Setelah gonjang-ganjing urusan dunia kemaren, maka marilah kita ber-Tuhan sejenak.
Katanya sih Tuhan itu satu.
Sungguh hebat dia yang telah menghitung Tuhan. Kalo bisa pertemukan saya dengan manusia yang telah berhasil menghitung Tuhan itu. Saya hendak belajar cara menghitung Tuhan kepadanya
Kalau menurut anda sendiri bagaimana ?



Inilah hasil percakapan ketika saya mancing di laut :
A : wah anginnya kencang
B : Lho kok tahu itu adalah angin ?
A : Pernahkah kamu melihat angin ?
B : Saya hanya bisa merasakan kehadirannya ?
A : kalau angin taufan kan kelihatan ?
B : yang kamu lihat itu hanya pergerakan anginnya atau aktifitasnya bukan wujud angin yang sebenarnya.
A : Bisa nggak kamu menghitung jumlah angin apakah satu atau dua atau banyak
B : Angin ya…cuman satu, hanya kalau di amerika namanya angin topan, kalau di indonesia angin puting beliung. Mungkin karena mereka melihat karakteristik dari angin itu berbeda walaupun itu juga tetap angin.
A : satu atau tunggal….?
B : Tunggal kali yee, soalnya kalau satu kan berarti ade angin laen selain satu.
A : Yuk kita pulang, anginnya bertambah kencang nih..
B : Yuk, ntar kita masuk angin…
dua orang pemburu sedang berada di hutan, yang satu atheis (A) dan yang satu percaya “adanya” Tuhan (B).
B : Tuhan itu kagak ada
A : Begitukah….?
B : Ayo kita kesana nampaknya ada harimau ?
A : Ah…gak ada harimau disana
B : Ada
A : tahu darimana ?
B : Jejaknya….
A : yang buat harimau itu siapa…?
B : induknya
A : yang buat induknya ?
B : induknya lagi
A : yang buat induk pertama-tama ?
B : auk ah…..gelap
A : ulah bahas eta dei atuh….sok ditembak eta maung
Ini lagi percakapan “aneh” saya (A) dan sobat saya (B)
A : Tuhan itu satu
B : lho kok tahu emangnya pernah ketemu kok tahu satu ?
A : Lha….yang satu aja belum ketemu gimana mau hitung yang laen
@daeng limpo
meng anteng pinter
tapi ndagel
@zal
Iya sih zal. Tapi bagian itu nggak bisa dilewat aja ya?
Btw, kalo saya lihat berarti itu Tuhan bukan satu tapi juga satu. Bisa dijelaskan lebih lanjut nggak zal?
@joyo
*ikut nyerah*
@watonist
Saya satu.
Ah, berarti Tuhan juga satu.
Ini bukannya yang menyebutkan Tuhan sebagaimana prasangka hambaNya ya ton?
@sigid (ndak login)
Yah, nggak apa apa kok gid. Saya juga lagi nggak tahu, makanya nanya.
@daeng limpo
Maksih daeng. Lucu sekaligus nyindir. *merenung*
Tuhan…
tiada tuhan selain Allah…
ngomongin KPK emang bikin jengkel. masak untuk memberantas korupsi saja KPK dibilang sebagai superbody dan musti diberangus bahkan mo dikurangi powernya malah ada yang bilang mo ditutup.
http://nindityo.wordpress.com/2008/04/27/bubarkan-kpk-mudah-kok/
nah kalo ngomongin Tuhan ya pasti superbody.. alias punya kuasa mutlak dan karena superbody inilah maka ada yang berusaha mengecilkannya, memberangusnya, mo menutupnya, untuk kemudian memilikinya.
btw, jujur saya gak bisa bayangin jika ada 2 sosok dengan 2 kekuatan maha kuasa. saya lebih seneng satu dan pasti cuma satu.
**eh.. kamu menyamakan KPK dengan Tuhan ya… ampun bos jangan emosi cuma agar mendukung pemberantasan korupsi~~terbirit-birit~~**
@Danalingga
yups ..
dan tiap-tiap dari kita sudah diberikan seperangkat peralatan dasar untuk mengenal-Nya, jika kita sudah jujur dalam berusaha tetapi salah, maka dipersilakan untuk menuntut-Nya ke muka pengadilan. walaupun sebaiknya sih diselesaikan dengan kekeluargaan *joke*
@syahbal
ya … betul.
tapi kadang kita juga bertindak sembrono, meletakkan orang lain diantara hubungan kita dengan Tuhan, mendistorsi fungsi Tuhan, mengangap bahwa kita tidak mampu berhubungan dengan Tuhan tanpa perantaraan orang tersebut. ini yang harus sedapat mungkin dihindarkan.
Yah, berapapun jumlahnya, yang jelas akan bertambah satu, karena saya akan naik tahta jadi Tuhan jugak…
Saya sih nunggu hasilnya aja zieb.
Gimana kalau direferendum aja, Tuhan mana yang paling bener, eh populer…
Tuhan yang kalah suara SMS dieliminasi, eh dijemput pulang….
Duh.. jadi kesimpulannya apa nih? Jadi bikin kuis sms atau kontes pemilihan Tuhan? Atau gimana?
@hariadhi & @Guh
Saya juga nggak tahu mo digimanin. Mo bikin kuis SMS ya silahkan deh.
koq repot2 ngomong bilangan untuk tuhan?? manneeee akalnyeee!!/
buat saya mah tuhan itu berdiri sendiri,tiada beranak juga tidak diperanakan,maha suci (subhanllah),tidak berbilang, tapi suka bilangin lewat perantara sifatNya.
mohon arahan kang mas dana yang udeh sunyi dalam kesendirian ( ga papa sekalipun ungkapan itu SALAH )
ketika aku membaca hampir semua artikel yang kang mas suguhkan…mulailah aku masuk dalam alam kesendirianmu,begitu gamblang tampa penghalang, begitu bermakna walau tak banyak yang mendapatkan makna, kecuali orang2 yang TAU DIRI.
sejenak kujajaki arti dari sebuah kata lalu sebuah ungkapan kemudian sebuah cerita dan akhirnya rangkuman semua cerita hingga tersimpulkan menjadi….
engkau..ibarat air didaun talas yang terbang melayang di atas awan…..???
> air..laksana samudra……,
> daun ibarat rimba belantara…., hanya masih ada yang belum mewakili 2 unsur yang tersisa yaitu udara dan tanah.
>> ketika si bashar merasa menyatu dengan sang SATU itukan baru rasa ( baru seakan akan )
>> ketika seorang pemuda berantakan menjadi seorang perlente dan KLIMIS..
apakah itu semua menjadi akhir dari sebuah perjalanan??
………Iam sorry…That only for our self………….
menjadi bermanfaat untuk yang banyak.
so…aku ingin masuk lebih dalam untuk menyibak hal hal yang belum tersibak dalam pribadimu,agar aku dapat segera dapat menindentifikasi jalan PULANG.
Jadi sebenarnya Tuhan dapat dihitung nggak?
AH nanti dur tasal sul lo mas….
maksudnya? *bingung*
Tuhan benar satu di dalam ajaran Islam… coba mas baca di al quran surat al ikhlas.. buat yang beragama lain bahwa adanya Tuhan selain Allah itu marupakan kepercayaan yg di pegang oleh masing2 individu..
baca surat al-kafirun
klo menurut mas tuhan itu ada berapa?? tuhan itu ada apa tidak??
:;sudah ketemu jumlahnya Dan…, tuh kamu dibaca ama razuka…kayaknya pintumu terbuka banget, kayak lagi di salib…
@trizna
Oh, kata kitab suci toh. Tapi beneran disebut satu atau cuma diterjemahkan sebagai satu ya?
@zal
Waduh, disalib saya takut zal. *kaboor dulu*
kata kitab suci toh???maksudnya??
ya satu.. menurut mas ada brapa???!!!
3 PERTANYAAN 1 TAMPARAN
Ada seorang pemuda yang lama sekolah
di luar negeri, kembali ke tanah air.
Sesampainya di rumah ia meminta kepada
orang tuanya untuk mencari seorang
guru agama, kiyai atau siapa saja yang
bisa menjawab 3 pertanyaannya.
Akhirnya orang tua pemuda itu
mendapatkan orang tersebut, seorang
kiyai.
Pemuda : Anda siapa dan apakah bisa
menjawab pertanyaan-pertanya an saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan
izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan
anda.
Pemuda : Anda yakin? Sedangkan
Profesor dan ramai orang yang pintar
tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh
kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:
1. Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan
wujud Tuhan kepada saya
2. Apakah yang dinamakan takdir
3. Kalau syaitan diciptakan dari api
kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat
dari api, tentu
tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab
mereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir
sejauh itu?
Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi
pemuda tadi dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa
anda marah kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah…Tamparan
itu adalah jawaban saya atas 3
pertanyaan yang anda ajukan kepada
saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak
mengerti.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan
saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan
sakit.
Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit
itu ada?
Pemuda : Ya!
Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit
itu!
Pemuda : Saya tidak bisa.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan
pertama…kita semua merasakan
kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat
wujudnya.
Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh
anda akan menerima tamparan dari saya
hari ini?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.
Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang
saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit
Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan
saya?
Pemuda : Sakit.
Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan
dari api dan neraka juga terbuat dari
api, jika Tuhan menghendaki maka
neraka akan menjadi tempat yang
menyakitkan untuk syaitan.
@trizna
Jika kata kitab suci berarti anda tidak bisa mengajarkan cara menghitungnya kan?
@Q_WAY
Keknya nggak ada hubungannya deh.
Tuhan jumlahnya Tiada berbilang tapi jika ada yang ingin membilang silahkan bilangin aja, kepada orang yang suka dengan bilangan hukumnya absolut bahwa dia itu ESA
Kalau belum bisa melihat Tuhan yang ASLI,
Ya lihat perwujudan “Tuhan” dulu..
Biasanya lewat Sang Mursyid.
Temuilah Dia yang telah berwujud..
Nanti Dia akan mengantarkanmu menuju yang Asli.
Yaitu di dalam dirimu sendiri.
Om Mani Padme Hum. “Aku bersujud kepada Mutiara yang ada di dalam hatiku”
Manusia tidak memiliki kesanggupan untuk menghitung Tuhan, dan memang tidak perlu dihitung. Tuhanlah yang menyatakan dirinya kepada manusia melalui nabi-nabi dan kitab-kitabNya: Tuhan itu Esa.
Jangan bingung dan membingungkan diri dengan pengertian dari “ESA” itu, karena yang terpenting dari pengertian kata “Esa” itu adalah “Tidak menduakan” Tuhan itu.
Pengertian dari menduakan Tuhan adalah:
1. Di satu sisi kita percaya kepada Tuhan, tetapi di sisi lain kita percaya akan kekuatan kekuatan gaib duniawi, atau kita melupakan Tuhan dengan mengandalkan kekuatan dan harta kita.
2. Sebagai ganti menyembah Tuhan, kita menyembah ciptaanNya, dengan cara menentukan sendiri dewa yang akan kita sembah, misalnya “Dewa Glaxy”, “Dewa Bimasakti”, “Dewa Universe”, dll.
heran///
koq bisa belum ketemu wujud mau berhitung….itukan fatamorgana.
bersatu dulu baru berhitung,koq pada makin keblinger”"???/.
@razuka
Hem… berarti suka suka.
@Rustan
Sip. Namaste.
@Humbang Hasundutan
Oh, ternyata bisa juga dipandang begitu ya? Jadi ternyata esa itu cuma simbolik saja. *manggut-manggut*
@razuka
Hem… siapa yang dah keblinger? Dikasih tahu donk biar pada sadar.
klo tuhan dapat di hitung gaa ada bedanya tuhan ma manusia ma mhkluk hidup laenya..
Pertanyaan Om Dana, sebenarnya jawaban-Nya ada pada diri masing-masing, sebagaimana Allah memperkenalkan diri-Nya kepada diri masing-masing. kalau berdasar text book iya satu, berdasar kata orang bisa berbeda-beda, tergantung sejauh mana keyakinan itu tertanam di masing-masing pribadi. Pertanyaan ini sebenarnya dapat digunakan sebagai introspeksi diri untuk lebih mengenal-Nya.
Pemahaman saya sampai saat ini :
Allah itu Tunggal (Esa) dalam Dzat, Sifat, dan Perbuatannya. Penyebutan Satu hanyalah penyederhanaan saja yang sebenarnya tidak tepat, karena secara matematika satu ternyata masih tersusun dari bilangan pecahan yang lain. Allah bukan seperti itu. Allah itu Tunggal dalam Dzat-Nya.
Allah Maha Kaya, berbeda dengan Dana Yang Kaya. Kaya-Nya Allah bukan sifat yang disandangkan kepada-Nya, karena Kekayaan itu ya Allah sendiri. Beda dengan kekayaannya Om Dana, kalau kekayaan Om Dana dicabut, maka orang lain mengatakan Om Dana sedang kehilangan kekayaan.
… satu / ESA / TUNGGAL NYA tuhan bukan difahami dari pengamatan… tapi dari RASA yang HAQ…
Kalo masih dari “katanya”, itu mah… menebak-nebak.
LIEUR… kalo hasil nebak-nebak / “katanya” dijadikan landasan IMAN.
salam
ahhh enak nya hidup ini….
loh ada yang lagi bahas jumlah Tuhan ya??
pusing2 amat, selama masih dikasih nyawa ama Tuhan buat apa mikirin jumlah nya. ibarat kita anak buah, Tuhan adalah bos, selama bos masih gaji kita, buat apa kita mikirn bos ada berapa kek, 100 kek, 1 kek, 2,3kek, kakek kek…hehehhe
dasar2 manusia selalu tidak puas…
yang penting percaya kalo Tuhan itu 100000% pasti ADA…
@trizna
Sepertinya memang begitu.
@Faubell
Jadi kira kira tahu nggak kenapa disebut satu?
@abahdedhot
Lah, kalo belum ketemu kan nebak aja bah. Biar nggak terlalu malu.
@dimas
Bagus juga kalo gitu.
@mas dana
waduh… bener juga mas. takut malu sama bulu… yah..???
Wah… ada yang dikasih akal, tapi malah dipake buat mikirin isi perut doang, kok malah dibilang bagus…??? suruh dibuang aja tuh akalnya, mas…
salam
@Dana
Karena Existensi yang ada sesungguhnya hanya satu, yaitu Allah, Tiada Tuhan selain Allah.
@abahdedhot
Yah, silahkan abah nasehatin deh. Saya masih trauma soalnya bah. Jadi saya bilang bagus aja. Lebih bagus dibanding anarkis.
Eh, tapi kalo makan doank nggak perlu akal apa ya?
@Faubell
Tahu darimana eksitensi itu cuma satu? Dah dihitung belon?
@Dana
D: Sudah tahu…masih nanya juga Mas Dana ini.
Waduh?! *garuk garuk kepala*
wah..kenapa pada semua berpikiran logika..?
pikiran dengan sekuat apapun nggak akan mampu mengetahui dan memmahami keberadaannyam, karena itu di LUAR PIKIRAN.
Semua Nama, kata, satu ataupun banyak dibuat oleh pikiran manusia..
daripada berpikiran ribet lebih baik renungkan.. dengan Hati yang dalam , dengan rasa dan intelek, maka anda akan menemukan jawabanNya..
Tuhan itu ada/tidak, satu/banyak..semuanya benar.
Tuhan Satu jika pikiran terfokus pada yang satu.. dan nggak akan ada duanya. Seperti Bumi yang terbuat dari berbagai macam unsur..(hanya satu bumi nggak ada duanya) dan begitupula perluasannya sampai ke alam semesta.
Tuhan itu banyak jika kita memecah pikiran kita pada semua objek.
Sebut saja Bumi..di dalam bumi ada banyak manusia,Hewan,tumbuhan dll..
Semua itu adalah Tuhan..(Tuhan yang telah dipisah-pisahkan) atau yang sering disebut Tuhan Individu.
Seperti kita mencelupkan air samudra dalam Botol.. air yang dalam botol adalah sama dengan air yang ada di samudra..hanya kwalitas dan kwantitas yang berbeda.
@Watonist
Descrates ngomong gitu ya? tak kira cuma aku yg ngrasa Cogito ergo sum.
@Q_Way, Watonist
Tuhan = Rasa ?
@danalingga
Rasa bisa diitung ndak pak?
@daenglimpo
idem
@just me
saya ndak berani mengungkapkannya seperti itu, karena bisa jadi rasa saya dan rasa anda atau rasa mereka berbeda.
jadi silakan dirasakan masing-masing, Tuhan ndak akan bohong.
@Watonist
that is the point
laa illaha ilalloh…. eh gitu yah nulisnya…?
Kalian seperti orang yang memperebutkan pepesan kosong. Mengapa kalian bicara asal bunyi? Jika kita beragama (agama apa saja), tentunya kita punya kitab (panduan). Nah, kenapa tidak kita gunakan kitab panduan keagamaan itu sebagai referensi? Agama apapun pasti akan mengklaim bahwa kitab (agama)nya adalah Firman Tuhan. Nah, kalau Tuhan berbicara melalui kitab tsb. (makanya disebut Firman Tuhan), tentunya Ia bermaksud agar manusia mahluk yang diciptakanNya itu mengenal Dia yang menciptakannya.
Maka, terlepas dari agama apa kita ini, jika anda memang punya Kitab i.e. AQ, Al Kitab, dst.. carilah referensi tentang Tuhan kalian berdasarkan firmanNya dari Kitab yang anda gunakan. Ada kata bijak berbunyi, “Janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri”.