Nanti itu, Lebaran akan tiba. Hari dimana seharusnya umat manusia merayakan kefitrian. Menikmati kefitrian. Sebagaimana memang seharusnya manusia itu sebelum tercemar oleh segala macam kelam ketika di perbudak oleh nafsu.
Jadi sebelum kita mengalami ironi yakni terjebak kembali dalam nafsu untuk merayakan kefitrian, saya ingin mengajak, marilah kita menanyakan kepada diri masing-masing :
Apakah memang sudah layak merayakan ?
Rasanya jawabannya tergantung dari diri masing-masing. Dan semoga dengan menanyakan pertanyaan tersebut ke diri sendiri, maka kita bisa meresapi hikmah di balik puasa yang sudah lewat dan lebaran ketika tiba nanti.
Kemudian bisalah kita berharap semuanya tidak lekang oleh arus kehidupan. Seperti yang sudah-sudah. Selamat berLebaran.

Komentar pada Perjalananku