Saya Telah Menghina Allah

Setelah tulisan saya yang tidak terlalu serius kemarin , dimana ada celah-celah fallacy yang mengaburkan makna apa yang hendak sampaikan. Maka kali ini tulisan saya sangat serius. Serius curhat maksudnya. :P

Begini, beberapa hari yang lalu saya membuat rusuh sebuah forum bernuansa religius. Rusuhnya karena saya dianggap menghina Allah pada salah satu diskusi tentang perang di gaza. Sehingga malah tulisan yang saya komentari (yang menurut saya salah) menjadi tenggelam oleh pro kontra akan tuduhan bahwa saya telah menghina Allah yang begitu suci dan sakral. Saking suci dan sakralnya maka mempertanyakan dengan membawa label Allah dianggap telah mengina.

Begini kira kira esensi tulisan yang saya komentari :

Ingatlah, bahwa Israel itu adalah bangsa pilihan Allah , jadi kita tidak layak menyalahkan bangsa Israel dalam perang gaza. Israel kelihatan salah hanya karena media berat sebelah dalam pemberitaan.

Lah, tentu saja tekanan darah saya tiba-tiba naik. Tidak lihat apa pembantaian yang dilakukan Israel itu. Ini malah membuat pembenaran dengan membawa-bawa Allah segala. Tentu saya tidak rela Allah diseret begitu untuk pembenaran pembantaian mahluk ciptaan Allah. Maka dengan segera saya balas:

Ya..ya…ya… Israel memang negara pilihan Allah. Negara yang membantai mahluk ciptaanNya seenak udel. Allah macam apa itu?

Maka dengan sukses diskusi berbelok menghakimi kata “Allah macam apa itu?”. Dan peristiwa penyeretan Allah dalam pembenaran pembantaian itu menjadi terlupakan. Yah, salah saya juga sih membuat pernyataan sarkas yang kontroversial (padahal kalo di dunia blog rasanya biasa saja pernyataaan tersebut). Maka diskusipun menjadi berbelok pada pasal penghinaan Allah. Eh, ada pasalnya kan ya? Harusnya ada sih, soalnya pasal penghinaan agama saja ada, tentu pasal penghinaan Allah juga ada.

Lah, malah jadi bahas pasal. Mari kembali ke pokok bahasan. :mrgreen:

Bahwa jika dilihat lagi, maka perlu dikritisi apa benar saya telah menghina Allah dengan kalimat tersebut? Toh saya juga telah menyampaikan pembenaran bahwa kata-kata itu keluar karena saya tidak melihat Allah seperti tulisan yang saya komentari tersebut. Tulisan yang menggambarkan betapa Allah begitu rasisnya, sehingga telah menentukan negara kesayangannya, dan apapun yang dilakukan oleh negara kesayangannya itu maka Allah terkesan tutup mata. Bahkan Allah dianggap pasti mendukung segalal tindakannya.

Sedangkan disisi lain, Allah yang saya kenal tidak begitu. Allah yang saya kenal adalah Allah yang memberikan pilihan kepada manusia, dengan segala konsekuensi yang ditanggung masing-masing. Misalnya Israel harus menerima konsekuensi akan meningkatnya serangan teroris di masa depan, akibat dendam yang dituai kemarin. Tapi tetap saja ada yang kekeh bahwa saya telah menghina Allah dengan pernyataan tersebut. Pembenaran saya ditolak dengan sukses. Pokoknya TM , saya telah menghina Allah!!!

Oh iya, ini jugalah yang membuat saya sangat tidak ingin perang ini ditarik ke ranah agama. Karena kita akan kehilangan akal sehat dan kejernihan kita jika sudah begitu. Malah nantinya persoalannya melebar kemana-mana, tidak lagi tentang betapa kemanusiaan diporak-porandakan di gaza sana.

Maka saya nyatakan bahwa Fuck itu persaudaraan sesama muslim, kenapa tidak teriakan dengan lantang demi persaudaraan sesama umat manusia saja?!!! Ah, ya dalam hal ini saya sangat sejalan dengan pemikiran bung sora , nice posting bro. Kenapa musti persaudaraan sesama muslim? Hem… memanfaatkan agama untuk mencari dukungan kah? Saya tidak pernah suka tindakan seperti itu. Jika anda suka silahkan saja. Saya tidak ikut-ikutan bawa-bawa agama itu, apalagi bawa-bawa Allah. Menurutku sih, lebih baik kita selesaikan antara sesama manusia saja. Rasanya lebih jantan begitu.  Bagaimana? Setuju tidak nih?

Nah begitulah curhat saya yang disisipi kepentingan kali ini. Saya tidak sedang mencari dukungan atau pembenaran. Oh iya, jika ingin memberi pendapat akan kejadian tersebut silahkan saja. Mana tahu memang ternyata saya terlalu kasar dalam mengekspresikan ketidak setujuan saya akan penyeretan agama dan Allah dalam pertempuran gaza, atau memang lebih tepatnya kita sebut saja sebagai pembantaian Gaza.

46 Responses to “Saya Telah Menghina Allah”


  1. 1 zsheefa Januari 17, 2009 pukul 10:11 am

    @Dana
    Menurutku bahwa diskusi tersebut hanyalah debat ” kusir ” karena ketidak tahuan/ tdk faham /minimnya Ilmu tentang Allah sebagai Dzat wajibal Wujud.

    Adakah Golek / Wayang dapat menentukan lakonnya sendiri kalau bukan karena skenario dari dalang??

    Apakah rukun iman yang ke 6 itu hanya sebagai slogan belaka??

    Sekilas lewat saya melihat pertanya itu sepertinya suatu pertanyaan yang meragukan tentang kesucian dalam hal kedudukan Allah yang MAHA TAHU atas segala yang diciptakan, namun kalau dikaji lebih dalam maka maknanya ialah menolak / menafikkan kalau Allah itu TIDAK TAHU.

    Israel bukanlah negara pilihan Allah tapi Allah menciptakan kaum tersebut keturunan dari Nabi Daud yang kepandaiannya melebihi kaum2 yg lain tapi kalau dibilang kaum pilihan adalah kaumnya Rasulullah yg segelintir orang yg hidup pada akhir Jaman kenapa demikian?? karen…….

    Kola syaihunna wakola syaihunna mutasilan illa Syaihidil wujud rasulullahi SAW……
    Berkata RASULULLAH SAW…nanti pada akhir jaman umatku akan menguasai dunia, mereka bagaikan buih dilautan terombang ambing kesana kemari karena IMAN yang TAKLID namun ada sebagian kecil dari mereka yang KETAUHIDANNYA bahkan melebihi NABI2 sebelumku.

    Tentang tragedi di Gaza adalah suatu peristiwa yg harus kita ambil hikmahnya karena Demikian jadinya bila tidak ILMU hanya akan membawa kerusakan dimuka bumi.
    Demikian
    -salam-

  2. 2 alex© Januari 17, 2009 pukul 10:19 am

    Tuhan itu (apakah namanya Allah atau Yahweh) semalam ada turun tidak, untuk komplain tidak?

    Saya mengharapkan Tuhan turun, biar bisa saya tanyakan padanya: Bikin janji kok plin-plan sih? Lain kali kalo bikin deal itu ya mesti hitam di atas putih, pakai materai kalo perlu, jangan awak ini yang bertikai pulak di muka bumi cuma gara2 konon Dikau berjanji sekeping tanah :|

  3. 3 uhuik Januari 17, 2009 pukul 10:20 am

    Allah macam apa itu?

    Lha tanya sendiri,repot sendiri…
    dituduh menghina Allah malah pusing…
    …Itu karena semua sedang bertuhan pada emosi masing-masing….

    Bila berpikir lebih jernih….
    ………………………….
    ………………………..
    jawab aja : Itu Allah swt yang ‘semacam’ Maha Kuasa, Maha Kuat, Al Qohhar dll.
    Sekuat-kuatnya bangsa Israel, Palestina amerika, arab, rusia, rrc dsb pada akhirnya semua bangsa tunduk pada sunatullahnya…
    Mangsudnya
    Mau berbuat apa saja Allah itu tidak bisa menghalangi, mau kiriman badai, gempa bumi, kebakaran, perang dll.. siapa bisa menghalangi…

    Bolehjadi kebrutalan israel itu merupakan wasilah yang menghantarkan pejuang palestina menjadi mati syahid, lha wong ibu-ibu palestina sering mendoakan putranya menjadi syuhada…

    Sebenarnya takdir kematian tidaklah bisa ditunda, apabila tidak diserang jalur gaza apakah penduduk palestina tidak meninggal…

    Apakah bangsa israel yang menyerbu gaza pasti kekal hidupnya.., apakah ehud olmert bisa lebih berkuasa daripada firaun.., nggak ada pensiunnya, nggak pikun dll?

    eh ngomong ‘israel bangsa pilihan’ menurut pemahaman saya itu terjadi pada umat Nabi Musa, waktu itu mereka seluruh bangsa israel saking berontaknya pada Allah (kafir dab) maka Allah menimpakan mereka kesusahan yaitu seluruh bangsa israel menjadi budak negri mesir, sehingga Allah mengutus Musa untuk memberi mereka kebebasan pada tanah yang dijanjikan, Allah juga akan menjajikan menjadi umat pilihan… tapi bangsa israel lebih tergoda untuk kufur kafir dan tidak mengakui adanya tuhan, malah membuat tuhan sendiri misalnya samiri membuat tuhan dari patung sapi emas untuk disembah…

    “Jadi untuk menjadi umat pilihan itu syaratnya ‘cuma’ aqidahnya benar’ alias tauhidnya benar alias mengesakan Tuhan, Alias mengakui dan menyembah hanya pada Allah swt…
    Lihat aja Tulisan di ranah Islam pastilah dijumpai bahwa ummat nabi muhammad saw itu umat terbaik, umat pilihan, yang paling cepet dapat syafaat (keringanan) dunia dan akhirat, shalawatnya saja bisa mengusir sihir musyrik atau sihir penyembah kabbalah yahudi…

    Allah macam apa itu? Jawabnya Allah swt yang maha penyayang pengasih pemurah alasannya untuk menjadi umat pilihan syaratnya mudah murah meriah..yakni tauhid yang bener.

    Allah macam apa itu? Jawabnya Allah swt yang Maha Penyantun, buktinya danalingga ‘dituduh menghina’ tapi Allah malah menggerakkan saya untuk memposting ‘pencerahan ini pada tuan danalingga’.. (woow atau malah gelap :-) )

    Sebenarnyalah bila semua manusia itu kafir tidaklah menjadikan kekuasaan Allah swt berkurang, pun misal bung danalingga menghina tuhan, barangkali tuhan berkata “emang gue pikirin”, lha wong manusia ciptaanya pastilah membela… :-)

    Eh lain kali ngomong keras dan bebas kayak blogging ini di forum resepsi pernikahan… pastilah banyak piring melayang.. he he he :-)

  4. 4 yusahrizal Januari 17, 2009 pukul 12:35 pm

    Mengacu pada Al Qur’an:

    Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Ali Imron 110)

    Kalau mengacu pada ayat diatas, apakah umat yang dibilang terbaik itu umat muslim?
    Maaf, tidak ada kata tersebut didalamnya. Yang ada hanya kata amal ma’ruf, nahi mungkar dan beriman. Malah boleh dikatakan bahwa ahli kitab yang beriman (non-beragama Islam) juga termasuk umat terbaik. Intinya sih lebih ke masalah iman dan tingkah laku.

    Mengacu pada tulisan anda:

    betapa Allah begitu rasisnya, sehingga telah menentukan negara kesayangannya, dan apapun yang dilakukan oleh negara kesayangannya itu maka Allah terkesan tutup mata. Bahkan Allah dianggap pasti mendukung segalal tindakannya.

    Allah yang rasis ini tergantung pemahaman versi siapa. Toh kalau Allah versi 3 agama turunan Ibrahim bakalan di klaim oleh ketiganya.

    Bagaikan tiga bersaudara ribut berkelahi dan masing2 mengklaim bapak mereka akan membela tanpa berpikir sepupu mereka disebelah rumah sibuk tertawa menonton. Bapak mereka sendiri justru sedang keluar kota, walaupun sudah ditelpon ponakannya yang nonton perseteruan 3 anaknya, si bapak cuma komentar, “Mereka udah gede, udah umur ribuan tahun. Ntar juga ngerti sendiri!”

    Kesimpulan: Dengan sangat menyesal saya harus katakan kalau anda benar telah menghina Allah. Paling tidak Allah versi yang anda baca atau Allah versi orang yang melaknat anda telah menghina.

    O iya, anda kreatif sekali yah. Hasil dari komentar pendek aja, ngendumelnya malah jadi posting sepanjang ini :P

  5. 5 K. geddoe Januari 17, 2009 pukul 1:03 pm

    :lol:

    Mantap, mantap. Saya dukung 100%.

  6. 6 chiw Januari 17, 2009 pukul 2:28 pm

    Maka saya nyatakan bahwa Fuck itu persaudaraan sesama muslim, kenapa tidak teriakan dengan lantang demi persaudaraan sesama umat manusia saja?!!! Ah, ya dalam hal ini saya sangat sejalan dengan pemikiran bung sora , nice posting bro. Kenapa musti persaudaraan sesama muslim? Hem… memanfaatkan agama untuk mencari dukungan kah?

    yes! idem sama kami dan.

    persaudaraan atas nama agama ini yang udah mengalihkan perhatian teman teman sebangsa kita pada teman sebangsanya, yang sebenarnya lebih membutuhkan bantuan dan kepedulian.

  7. 8 frozen Januari 17, 2009 pukul 5:57 pm

    kalau saya sih, pernah juga lewat pertanyaan retoris ini :
    tuhan penyayang macam apa jika di dunia ini masih ada kejahatan dan penderitaan?

    ada yang bilang salah, ada yang bilang bener :mrgreen:
    kalau kata Buya Geddoe sih, tergantung tuhannya :lol:

  8. 9 danalingga Januari 17, 2009 pukul 7:16 pm

    @zsheefa

    Menurutku bahwa diskusi tersebut hanyalah debat ” kusir ” karena ketidak tahuan/ tdk faham /minimnya Ilmu tentang Allah sebagai Dzat wajibal Wujud.

    Sepertinya memang begitu. Semoga Allah berkenan memberi petunjuknya.

    Adakah Golek / Wayang dapat menentukan lakonnya sendiri kalau bukan karena skenario dari dalang??

    Sampai saat ini saya masih berpegang bahwa skenario itu telah kita pilih sebelum kita didunia ini. Rasanya Tuhan bukan tukang dalang.

    Apakah rukun iman yang ke 6 itu hanya sebagai slogan belaka??

    Memangnya apa yang kamu tangkap dari rukun iman ke 6 tersebut?

    Israel bukanlah negara pilihan Allah tapi Allah menciptakan kaum tersebut keturunan dari Nabi Daud yang kepandaiannya melebihi kaum2 yg lain tapi kalau dibilang kaum pilihan adalah kaumnya Rasulullah yg segelintir orang yg hidup pada akhir Jaman kenapa demikian?? karen…….

    Saya kurang bisa menangkap apa yang hendak disampaikan dalam bagian ini. Tapi setidaknya dalam salah satu kitab suci dinyatakan secara tertulis memang Israel adalah bangsa pilihan Allah. Walau secara makna dan konteks masih bisa didiskusikan.

    Tentang tragedi di Gaza adalah suatu peristiwa yg harus kita ambil hikmahnya karena Demikian jadinya bila tidak ILMU hanya akan membawa kerusakan dimuka bumi.

    Semoga kita semua bisa meningkatkan ilmu dengan peristiwa tersebut.

    @alex©

    Sampai saat ini belum komplain sih, dan rasanya tidak bakal komplain karena dia tahu maksud yang mengucapkannya. ;)

    Semoga kamu beruntung hingga bisa komplain langsung bro.

    @uhuik

    Allah macam apa itu?

    Lha tanya sendiri,repot sendiri…
    dituduh menghina Allah malah pusing…
    …Itu karena semua sedang bertuhan pada emosi masing-masing….

    Sepertinya memang karena emosi itu.

    Bila berpikir lebih jernih….

    Semoga setelah curhat bisa jernih. :mrgreen:

    jawab aja : Itu Allah swt yang ’semacam’ Maha Kuasa, Maha Kuat, Al Qohhar dll.
    Sekuat-kuatnya bangsa Israel, Palestina amerika, arab, rusia, rrc dsb pada akhirnya semua bangsa tunduk pada sunatullahnya…
    Mangsudnya
    Mau berbuat apa saja Allah itu tidak bisa menghalangi, mau kiriman badai, gempa bumi, kebakaran, perang dll.. siapa bisa menghalangi…

    Yah, seharusnya Allah ya memang begini ini. Tapi jika begini maka semua pertanyaan menjadi tidak penting lagi. Jadi nggak seru nantinya. :D

    Boleh jadi kebrutalan israel itu merupakan wasilah yang menghantarkan pejuang palestina menjadi mati syahid, lha wong ibu-ibu palestina sering mendoakan putranya menjadi syuhada…

    Dan boleh jadi Israel adalah perpanjangan tangan Allah untuk menghukum orang palestina. Boleh jadi …

    Sebenarnya takdir kematian tidaklah bisa ditunda, apabila tidak diserang jalur gaza apakah penduduk palestina tidak meninggal…

    Tapi kan manusia disuruh berusaha juga. Kalo tidak salah suruhan itu ada di salah satu kitab suci.

    Apakah bangsa israel yang menyerbu gaza pasti kekal hidupnya.., apakah ehud olmert bisa lebih berkuasa daripada firaun.., nggak ada pensiunnya, nggak pikun dll?

    Wah, nggak tahu. Saya bukan Tuhan. Eh, itu pertanyaan retoris ya? :mrgreen:

    eh ngomong ‘israel bangsa pilihan’ menurut pemahaman saya itu terjadi pada umat Nabi Musa, waktu itu mereka seluruh bangsa israel saking berontaknya pada Allah (kafir dab) maka Allah menimpakan mereka kesusahan yaitu seluruh bangsa israel menjadi budak negri mesir, sehingga Allah mengutus Musa untuk memberi mereka kebebasan pada tanah yang dijanjikan, Allah juga akan menjajikan menjadi umat pilihan… tapi bangsa israel lebih tergoda untuk kufur kafir dan tidak mengakui adanya tuhan, malah membuat tuhan sendiri misalnya samiri membuat tuhan dari patung sapi emas untuk disembah…

    “Jadi untuk menjadi umat pilihan itu syaratnya ‘cuma’ aqidahnya benar’ alias tauhidnya benar alias mengesakan Tuhan, Alias mengakui dan menyembah hanya pada Allah swt…

    Sependapat dengan yan ini.

    Lihat aja Tulisan di ranah Islam pastilah dijumpai bahwa ummat nabi muhammad saw itu umat terbaik, umat pilihan, yang paling cepet dapat syafaat (keringanan) dunia dan akhirat, shalawatnya saja bisa mengusir sihir musyrik atau sihir penyembah kabbalah yahudi…

    Seharusnya tergantung tingkah laku.

    Lihat aja Tulisan di ranah Islam pastilah dijumpai bahwa ummat nabi muhammad saw itu umat terbaik, umat pilihan, yang paling cepet dapat syafaat (keringanan) dunia dan akhirat, shalawatnya saja bisa mengusir sihir musyrik atau sihir penyembah kabbalah yahudi…

    Maka dengan label umat Nabi Muhammad tidak cukup, harusnya dengan tauhid yang benar baru cukup. :mrgreen:

    Sebenarnyalah bila semua manusia itu kafir tidaklah menjadikan kekuasaan Allah swt berkurang, pun misal bung danalingga menghina tuhan, barangkali tuhan berkata “emang gue pikirin”, lha wong manusia ciptaanya pastilah membela…

    Nah, itu rasanya betul sekali. :D

    Eh lain kali ngomong keras dan bebas kayak blogging ini di forum resepsi pernikahan… pastilah banyak piring melayang.. he he he

    Nah, mungkin Allah ingin mengajarkan tentang hal ini kepada saya, sehingga diijinkannya saya membuat kerusuhan. *kok seperti mengkambing hitamkan Allah ya?*

    @yusahrizal

    Mengacu pada Al Qur’an:

    Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS Ali Imron 110)

    Kalau mengacu pada ayat diatas, apakah umat yang dibilang terbaik itu umat muslim?
    Maaf, tidak ada kata tersebut didalamnya. Yang ada hanya kata amal ma’ruf, nahi mungkar dan beriman. Malah boleh dikatakan bahwa ahli kitab yang beriman (non-beragama Islam) juga termasuk umat terbaik. Intinya sih lebih ke masalah iman dan tingkah laku.

    Nah, ternyata sejalan dengan dugaan saya bahwa bukan label muslim yang menentukan. Melainkan perbuatannya.

    Allah yang rasis ini tergantung pemahaman versi siapa. Toh kalau Allah versi 3 agama turunan Ibrahim bakalan di klaim oleh ketiganya.

    Bagaikan tiga bersaudara ribut berkelahi dan masing2 mengklaim bapak mereka akan membela tanpa berpikir sepupu mereka disebelah rumah sibuk tertawa menonton. Bapak mereka sendiri justru sedang keluar kota, walaupun sudah ditelpon ponakannya yang nonton perseteruan 3 anaknya, si bapak cuma komentar, “Mereka udah gede, udah umur ribuan tahun. Ntar juga ngerti sendiri!”

    Kesimpulan: Dengan sangat menyesal saya harus katakan kalau anda benar telah menghina Allah. Paling tidak Allah versi yang anda baca atau Allah versi orang yang melaknat anda telah menghina.

    Ah, anda telah menyatakan kata kuncinya akan segala kerusuhan tersebut. Yakni Allah versi. Yah, akhirnya saya maklum mengapa saya dituduh telah menghina. Ya, saya telah menghina Allah menurut versi mereka itu.

    iya, anda kreatif sekali yah. Hasil dari komentar pendek aja, ngendumelnya malah jadi posting sepanjang ini

    Ah, itu Allah yang mengijinkan. :mrgreen:

    @K. geddoe

    Terimakasih bro, segala dukungan memang sangat saya butuhkan saat ini demi bertempur untuk kepentingan Allah yang kita kagumi itu. *lebay*

    @chiw

    Saya juga kepikiran, jika slogan terebut diteruskan, lama-alam negara semacam bolivia dan venezuela menarik dukungannya. Karena toh merasa mereka tidak diajak-ajak dalam hal ini.

    @frozen

    Ah, iya pembenaran bahwa itu pertanyaan retoris juga sudah saya kemukakan. Tafi tetap saja pembenaran saya ditolak dengan sukses.

  9. 10 Islam Indie Januari 18, 2009 pukul 8:09 am

    haduh mas dana…
    maka saya mah memilih netral… merem. Gaza is too complicated. :P

  10. 11 uhuik Januari 18, 2009 pukul 10:38 am

    eh cuma nambah-nambah
    Pangkal pertumbahan darah di yerusalem itu kan karena negara israel merasa sebagai bani israil (israil=mencintai tuhan) yang berhak atas tanah yang dijanjikan (kanaan (?)),tetapi mereka yahudi koq. Kisahnya memang begitu, benar, dan di Islam (hadist qudsi) sudah ada revisi ‘bahwa bumi ini milik Allah swt dan akan diwariskan kepada hamba-hambaNYA yang baik (shaleh)’, kira-kira tanah perjanjian itu dah batal belum ya….

  11. 12 danalingga Januari 18, 2009 pukul 11:56 am

    @Islam Indie

    Pantesan anteng gitu.

    @uhuik

    Makasih atas tambahannya.

    Iya mungkin saja memang Israel yang sekarang ini cuma merasa sebagai Israel jaman dulu yang dipilih Allah. Memang repot sih kalo soal rasa merasa menajadi umat pilihan ini. Tapi entah kenapa banyak manusia yang senang mempraktikkannya.

  12. 13 yusahrizal Januari 18, 2009 pukul 7:52 pm

    Nah, ternyata sejalan dengan dugaan saya bahwa bukan label muslim yang menentukan. Melainkan perbuatannya.

    Sori saya perbaiki. Sedikit, tapi sangat penting. Karena yang tercantum dalam Al-Qur’an ada 2 poin (coba baca lagi ayat diatas) yaitu:

    1. Iman, ini menyangkut hubungan vertikal antara makhluk dan Tuhannya. Muslim belum tentu jadi umat yang terbaik hanya dengan beragama Islam ataupun berserah diri. Mereka harus menjadi mukmin (orang beriman) yang tingkatannya berada diatas hanya sekedar “muslim”. Dan ingat, menjadi Non-muslim juga ternyata masih bisa beriman kalau mengacu pada ayat diatas.
    Ternyata menjadi mukmin juga belum cukup karena harus diikuti dengan poin kedua.

    2. Amal ma’ruf nahi munkar, ini menyangkut hubungan horizontal antara sesama makhluk.

    Yah, memang kesannya gampang menjadi yang terbaik dengan melaksanakan “hanya” dua poin. Tapi bayangkan saja, melaksanakan satu saja beratnya minta ampun. Saya bisa saja dengan yakin ngomong kalau saya seorang muslim, tapi saya tidak berani menyatakan kalau sekarang saya adalah seorang “mukmin”.
    Melaksanakan poin kedua…….*menunduk malu……*

  13. 14 ICHA Januari 18, 2009 pukul 9:03 pm

    huuuh,,emang complicated bgt ya…

    tapi tetep paling g setuju klo dah bawa2 agama dan Tuhan. pa lagi ngrasa paling bener. (kok kesannya kaya sok suci gtu yach…)

    klo sama2 berdoa sie,,aku lebih berdoa biar semua cepet berakhr,,cz kasian orang2 yang jadi korban yang pada intinya adalah korban dari ke-egoisan manusia itu sendiri.
    amin.

  14. 15 awie Januari 19, 2009 pukul 8:09 am

    karena ke egoan kita kadang membuat ,hal kecil menjadi besar dan yang besar menjadi kecil( weeleh ngomong apa toh aku ini 0pada intinya manusia itu dah di gariskan mo hidup yang gmna ,begitu juga sebuah negara ,jalan jalan pagi di bloger ketemu banyak artikel menarik he he he

  15. 16 sigid Januari 19, 2009 pukul 9:05 am

    Kalau saya boleh berpikir bebas, bagi saya tampak jika perang Israel dan Palestina itu sejak dulu rebutan wilayah.
    Mengingatkan saya kepada kasus-kasus perebutan tanah warisan di sekitar kita.
    Sejak dulu tidak masuk akal bagi saya bagaimana perang ini bisa masuk dalam kategori perang antar agama. Telebih konsep bahwa perang itu mulia, what the heck … apa yang salah dengan gambaran itu :???:

    Eh, mas …. menghina Allah itu ntar dianggap melanggar UU ITE lho :mrgreen:

  16. 17 Jefry Austin Januari 19, 2009 pukul 10:45 am

    Baru saja saya menyapa anda dan teman-teman lainnya dalam sebuah karya saya. Tanpa bertanya terlebih dahulu, saya telah mencantumkan nama anda di dalam deretan nama-nama yang ada. Semoga anda tidak berkeberatan. Dan apabila ada kesalahan dalam penulisan nama anda mohon beritahu ke kami, maka kami akan segera memperbaikinya. Saya juga telah membaca karya anda yang terbaru. Indah dan penuh makna. Saya dapat melihat keseriusan anda dalam tulisan ini. Salam untuk anda dan selamat berjuang, tetap semangat.

  17. 18 Agiek Januari 19, 2009 pukul 4:42 pm

    ada yang bilang salah, ada yang bilang bener :mrgreen:
    kalau kata Buya Geddoe sih, tergantung tuhannya :lol:

    Hah? Buya Geddoe?!?!?!

    *ngakak, terus semaput* :D

    @kang dana

    Udah kang mending maen cs aja, kita buktikan kalo persaudaraan tero dg ak47 itu lebih hebat dari ct dengan carbine-nya :))

  18. 19 zal Januari 20, 2009 pukul 1:26 am

    ::Dan bagaimana pendapatmu jika Tuhan berkata seperti ini : “mengapa kau tak rela jika AKU berbuat sekehendakKU atas ciptaanKU sendiri…
    apakah KAU tahu mengapa kamu diciptakan…
    mengapa kau tak rela atas apa yang menjadi putusanKU…
    bukankah sudah KUkatakan AKU lebih tahu dari yang tidak kau ketahui…
    tidakkah kau Lihat ketengelaman yang melibatkan ribuan orang yang terkumpul, sedang sebelumnya ada yang menjauh darinya atas kehendakKU…
    mengapa anak-anak tak boleh terbunuh, sedangkan Rasulku telah mengajarkan kepadamu sebelumnya, ingatlah pertemuan musa dipertemuan 2 lautan…”
    apa yang tersisa darimu jika kau rela, dan apa yang bertambah padamu jika kau tak rela…

  19. 20 Yudi Januari 20, 2009 pukul 6:38 am

    Saya sih tidak heran klo diskusi mengenai israel-palestina selalu panas. BTW sudah pada baca belum Zionis Sages Protocol karya Theodore Hetzl, yang berisi 24 ayat bagaimana cara menguasai dunia dengan semboyan Novus Ordo Sclorumnya. Saya setuju klo konflik israel-palestina tidak ada hubungannya dengan agama. Knp ini jd perdebatan?karena kondisi seperti inilah yg mereka inginkan. Jika melihat sesuatu tolonglah jgn dilihat dari satu frame saja (agama)

  20. 21 tomyarjunanto Januari 20, 2009 pukul 10:05 am

    Kita lebih tergetar iman oleh Tuhan yang menghidupkan orang mati, bukan Tuhan yang menghendaki kita untuk berbagi & solider kepada sesama
    dalam diri sesama kitalah Tuhan sungguh-sungguh kita temukan, namun sungguh-sungguh kita tolak :cry:
    yuk Kang bareng2 temukan Tuhan yang sejati

  21. 22 Knapppov Januari 20, 2009 pukul 11:19 am

    Pinternya yahudi, abraham yang orang arab punya keturuanan yang akhirnya diangkat menjadi tuhan oleh saulus (paulus), tuhan pun dibunuh oleh yahudi, sebenarnya seluruh donia ini sudah dikangkangngi yahudi, orang orang disuruh bertuhankan orang yang dibunuh yahudi. Secara metafor barangkali yahudi pingin jadi tuhan…………..

  22. 23 White Januari 20, 2009 pukul 8:28 pm

    Tuhan hanya ada Satu. Yaitu: ALLAH SWT/BUDHA/HYANG WIDHI/ALLAH BAPA. Menghina agama lain sama dengan menghina agama sendiri. kenapa? Karna Tuhan kita sama. hanya ritual kita yang berbeda beda.

  23. 24 Islam rahmat bagi seluruh manusia Januari 20, 2009 pukul 10:30 pm

    Penegasan al qur’an tentang seluruh umat … yang mempersempit pengertiannya adalah orang yang ingin membenarkan dirinya sendiri.

    Sesungguhnya orang-orang Mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada ALLAH, hari kemudian dan beramal Kebajikan, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati
    - Qur’an Surat Al Baqarah : 62-

    Tidak khawati & sedih = bahagia/senang terus

  24. 25 hastu Januari 22, 2009 pukul 12:09 am

    memang,sih mas kalimat sampeyan (yang menjawab pernyataan bahwa israel itu bangsa pilihan Allah ) itu ambigu.Dan kalo udeh bau-bau ambigu gitu harusnya sampeyan ngejelasinya pake bahasa yang enggak ambigu lagi alias yang jelas sejelas-jelasnya,kalo perlu bahasa awam huhehehe…

    dasarnya apa,mas kok sampeyan bisa bilang perang israel palestina bukan atas nama agama? dan kenapa harus di fuck-an jika ada islam brotherhood? islam brotherhood lebih sempit dari persaudaraan antar umat manusia? bagaiman sampeyan bisa bilang begitu? cuba, mas ditengok lagi tentang universalitas islam, dimana masalah persaudaraanpun tak luput dari menejemennya. benarkah islamic brotherhood ituh bisa mnyebabkan melupakan saudara2 di negaranya sendiri? dan benarkah pula lebih sempit dari persaudaraan antar umat.

    *nantangin mode oN*

  25. 26 CY Januari 23, 2009 pukul 5:09 pm

    @Hastu
    Buktinya tuh banyak saudara2 sesama Islam didalam negeri yg perlu bantuan tapi kebanyakan pura2 tak tau. Tapi Palestina yg nun jauh disana (naik pesawat aja pantat pegel), kita sampe ikut2an demo sana-sini. Gimana dgn lumpur Sidoarjo dan Lapindo?? Ada yg bantu demo dan menyebut Islamic Brotherhood ga?? Apakah mereka “not your brother”?? Sepertinya suara2 protes itu ikut tenggelam bersama lumpurnya. Universitas Islam mana yg ngotot demo mempertahankan hak2 korban lumpur Sidoarjo dan Lapindo?? Apakah demonya ada yg bertahan sampai hari ini?? Banyak lagi contoh kejadian dalam negeri yg melibatkan saudara2 sesama muslim tapi yg lain pada diem pura2 tak tau.

    Jadi menurut saya demo2 mengutuk Israel itu hanya sok solider saja, hanya supaya ga dibilang “ga setia kawan”. Cuma sekedar jual tampang. Jadi tidak pantas membawa2 istilah “Islamic Brotherhood” utk hal itu. Selesaikan dulu brotherhood dalam negeri baru urus yg luar negeri.

  26. 27 Buya Alex© Januari 26, 2009 pukul 10:52 pm

    @ CY

    *tertohok* :cry:

    Iya… disini jadi ndak enaknya memang. Waktu anak2 di sini turun urun bantuan saya juga ngingatin gitu… ternyata nyaris jadi angin lalu (tanah masyarakat yang dipacak pemda seenaknya, korban banjir, bantuan raskin, penumpukan pupuk, penimbunan BBM, etc… cuma sedikit yang ikut protes)

    Dan… oh! Institusi ulama paska Gaza malah sibuk dgn Fatwa Rokok. Apa-apaan itu?! Korporasi pecundang bernama Bakrie melenggang cuci tangan dari Lapindo enak cabut dgn dominan kerugian ditanggung pemerintah. Mana fatwa hal2 akar rumput begitu?! :mad:

    *coret2 draft postingan berbumbu cabe*

  27. 28 uhuik Januari 27, 2009 pukul 10:33 am

    @CY
    kayaknya sih korban lumpur lapindo yang sertifikatnya lengkap dah mulai dapat ganti untung… Tanah-tanah di sidoarjo juga banyak yang kekapling pemodal….Yang belum beres kayaknya tanah yang model pethok d. Kalau usulan sertifakat tanah kayaknya ndak akan selesai hanya dengan demo atau atau fatwa MUI, mungkin lebih baik dengan pemetaan dari satelit untuk mencocokan dengan pethok d, dan penguatan bukti-bukti kepemilikan tanah yang sah…

  28. 29 danalingga Januari 29, 2009 pukul 9:51 pm

    @yusahrizal

    Seharusnya tidak perlu perbaikan sebab bagi saya point 1 dan 2 itu tetap dinilai berdasarkan perbuatan. Perbuatan pada Tuhan dan pada manusia. Bukan begitu?

    @ICHA

    Hem, benar juga.

    @awie

    Hem… intinya ego ternyata.

    @sigid

    Yah, mungkin agama memang dimanfaatkan untuk alat membuat berani dan persatuan.

    @ Jefry Austin

    Terimakasih.

    @Agiek

    Hus!!! Kerja…kerja… :lol:

    *ngelempar granat*

    @zal

    Mungkin karena Tuhan menciptakan aku untuk tidak rela? :mrgreen:

    @Yudi

    Memangnya kenapa dengan 24 ayat itu?

    @tomyarjunanto

    Mari kang, menemukan Tuhan.

    @Knapppov

    Apa benar abraham orang arab?
    Btw, mungkin harus dipahami apa sebenarnya yang dimaksud dalam penyebutan Yesus itu sebagai Tuhan.

    @White

    Cuman ada saja yang merasa Tuhannya berbeda.

    @Islam rahmat bagi seluruh manusia

    Ayat universal.

    @hastu

    Dasar peng-fuck-an itu bisa anda baca di link pada artikel tersebut yang mengarah ke sora. Jika kurang jelas nanti saya terangkan.

  29. 30 putrivagina Januari 31, 2009 pukul 5:58 pm

    apa yg digariskan tak akan dapat dihapuskan, kiamat adalah akhir dari pertikaian-pertikaian yang ada di muka bumi

  30. 31 blackboard Februari 1, 2009 pukul 3:57 am

    Perang antara Israel dan Palestina bukanlah perang antar agama krn agama tidak mengajarkan untuk berperang! Jadi siapa yang berperang sebenarnya? Yang berperang sebenarnya adalah manusia congkak, angkuh, merasa diri paling kuat, merasa diri paling benar, merasa membela Tuhan.
    Kita sering mendengar didalam ayat al-quran di sebutkan berperang melawan kafir. Sekarang masalahnya apakah sudah mengerti makna kafir?
    Kafir adalah manusia yg tdk percaya kpd Tuhan. Apakah Israel bangsa kafir? Jelas tidak jika mereka percy adanya Tuhan pencipta alam semesta. Dgn percy didalam hati saja maka label kafir menjadi tdk layak utk di tudingkan kpd orang tsb.
    Jadi jgn membawa2 agama dalam peperangan antar bangsa. Itu murni nafsu perang manusia.

  31. 32 blackboard Februari 1, 2009 pukul 4:20 am

    Untuk apa sih membela bangsa2 arab yang notabene adalah bangsa biadab! kekejaman dan kekerasan adalah keseharian bangsa arab. Dan bgmn cara berpikir mereka bisa dikatakan kembali ke jaman purbakala.
    Misalnay di negara2 arab utk membuktikan perkosaan hrs ada saksi 3 org? trus kalo di perkosa di tempat sepi berarti si pemerkosa bisa melenggang kangkung begitu saja. Padahal pemerkosaan bisa dibuktikan oleh ahlinya yaitu kepolisian.
    Trus sudah terbukti kebiadaban orang2 arab thd TKI wanita kita. Kasus2 kekerasan spt menyiram dgn air panas, memukul, menyetrika, mengurung dan menusuk sering di alami TKI wanita di negara2 Timur tengah alias negara2 bangsa arab. Pemerkosaan juga sering terjadi dan bahkan byk yang tdk membayar gaji para TKI wanita itu. Mereka menganggap bangsa indonesia adalah bangsa budak yang bisa diperlakukan seperti binatang!
    Bangsa biadab inikah yang kalian bela mati2an? dimana bantuan dari orang2 arab ketika indonesia di landa berbagai macam bencana alam? justru yang membantu adalah bangsa2 yg kalian tuduh kafir yaitu bantuan dari negara2 barat!

  32. 33 danalingga Februari 1, 2009 pukul 10:25 am

    @putrivagina

    Betapa kejamnya yang menggariskan demikian.

    @blackboard

    Tapi arab juga adalah manusia. Dan saya masih percaya bahwa manusia masih punya harapan, karena pasti masih ada sisi baiknya.

  33. 34 jhon Februari 3, 2009 pukul 4:36 pm

    Kalo menurut pandangan saya, ini merupakan skenario Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatunya. Termasuk komen dari saya dan rekan2 thd isu yg dilontarkan oleh mas Dana. Bagaimana sikap kita menanggapi hal2 yg terjadi disekitar kita. tentu dng kapasitas kita masing2. Kalo ada diantara kita yg sanggup dng kekuatan/pengaruhnya, pasti bukan cuma sekedar komen disini aja. pasti ada tindakan nyata thd tragedi gaza. sesuai dng keyakinan/keimanan kita. bagaimana anda kalo dlm posisi sbg presiden AS saat ini? kan tergantung keimanan/keyakinan kita masing2? Betul? Didepan kita terbentang sejumlah/banyak masalah, bagaimana kita menyikapi itu semua? tentunya berpulang pada tingkat keimanan dan kesadaran berkeagamaan/berkeTuhanan kita masing2. Apa kita mau hanyut dng masalah2 tsb atau mau melihatnya sbg hamparan bahan ujian bagi keimanan kita? Up to date..,eh up to you bro’S

  34. 35 stey Februari 9, 2009 pukul 1:04 pm

    di agama saya, iya kami mengakui Israel itu bangsa pilihan, toh saya pribadi tidak membuat itu jadi pembenaran atas tindakan brutal dan tidak berperikemanusiaan dari Israel itu..

  35. 36 godamn Februari 9, 2009 pukul 6:30 pm

    dikecam lagi ya kang… gak papa deh… makanya mesti ati-ati kalo ngomong tuh.. jangan emosian… hihihi… godamn sok dewasa lagi yah…

    aku jadi inget cerita.. dua orang peramal yangg ditanya ma raja…
    yang satu bilang bahwa putra mahkota akan mati muda… trus dipenggal..
    yang satu bilang bahwa umur sang raja akan lebih panjang daripada putra mahkota.. eh malah dikasih hadiah..
    padahal sami mawon isinya mah… mungkin gitu aja kang… akang bahasanya kasar n vulgar….

    tapi aku jadi terharu.. akang dengan sukarela mau belain Allah.. menurutku berarti akang sayang ma Dia juga…
    memang kang.. mana mungkin Dia pilih kasih… iya kan..? Dia kan adil…
    sedih ya kang… lihat orang bego kaya gitu… mungkin itu kali.. makanya Nabi Muhammad sebelum meninggal, khawatir sekali ma umatnya… sampai berseru… “umatku… umatku…” saking sayang ma mereka semuanya…
    emang bikin gemes deh… pantes nabi Yunus juga sampe pernah ninggalin umatnya… eh malah dia yang dijewer ma Allah…
    berarti Dia tuh sayang ma orang-orang bego juga…
    eh.. kalo komen aku bego juga… tuntun aku juga deh.. aku jangan dibiarin bego… nanti kalian dijewerma Dia loh… kan ternyata Dia tuh sayang juga ma orang bego kaya aku ginih…

  36. 37 godamn Februari 9, 2009 pukul 6:39 pm

    dikecam lagi ya kang… gak papa deh… makanya mesti ati-ati kalo ngomong tuh.. jangan emosian… hihihi… godamn sok dewasa lagi yah…

    aku jadi inget cerita.. dua orang peramal yangg ditanya ma raja…
    yang satu bilang bahwa putra mahkota akan mati muda… trus dipenggal..
    yang satu bilang bahwa umur sang raja akan lebih panjang daripada putra mahkota.. eh malah dikasih hadiah..
    padahal sami mawon isinya mah… mungkin gitu aja kang… akang bahasanya kasar n vulgar….

    tapi aku jadi terharu.. akang dengan sukarela mau belain Allah.. menurutku berarti akang sayang ma Dia juga…
    memang kang.. mana mungkin Dia pilih kasih… iya kan..? Dia kan adil…
    sedih ya kang… lihat orang bego kaya gitu… mungkin itu kali.. makanya Nabi Muhammad sebelum meninggal, khawatir sekali ma umatnya… sampai berseru… “umatku… umatku…” saking sayang ma mereka semuanya…
    emang bikin gemes deh… pantes nabi Yunus juga sampe pernah ninggalin umatnya… eh malah dia yang dijewer ma Allah…
    berarti Dia tuh sayang ma orang-orang bego juga… bukan yang pinter aja..
    eh.. kalo komen aku bego juga… tuntun aku juga deh.. aku jangan dibiarin bego… nanti kalian dijewerma Dia loh… kan ternyata Dia tuh sayang juga ma orang bego kaya aku ginih…

  37. 38 godamn Februari 9, 2009 pukul 6:54 pm

    wah jadi dua kali deh komennya… eh tiga deng… maklum pake hp brengsek nulisnya juga… maklum di kampung kang… sorry aja deh… susah sinyal lagi…

    eh kang.. tolong deh… cariin arti bahasa dari islam, kristen, israel, yahudi, nashoro, hindu, budha, dan tao juga. Akang kan gemar ngotak-ngatik bahasa…. kali aja kalo semuanya diterjemahin ke bahasa indonesia, kita jadi tahu siapa sih umat yang dikasihinya tersebut.. kayaknya para penerjemah kitab-kitab suci tuh lupa nerjemahin kata-kata tersebut… tolongin aku ya kang… trims

  38. 39 Lambang Februari 9, 2009 pukul 11:01 pm

    Mas Danalingga,
    Sebetulnya masalah benar atau salah itu kan masih nisbi. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Tergantung juga pijakan yang kita gunakan.
    Kalau boleh saya koreksi, yang membuat Anda di “sikat” oleh blogger lain, karena cara penulisannya saja yang kurang santun. Ada kesan emosi. Anda seharusnya memahami bahwa ada sebagian orang di sekitar kita yang kurang bisa mengendalikan emosi, dan ada juga sebagian lain yang masih uncivilized. Ada juga yang masih barbar dan super moron.

    Seandainya comment Anda seperti ini :

    Ya..ya…ya… Israel memang negara pilihan Allah. Negara yang membantai sesama makhluk Allah. Apakah Allah mengijinkan untuk membantai sesama ?

    Saya yakin ngga’ akan banyak yang tersinggung :).

    Salam.

  39. 40 danalingga Februari 10, 2009 pukul 7:45 pm

    @jhon

    Semua memang atas ijin Allah. Termasuk artikel ini dan semua komen disini. ;)

    @stey

    Rasanya apa yang kau tabur, itulah kau tuai berasal dari agama itu juga bukan?

    @godamn

    Hem, kamu nyindir ya?

    Btw, makasih sudah mengingatkan.

    @Lambang

    Iya, rasanya memang karena kalimatnya yang kelihatan kasar.

  40. 41 godamn Februari 10, 2009 pukul 11:08 pm

    yah… nyindir lagih… nggaklah….
    aku sayang ma akang kok… ma jenar juga….
    ati-ati yah…..

  41. 42 v1t4m1nc Februari 20, 2009 pukul 4:00 pm

    Salam kenal,…

  42. 43 v1t4m1nc Februari 20, 2009 pukul 4:25 pm

    @uhuik
    Ga.. lahh,… kalo Tuhan mo milih suatu bangsa jadi umat pilihannya Dia ngga butuh syarat apapun.

  43. 44 watonist Maret 2, 2009 pukul 4:21 pm

    Kenapa musti persaudaraan sesama muslim?

    sebagai satu tanda bagi orang-orang yang berfikir Dan.
    ya … mungkin saja sampeyan jadi tergelitik untuk merekonstruksi apa makna muslim yang sebenarnya.

  44. 45 Jabon Juli 16, 2010 pukul 5:20 pm

    kalimat “Allah macam apa itu” itu meninggikan atau merendahkan…??

  45. 46 jabon Agustus 11, 2010 pukul 9:54 am

    by : jabon :

    oh ya saya suka artikel yang di sajikan anda mas

    jabon


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Januari 2009
S S R K J S M
« Des   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: