Mempertanyakan Shalat

Terus terang saja pertanyaan ini sudah lama ada dikepala. Pertanyaan ini pertama kali muncul dulu ketika membaca sebuah debat di forum Myquran  antara dua kubu. Kubu pertama adalah orang-orang yang tampak sangat putus asa terhadap hadist-hadist, sehingga mempunyai pemikiran untuk meninggalkannya saja dan kemudian hanya menggunakan AQ. Nah , kubu kedua adalah orang-orang yang sangat menentang pemahaman demikian, karena menganggap tanpa penjelas (hadist-hadist tersebut) maka mustahil mengetahui apa yang dimaksud dengan ayat-ayat dalam AQ.

Perdebatan tersebut memang sangat seru, dan saya terpesona melihat argumentasi kedua belah pihak. Sungguh hebat mengutip ayat-ayat, hadist, maupun pendapat para ulama dalam usaha membenarkan kubu mereka. Terus terang, disitulah saya makin paham bahwa ternyata dalil-dalil yang sama, bisa dipakai dalam membenarkan pendapat yang bertolak belakang. Tergantung kepentingan si pemakai dalil. Makasih banyak kepada kedua kubu yang bertikai. Sehingga saya mendapat pencerahan dalam memahami penggunaan dalil-dalil demi membenarkan pendapat saya. :mrgreen:

Sungguh memang dahsyat perdebatan kedua kubu tersebut. Hingga pada suatu titik kedua kubu membahas mengenai shalat. Lebih tepatnya sih mengenai gerakan shalat. Nah, pembahasan inilah yang menimbulkan pertanyaan dalam diri saya. Apa memang benar bahwa gerakan shalat adalah seperti orang banyak lakukan sekarang ini? Atau itu hanya karena kesepakatan kaum mayoritas saja ? Atau ditetapkan kaum penguasa jaman dulu, dan yang berbeda tidak diberi ruang untuk tumbuh? Sebuah penyeragamaan mungkin?

Pertanyaan tersebut muncul disebabkan ada argumen (pertanyaan?) dari kubu pertama yang sepertinya belum terjawab dengan telak sampai saat ini, yakni:

Jika memang gerakan sholat sekarang adalah sama dengan perintah Tuhan kepada nabi Muhammad , kenapa tidak dituliskan dalam AQ? Padahal kan hal mengenai sholat ini sangat penting.

Kenapa tidak ada satupun hadist yang memuat bagaimana gerakan sholat ini dari awal sampai akhir? Hanya ada sepotong-sepotong saja dalam berbagai hadist.

Kubu kedua sih telah mencoba menjelaskan. Tapi terus terang penjelasan mereka belum cukup memuaskan. Hingga sampai sekarang belum bisa menghilangkan rasa penasaran saya. Nah , daripada saya nanti terus penasaran, maka lebih baik saya buka saja di blog ini. Kali saja menemukan jawaban yang lebih memuaskan.

Maka para pembaca, jangan malu-malu, kemukakan saja pendapat anda mengenai argumen kubu pertama yang saya kutipkan di atas. Bantulah saya menghilangkan rasa penasaran ini.

Inspirasi dari :

Gambar diambil dari sini

60 Tanggapan ke “Mempertanyakan Shalat”


  1. 1 HARUHI-ism Maret 26, 2008 pukul 8:00 pm

    Har har har…
    Tarian saya yang paling benar! Ndak ngikut tarian saya, itu ndak sah! Ndak dapat pahala kamu!

  2. 2 pr4s Maret 26, 2008 pukul 8:37 pm

    Jangan kayak umatnya nabi musa ah, mempermasalahkan sesuatu yg ga penting. Bertanya sampai datail. Tapi ya ga ada salahnya juga sih.

    Mumet ah.

  3. 3 joyo Maret 26, 2008 pukul 10:02 pm

    *gelar tikar nunggu kubu2 yg bersangkutan muncul*

  4. 4 Rahsia99 Maret 26, 2008 pukul 11:12 pm

    Ini pahaman saya tentang solat. Harap maaf jika saya tersilap dan mohon diberi pentujuk. Solat yg ada sekarang ini, pada saya adalah solat turun temurun, solat iku ikutan. Tentu ramai yg tidak mengerti erti solat yg sebenarnya. Jika ditanya, apa erti solat itu, jawabnya, menyembah tuhan. Mengapa menyembah tuhan sedangkan dia sendiri tidak minta dirinya disembah. Lalu kalau ditanya, dimana letaknya tuhan yg kamu sembah itu dan adakah kamu kenali tuhan itu? Jawabnya, tidak tahu. Mana mungkin kita bisa menyembah tuhan tapi enggak tahu dimana dia berada dan tidak menggenali dia? Apakah ini solat yg sebenarnya? Jawabnya TIDAK. Sebagai contoh, mungkin kita pernah dengar bagai mana Naibi Muhammad bisa solat tika dia sedang berperang atau sedang memacu kudanya? Gimana caranya dia solat?? Yg tersirat itu lebih luas dari yg tersurat……..Cobalah para teman2 pikirkan.

  5. 5 Jendral Bayut™ Maret 26, 2008 pukul 11:47 pm

    Jangaaanlah kau pertanyakann.*naif mode: on*. Jgn terlalu bnyk ingin tahu,anak muda.nanti jadi gila kamuh :evil:

  6. 6 RETORIKA Maret 27, 2008 pukul 12:35 am

    @ dana

    janganlah antum mempertanyakan sesuatu yang telah di fatwakan oleh Sheik Gubal Gabel bin Bas :evil:

    Tobatlah antum, atau antum ana goreng fake mentega ! Kapir kamu kapir !

  7. 7 zal Maret 27, 2008 pukul 1:59 am

    ::menunggu dana mengungkapkan temuannya… *numpang tikarnya joyo, nih kubawain kopi yo*

  8. 8 Santri Gundhul Maret 27, 2008 pukul 7:08 am

    Wah…ada Layar Tancep dengan LAKON menarik neh…
    Jangan ditinggal Kang Zal, aku mo nimbrung JAGONG…
    Neh..aku juga bawain Jamu Beras Kencur…
    Kang Joyo, masih cukup kan tikernya buat naruh BOKONG ku..??

    Ndheprok…Nggelesod….

  9. 9 syahbal Maret 27, 2008 pukul 7:43 am

    assalamualaikum..
    *gelar tiker sndiri, g mw brng ama kapir*
    hehe..

  10. 10 sigid Maret 27, 2008 pukul 8:26 am

    Kalau dikatakan: Terus terang, disitulah saya makin paham bahwa ternyata dalil-dalil yang sama, bisa dipakai dalam membenarkan pendapat yang bertolak belakang.
    Sepertinya benar juga, hal seperti ini juga yang mengganjal di pikiran saya. Saya tidak tahu kenapa, apakah para ahli terlalu menekankan pola pikir ilmiah seperti ketika mempelajari sains dan mengkesampingkan hati, atau gimana ya, saya juga ndak tahu. :???:

  11. 11 sigid Maret 27, 2008 pukul 8:28 am

    Kalau mengenai isi kedua argumen di atas, terus terang saya ndak paham pakde :mrgreen:

  12. 12 calonorangtenarsedunia Maret 27, 2008 pukul 8:58 am

    perasaan qta pernah ngebahas ini dah.

    Konon, Nabi Muhammad pernah bilang “Sholatlah seperti kau melihat aku sholat”. Lantas diceritakan dalam hadis bagaimana cara Nabi sholat dan apa saja bacaannya.

    Kalo yang saya tau sih begitu..

  13. 13 edy Maret 27, 2008 pukul 10:22 am

    mas joyo, saya nebeng tikernya yak

    *makan pempek*

  14. 14 watonist Maret 27, 2008 pukul 10:22 am

    *nyari-nyari tiker kosong*

  15. 15 watonist Maret 27, 2008 pukul 10:23 am

    btw, kenapa nggak ngundang si Jenar, Dan ??

  16. 16 erander Maret 27, 2008 pukul 11:10 am

    Sholat berjama’ah ya?? .. ikutan dong. Katanya pahala-nya lebih besar loh dari pada sholat sendiri-sendiri.

    *gelar sajadah dibelakang imam*

  17. 17 qzink666 Maret 27, 2008 pukul 12:59 pm

    Sholat? Hmm.. Saya lebih suka menyebutnya dengan istilah: gerakan demokrasi terpimpin.. :D

  18. 18 Biyung Nana Maret 27, 2008 pukul 1:32 pm

    cuma mo komen gambar sinchannya… kereeeeennnn ;)

  19. 19 itikkecil Maret 27, 2008 pukul 2:08 pm

    *ikutan nebeng di tikernya edy*

    saya gak tau apakah sholat saya selama ini bener.

  20. 20 Tito Maret 27, 2008 pukul 2:48 pm

    yang mau saya tanyakan ttg sholat:

    kenapa org yg beramal baik pada sesama, tapi malas sholat dimasukkan ke neraka? bukankah semestinya amal nyata pada sesama manusia dalam kehidupan ini, lebih mulia ketimbang membungkuk/nungging setiap hari? begitu gila hormat kah Tuhan, sehingga dia lebih mementingkan sujud seseorang ketimbang amal nyatanya?

    *nunggu jawaban dari Tuhan*

  21. 21 cK Maret 27, 2008 pukul 2:54 pm

    saya sholat ngikutin dari buku “cara sholat yang benar” dan diajarin sama guru agama waktu SD. :mrgreen:

    entahlah apa itu benar atau tidak…

    *ikutan nunggu jawaban*

  22. 22 rajaiblis Maret 27, 2008 pukul 3:12 pm

    hayooo …
    yg pernah ngeliat secara “live” bagaimana muhammad sholat buruan bicara. jangan biarkan para makhluk tuhan yg paling seksi ini berkeringat menanti jawaban yg tak pasti.

  23. 23 joyo Maret 27, 2008 pukul 3:22 pm

    *ngambil tiker satu lagi, sambil nggumam*

    ayo ayo duduk sini… :D

    *yg paling tau Islam itu lak yo kanjeng nabi, kita ini kan cuma bisa meraba2 apa yg beliau pahami dan rasakan, bergumam*

  24. 24 rajaiblis Maret 27, 2008 pukul 3:57 pm

    nah …
    barusan muhammad titip salam buat manusia masa kini.
    katanya … urutan sholat seperti yg banyak dijual di toko buku maupun kakilima udah bener … gak ada yg salah. cuma, pada bagian yg nunjuk-nunjuk itu kagak ada …

    dah … itu aja …

  25. 25 rajaiblis Maret 27, 2008 pukul 3:59 pm

    udah … burusan sholat …
    kalo nanya mulu mana yg paling bener … kapan sholatnya !
    keburu mampus …

  26. 26 rajaiblis Maret 27, 2008 pukul 4:13 pm

    jangan pernah berpikir untuk mencari tuhan …
    gak perlu … sia-sia … mubazir …
    sedang mubazir itu lebih dekat kepada perbuatan setan !

    sudah jelas bahwa tuhan itu dekat …
    bahkan lebih dekat dari urat lehermu …
    saking dekatnya, matamu yg kecil itu tak mampu melihatnya…

    mau contoh ?
    ambillah sebuah kertas dan dekatkan kepada biji matamu sedekat mungkin
    usahakan jangan ada jarak antara biji matamu dengan kertas tersebut…
    dan … bila masih menyisakan rongga hingga bisa dilalui udara, maka itu belum cukup dekat … dekatkan lagi ke biji matamu …

    bila sudah, cobalah lihat kertas tadi … !
    simsalabim … kertas itu menghilang …

  27. 27 DensS cessario Maret 27, 2008 pukul 4:41 pm

    Simple aja ahh…

    Tidak percaya hadith = kafir ^^

    tetapi tidak semua hadith itu benar…

  28. 28 nurma Maret 27, 2008 pukul 4:46 pm

    assalamu’alaikum, boleh ikutan jama’ah?
    *celingak..celinguk nunggu ijin*
    *cuek, langsung gelar sajadah*

    yg kutau..
    calon org tenar sedunia (ceile..namanya..) bener tuh!
    “shollu kamaa ro’aitumuuni ushollii” itu hadits sahih.
    Jadi poro sohabat yg pernah jamaah ama nabi itulah yg meriwayatkan bgmn si sholat ini dilakukan (ampe njengking2nya juga diikutin)
    Hanya saja kemudian muncul perbedaan ttg qunut wt subuh-lah, do’a di sujud terakhir-lah, baca qur’an sambil ngimami-lah, ini-lah itu-lah.. macem2 mazhabnya.

    Tp madzhabku..,gak usah deh ngedebatin pendapat sapa yg plg bener.
    One thing 4 sure, yg salah ya yg gak sholat! karna hukumnya sholat sudah jelas2 WAJIB (barusan dibahas dikuliah ushulfiqih nih)

  29. 29 Broken Hearted Heart Breaker Maret 27, 2008 pukul 5:37 pm

    Kalau ga percaya sama Nabi, gimana mau percaya Quran?

    Qur’an kan turunnya lewat Beliau??

    Ah, sholat dulu ya.. :mrgreen:

  30. 30 danalingga Maret 27, 2008 pukul 7:03 pm

    @HARUHI-ism

    Makanya ikuti tarian saya aja. Kan saya ini paling bener. :lol:

    @pr4s

    Shalat kan penting mas. :D

    @Rahsia99

    Nah itu dia, jangan-jangan memang sebenarnya solat itu ndak seperti sekarang ini. Kalo nggak mau membahas masalah ini, ya sampai kapan juga nggak tahu bagaimana sebenarnya solat itu. :mrgreen:

    @Jendral Bayut™

    Saya ndak ingin tahu kok, cuma penasaran aja. :lol:

    @RETORIKA

    Habis saya dikasih ama Tuhan rasa penasaran mas, jadi ya saya pake aja. Kan sayang kalo ndak dimanfaatkan. :lol:

    @zal

    Lah, justru saya yang lagi menunggu yang mau mengungkapkan ada rahasia apa dibalik argumen tersebut zal.

    @Santri Gundhul

    Tapi ndak gratis loh mbah. :mrgreen:

    @syahbal

    Wah, kebetulan ada ahli hadist. Apa betul tidak ada satupun hadist yang memuat gerakan sholat dari awal sampai akhir ya akhi? *menunggu jawaban*

    @sigid

    Justru kadang terlihat cukup ilmiah kok gid. Tapi ya memakai keilmiahan yang mendukung pendapatnya saja. :D

    @calonorangtenarsedunia

    Sebenarnya inti pertanyaannya kan mengapa tidak ditulis di AQ? Dan mengapa tidak ada satupun hadist yang memuat gerakan shalat ini dari awal sampai akhir? Adanya malah di buku pelajaran agama tuh.Jika begitu apa benar memang Nabi sholat seperti yang didalam buku pelajaran itu? :mrgreen:

    @edy

    *ngutip uang sewa*

    @watonist

    Wah, iya saya lufa kenapa nggak pake Jenar yak? Yah dah terlanjur deh.

    @erander

    Silahkan ikut mas. Tapi imamnya belon ada tuh. :lol:

    @qzink666

    Apa sholatnya Nabi juga gerakan demokrasi terpimpin ya? *mikir*

    @Biyung Nana

    Iya tuh, entah sejak kapan sinchan sholat. ;)

    @itikkecil

    Cari tahu dengan tanganmu. :P

    @Tito

    *ikut menanti jawaban*

    @cK

    Wedew, jika judulnya aja dah gitu, sepertinya bener tuh chik. :mrgreen:

    @rajaiblis

    Bukannya kamu sendiri dah liat ? Bagi-bagi dunk bocorannya. :lol:

    @rajaiblis 2

    Barusan Tuhan titip salam buat om raib. Katanya sholat yang seperti di buku itu benar, dan nggak seperti dibuku itupun benar. Asal bener bener sholat. :mrgreen:

    @rajaiblis 3

    Dah sholat belon? :lol:

    @rajaiblis 4

    Tul, wong Tuhan nggak hilang kok. :P

    @DensS cessario

    Logikanya kurang pas den.

    Bagaimana mungkin tidak percaya sesuatu yang belum semua benar menjadi kafir. Seharusnya kan nggak percaya sesuatu yang pasti benar baru bisa disebut kafir. :mrgreen:

    @nurma

    Justru karena itu makanya muncul argumen di artikel ini. Kan berangkat dari keinginan untuk sholat seperti nabi sholat. Tapi kok ya cara sholat sekarang ini meragukan, tentu karena argumen di artikel.

    Masalahnya ketika ternyata defenisi sholat itu sendiri telah salah, bagaimana mungkin menilai mana orang yang sholat dan mana yang tidak? Betul masalah kan?

    @Broken Hearted Heart Breaker

    Maksudnya hadist = Nabi ?

    Ok, silahkan sholat. :mrgreen:

  31. 31 cakracepat Maret 27, 2008 pukul 7:17 pm

    ikut nimbrung, NDULILAK AL JARKONI bilang NDAS GUNDUL **LI GALAK, ISO NGAJAR GAK ISO NLAKONI

    horas

  32. 32 Rashia99 Maret 27, 2008 pukul 8:11 pm

    Unggulnya diri itu bila ia mengetahui hakikat salat, sembah dan pujian. Salat yg sebenarnya bukan mengerjakan salt Isyak atau Magrib, itu namanya sembahyang. Apabila itu desebut juga salt, maka hanyalah hiasan dari salat daim. Hanyalah tata karma. Manakah yg disebut salat yg sesungguhnya itu? Jgn menyembah jika tidak mengetahui siapa yg disembah. Akibatnya, dikalahkan martabat hidup. Jika didunia ini engkau tidak mengetahui siapa yg disembah, maka ianya seperti menyumpit burung. Pelurunya hanya disebarkan, burungnya tak ada yg terkena tembakan. Akhirnya cuma menyembah ketiadaan, sesuatu sesembahan yg sia2. Salat yg sebenar benarnya adalah salat daim, yaitu salat yg tidak pernah putus putus yg di tegakkan terus menerus baik ketika bekerja, istirahat, ketika jaga maunpun tidur. Salat daim sebenarnya adalah menyedari “Keberadaan” Tuhan dihadapanya sendiri sehingga ia merasa dirinya sirna. Diam, bicara dan semua gerak tubuhnya adalah salatnya, berwudu, buang air dan sebagainya merupakan sembah. Itulah yg disebut niat sejati dan pujian yg tidak pernah putus.

  33. 33 achoey sang khilaf Maret 27, 2008 pukul 8:37 pm

    Untuk melakukan gerakan shalat aja kita masih malas-malasan
    Apalagi mengaplikasikan shalat dalam keseharian kehidupan
    Jadi daripada berbantah-bantaan
    Kita mulai saja perbaiki diri ini untuk kemaslahatan

  34. 34 maysaro Maret 28, 2008 pukul 7:53 am

    Sesungguhnya Allah maha tahu apa yang akan terjadi pada manusia. Tidak dicantumkannya cara melakukan shalat dalam Alquran merupakan sebuah tes atau saringan bagi umat-Nya. Mana orang yang benar-benar percaya pada Rasul secara keseluruhan yang mengikuti setiap perintah dan perbuatannya dan mana yang tidak. Allah tidak mengajarkan gerakan shalat dalam Alquran ingin memperoleh umat yang benar-benar berkualitas. Istilahnya kasih pancing bukan kasih ikan.

    Rasul sendiri tidak pernah mengajarkan bagaimana shalat secara tertulis, tapi dengan contoh. Makanya ada hadis nabi yang seperti dikatakan calonorangtenarsedunia diatas, “Sholatlah seperti kau melihat aku sholat”. Dan yang namanya hadis itu bukan hanya perkataan Nabi saja, tapi juga perbuatannya. Dalam ilmu hadist, perbuatan yang dilakukan Nabi lebih utama dari perkataan. Jadi gerakan shalat secara garis besar sudah benar, jika ada perbedaan sedikit itu wajar, karena yang dikatakan Nabi adalah “Sholatlah seperti kau melihat aku sholat”, hadis ini cukup menarik karena nabi Nabi mengatakan “sholatlah seperti kau melihat aku shalat” dan bukan “shalatlah seperti aku shalat”.

  35. 35 Hanna Maret 28, 2008 pukul 9:02 am

    wah, kalau ini sih saya tak tahu. hik…

  36. 36 daeng limpo Maret 28, 2008 pukul 11:18 am

    Ampuuuuuuuuuuun……shalat aja belum……..kok sudah ada yang nanya ? :D

  37. 37 Andrew Anandhika Wijaya Maret 28, 2008 pukul 12:42 pm

    jelas saya tidak bisa berpendapat apa-apa…. lihat saja waktu komen saya ini… bertepatan dengan waktunya orang-orang umat islam sholat jum’at lol…

  38. 38 kelepon Maret 28, 2008 pukul 3:43 pm

    TIDAK TAHU!

  39. 39 daeng fattah Maret 28, 2008 pukul 3:47 pm

    Begini, AQ kan mengatakan kalau islam itu udah ada sejak ibrahim. Jadi tentunya ibrahim melaksanakan sholat juga. Sholatnya ibrahim identik dengan sholatnya muhammad, maka ia tidak perlu di sempurnakan lagi dengan ayat2 AQ.
    Tentu saja argumen saya ini tidak punya bukti apapun. Saya cuma menjaga agar sholat tetap sesuai dengan isi AQ.

  40. 40 Mas Kopdang Maret 28, 2008 pukul 4:23 pm

    hebat..manusia jaman sekarang memang hebat-hebat…
    makanya Indonesia maju kayak saat ini..
    Hebat semua pokoknya mah..

  41. 41 syahbal Maret 28, 2008 pukul 6:34 pm

    setelah saya membaca postingan mas dana,,, saya nyoba buat ngubek-ngubek hadist… tapi ternyata ga ada…cuman disitu ada kata Rasulullah SAW shalatlah seperti aku shalat…gitu ceunah…
    truz akhirnya membuka AQ surat Annissa ayat 59…
    disitu dikatakan kita suruh taat sama Allah, RasulNya, n Ulil Amri… tapi kalau ada pertentangan kembalilah pada Allah n RasulNya… representasi dari Allah adalah AQ.. dan Rasul adalah Sunnah bukan Hadist…jadi saya tambah bingung…
    nah gerakan shalat yang diperintahkan sama Allah itu hanyalah Ruku n Sujud…lalu yang laen dari mana yah??? coba tolong dicari…saya lagi males nyarinya….
    eh iya..truz setelah saya ngubek-ngubek AQ…dari sekian banyak perintah shalat..disitu yang saya tangkep yah…bahwa Allah memerintahkan shalat pada orang yang beriman dan ahli kitab… jadi yang laen gimana..musyrikin, munafikin, dll gimana???
    nah loh tambah bingung-bingung dah????

  42. 42 DensS cessario Maret 28, 2008 pukul 9:48 pm

    Danalingga ;

    Logikanya kurang pas den.

    Bagaimana mungkin tidak percaya sesuatu yang belum semua benar menjadi kafir. Seharusnya kan nggak percaya sesuatu yang pasti benar baru bisa disebut kafir. :mrgreen:

    Maksudku, kalo tidak percaya semua hadith = kafir (ralat dikit)

    Hadith itu sumber Hukum Islam ke 2 diikuti oleh ijtihad yakni adalah Sumber Hukum Islam ke 3 ^^

  43. 43 watonist Maret 28, 2008 pukul 11:18 pm

    @DensS cessario
    ooo … jadi cukup satu aja yah :D *milih-milih hadist*

  44. 44 danalingga Maret 29, 2008 pukul 7:51 pm

    @cakracepat

    Walah, saya nggak ngerti.

    @Rashia99

    Oh, jadi ternyata gerakan itu hanya sembahyang toh. *manggut-manggut*

    Kira-kira bagaimana caranya agar bisa shalat yang tidak pernah terputus itu?

    @achoey sang khilaf

    Tapi nggak ada salahnya bertanya kan ? :D

    @maysaro

    Sesungguhnya Allah maha tahu apa yang akan terjadi pada manusia. Tidak dicantumkannya cara melakukan shalat dalam Alquran merupakan sebuah tes atau saringan bagi umat-Nya. Mana orang yang benar-benar percaya pada Rasul secara keseluruhan yang mengikuti setiap perintah dan perbuatannya dan mana yang tidak. Allah tidak mengajarkan gerakan shalat dalam Alquran ingin memperoleh umat yang benar-benar berkualitas. Istilahnya kasih pancing bukan kasih ikan.

    Atau mungkin karena memang Allah memang shalat itu tidak melihat caranya, tapi hanya shalatnya itu sendiri? :mrgreen:

    Rasul sendiri tidak pernah mengajarkan bagaimana shalat secara tertulis, tapi dengan contoh. Makanya ada hadis nabi yang seperti dikatakan calonorangtenarsedunia diatas, “Sholatlah seperti kau melihat aku sholat”. Dan yang namanya hadis itu bukan hanya perkataan Nabi saja, tapi juga perbuatannya. Dalam ilmu hadist, perbuatan yang dilakukan Nabi lebih utama dari perkataan. Jadi gerakan shalat secara garis besar sudah benar, jika ada perbedaan sedikit itu wajar, karena yang dikatakan Nabi adalah “Sholatlah seperti kau melihat aku sholat”, hadis ini cukup menarik karena nabi Nabi mengatakan “sholatlah seperti kau melihat aku shalat” dan bukan “shalatlah seperti aku shalat”.

    Iya, memang ada hadist. Tapi pertanyaannya kan kenapa tidak ada satu hadispun yang memuat gerakan shalat dari awal sampai akhir?

    Btw, memang menarik tuh kalo memang isi hadistnya “sholatlah seperti kau melihat aku sholat” , sebab konsekuensinya setiap orang bisa jadinya berbeda-beda, tergantung sudut melihatnya. ;)

    @Hanna

    ndak mesti tau kok han.

    @daeng limpo

    Sudahkah kamu shalat? :D

    @Andrew Anandhika Wijaya

    Ah, belon tentu juga tidak shalat. Kalo tidak sembahyang sih iya. :P

    @kelepon

    Sama dunk.

    @daeng fattah

    Masalahnya shalat mereka itu yang gimana sebenarnya? :D

    @Mas Kopdang

    Ndak nyambung nih. :?

    @syahbal

    Hem… berarti beneran tidak ada. Lantas bagaimana prosesnya hingga bisa gerakan shalat seperti sekarang ini ya? Apa mungkin memang para sahabat mencontoh, lalu para sahabat dicontoh, dst contoh menyontoh hingga sampai sekarang ini. Tapi sungguh mengherankan, jika memang begitu seharusnya ada di secara lengkap dihadist tuh. Apa dianggap nggak perlu kali untuk ditulis ya?

    *makin bingung*

    @DensS cessario

    Oh, gitu toh maksudnya.

    Gimana kalo saya ralat lagi menjadi:

    Tidak percaya kepada hadist yang benar = kafir.

    Gimana den? Setuju nggak jika gitu? :mrgreen:

  45. 45 Nazieb Maret 29, 2008 pukul 8:07 pm

    Kalau setahu saya sih, gerakan shalat itu merupakan ijma’ dari para imam mazhab. Makanya, ada beberapa madzhab yang gerakannya ndak sama.

    Ah, tapi tampaknya jawaban saya mungkin membuat sampeyan malah tanya: “Jadi siapa saja yang berhak jadi imam madzhab yang bisa menentukan gerakan shalat?”

    Bila saja begitu, saya ndak tahu jawabannya..

    *ngloyor

  46. 46 nurma Maret 30, 2008 pukul 11:17 am

    Wah..wah..wah.., makin seru aja nih ^-^

    “..Masalahnya ketika ternyata defenisi sholat itu sendiri telah salah, bgmn mungkin menilai mana orang yang sholat dan mana yang tidak?”
    Oalah..,maap mas dana, baru paham. maap juga, karna aku belum punya kapasitas untuk menjelaskan, biar kutanyakan al ustadz dulu
    (mungkin bisa jadi bahasan 4 my next post). He..

    makasih ya, udah kasi ide buat aq lebih epaluasi diri
    (mau gak mau jadi kudu2 buka shahih bukhari-muslim nih).
    Oh iya, aku suka loh ama si Jenar ;p titip salam!

    -sekalian, minta ijin nge-link yah, makasiiiii-

  47. 47 stey Maret 31, 2008 pukul 1:05 pm

    menurut saya sih, ada beberapa hal dalam keimanan yang ga perlu dipertanyakan cukup dilakukan selama ga merugikan orang lain..
    ah sudahlah..saya toh juga ga paham..hehehe..

  48. 48 danalingga April 1, 2008 pukul 12:04 pm

    @Nazieb

    Oh , ternyata hasil ijma’ toh. *manggut manggut*

    Ah, ndak saya tanyakan kok. Yang saya sarankan sih, ya itu tadi nggak usahlah menilai sholat ini yang benar, sholat itu salah. Sebab ternyata hanya hasil ijma’ orang .

    @nurma

    Kembali kasih jika begitu. :D

    Silahkan dilink. ;)

    @stey

    Itu kan menurut dek stey. Kalo menurut saya sih, selama ingin mempertanyakan maka semua hal sah dipertanyakan. ;)

  49. 49 Ndagel April 1, 2008 pukul 2:07 pm

    Nabi Ibrahim = khalilullah (teman Allah)
    Nabi Musa berbicara langsung dengan Allah
    Nabi Isa = ruhnya Allah, kalimat Allah
    Nabi Muhammad = Habib Allah (kekasih Allah)
    Pencinta nabi Muhammmad otomatis mencintai Allah swt.
    Kesimpulannya sesama yang saling mencintai ndak perlu pusing2 mikir kemiripannya, dengan bahasa hati kita-kita ini kan bisa bertanya kepada Allah, ’sudah tepatkah kita mengcopy” akhlak dan perilaku Habib Allah.
    Tunjukkanlah kami cara yang tepat (jalan yang lurus).

  50. 50 Muhammad Rachmat April 1, 2008 pukul 3:07 pm

    Sholat sebelum disholatkan….
    sekedar info klik :
    http://bancakan.wordpress.com/2008/03/29/5-tipe-blog-dan-blogger/

  51. 51 Eve Zero April 14, 2008 pukul 9:31 am

    Sholat yang penting pertama itu “niat”, kalo memang ada kesalahan dalam gerakan dan pengucapan (asal kaga parah kaya “ada tuhan yang lain”)itu masih bisa dimaafkan. Katanya Tuhan Maha Pemaaf ?

    tapi itu pemikiran gue aja loh, kalo mau beragumen lain silahken asal jangan di pukul gue ;D

  52. 52 watonist April 15, 2008 pukul 7:52 am

    jadi gimana, apakah sholat itu equal dengan “ritual sholat” ??

  53. 53 watonist April 15, 2008 pukul 11:07 am

    nambah,

    mana yang lebih mending,
    melakukan sholat tanpa kenal esensi sholat ??
    atau tidak melakukan sholat juga tidak kenal esensi sholat ??

  54. 54 danalingga April 15, 2008 pukul 4:27 pm

    Lebih mending orang yang melaksanakan esensi sholat. Selain itu nggak ada yang mendingan. ;)

  55. 55 watonist April 15, 2008 pukul 4:48 pm

    hahaha … betul betul …
    karena memang dunia ini hanya ada hitam dan putih *manggut-manggut* :D

  56. 56 razuka Mei 13, 2008 pukul 11:21 am

    mas dana
    masih ada tempat ga buat rani

  57. 57 razuka Mei 15, 2008 pukul 10:29 am

    Sebelum engkau sholat..
    Matilah dahulu..,sehingga engkau dapat merasakan
    sholat dalam kematian
    itulah yang sebenar benarnya sholat
    itupun bagi yang faham
    lalu yan tidak faham bagaimana???
    ya..ya..belajar dahulu lah
    sebelum engkau disholatkan dalam kematian
    KEMATIAN = mati boong boongan
    MATI = ditinggalkan oleh sang Hidup
    …….cape’ deh mikirnya

  58. 58 da Juni 6, 2008 pukul 12:33 pm

    sholat, yang di qur’an cuma disebut shola tanpa t, seperti terjemahan di sini, arti harfiahnya dalam bahasa indonesia katanya, komitmen, hubungan yg kuat, spt itulah.

    Kalo kita mati yg pertama dihizab katanya sholat kita dulu, kalo maksudnya ritual sholat spt saat ini, tentu gak terlalu masalah kan kalo kita jahat, asal ritual solat tetap jalan, perbuatan apapun akan jadi baik kalo sholat kita baik? tp jd bingung jg..

  59. 59 sitijenang Juni 14, 2008 pukul 9:37 am

    Aaamiiiin… *eh udah belom ya?* :mrgreen:

  1. 1 “shalat???!” « nurma rachman Lacak balik pada April 5, 2008 pukul 1:53 pm

Tinggalkan Balasan




AKU

Bermakna

Jenis Perjalanan

Tanggalan

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Jejak Langkahku