Perjalanan Yang Masih Terus Berlanjut

Tentu para pembaca blog sebuah perjalanan ini sudah menyadari. Menyadari bahwa beberapa bulan ini tulisan di sini berkurang drastis dibandingkan yang sudah-sudah. Yah, semua itu disebabkan hal di dalam diri, bukan karena kesibukan atau hal di luar diri lainnya. Terasa beberapa bulan ini ada perubahan dalam memandang laku agama sekitar, yang selama ini sebagai bahan tulisan. Semua berawal dari spiritualitas yang semakin menurun. Kesadaran yang semakin diambil alih oleh ego.

Tidak ada kemajuan secara spiritual yang diperoleh dari mengkritik secara keras laku agama, yang sepemahaman saya tidak sesuai dengan maksud dari agama sebenarnya. Kemelencengan dari esensi agama yang selama ini menjadi bahan bakar tulisan di blog ini. Berusaha mendobrak segala tradisi yang selama ini dianggap kebenaran. Membongkar pola pikir yang telah diwariskan, lalu menggantinya dengan pola pikir yang lebih bersifat pribadi. Semua tentu dalam konteks keber-agama-an.

Tapi alih-alih membuat diri menjadi semakin menapaki jenjang lebih tinggi dari spiritualitas, rasanya malah semua energi negatif diserap ketika melakukan kritik melalui tulisan diblog ini menarik diri ke titik yang semakin rendah. Tidak ada masalah sebenarnya jika saya sehebat salah satu guru spiritual yang pernah bersinggungan ajarannya dengan saya. Sang guru mampu untuk mengubah energi negatif yang diserapnya menjadi energi positif. Mengubah energi benci menjadi energi cinta.

Sayang, saya belum sehebat beliau. Jadilah segala negatifitas itu menyeret saya ke lembah terdalam kegelapan spiritual. Menjadi kering kerontang dan kehausan. Semakin lama rasa haus itu semakin tidak tertahan. Maka kuputuskan untuk mulai mengalihkan perhatian pada diri. Berusaha menemukan sumber segala kekeringan yang sangat menyiksa itu. Menjenguk jauh kedalam dan melupakan akan dunia luar. Berusaha untuk menyembuhkan kegelapan yang menggerogoti.

Maka dalam proses itu, blog sebuah perjalanan ini, harus mengalah. Membiarkan diri ini istirahat sejenak melepaskan diri dari urusan yang sangat hingar bingar ini. Berusaha mendefenisikan ulang apa sebenarnya yang dilakukan selama ini. Memang sudah ada titik cerah. Terangkum dalam alinea diatas, bahwa telah terdeteksi sumber masalah sebenarnya. Sedangkan penyelesaian masalah masih dalam proses. Proses yang akan terus berlangsung hingga nanti kembali ke asal.

Proses itu mungkin akan menghasilkan tulisan-tulisan rasa baru. Tulisan yang mungkin tidak akan segarang dulu, atau malah lebih garang. Entahlah. Tapi yang pasti ada sesuatu yang sedang berubah dalam diri ini. Pergerakan itu memang tidak pernah akan selesai sampai akhirnya dapat kembali kepadaNya. Mohon dimaklumi jika selama proses ini, tulisan diblog ini masih akan sangat sedikit.


About these ads

32 Responses to “Perjalanan Yang Masih Terus Berlanjut”


  1. 1 Rasyeed April 19, 2009 pukul 11:17 am

    Welcome to the solitude, hope you’ll find you’r better self in it.. Yeah, perjalanan jauh ke dalam diri.

  2. 2 godamn April 19, 2009 pukul 9:19 pm

    sang cinta akan membimbingmu… dan dia akan menggiling dan meremasmu menjadi adonan sebelum dimasukan ke pembakaran kata oom Rumi mah… syerem juga yah….

  3. 3 cK April 19, 2009 pukul 9:23 pm

    selamat beristirahat… ;)

  4. 4 Lambang April 19, 2009 pukul 9:38 pm

    Urusan spiritual dan agama memang tidak akan bisa diperdebatkan. Banyak menguras enerji dan hasil akhirnya hanyalah siapa yang lebih pandai mengolah kata maka dia yang menang debat. Ngga ada kepastian mana yang benar. Memang lebih baik mencari sendiri. Minimal Tuhan tahu bahwa kita sudah berusaha mencari walaupun sampai akhir hayat masih ngga ketemu juga. Resikonya ya dibayang-bayangin sendiri aja. Hidup kan hanya permainan akal dan angan-angan.

  5. 5 zal April 19, 2009 pukul 10:06 pm

    ::kalau tak ada benturan pentol korek dengan mesiunya bagaimana api menyala, jika tak ada api yang membakar dan memberi panas dengan apa makanan tanak…,
    Dan, jika pandangan detail diri telah dipandangkan, alasan apa untuk tak mengenali, sebab dari sana seharusnya sudah bertemu antara pena dengan bukunya, kapur dengan papannya..dan apa yang membaca dan apa yang terbaca…kan..
    rasa kehilangan dari apa yang dahulu pernah, bukanlah kehilangan mutlak, dia hanya tampil lebih halus, dari halusnya malah lebih detail dan lebih luas agaknya, tapi gak tau jugalah…soalnya jadi gak sakti, sebab jawaban gak datang selancar dulu…padahal.. :)

  6. 6 almascatie April 20, 2009 pukul 12:46 am

    restart sejenak.. tapi jangan shutdown pak! :mrgreen:

  7. 7 omiyan April 20, 2009 pukul 9:31 am

    Semua berpijak pada keyakinan apa yang diyakininya…Al-Quran, Sunatullah dan Ijma adalah sebuah jalan buat mereka yang menyakininya

  8. 8 uhuik April 20, 2009 pukul 10:39 am

    saat tertentu dalam perjalanan pastilah serasa menyerap seluruh energi negatif sekitar yang membuat hati kita serasa terbebani kekeringan, stress amarah, putus asa orang- orang sekitar. Saat itu memang diperlukan semacam guru spiritual yang dapat menyalurkan mata air dari Allah swt supaya melimpah ke hati kita dan meluap ke aura ke sekeliling kita.
    Karena kering pekat (depresi, panas, nafsu, kecewa)dll adalah perbendaharahan dunia, tidak bisa menghindarinya dengan sekedar meditasi di puncak gunung, menyepi dari kerumunan orang/bisnis. Cara menghadipinya dengan berani adalah mendekat kepada Pencipta hakiki itu semua…, bila sulit carnya mendekat tentulah ada guru yang mampu membimbing tiap hati yag berbeda, dan energi cinta kepada Allah swt haruslah dipupuk dan disirami dari detik ke detik supaya tetap tumbuh.

  9. 9 daeng limpo April 20, 2009 pukul 4:31 pm

    ah…ymnya kan gak ditutup mas, ngobrolnya di ym saja….. :)

  10. 10 Santri Gundhul April 20, 2009 pukul 9:14 pm

    Kang DANA,

    Begitu jernihnya air itu turun dari langit. Diserap oleh gunung-gunung beserta pepohonannnya. Mengalir bercabang-cabang menjadi sungai – sungai. Selalu turun ke bawah, ke bawah dan ke bawah. Ia mencari tempat terendah. Persatuan kembali. Samudera lepas. Sesampai di sana air itu ingin naik kembali. Menguap melebur. Menjadi sesuatu yang jernih kembali.

    Layaknya air, sebuah ajaran moral turun dari langit begitu jernihnya. Ajaran ini merembet meliuk-liuk bergelombang melewati celah-celah terendah. Memecah diri menjadi berbagai aliran sungai ajaran. Di tengah perjalanan, air sungai banyak yang memanfaatkan. Ada yang ingin sekedar meminumnya. Ada yang memanfaatkan untuk mengairi sawah. Ada yang mencuci baju sambil menyisakan deterjen perusak ekosistem. Ada yang beol geyal-geyol sambil merokok santai tanpa perlu susah payah menyiram. Ada pula yang tak bertanggungjawab secara sistematis menguras besar-besaran seluruh kandungannya demi hawa nafsu yang tak berujung.

    Sebagaian ulah manusia ini membuat air menjadi keruh. Air yang dulunya bersih jadi kotor. Ajaran suci air telah tercemari dengan berbagai kepentingan. Air yang seharusnya turun ke samudera, dibelokkan kesana-kemari, ditampung berbagai wadah dan dimasukkan botol beraneka bentuk. Disesatkan dari tujuan semula ke samudera. Air itu sesaat bergejolak karena tersesat tak tahu arah kembali. Namun seiring waktu, air itu mulai diam, mapan mengikuti bentuk wadagnya. Mulai terjadi persesuaian. Seakan bentuk air adalah wadah itu.

  11. 11 illuminationis April 23, 2009 pukul 1:45 am

    selamat mencari, semoga menemukan keheningan dalam diri :)

  12. 12 tomy April 23, 2009 pukul 11:11 am

    ternyata saya mencari ditempat yang salah :oops:
    kehilangan recehan di kolong tempat tidur yang gelap
    mencarinya malah di perempatan jalan dibawah tiang lampu
    ada yang selalu dikejar
    diri sendiri ada yang selalu tertinggal
    .
    namun saya belajar dari seekor laba-laba
    yang selalu tenang hening ditengah jaringnya
    akan ada banyak hal yang akan terjadi
    lalat atau serangga yang terperangkap
    hal2 negatif yang menggetarkan jaringku
    namun seperti laba2 yang tetap tenang
    menangkap & membalutnya dengan benang sutranya
    lalu kembali lagi tenang hening ditengah jaring
    bila waktunya tiba…
    penggetar jaring menjadi pelepas lapar dahaga

  13. 13 sigid April 23, 2009 pukul 1:05 pm

    Weh, istirahat dulu to mas …
    Ndak fafa, demi pencerahan …. :mrgreen:

  14. 15 KangBoed Mei 3, 2009 pukul 10:00 am

    Hihihihi…. huebaaaaaaaaaaat tenan reeek… wis mulai DIAM… HENING… KOSONG… wakakakak….. berarti dah gak suka lagunya Nugiiiiie yaaa *Tertipuuuu*… hmm…
    Sungguh sang diri ini tertipuuuu…
    Andai kita tak terperangkap kepalsuaaan…
    Alunan sang fikir dan angan angan yang meraja…
    dan Mulai belajar masuk kedalam diri…
    Belajar mendengarkan jeritan suara Nurani…
    Mungkin akan ditemukan kedamaian… yayaya… mungkin..
    Hanya sedikit… sedikiiit sekali…
    Hati Nurani yang Hiduuup… lebih Hiduuuup..
    itulah Jiwa Jiwa yang tercerahkaaaan…
    Salam Jumpa dalam DIAM… huuwaaaaaaakakakakak…
    Salam Sayang

  15. 17 ari Mei 11, 2009 pukul 6:03 pm

    Diam itu emas……

    Diam tetapi tidak diam karena bukan diam untuk menjadi diam & bukan untuk diam di dalam diam… semoga diam ini menjadi titik pencerahan & menemukan mutiara…. di dalam diam )

    Seperti kata pepatah aku pandang kau terlihat, aku dekati kau menjauh…. aku diam kau hampiri. maka….. aku bangkit kembali.

    Salam kenal & salam silaturahmi,
    mohon maaf bl ada salah kata

    W.salam

  16. 19 Ferry ZK Mei 20, 2009 pukul 3:24 pm

    hmmm sepertinya pergulatan belief system belum rampung yak :D namanya juga belief system ya tergantung “belief” nya, ada yang gampang “belief” walo ndak ngerti, ada yang gak isa “belief” karena terlalu banyak ngerti tp ada juga koq yang stabil pada “belief” coz sudah diberi kelapangan dada atau malah sudah disempitkan dadanya sehingga menerima si “belief” tersebut meski sama yang nggak “belief-belief” dibilang idiot, tp entahlah…

  17. 20 dukunjawa Juni 18, 2009 pukul 8:49 pm

    dukun mengunjungimu.., bersabarlah sahabat.. :)

  18. 21 kentus Juli 12, 2009 pukul 8:23 am

    Keren bang, mengingatkan kpd kt2 bijak sang bijak.
    “Drpd mengutuk kegelapan lbh baik menyalakan lilin”
    Salam.

  19. 22 SABDå Juli 19, 2009 pukul 9:13 am

    Kang Dana Yth
    Mohon ijin share comment disini, sebelumnya saya ucapkan beribu terimakasih.

    SELAMATKAN GENERASI BANGSA

    Salam karaharjan, salam tresno asih, teruntuk para pembaca, diskuser, para sanak kadhang ingkang dahat kinurmatan dan semua yang mampir di pondok ini.
    Dua hari ini saya benar2 berkabung dan sedih melihat nasib bangsa ini yg kian terpuruk oleh ulah sebagian orang berduit, aktor politik yg gelap nuraninya.
    Celakanya, org-org yg banyak belajar agama secara TEKSBOOK, ekonomi yang sangat menghimpit, namun kurang berbekal ilmu pengetahuan, SEHINGGA terlalu mudah dijebak oleh situasi yang menjebak diri, dan MUDAH dimanfaatkan oleh siapapun SI RAJA TEGA, atau aktor politik yang oportunis dan egois.

    Agama tanpa ilmu pengetahuan yg luas, akan mudah diombang-ambing, lalu terpuruk dan mudah dipermainkan oleh situasi politik kacau. Sebaliknya ilmu pengetahuan tanpa agama akan menjadi mesin penghancur peradaban dan alam semesta. Ilmu dan agama idealnya bersanding saling melengkapi dan mendukung. Dan selalu mencari sisi positifnya hubungan keduanya. Agama harus lebih terbuka, karena norma agama mengatur tata moral dalam diri (inner world) untuk masing2 individu, alias pengendalian dari dalam diri. Karena agama sebagai WADAH NORMA (norma agama) agar tidak kacau (A=tidak, Gama=kacau) dalam kehidupan dunia yg serba DINAMIS.
    Agama ada untuk menata moral dan batin (dalam jagad kecil) agar selaras dengan hukum alam semesta. Serta TIDAK untuk menyerang dan mencelakai orang lain. Sanksi norma agama berupa “dosa/neraka”. Berbeda dengan NORMA SOSIAL dan HUKUM. Walau norma sosial dan hukum banyak mendapat inspirasi dari norma religi, namun kedua norma tsb orientasinya diterapkan utk implementasi ke lingkup tata moral masyarakat dengan konsekuensi sanksi sosial dan sanksi hukum.

    MAKA DARI ITU SAYA PRIBADI MENGAJAK PARA PEMBACA YG BUDIMAN, PARA SANAK KADHANG, PARA RAWUH DAHAT KINURMATAN di pondok ini UNTUK TIDAK TERPANCING DAN TERPENGARUH OLEH TRAGEDI MARIOT II & RITZ. Biarlah di tingkat elit berkecamuk dan terjadi perpecahan, namun jangan sampai terjadi FRAGMENTASI di tingkat ARUS BAWAH.
    Kita semua harus tetap harus SOLID menjalin kerukunan, ketentraman, dan kedamaian GENERASI bangsa. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Kita pertahankan tradisi BERSAMA dalam PERBEDAAN.

    Oleh sebab itu perlu dan sangat perlu kita semua meningkatkan kesadaran setinggi-tingginya, agar supaya KESADARAN KITA LEBIH TINGGI dari segala macam SITUASI BURUK yang barusaja melanda negeri. Sehingga kita tidak mudah terpancing emosi. Sebaliknya MENJADI MUDAH menganalisa dan MEMAHAMI apa SESUNGGUHNYA yg terjadi. Kita tidak meraba-raba lagi, kita tidak berspekulasi, dan kita tidak berprasangka buruk yg salah kaprah. Jika kita SALAH BERSIKAP, hanya akan menambah keadaan semakin runyam.

    PALING UTAMA adalah, kita tingkatkan sikap eling dan waspadha, memasuki bulan AGUSTUS dan SEPTEMBER ’09. Bila alam pun akhirnya menjadi murka lagi, semoga kita semua, bangsa ini, selalu diberikan keselamatan jiwa raga, dan mampu melewati masa-masa sulit saat ini dan di saat yang akan datang. Semoga kesadaran kita semakin tinggi, seiring waktu berjalan detik demi detik.

    salam hormat,
    salam karaharjan,
    salam asah asih asuh,
    salam sih katresnan
    selamatkan generasi bangsa
    Jayalah NKRI

  20. 24 opie September 18, 2009 pukul 12:53 am

    daripada banyak ngomong yg baik2nya lebih baik diam, tau dulu pada baru ngomong!!!

    Tks

  21. 25 cah angon November 4, 2009 pukul 1:38 am

    WAHUWA MA’AKUM AINAMA KUNTUM,DIMANA KAMU DISITU AKU,ALLAH TIDAK ADA DIHURUF,TIDAK ADA DITULISAN,TIDAK ADA DI KERTAS.KENALI DIRI SENDIRI SEBELUM KETEMU ALLAH,MAN AROFA NAFSAHU FAQAD AROFA RABBAHU.UNTUK BISA BERTEMU ALLAH YG SEJATI KITA PERLU PEMBIMBING SPIRITUAL( GURU MURSYID )

  22. 26 cah angon November 4, 2009 pukul 2:19 am

    JIKA DIHATI MANUSIA MASIH ADA KEKOTORAN MESKIPUN SEBIJI SAWI MUSTAHIL BAKAL BISA KETEMU ALLAH,JANGANKAN KETEMU MENGENALPUN SULIT.UNTUK ITU SEBAIKNYA BERHATI-HATILAH DIDALAM SEBUAH PERJALANAN PENCARIAN.JALANNYA PENUH PERSIMPANGAN,PENUH LIKU,PENUH JURANG,DAN WILAYAH INI SANGAT ASING BAGI ORANG AWAM.PERBANYAKLAH MERENUNG,TAFAKUR DZIKIR DI DALAM HATI.HANYA DNG CARA ITU HATI BISA BERSIH.DNG TETAP MENJALANKAN AKTIVITAS KITA SEHARI-HARI.UNTUK WILAYAH YG LEBIH DALAM LAGI RASANYA SULIT UNTUK DIJELASKAN DNG KATA/KALIMAT.HURUF SUDAH TIDAK MAMPU LAGI MEWAKILI MAKNA YG SEBENARNYA DI DALAM WILAYAH RASA.SELAMAT BERJUANG WAHAI SANG PENCARI.

  23. 27 fatih November 25, 2009 pukul 12:45 pm

    Dalam setiap rentang waktu sang pengembara, pasti harus ada jeda waktu dimana sang pengembara rehat mengumpulkan kembali potensi diri yang di anurahkan sang Penguasa semesta. Ibarat batere harus ada masa isi ulang. Yang pasti tidak terkena sindrome kebosanan untuk kembali bergerak dan kembali merangkai kebaikan inci demi inci walaupun hanya untaian kata-kata untuk berbagi. Dan Selalu tingkatkan potensi diri .

    Salam kenal

  24. 28 mawardi Oktober 28, 2010 pukul 11:17 am

    smoga dapat pencerahan yang sesungguhnya

  25. 29 TRI HARDONO Februari 27, 2012 pukul 3:24 pm

    agama Islam itu agama yang sulit…. kita harus mempercayai ALLAH yang tidak bisa kita lihat ….tapi harus yakin adanya…..jadi semua ibadah yang kita lakukan sholat,naik haji,puasa,zakat,…dll….harus yakin karena ALLAH…..yang tidak bisa kita lihat secara nyata….jadi jangan pernah merasa kita sudah benar menjalankan perintahnya…..thanks

  26. 30 wong mlaku Juni 25, 2012 pukul 6:05 pm

    PERJALANAN INI MEMBUTUHKAN BUKTI NYATA DAN WUJUD

    yang sudah ya sudah anggap sebagai lelakon wujud kedepan mugi-mugi saget memahayu hayune bawono

  27. 31 balantrak Oktober 27, 2012 pukul 2:11 pm

    yg penting jgn tburu mngatakan sungai itu dalam, klo kita blom pernah terjun k sungai itu

  28. 32 tirta Maret 24, 2014 pukul 8:31 am

    Benar om, untuk mencapai peningkatan spiritual harus melalui tahapan2, dan tidak perlu main target, karena nanti bisa sintir, karena hanya karbitan (matang sebelum waktunya). Sebaiknya mengikuti ritme kehendak Allah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: