebar-nyebar-kan ajaran apa-pun seperti “aliran yang di-cap sesat lain-nya”. Setidak-nya itu yang aku tangkap dari wawancara dengan beberapa anggota komunitas ini.
Kalau dari segi ajaran seharus-nya WALUBI atau PARISADA yang ribut, bukan MUI, bener kan? Aneh
Ah inilah yang saya khawatirkan sejak dulu soal pelabelan sesat oleh MUI ini. Pertama-tama mungkin hanya diberlakukan pada aliran-aliran yang membawa nama Islam seperti Ahmadiyah, LDII, JIL, dll.
tapi lama kelamaan akhirnya merembet ke wilayah yang bukan wewenangnya seperti kasus suku Dayak Segandu Bumi Losarang.
Entah kenapa bila dibiarkan, saya merasa lama kelamaan MUI akan merasa berhak untuk mendikte tidak hanya umat Islam saja, namun juga umat agama lainnya.
Dulu mereka bilang kepada aliran yang dianggap sesat: silahkan bikin agama sendiri dan jangan bawa2 nama Islam.
tapi sekarang mana buktinya??? ada yg gak bawa nama Islam aja ente sikat!
Lagian kenape juga harus ngelarang suatu agama baru bila “mencatut” ajaran agama lainnya? bila prinsip dari larangan ini diterapkan dengan konsisten dan tanpa standard ganda maka Islam juga semestinya kena konsekuensinya… bukankah Islam ada beberapa kesamaan dengan agama kristen yang lebih tua darinya? Jadi semestinya bakal kena larangan juga donk?
apa ya yang bisa kita perbuat menghadapi sepak terjang MUI ini?
pintu gerbang istana ada yang mengetuk,
sang penjaga tak melihat pengetuk,
tolah-toleh mencari bentuk,
mulai meronda mencari yang mengetuk…,
hahai…mereka tak tahu istana tanpa raja..,yang duduk
ah biarlah mereka mencari bentuk,
semoga sang raja dikenali, dan istanapun berinduk,
sebab sang bijak mengisi kursi singgasana yang empuk
akh biarlah mereka mencari…
Welgedewelbeh
Rupa2 nya MUI sekarang sudah mulai meresahkan umat nih, bukan hanya umat Islam yang diresahkan, tetapi umat agama lain juga, apa kalao begini MUI bisa difatwa “Sesat?”
BTW, MUI maaf mas herianto, kayanya kurang benar deh dengan kata2 sampean yang ini : secara kolektif mereka mewakili kelompok NU, karena setahu mulut orang NU itu jarang yang suka menyesat2 kan orang lain, piss
Sang Nabi ternyata telah salah mengucap hadis, ulama ternyata kebablasan saat ‘menjadi penyambung lidahnya’, apa itu yang diinginkan Sang Nabi? agar membumihanguskan semua yang bertentangan dengan agamaNya? banyak dalil telah gagal, ga ada lagi “kamu agamamu aku agama ku” ga ada lagi “hablum minan nas” semua mau enaknya sendiri
inikah takdir yang kita jalani?
lelucon apa lagi yang Engkau buat??
ya harusnya sekarang fungsi ulama itu mengedukasi ummat dengan mauidzah hasanah tidak dengan menebar fatwa..
jd inget kata2 pak munir mulkan… cobalah menjalankan akhlak realitas..
bahwa realitanya kita ini masih bodoh, banyak salah dan khilaf, so bagi seseorang yg telah “merasa” faqih keilmuannya… tebarkan lah pesona dakwah dan kasihnya kepada sesama dengan cara baik dan menyejukkan… tidak dengan mata mlotot dan tangan terkepal..
Apa sih pertimbangan MUI dengan menyatakan aliran tersebut sesat ?, ini juga perlu disampaikan MUI, supaya masyarakat tahu alasan itu masuk akal atau nggak. Kalau sekarang sih guwe rasa setengah masuk nggak masuk , setengahnya lagi masih diluar.
@kurtubi
Oh, begitu toh fungsinya, baru tahu saya. *asal percaya*
Mungkin memang yang paling meresahkan bukan fatwa sesat itu sendiri, tapi tindakan para pemercaya MUI terhadap yang di fatwa sesat itu. Sebab seharusnya fatwa sesat itu hanya dijadikan dasar bagi pemercaya MUI, untuk tidak mempelajari ajaran yang di fatwa sesat itu. Bukan malah melakukan kekerasan.
Nah mungkin sebaiknya MUI juga mengeluarkan fatwa sesat juga terhadap orang orang yang melakukan kekerasan terhadap yang di fatwa sesat itu. Dan jangan takut tidak ada dalilnya, sebab dalil toh bisa di atur sesuai kebutuhan.
@extremusmilitis
Makanya saya merasa MUI kebablasan di sini. Tapi saya juga belum mengetahui secara persis apa sebenarnya alasan MUI, mungkin mereka harus menjelaskannya biar kita tidak hanya menduga duga saja. Tapi yang saya duga karena mereka mungkin menikah secara Islam, jadi di anggap umat Islam.
@Tito
Mungkin karena mereka menikah secara Islam kali to, jadi di anggap umat Islam.
Sebenarnya saya juga agak kurang setuju dengan ungkapan bahwa “jika tidak membawa nama Islam ya silahkan saja” . Lah, bagaimana pula itu, mang mereka mereka pemilik Islam. Lagian pasti jika di tanya pada yang dituduh sebagai aliran sesat itu, mereka punya keyakinan dengan jiwa dan raga bahwa merekalah yang Islam. Yah, kalo kita tidak setuju, ya kita dakwahkan ke tidak setujuan itu. Bukannya lantas memberangus, seolah olah kitalah yang pasti benar.
Btw, setahuku LDII belon di fatwa sesat , yang di fatwa sesat justru syiah tuh.
Wah apa ya? Secara MUI itu udah seperti lembaga resmi negara.
@zal
Yang
maukutangkap hanya biarlah mencari dengan cara masing masing.@mulut
Lah, jika MUI mau di fatwa yang memfatwa siapa ? Atau di suruh memfatwa diri sendiri aja tuh?
@brainstorm
Eh, jadi benar ya MUI itu merepresentasikan agamaNya? Jadi setiap yang di bilang MUI sesat, pasti memang sesat di mata pemilik agama tersebut? Terus agamaNya itu apa toh?
@dobelden
Betul, saya setuju sekali itu mas. Dan jikapun memang sudah sangat ingin mengeluarkan fatwa sesat, ya mbok di keluarkan juga fatwa untuk mencegah kekerasan yang mungkin bakal timbul.
@daeng limpo
Iya, saya juga lagi menunggu info yang pasti.
hmmm……. maaf kalo aku boleh tanya dalam islam ada lembaga yang dikhususkan untuk mencap sebuah aliran sesat atau ga yah.. ataukah hak untuk stempel aliran sesat berada ditangan seorang khalifah?
pada satu sisi MUI tidak bisa menjadi kekuatan untuk menolong Ummat dengan pemikiran2 brilian yang membuat ummat semakin baik tapi disatu sisi untuk menghancurkan ummat MUI mempunyai kekuasaan tak terbatas…
Ikut bersimpati atas apa yang dialami guru Anda mas…
Kalau agama disempitkan menjadi lembaga (yang diwakili definisinya oleh MUI), kelihatannya tinggal tunggu waktu saja orang-orang memilih keluar dari Islam daripada menjadi munafik krn dipaksa menjalani sesuatu yang bukan keyakinannya.
Akankah terjadi ramalan Sabdo Palon Naya Genggong tentang agama budi yang kembali menggantikan Islam di tanah Jawa…?
kan memang sudah di nubuatkan kalo di akhir jaman agama akan sibuk bercampur baur dgn politik, jadi saya ga heran kalo suatu hari akan saling mem-fatwa sesat, khususnya yg merasa besar dan kuat krn hukum rimba tetap berlaku.
btw, kalo sebuah kepercayaan hanya utk konsumsi pribadi tanpa menyentuh batas hak org lain, apa hak lembaga2 agama itu bagi2 cap sesat??
*melirik blog ku sendiri…, jgn2 blog ku juga akan dicap sesat, blog palesu dan sesat… hwakakakak…*
emang MUI itu satu lembaga yang mutlak bisa dibilang “BENAR”???
ebat ya…, bisa punya stempel “SESAT” tuk nge-cap ke aliran2 laen.
makin sedih gw ma keadaan indO……
mas.. untuk kasus ini, IMO, lebih baik mas dana jangan bersuara… walaupun hanya blogg, kalo dicap sesat juga belum tentu bagus lho mas…
assalamualaikum,wr,wb….
klw menurut saya sih singkat ajah…
Rasulullah pernah bersabda:
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat garis dengan tangannya kemudian bersabda: “Ini jalan Allah yang lurus.” Lalu beliau membuat garis-garis di kanan kirinya, kemudian bersabda: “Ini adalah jalan-jalan yang bercerai-berai (sesat) tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat syaitan yang menyeru kepadanya.” Selanjutnya beliau membaca firman Allah Jalla wa Jalla: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertaqwa” (Al-An’aam: 153)
(HR. Ahmad, Ad-Darimy dan Hakim)
Dari Auf bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
“Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan satu golongan di surga dan 70 golongan di neraka. Dan Nashara telah berpecah belah menjadi 72 golongan, 71 golongan di neraka dan satu di surga. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam tangan-Nya ummatku ini pasti akan berpecah belah menjadi 73 golongan satu golongan di surga dan 72 golongan di neraka.” Lalu beliau ditanya: “Wahai Rasulullah siapakah mereka ?” Beliau menjawab: ‘Al Jama’ah’.” (HR. Ibnu Majah)
Dan siapakah al jamaah itu, maka dijelaskan dalam hadits berikut ini :
Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “……………………………………..Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu, (yaitu) yang aku dan para sahabatku berjalan di atasnya.”(HR.Tirmidzi)
Lalu contoh yang seat itu siapa:
1. para ahli bid’ah
2. para pengkultus yang berlebih
3. para ahli filsafat
4. para pengikut nabi palsu
5. para pencaci sahabat radhiallahu anhum
6. dan yang ajarannya tidak sesuai dengan apa yang telah di ajarkan oleh Rasulullah.
@semua
Allahu Yahdikum
Lama-lama MUI kok jadi kayak polisi Tuhan yak?
Semoga MUI gak benar-benar serius dgn fatwa-nya, tapi cuma berniat melucu meski gagal..
kalau gak ada MUI gimana hayo ? ajaran sesat dimana-mana bebas . akhirnya saya pun bingung
buset,
jadi beneran ya,jika diciduk harus siap dengan bogem mentah.. *speechless*
Memprihatinkan sekali. Kenapa mesti seperti begitu ya?
Saya bingung kenapa ada harus menyatakan ini ajaran sesat, itu ajaran sesat. Padahal agama itu untuk dijalankan ibadahnya bukan sekedar untuk dipercaya, diperdebatkan, dibanggakan, apalagi asal nuding. Kalo yang suka mencari masalah itu termasuk ajaran sesat ga ya? Bukannya agama itu mengajarkan kita kedamaian dan saling menghormati tanpa membeda-bedakan. Yang masuk dalam kategori sesat itu bagi MUI seperti apa? Dan, yang tidak sesat bagaimana?
Maaf ya, Mas Dan kalo komentnya rada OOT. Saya belum tahu banyak tentang Islam. Tapi, belakang ini bnyak beljar juga dari blognya Pak Kurtubi dan blog Mas Dana sendiri.
Okey deh…
Salam.
@almascatie
Wah, kalo secara Islam yang sebenarnya saya juga tidak tahu mas. Tapi secara kenyataan di Indonesia sepertinya hal ini di lakukan MUI.
@sumardiono
Makasih atas simpatinya mas.
Saya setuju bahwa Islam itu terlalu luas untuk di sempitkan dalam lembaga MUI aja.
@CY
Mungkin cap sesat itu diperlukan, karena mereka sudah kehilangan ke PD an atas kepercayaannya.
btw, kalo blog kamu sesat, lah blogku mbahnya sesat donk bro?
@nugroz
Itu juga keraguanku, apakah memang MUI itu sudah sedemikian hebatnya?
@c Lover
*celingak celinguk takut di ciduk*
@syahbal
Walaikum salam Wr. Wb.
lah, kok ujug ujug ada kesimpulan ini :
Ok lah, kalo memang kesimpulan di atas benar, lantas tim penilainya siapa bal?
@qzink666
Semoga mereka memang hanya bercanda.
@ bachtiar
Lah, kan situ punya otak dan nurani, ya di pake aja. Lagian yang sesat di bilang MUI emang pasti sesat di mata Tuhan?
@danasatriya
Biasanya sih gitu.
@ Hanna
Iya mbak memang miris melihatnya. Setiap yang berbeda di tuduh sebagai sesat.
Nggak OOT kok mbak.
Salam juga.
@danalingga
emang itu kesimpulan yah….
bukan itu mah contoh nya…
@ dobelden
Saya sepaham dengan dobelden. Justru orang yang mengerti agama seharusnya melakukan tugasnya untuk mengedukasi umatnya. Umatnya tentu yang sealiran dengannya.
Apapun .. saya juga ikut prihatin. Rasa2nya ada yang keliru dalam hidup beragama dan bernegara.
hargai lah perbedaan itu, apa salahnya
MUI gimanapun perbedaan itu pasti ada……….
@semua
oi..oi..seluruh kawanku..
ternyata kalian belum terbiasa dengan islam…
klw dilihat di yang lebih tinggi lagi…
kegiatan penyesatan itu sudah biasa…
seperti apa yang dlakukan oleh syaikh(lupa namanya..ntar saya cari) kepada paus benediktus..syaikh itu mengajaknya untuk masuk islam…dan mempunishment dengan hukum islam…
pada tingkat pemimpin sudah dilakukan oleh presiden iran kepada george w bush…dia mengajak bush untuk masuk islam dan juga mempunishment dengan hukum islam….
jadi biasa aja ah…
alhamdulillah malahan sekarang MUI brani bertindak…
Saya pun tidak setuju, kawan, karena emang sudah kenyataan di lapangan bahwa islam itu warna-warni… tidak satu.
Hanya saja yang saya tekankan disini adalah kata-kata MUI sendiri soal “jika tidak membawa nama Islam ya silahkan saja”…
terlepas dari ketidaksetujuan saya soal kata2 arogan tersebut, tampaknya MUI sudah melanggar kata2nya sendiri (karena bukankah komunitas ini lebih berafialiasi dengan agama Hindu-Budha??) … ini berarti kata2 MUI udah gak bisa dipegang lagi toh???
*maaf saya geram*
btw nabi Isa, nabi Muhammad, Buddha dll juga dicap sesat oleh mereka yg berkuasa/menguasai ajaran yg lebih mapan pada pd masa nya masing2,
nah lo siapa yg sesat??
Banyaknya pengikut ajaran mereka saat ini tidak menjamin bahwa ajarannya yg benar. Sapa tau seribu tahun lagi saat fosil kita dianggap manusia purba, ada ajaran baru yg lebih universal dan dan menjunjung tinngi nilai2 kemanusian.
biasa ya?
trus mereka2 yg dianggap sesat disuruh bubar dan dilarang beribadah itu biasa juga ya?
dan satu pertanyaan lagi: Jika suatu tindakan sudah BIASA dilakukan apakah berarti tindakan itu pasti BENAR?
dan ternyata ajaran universal yg menjunjung tinggi nilai2 kemanusiaan itu ternyata bukan juga dari salah satu agama2 yg saat ini beredar
@ dana
lah itu dia yang saya bingung.. Emang agamaNya itu apa??
ya kalo muslim bilang sih Islam, kalo nasrani bilang sih Kristen dlldll
kalo saya lebih yakin Nya tidak akan membelenggu diri dalam agama.. Agama tak berHak memiliki Nya, apalagi merasa mewakili Nya..
*saya sudah pasti dianggap sesat sama MUI*
@ Syahbal
saya mau balik nanya..
Siapa yg bisa menentukan seseorang adalah ahli Bid’ah?
Siapakah Nabi? bukankah ia pun berfilsafat? bukankah filosof adalah orang2 yang berfikir? dan Tuhan menyerukan agar manusia berfikir?
ketika orang berfikir maka ia berfilsafat dan dari pemikiran filosofis tersebut maka terciptalah “engine wordpress” ini.. dari pemikiran filosofis inilah terciptalah ilmu kedokteran, dari pemikiran filosofis juga orang menafsirkan kitab2..
Justru agama telah dikotori oleh orang2 berpandangan sempit seperti anda.. percaya buta terhadap segala sesuatu asalkan dari ulama
hah, ternyata banyak sekali “Penjilat-penjilat Nya”..
ya namanya manusia tentunya punya kesilapan. tapi kalo kesilapan terus yang diperlhatkan, kapan majunya????
hebat!!!!!
Tadi siang abah berangkat ke cibubur, karena pintu keluar tol cibubur lagi macet… abah lanjut terus ke pintu keluar cimanggis, tapi akhirnya tetep ngga sampe ke tempat tujuan… ngga punya peta, malu bertanya… akhirnya abah “sesat”, untung aja ngga ketemu MUI… bisa celaka abah…
SESAT, maknanya apabila ada pertanyaan / masalah tidak ditemukan jawabannya atau solusinya, yang terlihat “bingung”.
lawan katanya adalah MENDAPAT PETUNJUK.
Golongan yang di “cap” sesat… belum tentu sesat selama masih ditemukan jawaban / solusi terhadap apa yang mereka cari / pertanyakan.
Tapi sepertinya makna sudah digeser…
SESAT adalah minoritas… kalo mereka sama dengan mayoritas, meskipun banyak “bingung”, yaa… ngga sesat…
LIEURRRR….
Tapi mas dana… MUI juga ROCKER… ROCKER juga manusia…
Manusia juga mesti faham “sesat”… agar faham “petunjuk”.
MUI selalu “merasa memberi petunjuk”… jadi mereka ngga faham saat menyesatkan ummat… karena hasil dari fatwanya banyak ummat yang “bingung”.
huhuhu walaupun sedikit gamang karna menyangkut sara tapi saya iseng pengen ikut komentar:
kalau tidak salah saya mengartikan bahwa sebenernya agama itu adalah menyangkut bagaimana menyelamatkan titipan Tuhan yang di hembuskan ke dalam dada manusia ketika berumur 4 bulan 10 hari di dalam kandungan.
jadi ada titipan Tuhan yang ada di dalam diri manusia yang harus di kembalikan ketika waktunya telah tiba, guna menyelamatkan titipan tersebut diberikan aturan2 dan tatacara yang di ajarkan kepada manusia melalui nabi (kalau tidak salah mengartikan Nabi itu dapat diartikan sebagai wakil Tuhan)
ajaran yang di sampaikan oleh nabi dan wakil2 Tuhan di rencanakan sebagai petunjuk guna menjaga titipan tadi dapat utuh sampai waktunya diambil oleh yang punya.
jadi yang diberikan itu hanya semacam cara atau petunjuk untuk dilakukan oleh masing2 individu. mengenai hasil dan cara melaksanakannya adalah tanggung jawab individu yang melaksanakannya, sebagai bahan pertimbangan barang titipan tadi juga tidak pernah lalai memberikan pendapat terhadap segala perbuatan yang mengatasnamakan dirinya.
jadi tiap2 individu memiliki tanggung jawab dan kewajiban yang sama terhadap barang titipannya masing2.
jika masing2 individu tidak dapat memastikan dirinya sendiri bahwa barang titipan tersebut telah dapat dijaga kemurnianya (karna yang boleh menilai hanya yang memiliki barang tersebut) maka adalah suatu perbuatan bodoh menilai milik orang lain (apalagi agama lain)
pada intinya maksud dari tulisan diatas bahwa urusan agama adalah urusan benda yang ada di dalam dada tiap2 individu dengan penciptanya.
mengenai alasan dan dasar dari pemikiran diatas mungkin ada sedikit didasari oleh ayat alqur’an (bukan bermaksud melecehkan agama lain, cuma semata-mata pengetahuan agama saya hanya saya dapat dari agama islam)
“jika ada seseorang bertanya tentang ruh katakanlah bahwa ruh itu adalah urusan Tuhanmu, …” <— alasan bahwa agama adalah urusan Tuhan dengan ciptaannya sebagai suatu perseorangan individu
dan “innalillahi wainallilahi rojiiun” <—barang titipan yang harus dikembalikan ketika diminta
mungkin pada intinya agama islam yang di bawa oleh Muhammad itu adalah untuk menyelamatkan ruh yang ada pada dalam diri kita masing2 jadi jika kita tidak dapat memastikan diri kita sendiri telah selamat otomatis kita juga tidak dapat menilai orang lain selamat atau tidak.
saya tidak berani menjamin pendapat diatas adalah benar demikian adanya menurut islam, apalagi menjamin diluar pendapat itu adalah salah atau sesat.
set dah… kepanjangan ni kayanya untuk ukuran comment huhuhuu maap yah kebablasan.
Lalu yang berhak menyatakan MUI itu kebablasan atau tidak, pun tentu juga TUHAN ?
::Oh, bukan. Yang menyatakan itu akal.
Lalu kenapa tidak kita minta saja MUI itu berakal ?
:: MUI itu sudah berakal, hanya saja hasil dari proses akal mereka tidak sesuai dengan gagasan yg hendak saya disebarkan …
Kalo gitu yang salah bukan MUI nya, tapi output nya …
Kalo saja MUI mendukung ide pluralisme kebablasan (semua benar), betapa nikmatnya dunia ide ini …
#Tampaknya seperti itu aja…
Abu nawas : “Kalo saja MUI mem-fatwa-kan ide sealiran [mirip] saya juga SESAT, pasti sudah tak kata2i juga tuh MUI … Tapi kali ini belum. MUI masih ok2 saja …”
—————–
Lalu yang berhak menyatakan MUI itu kebablasan atau tidak, pun tentu juga TUHAN ?
@syahbal
Contoh juga boleh. Nah ada jawaban dari pertanyaanku sebelumnya ngga?
@Tito
Sabar to, mungkin mereka di anggap Islam karena cara menikah mereka secara Islam. Jadi masih di bawah wilayah daerah kekuasaan MUI.
@joyo
Yang universalnya ya berserah diri itu.
@brainstorm
Iya, kamu sepertinya udah sesat. Kekekeke…
@3kh4
Makasih.
@Abah Dedhot
Walah, kalo gitu sesat hal yang biasa ya bah, tinggal bagaimana yang tersesat menemukan jalan yang benar kembali. Baik dengan petunjuk orang atau dengan usaha diri sendiri. Dan hanya pasrah total, semoga cara membaca petunjuk tidak salah.
@bedh
Terimakasih atas penjelasannya. Berarti seharusnya MUI itu berisi orang orang yang telah memastikan dirinya selamat, sebab sudah berani mencap orang lain tidak selamat, dan jika ingin selamat harus mengikuti pemahaman MUI.
Panjang-panjang kalo mencerahkan, ya silahkan aja sering sering.
@Herianto
Tentu Tuhan, makanya saya buat judulnya tanda tanya. Yang berarti saya sendiri sebenarnya nggak bisa memastikan kalo MUI itu bablas.
Oh iya pak, akal dalam artian luas itu termasuk ilham atau wahyu dari Tuhan di dalamnya. Jadi sekarang kan ada kemungkinan kemungkinan pak. Nah pertanyaan atau tepatnya kegamangan saya ini mungkin di ilhami oleh Tuhan. Atau fatwa MUI itu yang diilhami oleh Tuhan. Jadi saya cuma bisa berdoa, semoga saja memang orang orang di MUI itu telah mendapat ilham dari Tuhan, bukan dari nafsu.
Oh, iya dalam artikel ini saya hanya menyoroti masalah sesat penyesatan ini pak, ndak ada niatan agar MUI sepaham dengan saya.
Jadi gimana pak, masih perlukah Majelis Fatwa itu?
Letakan perspektif dan persepsi kita tentang MUI, bila fatwa itu memang harus dikeluarkan demi menjaga keyakinan/tauhid umat islam yang kita termasuk didalamnya, kita layak berterima kasih pada MUI.
MUI? saya secara pribadi nggak pernah mengakui keberadaannya, titik!
@hadi arr
Bagaimana jika sebaliknya?
@peyek
Waduh, bisa di tuduh sesat ini.
Setuju sama Abah Dedhot
sesat itu klo gak nyampe ke tujuannya
horeee hidup Abah!!!
*tetap menunggu klarifikasi MUI, bahwa beliau-beliau cuma becanda*
Ini baru MUI atau ini tugas MUI yang baru??
@kurtubi
Bukan dua duanya, itu hanya saran agar dapat mengurangi efek kekerasan yang di timbulkan oleh fatwa sesat itu. Sebab ada organisasi yang mengkhusukan sebagai pelaksana eksekusi terhadap fatwa MUI itu.
@Syahbal
Kriteria sesat yg anda buat contohnya itu kalo dari sudut pandang anda sesuai kepercayaan anda khan??
Bagaimana kalo pembuatan kriteria itu dari sudut pandang saya dan teman2 lain yg berbeda kepercayaan dgn anda? Anda juga termasuk sesat khan?
maka itu agama dan kepercayaan adalah konsumsi pribadi, jgn saling mencap “sesat” krn tidak baik mendahului Dia menghakimi org lain. Kalo mau diikutkan sesuai kriteria yg anda buat itu berarti semua agama dan kepercayaan yg diakui di negara ini (kecuali agama anda) sesat juga khan?? Krn negara mengakui adanya agama2 dan kepercayaan2 tsb berarti negara juga ikut sesat khan? Mayoritas agama yg dianut penduduk negara ini apa? Kenapa sdh mayoritas masih bisa sesat?
*sebuah pertanyaan yg susah anda jawab saya kira*
*Eh.. ini ad-hominem ga Dan..?? Gw ga gitu jelas soal ad-hominem soale hihihi…*
lho, kan memang…sesat buat yg satu, benar buat yang lain. murtad buat yg satu, keselamatan buat yg lain.
kalo saya sih sebenernya simpel aja. dalam perkara sesat menyesatkan, kalo misalnya mui menemukan ada aliran yg sudah nggak sesuai dengan kaidah pokok agama islam (secara populis), ya udah, anggap aja itu agama baru. nggak usah dilabeli “sesat”
@TITO
selama itu BENAR maka itu harus menjadi keBIASAan
@brainstorm
Para ahlul bid’ah, yaitu mereka yang membuat syari’at-syari’at baru dalam agama, dan menganggap baik sebuah urusan/ibadah, padahal asalnya bukan dari Islam.
jadi simpel aja kan…
Para ahli filsafat, yaitu mereka yang terlalu mengedepankan logikanya, sehingga mereka menganggap Allah dan makhlukNya merupakan satu kesatuan.
sedangkan pemikir yaitu orang-orang yang berfikir apa yang telah diciptakan Allah dan melakukannya untuk dan atas nama Islam…jadi bisa dibedakan…
@danalingga
pertanyaan yang mana??
@CY
ya tentu dari sudut pandang AQ dan Hadist yang telah saya Imani dan saya percayai..dan ke percayaan itu harus saya dakwahkan karena tugas manusia di dunia ini selain beribadah adalah menegakkan kalimatullah…dan itu diwajibkan atas seluruh jiwa…
jangan kan ajaran lain….bahkan Islam yang bid’ah pun bisa dikatakan sesat…tapi harus diajak kejalan yang benar…
kenapa di negara ini mayoritasnya masih bisa sesat….karena islam mereka hanya dimulut shaja tidak dihatinya…
@semua
ALLAHU YAHDIKUM
selama itu BENAR maka itu harus menjadi keBIASAan
berarti anda menganggap “melabeli sesat” sebagai tindakan yg benar ya?
duh… seandainya semua orang seperti anda…
yang berbeda didiskriminasi,
yang gak sejalan disuruh sejalan,
alangkah “indah” nya, hidup ini
berarti anda menganggap “melabeli sesat” sebagai tindakan yg benar ya?
duh… seandainya semua orang seperti anda…
yang berbeda didiskriminasi,
yang gak sejalan disuruh sejalan,
alangkah “indah” nya, hidup ini
*dan, komen gw sebelomnya harap diapus… ada error*
@tito
ya kalau memang sesat gimana….masa harus dipendem dihati..ntar sakit lagi…
tapi yang bertugas untuk melabeli sesat itu ada orang nya…
sesuai dengan tingkatannya…
kata siapa yang beda diskriminasi…
siapa yang bilang…
tapi klw yang tidak sejalan disuruh sejalan..memang sudah tugas nya…
tapi hidup seperti itu tak akan pernah tercapai…karena rasulullah suad memberi tahukan nya…bahwa
yahudi jadi 71, 1 masuk surga..
nashara 72, 1 masuk surga…
islam 73, 1 masuk surga…
gimana yah cara mepersatukannya….
@syahbal
lha kok cuma 3 golongan ya yg sebut, yg lain mana???
hadist ini sesat!!, knp sesat?
pertama, tidak mencakup semua golongan yg ada dibumi, shg bisa dibilang gak valid. kedua, tidak dijelaskan apa itu maksut kata ‘golongan’, ini membuat umat binggung, mana golongan mana bukan. ketiga, silahkan hitung ada berapa golongan2 yg ada di masing2 agama diatas, walopun saya blm pernah hitung, saya yakin seyakin Alam bahwa golongannya lebih dari angka2 diatas, mau bukti?? silahkan htung sediri
@joyo
masa bodo ama golongan yang laen…
emang ada yah golongan yang laen…saya rasa golongan yang laen itu hanya sebuah khayalan dari sebuah pencarian otak yang tak sampai…
coba aja itung..orang yang ga percaya kan anda..bukan saya…buktikan dong kesalahan saya…gtu…
@semua
ALLAHU YAHDIKUM
pertanyaan saya sederhana dek Syahbal, jawabannya ‘Ya/Tidak’. Hitam itu warna ato bukan?
silahkan jawab Ya/Tidak.
@joyo
maksudnya..memang ada peertanyaan yang jawabannya iya/tidak yah…
klw maksudnya yang bukti…silahkan saja buktikan..klw anda punya…kata Arrasulullah “katakan walaupun itu pahit”…
jadi silahken…
yeah… sesat menurut ente, tapi belom tentu sesat menurut yg laen pan?
siapa bilang? liat aja sekeliling mas…

contoh: dulu kawan ana abis sholat jumat di sebuah mesjid, di halaman masjid dijual rekaman wawancara Irene Handono atau kritikan2 terhadap agama lainnya (jangankan di mesjid, di toko buku aja banyak)… kalo ada yg ngejual secara bebas buku seorang murtad dari Islam dan mengkritik abis2an Islam kira2 bakal disweeping FPI gak?
@syahbal
weleh2 pertanyaan sederhana spt itu saya anda gak bisa jawab, bagaimana anda mo ngomong soal Tuhan, Umat, Kebanaran, Kitab.
Ckkk…ck…ck…
*geleng2*
@Joyo:
hush… jangan menghujat “wakil tuhan” yak?
@TITO
Yee masa aja saya yang mencap sesat..saya mah kaga bisa…
yang mecap itu langsung Allah dan Rasulnya…melalui AQ dan Hadist..
banyak koq buku, rekaman,selebaran, bahkan ada gambar nabi muhammad…ya pasti lah marah…karena muslim berani bertindak..walaupun hanya menjadi minoritas…karena setiap muslim yakin..bahwa bila membela agamanya akan mendapat balasan berupa surga yang kekal abadi…
tapi orang laen…liat aja tentara US…sekarang lagi padfa prustasi..karena mereka menganggap bahwa jika mereka mati…maka mereka mati konyol…beda…
@joyo
bukan ga bisa jawab..
cuman ga bisa mencerna pertanyaannya ajah…
weleh-weleh juga…
@syahbal
ini jawabannya: hidup ini kompleks, masalah Tuhan, umat, kebenaran adalah masalah yg pelik, nah klo pertanyaan sederhana spt “hitam itu warna ato bukan saja anda gak bisa jawab, bagaimana anda mo ngomong
soal Tuhan, Ummat, kebenaran pake ngutip2 ayat dari kitab suci lagi, ya klo pemahama anda benar klo salah, bisa menyesatkan!.
asik masih ada kata sesat, berarti gak OOT
@Tito
ah itu kan pengakuannya saja, Tuhan barusan bilang ke saya klo dia gak pernah punya wakil yg namanya anda sebut2 itu
@joyo
ooo gtu toh…ywda deh terserah saya mah…
yang pasti tuhan eh Allah itu tak sesimple warna…
@joyo
icha ikuuttt
kalo kata icha mah warna item teh adalah warna da hehehehehehehehe
huffhhh
kalo gelap ada apa engga????
Melalui AQ dan hadist, berarti itu tergantung gimana kita menafsirkan kedua kitab itu…
karena gak ada yg namanya tafsir AQ dan hadist menurut Allah dan Rasul… selalu menurut penafsir2 kayak Ibnu katsir, dll…
*kadang heran ana ngeliat ada orang yg mengklaim dengan penuh kepastian kalo penafsirannya sesuai dengan yg dimaksud Allah… terus mengklaim penafsiran yg gak sesuai dengan penafsirannya adalah sesat*
nah kalo agamanya gak mo dihina ngapain ngelakukan hal yg sama? apa ente mo bilang mereka duluan yang ngehina? apakah islam agama yg pedendam?
@CY
Walah, saya juga nggak tahu itu adhominem atau tidak.
@syahbal
Pertanyaanku yang ini :
@Shelling Ford
Kalo untuk kasus komunitas dayak segandu ini saya setuju aja sih. Tapi kalo untuk kasus yang lain, misalnya Ahmadiyah atau JIL, kan mereka mereka itu menganggap dirinya adalah sebenar benarnya Islam. Mosok di suruh ganti jadi bukan Islam?
Tapi kalo MUI hanya sekedar mencap bukan Islam sih nggak apa apa, tapi jangan sampai memaksa mereka mereka itu untuk mengubah keyakinan mereka bahwa merekalah yang sebenar benarnya Islam. Sebab masalah keyakinan nggak bisa di paksa toh.
*dateng tergopoh-gopoh, baru puasa online*
*baca skimming*
*ngakak lihat mas syahbal*
*jadi pingin nulis*
@syahbal
ho..ho..ho…tampak mirip dengan “pokok”nya
@icha
ya..ya..buat icha boleh lah
Semoga abah & sahabat-sahabat semua disini…
menjadi golongan yang TERSESAT ke jalan yang BENAR.
dan akhirnya memahami sang HAQ… ngga bingung lagi.
karena hanya sang HAQ yang dapat memahami diriNYA sendiri.
@mas joyo
yang HIDUP itu yang HAQ, yang QADIM…
Kalo abah hanya seonggok daging & tulang, ngga beda sama bangkai.
Hidup mas Joyo…!!!
@ syahbal
anda terlalu hidup didunia ‘arab’, pandangan anda hanyalah yahudi nashoro dan islam. Alam ini terlalu luas dibandingkan yahudi nashoro dan islam.
saya lebih memposisikan islam sebagai agama yang lembut, tapi entah mengapa sekarang dikotori oleh orang2 keras. saya jadi berfikir kembali dijazirah arab sana islam merebut kemenangan dengan banyak pertempuran. mengapa penyebaran agama harus dengan pertempuran? harus dengan pertumpahan darah? apakah menjadi halal menggorok leher seseorang? berarti sama lah orang2 itu dengan yahudi yg menghalalkan membunuh manusia selain yahudi.
oho, maksud saya ya memang gitu. entah nanti masyarakatnya mau memilih berkiblat ke mana ya terserah mereka. toh keyakinan adalah perkara individual dan tidak ada paksaan dalam beragama
@Syahbal
Pertanyaan saya belum terjawab secara memuaskan
ini ada satu lagi…
tanya kenapa??? padahal sudah dapet pencerahan dari Islam kan?? bagian mana dari sistem yg menyebabkan itu?? Jgnkan di Indonesia, di Arab sendiri aja pada ga beres, perkosa TKW malahan… (waduh… sorry Dan, ad-hominem plus OOT wakaka..)
nyah….
gw terofense ama alamat wordpressnyasi syahbal malah…. camelisonta….??? kalo horseiskuda udah gw dilabrak deh…
BTT…
@ syahbal
yang sesat adalah al jama’ah kan… siapa yang pernah bilang kalo MUI itu bukan termasuk yang al jama’ah itu…???
saya nggak pernah bilang soale…
@Shelling Ford
Akur kalo gitu joe.
@CY
Silahkan OOT tapi terkendali.
@celo
Kekeekek… saya aja baru sadar kalo linknya bagus gitu.
BTT, MUI = al jama’ah = sesat?
g baik catut-catut nama seleb….
aku g bilang MUI = al jama’ah = sesat mas….
yapi, emangnya ada gitu di hadist dan Al-Qur’an kalo MUI bukan al jama’ah…???
kok gw g pernah baca ya…???
berarti kemungkinan MUI adalah golongan sesat bukan 0% kan…???
aduh bukan al-jamaah yang sesat..
al jamaah itu justru yg lurus…
@CY
yang dilihat arabnya aja sih..
emang di arab islam semua apah…
@brainstorm
ok…
yahudi, nashara, islam, dan kafir….
kata siapa cuy….islam berjaya pake perang….
justru islam yang diperangi…islam itu tidak pernah berperang..boro-boro perang..punya pabrik senjata aja ga…
tapi kalau islam udah disakitin..pedang lah yang berbicara…
islam itu cuma ada dua cara…berdamai tanpa menggangu atau berperang karena diganggu….
@danalingga
aduh tim penilai nya siapa yah…
tapi udah ampir semua syaikh(arab,india,persia,pakistan,malaya,indonesia,n laen-laen) mengatakan kaya gtu koq…
@tito
dari dulu islam itu udah sering dihina….
rasulullah aja sering dihina…
emang islam pendendam yah???ga lah…tapi penganutnya yang dendam…wong penganutnya 1,5 milyard…terpecah seperti buih-buih laut lagi….
ya wajar lah…
@tito
pernah denger kisah anak afganistan waktu perang uni sovyet ga…
gini ceritanya…
waktu itu suatu daerah di afgan sedang diserang pasukan beruang merah uni sovyet…
pasukan ini membantai siapapun…
hingga masuk ke sebuah rumah..
didalam rumah itu hidup 3 orang keluarga…
ayah ibu dan anak…
lalu ketika diserang sang anak bersembunyi di bawah ranjang…
dan dia melihat kepala kepua orang tuanya menggelinding…
dia menahan rasa takutnya…dan berusaha untuk tidak menjerit….
tapi ketika pasukan uni sovyet itu menginjak-injak AQ…
dan sia anak melihatnya…
lalau apa yang dilakukan anak tersebut…dia keluar dari persembunyiannya…sambil mengatakan..”sebelum kalian menginjak-injak kitab ku…maka lebih baik kalian injak diriku terlebih dulu”
itulah jiwa seorang muslim anak-anak….
dan sikap seorang muslim itu pasti..
BERGERAK SETELAH DIHINA DAN DIGANGGU….
@ atas
Entah kenapa, saya merasa kalau saya bersikap pengecut ketika seisi kampung halaman dan keluarga saya dibantai, dan malah mencak-mencaknya justru ketika sebuah kitab dipijak-pijak… Saya memang pantas dipijak-pijak. Sebenarnya itu anekdot pro atau kontra agama, sih?
@Syahbal:
menurut saya sikap yg paling tepat adalah: si anak lebih pantas kalap ketika ayah-ibunya yang telah melahirkan dan membesarkannya dibantai…. ketimbang marah gara2 seonggok kertas yang ditinta pake literatur arab dinistakan! (pinjem kata2nya Geddoe :P)
kitab AQ tak lebih hanya sebuah buku dengan tulisan… bukan wujud fisiknya yg harus dilindungi melainkan makna yg terkandung di dalamnya.
Sabda Imam Ali waktu berseteru dengan Muawiyah + Amr bin Ash:
AQ… ajaran mulianya takkan terpengaruh walau kitab itu diinjak, dibakar dan dirusak… tapi orangtuanya? dibantai sekali ya gak balik lagi
Terus tadi ente bilang:
Lah kalo Islam gak pendendam berarti tindakan penganutnya gak islami donk? Mustinya jangan dianggap wajar… tapi prihatinlah
lagian gak cuma Islam doang yg dihina dan dianiaya, bung… tiap agama juga ada masa2 kelamnya.
@Danalingga:
Maaf yee.. kalo nambah2in OOT
kalo gitu saya yang salah tafsir… saya ganti pertanyaannya boleh…???
emangnya situ yakin kao MUI itu al jama’ah…??? ada dalilnya…???
mengenai anak afganishtan itu… kalo saya jadi dia, saya bakal diam aja…. kan seimbang dunia akhirat… kalo kita mengorbankan hidup untuk mengejar akhirat….???
kok saya rasa malah itu ya yang dinamakan salah pengertian…
@celo
Yup, intinya mungkin itu. Siapa yang dapat menjamin kalau MUI itu tidak sesat 100 %, dan jaminannya itu terpercaya kecuali Allah sendiri. Sedangkan Allah itu entah di mana ketika di tanya langsung.
@syahbal
Yang umumnya, yang mayoritas, bahkan walau semua , bukanlah jaminan kalo kalau penilian itu sebuah kebenaran yang mutlak.
Masya Allah, ternyata nyawa 2 manusia lebih rendah harganya di banding sebuah kitab. *geleng geleng triping*
ah selalu ada sisi negatif karya manusia (agama.red), dan kisah diatas adalah contoh sisi negatif nya,
banyak lagi cerita ayah bunuh2an sama anaknya (di Ambon misalnya) gara2 membela Tuhan/Allah, perlukah Ia dibela2 hingga darah mengalir dari raga2 tak berdaya tanpa dosa?
Ah Syahbal, semoga kita semua bisa melihat petunjuk Alam dengan rasa yg suci dan pikiran yg jernih
@ Kopral Geddoe
jangkrik, ged! kata2mu pancen jangkrik!
seandainya saya dianugerahi sebuah keberanian yang luar biasa, dibanding memilih manual book untuk saya selamatkan, lebih baik saya menyelamatkan barangnya lebih dahulu. manual book toh tidak bakal berguna kalo tidak ada barangnya yg bisa kita operasikan.
orang jawa bilang, sikap seperti itu adalah perbedaan antara kitab teles dgn kitab garing.
qur’an toh “cuma” pedoman hidup, bukan praktek hidup itu sendiri. dan saya beranggapan, tuhan saya bakal lebih menilai bagaimana saya mempraktekkan hidup ketimbang sibuk2 menghafal text-book
Salahuddin Al Ayubi malah konon mau meratakan Yerussalem aja biar ga usah direbutin lagi sama Islam dan Kristen
setubuh ma joe…
ngapain kita