Saya mau tak mau jadi membaca tentang ahmadiyah dimana-mana dikarenakan oleh postingan saya kemaren . Dan akhirnya saya tergelitik juga untuk membahas mengenai Ahmadiyah ini terkait dengan Islam sebagai agama.
Banyak saya lihat protes terhadap ahmadiyah ini karena dianggap menghina atau menista agama Islam. Bahkan UU yang dikenakan adalah soal penistaan agama ini. (CMIIW). Tapi apa benar memang telah menghina agama Islam?
Sebenarnya kan yang dipersoalkan itu adalah :
bahwa ahmadiyah mengakui seorang nabi setelah Nabi Muhammad
Nah sekarang saya coba analisa mengenai hal tersebut. Benar memang ahmadiyah mengakui bahwa ada nabi setelah Nabi Muhammad. Tapi hal ini berdasarkan tafsir mereka bahwa nabi penutup yang dimaksud dalam AQ itu adalah menyatakan bahwa nabi baru setelah Nabi Muhammad sudah tidak akan membawa syariat baru lagi. Jadi memang Nabi Muhammad adalah nabi pembawa syariat baru penutup. Dan mereka tetap menjunjung Muhammad sebagai nabi. Begitu bukan?
Nah, jika memang semua analisa saya itu benar ( sepertinya perlu konfirmasi dari umat Ahmadiyah nih ) maka dimana letak menghina agama Islamnya? Toh saya lihat mereka justru menjunjung ajaran agama Islam juga. Hanya saja ada perbedaan tafsir dengan umat Islam kebanyakan mengenai nabi penutup tersebut. Tapi berbeda tafsir tentu bukan menghina. Apalagi memang tafsirnya tidak ada muatan menghina sama sekali.
Yah kalo mau tetap disalahkan sih, memang bisa dianggap bahwa tafsir mereka salah sehingga layak disebut sebagai sesat. Tapi ya mbok dipikirkan juga. Apa memang kebenaran Islam itu tergantung dari tafsir pihak mana yang mendapat dukungan terbanyak alias tirani mayoritas ? Sehingga jadinya tafsir Ahmadiyah pasti salah, karena mayoritas umat Islam tidak mengikuti tafsir mereka.
Lagian sebenarnya siapa sih yang berhak menafsir? Apa Ahmadiyah tidak punya hak itu?
Dan agar pendapat saya lebih diakui maka saya akan memelintir mengutip sedikit ayat-ayat dalam AQ:
Tidak ada paksaan dalam ADDIIN; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (2:256)
Tidak ada paksaan toh?
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (6:116)
Hem… ternyata bukan mayoritas penentunya.
Titipan pertanyaan buat umat Ahmadiyah:
Tapi berkaitan tulisan ini, saya punya pertanyaan terhadap Ahmadiyah. Apa nabi baru itu hanya seorang saja (M. Ghulam Ahmad) atau bisa banyak di berbagai belahan dunia yang luas ini? Moga-moga ada umat Ahmadiyah yang bersedia menjawab pertanyaan saya.



@Daeng_Limpo sewaktu jaman rasulullah masih hidup…apakah ada nabi lain dalam agama islam…?
mungkin anda perlu membaca sejarah lagi, kebetulan saya membaca sejarah islam ini waktu SD/SMP, di perpustakaan Daerah Batusangkar, SUmatera Barat, jadi saya lupa, judul dan pengarangnya.
Musailamah hidup sejak jaman Rasul, dan sudah mengaku Nabi, dan Rasul tidak mengambil tindakan untuk membunuhnya.
Zaman Abu BAkar Siddiq, Musailamah diperangi, karena dia menolak membayar zakat dan menyuruh pengikutnya juga tidak membayar zakat, dan Musailamah tidak mematuhi kebijakan-kebijakan yang dibuat Khalifah Abu BAkar saat itu.
Musailamah jelas Nabi palsu, karena dia mengaku Nabi saat Rasul masih hidup.
RAsul bersabda “Setiap Masa hanya turun satu Nabi, kemudian Zaman KHilafah, kemudian zaman Sultan dan Raja, kemudian masa kegelapan”
@Daeng Limpo : sewaktu jaman rasulullah masih hidup apakah ada organisasi islam…?
tidak mungkin ada, karena Rasul masih hidup, setiap ada perselisihan pendapat di kalangan umat (dalam menafsirkan Wahyu Allah, dalam menghadapi msalah kehidupan sehari2)
para sahabat langsung mengadu ke Rasul, dan Rasul langsung diberi petunjuk oleh Allah, jadi ALlah langsung yang memberi keputusan atas setiap perselisihan yg terjadi di jaman Rasul hidup.
@Daeng Limpo sewaktu jaman rasulullah masih hidup apakah ada film atau bioskop…?
film dan bioskop simbol dari hiburan, jaman Rasul banyak sekali tempat hiburan, dan Rasul tidak pernah mendatangi tempat hiburan. Suatu saat dia pernah punya niat, oleh Allah – Rasul dibuat tertidur, karena Rasul seorang yang maksum.
@ Daeng Limpo sewaktu jaman rasulullah masih hidup apakah ada yang menulis kisahnya seperti Salman rushdie…?
ada…… karena jaman Rasul adalah jaman kejayaan syair. Penyair adalah profesi terhormat jaman itu. Al Quran mukjizat Nabi mUhammad, karenanya sampai kiamat tak akan ada kitab yang bisa mengalahkan keindahan bahasa Al Quran.
@ sewaktu jaman rasulullah masih hidup apakah ada yang menulis kisahnya seperti Salman rushdie…?
tentu ada… kafir Quraish mendatangi kerajaan Najasi, dan menceritakan/menfitnah Nabi MUhammad, agar Raja Najasi membenci Rasul dan umatnya, agar Raja Najasi menolak para sahabat yang saat itu sedang dalam perjalanan mau minta perlindungan pada Raja najasi atas perlakukan kejam Kaum Quraish.
Ketika sahabat hijrah ke Kerajaan Najasi tersebut, Sang Raja mengkonfirmasi cerita Kafir Quraish pada sahabat. Raja NAjasi mendapat kebenaran, dan para sahabat tinggal dengan aman di Kerajaan Nasrani tersebut.
@Daeng Limpo karena saya tidak menemukannya …
Sobat Daeng Limpo akan menemukan kalau Sobat Daeng Limpo mencari dengan penuh ketulusan.
karena Allah berfirman “sejarah itu akan terus berulang, tidakkah manusia mengambil pelajaran, tidakkah manusia berfikir”
semoga Allah membarokahi kita semua walaupun beda tetap saling kasih mengasihi karena bagi siapa yang mengaku Islam, menjunjung tinggi Al Quran dan SUnah Rasul, Rasul adalah Rahmatan (kasih sayang) Lilalamin (bagi alam semesta)….
salam cinta
dari insan yang amat lemah
Qory
@ Pangonjat
He,,he,,he… mau ngalihin sasaran tembak??
Hmmm, waktu gereja terbakar/kena bom, ahmadiyah nggak kedengaran komentarnya? Diam saja. Cuman Islam nya Gus Dur/Nu dan Banser yang terlihat membela.
Kalo sekarang kena tindas, ya sudah..sama-sama prihatin.
siapa peduli suara ahmadiyah di Indonesia, berapa banyak Kontainer yang diberikan Humanity First tuk bantuan Aceh (pernah diliput gitu?)
berapa banyak sudah mata ahmadi yang diserahkan ke Bank Mata
Berapa banyak darah ahmadi yang sudah diserahkan ke PMI
mungkin anda tidak tahu, muslim yang menjaga gereja-gereja saat diancam bom itu ahmadi apa bukan
ahmadi juga tidak perlu berkoar-koar bahwa Arif Rahman Hakim, pahlawan Ampera, yang namanya dipake sebagai nama Masjid di UI Salemba, adalah seorang AHMADI.
mungkin anda tidak tahu kerja kemanusiaan Humanity First tingkat dunia yang memberi bantuan tanpa melihat itu negara muslim, kristen, atau komunis
Berapa banyak sekolah dan rumah sakit yang dibangun ahmadi di negara-negara Afrika yang mayoritas kristen.
Ahmadi bukan Nu, ahmadi bukan Gus Dur, yang setiap kata dan geraknya diekspos media.
karena kita beramal bukan tuk mengejar pujian manusia, tapi emang kewajiban manusia adalah melakukan pelayanan/pengkhidmatan sebagai wujud rasa syukur, kasih dan sayang pada Sang Pencipta.
salam cinta tuk Pengonjat
dari saya yang lemah
Qory
@Qaryati_Shahin
Nona ….. mungkin sebaiknya diskusi kita berdua dialihkan saja ke YM, saya gak enak sama mas Danalingga nih….(komentar saya di postingan ini terlalu banyak).
Lagi pula seperti yang dikatakan Marie, apapun yang anda dan saya katakan tidak akan mampu merubah pendirian kita masing-masing. Jadi biarlah pembaca yang menyimpulkannya.
Anda dan saya sama-sama merenungkan apa yang telah masing-masing kita lontarkan. Mungkin demikian lebih baik.
—salam—
pengelana sesat
@daeng limpo:
Saya menghargai anda, karena di blog yg nyinggung soal ahmadiyah selalu ada komentar kejam. Padahal tujuannya cari teman diskusi, salut buat Daeng. Gituuuu dong!!!
Kembali ke pokok topik blog ini: Apa Benar Ahmadiyah Menghina Islam? Apa Karena Wanita Ahmadiyah tidak Boleh menikah dengan Pria beragama Islam? Menarik sekali!
AL-HUJRAAT (14)
YUSUFALI: The desert Arabs say, “We believe.” Say, “Ye have no faith; but ye (only)say, ‘We have submitted our wills to Allah,’ For not yet has Faith entered your hearts. But if ye obey Allah and His Messenger, He will not belittle aught of your deeds: for Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.”
PICKTHAL: The wandering Arabs say: We believe. Say (unto them, O Muhammad): Ye believe not, but rather say “We submit,” for the faith hath not yet entered into your hearts. Yet, if ye obey Allah and His messenger, He will not withhold from you aught of (the reward of) your deeds. Lo! Allah is Forgiving, Merciful.
SHAKIR: The dwellers of the desert say: We believe. Say: You do not believe but say, We submit; and faith has not yet entered into your hearts; and if you obey Allah and His Messenger, He will not diminish aught of your deeds; surely Allah is Forgiving, Merciful.
Ok! Lantas, dengan siapa Wanita Ahmadiyah Boleh menikah?
AL-HUJRAAT (15)
YUSUFALI: Only those are Believers who have believed in Allah and His Messenger, and have never since doubted, but have striven with their belongings and their persons in the Cause of Allah: Such are the sincere ones.
PICKTHAL: The (true) believers are those only who believe in Allah and His messenger and afterward doubt not, but strive with their wealth and their lives for the cause of Allah. Such are the sincere.
SHAKIR: The believers are only those who believe in Allah and His Messenger then they doubt not and struggle hard with their wealth and their lives in the way of Allah; they are the truthful ones.
