Tentang Nikah Beda Agama

Nikah beda agama merupakan bahasan yang sangat menarik di Indonesia yang pluralis religius ini. Betapa mata kepala saya sendiri menjadi saksi bahwa sungguh sulit mewujudkan nikah beda agama dalam tatanan masyarakat sekarang seperti di Indonesia saat ini. Betapa memang korupsi lebih bisa diterima dibandingkan dengan pernikahan beda agama. Setidaknya ada tiga orang yang saya tahu terlibat kasus hendak melakukan nikah beda agama ini. Dan sungguh menyedihkan, bahwa ternyata ketiga-tiganya harus merelakan cinta mereka demi kebahagiaan keluarga. Terutama demi orang tua. Walau kadang terpikir juga kalo hal tersebut hanyalah soal memilih berhala cinta atau berhala ego orang sekitar. Tapi sudahlah, itu soal lain lagi.

Sekarang mari kita fokuskan mengenai nikah beda agama saja. Saya akan mencoba membahas mengenai nikah beda agama ini ditinjau dari kekristenan. Adapun biasanya ayat yang diajukan untuk menentang pernikahan beda agama oleh yang mengaku sebagai kristen adalah :

2Kor. 6:14

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Asumsi yang digunakan berdasarkan ayat ini adalah bahwa setiap orang yang tidak beragama Kristen maka dia berada dalam gelap. Jadi implikasinya adalah jelas dilarang untuk nikah dengan pasangan diluar agama Kristen.. Sebab orang yang diluar agama kristen berarti pastilah di sisi gelap itu. Yah, sepertinya memang hal ini sudah umum di berbagai agama. Bahwa hanya agamanya sajalah yang terang itu. Tapi sudah jelas dari tulisan-tulisan saya selama ini kalau saya sangat tidak menyetujui hal tersebut. Alasan saya adalah semua ternyata berasal dari cahaya yang sama, hanya saja bentuk wadahnya yang berbeda.

Ok, sebaiknya kita kembali ke tentang ayat mengenai nikah beda agama diatas. Saya seperti biasanya mempunyai asumsi sendiri mengenai ayat tersebut. Bahwa pertama adalah Kristen itu bukan berarti orang yang beragama Kristen, tapi lebih kepada pengikut Kristus (Yesus) . Dan kebetulan bagi saya pengikut kristus itu bukan soal aku-mengakui Yesus itu sebagai Tuhan atau tidak. Melainkan bahwa mengikuti yang diteladankan oleh Yesus itu sendiri maka sudah layak disebut pengikut Kristus alias seorang Kristen. Lagian di ayat tersebut juga disebutkan soal percaya. Nah kalo meneladani Yesus, kan berarti termasuk mempercaiNya. Itu sih menurut saya. Dan sayangnya saya memang bukan orang yang mewakili gereja. Tapi sepembacaan saya hal seperti asumsi saya diataslah yang melatar belakangi gereja katolik mengakui adanya keselamatan diluar gereja. Jadi asumsi saya nggak ngawur bangetlah. ;)

Dan implikasi dari pendapat saya tersebut, maka label agama tidak dapat menentukan soal terang dan gelap itu. Melainkan hanya dapat ditentukan dari tingkah laku atau yang disebut sebagai tindakan. Jadi ayat tersebut bukan ditujukan terhadap beda agama. Melainkan lebih kepada soal kecocokan diantara kedua pasangan jika ingin membangun bahtera rumah tangga. Toh, nasehat ini sudah umum bukan? Sebab orang-orang tua juga pasti memberikan nasehat seperti hal tersebut.

Sebenarnya saya sangat setuju dengan ayat di atas dalam hal nasehatnya bahwa sebaiknya memang mencari orang yang seimbang sebagai pasangan. Seimbang disini berarti pasangan adalah seorang yang cocok dengan kita. Jadi memang secara awam agak sulit cocok jika pasangan mempunyai keyakinan yang berbeda. Tapi sekali lagi saya tekankan bahwa bagi saya keyakinan itu tidak bisa dilihat dari label agamanya.

About these ads

128 Responses to “Tentang Nikah Beda Agama”


  1. 1 yang lagi bingung... Agustus 6, 2008 pukul 11:44 am

    ada nggk yah gereja yang mau melakukan pemberkatan nikah beda agama? and apakah ybs harus melakukan prosesi sebelum menikah (mis: baptis, sidi,dll)???

  2. 2 Ferry September 6, 2008 pukul 10:25 pm

    Inilah ketika manusia tidak sadar akan besarnya karunia Tuhan, manusia seakan menjadi Tuhan yang dengan mudah menilai suatu hal menjadi suatu dosa besar…
    dalam kasus saya, saya seorang katolik mencintai muslimah, kalo mau ditanya sapa yang mau saya yg katolik dipertemukan dengan seorang muslim 2th lalu…sapa yang mau menjadi menderita begini…toh 2th lalu dalam pertemuan kami, saya yakin semua kehendak Tuhan, dan saat ini saya yakin Tuhan mau menguji kami apakah perbedaan ini dapat kami lalui dengan indah ataukah aturan Manusia yang akan menindas kami…
    bicara tentang Dosa…kalau karna pernikahan kami yang berbeda, saya yakin dengan niat mulia kami berdua, pasti Tuhan kasi jalan…
    Urusan dosa adalah urusan keimanan setiap individu dengan perbuatan kebaikannya…sekarang Tuhan akan lebih sayang pada siapa, pada manusia dengan kadar iman tinggi (sholat 5 waktu or rajin greja) tetapi dengan tingkat sosial dengan sesama yang sangat buruk ataukah pada manusia dengan kadar iman biasa namun memiliki tingkat sosial tinggi, penuh kasih sayang pd sesama, saling menghargai dan toleransi tinggi??? anda mungkin akan bijak memilih ini…
    lalu dengan kasus saya, apakah lebih baik kami terpisahkan dengan dendam dalam diri seumur hidup ataukah kami bersatu dalam ikatan suci pernikahan??? Dosakah kami menikah, sucikah hidup dalam dendam????
    huffff……bahkan ketika matipun, surat nikah, KTP, ataupun harta gak satupun yang dibawa…hanya amal kebaikan yang akan ditanya di akhirat kelak,
    lalu adakah surga Islam, Surga Katolik, ataupun surga yang lain??? semua atas dasar amal kebaikan didunia, kita semua akan kekal di akhirat…
    semoga setiap manusia yang sudah merasa benar dirinya sehingga dapat mengkategorikan segala sesuatu itu dosa dan tidak berdosa akan segera sadar…urusan dosa adalah urusan setiap individu dengan Tuhan nya…dan kita pasti sangat tau, Tuhan itu Esa…

    Semoga ada jalan terang untuk kami berdua

    Wassalam

    Ferry dan Hera…
    bandung

    • 3 Leodi Januari 2, 2010 pukul 3:01 pm

      tetap semanagat ya,,
      aku dukung memang urusan dosa hanya dia kita yang tau tpi kebahagian seseorang lebih utama,,

    • 4 pento Agustus 30, 2010 pukul 10:11 am

      memang tuhan itu esa , tapi kalau dalam kristen bukankah tuhan itu tiga ( trinitas )? ada tuhan Allah , tuhan yesus dan tuhan Bapa ? dan semuanya bukan satu tapi tiga yang berbeda ,jadi mana yang benar ?, dan ini membuktikan bahwa agama itu jelas berbeda , jadi benar pendapat orang tua kalau menikah itu harus yang seiman. Karna kristen yang sekarang sudah tidak sesuai dengan ajaran yang sebenarnya yang sudah banyak dirubah oleh kaum yahudi dan bangsa roma yang gemar berpesta dan cinta keduniawian , saya punya bukti otentik yang bisa menjelaskannya.

      • 5 anak tuhan Desember 6, 2010 pukul 12:16 pm

        SOK TAU KAU…………..TUHAN DMN 2 SATU ,

        • 6 Eyodia Mei 7, 2012 pukul 1:40 pm

          Yup setuju..

          “urusan dosa adalah urusan setiap individu dengan Tuhan nya…dan kita pasti sangat tau, Tuhan itu Esa…”

          Tuhan Memang cuma Satu.. hanya saja persepsinya saja artinya cara kita menyembah saja yang berbeda.. Toh sama2 mencari keslamatan..

          semoga ada jalan bagi orang2 yang saling mencintai tetapi berbeda keyakinannnya.. termasuk saya. amin

      • 7 anak tuhan Agustus 8, 2011 pukul 2:54 pm

        meskipun disebut tiga tapi Tuhan kami itu satu,,..

        ko juga 3 kan..?? tapi satu
        tubuh , jiwa dan roh ada 3 tapi sebenarnya 1…

        itulah TUhan kami …

        • 8 melati Oktober 9, 2011 pukul 12:58 pm

          Ya benar….manusia memang satu tapi terdiri dari 3 (tubuh, jiwa dan roh) namun perlu kita manusia adalah makhluk (yang diciptakan) bukan khalik (Sang pencipta) yang maha esa, tidak tertandingi oleh apapun dan tidak ada yang menyamai. so bagaimana mungkin pencipta sama dengan yang diciptakan (tubuh, jiwa dan roh).

    • 9 welni Agustus 31, 2012 pukul 2:09 pm

      AMIN……saya doakan smoga langgeng di dunia sampe di akhirat. Tuhan itu baik dengan semua orang tanpa kecuali, Tuhanlah yang melihat hati kita. Karen saya juga mengalami hal yang sama dengan apa yang anda alami.

  3. 10 Nika September 23, 2008 pukul 10:58 am

    Aku tertarik baca blog ini…
    Terus terang,aku juga lagi bingung..aku seorang Katolik dan pacarku seorang Muslim.. Udah 2x aku pacaran beda agama… Ga tau kenapa,aku malah ngerasa nyaman dengan mereka…artinya cinta&sayangnya bener2 tulus…
    Aku pgn menjalani nikah beda agama…walau tidak dalam wktu dkt ini.. Tapi bgmn cara meyakinkan orang tua&keluarga besarku? Trus buat yang udah menjalani nikah beda ini, aku pgn sharing dari kalian…sapa tau bisa menguatkan aku dan niatku ini!!
    Oya, buat “yang lagi bingung”, setau aku bisa koq nikah beda agama di gereja..ga harus babtis..tapi cm pemberkatan aja… Sdrku ada yang gt…malah dia nikah di 2 tempat,KUA en gereja..
    Buat Mas Ferry,aku setuju banget ma tulisanmu itu.. Semoga Tuhan beri jalan yang terbaik buat qt yak! GBU all..

  4. 15 ali vikram Oktober 23, 2008 pukul 9:36 am

    saya nikah beda agama istri saya muslim dan saya nonmuslim istri saya bahagia sekali karena semua keluarga besar saya menyayanginya. Dan saya pun memberikan kesempatan kepadanya untuk sholat dan puasa. Tetapi pihak keluarga istri saya terus memaksa saya utk nikah secara muslim tetntunya di KUA dengan mengucapkan kalimat syahadat. Saya Bersaksi dstnya….dan selalu menganggap perkawinan kami zinah. Pertanyaannya a.l. :
    1. Dapatkan saya bersaksi untuk hal yang tidak saya ketahui misalnya tiada tuhan selain Allah dstnya.
    2. Kalau itu dianggap zinah dan masuk neraka dapatkah saya minta biar semua dosa dan neraka karena perkawinan tsb saya tanggung sendiri untuk sorganya isteri saya terutama orang tuanya.
    mohon pencerahan. Matur nuwun.

  5. 17 radasusah Oktober 23, 2008 pukul 2:19 pm

    Kenapa sih harus nikah ??
    saya kira sih orang mau nikah karena mau ngikutin perintah agamanya.Nha kalau mau ngikutin ya tinggal ikutin aja.Misalnya agama bilang nikah harus satu agama ya tinggal lakuin.Kalau emang gak mau ikut aturan agama, ya nggak usah nikah aja tho?

  6. 20 light Oktober 29, 2008 pukul 10:05 pm

    Wah seru juga neh bacanya, hehehe…tapi jujur aja saya baru aja jadi salah satu orang yang jadi korban kekerdilan memaknai agama. Begini beberapa waktu yang lalu saya pernah suka sama teman saya seorang perempuan kristian, tapi ga berlangsung lama karena teman saya ini sepertinya sangat tidak yakin kalo seandainya hubungan kami akan berlanjut, puncaknya dia mengeluarkan penyataan yang isinya permohonan maaf karena kami berbeda agama dan ngga akan mungkin kami bisa bersatu. Awalnya syok juga saya menerima pernyataan itu, mengingat pada awalnya dia tidak pernah menyinggung perbedaan itu, dan saya sangat menikmati pertemanan istimewa itu.
    Dan saya pun berfikir yah udah mau diapain lagi kalo ujungnya akan begini, saya bisa merasakan kalo dia juga sayang sama saya, begitu juga saya kepada dia. Sampai saat ini pun dia belum menikah dengan laki laki lain, dan saya juga demikian. Biarlah waktu yang akan berbicara, dan saya percaya sama Tuhan karena dia akan memberikan pilihan yang terbaik kepada setiap umatnya (tidak perduli umatnya beragama Islam, kristen, katolik,atau yang lainnya)dan yang paling penting sangat saya syukuri adalah saya masih diberikan kewarasan dalam berfikir (ngga gila)gara-gara hanya karena cinta. Saya berharap suatu saat nanti dia dan saya akan kembali bersama lagi, sukur sukur bisa sampai ke jenjang pernikahan (ga tahu deh nikahnya di mana) walaupun kami beda agama. Habis mau ke KUA juga ga akan yakin bisa.

  7. 21 cah_mbilung November 3, 2008 pukul 9:27 pm

    akhirnya……
    aku mendapatkan teman yang merasakan seperti yang aku rasakan sekarang ini…..
    banyak emang pertentangan2 tentang hub kami,banyak yang memberikan argumen agar hub. ini jangan lagi dilanjutkan

    ya…krn beda agama itu.. temanku menyarankan untuk tinggalkan aja…teman pacarku jg demikian…katanya mbok jdi orng hrz berfikir realistis..msh banyak yang seiman yang mau..ktnya..
    tapi mengapa berat rasanya…apakah ini hanya sebuah perturutan hawa nafsu ataukah memang ini jalanku yang harus dijalanu tapi berupa jalan lain yang melenceng dari hal yang lazim?
    kadang aku bertanya mengapa pertentangan-pertentangan muncul dengan alasan ketakutan bagaimana kelanjutan dalam kehidupanya kelak, misal bagaimana cara mendidik anaknya kelak..
    padahal kit hidup itu sepertinya sudah ada yang mengatur, kita tidak bisa melihat apa yang akan terjadi 5-10 th mendatang, betul to?

    APAKAH AKU YANG BODOH???? HARUS MENGENAL ORANG YANG BEDA KEYAKINAN.ATAUKAH INI SUATU ANUGRAH DAN MERUPAKAN BUKTI KEKUASAAN TUHAN…

    Matur nuwun…………………………..

  8. 22 Erwin & Peggy Desember 13, 2008 pukul 9:59 pm

    Saya beragama kristen dan calon istri saya beragama muslim, kami berencana awal taon depan untuk menikah secara muslim di KUA, di atas td ada komentar dari NIKA yang bilang bisa melakukan di 2 tempat KUA & gereja, kira2 KUA & gereja mana yang bisa melakukan pernikahan beda agama ya tanpa harus (sy) mengucap 2 kalimat syahadat dan (calon istri saya)tanpa harus dibaptis dulu..???dan untuk document kira2 dipersulit ga???apa aja syarat2nya??untuk siapa saja yang tau tentang informasi di atas mohon bantuannya??please….

  9. 23 burhanshadiq Januari 6, 2009 pukul 9:36 pm

    Manusia itu mahluk lemah, maka ia butuh meyakini keyakinan.
    saya muslim saya meyakini islam yang paling benar, berarti yang lain salah, dan itu tidak masalah. Karena ini masalah keyakinan. Meyakini seperti ini bukan berati tidak toleran, karena masalah muamalah adalah masalah lain. Yang salah, yang beda, ya disikapi bagaimana sikap seharusnya. Agama lain juga saya pikir mengajarkan hal yang sama. Ini penting agar mereka tidak bingung untuk apa ada di dunia.

    Nah, kalau meyakini Islam sebagai dien, tentu saja harus islam (berserah diri) dengan aturan islam, tunduk, patuh, taat. karena ini soal keyakinan, yakin bahwa ada hari pembalasan, hari kiamat, akhirat, jannah wan naar (surga dan neraka) dan yakin bahwa setiap dosa ada itungannya. jadi kalao iman ini menentukan harus nikah dengan yang seiman ya dijalani saja dengan ikhlas, masalah cinta, harus diposisikan di bawah iman. karena cinta itu bisa dibiasakan, bisa dilatih, bisa ditumbuhkan dengan doa dan kasih sayang.
    jadi saya tidak setuju pernikahan dua orang yang berbeda agamanya. Kasihan mereka.

  10. 24 nunu Januari 23, 2009 pukul 1:08 pm

    gw lagi bingung nich….gw islam dan gw pacaran dgn non muslim (kristen) kami udah pacaran 3 tahun lebih dan kmren2 sih kami belom memikirkan ke arah pernikahan dan kami jalanin aja dulu,tapi lama kelamaan gw berfikir mau sampai kapan hubungan ini kaya gini trus ???????????

    setelah cwok gw ngomong sama ortu nya orang tuanya dan orang tua gw pun gk ada yg setuju dgn hubungan ini kalau salah satu kami harus ada yg mengalah,kalau gw yg mengalah gw akan di buang jauh2 dari klga gw dan bgtu pula cwok gw dia juga akan di buang2 jauh2…

    jadi gw sama dia speti gk ada jalan keluar lagi selain kita nikah beda agama,tapi bokapnya cwok gw malah gk setuju dgn itu dia malah nyurush cwok gw untuk jauhin gw dan pergi jauh ke kota laen??? memang cinta itu sulit di tebak kapan datang dan kapan pergi ??????????

    gw bingung harus gmna nich……………soalnya gw mau sih kehilangan dia dan gw juga pengennya sih kita satu walau kita beda iman..tq ya….

    • 25 Leodi Januari 2, 2010 pukul 3:06 pm

      betul kadang kita merenungi hidup ini kenapa ya mesti ada agama di saat kita mengalaminya,,yang jelas mesti ada yang mengalah 1 untuk kebahagian tersebut,

    • 26 Eyodia Mei 7, 2012 pukul 2:31 pm

      ada sedikit kemiripan dengan perjalanan saya..
      saat ini saya pacaran dengan cowok muslim awalnya kami belum memikirkan sampe ke pernikahan tapi lama2 pacar saya sadar kita mo sampe kapan begini terus. orang tua saya sudah tau pacar saya ini muslim dan respon mereka yah biasa aja namanya bergaul. tetapi orang tua pacar saya belum tau kalo sebenarnaya kita pacaran beda agama.
      nah pacar saya belum siap untuk bicara ke orang tuanya, dia takut ntar langsung di larang dan suruh bubaran saya.. kami sudah sering membicarakan mengenai pernikahan dan mengenai agama, menurut saya masing2 lebih baik dari pada kita harus meninggalkan keyakinan kita.
      nah apakah orang tua kami akan setuju?? jujur saya kurang yakin dengan orang tua dari pacar saya.. apakah mereka setuju atau tidak.
      semoga saya akan mendapatkan yang terbaik… amin

  11. 28 agiek April 13, 2009 pukul 3:54 pm

    @co-that
    hahahahahahaha curhat toh yud :D

  12. 29 Digen Mei 1, 2009 pukul 7:42 pm

    Salamu’alaikum (=Shalom alaikhem)

    Bahasa ibrani “Salom” di Arab jadi “Salam”, Bahasa Ibrani “Isho” (Yunani: Iesous, Yesus) di Arab jadi “Isa”. Itu semua hanya perbedaan bahasa (logat) belaka, tak ubahnya dengan si “Jaka” dan “Joko” atau si mas “Eka” dan mas “Eko”, hakikatnya sama saja.
    Menurut Nabi Muhammad: islam dan kristen (pengikut Yesus) itu SATU AGAMA. Itu akurat Al Qurani dan sesuai juga dengan hadits, lho!
    Bagi yang mau tahu lebih jelasnya, silakan baca aja buku tulisan Frans Donald yang judul ALLAH DALAM ALKITAB DAN ALQURAN. Sangat mencerahkan, kawan!
    dari apa yang saya sampaikan di atas tadi, intinya bagi pernikahan “beda agama” adalah: “Nikah Beda Agama? Siapa takut! YAng bilang islam kristen beda agama itu hanya orang-orang yang belum memahami benar hakikat dari agama islam/kristen”. Ingatlah kawan, Muhammad bilang: Agamanya Yesus sama dengan agama Muhammad, jadi agamanya pengikut Yesus ya hakikatnya juga sama dengan agamanya pengikutnya Muhammad.

