Tiba-tiba beberapa pikiran negatif menghampiri tanpa dapat ditahan ketika membaca komen bu Hana yang mengaku-ngaku sebagai nabi.
Begini prosesnya. Saya tersadar bahwa bu Hana ini kan seorang perempuan (kalo belon ganti kelamin sih). Dan selama sejarahnya (yang saya tahu nih) kok belon ada Nabi yang perempuan ya?
Nah, dari hal itulah ada beberapa pertanyaan yang muncul di kepala:
- Apa karena memang Tuhan itu bias gender, dan kebetulan memuja laki-laki?
- Apa karena ada manusia-manusia yang telah mengedit sejarah para Nabi, dan mengeluarkan dari daftar tentang adanya nabi-nabi perempuan?
- Atau memang hanya kualitas laki-lakilah yang layak menjadi nabi?
- Atau karena memang belon ada emansipasi pada masa agama-agama langit itu
- Atau …. ?
Terus terang saya belon tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu. Barangkali ada dari pembaca yang tahu. Atau guru pembaca yang tahu. Maka silahkan dipaparkan di kolom komentar. Semoga saya bisa menjadi puas, dan tidak tanya-tanya lagi.
*berdoa agar sudi kiranya Tuhan memberi jawaban melalui komen-komen di sini*



sudah kodrat, dan menjadi rahasia tuhan,
kalaupun kita tau sedikit2 kenapa sejak dulu nggak ada wanita
yang ditunjuk sebagai nabi, mungkin karena memang
hanya sampai disitu saja ilmu yang sampai pada kita.
sekedar ilmu,
ada koq nabinya wanita.
(namun bukan berarti dia wanita)
yakni nabi isa as.
Btw, setelah saya lihat-lihat lagi, nama nabi-nabi perempuan di atas hanya ada di agama Yahudi-Kristen, tapi gak ada padanannya (gak diceritain? gak diakuin?) di agama Islam. Silakan terka-terka sendiri kenapa itu bisa terjadi dan apa artinya…
@adi isa
Rahasia bisa menjadi bukan rahasia ketika si pemilik rahasia mau membeberkannya.
@Catshade
*sibuk menerka*
maksud saya rahasia disini
hanya individu dengan tuhannya saja yang tau.
seperti contoh anda dengan tuhan anda
apa yang anda lakukan, anda sembunyikan
anda dustakan
tentang amal anda’
tentang dosa anda yang bahkan orang paling terdekat andapun
nggak ada yang tau.
hanya anda dengan tuhan anda yang tau. menjadi rahasia.
jikalau anda telah membeberkan kepada orang lain,
saya percaya masih ada yang lebih rahasia disana.
saya pernah tanya cara ngetes apakah makluk itu malaikat atau jin, jawabnya dengan diperlihatkan wanita telanjang bugil.
Kalau malaikat melihat wanita telanjang bugil akan pergi.
Kalau jin melihat wanita telanjang bugil maka jinnya tambah melotot melihatnya, makin mengamati dengan seksama.
Jadi kalau nabinya wanita so pasti malaikat jibril akan kerepotan mengirim wahyu, jadi pesan Tuhan malah tidak tersampaikan kepada umat manusia.
@adi isa
Wah, sepertinya maksud kita berbeda nih.
Maksud saya yang membuka rahasia itu adalah Tuhan sendiri. Bukan manusianya.
@uhuik
Mungkin bakal ada malaikat Jibrilwati?
Kalo nabinya perempuan lha nanti malah anda kawini….
Kalo ngeliat komentarnya uhuik. berarti…malaikat dan jin itu laki-laki semua?
*nambah pertanyaan buat dana*
Kenapa nggak ada malaikat dan jin perempuan?
@ sita rita dewi
Nggak mestilah. Tergantung.
@Catshade
Kalo jin ada keknya.
Btw, makasih atas tambahannya.
Ada yang tahu referensi nabi Syith ?.
By the way, segala urusan harus dikembalikan pada Allah dalam hal ini Al-Qur’an & hadist; jika anda mau mendapatkan jalan yang lurus. thx
makasih atas petunjuknya.
pernah bertanya kayak gini juga waktu SD. dan dijawab sama guru agama katanya karena wanita itu tidak memenuhi kriteria sebagai pemimpin. apa ini contoh bias gender?
Kayakna cuman Tuhan yang tahu siapa yang layak jadi nabi atau rasul… Jadi bukan masalah gender….
Sama halnya dengan hak jadi Presiden RI…. gak bicara jender… hanya saja kebetulan Presiden wanitana baru sekali… pilihan siapa yang mo jadi presiden ditentuin dari siapa yang ngangkatnya (rakyat), begitu pula nabi, yang nentuin yang ngangkatnya kali….
Tapi sayangna pengetahuan kita terbatas…. dan lagi-lagi gak semua hal dibilang Tuhan ma manusia…
saya jadi bingung kenapa anda ga berhasil-berhasil jadi nabi. sabar ya dana.
waduh kalo soal malaikat jenis kelaminnya cuma Allah saja yang tau (rahasia perusahaan).
sepengetahuan saya memang nabi itu laki-laki karena dari segi penciptaan mereka memiliki fisik yang lebih kuat dari perempuan dan kemampuan mengendalikan emosi yang lebih baik soalnya perempuan itu lembut dan emosinya mudah tersentuh.
lagi pula akan sangat lucu kalo misalnya dalam berdakwah ternyata nabinya minta cuti karena lagi hamil, menyusui dsb.
Saat saya SD, saya diajari bahwa Nabi itu adalah orang yang menerima wahyu tapi hanya untuk dirinya sendiri, bukan untuk disampaikan kepada orang lain. Nabi itu tidak sama dengan Rasul.
Jadi, keberadaan nabi sejak zaman Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW, memang sulit diketahui dan jumlahnya banyak.
Hanya Allah yang mengetahui jumlahnya secara pasti dan akurat.
Adapun mengenai permasalahan jenis kelamin
Apakah itu sesuatu yang penting untuk diperdebatkan?!
*berlagaksoktahu
DARIPADA MENGURUS NABI PEREMPUAN ATAU BUKAN PEREMPUANLEBIH BAIK MENGURUSI UMAT YANG KIAN HARI MAKIN BODOH DAN LENGAH.
PEREMPUAN ATAU BUKAN – NABI ATAU BUKAN – YANG PENTING ADALAH
PERBUATANNYA DALAM HIDUP ITU BAGAIMANA? BERMANFAATKAH?
ATAU JUSTRU MENGHISAP DARAH DAN MESYUSAHKAN BANYAK ORANG SEPERTI ANGGOTA DEWAN DAN OKNUM PLAT MERAH YANG BAJINGAN DAN BIADAB itu