Ok! Karena itukah ada baiat (sumpah) bagi anggotanya, sebagai metode, yang dikenal dalam tarekat? Saya yang bukan anggota tarekat, kan nggak perlu lantas merasa iri hati ya?
AL-HUJRAAT (16)
YUSUFALI: Say: “What! Will ye instruct Allah about your religion? But Allah knows all that is in the heavens and on earth: He has full knowledge of all things.
PICKTHAL: Say (unto them, O Muhammad): Would ye teach Allah your religion, when Allah knoweth all that is in the heavens and all that is in the earth, and Allah is Aware of all things?
SHAKIR: Say: Do you apprise Allah of your religion, and Allah knows what is in the heavens and what is in the earth; and Allah is Cognizant of all things.
AL-HUJRAAT (17)
YUSUFALI: They impress on thee as a favour that they have embraced Islam. Say, “Count not your Islam as a favour upon me: Nay, Allah has conferred a favour upon you that He has guided you to the faith, if ye be true and sincere.
PICKTHAL: They make it a favour unto thee (Muhammad) that they have surrendered (unto Him). Say: Deem not your Surrender a favour unto me; but Allah doth confer a favour on you, inasmuch as He hath led you to the Faith, if ye are earnest.
SHAKIR: They think that they lay you under an obligation by becoming Muslims. Say: Lay me not under obligation by your Islam: rather Allah lays you under an obligation by guiding you to the faith if you are truthful.
AL-HUJRAAT (18)
YUSUFALI: “Verily Allah knows the secrets of the heavens and the earth: and Allah Sees well all that ye do.”
PICKTHAL: Lo! Allah knoweth the Unseen of the heavens and the earth. And Allah is Seer of what ye do.
SHAKIR: Surely Allah knows the unseen things of the heavens and the earth; and Allah sees what you do.
Quran Qir’at (Recitation) With Urdu Translation
http://intelefone123.wordpress.com
@intelefone123
Perlu saya tekankan disini bahwa topik yang saya angkat http://daenglimpo.wordpress.com/2008/05/10/mengapa-wanita-ahmadiyah-tidak-boleh-menikah-dengan-pria-beragama-islam/, bukan berkaitan dengan masalah penghinaan. Hanya ingin tahu lebih jauh alasan adanya poin “perkawinan ekslusive” tersebut.
Saya pikir jika kita muslim bersaudara mengapa harus ada pembatasan demikian ?. Lagi pula, bukankah kita (jika memang benar) sebenarnya ingin menghilangkan image “kelompok ekslusif” tersebut?. Tetapi ini hanya pendapat saya pribadi. Dan saya ucapkan terima kasih atas penjelasan anda tersebut diatas, mungkin bisa menjadi bahan diskusi kita kemudian.
—salam—
pengelana sesat
::banyak orang yang “cukup senang” dengan bersepakatnya terhadap pendapat “seseorang”, namun terperhatikankah, mengapa fikiran kita “bersepakat” atau “tidak bersepakat” pada suatu statement…,
“bumi ini saja sudah cukup luas untuk diharungi” apakah sudah terlihatkah bahwa batas-batas negara hanya dibatasi oleh suatu statement “garis batas negara”, sedangkan lautan yang demikian luas, hanyalah sebuah daratan yang ditutupi oleh air samudera…
@All
Saya tangguhkan tanggapan saya untuk artikel ini. Karena setelah dan sedang mempelajari artikel http://danalingga.wordpress.com/2008/05/17/al-quran-sejati/ , timbul pikiran : “jangan-jangan tafsir yang kita ributkan ini bukan AQ sejati itu. Jadinya ya percuma kita ribut-ribut toh. “
ahmadiyah skalanya internasional dan sudah ada sebelum MUI ada jadi terlambat untuk bicara soal ini
Permasalahan utama adalah
1. Ahmadiyah MENGAKU ISLAM … sedangkan agama ISLAM meyakini dan mengakui bahwa tidak ada kerasulan lagi setelah diutusnya Nabi Muhammad Shalallahu Aalaihi Wa Sallam
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi ia adalah Rasulullah dan penutup para Nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al-Ahzaab: 40]
Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam menyebutkan akan adanya dajjal (pendusta) yang mengaku sebagai Nabi, kemudian Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“…Dan sesungguhnya akan muncul pada ummatku pendusta yang jumlahnya tiga puluh orang, mereka semua mengaku sebagai Nabi, sedangkan aku adalah penutup para Nabi dan tidak ada Nabi sepeninggalku.”
hadit ini diriwayatkan oleh banyak ulama ahli hadits
HR. ‘Ahmad (V/278), Abu Dawud (no. 4252), Ibnu Majah (no. 3952), dengan sanad yang shahih menurut syarat Muslim, dari Sahabat Tsauban Radhiyallahu ‘anhu. Ketahuilah bahwa di antara dajjal (pendusta) yang mengaku sebagai Nabi adalah Mirza Ghulam Ahmad al-Qadiyani al-Hindi, yang muncul ketika kolonial Inggris menjajah India. Pada awalnya ia mengaku sebagai al-Mahdi al-Muntazhar (Imam Mahdi yang ditunggu), kemudian mengaku sebagai Nabi ‘Isa Alaihis Sallam, dan terakhir ia mengaku sebagai Nabi dan mendirikan aliran Ahmadiyah… Mereka (kaum Ahmadiyah) mempunyai keyakinan-keyakinan bathil yang banyak sekali dan menyalahi keyakinan ummat Islam. Mereka menafikan tentang dibangkitkannya jasad manusia dari kubur (nanti pada hari Kiamat), mereka meyakini bahwa nikmat dan siksa hanya dialami oleh ruh saja, mereka beranggapan bahwa siksaan terhadap orang kafir terbatas, mengingkari adanya jin dan lain sebagainya. Lihat Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (IV/252) oleh Syaikh al-Albani.
Pendapat para ulama bahwa Mirza Ghulam Ahmad (1839-1908 M) adalah kafir, juga aliran Ahmadiyah pun kafir, mereka disebut sebagai MINORITAS NON MUSLIM!!!
Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
“Aku memiliki lima nama: aku Muhammad (yang terpuji), aku adalah Ahmad (yang banyak memuji), aku adalah al-Maahi (penghapus) dimana melalui perantaraan-ku Allah menghapus kekufuran. Aku adalah al-Haasyir (pengumpul) yang mana manusia akan dikumpulkan di hadapanku. Aku juga mempunyai nama al-‘Aaqib (belakangan/penutup) -tidak ada lagi Nabi yang datang sesudahku-.”[HR. Al-Bukhari (no. 3532), Muslim (no. 2354) dan at-Tirmidzi (no. 2840), dari Sahabat Jubair bin Muth'im Radhiyallahu 'anhu. Penjelasan dalam tanda kurung adalah penjelasan dari Imam az-Zuhri yang terdapat dalam riwayat Muslim dan at-Tirmidzi. Lihat Fat-hul Baari (VI/557) cet. Darul Fikr]
2. Ahmadiyah mengutak-atik Al QUr’an kaum muslimin.
mengubah-ubah maknanya – mengurangi – menambahi sesuai hawa nafsu mereka.
3. Ahmadiyah mengkafirkan kaum muslimin yang tidak beriman kepada Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, sehingga beranggpan tidak sah shalat dibelakang kaum muslimin dan dilarang menikah dengan kaum muslimin.
4. Mirza ghulam AHmad mengnggap dirinya seutama-utama nabi, dan ini JELAS meremhkan dan melecehkan umat beragama seperti Yahudi dan Nasrani pada umumnya dan Umat ISLAM khususnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam. Dia menganggap dirinya adalah paling utama dari seluruh nabi.
5. Menurut Mirza Ghulam AHmad, Haji adalah menghadiri muktamar di Qodiyani
6. Dia meyakini kitab Al Qur’an yang telah diubah olehnya sebagai kitab suci mereka yang bernama Kitabul Mubin
7. Dia pernah mengaku menjadi Isa yang turun di akhir jaman ..
8. Dia meyakini seluruh kaum muslimin selain Ahmadiyah adalan NAJIS
9. Mirza Ghulam Ahmad meyakini Qodiyani lebih utama daripada Makkah dan Madinah, dan masjidnya di QOdiyani lebih utama daripada Masjidil Haram
10. Mirza Ghulam Ahmad, menghapuskan jihad, dia mengatakan jihad tidak perlu lagi, Jihad menurutnya adalah berjuang u/ pemerintahan inggris.
dan yang aneh bagaimana salah satu kantor organisasi Ahmadiyah ini ada di wilayah YAHUDI di kota Tel Aviv .??
dan masih banyak lagi …
Pendiri AHmadiyah yang merupakan orang GILA, Zindiq dan semoga dilaknat ALLAH ini telah menyelewengkan syariat umat ISLAM dengan membuat syariat baru dan mengaku-ngaku ISLAM ..
jadi siapakah yang lebih jahat …??
jika mereka mempunyai kekuatan lebih besar dari kaum muslimin niscaya kaum muslimin akan diberhanguskan .. oleh mereka …karena kaum muslimin adalah kafir di mata Ahmadiyah.
Yang terakhir .. karena mereka mengaku bagian dari ISLAM kenapa mereka mempunyai syariat sendiri ..??
JADI jawablah siapa yang menzhalimi kaum muslimin… jika anda wahi penulis adalah seorang MUSLIM, maka sudah selayaknya anda membela Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam. dan hal itu adalah keimanan dengan perkataan syahadat anda.
jika tidak .. apa fungsi syahadat anda ..??
Allohu’alam bishowab ..
Kemudian untuk penulis . apakah anda sudah membaca tafsir para ulama sebelum mencomot ayat² diatas ..??
Ulama yang mana?
Ulama ISLAM ahli tafsir yang tsiqah (terpercaya), yang hafal Al Qur’an hafal Hadits, ahli bahasa arab, dan pemikirannya tidak menyimpang, dan mashur di kalangan para ulama ISLAM
seperti
1. Ibnu Katsir
2. Nasir As Sa’di
3. Qurthubi
4. Abu Bakar AL JAzairi
dll…
apakah mereka menafsirkan yang dimaksud memeluk agama tidak dipaksakan itu berarti bebas memeluk agama apa saja ..??
Saya tanyakan pada anda, apakah anda sudah hapal al qur’an ..?? tahu bahasa arab..?? hapal hadits, dan perawi,sanad² serta derajatnya ..??
karena kita ini lemah dan ilmunya jauh dibawah mereka, sudah sepantasnya kita tawadhu untuk merujuk kepada mereka ..
HUmm btw ..
anda sependapat dengan abah dhedot tentang ayat Al qur’an yang sekarang belum tentu ayat al qur’an yang dibawakan Rasulullah ..
so kenapa anda masih mengutipnya .. .
humm ..
Oh, ulama yang ono toh. Siapa yang menjamin mereka memang terpercaya?
Ini hanya bentuk kesalahpahaman anda akan tulisan abah dhedhot itu. Saran saya cerna lagi dengan kepala dingin.
Setidaknya mereka lebih paham al qur’an hadits Rasulullah .. daripada anda berpikir dengan akal semata.
Sekarang saya tanya ..
yang membawa ISLAM siapa, kemudian pewaris Rasulullah adalah ulama,
dan JIKA anda seorang muslim, maka anda mau berislam SAK KAREPE DEWE ..??
menafsirkan Al QUr’an sesuai versi anda ..??
kalo Al Qur’an bebas ditafsirkan dengan akal setiap manusia, maka bisa menyesatkan .. kenapa ..??
setiap akal manusia akan berbeda,
oleh karena itu marilah kita kembali ke pemahaman para salafush shalih .. ke pemahaman para shabat, para tabi;in dan tabi;ut tabi’in, yang mereka orang² disekitar Rasulullah, yang melihat wahyu itu turun, yang dijelaskan dari Rasulullah, dan kita meriwayatkan dari mereka, dan menyamakan pemahaman dengan mereka, karena mereka adalah generasi yang telah dipuji oleh ALLAH dan dijamin surga oleh ALLAH, dan para ulama yang saya sebutkan tadi juga mengikuti mereka, so itu lebih baik daripada anda mengikuti diri anda sendiri .. so kalo mengikuti anda sendiri apakah ISLAM nya anda sesuai ISLAM Rasulullah dan para sahabatnya ..??
kalo gitu jangan namakan pemahaman anda pemahaman ISLAM .. karena ini seperti ahmadiyah tadi ..
@ tintin
Kalau seandainya Islam di Indonesia dibagi menjadi Islam Sunni dan Islam Ahmadiyyah, bisa diterima tidak?
Tentunya anda dipersilakan mengkritik ajaran mereka. Silakan, asal tidak bawa-bawa pedang.
@titin
Kok anda bisa memastikan kalo saya cuma pake otak aja (maaf saya pake otak , karena akal bagi saya bermakna luas) ? Bagaimana jika ternyata Allahlah yang membuat saya paham tanpa harus membebek sama para ahli tafsir itu. Hayo, apa mereka masih lebih paham dari saya?
Untuk komen anda yang lainnya tidak saya tanggapi karena bakal jadi debat kusir semata.
Btw, saya tidak keberatan bahwa saya tidak boleh memakai label Islam. Sebab apalah arti sebuah label.
@tintin
semoga Allah memberikan keberkahan berlimpah pada Saudara Tintin.
pernyataan anda “8. Dia meyakini seluruh kaum muslimin selain Ahmadiyah adalan NAJIS” merupakan tuduhan yang sangat kejam, dan ini bukti nyata anda “TIDAK KENAL SAMA SEKALI DENGAN KIPRAH AHMADI DI SELURUH DUNIA”
“untuk mencari suatu jawaban, demi keadilan dan kebenaran semata, hendaknya pembaca dapat memperhatikan cara bermain puzzle. Teliti dan kaji setiap gambar atau keping dengan hati yang jernih, sehingga dapat ditemukan kecocokan satu dengan lainnya. Lihatlah keping demi keping.
Jangan paksakan hawa nafsu demi suatu gambar yang dikhayalkan. Memaksa potongan keping yang tidak pada tempatnya atau pada keping yang berlawanan dengan keping lainnya, dapat merusak keping yang ada. Semua keping puzzle pada dasarnya tidak bertentangan satu dengan lainnya. Anda cepat atau lambat dalam menyusunnya tidaklah menjadi masalah. Jika satu keping diacuhkan, maka tetap ada gambarnya, tetapi tidak sempurna.
Namun gambar yang sebenarnya, yaitu tidak ada bolong di sana-sini, dapat pembaca usahakan dan temukan dalam bermain puzzle. Demikian pula dengan persoalan-persoalan agama, pembaca dapat gunakan cara yang sama seperti bermain puzzle, dan bantulah usaha itu dengan do’a seperti yang diajarkan dalam Islam”
ITU adalah perkataan M.A. Suryawan pengarang buku “Bukan Sekedar Hitam dan Putih, dapat di baca di:
http://www.mujahidislam.com/file/bshp.pdf
puzzle Saudara Tintin adalah:
1. Gaung Mirzha Ghulam Ahmad sudah ada sejak 1880, tapi cap kafir ada 1974 (Liga Islam, 124 negara)
2. Provokatornya Zulfikar Ali Bhutto (Pakistan) dan Raja Arab Saudi
3. Ahmadiyah Masuk Indonesia 1920, di cap sesat 1980. selama 60 tahun, bagaimana kiprah Ahmadi Indonesia?
4. Pakistan dan Malaysia (siapa negara ini? dari mana mereka mendapat kemerdekaan?)
5. Arab Saudi, apa ambisi terbesar Arab Saudi bagi dunia Islam dan sistem kekhalifahan? Ketika Irak diserang dimana landasan udara dan pangkalan militer Amerika Serikat? sampai saat ini bagaimana hubungan Arab Saudi dengan Amerika Serikat?
bisakah anda menyusun puzzle tersebut, carilah kebenaran hanya demi kebenaran, bukan kebenaran yang dikhayalkan.
Anda mahasiswa, anda kenal Arif Rahman Hakin? dia ahmadi. Anda kenal W.R. Supratman, dia ahmadi. Anda kenal zafrullah Khan, menjabat jadi Hakim Mahkamah Internasional puluhan tahun, dia Ahmadi. Anda kenal Abdussalam, Muslim pertama peraih nobel (bidang Fisika), dia Ahmadi. Pernah datang ke Bank Mata, tanya orang Bank Mata, organisasi apa yang terbesar manjadi donor mata, berapa ratus pendonor matanya?
sekali lagi tuduhan anda “8. Dia meyakini seluruh kaum muslimin selain Ahmadiyah adalan NAJIS” betul2 membuat dada kami
“SSSSSSSAAAAAAAKKKKKKIIIIITTTTTTTT!!!!!”
