Reinkarnasi dalam Islam dan Kristen

Jenar seperti kesurupan di depan laptop nya, di dalam kamar saat senja telah tenggelam di telan pekatnya kegelapan. Memandang layar laptop, yang memperlihatkan sebuah lembaran email dari seorang yang dia anggap cukup mumpuni dalam dunia spiritual. Dunia tempat memahami esensi dari ayat-ayat yang betebaran di alam semesta ini. Dan, dia membaca berulang ulang emai tersebut, seolah-olah rasa haus itu belum terbayar hanya dengan sekali minum. Seperti gila dia terus membaca.

Reinkarnasi artinya dibangkitkan, dihidupkan, di lahirkan kembali atau menjelma kembali. Banyak orang dikalangan umat beragama tidak mempercayai adanya reinkarnasi .

Namun sebagian orang percaya bahwa roh manusia tidak tergantung pada dirinya sendiri, dan bahwa degenerasi (kemerosotan) dan pemusnahan tak bisa menyergapnya.

Oleh karena itu, maka niscaya, bila sebuah tubuh fisik kepada siapa ia tergantung menjadi rusak, dia mencari yang lain, dengan memutuskan hubungan-hubungan sang tubuh yang terdahulu, dia memanifestasikan dirinya sendiri dalam tubuh baru, apakah itu dari suatu mahluk yang lebih rendah ataupun yang lebih tinggi derajatnya, hal ini seperti merekam sebuah buku (menurun, menyalin) ke kertas lain.

 Yasin (36 ayat 82)

“Sesunguhnya perintah-Nya, apabila Dia mengendaki sesuatu hanyalah dengan berkata kepadanya “jadilah, maka terjadilah ia “

Al Baqarah (2 ayat 2 8)

“Mengapa kamu ingkar kepada Allah padahal dahulunya kamu mati lalu Allah menghidupkan kamu kemudian Dia mematikan kamu kemudian Dia menghidupkan kamu kembali, lalu kepadaNya kamu di kembalikan ?”

Ar Rurm (30 ayat 19, 40)

“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya, dan seperti demikianlah kamu akan dikeluarkan. Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberi rezeki kepada kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu. Adakah dari sesembahan kamu ada yang dapat berbuat sesuatupun dari demikian? Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa saja yang mereka sekutukan.”

Al Isra (17 ayat 49)

“Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan di bangkitkan kembali sebagai mahluk yang baru.”

Yohannes (3 ayat 3,5)

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak melihat kerajaan ALlah.”

Yohannes (3 ayat 6,7)

“Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, Dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu : kamu harus dilahirkan kembali.”

Matius (11 ayat 5)

“Orang-orang mati akan bangkit, yang tuli akan mendengar, yang buta akan melihat dan yang lumpuh akan berjalan.”

Para suci melukiskan dunia ini sebagai ladang karma ke dalam mana jiwa harus kembali berulang lagi guna memetik hasil dari semua perbuatan yang lalu.

Seperti yang ditabur, itulah yang dituai. Begitulah ladang karma itu. Jika engkau menanam kaktus bagaimana engkau dapat memetik mangga ? Dunia ini berasaskan hukum karma. Perbuatan apapun yang kaulakukan, orang harus merasakan buahnya.

Kita di bawa kembali ke dalam suatu bentuk, dengan nama kita dapat memenuhi hasil dari perbuatan perbuatan kita, karma-karma kita, dan selama itu pula, jiwa tetap menderita kesedihan karena perpisahan dari Tuhan. Selagi kita menyelesaikan karma karma itu, kita juga terus melakukan karma yang baru, dan akibatnya, kita tetap datang dan pergi, selalu mendekam di rumah penjara dunia ini.

Dan Jenar seperti mengalami sebuah ekstase, setelah mengulang-ulang membaca email tersebut hampir seribu kali. Sehingga fajar sepertinya sudah hilang di telan cahaya mentari yang terang benderang. Dalam ekstasenya, dia melihat lehernya di penggal, hanya karena sebuah rasa takut dari anak-anak manusia yang merasa memonopoli mana yang boleh di sampaikan dan mana yang tidak boleh. Nanar pandangan jenar berusaha meresapkan pengalaman ekstase itu ke jiwa. Kemudian dia beranjak ke tempat tidur, menutupkan mata, dan senyum di bibir dalam tidur yang damai.

Dan sepertinya hari ini, Jenar bolos ke kantor lagi.

Kredit :

Isi email di ambil dari sebuah mailing list yang sengaja tidak di link demi sebuah alasan.

74 Tanggapan ke “Reinkarnasi dalam Islam dan Kristen”


  1. 1 Bindrang Desember 15, 2007 pukul 8:46 am

    hm.. cukup menarik tulisan anda di atas. tapi ijinkanlah saya bertanya, kalau manusia di bumi ini adalah hasil dari reinkarnasi, artinya sebenarnya yang hidup di dunia ini adalah orang yang sama. hanya saja jasadnya yang beda (ganti chaseng).

  2. 2 goop Desember 15, 2007 pukul 9:28 am

    Wah Konsep Karma nya benar-benar benderang
    terima kasih mas :D
    *pulang membawa oleh-oleh*

  3. 3 extremusmilitis Desember 15, 2007 pukul 10:03 am

    Aku butuh waktu untuk me-renung-kan-nya.
    Konsep Reinkarnasi untuk saat ini, aku tidak mau mem-benar-kan, dan juga tidak mau mem-bantah-nya, karena masih mem-butuh-kan pemahaman roh kita saat ini sebagai roh yang baru, atau-kah roh yang lama yang ber-pindah fisik dan zaman. :roll:

  4. 4 joyo Desember 15, 2007 pukul 10:05 am

    sinkretis kamu, kafir kamu, bidah kamu!!!

    *mangut2 tercerahkan sesaat* :D

  5. 5 Kurt Desember 15, 2007 pukul 10:58 am

    Untuk urusan Reinkarnasi itu penafsiran dari berbagai versi… bahkan ada pula yang mengakui islam pun memiliki reinkarnasi, hanya samakah reinkarnasi antara Islam, Kristen, Hindu Budha….. ini saya tidak bisa berkomentar.

    Tapi sebuah ektase yang membikin orang lain bingung… barangkali Jener dengan ektasenya sangat2 menikmati kesendiriannya, (sepi)ritualitasnya, namun saat sekitarnya meniru dan memfotokopi gaya ektasenya, itulah yang barangkali dikhawatirkan sehingga dia bermimpi dipenggal lehernya… tapi kan cuma mimpi meskipun tidak masuk kantor hari ini… kan libur sabtu? apa biasanya masuk kang Jenar?

  6. 6 Hoek Soegirang Desember 15, 2007 pukul 11:07 am

    “Jika engkau menanam kaktus bagaimana engkau dapat memetik mangga ?”
    hmm….bisa saja, metik mangga tetangga…… :mrgreen:
    ____________
    ho…karma ya mas dana? jujur, saia fercaya sangadh yang namana karma, soale setiaf kali saia berbuadh khilaf, balesanna itu ndak tanggung-tanggung.
    lha wong STNK admin saia ilang itu menurud saia karma lho, soale fas sore harinya, saia abis nangkef lalat pake sedotan, lansun saia bakar……
    hmm, jadina saia kena karma tafi dalam bentuk lain = kehilangan STNK… hiks T_T

  7. 7 caplang™ Desember 15, 2007 pukul 1:15 pm

    saya makin yakin kalo dulunya saya seorang pangeran 8)
    eh bolos kantor mo kopdar bloger yak? :lol:

  8. 8 qzink666 Desember 15, 2007 pukul 1:28 pm

    Kok kitab suci Eternal Resurance dari Nabi Nietzsche gak disebutin, bang?

  9. 9 Sawali Tuhusetya Desember 15, 2007 pukul 2:10 pm

    Petualangan batin Jenar kali ini makin dahsyat saja tentang reinkarnasi dan karma. Tiba2 jadi teringat idiom Jawa: “Kabeh manungsa bakal ngunduh wohing pakarti” (Semua manusia akan memetik apa yang telah dilakukan”. Konsep reinkarnasi dan karma ini agaknya sering dilupakan banyak orang ketika sudah begitu larut ke dalam glamornya peradaban. Mereka lupa *halah sok tahu* bahwa tindakan hari ini akan membuahkan hasil pada masa2 mendatang.
    BTW, tokoh Jenarnya anakronisme, yak, mas Dana. kadang2 masih ingusan, lalu jadi gedhe, lalu kembali ke kana-kanak. Walah, tapi bagi saya yang penting nilai-nilai “hikmah” yang dibawanya, hehehehe :D

  10. 10 syeeddath Desember 15, 2007 pukul 4:35 pm

    setuju dengan komennya pak sawali…jenarnya anakronisme..
    kemarin masih 14 tahun, hari ini udah bisa bolos kerja… :)

  11. 11 Hanna Desember 15, 2007 pukul 7:37 pm

    Menarik, Mas Dan. Dalam agama Budha banyak membahas tentang reinkarnasi. Roh kita hidup. Bahkan, binatang pun dikatakan ada rohnya. Mereka ialah manusia-manusia yang di hukum karena karma buruk mereka. Tulisan ini sangat bagus untuk di renungkan.

  12. 12 rozenesia Desember 15, 2007 pukul 8:05 pm

    Udah mau naggapin serius, tapi begitu baca…

    Dan sepertinya hari ini, Jenar bolos ke kantor lagi.

    …langsung il-fil dah gua. :evil:

  13. 13 sitijenang Desember 15, 2007 pukul 10:15 pm

    @ Pak Sawali
    ngunduh wohing pakarti bagi orang versi modern katanya… eh… si Butterfly Effect. tokoh Jenar yang bolak-balik, mulur-mungkret juga mirip sama si kupu-kupu itu :D

  14. 14 Ram-Ram Muhammad Desember 15, 2007 pukul 10:17 pm

    Saya pulang dari sini bawa adrahi nih… Tapi soal pijakan naqliy-nya, menurut saya sih konteksnya agak kurang relevan. Tapi ya namanya sebuah refleksi tafsiry, gak ada larangan toh… Lagi pula, konteks reinkarnasi yang diusung Kyai Danalingga di atas, saya kira bukan reinkarnasi dalam terminologi Budha. Tapi lebih pada konsep kelahiran dan kematian, bukan siklus hidup dan mati tanpa batas seperti halnya reinkarnasi dalam ajaran Budha. 8)

  15. 15 Salafy Desember 15, 2007 pukul 10:37 pm

    APA YANG DINYATAKAN ALLAH DALAM AL-QURAN ITU BERKAITAN DENGAN ALAM LAIN, SEDANG REINKARNASI BERADA DI ALAM YANG SATU (ALAM DUNIA). AL-QURAN MENJELASKAN KEMATIAN (TIDAK HIDUP) YANG PERTAMA BERKAITAN DENGAN JANIN YANG BELUM DITIUPKAN RUH DAN KEMATIAN KEDUA ADALAH UNTUK MENUJU ALAM KUBUR (BARZAKH). KEHIDUPAN PERTAMA YANG DIMULAI DARI PENIUPAN RUH TERHADAP JANIN HINGGA AJAL MENJEMPUT. DAN KEHIDUPAN KEDUA BERKAITAN DENGAN KEHIDUPAN AKHERAT. JADI JELAS, ITU BUKAN BERARTI ISLAM DALAM AL-QURAN MEYAKINI DAN MEMBENARKAN KONSEP REINKARNASI.
    JADI KESIMPULANNYA, ISLAM MENOLAK DAN TIDAK MEMBENARKAN REINKARNASI SEBAGAIMANA TIDAK MEMBOLEHKAN MBLOSO DARI KANTOR TANPA ALASAN YANG RASIONAL…NANTI DIMARAHI BOS LHO…DI-PHK BARU TAHU RASA LO…HA HA HA HA

  16. 16 abah dedhot Desember 16, 2007 pukul 12:29 am

    Ruh…
    Ruh min amri rabbi, ruh yang mulang ka asal… RABBI, ruh menyandang sifat QADIM.
    Kalo Jasmani, jirim… mulih ka jati, kembali kepada kesejatian… tanah, api, air, angin… nur…
    karma…??? sifat Gafururrahiim..??? Maaliki yaumiddiin…

    reinkarnasi… ehmm, inget dulu waktu abah SMP…
    kacang merah dikawinkan dengan kacang putih… pada keturunan yang keempat muncul kembali kacang merahnya… dengan sifat genetik yang sama.

  17. 17 almascatie Desember 16, 2007 pukul 1:46 am

    si jenar bener2 membuat Imam dan Pendeta geleng-geleng kepala? mo dibaptis ataukah disuruh baca sahadat.. jangan2 jenar adalah reinkarnasi dari semua nabi yang menitis satu persatu :lol:

  18. 18 rizoa Desember 16, 2007 pukul 2:10 am

    wew… numpang baca

  19. 19 danalingga Desember 16, 2007 pukul 2:41 am

    @Bindrang

    Sepertinya begitu.

    @goop

    Konsep karmanya memang universal. :D

    @extremusmilitis

    Silahkan di renungkan bro. Tapi setahuku dalam konsep reinkarnasi roh kita bisa yang baru tapi bisa juga yang lama.

    @joyo

    Biarin!!! :P

    *habis cerah gelap lagi*

    @Kurt

    Iya pak, memang reinkarnasi itu bisa di tafsirkan macam macam. Saya juga sepertinya akan mengambil jarak soal reinkarnasi ini. Entah kalo si Jenar. :D

    Soal ekstase itu, memang seperti mimpi kali pak. Kebetulan hari kejadianya, bukan pas hari postingnya pak. Jadi ya waktu itu masih hari kerja. :mrgreen:

    @Hoek Soegirang

    *memetik mangga tetangga*

    ————————–

    Iya hoek, sepertinya kamu memang kena karma kontan tuh. Tapi bersyukurlah, karena karmanya dah lunas berarti. :P

    @caplang™

    Saya percaya aja deh. :P

    Yang bolos Jenar bro, bukan saya. :lol:

    @qzink666

    Sepertinya si Jenar belon nyampe ke sono ilmunya bro. :D

    @Sawali Tuhusetya

    Padahal jika menyadari reinkarnasi dan karma, maka niscaya setiap perbuatan akan di pertimbangkan matang matang pak. :mrgreen:

    Soal tokoh Jenarnya, kan sudah saya katakan di perkenalan dulu. Bahwa cerita tentang kehidupan Jenar tidak akan runtut berdasarkan waktu. Tapi ini masih Jenar yang kemaren kok Pak. Btw, anakronisme itu apa sih pak?

    @syeeddath

    anakronisme itu opo sih?

    @Hanna

    Makasih atas apresiasinya mbak.

    @rozenesia

    Kekekeke… kenapa il-fil bro? Anggaplah itu sebagai ujian bagi keseriusanmu. :lol:

    @Ram-Ram Muhammad

    Walah, itu di usung oleh Jenar kok Pak. ;)
    Btw, soal tafsir, saya sendiri menyadari kalo ayat ayat di atas sebenarnya bisa di artikan berbeda. Tapi di artikel ini sih memang di arahkan ke tafsir reinkarnasi itu.

    @Salafy

    Iya pak/bu, memang bisa di tafsirkan seperti itu juga. Tapi itu tetap hanya sebuah tafsir bukan?

    @abah dedhot

    Wah, ternyata memang ada padanannya ya bah? :mrgreen:

    Reinkarnasi di sini berarti penurunan sifat-sifat melalui gen ya bah?

    @almascatie

    Namanya juga Jenar. :lol:

    @rizoa

    Silahkan di baca sepuasnya.

  20. 20 almascatie Desember 16, 2007 pukul 2:47 am

    Bigitulah ladang karma itu Jika engkau menanam kaktus bagaimana engkau dapat memetik mangga ?

    ehmmm OOT “bigitilah” jadi ga bisa metik mangga yah :lol:
    *kabur sebelom jenardana lempar sendal*

  21. 21 deKing yang biasa2 saja Desember 16, 2007 pukul 3:31 am

    Yang menebar benih padi saja belum tentu bisa panen padi, apalagi yang hanya menebar benih2 rumput …

  22. 22 warnetubuntu Desember 16, 2007 pukul 5:34 am

    Wow.. menggunakan tokoh fiktif untuk menyampaikan sesuatu yg kontroversial adalah hal yg briliant :) ,

    btw, mengenai reinkarnasi ini saya abstain atau agnostic atau skeptis atau apalah istilahnya :) , sebab masalah ruh ini saya yakin akan sangat susah untuk dijabarkan secara logika.. bahkan teori dalam film the matrix-pun bisa jadi benar :)

  23. 23 Hanster Desember 16, 2007 pukul 7:16 am

    kLo qta melihat komentarnya Bindrang,Berarti manusia di bumi ini ga nambah2 dunkZz…

  24. 24 Pendekar Berjubah Hitam Desember 16, 2007 pukul 2:28 pm

    tidak ada re inkarnasi dalam islam

  25. 25 danalingga Desember 16, 2007 pukul 2:39 pm

    @almascatie

    Makasih atas koreksinya, dah di edit tuh.

    *lempar pake mangga*

    @deKing yang biasa2 saja

    Yang menanam rumput normalnya sih memanen rumput juga.

    @warnetubuntu

    Butul!!!
    JIka kita belum mengalaminya sendiri, maka memang bermainnya di percaya dan tidak percaya. :lol:

    @Hanster

    Nambah dunk, dengan roh hewan, tumbuhan, atau roh baru. :lol:

    @Pendekar Berjubah Hitam

    Ya…ya…ya… :lol:

  26. 26 Mrs.Neo Fortynine Desember 16, 2007 pukul 5:37 pm

    ow… Jadi ternyata yang jadi temen tidurmu itu selama ini namanya Jenang Jenar ya? :lol:

    *dibakar*

  27. 27 zal Desember 16, 2007 pukul 10:27 pm

    ::jenar itu perkampungan ya…,tempat orang keluar masuk :lol:
    saling ajar mengajar, ramai dalam diam, diam dalam ramai…
    makanya kepalanya dipenggal ya Dan , mungkin biar kepala ngga ikutan, soalnya suka bikin ramai, kalau diam jangkrik ramai bersuara, didekati jangkrik diam… :lol: akh engga nyambung…

  28. 28 dwihandyn Desember 16, 2007 pukul 10:30 pm

    Aku percaya dg adanya hukum karma n reinkarnasi… :)

  29. 29 Pyrrho Desember 17, 2007 pukul 4:00 am

    Uh, si Jenar berfantasi dan berimajinasi dengan spiritualitasnya. :)

    sama dengan Mas Kurtubi, konteks Reinkarnasi di agama (misalnya Kristen) masih jadi perdebatan. Saya sendiri nggak terlalu tahu dan mencoba nggak mengambil sikap atas konsep itu. Ayat-ayat Alkotab yang disebutkan diatas punya multi-tafsir. Bisa diartikan sebagai konsep reinkarnasi dan juga bisa diartikan yang lain.

  30. 30 ordinary Desember 17, 2007 pukul 4:00 pm

    no koment lah
    cuma ijin baca aja ya om
    *terlalu sedikit pemahamanku soal ini*

  31. 31 danalingga Desember 17, 2007 pukul 6:29 pm

    @Mrs.Neo Fortynine

    siyal.

    *getok siwi*

    @zal

    Boleh juga gitu zal. :lol:

    Ah, si zal suka pura pura, bisa di paparkan ke nyambungan nya nggak? :mergreen:

    @dwihandyn

    Baguslah, berarti kamu sudah di jalan yang benar. :lol:

    @Pyrrho

    Yup, tergantung bunda mengandung apa latar belakang yang menafsirkan. ;)

    @ordinary

    Wah, udah lama nggak komen. Sekalinya komen malah no komen. :(

  32. 32 syahbal Desember 17, 2007 pukul 7:45 pm

    islam…kristen…reinkarnasi…

    disini ga jelas….
    reinkarnasi yang mana yang ingin disampaikan….
    reinkarnasi didunia…
    ataukah…
    reinkarnasi diakhirat…
    coba mas dana…untuk menjelaskannya kembali….
    supaya lebih jelas….
    dan pelu tahu saja…
    didunia tidak ada reinkarnasi…
    diakhirat pun menurut saya tidak ada….
    diakhirat itu adalah pembangkitan kembali…
    bukan dilahirkan kembali….

    katakan hitam adalah hitam….
    katakan putih adalah putih….

  33. 33 abah dedhot Desember 17, 2007 pukul 8:06 pm

    @mas dana
    Iya mas… ILMU genetik… membuktikan. pada turunan ke 8 nanti, mas dana (sifat dominan) akan muncul lagi. :lol:
    di prediksi, mulai 2008 akan mulai bermunculan manusia-manusis “aneh”, yang mempunyai sifat dominan dari gen para wali jaman baheula yang ada dinusantara… (era kesultanan demak)
    menurut abah “gen” itu identik dengan Lauh Mahfudz yang di ceritain di AQ… suatu kitab / bahan bacaan / bahan pengetahuan yang BESAR, yang memuat berbagai system ke manusia an yang amat rumit…

    salam

  34. 34 zal Desember 17, 2007 pukul 9:10 pm

    ::abah menghitung 2 0 0 8 itu gimana ya… ???
    jadi kapan tepatnya bah.., bisa ditunggu engga.., saya sempat menemuinya ngga… :lol:
    ah si abah, ngebukanya senangnya saupit-saupit…. :lol:

  35. 35 danalingga Desember 18, 2007 pukul 11:46 am

    @syahbal

    Untuk kali ini silahkan berfantasi sendiri, itu juga kalo berani berfantasi sih. ;)

    @abah dedhot

    *memeriksakan gen*

    Wah, itu kali yang di sebut jaman keemasan itu ya bah?

  36. 36 syahbal Desember 19, 2007 pukul 11:14 am

    @danalingga

    mari kita berfantasi…kedunia fantasi………

  37. 37 CY Desember 21, 2007 pukul 3:04 pm

    hmm…, kenapa mempercayai reinkarnasi dan karma dianggap sesat dan tidak baik? kira2 ada yg berkenan diskusi ga ttg hal itu dgn saya. Terutama hal2 apa yg tidak baik. :)

  38. 38 danalingga Desember 22, 2007 pukul 2:28 am

    Setahu saya dalam Islampun tidak ada dengan tegas menyatakan reinkarnasi itu tidak ada. ;)

  39. 39 restlessangel Desember 28, 2007 pukul 8:12 pm

    coba klik watung.org

    pernah diulas ttg reinkarnasi dlm penjelasan yg disampekan bawaa muhaydeen -moga ga salah spell-
    saya lupa, judul postingannya apa.
    moga nemu ekstase lg^^

  40. 40 Artana Desember 29, 2007 pukul 2:32 pm

    Suatu akibat pasti ada sebabnya!
    Kalau tidak ada Karma dan Reinkarnasi, untuk apa agama diajarkan? Dan untuk apa manusia selalu diajarkan agar berbuat baik?

  41. 41 dimasu Januari 4, 2008 pukul 10:10 pm

    sampai saat ini saya masih meyakini hal yang disampaikan salafy di atas :)
    dahulu kala saya memiliki dosen yang tidak lain adalah mantan suaminya Lia eden. beliau mempercayai reinkarnasi. tapi begitu disampaikan mengenai tafsiran ayat yang seperti disampaikan salafy di atas, beliau tidak dapat menyanggahnya. beliau malah kekeuh mengangkat tafsiran miliknya. padahal tafsiran yang saya sampaikan belum dapat beliau sanggah.
    tafsiran dihidupkannya kembali adalah ketika dibangkitkan dari kubur menuju padang mahsyar ini tidak dapat begitu saja disanggah ^^

    Jadi, baik reinkarnasi itu ada atau tidak ada, sama2 tidak dapat disanggah dari sisi dalil..

    Kalau saya pilih keyakinan hal ini atas dasar feeling saja. lebih masuk akal. hehe

  42. 42 danalingga Januari 5, 2008 pukul 12:36 am

    saya setuju bahwa

    Jadi, baik reinkarnasi itu ada atau tidak ada, sama2 tidak dapat disanggah dari sisi dalil..

    Jadi harus kembali kepada pengalaman pribadi saja, sebab dalil bukan Tuhan toh? ;)

  43. 43 danalingga Januari 5, 2008 pukul 12:39 am

    @restlessangel

    Makasih atas infonya. Lumayan juga ternyata pencerahan di watungnya. :mrgreen:

    @Artana

    Agama diajarkan untuk berbuat baik, dan berbuat baik agar masuk surga. Saya kira reinkarnasi juga nggak ada nggak masalah toh. ;)

    @dimasu

    saya setuju bahwa

    Jadi, baik reinkarnasi itu ada atau tidak ada, sama2 tidak dapat disanggah dari sisi dalil..

    Jadi harus kembali kepada pengalaman pribadi saja, sebab dalil bukan Tuhan toh? ;)

  44. 44 ahmad irfan Januari 8, 2008 pukul 7:32 pm

    Innalillah….kok bisa2nya yah si Jenar mencampur-adukkan yang Haq dan Yang Bathil….Innalillah !!!!!!!!!!

  45. 45 SIge Januari 9, 2008 pukul 2:48 pm

    halo saudara dana, sangat menarik tulisan anda mengenai karma dan reinkarnasi. Sangat menambah wawasan dari ayat-ayat yang anda tulis.

  46. 46 danalingga Januari 9, 2008 pukul 10:41 pm

    @ahmad irfan

    Lah, siapa yang mati? Mana yang bhatil? :lol:

    @SIge

    Wah, isi email itu bukan tulisan saya. Tapi tulisan dari salah seorang master dalam kehidupan ini. :mrgreen:

  47. 47 Dan Januari 22, 2008 pukul 4:29 pm

    Hmmm harus mati dulu supaya tau hal yang sebenarnya. XD

  48. 48 feezaa Januari 26, 2008 pukul 9:01 pm

    yang aku tau dalam islam ga ada reinkarnasi
    setelah kita mati memang kita akan dihidupkan kembali
    tapi bukan di dunia ini, di akhirat kelak. jadi dunianya berbeda.
    lebih tepatnya dibangkitkan setelah mati..

  49. 49 danalingga Januari 26, 2008 pukul 10:52 pm

    @Dan

    Makanya di anjurkan mati selagi hidup. :D

    @feezaa

    Yah, memang tergantung penafsiran. :D

  50. 50 siheruw Januari 27, 2008 pukul 12:41 pm

    Didalam Islam jelas tak ada re-inkarnasi.Re-inkaranasi adalah hasil akar budaya India.Percampuran kultur Dravida dan Arya.Dravida yang mengadaptasi dari budaya Sumeria dan Arya yang mengadaptasi dari kultur indo-eropa.Dari situ di India semua berproses sangat lama,melalui pemahaman, kebiasaan disertai pula dengan pengaruh geografis India yang agak aneh.Dari India pula doktrin re-inkarnasi di ekspor pada jaman kejayaan Hindu,dan jaman kejayaan Budhha dengan raja Ashokanya.Ke Asia Tengah,AsiaTimur dan Tenggara

  51. 51 danalingga Januari 27, 2008 pukul 5:43 pm

    Silahkan dengan kepercayaan anda. Toh tiap tiap orang punya tafsiran dan pengalaman sendiri sendiri.

  52. 52 Azzam Januari 29, 2008 pukul 10:48 am

    “Silahkan dengan kepercayaan anda. Toh tiap tiap orang punya >>>>>>>tafsiran dan pengalaman sendiri sendiri>>>>>>>>>.”

    Kenapa ya sampe segitunya?

    Ahh…. Danalingga.

  53. 53 LHCS Februari 1, 2008 pukul 1:54 am

    Dari pada gak jelas

    Untuk konsep karma (kamma dalam bahasa pali) dalam ajaran buddha silahkan baca http://id.wikipedia.org/wiki/Kamma

    Untuk konsep reinkarnasi (tumimbal lahir dalam ajaran buddha) silahkan baca http://www.walubi.or.id/wacana/wacana_089.shtml

    Saya pribadi setelah membaca tulisan diatas melihat ada perbedaan konsep mengenai reinkarnasi, reinkarnasi dalam ajaran buddha tidak mengacu pada suatu roh yang sama yang berpindah dari satu kehidupan ke kehidupan lain, melainkan hanya energi yang berpindah, dan menampilkan wujud sesuai dengan kondisi energi tsb. Bisa jadi manusia yang cantik atau jelek, kaya atau miskin, normal atau cacat. Bisa juga menjadi hewan. Bisa jadi setan kelaparan. Bisa jadi dewa. Tumbuhan tidak termasuk.

  54. 54 danalingga Februari 1, 2008 pukul 7:33 am

    @Azzam

    Karena memang cuma segitu. :P

    @LHCS

    Makasih atas infonya. :D

    Btw, itu pengertian reinkarnasinya kira kira menurut aliran budhisme yang mana ya? Sebab Buddhisme juga terbagi bagi menjadi beberapa aliran, yang di akibatkan perbedaan dalam menafsirkan ajaran sang Budha. :D

  55. 55 Rustan Maret 10, 2008 pukul 3:22 pm

    Disadari atau tidak disadari,,
    diketahui atau tidak diketahui,,

    Hukum alam semesta (karma) selalu bekerja,
    Surga dan neraka bukanlah kampung halaman yang sejati
    Surga dan neraka itu sama dengan dunia ini
    Masih berupa alam..

    Disana ada wanita, arak, makanan yg lezat, perhiasan-perhiasan, tempat tidur.
    Apakah ruh itu butuh wanita ?
    Apakah ruh itu butuh minum2 ?

    Di neraka, semua pada disiksa..
    Apakah ruh yang disiksa ?
    Padahal ruh sejatinya adalah esensi Tuhan (dzat).

    Dimana kampung sejati itu ?
    Dialah Sang Maha HIDUP.

    Inna lillahi wa inna ilayhi rajiun
    Dari Tuhan kembali ke Tuhan..

    [Yuks kita renungskan ini barengs2]

  56. 56 Partisimon Partogi Maret 23, 2008 pukul 11:52 pm

    Untuk kutipan dari Kitab Yohanes dan Matius, mungkin harus dilihat dulu teks bahasa asli alkitabnya (Bahasa Yunani untuk Kitab2 Perjanjian Baru), kata “dilahirkan kembali”, menggunakan kata apa, sehingga bisa ditarik kesimpulan maksud sebenarnya dari perkataan Yesus Kristus tersebut.

    Berhubung saya sendiri tidak mengerti bahasa Yunani, jadi saya tidak bisa membantu dalam hal ini.

    Namun untuk pandangan pribadi saya, kalau pada Yohanes 3: 3,5,6,7 yaitu:
    “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak melihat kerajaan ALlAH.”
    “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, Dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu : kamu harus dilahirkan kembali.”

    pendapat saya, kata “dilahirkan kembali” disini lebih mengacu ke masalah pertobatan moral dan spiritual jika seseorang mulai mengaku percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruslamat pribadinya. Maksud perkataan tersebut, adalah “aneh” jika seseorang mulai mengikut Yesus tetapi masih hidup dalam cara hidup yang lama.

    Jadi, dalam hal ini, seseorang yang percaya kepada Yesus Kristus, “seharus”nya ,mengalami proses “kelahiran kembali” dalam pengenalannya akan TUHAN. Totalitas hidupnya harus berubah dari yang lama ke yang baru, dari yang kompromi terhadap dosa ke menolak dosa, karena musuh terbesar manusia adalah: Dosa, Maut (kematian) dan Iblis. Namun ketiganya sduah dikalahkah oleh Kristus, karena Ia telah bangkit dari kematian (alam maut tidak bisa menahannya). Dan para pengikutnya harus “mematikan manusia kedaginganya” yang lama (karena dilahirkan di dalam daging/ jasmani), dan mulai sekarang lahir baru dalam tuntunan Roh Kudus dan mengenakan tubuh yang baru di dalam Kristus.

    contoh kongritnya: kalau dulu suka nyontek, sekarang setelah jadi Kristen seharusnya tidak suka nyontek. Jika dulu suka gosip, sekarang setelah jadi kristen harus menjauhi gosip. Jika dulu suka pasang togel dan judi, sekarang setelah jadi kristen harus menjauhi judi. Jika dulu suka selingkuh, sekarang setelah jadi kristen harus mengasihi istri dan memalingkan muka dari dosa perzinahan. Kalau masih melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan padahal sduah jadi kristen, kemungkinan itu kristen KTP saja.

    Pokoknya harus “mematikan dosa natural” didalam diri dan mulai hidup baru, segambar dan secitra dengan sang pencipta, memang sulit, tapi ini proses supaya selalu menjadi sempurna. Dalam proses mengikut Tuhan ini, suatu kali kita pasti jatuh bangun dalam dosa kembali, hal ini wajar karena kita masih hidup didalam tubuh kedagingan kita, karena walau bagaimanapun tubuh kita ini merupakan turunan dari Adam dan hawa, dimana sudah rusak oleh dosa dan selalu cenderung untuk berbuat dosa. Nah keinginan daging akan dosa inilah yang harus kita matikan didalam diri kita sendiri, hari lepas hari, dengan bantuan Roh kudus sampai mencapai kesempurnaan.

    Seperti perkataan Rasul Paulus: ” yang lama telah berlalu, yang baru sudah datang”.

    Juga di Galatia 2: 20 = ” Namun aku hidup, tetapi bukan aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku. Dan hidup yang kuhidupi sekarang didalam daging adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku”

    Jadi, menurut pandangan saya pribadi, kata “dilahirkan kembali” di kitab Yohanes pasal 3 tersebut bukan mengacu kepada maksud “rainkarnasi” dalam arti dilahirkan kembali dikehidupan kedua, ketiga atau berikutnya. Namun lebih ke arah perubahan radikal dalam hal menolak dosa dan mencintai Allah dan sesama dengan kongkrit atau aksi nyata.

    ini pandangan pribadi saya semata, mungkin perlu telaah lebih dalam untuk kata “dilahirkan kembali”

    Salam

    Partisimon Partogi

  57. 57 samuel April 18, 2008 pukul 8:50 pm

    perlu diperhatikan setiap ayat yang diambil dari kitab-kitab baik Al-Quran dan Alkitab, jangan mencomot ayat-ayat tersebut keluar dari konteksnya dan juga harus dilihat dari teks bahasa aslinya. saudara terburu-buru mengambil ayat tersebut hanya untuk mendukung konsep daripada Reinkarnasi, kalau suadara cermati baik-baik ayat-ayat tersebut tidak menunjuk pada masa lampau sebelum dilahirkan.apalagi kata dalam konteks kekristenan yang saudara pakai “kelahiran kembali” kata tersebut dalam teks aslinya yaitu Palingenesia yang berarti menunjuk kehidupan kita sekarang yang telah diubah baik moral, karakter maupun tujuan hidup oleh Roh Kudus. dalam hal ini memiliki hubungan erat dengan pertobatan. yang dapat disimpulkan bahwa kelahiran kembali bukanlah perubahan fisik tetapi perubahan cara hidup atau tujuan hidup yang dikerjakan oleh Roh Kudus kepada diri manusia tersbut sehingga mengenal untuk siapa dan kenapa manusia ada didalam dunia ini. saran buat anda apabila membuat suatu argumentasi yang menggunakkan ayat2 dari kitab agama lain pelajari dulu konteks kitab tersebut. dan so yang pasti dari penjelasan diatas merupakan suatu kontemplasi yang menyimpang daripada perenungan sinkretisme. saya memberikan definsi bahwa reinkarnasi adalah bentuk daripada ketidak adilan dewa yang disembah yang mempermainkan jiwa manusia didalam perputaran roda kehidupan, seolah-olah Allah sudah kehabisan stok Roh. dan manusia khirnya tidak memilki tujuan akhir.

  58. 58 danalingga April 18, 2008 pukul 9:16 pm

    @Partisimon Partogi

    Terus terang bang partogi, saya tidak bersemangat untuk membela pengertian ayat-ayat yang diambil. Sebab saya sendiri dapat melihat bahwa ayat-ayat tersebut dapat juga dimaknai lain. Maka saya terima saja pandangan bang Partogi sebagai informasi tambahan. :D

    @samuel

    Jawaban saya mengenai ayat-ayat sama dengan jawaban saya kepada Bang Partogi diatas.

    Nah yang saya ingin tanggapi adalah

    saya memberikan definsi bahwa reinkarnasi adalah bentuk daripada ketidak adilan dewa yang disembah yang mempermainkan jiwa manusia didalam perputaran roda kehidupan, seolah-olah Allah sudah kehabisan stok Roh. dan manusia khirnya tidak memilki tujuan akhir.

    Boleh saya tahu dasarnya?

    Sebab reinkarnasi itu merupakan hasil dari hukum karma, sebuah hukum yang jelas sangat adil. Dimana segala perbuatan kita sendirilah yang menyebabkan sesuatu terjadi kepada kita. Atau dalam bahasa agamisnya bahwa apa yang kau tabur itulah yang kau tuai. Dan setahuku itu memang hukum Tuhan di setiap agama. D

    Dan jangan salah juga, reinkarnasi itu bisa diakhiri kok. ;)

    Mengenai kehabisan roh saya tidak mengerti logikanya bagaimana?

  59. 59 daeng limpo Mei 5, 2008 pukul 12:39 pm

    Menurut saya setiap perbuatan buruk yang kita lakukan akan berimbas pada diri kita sendiri. hal ini karena perbuatan buruk (energi negatif ) yang kita keluarkan menyebabkan ketidak seimbangan energi didalam jiwa, sehingga energi negatif itu akan kembali lagi (balas) untuk menyeimbangkan energi jiwa. Demikian sebaliknya.

  60. 60 pangonjat Mei 5, 2008 pukul 2:46 pm

    Dogma kristen protestan pun tidak jelas tentang reinkarnasi. Maklumlah krn protes melulu dan terpecah-pecah, sehingga menjadi ribuan jurusan yang sudah kusut. Tidak ada satu pun denominasi protestan di ind yg cukup berwibawa untuk mengusung dogma yg komprehensif dari kitab kejadian sampe wahyu.
    Berbeda dg Katolik, tampaknya (sy protestan bukan katolik) katolik tetap solid mengusung dogmanya.

    Tertulis, manusia terdiri dari tiga unsur tubuh: jiwa, dan roh. Puluhan tahun sy dengerin khotbah pendeta, nggak pernah sekalipun mendengar dogma ttg pemisahan unsur ini. Terutama beda nya jiwa dg roh. Belum lagi makin banyak pendeta mabok saat ini.

    Tertulis juga, kalo manusia mati, akan turun ke dalam kerajaan maut, sebelum nanti ada kebangkitan ke sorga. Tertulis juga masa penghakiman di dalam kerajaan maut ini 1000 th.

    Jadi kali aja kalo gue mati di th 2040, terus ada kiamat di th 3500, nunggu 1000 th, baru ke sorga di th 4500 (yakin bener dah). Tubuh gw sudah dimakan belatung di th 2040, barangkali roh/jiwa (?) dapet order balik lagi ke dunia di th 2400, dg tubuh ayam jago, tapi roh/jiwa nya pangonjat, nach itu yg namanya reinkarnasi.

    Au ah gelap

  61. 61 J&W Mei 6, 2008 pukul 9:11 am

    @pangonjat:
    Jadi kali aja kalo gue mati di th 2040, terus ada kiamat di th 3500, nunggu 1000 th, baru ke sorga di th 4500 (yakin bener dah). Tubuh gw sudah dimakan belatung di th 2040, barangkali roh/jiwa (?) dapet order balik lagi ke dunia di th 2400, dg tubuh ayam jago, tapi roh/jiwa nya pangonjat, nach itu yg namanya reinkarnasi.

    Kalau kita mati anggap thn 2040 (body udah dimakan belatung), terus dpt order balik lagi thn 2400, nunggu 360 thn. Nunggu 1000 thn baru masuk sorga. Selama masa penungguan itu roh/jiwa akan berada dimana? Atau mungkin lagi diadili? Terus waktu dpt order utk balik lagi jadi ayam jago, dan mati disembelih, apakah kejadiannya terulang lagi? mungkin jadi kucing? miaaooo… Akh pusing gue, bisa gak kita minta di order jadi pohon beringin?

  62. 62 Faubell Mei 6, 2008 pukul 11:07 am

    Perbedaan bahasa memang bikin berbeda persepsi, orang Sunda bilang dahar itu secara estetika termasuk bahasa dengan kasta yang kasar, sedang orang jawa bilang dahar itu bahasa dengan kasta yang lebih tinggi daripada mangan atau madang. Padahal maksudnya adalah “MAKAN”.
    Jadi maksudnya Reinkarnasi itu apa ya ?
    Ah mumet, makan dulu aja dah, biar ada re-makan-nasi lagi.

  63. 63 Raden Mas Panut Mei 8, 2008 pukul 12:30 am

    Menarik sekali pembahasan dan pendapat-pendapat yang pro dan kontra tentang adanya reinkarnasi. Bagi saya sendiri yang senang berpikir secara logis dan mempercayai sesuatu yang masuk akal, saya setuju dengan teori tumimbal lahir ini. Sejarah hidup saya pribadi dari kecil kelas 1 sampai 4 SD belajar Islam, dari kelas 5 SD sampai lulus SMP belajar Kristen. Dua ajaran agama ini, menjelaskan bahwa Tuhan Maha Adil, Maha Penyayang, Maha Segala Maha.
    Saat itu kelas 4 SD, saya bertanya pada ayahanda : ” Kalau Tuhan Maha Adil, Maha Pengasih dan Penyayang, kenapa Dia pilih kasih terhadapku ?”
    Karena saat itu keluarga hidup serba kekurangan. Saya terlahir sebagai anak pertama dari 15 bersaudara. Mau makan susah, bayar SPP susah pokoknya serba susah. Sedangkan teman-teman yang lain hidup senang, sekolah antar jemput mobil, uang saku banyak, sepatu bagus, tas bagus, buku-buku selalu baru. Sedangkan saya ?
    Saat itu ayahanda berkata : ” Itulah keadilan Tuhan le, “sebab” sudah kamu buat “akibat” kamu sendiri yang terima “.
    Waktu itu 28 tahun yang lalu. Saya masih belum puas dengan jawaban ayahanda tercinta. Secara logika manusia, sebab apa yang sudah saya bikin diumur yang baru 11 tahun sehingga mendapat akibat hidup yang serba susah waktu itu.
    Dengan berjalannya waktu, dengan banyak berdiskusi dengan ayahanda juga tokoh-tokoh agama yang lain, saya meyakini kalau tumimbal lahir memang ada. Hidup saat ini adalah imbalan karma kehidupan masa lampau. Pernah saya bertanya kepada ayahanda : ” Jika memang tumimbal lahir ada, kenapa kok kita tidak bisa mengingat masa lampau kita sebelum terlahir jadi Raden Mas Panut ini ?”
    Beliau menjawab : ” Bisa le, dengan jalan meditasi. Tapi itu nggak mudah, jangankan kehidupanmu di masa lampau sebelum Jadi RM Panut sekarang, bisakah kamu mengingat dengan jelas saat-saat kamu umur 5tahun atau umur2 sebelumnya ?” Kemudian saya bertanya : “Kalau memang ada tumimbal lahir harusnya jumlah penduduk di bumi ini tetap atau malah berkurang, kenapa kok malah bertambah terus, darimanakah jiwa2 ini ?”
    Beliau menjawab : ” Kehidupan bukan hanya berwujud manusia saja le, bisa saja jasad renik atau ikan2 di laut yang jumlahnya triliunan, mereka berjiwa juga. Belum lagi le, kehidupan bukan hanya ada di bumi ini saja. Alam semesta teramat sangat besarnya, pasti ada kehidupan lain di planet di jagad raya dengan wujud yang lain yang tidak sama di bumi ini.”
    Semoga dapat menjadi bahan renungan pengalaman saya ini.

  64. 64 danalingga Mei 8, 2008 pukul 6:15 am

    Terimakasih atas sharing pengalamannya. Semoga bisa mencerahkan.

  65. 65 pencari tuhan Mei 11, 2008 pukul 12:03 am

    wah ternyata ada juga yang punya keyakinan seperti Raden Mas Panut,
    saya cenderung setuju dengan anda. saya banyak juga baca artikel tentang bukti reinkanasi dan penyelidikannya secara ilmu pengetahuan & kedokteran modern.
    bravo untuk anda.

  66. 66 pencari tuhan Mei 11, 2008 pukul 12:16 am

    @Raden Mas Panut

    saya salut untuk anda, link anda menuju ke pencari dollar.
    saya yang pencari tuhan ingin juga jadi pencari dollar.
    bukankah kekufuran terjadi karena kemiskinan ?

  67. 67 syaifuldodo Mei 30, 2008 pukul 5:34 pm

    DIMATA TUHAN ATAU ALLAH ATAU SANG HYANG WIDHI ATAU YAHWEH,YANG WUJUDNYA ADALAH CAHAYA.
    MANUSIA INI DIBAGI 2 GOLONGAN SAJA YAITU YANG TAHU DAN YANG TIDAK TAHU (KEPADA TUHANNYA). GOLONGAN YANG TAHU ATAU KENAL DENGAN TUHANNYA PASTI TIDAK MENOLAK REINKARNASI. KARENA ITU SUDAH KETETAPAN TUHAN.SEMUA KITAB SUCI SECARA TEGAS MEMBENARKANNYA. CUMA SAYANG YANG BANYAK BERBICARA VOKAL ITU ADALAH GOLONGAN YANG TIDAK TAHU SEHINGGA MENJADI SOK TAHU,ITU KARENA KEFANATIKANNYA KEPADA AGAMA BUKAN KEPADA TUHAN ! GOLONGAN YANG TIDAK TAHU TETAPI SOK TAHU ITU BERARTI SUDAH MENANTANG KETETAPAN TUHAN. BERTOBATLAH, SESUAI SYARIAT AGAMA MU ! KEMBALILAH DAN BERSERAHDIRILAH KEPADA TUHANMU ! SEBELUM JASAD MU MATI DAN TERHINDAR DARI NERAKA !

  68. 68 mbah gendeng Juni 7, 2008 pukul 12:10 am

    yup aku percaya dengan reinkarnasi karena aku ud mengalaminya

  69. 69 dana Juni 7, 2008 pukul 7:44 am

    @syaifuldodo

    Semoga kita tidak termasuk orang yang sok tahu.

    @mbah gendeng

    Bagus kalo dari pengalaman sendiri. Berarti tidak sok tahu.

  70. 70 mbah gendeng Juni 7, 2008 pukul 1:13 pm

    ni g usah d publish gpp deh ni aku mo ijin copas dulu buat webq y g semuanya c hanya ayat2nya aj ok thans

  71. 71 Godamn Juni 11, 2008 pukul 9:02 pm

    Hwuaduh…. samsara lagi… aku mah gak tahu… aku gak peduli ma samsara en reinkarnasi… mau lahir lagi nanti silahkan.. mau nggak juga terserah yang ngatur lah… yang penting mah sekarang baik aja ma orang… n inget ma tuhannya… gitu aja lah, beres… gitu aja lepas dari samsara mah…. gak usah dipikirain, mumet tau… tuh nirwana dah di depan…

  72. 72 herman Juni 17, 2008 pukul 10:52 am

    Jika kita pikirkan secara mendalam dan arif saya kira anda2 yg menolak adanya reinkarnasi akan mencoba untuk berpikir ulang………fahamilah dunia ini panggung sandiwara (kata akhmad albar) yg tidak lain kata2 dari diri yg sebenarnya dari akhmad albar……..kita akan memerankan peran lain sampai kita menyadari bahwa sanya hanya Dia yg berperan, kita hanyalah wadah untuk peran itu……..siapa yg menjadikan pembunuh, perampok, koruptor, pemerkosa, anak cacat, orang gila jika kita tanyakan kepada mereka apakah mereka menginginkan itu semua tentu tidak……tapi kenapa itu terjadi tidak lain adalah karena sang pembuat peran adanya………resapilah…..akan makna yg tersurat dan yang tersirat…..insyaallah…..akan kita temukan jawabannya…..

  73. 73 Thiea Juni 25, 2008 pukul 1:40 pm

    wuah… bingung juga mikirin soal reinkarnasi nih..
    saya orang Islam, dan saya sendiri tidak percaya reinkarnasi karena Islam menolak kepercayaan ttg reinkarnasi,
    namun saya masih bingung tentang orang2 yg bisa menceritakan kehidupannya di ‘masa lalu’..
    ada nggak sih penjelasan ilmiahnya kenapa bisa begitu?
    bagaimana org bisa mengetahui seluk-beluk ‘dirinya’ dulu, padahal reinkarnasi itu nggak ada?
    terus.. ada nggak sih org yg pernah cerita soal masa lalunya sebagai binatang atau makhluk2 lain di alam semesta?

  1. 1 Pro-Kontra Poligami : Penyesuaian Ayat « Sebuah Perjalanan Lacak balik pada Mei 2, 2008 pukul 8:28 am

Tinggalkan Balasan




AKU

Bermakna

Jenis Perjalanan

Tanggalan

Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Jejak Langkahku