Tentang Nikah Beda Agama

Nikah beda agama merupakan bahasan yang sangat menarik di Indonesia yang pluralis religius ini. Betapa mata kepala saya sendiri menjadi saksi bahwa sungguh sulit mewujudkan nikah beda agama dalam tatanan masyarakat sekarang seperti di Indonesia saat ini. Betapa memang korupsi lebih bisa diterima dibandingkan dengan pernikahan beda agama. Setidaknya ada tiga orang yang saya tahu terlibat kasus hendak melakukan nikah beda agama ini. Dan sungguh menyedihkan, bahwa ternyata ketiga-tiganya harus merelakan cinta mereka demi kebahagiaan keluarga. Terutama demi orang tua. Walau kadang terpikir juga kalo hal tersebut hanyalah soal memilih berhala cinta atau berhala ego orang sekitar. Tapi sudahlah, itu soal lain lagi.

Sekarang mari kita fokuskan mengenai nikah beda agama saja. Saya akan mencoba membahas mengenai nikah beda agama ini ditinjau dari kekristenan. Adapun biasanya ayat yang diajukan untuk menentang pernikahan beda agama oleh yang mengaku sebagai kristen adalah :

2Kor. 6:14

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Asumsi yang digunakan berdasarkan ayat ini adalah bahwa setiap orang yang tidak beragama Kristen maka dia berada dalam gelap. Jadi implikasinya adalah jelas dilarang untuk nikah dengan pasangan diluar agama Kristen.. Sebab orang yang diluar agama kristen berarti pastilah di sisi gelap itu. Yah, sepertinya memang hal ini sudah umum di berbagai agama. Bahwa hanya agamanya sajalah yang terang itu. Tapi sudah jelas dari tulisan-tulisan saya selama ini kalau saya sangat tidak menyetujui hal tersebut. Alasan saya adalah semua ternyata berasal dari cahaya yang sama, hanya saja bentuk wadahnya yang berbeda.

Ok, sebaiknya kita kembali ke tentang ayat mengenai nikah beda agama diatas. Saya seperti biasanya mempunyai asumsi sendiri mengenai ayat tersebut. Bahwa pertama adalah Kristen itu bukan berarti orang yang beragama Kristen, tapi lebih kepada pengikut Kristus (Yesus) . Dan kebetulan bagi saya pengikut kristus itu bukan soal aku-mengakui Yesus itu sebagai Tuhan atau tidak. Melainkan bahwa mengikuti yang diteladankan oleh Yesus itu sendiri maka sudah layak disebut pengikut Kristus alias seorang Kristen. Lagian di ayat tersebut juga disebutkan soal percaya. Nah kalo meneladani Yesus, kan berarti termasuk mempercaiNya. Itu sih menurut saya. Dan sayangnya saya memang bukan orang yang mewakili gereja. Tapi sepembacaan saya hal seperti asumsi saya diataslah yang melatar belakangi gereja katolik mengakui adanya keselamatan diluar gereja. Jadi asumsi saya nggak ngawur bangetlah. ;)

Dan implikasi dari pendapat saya tersebut, maka label agama tidak dapat menentukan soal terang dan gelap itu. Melainkan hanya dapat ditentukan dari tingkah laku atau yang disebut sebagai tindakan. Jadi ayat tersebut bukan ditujukan terhadap beda agama. Melainkan lebih kepada soal kecocokan diantara kedua pasangan jika ingin membangun bahtera rumah tangga. Toh, nasehat ini sudah umum bukan? Sebab orang-orang tua juga pasti memberikan nasehat seperti hal tersebut.

Sebenarnya saya sangat setuju dengan ayat di atas dalam hal nasehatnya bahwa sebaiknya memang mencari orang yang seimbang sebagai pasangan. Seimbang disini berarti pasangan adalah seorang yang cocok dengan kita. Jadi memang secara awam agak sulit cocok jika pasangan mempunyai keyakinan yang berbeda. Tapi sekali lagi saya tekankan bahwa bagi saya keyakinan itu tidak bisa dilihat dari label agamanya.

66 Tanggapan ke “Tentang Nikah Beda Agama”


  1. 1 yang lagi bingung... Agustus 6, 2008 pukul 11:44 am

    ada nggk yah gereja yang mau melakukan pemberkatan nikah beda agama? and apakah ybs harus melakukan prosesi sebelum menikah (mis: baptis, sidi,dll)???

  2. 2 Ferry September 6, 2008 pukul 10:25 pm

    Inilah ketika manusia tidak sadar akan besarnya karunia Tuhan, manusia seakan menjadi Tuhan yang dengan mudah menilai suatu hal menjadi suatu dosa besar…
    dalam kasus saya, saya seorang katolik mencintai muslimah, kalo mau ditanya sapa yang mau saya yg katolik dipertemukan dengan seorang muslim 2th lalu…sapa yang mau menjadi menderita begini…toh 2th lalu dalam pertemuan kami, saya yakin semua kehendak Tuhan, dan saat ini saya yakin Tuhan mau menguji kami apakah perbedaan ini dapat kami lalui dengan indah ataukah aturan Manusia yang akan menindas kami…
    bicara tentang Dosa…kalau karna pernikahan kami yang berbeda, saya yakin dengan niat mulia kami berdua, pasti Tuhan kasi jalan…
    Urusan dosa adalah urusan keimanan setiap individu dengan perbuatan kebaikannya…sekarang Tuhan akan lebih sayang pada siapa, pada manusia dengan kadar iman tinggi (sholat 5 waktu or rajin greja) tetapi dengan tingkat sosial dengan sesama yang sangat buruk ataukah pada manusia dengan kadar iman biasa namun memiliki tingkat sosial tinggi, penuh kasih sayang pd sesama, saling menghargai dan toleransi tinggi??? anda mungkin akan bijak memilih ini…
    lalu dengan kasus saya, apakah lebih baik kami terpisahkan dengan dendam dalam diri seumur hidup ataukah kami bersatu dalam ikatan suci pernikahan??? Dosakah kami menikah, sucikah hidup dalam dendam????
    huffff……bahkan ketika matipun, surat nikah, KTP, ataupun harta gak satupun yang dibawa…hanya amal kebaikan yang akan ditanya di akhirat kelak,
    lalu adakah surga Islam, Surga Katolik, ataupun surga yang lain??? semua atas dasar amal kebaikan didunia, kita semua akan kekal di akhirat…
    semoga setiap manusia yang sudah merasa benar dirinya sehingga dapat mengkategorikan segala sesuatu itu dosa dan tidak berdosa akan segera sadar…urusan dosa adalah urusan setiap individu dengan Tuhan nya…dan kita pasti sangat tau, Tuhan itu Esa…

    Semoga ada jalan terang untuk kami berdua

    Wassalam

    Ferry dan Hera…
    bandung

  3. 3 Nika September 23, 2008 pukul 10:58 am

    Aku tertarik baca blog ini…
    Terus terang,aku juga lagi bingung..aku seorang Katolik dan pacarku seorang Muslim.. Udah 2x aku pacaran beda agama… Ga tau kenapa,aku malah ngerasa nyaman dengan mereka…artinya cinta&sayangnya bener2 tulus…
    Aku pgn menjalani nikah beda agama…walau tidak dalam wktu dkt ini.. Tapi bgmn cara meyakinkan orang tua&keluarga besarku? Trus buat yang udah menjalani nikah beda ini, aku pgn sharing dari kalian…sapa tau bisa menguatkan aku dan niatku ini!!
    Oya, buat “yang lagi bingung”, setau aku bisa koq nikah beda agama di gereja..ga harus babtis..tapi cm pemberkatan aja… Sdrku ada yang gt…malah dia nikah di 2 tempat,KUA en gereja..
    Buat Mas Ferry,aku setuju banget ma tulisanmu itu.. Semoga Tuhan beri jalan yang terbaik buat qt yak! GBU all..

  4. 4 ali vikram Oktober 23, 2008 pukul 9:36 am

    saya nikah beda agama istri saya muslim dan saya nonmuslim istri saya bahagia sekali karena semua keluarga besar saya menyayanginya. Dan saya pun memberikan kesempatan kepadanya untuk sholat dan puasa. Tetapi pihak keluarga istri saya terus memaksa saya utk nikah secara muslim tetntunya di KUA dengan mengucapkan kalimat syahadat. Saya Bersaksi dstnya….dan selalu menganggap perkawinan kami zinah. Pertanyaannya a.l. :
    1. Dapatkan saya bersaksi untuk hal yang tidak saya ketahui misalnya tiada tuhan selain Allah dstnya.
    2. Kalau itu dianggap zinah dan masuk neraka dapatkah saya minta biar semua dosa dan neraka karena perkawinan tsb saya tanggung sendiri untuk sorganya isteri saya terutama orang tuanya.
    mohon pencerahan. Matur nuwun.

  5. 5 radasusah Oktober 23, 2008 pukul 2:19 pm

    Kenapa sih harus nikah ??
    saya kira sih orang mau nikah karena mau ngikutin perintah agamanya.Nha kalau mau ngikutin ya tinggal ikutin aja.Misalnya agama bilang nikah harus satu agama ya tinggal lakuin.Kalau emang gak mau ikut aturan agama, ya nggak usah nikah aja tho?

  6. 6 light Oktober 29, 2008 pukul 10:05 pm

    Wah seru juga neh bacanya, hehehe…tapi jujur aja saya baru aja jadi salah satu orang yang jadi korban kekerdilan memaknai agama. Begini beberapa waktu yang lalu saya pernah suka sama teman saya seorang perempuan kristian, tapi ga berlangsung lama karena teman saya ini sepertinya sangat tidak yakin kalo seandainya hubungan kami akan berlanjut, puncaknya dia mengeluarkan penyataan yang isinya permohonan maaf karena kami berbeda agama dan ngga akan mungkin kami bisa bersatu. Awalnya syok juga saya menerima pernyataan itu, mengingat pada awalnya dia tidak pernah menyinggung perbedaan itu, dan saya sangat menikmati pertemanan istimewa itu.
    Dan saya pun berfikir yah udah mau diapain lagi kalo ujungnya akan begini, saya bisa merasakan kalo dia juga sayang sama saya, begitu juga saya kepada dia. Sampai saat ini pun dia belum menikah dengan laki laki lain, dan saya juga demikian. Biarlah waktu yang akan berbicara, dan saya percaya sama Tuhan karena dia akan memberikan pilihan yang terbaik kepada setiap umatnya (tidak perduli umatnya beragama Islam, kristen, katolik,atau yang lainnya)dan yang paling penting sangat saya syukuri adalah saya masih diberikan kewarasan dalam berfikir (ngga gila)gara-gara hanya karena cinta. Saya berharap suatu saat nanti dia dan saya akan kembali bersama lagi, sukur sukur bisa sampai ke jenjang pernikahan (ga tahu deh nikahnya di mana) walaupun kami beda agama. Habis mau ke KUA juga ga akan yakin bisa.

  7. 7 cah_mbilung Nopember 3, 2008 pukul 9:27 pm

    akhirnya……
    aku mendapatkan teman yang merasakan seperti yang aku rasakan sekarang ini…..
    banyak emang pertentangan2 tentang hub kami,banyak yang memberikan argumen agar hub. ini jangan lagi dilanjutkan

    ya…krn beda agama itu.. temanku menyarankan untuk tinggalkan aja…teman pacarku jg demikian…katanya mbok jdi orng hrz berfikir realistis..msh banyak yang seiman yang mau..ktnya..
    tapi mengapa berat rasanya…apakah ini hanya sebuah perturutan hawa nafsu ataukah memang ini jalanku yang harus dijalanu tapi berupa jalan lain yang melenceng dari hal yang lazim?
    kadang aku bertanya mengapa pertentangan-pertentangan muncul dengan alasan ketakutan bagaimana kelanjutan dalam kehidupanya kelak, misal bagaimana cara mendidik anaknya kelak..
    padahal kit hidup itu sepertinya sudah ada yang mengatur, kita tidak bisa melihat apa yang akan terjadi 5-10 th mendatang, betul to?

    APAKAH AKU YANG BODOH???? HARUS MENGENAL ORANG YANG BEDA KEYAKINAN.ATAUKAH INI SUATU ANUGRAH DAN MERUPAKAN BUKTI KEKUASAAN TUHAN…

    Matur nuwun…………………………..

  8. 8 Erwin & Peggy Desember 13, 2008 pukul 9:59 pm

    Saya beragama kristen dan calon istri saya beragama muslim, kami berencana awal taon depan untuk menikah secara muslim di KUA, di atas td ada komentar dari NIKA yang bilang bisa melakukan di 2 tempat KUA & gereja, kira2 KUA & gereja mana yang bisa melakukan pernikahan beda agama ya tanpa harus (sy) mengucap 2 kalimat syahadat dan (calon istri saya)tanpa harus dibaptis dulu..???dan untuk document kira2 dipersulit ga???apa aja syarat2nya??untuk siapa saja yang tau tentang informasi di atas mohon bantuannya??please….

  9. 9 burhanshadiq Januari 6, 2009 pukul 9:36 pm

    Manusia itu mahluk lemah, maka ia butuh meyakini keyakinan.
    saya muslim saya meyakini islam yang paling benar, berarti yang lain salah, dan itu tidak masalah. Karena ini masalah keyakinan. Meyakini seperti ini bukan berati tidak toleran, karena masalah muamalah adalah masalah lain. Yang salah, yang beda, ya disikapi bagaimana sikap seharusnya. Agama lain juga saya pikir mengajarkan hal yang sama. Ini penting agar mereka tidak bingung untuk apa ada di dunia.

    Nah, kalau meyakini Islam sebagai dien, tentu saja harus islam (berserah diri) dengan aturan islam, tunduk, patuh, taat. karena ini soal keyakinan, yakin bahwa ada hari pembalasan, hari kiamat, akhirat, jannah wan naar (surga dan neraka) dan yakin bahwa setiap dosa ada itungannya. jadi kalao iman ini menentukan harus nikah dengan yang seiman ya dijalani saja dengan ikhlas, masalah cinta, harus diposisikan di bawah iman. karena cinta itu bisa dibiasakan, bisa dilatih, bisa ditumbuhkan dengan doa dan kasih sayang.
    jadi saya tidak setuju pernikahan dua orang yang berbeda agamanya. Kasihan mereka.

  10. 10 nunu Januari 23, 2009 pukul 1:08 pm

    gw lagi bingung nich….gw islam dan gw pacaran dgn non muslim (kristen) kami udah pacaran 3 tahun lebih dan kmren2 sih kami belom memikirkan ke arah pernikahan dan kami jalanin aja dulu,tapi lama kelamaan gw berfikir mau sampai kapan hubungan ini kaya gini trus ???????????

    setelah cwok gw ngomong sama ortu nya orang tuanya dan orang tua gw pun gk ada yg setuju dgn hubungan ini kalau salah satu kami harus ada yg mengalah,kalau gw yg mengalah gw akan di buang jauh2 dari klga gw dan bgtu pula cwok gw dia juga akan di buang2 jauh2…

    jadi gw sama dia speti gk ada jalan keluar lagi selain kita nikah beda agama,tapi bokapnya cwok gw malah gk setuju dgn itu dia malah nyurush cwok gw untuk jauhin gw dan pergi jauh ke kota laen??? memang cinta itu sulit di tebak kapan datang dan kapan pergi ??????????

    gw bingung harus gmna nich……………soalnya gw mau sih kehilangan dia dan gw juga pengennya sih kita satu walau kita beda iman..tq ya….

  11. 12 agiek April 13, 2009 pukul 3:54 pm

    @co-that
    hahahahahahaha curhat toh yud :D

  12. 13 Digen Mei 1, 2009 pukul 7:42 pm

    Salamu’alaikum (=Shalom alaikhem)

    Bahasa ibrani “Salom” di Arab jadi “Salam”, Bahasa Ibrani “Isho” (Yunani: Iesous, Yesus) di Arab jadi “Isa”. Itu semua hanya perbedaan bahasa (logat) belaka, tak ubahnya dengan si “Jaka” dan “Joko” atau si mas “Eka” dan mas “Eko”, hakikatnya sama saja.
    Menurut Nabi Muhammad: islam dan kristen (pengikut Yesus) itu SATU AGAMA. Itu akurat Al Qurani dan sesuai juga dengan hadits, lho!
    Bagi yang mau tahu lebih jelasnya, silakan baca aja buku tulisan Frans Donald yang judul ALLAH DALAM ALKITAB DAN ALQURAN. Sangat mencerahkan, kawan!
    dari apa yang saya sampaikan di atas tadi, intinya bagi pernikahan “beda agama” adalah: “Nikah Beda Agama? Siapa takut! YAng bilang islam kristen beda agama itu hanya orang-orang yang belum memahami benar hakikat dari agama islam/kristen”. Ingatlah kawan, Muhammad bilang: Agamanya Yesus sama dengan agama Muhammad, jadi agamanya pengikut Yesus ya hakikatnya juga sama dengan agamanya pengikutnya Muhammad.

    Oya, buku ALLAH DALAM ALKITAB DAN ALQURAN tulisan Frans Donald ada di toko-toko buku kok, buruan yang ngerasa islam or kristen cepetan simak ya, biar dapat pencerahan kayak saya juga. Di situ penulisnya juga bisa dihubungi, ia mencantumkan no HP dan email pada buku tsbt.
    salam, …

  13. 14 ari Mei 11, 2009 pukul 7:07 pm

    Salam,

    Menurut pandangan saya :

    Agama = Ageman / Pegangan hidup / Rambu” dlm hidup / Ketentuan” yg terdapat di dalam Kitab Suci yg dtg dari Allah melalui RasulNya untuk manusia beragama.

    Manusia = Hamba / HambaNya yg meng Hamba kepada Tuhan

    Manusia & Agama = Manusia Beragama ( Tentunya Manusia yg akan mengikuti Agama / Ageman / Pegangan hidup / Rambu” dlm hidup / Ketentuan” yg terdapat di dalam Kitab Suci.

    Bila manusia tdk mengindahkan / patuh akan hal tersebut yg terdapat di dlm Kitab Suci, maka jwbnya :……. Kita bs Jwb sendiri. ( apakah jawabannya sesuai dgn yg ada di dlm Kitab Suci atau Jwbnya dari hasil Akal kita.

    Akal = Akal akalan, akal akalan manusia, hasil akal manusia bukan dari Kitab Suci & bukan dari Ketentuan Tuhan, maka ttg nikah beda agama tsbt…. kesimpulannya anda sudah menemukan jawabannya sendiri.

    W.salam

  14. 15 wong_katro Mei 17, 2009 pukul 6:25 pm

    beda agama ?
    kurasa bangsa kita ini malah nggak punya agama, hanya tertulis di ktp nggak tahu apa-apa tapi fanatik setengah mati. saling menyalahkan, saling menjelekkan, saling adu domba meski katanya sama-sama satu agama. apakah pantas kalian semua mengaku beragama?


  1. 1 Islam Seorang Steve Emmanuel « Pembawa Kabar Lacak balik pada Mei 26, 2008 pukul 12:05 pm

Tinggalkan Balasan




Menyiasati Jalan Hidup

AKU

Bermakna

Tanah Karo Simalem

Tanggalan

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Jejak Langkahku

counter

AddThis Social Bookmark Button