“sambil remas dada, kaya gaya Ruben di Super Celeb Soulmate*
simak situs2 dibawah ini sebagai penolong mencari kebenaran:
http://www.mujahidislam.com/file/bshp.pdf
http://qaryatisyahin.wordpress.com/2008/05/24/kupas-tuntas-kesesatan-ahmadiyah/
http://persatuan.web.id/?p=192 :
http://www.rahmatali.web.id/2008/01/agenda-politik-dibalik-keputusan.html :
http://www.ahmadiyya.or.id
http://www.gusmus.net/page.php?mod=dinamis&sub=11&id=739
Anda orang ISlam, bagaimana etika orang ISlam ketika disampaikan berita kepadanya?? TABAYYUN
selidiki…. baca semua informasi dari semua pihak, buat catatan2, pahami, renungi, fikirkan.
Masuklah dalam “gua hira” anda, karena dengan cara masuk ke dalam “gua hira” yang gelap Nabi Muhammad dapat melihat dengan jelas situasi carut marut politik dunia dan gelimpangan domba-domba yang mesti dikorbankan
wassalam dari saya
seorang ahmadi yang naif dan amat dhaif
qory
@qaryatishahin – demi kebaikan kaum muslimin, maka saya akan berusaha untuk memberikan sumber, dimana sumber ini adalah dari buku ahmadiyah sendiri. Bagaimana kesesatan MGA dan orang² yang meyakininya ..
Wahai kaum muslimin .. lihatlah sendiri bagaimana mereka mengubah ayat² Al QUr’an dengan lancangnya. Semoga umat muslimin diberikan taufiq untuk melihat mana yang benar dan mana yang bathil. Amin ..
Berikut beberapa tafsiran (merubah Al QUr’an umat ISLAM) yang dilakukan oleh AHmadiyah dalam kitabnya Tadzkirah
Berdasarkan firman “tuhan” yang diterima oleh “nabi” dan “rasul” Ahmadiyah yang terdapat dalam kitab suci “Tadzkirah” yang artinya: “Dialah tuhan yang mengutus rasulnya “Mirza Ghulam Ahmad” dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya atas segala agama-agama semuanya.(“kitab suci Tadzkirah” hal. 621)
Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab suci’Tadzkirah” ini dekat dengan Qadiyan-India. Dan dengan kebenaran Kami menurunkannya dan dengan kebenaran dia turun.” (“kitab suci” Tadzkirah hal.637)
Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: ”Katakanlah-wahai Mirza Ghulam Ahmad-jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku”
(“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau-wahai Mirza Ghulam Ahmad-kecuali untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam”. (kitab suci “Tadzkirah” hal. 634)
Firman “tuhan” dalam kitab suci “Tadzkirah”:
Artinya: “Katakan wahai Mirza Ghulam Ahmad-sesungguhnya aku ini manusia biasa seperi kamu, hanya diberi wahyu kepadaku”.(“kitab suci Tadzkirah hal. 633)
Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu – wahai Mirza Ghulam Ahmad – kebaikan yang banyak” (“kitab suci” Tadzkirah hal.652)
Firman “tuhan” dalam “kitab suci” Tadzkirah:
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan engkau – wahai Mirza Ghulam Ahmad – imam bagi seluruh manusia” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 630)
Firman “tuhan” dalam “kitab suci” “Tadzkirah”:
Artinya: “Oh, pemimpin sempurna, engkau – wahai Mirza Ghulam Ahmad – seorang dari rasul, yang menempuh jalan betul, diutus oleh Yang Maha Kuasa, Yang Rahim” (“kitab suci” Tadzkirah hal. 658-659)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat kitab suci Al-Qur’an yang dibajaknya. Ayat-ayat “kitab suci” Ahmadiyah Tadzkirah yang dikutip di atas, adalah penodaan dan bajakan-bajakan dari kitab suci Umat Islam Al-Qur’an.
Ingatlah firman ALLAH Subghanahuwata’ala
“Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri lalu dikataknnya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaanlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka akibat dari apa yang mereka kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah 79)
Allohu’alam bishowab
@Qartisahin
Oh iyah ..
dalam buku yang anda kasihkan link .. ada sambutan dari seorang Amir Jamaah Ahmadiyah .. yang mengutip ayat Al Qur’an … tetapi surat Bani Israil ayat 37
setelah saya check di Ayat Al Qur’an tidak ada surat Bani Israil ..
AL QUr’an apa yang dimaksud ..?? Kitabul Mubin ..?? Tadzkirah ..??
Saudaraku .. jika anda memang seorang Muslim .. maka yang diambil adalah benar2x dari Kitab Suci Al Qur’an yang diturunkan melalui Rasulullah ..
Jika anda beriman dengan rukun ISLAM dan Rukun IMAN .. maka akuilah Al QUr’an yang telah diturunkan Rasulullah
Anda mengatakan tidak merubah rukun ISLAM dan rukun IMAN .. tetapi dengan tidak mengimani AL QUr’an yang diturunkan Rasulullah apa arti keimanan anda ..??
Allohu’alam bishowab
Just Think :
BENAR :
“Benar itu cuma satu, sehingga semuanya berebut benar, Siapa saja yang berkata paling benar, justru dialah yang tidak benar. Berebut benar hanya menghabis waktu, tenaga, biaya dan umur. karena batas antara benar dengan salah tidak terlihat mata dan tidak bisa dirasakan. Benar dan salah ditentukan olah aturan yang dibuat manusia, tergantung kita berada dipihak yang mana.
Yang Maha Suci tidak bikin aturan benar dan salah.
Yang Maha Suci memerintahkan manusia untuk memiliki budi pekerti yang tinggi, berbuat baik, meninggalkan pekerti buruk, agar dapat menciptakan sejarah hidup yang baik”.
Yah …. terbukti … yang mengatakan tentang “YANG PALING BENAR” justru merekalah yang tidak benar atau kata lain SESAT …
So …. dimana MUI, FPI dan antek2nya?
Mau membubarkan Ahmadiyah? emang elo yang amat benar? mengatakan ajaran orang sesat dll…? dasar ….
Coba ngaca klo lu emang paling benar ….
Emang MUI sebagai muaranya perkara harus dibubarkan mengingat :
1. Menggunakan nama Majelis Ulama Indonesia (Institusi) kok tidak tidak berpegang pada falsafah Pancasila? apa mau diganti dengan Syariat Islam? apa mau seperti DI/TII dll. Pancasila udah teruji bung ….. klo cuma lembaga model MUI aja kok musti repotz …
2. Majelis Ulama Indonesia, tetapi tidak mewakili kaum Ulama di Indonesia, contohnya NU tidak diikutkan dalam masalah2 yang urgent dalam setiap keputusannya ….
3. Pembentukan lembaga/institusi yang tidak dilegitimasi orang banyak atau sebagian kecil saja, kok dipelihara, buang aja lah toh tak ada yang dirugikan bahkan diuntungkan seperti binaan dia (di pemerintahan) seperti DEPAG yang notabene sarang korupsi ….. memalukan… apalagi FPI (sangat menjijikkan)
Apakah itu ya Kebangkitan Bangsa dengan kemunduran Ahlak dan Budaya?
gitu ajah ….
kalo pun salah, ya salah menurut siapa?
siapa sih yang pernah dapat SK dari tuhan untuk menyebut yang lain sesat?
@gandhoz bin khafirun
punya otak gak loe…mui itu ngurusin umat islam indonesia. bukan semua orang indonesia. di dalamanya dan ada berbagai unsur organisasi massa islam, nu, muhammadiah, persis, dsb.
kalau kamu bilang mui tidak mewakili suara mayoritas, itu karena kamu percaya bisikan kentutmu sendiri.
nah kalau depag itu, yang musti berasas pancasila karena mengurusi semua umat beragama di indonesia.
kalau tolol, jangan asal bacot deh…
Kayaknya dengan Peluru yang bernama Ahmadiyah ini, telah terjadi
1. Bentrokan FPI dan Banser (NU)
2. MUI disuruh bubar
3. Gusdur disuruh Bubar
4. FPI disuruh bubar
5. Bentrokan di Monas
6. Kyai NU dari Majalengka terluka
7. Diberitakan di TV Ahmadiyah tetap beraktifirtas seperti biasa.
8. Pemerintah Hijaz dicacimaki
9. Ham kebebasan dijadikan Tuhan.
10. …..
Kutanyakan lagi
Ada apa denganmuuu….
Siapa yang mulai…..
siapa yang menebar benih permusuhan?
Masalah sesat menyesatkan ini sebenarnya bukan hal yang baru dalam sejarah Islam bahkan dalam sejarah semua agama, kita mengenal bagaimana kaum protestan dianggap sesat atau kafir oleh autoritas gereja/paus di abad pertengahan..
kita juga bisa melihat bahkan dlam sejarah umat Budha yang mengendepankan cinta kasih ini juga tidak luput dari sejarah sesat menyesatkan ketika konsili para bikhu pertama kali diadakan untuk menetapkan 2 pitaka dalam tiga pitaka yang bahkan diantara para murid Budha Gautama? masih banyak kasus-kasus lain dalam hal sesat menyesatkan ini..
intinya sejarah keberagamaan selalu diwarnai masalah sesat-menyesatkan ini..
Umat Islam juga memilki catatan kelam masalah sesat-menyesatkan ini..seperti yang kita baca dalam sejarah islam, dahulu sembarang memasuki mesjid bisa berbahaya, jika kita masuk mesjid yang Fatwa imam mesjidnya ketika membaca syahadat pada saat tahiyatul akhir adalah harus mengangkat jari telunjuk dan kita tidak mengangkatnya, kita bisa di cap sesat, dan bisa kita pastikan jari telunjuk kita akan hilang, demikian juga sebaliknya..
ini hanya untuk perkara kecil, apa lagi jika masalah agama ini sudah bersenyawa dengan urusan politik..masalahnya tentu saja akan lebih runyam lagi..
Soal sesat dan menyesatkan ini Alquran dengan jelas berkata pada kita :
..”Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” QS : 68-7
Makanya saya jadi heran, jelas-jelas Allah SWT menyatakan pada kita kalau Dia yang paling mengetahui siapa yang sesat diantara kita, kenapa kita sering sekali bertindak jadi tuhan dan merasa berhak mengatakan sesorang atau sekelempok orang itu sesat.
Dalam kasus Ahmadiyah, saya pikir MUI sudah melakukan hal ini. klo pinjem kata-kata-nya Ahmad Dani: Mencoba menjadi Tuhan deengan Mengadili dan Menghakimi orang orang yang mereka tentukan sebagai golongan sesat..
Oh ya..Ada hal menarik untuk masalah ini yang bisa jadi bahan renungan untuk kita semua disini:
Masalah adanya Nabi hidup dilangit bukan pertama kali diyakini oleh umat manusia..Umat yahudi sampai detik ini masih menolak kedatangan Nabi Isa as adalah karena menurut Nubuatan kedatangannya, Almasih atau Mesiah dalam bahasa mereka, tidak akan turun sebelum Elia (Nabi Ilyas as) turun. Umat Yahudi meyakini Elia (nabi Ilyas as) masih hidup dilangit. Ketika Nabi Isa as mendakwahkan diri sebagai Nabi/Almasih yang dijanjikan, mereka menanyakan mana Elia yang dijanjikan. Nabi Isa as, mengatakan bahwa Yohannes (Yahya as)-lah Elia yang dijanjikan dalam Nubuatan tersebut. Ketika ditanyakan kepada Nabi Yahya as, Nabi Yahya mengatakan bahwa ia bukanlah Elia yang itu, Elia yang dimasa lalu tersebut sudah lama berlalu.
Nah disini pertanyaanya, apakah kita melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi yang menolak kedatangan Nabi Isa as??
masalah mempercayai adanya Nabi yang hidup dilangit ini cukup mengganggu..mengingat hampir miripnya apa-apa yang dilakukan oleh umat Yahudi terhadap Nabi Isa sebagai Almasih yang dijanjikan kepada mereka…
Rasulullah sudah mengingatkan kita, bahwa nantinya diakhir zaman kita akan mengikuti kesalahan umat-umat terdahulu, sejengkal demi sejengkal..sehasta demi sehasta..jika umat terdahulu (yahudi dan nasrani) masuk dalam lubang niscaya umat Islam juga akan masuk pada lubang yang sama…
Meyakini kebenaran hanya berdasarkan apa2 yang kita terima dari kecil menurut gw juga akan menjauhkan kita dari kebenaran itu sendiri..
Ini hanya contoh kecil, gw ingat waktu SD dulu, kalo guru agama nanya berapa jumlah ayat Alquran? jawabanya adalah 6666 ayat, yang ga jawab persis seperti itu adalah salah.. tapi kalo kita coba hitung dengan benar, jumlah ga akan nyampe segitu (sekarang ada teknologi yang namanya microsoft excel, kita tinggal masukin jumlah ayat tiap surah trus dijumlahin-ini kalo cara ini ga ditolak dengan alasan microsoft bukan perusahaan muslim jadi ya pasti salah kalo dipake ngitung Jumlah Ayat Alquran..hehe) gw jadi ingat perdebatan gw sama temen gw yang katanya pada waktu itu sedang mendalami Islam..waktu gw bilang ke dia kalo jumlah ayat Alquran itu ga 6666, tapi 6236 kalo bismillah ga dihitung 1 ayat, atau 6348 kalo Bismillah dihitung sebagai 1 Ayat (Jumlah Total Ayat Dengan Basmalah di awal surah (dikurangi AlFatihah dan At-Taubah)) dia dengan emosi bilang kalo gw jangan mengada-ngada..
Dari perspektif dia saya adalah sesat karena sudah “menafsirkan” jumlah ayat tersebut berbeda dengan kebanyakan Ulama…
saya tetap menyimak.
hitam tetap hitam
putih ya putih
jangan dijadikan abu-abu.
jangan-jangan dunia ini sudah abu-abu semua.
he ..he .. tapi zaman sekarang api saja bisa jadi air.
ya tho …
buat apa ada media, ada Televisi, Internet, Blog, silahkan obral
dunia FreeThinker …
yang tidak bisa jadi satu elemen, satu prinsip, putih, hitam
sekalian, jangan jadi air.
@siheruw
komen anda sangat bertolak belakang dengan komen anda sendiri di artikel lain. what’t wrong ?
anda perumpamakan air hujan yang jatuh dari langit mengalir ke cabang anak sungai, sungai besar dan semua kembali bermuara di laut.
jadi menurutku, memang semua berawal dari satu air yang bersih. setelah jatuh ke tanah dia akan mengalir ke selokan, bercampur limbah. tapi ada juga yang jatuh diatas gunung bercampur dengan mata air yang juga bersih. tapi dalam proses menuju ke muara di laut pasti tetap membawa kotoran atau lumpur di sungai.
tapi bagaimanapun juga tetap akan kembali ke laut, ynag juga sebenarnya sudah tercemari polusi juga.
jadi dimanakah kebenaran itu ?
Ahmadiyah = KAFIR!!!!
Pendukung Ahmadiyah = KAFIR!!!!
Binasalah kalian para banci2 yang mengaku Islam tapi mendukung Ahmadiyah, walaupun hanya dengan lisan atau tulisan!!!!
di sini rupanya banyak pahlawan kesiangan yang ngaku membela kebebasan
Hehehe kalau mau meracau di sini bukan tempatnya. Di sini tempatnya orang-orang yang beradab.
Kalau AHMADIYAH itu benar,,,
Lenapa Banyak Yang Keluar dan Bertaubat???
Dalam Al qur’an, mengatakan, tidak ada nabi selain nabi Muhammad saw… titik.
ahmadiyah itu dari segi tauhid/ spirit/kebatinan juga merupakan sinkretisme ajaran hindu, katolik vatikan, yin-yan, kepercyayaan dll. Tarikan spirit juga hanya mengajak “ahmadiyah yang paling benar” , dan “MGA sebagai nabi”. sedangkan petuah-petuah yang bnar malah serng dilupakan, bahwa Allah swt yang maha benar juga sering kedodoran.