Jenar seperti kesurupan di depan laptop nya, di dalam kamar saat senja telah tenggelam di telan pekatnya kegelapan. Memandang layar laptop, yang memperlihatkan sebuah lembaran email dari seorang yang dia anggap cukup mumpuni dalam dunia spiritual. Dunia tempat memahami esensi dari ayat-ayat yang betebaran di alam semesta ini. Dan, dia membaca berulang ulang emai tersebut, seolah-olah rasa haus itu belum terbayar hanya dengan sekali minum. Seperti gila dia terus membaca.
Reinkarnasi artinya dibangkitkan, dihidupkan, di lahirkan kembali atau menjelma kembali. Banyak orang dikalangan umat beragama tidak mempercayai adanya reinkarnasi .
Namun sebagian orang percaya bahwa roh manusia tidak tergantung pada dirinya sendiri, dan bahwa degenerasi (kemerosotan) dan pemusnahan tak bisa menyergapnya.
Oleh karena itu, maka niscaya, bila sebuah tubuh fisik kepada siapa ia tergantung menjadi rusak, dia mencari yang lain, dengan memutuskan hubungan-hubungan sang tubuh yang terdahulu, dia memanifestasikan dirinya sendiri dalam tubuh baru, apakah itu dari suatu mahluk yang lebih rendah ataupun yang lebih tinggi derajatnya, hal ini seperti merekam sebuah buku (menurun, menyalin) ke kertas lain.
Yasin (36 ayat 82)
“Sesunguhnya perintah-Nya, apabila Dia mengendaki sesuatu hanyalah dengan berkata kepadanya “jadilah, maka terjadilah ia “
Al Baqarah (2 ayat 28)
“Mengapa kamu ingkar kepada Allah padahal dahulunya kamu mati lalu Allah menghidupkan kamu kemudian Dia mematikan kamu kemudian Dia menghidupkan kamu kembali, lalu kepadaNya kamu di kembalikan ?”
Ar Rurm (30 ayat 19, 40)
“Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya, dan seperti demikianlah kamu akan dikeluarkan. Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberi rezeki kepada kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu. Adakah dari sesembahan kamu ada yang dapat berbuat sesuatupun dari demikian? Maha Suci Dia dan Maha Tinggi dari apa saja yang mereka sekutukan.”
Al Isra (17 ayat 49)
“Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan di bangkitkan kembali sebagai mahluk yang baru.”
Yohannes (3 ayat 3,5)
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak melihat kerajaan ALlah.”
Yohannes (3 ayat 6,7)
“Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, Dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu : kamu harus dilahirkan kembali.”
Matius (11 ayat 5)
“Orang-orang mati akan bangkit, yang tuli akan mendengar, yang buta akan melihat dan yang lumpuh akan berjalan.”
Para suci melukiskan dunia ini sebagai ladang karma ke dalam mana jiwa harus kembali berulang lagi guna memetik hasil dari semua perbuatan yang lalu.
Seperti yang ditabur, itulah yang dituai. Begitulah ladang karma itu. Jika engkau menanam kaktus bagaimana engkau dapat memetik mangga ? Dunia ini berasaskan hukum karma. Perbuatan apapun yang kaulakukan, orang harus merasakan buahnya.
Kita di bawa kembali ke dalam suatu bentuk, dengan nama kita dapat memenuhi hasil dari perbuatan perbuatan kita, karma-karma kita, dan selama itu pula, jiwa tetap menderita kesedihan karena perpisahan dari Tuhan. Selagi kita menyelesaikan karma karma itu, kita juga terus melakukan karma yang baru, dan akibatnya, kita tetap datang dan pergi, selalu mendekam di rumah penjara dunia ini.
Dan Jenar seperti mengalami sebuah ekstase, setelah mengulang-ulang membaca email tersebut hampir seribu kali. Sehingga fajar sepertinya sudah hilang di telan cahaya mentari yang terang benderang. Dalam ekstasenya, dia melihat lehernya di penggal, hanya karena sebuah rasa takut dari anak-anak manusia yang merasa memonopoli mana yang boleh di sampaikan dan mana yang tidak boleh. Nanar pandangan jenar berusaha meresapkan pengalaman ekstase itu ke jiwa. Kemudian dia beranjak ke tempat tidur, menutupkan mata, dan senyum di bibir dalam tidur yang damai.
Dan sepertinya hari ini, Jenar bolos ke kantor lagi.
Kredit :
Isi email di ambil dari sebuah mailing list yang sengaja tidak di link demi sebuah alasan.



Silahkan dengan kepercayaan anda. Toh tiap tiap orang punya tafsiran dan pengalaman sendiri sendiri.
“Silahkan dengan kepercayaan anda. Toh tiap tiap orang punya >>>>>>>tafsiran dan pengalaman sendiri sendiri>>>>>>>>>.”
Kenapa ya sampe segitunya?
Ahh…. Danalingga.
Dari pada gak jelas
Untuk konsep karma (kamma dalam bahasa pali) dalam ajaran buddha silahkan baca http://id.wikipedia.org/wiki/Kamma
Untuk konsep reinkarnasi (tumimbal lahir dalam ajaran buddha) silahkan baca http://www.walubi.or.id/wacana/wacana_089.shtml
Saya pribadi setelah membaca tulisan diatas melihat ada perbedaan konsep mengenai reinkarnasi, reinkarnasi dalam ajaran buddha tidak mengacu pada suatu roh yang sama yang berpindah dari satu kehidupan ke kehidupan lain, melainkan hanya energi yang berpindah, dan menampilkan wujud sesuai dengan kondisi energi tsb. Bisa jadi manusia yang cantik atau jelek, kaya atau miskin, normal atau cacat. Bisa juga menjadi hewan. Bisa jadi setan kelaparan. Bisa jadi dewa. Tumbuhan tidak termasuk.
@Azzam
Karena memang cuma segitu.
@LHCS
Makasih atas infonya.
Btw, itu pengertian reinkarnasinya kira kira menurut aliran budhisme yang mana ya? Sebab Buddhisme juga terbagi bagi menjadi beberapa aliran, yang di akibatkan perbedaan dalam menafsirkan ajaran sang Budha.
Disadari atau tidak disadari,,
diketahui atau tidak diketahui,,
Hukum alam semesta (karma) selalu bekerja,
Surga dan neraka bukanlah kampung halaman yang sejati
Surga dan neraka itu sama dengan dunia ini
Masih berupa alam..
Disana ada wanita, arak, makanan yg lezat, perhiasan-perhiasan, tempat tidur.
Apakah ruh itu butuh wanita ?
Apakah ruh itu butuh minum2 ?
Di neraka, semua pada disiksa..
Apakah ruh yang disiksa ?
Padahal ruh sejatinya adalah esensi Tuhan (dzat).
Dimana kampung sejati itu ?
Dialah Sang Maha HIDUP.
Inna lillahi wa inna ilayhi rajiun
Dari Tuhan kembali ke Tuhan..
[Yuks kita renungskan ini barengs2]
Untuk kutipan dari Kitab Yohanes dan Matius, mungkin harus dilihat dulu teks bahasa asli alkitabnya (Bahasa Yunani untuk Kitab2 Perjanjian Baru), kata “dilahirkan kembali”, menggunakan kata apa, sehingga bisa ditarik kesimpulan maksud sebenarnya dari perkataan Yesus Kristus tersebut.
Berhubung saya sendiri tidak mengerti bahasa Yunani, jadi saya tidak bisa membantu dalam hal ini.
Namun untuk pandangan pribadi saya, kalau pada Yohanes 3: 3,5,6,7 yaitu:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak melihat kerajaan ALlAH.”
“Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, Dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu : kamu harus dilahirkan kembali.”
pendapat saya, kata “dilahirkan kembali” disini lebih mengacu ke masalah pertobatan moral dan spiritual jika seseorang mulai mengaku percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruslamat pribadinya. Maksud perkataan tersebut, adalah “aneh” jika seseorang mulai mengikut Yesus tetapi masih hidup dalam cara hidup yang lama.
Jadi, dalam hal ini, seseorang yang percaya kepada Yesus Kristus, “seharus”nya ,mengalami proses “kelahiran kembali” dalam pengenalannya akan TUHAN. Totalitas hidupnya harus berubah dari yang lama ke yang baru, dari yang kompromi terhadap dosa ke menolak dosa, karena musuh terbesar manusia adalah: Dosa, Maut (kematian) dan Iblis. Namun ketiganya sduah dikalahkah oleh Kristus, karena Ia telah bangkit dari kematian (alam maut tidak bisa menahannya). Dan para pengikutnya harus “mematikan manusia kedaginganya” yang lama (karena dilahirkan di dalam daging/ jasmani), dan mulai sekarang lahir baru dalam tuntunan Roh Kudus dan mengenakan tubuh yang baru di dalam Kristus.
contoh kongritnya: kalau dulu suka nyontek, sekarang setelah jadi Kristen seharusnya tidak suka nyontek. Jika dulu suka gosip, sekarang setelah jadi kristen harus menjauhi gosip. Jika dulu suka pasang togel dan judi, sekarang setelah jadi kristen harus menjauhi judi. Jika dulu suka selingkuh, sekarang setelah jadi kristen harus mengasihi istri dan memalingkan muka dari dosa perzinahan. Kalau masih melakukan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan padahal sduah jadi kristen, kemungkinan itu kristen KTP saja.
Pokoknya harus “mematikan dosa natural” didalam diri dan mulai hidup baru, segambar dan secitra dengan sang pencipta, memang sulit, tapi ini proses supaya selalu menjadi sempurna. Dalam proses mengikut Tuhan ini, suatu kali kita pasti jatuh bangun dalam dosa kembali, hal ini wajar karena kita masih hidup didalam tubuh kedagingan kita, karena walau bagaimanapun tubuh kita ini merupakan turunan dari Adam dan hawa, dimana sudah rusak oleh dosa dan selalu cenderung untuk berbuat dosa. Nah keinginan daging akan dosa inilah yang harus kita matikan didalam diri kita sendiri, hari lepas hari, dengan bantuan Roh kudus sampai mencapai kesempurnaan.
Seperti perkataan Rasul Paulus: ” yang lama telah berlalu, yang baru sudah datang”.
Juga di Galatia 2: 20 = ” Namun aku hidup, tetapi bukan aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup didalam aku. Dan hidup yang kuhidupi sekarang didalam daging adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku”
Jadi, menurut pandangan saya pribadi, kata “dilahirkan kembali” di kitab Yohanes pasal 3 tersebut bukan mengacu kepada maksud “rainkarnasi” dalam arti dilahirkan kembali dikehidupan kedua, ketiga atau berikutnya. Namun lebih ke arah perubahan radikal dalam hal menolak dosa dan mencintai Allah dan sesama dengan kongkrit atau aksi nyata.
ini pandangan pribadi saya semata, mungkin perlu telaah lebih dalam untuk kata “dilahirkan kembali”
Salam
Partisimon Partogi
perlu diperhatikan setiap ayat yang diambil dari kitab-kitab baik Al-Quran dan Alkitab, jangan mencomot ayat-ayat tersebut keluar dari konteksnya dan juga harus dilihat dari teks bahasa aslinya. saudara terburu-buru mengambil ayat tersebut hanya untuk mendukung konsep daripada Reinkarnasi, kalau suadara cermati baik-baik ayat-ayat tersebut tidak menunjuk pada masa lampau sebelum dilahirkan.apalagi kata dalam konteks kekristenan yang saudara pakai “kelahiran kembali” kata tersebut dalam teks aslinya yaitu Palingenesia yang berarti menunjuk kehidupan kita sekarang yang telah diubah baik moral, karakter maupun tujuan hidup oleh Roh Kudus. dalam hal ini memiliki hubungan erat dengan pertobatan. yang dapat disimpulkan bahwa kelahiran kembali bukanlah perubahan fisik tetapi perubahan cara hidup atau tujuan hidup yang dikerjakan oleh Roh Kudus kepada diri manusia tersbut sehingga mengenal untuk siapa dan kenapa manusia ada didalam dunia ini. saran buat anda apabila membuat suatu argumentasi yang menggunakkan ayat2 dari kitab agama lain pelajari dulu konteks kitab tersebut. dan so yang pasti dari penjelasan diatas merupakan suatu kontemplasi yang menyimpang daripada perenungan sinkretisme. saya memberikan definsi bahwa reinkarnasi adalah bentuk daripada ketidak adilan dewa yang disembah yang mempermainkan jiwa manusia didalam perputaran roda kehidupan, seolah-olah Allah sudah kehabisan stok Roh. dan manusia khirnya tidak memilki tujuan akhir.
@Partisimon Partogi
Terus terang bang partogi, saya tidak bersemangat untuk membela pengertian ayat-ayat yang diambil. Sebab saya sendiri dapat melihat bahwa ayat-ayat tersebut dapat juga dimaknai lain. Maka saya terima saja pandangan bang Partogi sebagai informasi tambahan.
@samuel
Jawaban saya mengenai ayat-ayat sama dengan jawaban saya kepada Bang Partogi diatas.
Nah yang saya ingin tanggapi adalah
Boleh saya tahu dasarnya?
Sebab reinkarnasi itu merupakan hasil dari hukum karma, sebuah hukum yang jelas sangat adil. Dimana segala perbuatan kita sendirilah yang menyebabkan sesuatu terjadi kepada kita. Atau dalam bahasa agamisnya bahwa apa yang kau tabur itulah yang kau tuai. Dan setahuku itu memang hukum Tuhan di setiap agama. D
Dan jangan salah juga, reinkarnasi itu bisa diakhiri kok.
Mengenai kehabisan roh saya tidak mengerti logikanya bagaimana?
Menurut saya setiap perbuatan buruk yang kita lakukan akan berimbas pada diri kita sendiri. hal ini karena perbuatan buruk (energi negatif ) yang kita keluarkan menyebabkan ketidak seimbangan energi didalam jiwa, sehingga energi negatif itu akan kembali lagi (balas) untuk menyeimbangkan energi jiwa. Demikian sebaliknya.
Dogma kristen protestan pun tidak jelas tentang reinkarnasi. Maklumlah krn protes melulu dan terpecah-pecah, sehingga menjadi ribuan jurusan yang sudah kusut. Tidak ada satu pun denominasi protestan di ind yg cukup berwibawa untuk mengusung dogma yg komprehensif dari kitab kejadian sampe wahyu.
Berbeda dg Katolik, tampaknya (sy protestan bukan katolik) katolik tetap solid mengusung dogmanya.
Tertulis, manusia terdiri dari tiga unsur tubuh: jiwa, dan roh. Puluhan tahun sy dengerin khotbah pendeta, nggak pernah sekalipun mendengar dogma ttg pemisahan unsur ini. Terutama beda nya jiwa dg roh. Belum lagi makin banyak pendeta mabok saat ini.
Tertulis juga, kalo manusia mati, akan turun ke dalam kerajaan maut, sebelum nanti ada kebangkitan ke sorga. Tertulis juga masa penghakiman di dalam kerajaan maut ini 1000 th.
Jadi kali aja kalo gue mati di th 2040, terus ada kiamat di th 3500, nunggu 1000 th, baru ke sorga di th 4500 (yakin bener dah). Tubuh gw sudah dimakan belatung di th 2040, barangkali roh/jiwa (?) dapet order balik lagi ke dunia di th 2400, dg tubuh ayam jago, tapi roh/jiwa nya pangonjat, nach itu yg namanya reinkarnasi.
Au ah gelap
@pangonjat:
Jadi kali aja kalo gue mati di th 2040, terus ada kiamat di th 3500, nunggu 1000 th, baru ke sorga di th 4500 (yakin bener dah). Tubuh gw sudah dimakan belatung di th 2040, barangkali roh/jiwa (?) dapet order balik lagi ke dunia di th 2400, dg tubuh ayam jago, tapi roh/jiwa nya pangonjat, nach itu yg namanya reinkarnasi.
Kalau kita mati anggap thn 2040 (body udah dimakan belatung), terus dpt order balik lagi thn 2400, nunggu 360 thn. Nunggu 1000 thn baru masuk sorga. Selama masa penungguan itu roh/jiwa akan berada dimana? Atau mungkin lagi diadili? Terus waktu dpt order utk balik lagi jadi ayam jago, dan mati disembelih, apakah kejadiannya terulang lagi? mungkin jadi kucing? miaaooo… Akh pusing gue, bisa gak kita minta di order jadi pohon beringin?
Perbedaan bahasa memang bikin berbeda persepsi, orang Sunda bilang dahar itu secara estetika termasuk bahasa dengan kasta yang kasar, sedang orang jawa bilang dahar itu bahasa dengan kasta yang lebih tinggi daripada mangan atau madang. Padahal maksudnya adalah “MAKAN”.
Jadi maksudnya Reinkarnasi itu apa ya ?
Ah mumet, makan dulu aja dah, biar ada re-makan-nasi lagi.
Menarik sekali pembahasan dan pendapat-pendapat yang pro dan kontra tentang adanya reinkarnasi. Bagi saya sendiri yang senang berpikir secara logis dan mempercayai sesuatu yang masuk akal, saya setuju dengan teori tumimbal lahir ini. Sejarah hidup saya pribadi dari kecil kelas 1 sampai 4 SD belajar Islam, dari kelas 5 SD sampai lulus SMP belajar Kristen. Dua ajaran agama ini, menjelaskan bahwa Tuhan Maha Adil, Maha Penyayang, Maha Segala Maha.
Saat itu kelas 4 SD, saya bertanya pada ayahanda : ” Kalau Tuhan Maha Adil, Maha Pengasih dan Penyayang, kenapa Dia pilih kasih terhadapku ?”
Karena saat itu keluarga hidup serba kekurangan. Saya terlahir sebagai anak pertama dari 15 bersaudara. Mau makan susah, bayar SPP susah pokoknya serba susah. Sedangkan teman-teman yang lain hidup senang, sekolah antar jemput mobil, uang saku banyak, sepatu bagus, tas bagus, buku-buku selalu baru. Sedangkan saya ?
Saat itu ayahanda berkata : ” Itulah keadilan Tuhan le, “sebab” sudah kamu buat “akibat” kamu sendiri yang terima “.
Waktu itu 28 tahun yang lalu. Saya masih belum puas dengan jawaban ayahanda tercinta. Secara logika manusia, sebab apa yang sudah saya bikin diumur yang baru 11 tahun sehingga mendapat akibat hidup yang serba susah waktu itu.
Dengan berjalannya waktu, dengan banyak berdiskusi dengan ayahanda juga tokoh-tokoh agama yang lain, saya meyakini kalau tumimbal lahir memang ada. Hidup saat ini adalah imbalan karma kehidupan masa lampau. Pernah saya bertanya kepada ayahanda : ” Jika memang tumimbal lahir ada, kenapa kok kita tidak bisa mengingat masa lampau kita sebelum terlahir jadi Raden Mas Panut ini ?”
Beliau menjawab : ” Bisa le, dengan jalan meditasi. Tapi itu nggak mudah, jangankan kehidupanmu di masa lampau sebelum Jadi RM Panut sekarang, bisakah kamu mengingat dengan jelas saat-saat kamu umur 5tahun atau umur2 sebelumnya ?” Kemudian saya bertanya : “Kalau memang ada tumimbal lahir harusnya jumlah penduduk di bumi ini tetap atau malah berkurang, kenapa kok malah bertambah terus, darimanakah jiwa2 ini ?”
Beliau menjawab : ” Kehidupan bukan hanya berwujud manusia saja le, bisa saja jasad renik atau ikan2 di laut yang jumlahnya triliunan, mereka berjiwa juga. Belum lagi le, kehidupan bukan hanya ada di bumi ini saja. Alam semesta teramat sangat besarnya, pasti ada kehidupan lain di planet di jagad raya dengan wujud yang lain yang tidak sama di bumi ini.”
Semoga dapat menjadi bahan renungan pengalaman saya ini.
Terimakasih atas sharing pengalamannya. Semoga bisa mencerahkan.
wah ternyata ada juga yang punya keyakinan seperti Raden Mas Panut,
saya cenderung setuju dengan anda. saya banyak juga baca artikel tentang bukti reinkanasi dan penyelidikannya secara ilmu pengetahuan & kedokteran modern.
bravo untuk anda.
@Raden Mas Panut
saya salut untuk anda, link anda menuju ke pencari dollar.
saya yang pencari tuhan ingin juga jadi pencari dollar.
bukankah kekufuran terjadi karena kemiskinan ?
DIMATA TUHAN ATAU ALLAH ATAU SANG HYANG WIDHI ATAU YAHWEH,YANG WUJUDNYA ADALAH CAHAYA.
MANUSIA INI DIBAGI 2 GOLONGAN SAJA YAITU YANG TAHU DAN YANG TIDAK TAHU (KEPADA TUHANNYA). GOLONGAN YANG TAHU ATAU KENAL DENGAN TUHANNYA PASTI TIDAK MENOLAK REINKARNASI. KARENA ITU SUDAH KETETAPAN TUHAN.SEMUA KITAB SUCI SECARA TEGAS MEMBENARKANNYA. CUMA SAYANG YANG BANYAK BERBICARA VOKAL ITU ADALAH GOLONGAN YANG TIDAK TAHU SEHINGGA MENJADI SOK TAHU,ITU KARENA KEFANATIKANNYA KEPADA AGAMA BUKAN KEPADA TUHAN ! GOLONGAN YANG TIDAK TAHU TETAPI SOK TAHU ITU BERARTI SUDAH MENANTANG KETETAPAN TUHAN. BERTOBATLAH, SESUAI SYARIAT AGAMA MU ! KEMBALILAH DAN BERSERAHDIRILAH KEPADA TUHANMU ! SEBELUM JASAD MU MATI DAN TERHINDAR DARI NERAKA !
yup aku percaya dengan reinkarnasi karena aku ud mengalaminya
@syaifuldodo
Semoga kita tidak termasuk orang yang sok tahu.
@mbah gendeng
Bagus kalo dari pengalaman sendiri. Berarti tidak sok tahu.
ni g usah d publish gpp deh ni aku mo ijin copas dulu buat webq y g semuanya c hanya ayat2nya aj ok thans
Hwuaduh…. samsara lagi… aku mah gak tahu… aku gak peduli ma samsara en reinkarnasi… mau lahir lagi nanti silahkan.. mau nggak juga terserah yang ngatur lah… yang penting mah sekarang baik aja ma orang… n inget ma tuhannya… gitu aja lah, beres… gitu aja lepas dari samsara mah…. gak usah dipikirain, mumet tau… tuh nirwana dah di depan…
Jika kita pikirkan secara mendalam dan arif saya kira anda2 yg menolak adanya reinkarnasi akan mencoba untuk berpikir ulang………fahamilah dunia ini panggung sandiwara (kata akhmad albar) yg tidak lain kata2 dari diri yg sebenarnya dari akhmad albar……..kita akan memerankan peran lain sampai kita menyadari bahwa sanya hanya Dia yg berperan, kita hanyalah wadah untuk peran itu……..siapa yg menjadikan pembunuh, perampok, koruptor, pemerkosa, anak cacat, orang gila jika kita tanyakan kepada mereka apakah mereka menginginkan itu semua tentu tidak……tapi kenapa itu terjadi tidak lain adalah karena sang pembuat peran adanya………resapilah…..akan makna yg tersurat dan yang tersirat…..insyaallah…..akan kita temukan jawabannya…..
wuah… bingung juga mikirin soal reinkarnasi nih..
saya orang Islam, dan saya sendiri tidak percaya reinkarnasi karena Islam menolak kepercayaan ttg reinkarnasi,
namun saya masih bingung tentang orang2 yg bisa menceritakan kehidupannya di ‘masa lalu’..
ada nggak sih penjelasan ilmiahnya kenapa bisa begitu?
bagaimana org bisa mengetahui seluk-beluk ‘dirinya’ dulu, padahal reinkarnasi itu nggak ada?
terus.. ada nggak sih org yg pernah cerita soal masa lalunya sebagai binatang atau makhluk2 lain di alam semesta?
Kalo ndak percaya ama inkarnasi lalu apa yang bisa dijelaskan kenapa ada bayi yg baru lahir udah cacat? Misalnya tangan kakinya ndak ada ato buta.
Kalo dibilang itu cobaan Tuhan kepada orang tuanya, ya bisa masuk akal karena orang tuanya udah belajar agama jadi pantas diuji atau dites seberapa mampu ia mengamalkan agamanya. Tapi bagaimana dengan bayinya? Dia khan belum belajar agama? Mengapa harus diuji ama Tuhan? Mengapa bayi itu harus tumbuh besar dari hari ke hari dengan segala penderitaan karena cacatnya? Kenapa ia tidak dilahirkan sama aja dengan bayi yang lain dalam keadaan normal atau sekalian aja sempurna?
Nah, kalo dibilang lagi karena itu dosa orang tuanya yg telah melakukan suatu kesalahan, lalu apa dosa bayi itu yang sudah tentu lebih merasakan penderitaan akibat cacatnya itu daripada orang tuanya?
Ya…penjelasannya adalah karena kehidupan yang lalu, sang bayi pernah melakukan suatu perbuatan yang mengakibatkan kelahirannya seperti itu. Lalu bagaimana dengan orang tuanya? Mereka juga harus merasakan memiliki anak yg cacat akibat suatu perbuatan yg menyebabkan mereka harus mengalami seperti itu, baik akibat dari perbuatan kehidupan yg lalu maupun akibat dari perbuatan pd kehidupan sekarang.
Hukum alam ini telah diprogram oleh Tuhan dengan sempurna tanpa bug! Baik orang tua maupun sang anak telah memenuhi syarat utk mengalami hal demikian sesuai dengan apa yg telah mereka lakukan. Itulah yg membuktikan adanya inkarnasi yg tergantung dari karma atau akibat perbuatan pd kehidupan lalu. Baik itu yg terjadi pada individu, kelompok, golongan ataupun secara negara semuanya telah memenuhi syarat utk mendapatkan akibat dari karma masa lalu.
@PeterVan
Bagaimana dengan manusia pertama “anggaplah” si P dan W, inkarnasi dari siapa……?
Karena Tuhan lebih tahu nasib anak itu kelak daripada saya atau anda, apakah anda yakin jika terlahir sempurna, kelak dia tidak akan “menderita” ?
Sekali lagi, saya dan anda tidak tahu “rencana” Tuhan, menurut anda dan saya mungkin suatu bencana, tetapi begitu banyak orang cacat yang bisa berprestasi dibandingkan orang yang terlahir normal.
Tetapi saya pikir inkarnasi adalah kepercayaan pribadi anda, jadi pendapat ini juga pendapat saya pribadi.
reinkarnasi
aku ada
aku tiada
aku ada di mana saja
tak terikat sang kala
saat aku ada aku tiada
saat aku tiada aku ada
bisa mengerti
demikian TAO bersabda
Reinkarnasi adalah rahasia Tuhan level tinggi,
dan tidak dibuka kepada setiap manusia.
Percaya atau tidaknya, terserah Anda.
Inti dari reinkarnasi adalah agar manusia berupaya untuk selalu menyucikan dirinya, agar lebih mendekat kepada Tuhan YME. Kalau orang sudah mendekat kepada Tuhan, maka sang manusia tsb akan menjadi sumber ketentraman bagi lingkungannya.
Dalam versi Islam, mensinkronkan dg gelombang “maha pemurah + maha penyanyang”. Dalam versi kristen “menjadi terang dan garam dunia”.
Kita harus menyadari pengetahuan kita terbatas,
jadi jangan menutup diri terhadap pengetahuan lain (reinkarnasi) yang bisa jadi itu merupakan percikan ilmu dari Tuhan YME yang hanya disampaikan ke Hindu Budha, tidak ke Islam Kristen.
Karena agama zaman dahulu lebih menyentuh ke hal-hal spiritual, sedangkan agama sekarang lebih pelik dan unsur keduniawian (poleksosbud) lebih menonjol.
Teman saya yg hindu, bilang bahwa dalam melacak kehidupan sebelumnya memerlukan kebersihan hati. Kalau hati masih kotor maka pelacakan akan terhambat, kadang berkabut, kadang hanya sepenggal (tidak jauh menjelajah).
Perkenankan saya menyampaikan bagaimana Hindu Budha memandang surga neraka. Mereka punya keyakinan begini, jika kita mati, maka akan dilihat rapor kita oleh Tuhan. Jika ternyata masih tinggi tingkat keserakahan dan kesombongan, maka Tuhan akan berfirman “Engkau belum layak masuk surgaku. Silakan perbaiki dirimu sampai engkau layak atas kesadaranmu sendiri.” (artinya hukuman bukan berwujud api neraka, melainkan proses penyucian di dunia, misalnya jika dulunya sebagai majikan yang kejam, maka sekarang ia menjadi hamba, agar belajar ‘rendah hati’)
Agama budha bahkan sangat tinggi pemahamannya akan Tuhan YME, karena itu doa mereka adalah “Semoga semua makhluk berbahagia”. Artinya mereka sudah melebur dalam Tuhan YME yg maha pengasih penyanyang. Tidak lagi berdoa minta ini itu yg bersifat manusiawi.
Saya sendiri beragama Islam.
Melihat dan mengamati bagaimana saudara kita yg berbeda agama berbakti dan memahami Tuhan, membuat saya sadar, bahwa Tuhan adalah urusan hati nurani, untuk menebar kasih.
Karena itu, janganlah menilai salah benar.
Hanya Tuhan YME yg tahu.
Surga Neraka, wewenang Tuhan.
Terima kasih. Salam damai sejahtera.
Rony Setya Siswadi, di Palangka Raya.
Awal dan akhir
Akhir dan awal
Segala sesuatu tiada akhirnya…
jika hanya sesal yg tak terobati…
Segala sesuatu ada awalnya,
jika diri menyesali dan mau memperbaiki.
Lbh mudah utk berkata,
Alangkah indah jika dilakoni.
Menganggap sulit utk bertindak,
Aduhai sayang, hanya bisa diratapi.
ya sudah,ga usah di permasalahkan,kita hidup untuk ingat mati toh,tapi yang di sebut hidup yang mana? sekarang?wong sekarang kita mati koq,di kubur oleh jasad kita terbelengu oleh nafsu, yang nanti kita akan mati tetapi sebernarnya hidup. gitu aja koq repot.