Agama-agama mengajarkan ketakutan. Takut akan hukuman dari Tuhan jika melanggar perintahNya. Sehingga Tuhanpun menjadi semacam penguasa yang pemarah dan mengerikan jika kita berbuat hal yang salah. Semua bakal dibakar, tanpa sisa. Ada sedikit sisa memang, yakni cerita tentang kesedihan, kepedihan dan siksaan. Tentu saja di neraka jahanam itu tempatnya.
Katanya itu adalah untuk alasan kebaikan bagi manusia. Sebab Tuhanlah yang tahu kita butuhkan. Sedangkan manusia tidak tahu apa-apa. Makanya Tuhan pun membuat semacam skenario untuk menakut-nakuti manusia agar tidak keluar dari jalurnya. Agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri. Sebab manusia memang tidak tahu apa-apa.
Jika memang begitu mengapa Indonesa mesti beragama seperti yang dikenal saat ini. Sebab dari kearifan lokal juga tujuan itu telah dilaksanakan. Bukankah kita diajak untuk tidak menjalimi hutan agar tidak mengundang amarah mahluk halus penunggunya? Selalu permisi dulu pada mahluk penghuni alam, ketika mengambil sesuatu dari alam. Juga kita diajak menghormati orang yang lebih tua, agar tidak terkena kutuk menjadi batu atau semacamnya.
Lihat bukan? Bahwa jika hanya untuk menakuti agar kita tidak melakukan sesuatu yang salah dan merugikan diri sendiri atau kehidupan manusia pada umumnya. Cukuplah memberdayakan kearifan lokal yang sudah sangat banyak di Indonesia ini. Tidak perlu agama-agama langit itu. Sehingga tidak perlu menciptakan ketegangan antara budaya dan agama , seperti jika kita memakai agama langit yang kita import itu.
Jadi apa benar agama itu hanyalah untuk urusan takut menakuti demi kepentingan manusia? Atau itu hanyalah kulit terluar, demi mengatur tatanan sehingga bisa menghasilkan apa yang menjadi esensi tujuan dari agama? Mari kita kaji bersama. Agar tidak sia-sia agama itu hadir di bumi Indonesia ini. Dan tidak perlu kita buang ke tong sampah peradaban.



tapi sepertinya Tuhan tidak punya sifar maha pemarah atau maha ngambek. ;mrgreen:
“bila saya beribadah pada Tuhan karena takut akan neraka, maka cemplungkanlah saya kedalamnya
bila saya beribadah pada Tuhan karena mengharapkan surganya, maka jauhkanlah semua pintunya dari saya
saya beribadah hanya karena ingin dekat pada yang Maha Pencipta..”
Jelas yang punya blog ini nulis seperti itu karena dia kan ma tuhan dah merasa ga perlu (dia dah mampu menciptakan sutau kehidupan) dia ga perlu hukum karena dia sendiri yang menciptakan hukum makanya dia ga takut hukum. Trus dia kan ga percaya ma neraka. Dia punya paham “neraka adalah hal yang bohong yang hanya ada dalam angan angan orang muslim”.
Duh maaf nih saya mau jawab pertanyaan daenglimpo. Memang tuhan tidak perlu dibela karena tuhan tidak mengharapkan pembelaan manusia. Tuhan tidak akan mulia atau hina cuma kerena sikap manusia terhadapnya baik itu sikap menghina tuhan atau memuji tuhan. Karena tuhan tidak bergantung pada manusia atau yang lainya.
tidak ada yang namanya agama.agama hanya bikinan manusia yang penuh credo dan ritual. yang ada di alam semesta ini hanyalah din, yang merupakan konsep tatanan hidup.Din adalah bikinan Tuhan yang bersemayam dalam hati kita masing2.jadi ga usah repot2 mikirin agama, oke