Cerita Tentang Ibu

Ibu sayalah yang pernah merubah saya untuk lebih melakukan hal-hal yang berguna bagi diri sendiri dan lingkungan. Kejadiannya dulu waktu saya masih smp, dan sedang bandel bandelnya, maklum lingkungan saya lingkungan preman soalnya. Ada salah satu tindakan saya yang sangat membuat ibu kecewa. Dan saking kecewanya ibu sampai memukuli saya sambil menangis sangat pedih. Entah pedih karena tindakan saya atau malah pedih karena terpaksa memukul anaknya yang saya yakin sangat di cintainya. Dan tangis ibu itulah yang merubah saya, bukan pukulan ibu. Dan sejak detik itu saya berjanji untuk tidak akan pernah membuat ibu menangis lagi. Syukur syukur bisa membuat ibu tersenyum bahagia dengan segala tingkah laku saya dalam hidup ini.

Ibu saya seorang pejuang, yang mengajarkan saya bagaimana kita menerima hidup dengan sikap tidak pernah menyalahkan orang lain..Terus terang dari saya lahir sampai smp, ibulah yang menjadi tulang punggung keluarga. Sebab saat itu ayah berada di kota lain sedang memperjuangkan nasib, dengan gaji yang hanya cukup buat dirinya sendiri. Maka hari hari saya dihabiskan menemani perjuangan ibu. Sering ibu menangis di malam hari, apalagi ketika ada suara suara miring yang menyebutkan ayah telah menikah lagi. Ah, betapa kejam mereka mereka yang ingin menghancurkan hati seorang ibu.

Tapi ibu memang seorang wanita yang kuat, semua hal itu tidak membuatnya patah semangat, dan tetap percaya sama ayah. Dan dengan cinta terhadap ayah dan aku, ibu terus berjuang. Sering kutemani ibu ketika harus masuk malam, sesuai tuntutan kerjaannya di sebuah rumah sakit daerah di kota kelahiranku. Rumah sakit tempat aku di lahirkan juga, dan menjadi tempat tumbuhku. Tempat aku menikmati perjuangan dari seorang ibu, yang bisa di katakan single fighter, ketika ayah hanya pulang sebulan sekali, itupun hampir tidak pernah membawa kelebihan gajinya. Dan saya sama maklumnya dengan ibu, tahu kalo ayah memang sedang berjuang.

Dan untuk ibu, semoga tidak akan pernah menangis lagi. Semoga tidak ada lagi air mata yang mengalir dari mata ibu, kecuali untuk alasan kebahagiaan. Doakan saya agar bisa membahagiakanmu Ibu.

About these ads

56 Responses to “Cerita Tentang Ibu”


  1. 1 iwan Oktober 8, 2012 pukul 2:37 am

    ibu, kasih sayangmu takan pernah bisa terbayar dg apapun!

    I luph IBU.. :-)

  2. 2 windi Oktober 18, 2012 pukul 7:17 pm

    ibu qw kant menyayangimu selamanya I LOVE YOU MOM

  3. 3 Saery KH Desember 24, 2012 pukul 10:40 pm

    ibu to day tomorrow and forever….
    aq akan tetap menyayangimu
    i love u mom:)

  4. 4 Chiput Mei 29, 2013 pukul 7:41 am

    Ibu kau segalanya bagiku, I Love You Ibu.

  5. 5 dede pardia rahman Januari 26, 2014 pukul 2:14 pm

    cerita ini hebat,akan lebat lagi jika penulis menceritakan masalah yang membuat ibu menangis (sang anak)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: