Renungan Idul Adha

Idul Adha, Hari Raya Haji, Idul Kurban, Hari Raya Kurban, itulah sebutan untuk hari dimana terjadi penjagalan kambing, domba, sapi dalam jumlah yang masif. Sebuah bentuk ketegaan manusia dalam membunuh, itulah pikirku pada waktu dulu.

Seiring waktu berjalan, aku berusaha lebih bijak dalam menyikapinya. Selalu berusaha mengambil pelajaran dari segala peristiwa, termasuk peristiwa yang tidak disukai. Maka sebuah pelajaran yang mungkin berguna dari pengurbanan pada tahun ini. Pelajaran agar kematian para kurban tidak menjadi sia-sia.

Pelajaran berupa kesadaran bahwa ada yang harus berkorban hidup agar aku terus hidup. Mereka mati demi memberikan kesempatan bagi hidupku. Yang mati menjadi pensuplai kehidupan itu sendiri. Jadi mari menghargai yang mati dengan tidak menyia-nyiakan hidup ini.

Maka pada akhirnya, mati dan hidup pun menjadi kesatuan yang tak terpisahkan. Tanpa salah satu, maka tidak ada keduanya.

Selamat Idul Adha

About these ads

18 Responses to “Renungan Idul Adha”


  1. 1 edy Desember 7, 2008 pukul 8:20 pm

    selamat berkurban :)

  2. 2 Catshade Desember 7, 2008 pukul 8:29 pm

    Pelajaran berupa kesadaran bahwa ada yang harus berkorban hidup agar aku terus hidup. Mereka mati demi memberikan kesempatan bagi hidupku. Yang mati menjadi pensuplai kehidupan itu sendiri. Jadi mari menghargai yang mati dengan tidak menyia-nyiakan hidup ini.

    Wogh…ini renungan yang pas sekali untuk Paskah nanti 8O

  3. 5 illuminationis Desember 8, 2008 pukul 6:56 am

    ada yang bilang (lupa buku mana), inspirasi Nabi Ibrahim buat bikin korban pun sebenarnya “salah” diinterpretasi oleh Nabi, yang perlu dikorbankan adalah egonya, bukan Ishak apalagi domba.

    Saya membatin, “Wah urusannya malah lebih susah kalo mengorbankan ego” :mrgreen:

  4. 6 qzink666 Desember 8, 2008 pukul 11:17 am

    Saya harus mengorbankan apa ya biar yang lain bisa hidup??

  5. 7 dana Desember 8, 2008 pukul 3:54 pm

    @edy

    Selamat.

    @Catshade

    Kan agama itu universal. :mrgreen:

    @illuminationis

    Bisa jadi sih.

    @qzink666

    Mengorbankan ego mungkin?

  6. 8 zal Desember 8, 2008 pukul 10:21 pm

    ::sudut pandang apa ya Dan, yang ditemukan dalam konteks qurban ini, misalnya banyak menyebut nafsu hewani, kira-kira yang mana itu, jika menengok sejarah pertukaran Ismail dengan Domba, disini tergambar domba yang disembelih, maka konteks domba disembelih ini berlanjut…padahal dombanya belum tentu ikhlas, kayak sapi yang membuat panik setelah lepas di lingkungan mesjid al-azhar Jakarta.. ;)

  7. 9 NdaruAlqaz Desember 9, 2008 pukul 12:04 am

    pelajaran idul adha kali ini,

    1. banyak orang yang kagak berani sembelih kambing.
    2. ternyata sembelih sapi itu susah (baru nyobain kemaren).
    3. sembelih kambing pake pisau sayur itu susah.

  8. 10 erander Desember 9, 2008 pukul 8:23 am

    *ngelirik komengnya Ndaru*
    *sejak kapan alih profesi jadi tukang jagal* :)

    Ada yang masih mengganjal dalam benak. Sepertinya ritual ini, hanya sekedar mengeluarkan uang buat beli hewan kurban .. dan kemudian berpesta :)

    Ruh (semangat) pengorbanan seperti yang dilakukan oleh nabi Ibrahim sepertinya makin hari makin sumir.

  9. 11 godamn Desember 9, 2008 pukul 10:32 am

    @illuminationist
    Ibrahim tidak salah Tuhan tidak bisa dibohongi Ibrahim, Dia tahu Ibrahim lebih mencintai anaknya
    daripada dirinya sendiri. Dia akan meminta apa-apa yang paling kamu cintai…mungkin hartamu,
    egomu, nyawamu, prinsipmu atau bahkan mungkin agamamu… Seperti itulah kelakuan Sang Kekasih… Mau ktemu Sang Pacar?
    Hiiiiy takuuuuut……………….

  10. 12 tomyarjunanto Desember 9, 2008 pukul 1:02 pm

    Qurban yang sejati : menghancurkan penjara hati kita yang telah membelenggu kita dengan kebenaran2 relatif yang semu, membebaskan diri kita dari ’mendem Qulhu klelegen Salib’.

    Mari kita mulai dari diri kita sendiri hormat & cinta kepada Ibu Bapa dengan kepedulian akan sesama, menegakkan nilai2 kemanusiaan. Menjadikan diri kita masing2 sebagai Ibrahim masa kini yang akan mendamaikan kedua anaknya yang terus saling berbunuhan. Semoga runtuhlah Tembok Jordan, tembok egoisme & kejahatan nafsu manusia itu.

    Kita bukan Kumbakarna atau bangsa kera pimpinan Sugriwa yang terobsesi melakukan peperangan demi kebenaran yang relatif, demi kultus individu yang tak masuk akal & demi kebohongan2 yang senantiasa dijelmakan sebagai Sinta dalam kisah Ramayana

    SELAMAT IDUL ADHA

  11. 13 sigid Desember 9, 2008 pukul 3:54 pm

    Kepala kambingnya bisa dikirim lewat email ndak :mrgreeen:

  12. 14 frozen Desember 9, 2008 pukul 8:46 pm

    dikirimin ucapan selamat idul adha, saya nggak pergi haji…
    diucapin selamat idul adha, saya bukan kambing
    .
    masbro, dalam Islam (keseharian saya), kalimat selamat idul adha itu nggak lazim, beneran.
    .
    e, tapi ya… sudahlah
    selamat idul adha juga :roll:

  13. 15 danalingga Desember 9, 2008 pukul 9:46 pm

    @zal

    Memang kurang pas sepertinya, cuma ya ambil aja pelajaran bahwa untuk manusia makan maka ada yang mati. Biar jangan asal makan aja zal.

    @NdaruAlqaz

    Weh, ternyata pelajarannya banyak. :P

    @erander

    Ketika simbol menjadi esensi memang begitu bang.

    @tomyarjunanto

    Mari kita kurbanka semua yang melekat pada kumbakarna dan rakyat sugriwa jika begitu.

    @sigit

    Bisa, tapi gambarnya doank.

    @frozen

    Kalo di blog lajim tuh. :mrgreen:

  14. 16 murtado Desember 10, 2008 pukul 5:48 pm

    nuwun sewu, ikut komen.
    kita ini kalo disuruh korban untuk agama dan untuk tuhannya sangat bersemengat, karena pamrih pahala.
    coba dimintain atau dipinjami uang saudara,teman atau tetangga, pasti banyak deh komentar dan omelannya. apalagi berkorban untuk iuran pembangunan jalan kampung depan rumahnya sendiripun pasti no !
    karena apa ? karena nggak ada pahala, nggak ada janji sorga !
    sungguh amat kasihan bangsa ini yang punya filsafat menyesatkan.

  15. 17 Joko Susilo Juni 13, 2009 pukul 2:12 pm

    Koleksi Foto Masjid Eropa Yang Luar Biasa

    Berada di benua eropa, Islam tetap tumbuh dan berkembang di kawasan itu.
    Walaupun menjadi Minoritas Di Kawasan Eropa, Umat Muslim tetap memiliki
    Masjid – Masjid yang luar biasa dengan corak arsitektur yang berbeda dengan
    Masjid pada umumnya di Kawasan Timur Tengah maupun Asia.
    Berikut ini koleksi Foto Masjid yang berada di Inggris, Belanda, Belgia, Perancis,
    Spanyol dan Italia.
    Dapat di Download di http://www.ziddu.com/download/5155299/Koleksi_Foto_Masjid2_Eropa.zip.html


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: