Habis baca pisuhan hoek yang girang sangadh mengenai komentar di blogsphere ini . Tiba -tiba saya kepikiran tentang komentar saya selama ini, yang semakin sering asal komentar. Hem… mungkin memang benar kata hoek di pisuhannya itu, bahwa komen saya hanya sekedar menjadi ajang silaturahmi. Nah karena berpatokan dengan tujuan silaturahmi itu kadang walau saya ndak ngerti isi dari postingan, saya akan tetap memaksakan untuk komen. Hasilnya ya, komennya pun jadi sebuah komen yang asal, dan tidak memberi nilai tambah apa apa. Kasian juga yang nulis artikel yak? Dia dah capek nulis, eh komennya sangat ngasal gitu, alias sampah banget.
Nah, tentu saja saya yang mikirin Tuhan aja masih sanggup, tidak akan berhenti berpikir hanya sampai kesimpulan bahwa komen saya memang semakin banyak yang menjadi sampah. Maka saya teruskan berpikir, dan akhirnya sampai ke pada sebuah pikiran mengenai bagaimana cara memaanfaatkan komen untuk kepentingan diri sendiri. Yah, saya ini memang termasuk orang yang egois, makanya posting-posting saya selama ini kebanyakan sih berpusat demi keuntungan diri sendiri. Tapi wajarah, kalo diri sendiri aja nggak di untungi, apalagi mo nguntungi orang lain kan?
Oh iya, sebelum saya terlalu sibuk ngurus diri sendiri maka akan saya coba rumuskan apa keuntungan yang bisa di dapat dengan fasilitas komen di blogsphere ini.
1. Manfaatkanlah komentar itu untuk latihan menulis cepat
Maksud saya mengenai kegunaan pertama ini adalah berhubungan dengan tujuan murni dari komentar itu sendiri. Bukankah kita seharusnya melakukan komentar ketika kita telah selesai membaca sebuah artikel. Dan ada sebuah ide yang ingin kita sampaikan sebagai akibat dari membaca tersebut. Nah, komentar itu bisa kita manfaatkan sebagai sarana untuk melatih diri kita menulis ide-ide yang muncul , dan juga melatih untuk menyampaikan ide-ide yang muncul secara cepat dan tepat melalui tulisan. Dengan begitu maka tentu kita akan semakin terlatih untuk menyampaikan ide secara tertulis begitu ide itu muncul. Dan di harapkan semakin sering kita melakukannya, maka semakin mahir kita menuliskan ide dalam sekejap mata. Tentu pada saatnya sangat berguna untuk kemampuan kita menulis di blog sendiri bukan? Jadi mari galakkan komen demi kepentingan diri sendiri!!!!
2. Manfaatkanlah komentar untuk sumber ide menulis
Nah, kalo manfaat no 1 sebelumnya adalah manfaat untuk yang menuliskan komentar. Maka manfaat yang no. 2 ini adalah manfaat bagi yang membaca komentar. Sering kan kita alami bahwa komentar-komentar yang bermutu, bahkan yang ngasal juga , memberikan ide baru pada kita yang membacanya. Nah , ide itu jangan di biarkan nganggur, segeralah manfaatkan dengan tulislah menjadi artikel. Toh, kadang malah komen-komen itulah yang mengandung banyak potensi untuk di jadikan artikel baru, sebab biasanya komentar kan merupakan sebuah bahan mentah. Dan juga komentar biasanya lebih kreatif dan bebas mengungkapkan hal-hal baru. Jadi terima saja dulu semua komentar, nggak usah di moderasi, apalagi di mutilasi. Jika sudah nggak tahan hendak memutilasi, maka mendingan mutilasi melalui sebuah artikel saja. Lumayan kan kita jadi untung lagi, bisa nambah artikel. Bahkan komen pertamax bisa di manfaatkan jadi artikel tuh, misalnya misuh-misuhi yang punya kebiasaan pertamax itu, dan membahas betapa tidak bergunanya komen itu. Jadi tetap galakkan pemanfaatan komentar untuk diri sendiri!!!
Nah begitulah kira-kira hasil kontemplasi saya setelah membaca tulisan dari hoek yang girang sangadh itu. Jadi makasih buat hoek yang telah membuat saya menghasilkan tulisan yang sangat bermutu ini. Jadi pada kesimpulannya bahwa sebenarnya fasilitas komentar di blogsphere ini sangat berguna sekali. Nah, dalam artikel saya ini kebetulan guna yang saya singgung adalah daya guna sebagai bahan latihan untuk menulis. Keguanaan bagi yang mengkomentar dan bagi yang membaca komentar.
Dan saya yakin sebenarnya masih banyak guna-guna yang lain dari fasilitas komentar itu. Mungkin anda mau menuliskan keguanaan yang lain ya silahkan saja. Akhir kata maka mari kita galakkan komentar yang bisa di manfaatkan !!!



yang keduax kayaknyah…
kadang jugax ada ide dari situ
saya tertarik dengan pendapat mas dana yang kedua:
bener sekali mas. sudah 3-4 kali kalo ndak salah postingan saya terinspirasi juga dari komen pengunjung. kehadiran mereka ternyata sangat bermanfaat utk ikut “menghidupkan” blog, hehehehe
tentang kunjungan ke blog, menurut saya kok ndak harus ninggalin komen mas. seperti saya, kalo topik postingannya bisa saya pahami ya ninggalin komen sebisanya dengan sedikit OOT, kalau pas ndak mudheng ya hanya sekadar mampir saja dengan teknik fast reading.
@Abeeayang™
Bah! Entar tak pikirin dulu mangfaatnya.
@Sawali Tuhusetya
Iya pak, biasanya ide segar malah berasal dari komen komen itu. Biar tulisan kita bervariasi gitu pak. Jadi mari kita manfaatkan aja komentar komentar itu.
Kalo sayah, sebenernya malah seneng dikomentari OOT..
Tapi tergantung selera juga sih..
Makanya saya sendiri kalo ngasih komen juga sering OOT dan cenderung jadi sampah
salam kenal om
*comment ga bermanfaat
dunia akherat**dirajam om dana*
Waduh, udah keduluan ama mas danalingga Nich. Saya juga mau membuat artikel serupa tapi tak sama, eh tau-taunya udah keduluan. rencananya saya mau buat tulisan tentang “Tulisan Bermutu = Komentar Bermutu” yang dimana garis besar dari tulisan ini nantinya adalah bahwa semakin berkualitas tulisan yang kita sajikan maka semakin berkualitas pula komentar yang kita dapatkan.
*sambil nangis dipojokan kamar*
Tapi ada lho, orang yang posting komentar di blog saya yang satunya –
1.awalnya dia meminta saya merubah judul postinganya dengan cara yang sangadh sofan.
2.tapi begitu saya tolak dia malah ngambek dan mulai agak keras
3.terakhir ketika saia tolak lagi eh dia mulai bicara pakai ad-hominem
wakakak … gimana tuh nanggepinya ?
keren.
yah, bisa juga seperti itu.
komentar kadang bisa menjadi temuan ilmu baru, tapi tentunya komentar yagn bermanfaat.
namun sebetulnya, komentar yang sering dianggap tak bermutu juga bukannya salah sih klo menurut sya. Yah, sesuai kondisi saja
bagi saya, komentar bisa menimbulkan perasaan bahwa masih ada orang yang peduli pada blog kita ^_^
dan kita pun masih punya banyak sahabat.
jng terlalu serius juga nanggepin komentar
trutama komentar yg sifatya ga serius
Saya jenuh berkomentar!
Wah, postingannya bener-bener menggugah untuk nulis komentar
Thx, nice posting…
Salam kenal *salaman*
saya yang pertama sepertinya
*pingin tau, komentar saya ini bisa dimanfaatkan nggak*
#gun…
nggak usah komentar lagi lah kalo jenuh…
Tapi Antum kalok komen di Blog Ana sangat inspiratip.
Terutama kalok sambil mbawa bengsin sama korek….
kok saya malah jadi buntu mo komentar apa ?
salam kenal saja ya.
saya mah kalo komen kadang2 serius (kalo lagi mood), kadang juga OOT (kalo mood nya lagi setengah2
)
Harusnya sih seriuuuus…
Salam kenal…
Hwadooh, jadi mikir nih.. Kira-kira pernah gak yah ada blogger yang sudi ngangkat komeng saya jadi bahan postingan??
Kayaknya saya jadi salah tingkah nih kalau berkomentar terlalu serius dan mementingkan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi.
Memang komentar mas Dana ini sering “kelihatan” ngasal, tapi setelah ditilik lebih dalam
memang ngasalsebanarnya punya nilai tambah, yaitu untuk kepentingan diri sendiri.Btw, saya nggak pernah daur ulang komentar.
kalau daur ulang sampah malah sering.
iya biasanya komentar bisa dijadikan bahan postingan baru, apalagi komentar yg bertentangan dg pendapat kita, yg kadang memerlukan penjelasan panjang lebar.
Saya sih nda suka buang sampah sembarangan ..
eh maaf nyampah neh … hehehehe
guna guna lain dari fasilitas komentar :
flirting.
minta kunjungan balesan.
rebutan pertamax.
biar keliatan eksis.
ngobrol sama sesama peng-komen.
biar disangka perhatian.
biar disangka bisa masak. (loh??!!)
biar disangka cakep..
(tambah lama tambah nyasar..)
Siiip … kalau saya —komen yang mutu, juga tanya— jadi bahan tulisan he he he … ntar jadi buku setelah dikumpulkan. Siip tulisannya.
@Nazieb
Saya juga lebih suka komen OOT daripada komen ngasal.
@almascatie
Jadi kepikiran nulis tentang komen yang bermanfaat dunia akhirat nih.
@Hair
Tulis aja tuh, kan beda dengan bahasan saya ini. Situ kan mo bahas dari sudut artikelnya, dan menghasilkan komen yang bagaimana toh?
@RETORIKA-1000DS
Di tanggapi aja dengan sebuah artikel bro, kan lumayan tuh ada juga manfaatnya komen tersebut.
@eMina
Sebenarnya sih kalo bagi saya ndak ada komen yang bermutu atau tidak, yang ada cuman komen yang bisa saya manfaatkan atau tidak.
@edy
Bah! Saya selalu serius bro, serius memanfaatkan kamsudnya.
@Goenawan Lee
Lah, ini komentar.
Btw, jenuh berkomentar masih mending sih, asal jangan jenuh menulis aja, bisa tamat tuh riwayat blognya.
@pratanti
Makasih kembali mbak. Dan salam kenal juga.
@Andrew Anandhika Wijaya
Hem… jadi pengen nulis bagaimana perasaan orang yang pertama ngomen di blog seleb.
@mbelgedez
Habis tulisan situ provokatif sih.
Eh… komenmu bukan satir kan ya?
@progoharbowo
Kalo buntu, jangan di paksakan, entar jadinya komen yang ngasal.
@Nixfar
Ndak afa afa sih nggak serius, asal jangan ngasal ajah.
@ibnuara
Selamat serius.!
@Pyrrho
Ndak apa apa komen soal kepentingan negara bang, kan negara itu untuk kepentingan diri sendiri toh.
Wah, kalo saya malah sering nemu inspirasi menulis dari komen komen yang ajaib itu bang.
@joyo
Iya yo, biasanya komentar jenis itu akan memacu kita berpikir dan jadi deh sebuah artikel.
@indrio
*nyapu*
@tikabanget™
Makasih atas infonya yang berguna banget ini.
@Ersis W. Abbas
Wah, malah jadi buku ya pak. Komen yang sakti kalo gitu.
sayangnya komen di blog saya jarang ada yang memberikan ispirasi untuk menulis..
#cK…
soalnya bloggnya chika nggak memotivasi orang komen bagus…
iya bener apa kata tika… komen itu bisa jadi ajang Y!M kalo semisal saya onlen di kampus dan nggak bisa mbuka Y!< dan meebo ngadat pulak…
*bakar ban bekas*
saya lebih suka komentar OOT yg bermutu.
*emangnya macam apa?*
*dilempar ke bulan*
@cK
Lah! Komen saya di blogmu kan sangat menginspirasi. Mungkin kamu aja yang nggak sadar tuh.
@Andrew Anandhika Wijaya
Bah! Beneran jadi ym yak. Kirain tika cuma bercanda.
@Ina
OOT bermutu itu kek komenmu ini ya na?
karena mas dana sepuh dan sering blogwalking.mungkin mas dana bisa membuat posting mengenai blog seperti apa yang kira-kira akan survive di dunia bloging. contohnya sebuah blog yang tetap eksis tanpa pengasuhnya harus tebar komen di blog orang lain da blog ini tetap mendapat traffic yang tinggi karena memang orang-orang terus menantikan update dari blog tersebut. bagaimana mas dana? mungkin bakalan seru jika dibikin postingnya.
*melihat komeng2 yang dibalas*
hikz.. ternyata cuma komen saya yang tidak di tanggapi.. Apa karena komen saya gak mutu ya??
*mewek*
Mari memanfaatkan blogwalking…
kalau saya masalahnya posting aja kadang mikirnya bulanan..apalagi komen huhuhu..
@dimas
Hem… boleh juga idenya. Entar saya coba tulis deh, itu kalo otak saya nggak keburu korslet bahas agama ama Tuhan.
@qzink666
Maaf bro, bukan di sengaja, tapi akibat kesalahan mata aja.
Wah, soal komennya sih kalo di blog ini belon pernah jadi artikel, sebab biasanya situ sepaham sih ama saya.
@ranywaisya
Silahkan di manfaatkan semaksimal mungkin.
@stey
Walah ampe bulanan gitu, pasti tulisan mbak e sangat bermutu nih.
Lah… saiyah ngomen, mas Dana ngasi feedback, saya kasi feedback lagi…. belum kalo saya ngasi feedback ke komen orang lain… ini mah nggak sekedar Y!M ini mah udah jadi confrence kan…???
Kekekek… iya juga, sepertinya lebih tepat confrence buat semua pembaca yak.
wah … jadi bingung mau komentar apa.
Tapi wajarah, kalo diri sendiri aja nggak di untungi, apalagi mo nguntungi orang lain kan?
( by Danalingga )…
Kang Dana…jadi mulai sekarang…coba usaha BAGAIMANA caranya bisa NGUNTUNGIN orang laen…
halah…halah…jadi MAJU-MUNDUR mau komentar…
ntar dibilang gak nguntungin lageh….
Sejak kapan neh mulai BISNIS….??
Kabuuuuuuuuuuuuuuuurrrr….ah…
Nggelesod….terus Ngelimpruk….lageh…sambil Nyadhongkan tangan
@Rully
Ini dah koment.
@Santri Gundhul
Entar mbah gundhul, wong diri sendiri aja belon untung-untung ini.
“Bukankah kita seharusnya melakukan komentar ketika kita telah selesai membaca sebuah artikel.”
Iya deh, mulai sekarang aku bakal comment habis baca artikel ( khusus artikel blog tapi… )
Sekalian cari2 perhatian biar exist kan? hehe.. Berhubung Blog gw sepi sih hahaha ( koq malah ketawa sih? Huuuuhuu T_T ) oh well…
“Sering kan kita alami bahwa komentar-komentar yang bermutu, bahkan yang ngasal juga , memberikan ide baru pada kita yang membacanya.”
Maybe yes maybe not hehehe….
Betul…dari komentar sering ada ide membuat tulisan baru. Betapapun baik atau buruknya sebuah komentar, tetap berguna bagi kita. Komentar yang memberi saran, berguna untuk meningkatkan kualitas tulisan kita, atau menumbuhkan ide baru. Komentar yang serampangan, membuat kita bersabar….dan tak perlu ditanggapi dengan amarah, karena tiap orang memang berbeda sifatnya.