    Oya, buku ALLAH DALAM ALKITAB DAN ALQURAN tulisan Frans Donald ada di toko-toko buku kok, buruan yang ngerasa islam or kristen cepetan simak ya, biar dapat pencerahan kayak saya juga. Di situ penulisnya juga bisa dihubungi, ia mencantumkan no HP dan email pada buku tsbt.
    salam, …

  13. 30 ari Mei 11, 2009 pukul 7:07 pm

    Salam,

    Menurut pandangan saya :

    Agama = Ageman / Pegangan hidup / Rambu” dlm hidup / Ketentuan” yg terdapat di dalam Kitab Suci yg dtg dari Allah melalui RasulNya untuk manusia beragama.

    Manusia = Hamba / HambaNya yg meng Hamba kepada Tuhan

    Manusia & Agama = Manusia Beragama ( Tentunya Manusia yg akan mengikuti Agama / Ageman / Pegangan hidup / Rambu” dlm hidup / Ketentuan” yg terdapat di dalam Kitab Suci.

    Bila manusia tdk mengindahkan / patuh akan hal tersebut yg terdapat di dlm Kitab Suci, maka jwbnya :……. Kita bs Jwb sendiri. ( apakah jawabannya sesuai dgn yg ada di dlm Kitab Suci atau Jwbnya dari hasil Akal kita.

    Akal = Akal akalan, akal akalan manusia, hasil akal manusia bukan dari Kitab Suci & bukan dari Ketentuan Tuhan, maka ttg nikah beda agama tsbt…. kesimpulannya anda sudah menemukan jawabannya sendiri.

    W.salam

  14. 31 wong_katro Mei 17, 2009 pukul 6:25 pm

    beda agama ?
    kurasa bangsa kita ini malah nggak punya agama, hanya tertulis di ktp nggak tahu apa-apa tapi fanatik setengah mati. saling menyalahkan, saling menjelekkan, saling adu domba meski katanya sama-sama satu agama. apakah pantas kalian semua mengaku beragama?

  15. 33 sandra Desember 31, 2009 pukul 8:16 am

    sandra

    salam sejatra,

    saya seorang wanita kristiani dan pcr sy seorang muslim, sy sdh kurang lbh 4 thn pacaran dan semua keluarga km jg dh saling tau dan sudah merestui hubungan kaml dan sdh memikirkan untuk menikah.
    kami saling mencintai dan sbnrnya sdh tdk terpisahkan tp pada saat ini sy sedang ada mslh dengan pcr krn keegoisan pcr sy.
    saya akhirnya memutuskan dia walaupun berat rasanya spr separuh jiwaku hilang.
    saat ini sy tdk ada kesemangatan untuk krj dan bermain serasa sy mau mati tp sy mencoba untk kuat hadapin semuanya.
    bagi teman-temanku yang merasa seperti sy tolong kasih solusi bt sy agar sy tdk merasakan dendam,sakit hati,rindu terus menerus

    • 34 Leodi Januari 2, 2010 pukul 3:08 pm

      gampang coll aja ke 08170828992

    • 35 novri Maret 24, 2010 pukul 3:00 pm

      salam sejahtera juga, Tuhan pasti mempunyai rencana indah dalam kehidupan kamu, mungkin cowo itu memang bukan jodohmu San jadi terimalah dan bersyukurlah bahwa DIA, Tuhanmu masih memperhatikanmu San, diambil hikmahnya aja dari pada udah married trus cerai. dunia kan ngk selebar daun kelor, masih banyak cowok lain kok,. emang berat sih tapi coba deh perbanyak kegiatan2 tapi yang positif yah lama kelamaan pasti kamu bisa lewati masa2 sulit seperti sekarang ini. tetap semangat !!

    • 36 ana Februari 27, 2012 pukul 1:21 pm

      To Sandra….

      Saya pernah ngerasain seperti yg qm rasain… emang pada awalnya berat banget seperti kehilangan separuh nyawa.. sampai2 aq harus berusaha bangkit sendiri dengan cara pindah kerja,beli kendaraan sendiri.. berusaha meninggalkan kenangan yang berhubungan dengan dy…
      aq yg udah pacaran 2thn aja berat bngt apa lagi kamu.. jujur sampai sekarang pun aq msh belum bisa ngebuka hati untuk orang lain.. bener2 sulit.. bahkan aq sendiri gk tau apa ini cobaan atau ujian terindah dlm hidup aq.. harus ngerelain orang yg kita sayang pergi untuk mencari cinta yg lain.. sampai saat ini aq msh proses buat terus gk inget dy.. tapi mungkin susah, ketulusan cinta dy yg dulu msh ngebayangin aq..

  16. 37 olie Januari 5, 2010 pukul 9:30 am

    @sandra : sama ney kayak aq.tp aq muslim,cow ku nasrani.kmi udh pacaran 7th. Meyakinkan ortu msg2 suuusaaaah bgt.. Pd akhrnx smua slg mnerima.juli lalu kmi tunangan.n smestinx feb ini menikah,dg 2cara gereja& KUA. Tp 3bln ini aq mngetahui kekhilafan dia.smpt mau batal,tp g jd krn dia mtmaaf,kmi lanjut k rncana smula.tp kjadian itu merembet k kel msg2. Kel aq seakan mdapat angin u blg bhw laki2 tdk seagama susah menjaga iman,tdk layak dperjuangkan.kel dia pun b’anggapan bhw aq tdk baik u nya krn pbedaan agama mbuat pbedaan pandangan thd masalah.n aq dianggap mbesar2kn kesalahan dia.
    Aq g nyangka bakal kyk gn.pnikahan yg udh ddepan mata jd hancur..skrg kmi msh blm tau apkah pnikahan kmi msh bs dlanjutkn/tdk.
    Rasa benci,sayang,rindu,tp takut memiliki kmbali krn kel msg2 udh ikutcampur dlm mslh ini,mjd campur aduk..
    Teman2 bantu yach..

  17. 38 cimot Januari 5, 2010 pukul 10:56 am

    dalam ayat al-qur’an sdh di jelaskan bhw menikah dg org yg berbeda agama dg kita di larang,tp masih ada saja manusia2 didunia ini yg menikah dg berbeda agama,buat mereka beda agama itu tdk penting,tp buat saya khususnya berhubungan/menjalin suatu pernikahan dg org yg berbeda agama dg saya na’uzubillah….smg tu tdk terjadi dg diri saya,krn dr klrg saya juga tidak di ajarkan berhubungan,berpacaran ataupun menikah dg lk2 yg berbeda keyakinan dg saya….demi kebahagiaan hidup saya ke depanya saya ikhlas melepas org yg saya sayangi krn perbedaan agama tadi…

    • 39 Ayu September 22, 2010 pukul 4:06 pm

      Ass.. tolong dong beritahu saya ayat dalam Al’quran yang menyatakan “dalam ayat al-qur’an sdh di jelaskan bhw menikah dg org yg berbeda agama dg kita di larang” makasih ya cimot kalo bisa menjelaskan pada saya

      • 40 dhea Desember 28, 2011 pukul 9:04 am

        Alquran surat al-Maidah ayat 5 serta at Tahrim ayat 6 sebagai dalil. Sedangkan, hadis yang dijadikan dalil adalah Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Tabrani: “Barang siapa telah kawin, ia telah memelihara setengah bagian dari imannya, karena itu, hendaklah ia takwa (takut) kepada Allah dalam bagian yang lain.”

        1. Al-Qur’an

        Adapun dalam Al-Qur’an, setidaknya ada dua ayat yang menegaskan haramnya beda agama.

        Dalil Pertama:

        وَلاَ تَنكِحُواْ الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلاَ تُنكِحُواْ الْمُشِرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُواْ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُوْلَـئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللّهُ يَدْعُوَ إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

        Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS. Al-Baqarah: 221)

        Imam Ibnu Jarir ath-Thobari berkata: “Allah mengharamkan wanita-wanita mukmin untuk dinikahkan dengan lelaki musyrik mana saja (baik ahli kitab maupun tidak)”. [6]

        Imam al-Qurthubi berkata: “Jangan kalian nikahkan wanita muslimah dengan lelaki musyrik. Umat telah bersepakat bahwa orang musyrik tidak boleh menikahi wanita mukminah, karena hal itu merendahkan Islam“. [7]

        Al-Baghowi berkata: “Tidak bolehnya wanita muslimah menikah dengan lelaki musyrik merupakan ijma’ (kesepakatan ulama)“. [8]

        Dalil Kedua:

        يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ وَآتُوهُم مَّا أَنفَقُوا وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَن تَنكِحُوهُنَّ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ وَلَا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَاسْأَلُوا مَا أَنفَقْتُمْ وَلْيَسْأَلُوا مَا أَنفَقُوا ذَلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

        Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu Telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman Maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang Telah mereka bayar. dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang Telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang Telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkanNya di antara kamu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Mumtahanah: 10)

        Imam Ibnu Katsir berkata: “Ayat inilah yang mengharamkan pernikahan perempuan muslimah dengan lelaki musyrik (non Muslim)”. [9]

        Imam asy-Syaukani juga berkata: “Dalam firman Allah ini terdapat dalil bahwa wanita mukminah tidak halal (dinikahi) orang kafir”. [10]

        2. Hadits

        Hadits Jabir bahwa Nabi bersabda:

        نَتَزَوَّجُ نِسَاءَ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلاَ يَتَزَوُّجُوْنَ نِسَائَنَا

        “Kita boleh menikah dengan wanita ahli kitab, tetapi mereka tidak boleh nikah dengan wanita kita”. [11]

        Ibnu Jarir berkata dalam Tafsirnya 4/367: “Sanad hadits ini sekalipun ada pembicaraan, namun kebenaran isinya merupakan ijma’ umat”. Dan dinukil Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya 1/587.

        3. Ijma’

        Selama berabad-abad lamanya, Umat Islam menjalankan agamanya dengan tenang dan tentram, termasuk dalam masalah ini, tidak ada satupun ulama yang membolehkan nikah beda agama, tetapi anehnya tiba-tiba sebagian kalangan mencoba untuk meresahkan umat dan menggugat hukum ini. Di atas, telah kami kemukakan sebagian nukilan ijma’ dari ahli tafsir, kini akan kami tambahkan lagi penukilan ijma’ tersebut:

        1. Ibnul Jazzi mengatakan: “Laki-laki non Muslim haram menikahi wanita muslimah secara mutlak. Ketentuan ini disepakati seluruh ahli hukum Islam”.[12]

        2. Ibnul Mundzir berkata: “Seluruh ahli hukum Islam sepekat tentang haramnya pernikahan wanita muslimah dengan laki-laki beragama Yahudi atau Nasrani atau lainnya”.[13]

        3. Ibnu Abdil Barr berkata: “Ulama telah ijma’ bahwa muslimah tidak halal menjadi istri orang kafir”. [14]

        Sebenarnya, masih banyak lagi ucapan ulama ahli fiqih dan ahli hadits tentang masalah ini. Lantas masihkah ada keraguan tentang kesesatan orang yang menyeleisihinya?!!

        4. Kaidah Fiqih

        Dalam kaidah fiqih disebutkan:

        الأَصْلُ فِي الأَبْضَاعِ التَّحَرِيْمُ

        Pada dasarnya dalam masalah farji (kemaluan) itu hukumnya haram.

        Karenanya, apabila dalam masalah farji wanita terdapat dua hukum (perbedaan pendapat), antara halal dan haram, maka yang dimenangkan adalah hukum yang mengharamkan.[15]

        .

        Kebohongan Seorang Pengusung Liberalisme

        Abdul Muqsidh Ghozali dalam dialognya bersama Ulil Abshor ketika membantah ust Hartono Jaiz pernah berkata: “Kalau di dalam Al-Qur’an diperbolehkan nikah beda agama, maka pak Hartono mengharamkannya. Pak Hartono di sini sedang menciptakan syari’at baru, yang mestinya itu tidak dilakukan.” Lalu dia menukil atsar Umar yang menegur Hudzaifah tatkala menikah dengan wanita ahli kitab, lalu Hudzaifah berkata: Apakah engkau mengharamkannya? Jawab Umar: Tidak. (Buka Mafatihul Ghaib juz 3 hal 63)

        Dia juga mengatakan, “Tidak ada dalil yang melarang nikah beda agama.”

        .

        Jawaban:

        Ucapan ini adalah kebohongan di atas kebohongan yang dimuntahkan oleh seorang pengusung paham liberal yang kini telah meraih doktor padahal dia termasuk pembela Nabi palsu, sekalipun yang dibela sudah mengaku taubat:

        Pertama: Kebohongan terhadap Al-Qur’an, karena Al-Qur’an tidak pernah membolehkan nikah beda agama, dalam artian seorang non muslim nikah dengan wanita muslimah, bahkan Al-Qur’an dengan tegas mengharamkannya. (Lihat QS. Al-Baqarah: 221 dan Al-Mumtahanah: 10), yang dibolehkan adalah lelaki muslim nikah dengan wanita ahli kitab. (QS. Al-Maidah: 5)
        Kedua: Kebohongan terhadap Umar bin Khaththab, karena beliau juga mengharamkan beda agama, sebagaimana diriwayatkan Ibnu Jarir dalam Tafsirnya 4/366 bahwa Umar berkata, “Lelaki muslim boleh menikah dengan wanita nashara, tetapi lelaki nashrani tidak boleh nikah dengan wanita muslimah.” Lalu katanya: Atsar ini lebih shahih dari atsar sebelumnya (kisah Hudzaifah). [16]
        Ketiga: Kebohongan terhadap Fakhrur Razi dalam Mafatih Ghaib, sebab beliau juga mengharamkan nikah beda agama. Setelah membawakan atsar Hudzaifah di atas dalam Tafsirnya 2/231, beliau mengiringinya langsung dengan hadits Jabir bahwa Nabi bersabda, “Kita boleh menikah dengan wanita ahli kitab, tetapi mereka tidak boleh nikah dengan wanita kita.”
        Lebih jelas lagi, beliau mengatakan dalam lembar berikutnya 2/232, “Adapun firman Alloh, “Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beraman” maka tidak ada perselisihan bahwa maksud musyrik di sini adalah umum (baik ahli kitab maupun tidak), maka tidak halal wanita mukmminah dinikahkan dengan pria kafir sama sekali apapun jenis kekufurannya.”

        Wahai hamba Alloh! Kenapa engkau sembunyikan ucapan ini?! Di manakah kejujuranmu?!

        .

        Apakah ahli kitab termasuk kafir dan musyrik?

        Kalau ada yang berkata bahwa larangan beda agama itu kalau wanita muslimah nikah dengan lelaki kafir atau musyrik, sedangkan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) tidak termasuk mereka. Kita katakan: Ini adalah suatu kedustaan, karena Allah telah menegaskan bahwa ahli kitab dari Yahudi maupun Nasrani adalah kafir dan musyrik. Demikian juga Rasulullah dan kesepakatan para ulama salaf. Perhatikan firman Allah:

        إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

        Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al-Bayyinah: 6)

        Perhatikan juga hadits berikut:

        عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ, لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ, ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ, إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

        Dari Abu Hurairah dari Rasulullah beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tanganNya, Tidak ada seorangpun dari umat ini baik Yahudi maupun Nashrani yang mendengar tentangku kemudian dia meninggal dan tidak beriman kepada ajaranku, kecuali dia termasuk ahli neraka. (HR. Muslim 153)

        Imam asy-Syathibi berkata: “Kami melihat dan mendengar bahwa kebanyakan Yahudi dan Nashrani mengetahui tentang agama Islam dan banyak mengetahui banyak hal tentang seluk-beluknya, tetapi semua itu tidak bermanfaat bagi mereka selagi mereka tetap di atas kekufuran dengan kesepakatan ahli Islam”.[17]

        Jadi, larangan dalam masalah ini mencakup umum, baik ahli kitab maupun tidak.

        Perhatikan ucapan Imam Syafi’i: “Jika seorang wanita memeluk Islam atau dilahirkan dalam keluarga muslim atau salah seorang dari orang tuanya memeluk Islam ketika ia belum baligh, maka semua laki-laki musyrik, baik ahli kitab maupun animisme, haram menikahinya dalam keadaan apapun”. [18]
        Demikian juga ucapan al-Kasani: “Tidak boleh menikahkan wanita muslimah dengan laki-laki kafir, baik yang beragama Yahudi atau Nasrani, maupun yang beragama penyembah patung dan majusi”.[19]
        Apalagi, para pengusung paham Liberal ingin mengacaukan istilah, sehingga menurut mereka orang Budha, Hindu, Konghucu dan sebagainya termasuk Ahli kitab, oleh karena itu, dalam Fiqih Lintas Agama mereka mengatakan: “… atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat diperbolehkan, apapun agama dan aliran kepercayaanya”. [20] Lantas, adakah penggugatan syari’at yang lebih jelas daripada ini?!! Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan keselamatan[21].

        .

        Fatwa MUI

        Majlis Ulama Indonesia (MUI) dalam Musyawarah Nasional MUI VII pada 19-22 Jumadil Akhir 1426 H/26-29 Juli 2005 M setelah menimbang:

        Belakangan ini disinyalir banyak terjadi perkawinan beda agama
        Perkawinan beda agama bukan saja mengundang perdebatan di antara sesama umat Islam, tetapi sering mengundang keresahan di tengah-tengah masyarakat
        Di tengah-tengah masyarakat telah muncul pemikiran yang membenarkan perkawinan beda agama dengan dalih hak asasi dan kemaslahatan
        Dan memperhatikan:

        Keputusan fatwa MUI dalam Munas II tahun 1400/1980 tentang perkawinan campuran
        Pendapat Sidang Komisi C bidang fatwa pada Munas VII MUI 2005
        Dengan bertawakkal kepada Allah memutuskan dan menetapkan bahwa perkawinan beda agama adalah haram dan tidak sah.

        .

        Sebuah Himbauan dan Seruan

        Selama ini, termasuk dalam kasus fatwa MUI, tampak bahwa kaum liberal-sekuler-pluralis lebih mendominasi opini di media massa dan penyebaran virus Islam liberal sudah sangat meluas ke berbagai sendi-sendi kehidupan umat Islam, baik aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, maupun bidang studi Islam. Sedangkan MUI dan ormas-ormas Islam pendukungnya hanya mampu bicara dari masjid ke masjid, forum majlis taklim, atau beberapa media cetak dan elektronik tertentu.

        Pertempuran dahsyat juga sedang dan akan terus terjadi di media massa yang menjadi andalan utama kaum liberal. Maka sewajibnya bagi umat Islam untuk bekerja keras mengimbangi penguasaan media massa dan profesionalitas dalam bidang media Massa dan strategi opini, menyiapkan sebanyak mungkin cendekiawan dan ulama Islam yang mumpuni dan berkualitas tinggi serta mengerahkan segala upaya untuk membongkar kesesatan Jaringan Iblis ini dan memperingatkan umat dari bahayanya.[22]

        .

        Daftar Referensi:

        Nikah Beda Agama Dalam Al-Qur’an dan Hadis, Prof. KH. Ali Mustafa Ya’qub, MA, Pustaka Firdaus, Jakarta, cet kedua, Februari 2007
        Fatwa Munas VII Majlis Ulama Indonesia
        Menangkal Bahaya JIL dan FLA, Hartono Ahmad Jaiz dan Agus Hasan Bashori, Pustaka al-Kautsar, Jakarta, cet pertama, Juni 2004
        50 Tokoh Islam Liberal Indonesia, Budi Handrianto, Hujjah Press, cet 3 November 2007

    • 41 Eyodia Mei 7, 2012 pukul 2:42 pm

      Cimot: mungkin anda bisa bicara begitu karena anda belum pernah merasakan pacar yang berbeda keyakinan dengan anda..

  18. 42 mesta Februari 26, 2010 pukul 8:46 am

    mau tergantung individu masing2 menurut saya… kalo ud masalah hati memang susah.

  19. 43 Agarey Mei 12, 2010 pukul 5:25 pm

    Waww..trnyata masalah berat ni ga aku alami sendiri..
    Mcintai org dkeyakinan yg berbeda..aku sudah bbulat tekat untk mjalani nikah beda agama..semua mjadi lebih sulit ketika pertentangan dmana2..mdpat restu adalah hal yg sedang sangat kami perjuangkan..dr pd harus pndah agama hny untk formalitas aku fkir nikah beda agama plihan bijak..smga Tuhan mlancarkan jalan kami..dan memberi yg terbaik..untk teman2 smua..semangatt :)

  20. 44 Inia Mei 23, 2010 pukul 8:57 pm

    Saya ga menyangka, trnyata byk yg mngalami hal yg sama dgn sy.
    Sy wanita muslim en pcr sy kristen. Kmi blm lama menjalin hubgan, tp kmi pnya komitmen tuk menikah dgn 2 agama. Krn kmi ga mau saling memaksakan 1 sm lain. Tp kmi msh bingung apakah bs. Begitu byk sy membaca situs2 yg memuat hal ini. Msh pro dan kontra jg…
    Sy cm berharap dpt pencerahan tuk qta smua yg mengalami hal ini.
    Terutama tuk sy jg.. krn sampai saat ini sy mengharap Hidayah dr-NYA… Tak jemu2 sy berdoa kpd-NYA..

  21. 45 nike Juni 15, 2010 pukul 3:29 pm

    shalom,,

    saya seorang wanita kristen dan mempunyai pacar seorang muslim. hubungan pacaran kami sudah berjalan selama kurang lebih 2 tahun setengah. kami merasa sudah cocok sehingga kadang kami berbicara tentang pernikahan kami nantinya. walaupun kedua orang tua kami kurang merespon hubungan kami. pacar saya ingin sy mengikuti dia. tp saya merasa berat untuk melepas agama dan keluarga saya. saya pernah bercerita dengan seorang majelis gereja yang memiliki pengalaman yang sama dengan saya. dari situ saya mulai dikuatkan untuk mendoakan pacar saya agar dia dapat menjadi pengikut Yesus sama seperti saya, agar kami dapat dipersatukan dalam tangan kasihNya.
    untuk teman2 yang mempunyai masalah seperti saya, mari kita saling mendoakan agar hubungan kita dapat direstui oleh Tuhan dan orang tua kita. walaupun terasa mustahil, tapi yakin dalam Tuhan Yesus tidak ada sesuatu yang mustahil.
    amin

    • 46 Fikar September 21, 2010 pukul 5:42 pm

      Dalam Agama muslim, di benarkan dan di bolehkan apabila pria muslim menikah dengan wanita non muslim (agama samawi (islam, kristen,katolik, yahudi).,

      hal tersebut di jelaskan dalam Al-Quran dalam surat Al-maidah ayat 5..

      Al Maidah(5):5,“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.”

      Semoga dapat membantu

      Terima kasih

    • 47 yuni Oktober 8, 2011 pukul 9:40 am

      nik … sama donk kaya q ? bingung rasanya ngejalani beda agama. pdahal bentar lg qta mau nikah loh? tapi q masih brpikir … gimana yah kalo aku sholat ? apakah sholatku diterima oleh allah SWT?

  22. 48 nike Juni 15, 2010 pukul 3:30 pm

    shalom,,

    saya seorang wanita kristen dan mempunyai pacar seorang muslim. hubungan pacaran kami sudah berjalan selama kurang lebih 2 tahun setengah. kami merasa sudah cocok sehingga kadang kami berbicara tentang pernikahan kami nantinya. walaupun kedua orang tua kami kurang merespon hubungan kami. pacar saya ingin sy mengikuti dia. tp saya merasa berat untuk melepas agama dan keluarga saya. saya pernah bercerita dengan seorang majelis gereja yang memiliki pengalaman yang sama dengan saya. dari situ saya mulai dikuatkan untuk mendoakan pacar saya agar dia dapat menjadi pengikut Yesus sama seperti saya, agar kami dapat dipersatukan dalam tangan kasihNya.
    untuk teman2 yang mempunyai masalah seperti saya, mari kita saling mendoakan agar hubungan kita dapat direstui oleh Tuhan dan orang tua kita. walaupun terasa mustahil, tapi yakin dalam Tuhan Yesus tidak ada sesuatu yang mustahil.
    amin

    nike & oi
    makassar

  23. 49 neeAre Juni 16, 2010 pukul 8:19 am

    NIAR
    ternyata gak cm aQ yang menderita krena status berbeda keyakinan… Q seorang muslim… pasanganQ seorang Nasrani… kmi uda jalin hubungn slma kurang lbih 3thn.. sbnarnya sdh lbih dr ckup utk berpacaran.. kmi ingin melanjutkn ke pernikahan,,, tp niat suci kmi terhalang oleh larangan menikah beda agama..smpai skrg kmi bingung bgmn cranya.bnyk yg bilang itu gak sah.. di mata Allah atau di mata hukum?????? setahuQ Allah gak pernah pilih kasih trhadap umatnya.. tp mengapa manusia membedakn trhadap sesamanya???

    FRANKY
    Manusia di kolong lngit tau dn mengerti,bahwa Allah adalah maha kasih,sumber dari segala cinta kasih.pertanyaan yg perlu kita renungkan,adalah BAGAIMANA MUNGKIN ALLAH MENENTANG CINTA KASIH YANG TULUS,SEDANGKAN ALLAH SENDIRI ADALAH SUMBER DARI SEGALA CINTA KASIH???????Mungkin aturan dunia menentangnya,tetapi Allah tidak pernah menentangnya!!!!!!!!!

    • 50 dhea Desember 28, 2011 pukul 9:13 am

      1. Al-Qur’an

      Adapun dalam Al-Qur’an, setidaknya ada dua ayat yang menegaskan haramnya beda agama.

      Dalil Pertama:

      وَلاَ تَنكِحُواْ الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلاَ تُنكِحُواْ الْمُشِرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُواْ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُوْلَـئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللّهُ يَدْعُوَ إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

      Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS. Al-Baqarah: 221)

      Imam Ibnu Jarir ath-Thobari berkata: “Allah mengharamkan wanita-wanita mukmin untuk dinikahkan dengan lelaki musyrik mana saja (baik ahli kitab maupun tidak)”. [6]

      Imam al-Qurthubi berkata: “Jangan kalian nikahkan wanita muslimah dengan lelaki musyrik. Umat telah bersepakat bahwa orang musyrik tidak boleh menikahi wanita mukminah, karena hal itu merendahkan Islam“. [7]

      Al-Baghowi berkata: “Tidak bolehnya wanita muslimah menikah dengan lelaki musyrik merupakan ijma’ (kesepakatan ulama)“. [8]

      Dalil Kedua:

      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ وَآتُوهُم مَّا أَنفَقُوا وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَن تَنكِحُوهُنَّ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ وَلَا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَاسْأَلُوا مَا أَنفَقْتُمْ وَلْيَسْأَلُوا مَا أَنفَقُوا ذَلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

      Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu Telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman Maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang Telah mereka bayar. dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang Telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang Telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkanNya di antara kamu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Mumtahanah: 10)

      Imam Ibnu Katsir berkata: “Ayat inilah yang mengharamkan pernikahan perempuan muslimah dengan lelaki musyrik (non Muslim)”. [9]

      Imam asy-Syaukani juga berkata: “Dalam firman Allah ini terdapat dalil bahwa wanita mukminah tidak halal (dinikahi) orang kafir”. [10]

      2. Hadits

      Hadits Jabir bahwa Nabi bersabda:

      نَتَزَوَّجُ نِسَاءَ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلاَ يَتَزَوُّجُوْنَ نِسَائَنَا

      “Kita boleh menikah dengan wanita ahli kitab, tetapi mereka tidak boleh nikah dengan wanita kita”. [11]

      Ibnu Jarir berkata dalam Tafsirnya 4/367: “Sanad hadits ini sekalipun ada pembicaraan, namun kebenaran isinya merupakan ijma’ umat”. Dan dinukil Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirnya 1/587.

      3. Ijma’

      Selama berabad-abad lamanya, Umat Islam menjalankan agamanya dengan tenang dan tentram, termasuk dalam masalah ini, tidak ada satupun ulama yang membolehkan nikah beda agama, tetapi anehnya tiba-tiba sebagian kalangan mencoba untuk meresahkan umat dan menggugat hukum ini. Di atas, telah kami kemukakan sebagian nukilan ijma’ dari ahli tafsir, kini akan kami tambahkan lagi penukilan ijma’ tersebut:

      1. Ibnul Jazzi mengatakan: “Laki-laki non Muslim haram menikahi wanita muslimah secara mutlak. Ketentuan ini disepakati seluruh ahli hukum Islam”.[12]

      2. Ibnul Mundzir berkata: “Seluruh ahli hukum Islam sepekat tentang haramnya pernikahan wanita muslimah dengan laki-laki beragama Yahudi atau Nasrani atau lainnya”.[13]

      3. Ibnu Abdil Barr berkata: “Ulama telah ijma’ bahwa muslimah tidak halal menjadi istri orang kafir”. [14]

      Sebenarnya, masih banyak lagi ucapan ulama ahli fiqih dan ahli hadits tentang masalah ini. Lantas masihkah ada keraguan tentang kesesatan orang yang menyeleisihinya?!!

      4. Kaidah Fiqih

      Dalam kaidah fiqih disebutkan:

      الأَصْلُ فِي الأَبْضَاعِ التَّحَرِيْمُ

      Pada dasarnya dalam masalah farji (kemaluan) itu hukumnya haram.

      Karenanya, apabila dalam masalah farji wanita terdapat dua hukum (perbedaan pendapat), antara halal dan haram, maka yang dimenangkan adalah hukum yang mengharamkan.[15]

      .

      Kebohongan Seorang Pengusung Liberalisme

      Abdul Muqsidh Ghozali dalam dialognya bersama Ulil Abshor ketika membantah ust Hartono Jaiz pernah berkata: “Kalau di dalam Al-Qur’an diperbolehkan nikah beda agama, maka pak Hartono mengharamkannya. Pak Hartono di sini sedang menciptakan syari’at baru, yang mestinya itu tidak dilakukan.” Lalu dia menukil atsar Umar yang menegur Hudzaifah tatkala menikah dengan wanita ahli kitab, lalu Hudzaifah berkata: Apakah engkau mengharamkannya? Jawab Umar: Tidak. (Buka Mafatihul Ghaib juz 3 hal 63)

      Dia juga mengatakan, “Tidak ada dalil yang melarang nikah beda agama.”

      .

      Jawaban:

      Ucapan ini adalah kebohongan di atas kebohongan yang dimuntahkan oleh seorang pengusung paham liberal yang kini telah meraih doktor padahal dia termasuk pembela Nabi palsu, sekalipun yang dibela sudah mengaku taubat:

      Pertama: Kebohongan terhadap Al-Qur’an, karena Al-Qur’an tidak pernah membolehkan nikah beda agama, dalam artian seorang non muslim nikah dengan wanita muslimah, bahkan Al-Qur’an dengan tegas mengharamkannya. (Lihat QS. Al-Baqarah: 221 dan Al-Mumtahanah: 10), yang dibolehkan adalah lelaki muslim nikah dengan wanita ahli kitab. (QS. Al-Maidah: 5)
      Kedua: Kebohongan terhadap Umar bin Khaththab, karena beliau juga mengharamkan beda agama, sebagaimana diriwayatkan Ibnu Jarir dalam Tafsirnya 4/366 bahwa Umar berkata, “Lelaki muslim boleh menikah dengan wanita nashara, tetapi lelaki nashrani tidak boleh nikah dengan wanita muslimah.” Lalu katanya: Atsar ini lebih shahih dari atsar sebelumnya (kisah Hudzaifah). [16]
      Ketiga: Kebohongan terhadap Fakhrur Razi dalam Mafatih Ghaib, sebab beliau juga mengharamkan nikah beda agama. Setelah membawakan atsar Hudzaifah di atas dalam Tafsirnya 2/231, beliau mengiringinya langsung dengan hadits Jabir bahwa Nabi bersabda, “Kita boleh menikah dengan wanita ahli kitab, tetapi mereka tidak boleh nikah dengan wanita kita.”
      Lebih jelas lagi, beliau mengatakan dalam lembar berikutnya 2/232, “Adapun firman Alloh, “Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beraman” maka tidak ada perselisihan bahwa maksud musyrik di sini adalah umum (baik ahli kitab maupun tidak), maka tidak halal wanita mukmminah dinikahkan dengan pria kafir sama sekali apapun jenis kekufurannya.”

      Wahai hamba Alloh! Kenapa engkau sembunyikan ucapan ini?! Di manakah kejujuranmu?!

      .

      Apakah ahli kitab termasuk kafir dan musyrik?

      Kalau ada yang berkata bahwa larangan beda agama itu kalau wanita muslimah nikah dengan lelaki kafir atau musyrik, sedangkan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) tidak termasuk mereka. Kita katakan: Ini adalah suatu kedustaan, karena Allah telah menegaskan bahwa ahli kitab dari Yahudi maupun Nasrani adalah kafir dan musyrik. Demikian juga Rasulullah dan kesepakatan para ulama salaf. Perhatikan firman Allah:

      إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

      Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al-Bayyinah: 6)

      Perhatikan juga hadits berikut:

      عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ, لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ, ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ, إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

      Dari Abu Hurairah dari Rasulullah beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tanganNya, Tidak ada seorangpun dari umat ini baik Yahudi maupun Nashrani yang mendengar tentangku kemudian dia meninggal dan tidak beriman kepada ajaranku, kecuali dia termasuk ahli neraka. (HR. Muslim 153)

      Imam asy-Syathibi berkata: “Kami melihat dan mendengar bahwa kebanyakan Yahudi dan Nashrani mengetahui tentang agama Islam dan banyak mengetahui banyak hal tentang seluk-beluknya, tetapi semua itu tidak bermanfaat bagi mereka selagi mereka tetap di atas kekufuran dengan kesepakatan ahli Islam”.[17]

      Jadi, larangan dalam masalah ini mencakup umum, baik ahli kitab maupun tidak.

      Perhatikan ucapan Imam Syafi’i: “Jika seorang wanita memeluk Islam atau dilahirkan dalam keluarga muslim atau salah seorang dari orang tuanya memeluk Islam ketika ia belum baligh, maka semua laki-laki musyrik, baik ahli kitab maupun animisme, haram menikahinya dalam keadaan apapun”. [18]
      Demikian juga ucapan al-Kasani: “Tidak boleh menikahkan wanita muslimah dengan laki-laki kafir, baik yang beragama Yahudi atau Nasrani, maupun yang beragama penyembah patung dan majusi”.[19]
      Apalagi, para pengusung paham Liberal ingin mengacaukan istilah, sehingga menurut mereka orang Budha, Hindu, Konghucu dan sebagainya termasuk Ahli kitab, oleh karena itu, dalam Fiqih Lintas Agama mereka mengatakan: “… atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat diperbolehkan, apapun agama dan aliran kepercayaanya”. [20] Lantas, adakah penggugatan syari’at yang lebih jelas daripada ini?!! Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan keselamatan[21].

      .

      Fatwa MUI

      Majlis Ulama Indonesia (MUI) dalam Musyawarah Nasional MUI VII pada 19-22 Jumadil Akhir 1426 H/26-29 Juli 2005 M setelah menimbang:

      Belakangan ini disinyalir banyak terjadi perkawinan beda agama
      Perkawinan beda agama bukan saja mengundang perdebatan di antara sesama umat Islam, tetapi sering mengundang keresahan di tengah-tengah masyarakat
      Di tengah-tengah masyarakat telah muncul pemikiran yang membenarkan perkawinan beda agama dengan dalih hak asasi dan kemaslahatan
      Dan memperhatikan:

      Keputusan fatwa MUI dalam Munas II tahun 1400/1980 tentang perkawinan campuran
      Pendapat Sidang Komisi C bidang fatwa pada Munas VII MUI 2005
      Dengan bertawakkal kepada Allah memutuskan dan menetapkan bahwa perkawinan beda agama adalah haram dan tidak sah.

      .

      Sebuah Himbauan dan Seruan

      Selama ini, termasuk dalam kasus fatwa MUI, tampak bahwa kaum liberal-sekuler-pluralis lebih mendominasi opini di media massa dan penyebaran virus Islam liberal sudah sangat meluas ke berbagai sendi-sendi kehidupan umat Islam, baik aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, maupun bidang studi Islam. Sedangkan MUI dan ormas-ormas Islam pendukungnya hanya mampu bicara dari masjid ke masjid, forum majlis taklim, atau beberapa media cetak dan elektronik tertentu.

      Pertempuran dahsyat juga sedang dan akan terus terjadi di media massa yang menjadi andalan utama kaum liberal. Maka sewajibnya bagi umat Islam untuk bekerja keras mengimbangi penguasaan media massa dan profesionalitas dalam bidang media Massa dan strategi opini, menyiapkan sebanyak mungkin cendekiawan dan ulama Islam yang mumpuni dan berkualitas tinggi serta mengerahkan segala upaya untuk membongkar kesesatan Jaringan Iblis ini dan memperingatkan umat dari bahayanya.[22]

      .

      Daftar Referensi:

      Nikah Beda Agama Dalam Al-Qur’an dan Hadis, Prof. KH. Ali Mustafa Ya’qub, MA, Pustaka Firdaus, Jakarta, cet kedua, Februari 2007
      Fatwa Munas VII Majlis Ulama Indonesia
      Menangkal Bahaya JIL dan FLA, Hartono Ahmad Jaiz dan Agus Hasan Bashori, Pustaka al-Kautsar, Jakarta, cet pertama, Juni 2004
      50 Tokoh Islam Liberal Indonesia, Budi Handrianto, Hujjah Press, cet 3 November 2007

  24. 51 pika Juni 17, 2010 pukul 10:52 am

    buat nika : brarti bisa nikah 2 kali donk?gmn carana???
    semangat dech buat kamu…..
    tuhan itu 1 ,hanya ajaran n pendapat manusia yang buat kita beda…

  25. 52 Yelyu R September 15, 2010 pukul 2:03 pm

    Teman… Aku pun mempunyai masalah yang kalian semua alami, aku seorang muslim dan pacarku seorang nasrani.. Hidup diantara 2 pilihan, dari kecil aku tidak pernah bercita-cita untuk mempunyai rumah tangga yang cerai berai.. tapi dengan keadaanku seperti ini, mau tidak mau aku harus hadapi. Aku sangat mencintai dan mengasihi kekasihku. Sampai saat ini jalan yang ingin aku ambil adalah menikah dengan kekasihku dengan cara pemberkatan tapi aku tidak ingin di baptis, setelah kami menikah dan menyatakan aku hamil, aku sepakat ingin pisah dengannya. Pemikiran seperti ini memang tidak lazim, tapi aku ingin kisah kasih kami mempunyai tanda yaitu keturunan atau buah hati kami. Semoga niat aku dilancarkan oleh Allah SWT. Amin…

    • 53 MURTADO September 16, 2010 pukul 12:19 am

      Inilah kebodohan terbesar umat Islam dan Nasrani, jika mereka percaya Islam dengan Alquran dan Nasrani dengan Injil dan diturunkan oleh Tuhan yang sama, kenapa mesti takut dosa jika harus kawin beda agama ? Atau mungkin, Tuhan lah yang GOBLOK ?

  26. 55 menk Oktober 31, 2010 pukul 9:10 am

    haiii….sy seorang protestan dan istri sy sorang muslim hubungan kami suda stahun dan uda punya anak yg sy bingungkan gmana anak kami…?,orang tua kami tidak setuju dgn cara kami…?

  27. 56 fabregas November 12, 2010 pukul 10:55 pm

    ternyata banyak yg senasib dengan kami..

  28. 57 anak tuhan Desember 6, 2010 pukul 12:28 pm

    TUHAN……AKU PERCAYA ENGKAU MENDENGAR SEMUA CURHAT KAMI , TOLONG KABULKAN PERMOHONAN KAMI ,,,,, AMIN

  29. 58 doddy suryanto p Mei 1, 2011 pukul 3:40 am

    sy ikut prihatin…..
    intinya berusaha berjalan di jalan yang benar……….supaya ga bingung……………….
    klu dapat pasangan lain agama berarti sudah kesasar…… ttp jgn kuatir…. anda masih bisa kembali ke jalan tadi(putar balik ) atau bertanya kpd orang yg tepat utk menunjukan arah mana sesuai tujuan hidup anda….
    klu malu bertanya jawabannya pasti tersesat kan…?

    mending balik lg deh… biar ga tersesat….
    bagi yang tersesat….klu memang ga mau nanya…mungkin emang mau tersesat ya… ato malu…….?

    jangan buat masalah… udah kadung cinta…? ato ga tega mininggalkan pacar / istri …?

    jawabannya adalah….. Bertanyalah….. Hukum Agama tidak bisa ditawar….. kecuali Hukum Pidana & Perdata…

    salam..

  30. 59 AlliyaniIkhy Mei 31, 2011 pukul 12:30 am

    Gue juga punya permasalahan……?
    gue cowo muslim tapi gue pacaran dengan cewek kristen…? anehnya pada awalnya gue memang takut akan ajaran agama yang melarang untuk pacaran dengan agama Non muslim,,,,,,? tapi entah kenapa hati ini seakan2 tak mau mundur dr rasa cinta yang tunmbuh dalam hati ini kpda pacarku skrg ini (Non muslim) sejak pertama aku mengatakan perasaan cinta aku ke si cewek, dia juga ternyata memiliki perasaan cinta yang sama dengan aku, dia gadis yang polos,baik,perhatian dan sayang sekali sama aku, semua itu bisa aku rasakan darinya yg memberikan kasih sayangnya kepadaku dengan tulus…..? diblakang itu semua timbul pertanyaan dalam hatiku…..? apakah si cewek ini akan mengajaku untuk mengikuti agamanya (Non Muslim) ternyata si cewek malahan nawarin untuk ikut agamaku ( Islam ) aku bahagia sekali mendengar hal ini. masalahnya ……….? keluarga si cewek tidak merestui hubungan kami berdua….? saking cinta si cewek kepadaku, dia menyuruh aku untuk melarikan dia dari keluarganya agar si cewek bisa masuk ke agamaku, namun aku berpikir lagi,,,,,? apakah aku tidak berdosa…….? memisahkan seorang anak dari orang tuanya….? intinya keluargaku sangat menyayangi si cewek ini walaupun dia Non muslim, dan si cewek juga bukan cuman aku yang dia sayangi tapi semua saudara dan keluargaku. Ya Allah SWT aku memohon kepadamu berikan petunjuk untukku dalam masalah yang ku hadapi sekarang ini…..? aku sangat mencintai dan menyayanginya….? apa yang harus aku lakukan ya Allah….?

  31. 60 fatur Juni 16, 2011 pukul 1:56 am

    jikalau hubungan berbeda agama ini mengakibatkan seorang anak durhaka kepada orang tuanya apakah itu diajarkan juga dalam agama kristen….. demi cinta seseorang durhaka kepada orang tuanya….
    boleh tanya ga sama nika kua mana yang memperbolehkan menikahkan berbeda agama?….

  32. 61 vosa Juni 20, 2011 pukul 1:34 pm

    Aku seorang cewe Kristen berpcaran dengan cowok Muslim,sudah berhubungan slma kurang lbih 3 thn,dulu awal ny kluarga kami smpt tidak setuju maka kami pun terpaksa berpisah,selang bbrp bulan kemudian cwo q minta kembali dengan sebuah janji dia akan mengikuti aku bahkan kluraga ny sendiri pun telah mengijinkan.Namun setelh kami kembali berpacaran dan sekarng kami sedang merencanakan pernikahan,tetapi apa yg terjadi,tiba” orng tua nya melarang untuk melanjutkan hub kami,padahal selama ini q sudah begitu tulus,mencintai & menyayangi kluarga ny seperti kluarga q sendiri.Selama kami berpacaran pun mereka menerima q dg sangat baik.
    Sekarang aku sedang bingung,setelah smua terlanjur baru di sampaikan bahwa cwo q tdk boleh ikut aku justru sebalik ny qt boleh menikah asl q ikut cwo q….
    Q merasa tertipu,merasa di bohongi oleh kekasih q sendiri.Bahkan sekarng q pun sudah menyerah,,tp yg lebih menyakitkan lgi cwo q tidak mau berpisah,dia berjanji tdk akn meninggalkan aku dia akn ttp di sisi q smpai suatu saat nanti q bsa membuka hati untuk orang lain..
    Alasan dia berkata seperti itu krna dia takut melawan kluarga nya,bahkan dicanca klo smpe menikah dan iku aku akan di doakan yg buruk”,,dia kan di “KUTUK” apakah Muslin tdk mengajarkan cinta kasih?sehingga mereka tega mengutuki anak ny,mereka tdk ingin melihat ank ny bahagia?

    Bagi yg sudah pernah mengalai mohon bantuan nya Share ap yg harus sy lakukan skrg ini?
    Terimaksih

    • 62 Candra September 18, 2011 pukul 3:08 pm

      Teruntuk Vosa. Saya seorang muslim, sthu sy, klo pihak cwo yg muslim itu bleh mnikah sm cwe kristen tanpa hrs pndh agama dr keduanya. cb aja tnya sm cwo’a… klo cwo’a msh g tau, sruh dia tnya sma ustaz(org yg paham ttg islam)

  33. 63 Lany September 23, 2011 pukul 1:55 pm

    Hi all,

    Gw Lany,
    Gw lahir dari orang tua yang awalnya berbeda agama, nyokap gw (islam) bokap ( kristen ), dan sebelum menikah nyokap memilih memilih untuk mengikut kristen bukan karena ajakan bokap gw, tapi kalau boleh jujur sangat sulit untuk nyokap gw memberikan pengertian ke keluarganya, tapi seiring waktu berjalan mereka mengerti.

    dan saat ini gw mengalami hal yg sama, gw yg (kristen) menjalin hubungan dengan pria (islam) kami baru menjalaninya 1 bulan, tapi sebenarnya dia pria yg dulu ( 6 tahun lalu ) pernah gw suka dan pada saat itu kami punya pasangan masing-masing. Hingga kita bertemu lagi 2 bulan lalu dan sejujurnya gw memang masih memiliki perasaan ke dia.
    Sebenernya gw udah ngerti jurang pemisah itu sebenernya hanya agama kita. ada satu statement yang dia buat dalam skype nya
    “Kenalilah dirimu dengan baik maka kamu akan mengenali siapa Tuhanmu.” dan statement itu membuat gw tersentuh, Trus ada satu statement lagi yaitu ” bagaimana kamu bisa mengasihi pasangan kamu jika kamu tidak mengasihi dirimu sendiri.”
    dan hal membuat gw ingin mencoba menjalani hubungan ini dengan dia. ( walau dengan perbedaan ini )

    Pertanyaan :
    1. Sejauh mana sih kita tau tentang diri kita sendiri? sejauh mana kita mengenal Tuhan kita? apakah hanya ikut2an… ato ya sekedarnya aja,,
    2. Tujuan kita hidup itu apa sih???
    3. Siapa sih yang menjadi prioritas dalam hidup kita?

    yang saya yakini sekarang adalah
    “Apa yang kamu tabur itulah yang kamu tuai”
    “Manusia di bumi ini oleh karena dosa, dan tidak ada satupun tindakan baik yang kita perbuat yang dapat membayar dosa kita. Tetapi oleh karena kasih sayang Tuhanlah maka kita masih dapat hidup.”
    “Manusia berbuat baik/mengasihi/berbuat benar bukan karena ia berharap untuk mendapatkan pahala, tetapi karena Allah yang terlebih dahulu berbuat baik/mengasihi/dan berbuat yang benar kepada kita. jadi kita tidak punya value/tabungan apapun yang dapat menjamin akhir kehidupan kita… itu semuanya adalah rahasia ALLAH semata, Kita hanya bisa memantulkan KASIH ALLAH itu, dan biarlah ALLAH sendiri yang memutuskan dimana kita berada, tetapi yakinlah Janji ALLAH kepada umatnya yang melalukan kehendakNYA tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang KEKAL bersama ALLAH.”

    Serahkan semua Kehadirat ALLAH, biarlah ALLAH yang bertindak.

  34. 64 tonyceg Oktober 1, 2011 pukul 9:11 pm

    hi everyone!

    gw cege, gw juga mau share nie tentang beda agama. gw seorang kristen dan pasangan gw buddha. emang pacaran beda agama itu banyak rintangannya.
    orang tua udah kecewa sama gw karena ini bahkan minggu lalu orangtua gw langsung ngomong ke pasangan gw secara langsung.

    gw sedih banget dan saat itu cowo gw menegaskan untuk saat ini ga bs pindah agama. karena takut ga boleh pegang hio lagi dan lainnya. dan dy jg blg dy bakal fight for this.

    sementara gw jg jelasin klo gw pribadi ga gtu permasalahin beda agama. orangtua gw malah yang blg ke cowo gw kalo mau nikah dan direstui harus seiman. klo ga, ga bs lnjut lg dan klo gw maksa itu pilihan gw mau pilih pacar atau orangtua.

    sekarang kondisi rumah gw jadi dingin, utk saat ini gw lebih milih pacar gw karena gw ga suka cara pikir orangtua gw yang terlalu fanatik dan harus kristen.
    gw sendiri yakin kalo gw harus nemuin kebahagiaan gw sendiri.

    tonight gw bakal disidang lagi sama bonyok, entah mau diomongin apa lagi.
    cuman satu yang gw pegang, hidup harus bersyukur. apapun keadaannya tetap bersyukur. :))

    • 65 satriyoyonathan Desember 14, 2011 pukul 4:04 pm

      gue dukung kok apa yg lo yakinin, karena gue juga yakinin itu ..
      terkadang lingkungan disekeliling kita memang ga tau apa yg kita rasain karena mereka ga tahu apa yg kita rasain :) ..

    • 66 shizuru Desember 25, 2011 pukul 1:39 pm

      aku dukung….aku juga sama kayak kamu….fighting yah..jangan nyerah and cepet putus asa…kalo kamu yakin, jalanin aja,,,apa yang kamu rasa baik buat hidup kamu…karena kamu yang ngejalanin hidup ini… :)

  35. 67 tambunan November 16, 2011 pukul 6:29 pm

    yang nikah itu agamanya atawa orangnya ?

  36. 68 satriyoyonathan Desember 14, 2011 pukul 4:01 pm

    wah, perlu banget ya ternyata sharing itu ..

    kalo boleh gue cerita,, nama gue satriyo yonathan (20 tahun), dan gue seorang kristen ..
    gue punya pacar yang berasal dari agama lain, kita memang udah pacaran selama 4 tahun (dari kelas 1 SMA),, kita berdua memang saling nyaman dengan hubungan kita,, tapi kendala hanya ada di orang tuanya , orang tua dia ga setuju dengan hubungan kami .. sekarang gue udeh ga sama2 lagi, dan dia memang sudah punya temen hidup yang seagama dengan dia , orang tuanya pun setuju dengan dia, tapi yang gue lihat sekarang dia tuh berubah, gaya hidupnya sekarang ga sebaik waktu gue masih sama dia dulu .. kita sama sama saling tahu kalo kita saling sayang, tapi hanya permasalahan agama yang memang mungkin sulit untuk dilewati .. gue udah cerita ke orang tua gue,, awalnya mereka memang ngelarang, tapi mereka udah ngerti kok sekarang .. gue bingung apa yg harus dilakuin sekarang, sebagai seorang kristen gue udah jalanin semuanya (baca renungan setiap bangun dan sebelum tidur, rajin ke gereja ) ,, gue juga udah minta sama Tuhan kalo memang kami ga jodoh, gue mau prasaan ini dihilangin dari hati gue dan gue mau hidup gue kembali seperti semula sebelum gue kenal dia ,, tapi pada kenyataanya setiap gue bangun dari tidur gue, perassan gue ke dia malah semakin bertambah .

    gue minta sarannya ya, terimakasih udah mau baca semua :)
    GBU

  37. 69 shizuru Desember 25, 2011 pukul 1:54 pm

    shizuru

    aku suka blog ini, emang urusan beda agama tuh pelik banget yah..???
    aku salah satu korban…aku cewe punya pacar beda agama dari aku… kami nyaman satu sama lain, tapi orang tuaku gak setuju dengan hubungan kami, karena mereka gak mau dianggap gagal jadi orang tua, sampe – sampe anaknya pacaran sama orang beda agama…
    kami backstreet…kadang aku ngerasa durhaka sama orang tuaku sendiri, tapi disisi lain, aku tidak terima perlakuan mereka…
    menurut aku pandangan orang tuaku yang fanatik itu gak sesuai dengan cara pandangku…surga dan neraka cuma satu…agamaku san agama yang lain juga mengjarkan bahwa Tuhan itu satu kan ??? jadi, apa kami salah menjalani hubungan yang beda agama ini ???
    aku gak suka ngeliat ortu yang kadang maksain kehendak mereka, mungkin mereka merrasa berhak, karena sudah menjadikan aku ada didunia ini,,,tapi apa urusan pendamping juga mereka yang nentuin ???
    aku sampe gak habis pikir…bagaimana kalau anaknya kabur ?? apa mereka mau nyalahin orang lain atas tindakan mereka sendiri ???
    ruuueeett banget….disidang habis-habisan….kefanatikan bukan jalan keluar buat bikin anak bahagia menurutku….buatku agama apapun yang dipuja cuma satu Tuhan..jadi haruskah kita takut buat memperjuangkan ??

    humh…kalian pasti juga merasakan…tapi, buat aku yakin dan percaya bahwa Tuhan ngasi jalan selama kita berusaha, berdoa, dan gak gampang nyerah, karena aku gak mau menyesal menuruti sesuatu yang gak aku yakin itu benar….

    regards..

  38. 70 mahluk ALLAH Januari 4, 2012 pukul 5:22 am

    hiks hiks hiks sama kayak aq bro.aq seorang cow muslim,mau menikahi seorang perempuan kristen(GKJW).dgn status (maaf).punya anak tp g pnya bpk.tp aq sayang pada mereka berdua.tp
    keluarga tu cew keberatan klu dia ikut aq ke muslim.tp kmi punya keinginan kuat tuk membangun sebuah keluarga yg kmi harap akan menjadi kluarga yg bahagia.aq tulus mau menerima keadaan tu cew apa adanya+sayang pada mereka berdua.tlng di bantu do’a semoga niatanku yg tulusmendapat jalan yg mudah tuk kmi lalui.thanks.

  39. 71 Deasy M. Ulorlo Januari 18, 2012 pukul 2:05 pm

    Dean_

    sy bragama kristen dan pacar sy bragama muslim, dulu km smpat brteman smpai pd akhirx km jadian dan tgl 1 february nie hbungan km 3 thun brjlan. km prnh putus, tepatx sy yg memutuskan krna sy merasa sdh mulai mencintainya n sy takut klo nanti km tdk bs hdup brsma. sy jg tipe anan yg taat ortu n mnjaga betul prsaan kluarga. km ptus 5 blan, tp kmudian blikan lg, saat itu sy brkomitmen bhwa hal ini bukan kbetulan tp Tuhan sdg menguji sy.
    dengan bangga sy hrs bilang bhwa hungan km slalu sy doakan n prjuangkan. km slg mnjaga tleransi agama, setia dan teruka dlm stap masalah. sy skrg sdh krja, tp wktu itu sy msh kuliah di luar kota tmpat sy lahir n pacar sy tinggal. km hanya bisa brtemu 1 tahun skali, wktu sy pulang liburan natal n thn baru. Msh jelas di ingatan sy ahwa 1 lamam sy brdoa n sy blg Tuhan Yesus, natalan ini sy ingin mengenalkan pacar sy pd kelurga. jwabanx iya, sy brhasil mlakukannya dan luar biasa reaksi kluarga sy. mereka menerima pacar sy n hubungan km dgn moderat (bertanggung jawab).
    thn lalu pacar sy melamar sy, n bagi km itulah pertunangan blm mlibatkan kelurga. mulai saat itu km brkomitmen utk mnjaga hubungan km sampai menikah, impian, hrapan n cita2 sdh km bayangkan brsama. beberapa kali sy coba menanyakan mo nikah scara apa km? muslim ato kristen? namun beberapa kali pula pacar sy mengelat. suatu malam, ibu sy brkomentar. tdk ada 1 org pun mnusia yg brhak memindahkan agama sesamanya, hanya Tuhan kepercayaan seseorang adalah komitmen imannya dengan Tuhan. sejak saat itulah, sy menjadi semakin kuat dlm menjalani hubungan ini, km sekarang tetap brkomitmen utk akn hdup brsama dlm ikatan prnikahan.
    * Doakan, Perjuangkan, Toleransi, Kesetiaan dan Kejujuran*

  40. 72 Dean forever_ Januari 18, 2012 pukul 2:42 pm

    Dean_

    sy bragama kristen dan pacar sy bragama muslim, dulu km smpat brteman smpai pd akhirx km jadian dan tgl 1 february nie hbungan km 3 thun brjlan. km prnh putus, tepatx sy yg memutuskan krna sy merasa sdh mulai mencintainya n sy takut klo nanti km tdk bs hdup brsma. sy jg tipe anakl yg taat ortu n mnjaga betul prasaan kluarga. km ptus 5 blan, tp kmudian blikan lg, saat itu sy brkomitmen bhwa hal ini bukan kbetulan tp Tuhan sdg menguji sy.
    dengan bangga sy hrs bilang bhwa hbungan km slalu sy doakan n prjuangkan. km slg mnjaga tleransi agama, setia dan terbuka dlm stiap masalah. sy skrg sdh krja, tp wktu itu sy msh kuliah di luar kota tmpat sy lahir n pacar sy tinggal. km hanya bisa brtemu 1 tahun skali, wktu sy pulang liburan natal n thn baru. Msh jelas di ingatan sy bahwa 1 malam sy brdoa n sy minta buat Tuhan Yesus, natalan ini sy ingin mengenalkan pacar sy pd kelurga. jwabanx iya, sy brhasil mlakukannya dan luar biasa reaksi kluarga sy. mereka menerima pacar sy n hubungan km dgn moderat (bertanggung jawab).
    thn lalu pacar sy melamar sy, n bagi km itulah pertunangan wlaupun blm mlibatkan kelurga. mulai saat itu km brkomitmen utk mnjaga hubungan km sampai menikah, impian, hrapan n cita2 sdh km bayangkan brsama. beberapa kali sy coba menanyakan mo nikah scara apa km? muslim ato kristen? namun beberapa kali pula pacar sy mengelat. suatu malam, ibu sy brkomentar. tdk ada 1 org pun mnusia yg brhak memindahkan agama sesamanya, hanya Tuhan. kepercayaan seseorang adalah komitmen imannya dengan Tuhan. sejak saat itulah, km menjadi semakin kuat dlm menjalani hubungan ini, sekarang km tetap brkomitmen utk akn hdup brsama dlm ikatan prnikahan.
    * Doakan, Perjuangkan, Toleransi, Kesetiaan dan Kejujuran*

  41. 73 annie Mei 6, 2012 pukul 11:23 pm

    lebih baik jangan memulai sebelum terlanjur jauh
    karna selama hidup mu , telah banyak nasihat yg diberikan
    orang tua ,keluarga dan agama untuk tdk melakukannya.

    kamu sdh mengerti dan tau itu tdk boleh , jadi….
    Jangan Memulai

  42. 74 naktahubae Juli 26, 2012 pukul 11:14 am

    aku bingung aku galau
    aku da syg bgt ma dia
    tp ak gak mw pindah agama
    dia jga ngak mw
    kita sm” saling sayang
    ak ngak mw kehilangan dia
    dia pun ngak mw kehilangan ak
    ak bingung lanjutan dr hubungan ini….

  43. 75 red_shoes Agustus 14, 2012 pukul 7:34 pm

    assalamu alaikum.
    saya juga mengalami hal yang sama. saya muslimah dan pacar saya seorang nasrani. dia nasrani sangat taat bahkan.
    kadang saya merasa sangat sendirian di dunia ini, mengapa tidak ada yang mau mengerti tentang pernikahan berbeda agama. meskipun saya tau itu sangatlah rumit.
    orang tua kami berdua tidak merestui hubungan kami, apapun alasannya dan bagaimanapun caranya.
    pacar saya menyerah karena dia tidak ingin durhaka kepada orang tuanya. saya sudah meyakinkan dengan berbagai cara bahwa saya sangatlah kuta untuk menjalani semua permasalahan ini bersamanya.
    tetapi dia tidak ingin saya semakin terluka karena ini. dia sangat mencintai saya. begitu pula saya.
    bagaimana perasaan kalian, apakah kalian tega memisahkan dua orang yang saling mencintai dengan tulus yang telah dipertemukan oleh Tuhan ?
    saya bukan mengatasnamakan Tuhan untuk ini, tapi cinta itu diciptakan oleh Tuhan agar yang berbeda – beda itu bisa satu.

    semoga pacar saya dapat kembali yakin bahwa kami berdua bisa menjalani ini semua dengan baik, hingga akhirnya kami berdua dapat menikah.
    dan semoga kedua orang tua kami mau mencoba untuk mengerti bahwa
    perasaan kami berdua ini tulus, bukan hawa nafsu, atau ego kami semata.
    semoga Tuhan mendengar doa – doa pasangan yang tersiksa seperti kami ini.
    amin amin Ya Rabb..

  44. 76 Kabar Oktober 12, 2012 pukul 8:11 am

    Tingkah laku aparat sering membuat masyarakat prihatin. Mereka bukannya berbuat gigih untuk nasib dan kesejahteraan rakyatnya, malah hanya memperhatikan diri sendiri dan kelompoknya.

  45. 77 netral puky Oktober 18, 2012 pukul 11:53 pm

    sudah polemik agama tak akan selesai jika hanya berkomentar saja…
    buktikan saja nanti jika kalian sudah mati jika beruntung d akhir jaman buktikan saja… tunggu mana yg benar.. kalo tooh sekarang salah jalan y uda laah… setidaknya kalian sudah beriman..


  1. 1 Islam Seorang Steve Emmanuel « Pembawa Kabar Lacak balik pada Mei 26, 2008 pukul 12:05 pm

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: