<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sebuah Perjalanan</title>
	<atom:link href="http://danalingga.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://danalingga.wordpress.com</link>
	<description>kisah-kisah di jalan yang aku lalui</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 May 2009 16:32:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='danalingga.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/b26f48cdc03f8559fcd34df3bd30c321?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sebuah Perjalanan</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Warisan Sang Nabi</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/05/21/warisan-sang-nabi/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/05/21/warisan-sang-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 12:07:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=578</guid>
		<description><![CDATA[Pada saatnya nanti. Jauh dimasa depan maka esensi ajaranku akan dilupakan. Yang ada hanya ritual kering yang masih terus dipelihara. Bahkan ritual-ritual itu pada akhirnya menciptakan tuhan-tuhan baru. Tuhan-tuhan yang menjadi harapan bagi mereka-mereka yang terjebak dalam ilusi. Esensi telah dirampas seluruhnya oleh ilusi yang diciptakan oleh ruang dan waktu dari masaku.
 Maka pada saatnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=578&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Pada saatnya nanti. Jauh dimasa depan maka esensi ajaranku akan dilupakan. Yang ada hanya ritual kering yang masih terus dipelihara. Bahkan ritual-ritual itu pada akhirnya menciptakan tuhan-tuhan baru. Tuhan-tuhan yang menjadi harapan bagi mereka-mereka yang terjebak dalam ilusi. Esensi telah dirampas seluruhnya oleh ilusi yang diciptakan oleh ruang dan waktu dari masaku.</strong></p>
<p><strong> <span id="more-578"></span>Maka pada saatnya nanti. Jauh dimasa depan esensiku akan dan harus kembali pada wujud seorang manusia. Manusia yang berusaha mewujudkan kembali esensi ajaran yang kuajarkan pada kalian sekarang. Manusia itu akan menjalani apa yang kujalani. Semua perlakuan yang aku hadapi saat ini akan dialami olehNya. Segala makian, tuduhan, pertentangan, penolakan, pembunuhan. Tidak ada satu kecuali yang tidak akan dialaminya.</strong></p>
<p><strong> Dan seperti saat ini yang kualami, maka hanya orang-orang yang beruntunglah yang dapat menyadari keagungannya. Menyadari esensiku yang ada dalam diri manusia agung itu. Mereka itu orang-orang beruntung seperti kalian yang mau mendengarkanku. Dan seperti saat ini,  dimana lebih banyak yang tidak mau menyadari apa yang aku ajarkan. Maka begitu pulalah yang akan dialami manusia esensiku di masa depan.</strong></p>
<p><strong> Sebuah keniscayaan, semua itu akan terjadi. Maka aku nasihatkan kepadamu agar jangan sekalipun melupakan ajaran ini. Ini adalah warisan yang sangat berharga bagi generasi jauh setelahmu. Wariskanlah ajaran ini pada masa depan. Semua manusia yang masih mengetahui ajaran ini akan menjadi sahabat yang sangat berharga bagi manusia esensiku di masa depan. Seperti kalian para sahabatku yang begitu berharga bagiku saat ini. Para sahabatku yang mewarisi ilmu dari manusia esensiku dimasa lalu.</strong></p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;"><em>Dalam lintasan waktu, Jakarta<br />
Ketika bisikan wahyu menghampiri</em></p>
Posted in Perjalanan Spiritual Tagged: Kontemplasi, nabi, Renungan, spiritual <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/578/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/578/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=578&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/05/21/warisan-sang-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Yang Masih Terus Berlanjut</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/04/19/perjalanan-yang-masih-terus-berlanjut/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/04/19/perjalanan-yang-masih-terus-berlanjut/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 04:03:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[spiritualitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=566</guid>
		<description><![CDATA[Tentu para pembaca blog sebuah perjalanan ini sudah menyadari.  Menyadari bahwa  beberapa bulan ini tulisan di sini berkurang drastis dibandingkan yang sudah-sudah. Yah, semua itu disebabkan hal di dalam diri, bukan karena kesibukan atau hal di luar diri lainnya. Terasa beberapa bulan ini ada perubahan dalam memandang laku agama sekitar, yang selama ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=566&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Tentu para pembaca blog <a href="http://danalingga.wordpress.com/" target="_blank">sebuah perjalanan</a> ini sudah menyadari.  Menyadari bahwa  beberapa bulan ini tulisan di sini berkurang drastis dibandingkan yang sudah-sudah. Yah, semua itu disebabkan hal di dalam diri, bukan karena kesibukan atau hal di luar diri lainnya. Terasa beberapa bulan ini ada perubahan dalam memandang laku agama sekitar, yang selama ini sebagai bahan tulisan. Semua berawal dari spiritualitas yang semakin menurun. Kesadaran yang semakin diambil alih oleh ego.</strong></p>
<p><strong><span id="more-566"></span>Tidak ada kemajuan secara spiritual yang diperoleh dari  mengkritik secara keras laku agama, yang sepemahaman saya tidak sesuai dengan maksud dari agama sebenarnya. Kemelencengan dari esensi agama yang selama ini menjadi bahan bakar tulisan di blog ini. Berusaha mendobrak segala tradisi yang selama ini dianggap kebenaran. Membongkar pola pikir yang telah diwariskan, lalu menggantinya dengan pola pikir yang lebih bersifat pribadi. Semua tentu dalam konteks keber-agama-an. </strong></p>
<p><strong>Tapi alih-alih membuat diri menjadi semakin menapaki jenjang lebih tinggi dari spiritualitas, rasanya malah semua energi negatif diserap ketika melakukan kritik melalui tulisan diblog ini menarik diri ke titik yang semakin rendah. Tidak ada masalah sebenarnya jika saya sehebat salah satu guru spiritual yang pernah bersinggungan ajarannya dengan saya. Sang guru mampu untuk mengubah energi negatif yang diserapnya menjadi energi positif. Mengubah energi benci menjadi energi cinta.</strong></p>
<p><strong>Sayang, saya belum sehebat beliau. Jadilah segala negatifitas itu menyeret saya ke lembah terdalam kegelapan spiritual. Menjadi kering kerontang dan kehausan. Semakin lama rasa haus itu semakin tidak tertahan. Maka kuputuskan untuk mulai mengalihkan perhatian pada diri. Berusaha menemukan sumber segala kekeringan yang sangat menyiksa itu. Menjenguk jauh kedalam dan melupakan akan dunia luar. Berusaha untuk menyembuhkan kegelapan yang menggerogoti.</strong></p>
<p><strong>Maka dalam proses itu, blog <a href="http://danalingga.wordpress.com/" target="_blank">sebuah perjalanan</a> ini,  harus mengalah. Membiarkan diri ini istirahat sejenak melepaskan diri dari urusan yang sangat hingar bingar ini. Berusaha mendefenisikan ulang apa sebenarnya yang dilakukan selama ini. Memang sudah ada titik cerah. Terangkum dalam alinea diatas, bahwa telah terdeteksi sumber masalah sebenarnya. Sedangkan penyelesaian masalah masih dalam proses. Proses yang akan terus berlangsung hingga nanti kembali ke asal. </strong></p>
<p><strong>Proses itu mungkin akan menghasilkan tulisan-tulisan rasa baru. Tulisan yang mungkin tidak akan segarang dulu, atau malah lebih garang. Entahlah. Tapi  yang pasti ada sesuatu yang sedang berubah dalam diri ini. Pergerakan itu memang tidak pernah akan selesai sampai akhirnya dapat kembali kepadaNya. Mohon dimaklumi jika selama proses ini, tulisan diblog ini masih akan sangat sedikit. </strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
Posted in Perjalanan Renungan, Perjalanan Spiritual Tagged: curhat, hidup, Kontemplasi, perjalanan, spiritualitas <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/566/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/566/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/566/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=566&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/04/19/perjalanan-yang-masih-terus-berlanjut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pencerahan?</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/04/14/pencerahan/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/04/14/pencerahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 04:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Makanya Allah menciptakan cinta, biar yang beda-beda bisa nyatu.
Kata sebuah nabi satu ketika.
Akupun mengamininya sepenuh hati.
Posted in Perjalanan Spiritual       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=563&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><strong>Makanya Allah menciptakan cinta, biar yang beda-beda bisa nyatu.</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:right;">Kata <a href="http://www.youtube.com/watch?v=JJiasQNsDqk" target="_blank">sebuah nabi</a> satu ketika.</p>
<p>Akupun mengamininya sepenuh hati.</p>
Posted in Perjalanan Spiritual  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/563/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/563/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/563/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=563&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/04/14/pencerahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Politikus Beragama</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/04/05/politikus-beragama/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/04/05/politikus-beragama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 02:04:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[caleg]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian]]></category>
		<category><![CDATA[politikus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=557</guid>
		<description><![CDATA[Kawan aku beritahukan kepadamu bahwa politikus yang mengaku beragama itu banyak. Politikus yang benar-benar beragama masih aku cari sampai saat ini. Sudah lama, masih belum aku temukan. Tapi aku tidak akan putus asa. Akan kucari terus politikus yang benar-benar beragama bukan yang hanya kelihatannya beragama. 
Kawan, aku belum putus asa. Aku tidak akan putus asa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=557&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Kawan aku beritahukan kepadamu bahwa politikus yang mengaku beragama itu banyak. Politikus yang benar-benar beragama masih aku cari sampai saat ini. Sudah lama, masih belum aku temukan. Tapi aku tidak akan putus asa. Akan kucari terus politikus yang benar-benar beragama bukan yang hanya kelihatannya beragama. </strong></p>
<p><strong><span id="more-557"></span>Kawan, aku belum putus asa. Aku tidak akan putus asa walau saat ini masih hanya menemukan Politikus yang menjadi kelihatannya beragama  setiap 5 tahun sekali. Politikus yang tiba-tiba fasih menggunakan kutipan-kutipan kitab suci dalam setiap pidatonya. Politikus yang hanya fasih menggunakan simbol agama, tanpa tercermin agama itu dari jejak tingkah lakunya.</strong></p>
<p><strong>Tidak kawan, saya tidak percaya Politikus yang seperti itu. Walau seribu dalil digunakannya untuk membenarkan dia layak dipilih. Aku sudah belajar dari pengalaman yang begitu pahit bahwa Politikus seperti itulah yang telah menjual negara ini. Politikus seperti itulah yang menjual hutan. Politikus seperti itulah yang telah mengganti nasib baik rakyat dengan nasib buruk yang tiada akhir. Politikus yang membuat aku muntah. Padahal aku jarang muntah, kawan.</strong></p>
<p><strong>Maka kawan, dapatkah kau membantuku untuk menemukan politikus yang benar-benar beragama? Politikus yang  ajaran agama telah menyatu dalam urat nadinya. Politikus yang tidak merasa perlu memakai simbol-simbol agama untuk menunjukkan keberagamaannya. Aku minta tolong dengan sangat kawan, agar kau mau membantuku menemukan sang politikus beragama itu. Ini demi negara kita yang tercinta ini. </strong></p>
<p><strong>Kawan, Jika bisa, marilah kita temukan sang Politikus sebelum 09 April, sehingga aku tidak perlu bergolput ria menikmati hari libur dengan bermalas-malasan.</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
Posted in Perjalanan Kebangsaan Tagged: agama, bangsa, caleg, pemilu, pencarian, politikus <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/557/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=557&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/04/05/politikus-beragama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agama Bukan Untuk Orang Logis</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/03/30/agama-bukan-untuk-orang-logis/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/03/30/agama-bukan-untuk-orang-logis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 14:39:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[logika]]></category>
		<category><![CDATA[logis]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[Pernah disebutkan sebuah pembelaan ketika agama sedang dituduh tidak bisa memenuhi kaidah logika. Pembelaan itu menyatakan bahwa memang agama tidak bisa dipahami dengan logika. Atau pernah disebutkan juga pembelaan lainnya bahwa agama itu tidak dapat dilogikakan. Kedua pembelaan itu sama saja konsekuensinya.
Bahwa agama tidak bisa dipahami dengan logika. Maka konsekuensinya akan terasa pada orang-orang logis. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=550&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Pernah disebutkan sebuah pembelaan ketika agama sedang dituduh tidak bisa memenuhi kaidah logika. Pembelaan itu menyatakan bahwa memang agama tidak bisa dipahami dengan logika. Atau pernah disebutkan juga pembelaan lainnya bahwa agama itu tidak dapat dilogikakan. Kedua pembelaan itu sama saja konsekuensinya.</strong></p>
<p><strong><span id="more-550"></span>Bahwa agama tidak bisa dipahami dengan logika. Maka konsekuensinya akan terasa pada orang-orang logis.  Dimana ternyata agama bukan buat mereka -mereka yang berpikir logis. Jadi maaf saja, wahai manusia logis. Kalian tidak usah coba-coba anda memaksakan diri beragama. Percuma saja. Sekeras apapun anda berusaha untuk beragama, maka anda tidak akan pernah akan berhasil memahaminya.</strong></p>
<p><strong>Hem&#8230; apa memang begitu ya? Bukannya agama katanya buat semua umat manusia? Ya, semua umat manusia, tentu saja termasuk manusia yang logis.</strong></p>
Posted in Perjalanan Renungan Tagged: agama, Kontemplasi, logika, logis, Manusia, Renungan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/550/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=550&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/03/30/agama-bukan-untuk-orang-logis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>57</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muslim</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/03/26/muslim/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/03/26/muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 17:52:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[canda]]></category>
		<category><![CDATA[dialog]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kamu itu muslim bukan?&#8221;
&#8220;Tergantung defenisi muslim itu apa.&#8221;
&#8220;Hem&#8230; maksudnya? &#8220;
&#8220;Begini, jika defenisi muslim adalah berlabel Islam di KTP jelas aku bukan muslim.
&#8220;Lantas, emang ada defenisi lainnya?
&#8220;Tentu ada defenisi lainnya. Defenisi yang menyatakan bahwa muslim itu adalah orang yang telah berserah diri kepada Allah.&#8221;
&#8220;Lantas bagaimana jika menurut defenisi ini, apa kamu muslim?&#8221;
&#8220;Ehem&#8230; begini &#8230; jika memakai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=545&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>&#8220;Kamu itu muslim bukan?&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Tergantung defenisi muslim itu apa.&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Hem&#8230; maksudnya? &#8220;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Begini, jika defenisi muslim adalah berlabel Islam di KTP jelas aku bukan muslim.</strong></p>
<p><strong>&#8220;Lantas, emang ada defenisi lainnya?</strong></p>
<p><strong>&#8220;Tentu ada defenisi lainnya. Defenisi yang menyatakan bahwa muslim itu adalah orang yang telah berserah diri kepada Allah.&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Lantas bagaimana jika menurut defenisi ini, apa kamu muslim?&#8221;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Ehem&#8230; begini &#8230; jika memakai defenisi ini maka aku belum muslim. &#8221; *nyengir kuda*</strong></p>
<p><strong>&#8220;Wa..ladalah&#8230; muter-muter ternyata Cuma mau bilang bahwa kamu bukan muslim saja. &#8221;  *melet*</strong></p>
<p><strong>&#8220;Kekekekekeke&#8230;. &#8220;</strong></p>
Posted in Perjalanan Renungan Tagged: canda, dialog, Kontemplasi, muslim, Renungan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/545/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=545&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/03/26/muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia Melihat</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/03/21/manusia-melihat/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/03/21/manusia-melihat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 02:09:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[FPI]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[JIL]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[melihat]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=538</guid>
		<description><![CDATA[Manusia memang seringnya melihat apa yang ingin dia lihat. Dia telah menetapkan batasan-batasan terlebih dahulu dalam pikirannnya, lalu melihat suatu kejadian dalam bingkai batasan-batasan tersebut. Bahkan jika kejadian yang dilihat tidak pas dalam bingkai tersebut, maka bukan bingkainya yang dilepas, melainkan kenyataan yang disesuaikan dalam bingkai tersebut.
Contoh yang saya angkat dalam hal ini adalah mengenai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=538&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Manusia memang seringnya melihat apa yang ingin dia lihat. Dia telah menetapkan batasan-batasan terlebih dahulu dalam pikirannnya, lalu melihat suatu kejadian dalam bingkai batasan-batasan tersebut. Bahkan jika kejadian yang dilihat tidak pas dalam bingkai tersebut, maka bukan bingkainya yang dilepas, melainkan kenyataan yang disesuaikan dalam bingkai tersebut.</strong></p>
<p><strong><span id="more-538"></span>Contoh yang saya angkat dalam hal ini adalah mengenai pandangan orang-orang yang berbeda terhadap salah satu debat agama. Dimana debat agama yang melibatkan FPI dan JIL. Maka ada hal yang mengherankan saya temukan jika membaca pendapat orang-orang mengenai hasil dari debat tersebut. Betapa makin menyadarkan saya bahwa penilaian orang-orang tersebut memang sangat ditentukan di pihak mana orang itu.</strong></p>
<p><strong>Orang yang sehaluan dengan FPI akan merasa bahwa JIL terlah dipermalukan dalam debat tersebut. Dimana segala kebodohan JIL telah dibongkar habis. JIL tidak dapat menunjukkan dalil-dalil yang mumpuni. JIL tidak tahu ilmu agama yang berdasarkan dalil AQ dan Hadist. JIL telah kalah telak dalam debat tersebut.</strong></p>
<p><strong>Nah, ternyata untuk debat yang sama, maka orang-orang yang sehaluan JIL merasa bahwa JIL lah yang telah memenangkan debat. Bahwa FPI ternyata tidak dapat berdiskusi dengan baik. Bahwa ternyata FPI hanya keras dalam suara, tapi tanpa bisa menunjukkan pola logika yang benar. Jelas FPI telah kalah secara mutlak.</strong></p>
<p><strong>Begitulah yang masih saya  ingat akan pendapat dari kedua belah pihak. Mohon dimaklumkan jika sangat sedikit yang saya kemukakan, karena memang itu berdasarkan ingatan saja. Sebab kejadiannya sudah lama berlalu. Tapi dari yang sedikit tersebut saya rasa telah cukup menggambarkan betapa memang manusia itu melihat apa yang ingin dia lihat saja. </strong></p>
<p><strong>Betapa klaim bahwa pihak yang didukungnya lah yang menang telah tergambar dengan jelas. Maka pelajaran yang dapat diambil orang yang mungkin ingin netral adalah jangan pecaya dulu pada apa yang dikemukakan oleh salah satu pihak. Sebaiknya sebelum memutuskan , lihat dulu pendapat pihak yang satunya. Itu adalah syarat minimal. </strong></p>
<p><strong>Tentu jika bisa melebihi syarat minimal akan lebih bagus lagi. Yakni dapat melihat dari berbagai pihak, termasuk pihak yang tidak terlibat kejadian perkara. Semoga dengan begitu kita akan dapat melihat dari bingkai yang lebih luas. Atau bahkan melihat tanpa bingkai. Sebuah hal yang ideal. Melihat kejadian apa adanya.<br />
</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
Posted in Perjalanan Renungan Tagged: FPI, hidup, JIL, Manusia, melihat, Renungan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/538/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/538/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/538/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=538&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/03/21/manusia-melihat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kondom, HIV, Seks Bebas, dan Agama</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/28/kondom-hiv-seks-bebas-dan-agama/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/28/kondom-hiv-seks-bebas-dan-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 13:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[AIDS]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[Kondom]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Sudah jamak dewasa ini salah satu cara mencegah penularan virus HIV adalah menggunakan kondom jika berhubungan seks. Terutama bagi mereka para pekerja seks. Atau pencandu seks bebas. Dan jamak juga orang-orang yang merasa beragama itu selalu protes. Bahwa pengkampanyean pemakai kondom itu sama saja menganjurkan seks bebas. Seks bebas yang sangat dilarang oleh agama, dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=531&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Sudah jamak dewasa ini salah satu cara mencegah penularan virus HIV adalah menggunakan kondom jika berhubungan seks. Terutama bagi mereka para pekerja seks. Atau pencandu seks bebas. Dan jamak juga orang-orang yang merasa beragama itu selalu protes. Bahwa pengkampanyean pemakai kondom itu sama saja menganjurkan seks bebas. Seks bebas yang sangat dilarang oleh agama, dengan dihukum sebagai jinah. Sebuah dosa yang katanya sangat dilaknat Tuhan sang maha pengasih. Saking dilaknatnya, maka legal membunuh para penjina itu.</strong></p>
<p><span id="more-531"></span><strong>Saya punya logika tersendiri menyikapi kejadian tersebut. Bahwa sebenarnya orang yang menganjurkan pemakaian kondom itu bukannya hendak menganjurkan seks bebas. Mereka hanya merasa ternyata seks bebas tidak bisa dihentikan, bahkan oleh petinggi agama tersuci sekalipun. Maka mereka berpikir daripada menyerah pasrah akan penyebaran virus HIV melaluinya, mereka memilih untuk mencegah dengan alat kondom. Bukan denga melarang seks bebas, yang memang tidak bisa hilang dari jaman dulu , walau sudah banyak Nabi dan orang suci diturunkan oleh Tuhan. Mereka berpendapat silahkan berjina sepuasnya tapi dengan syarat harus memakai kondom. Agar virus HIV itu tidak menyebar.</strong></p>
<p><strong>Di lain sisi, saya juga melihat bahwa orang-orang beragama yang menyerang pengkampanyean kondom ini tidak punya solusi juga bagaimana sebaiknya melawan virus HIV yang menyebar dari seks bebas ini. Secara teori sih , memang mereka punya solusi untuk mencegahnya dengan kembali ke jalan agama. Tapi kenyataanya apa seruan tersebut berhasil? Jika saya yang ditanya, maka berdasarkan kenyataan yang saya alami sih tidak berhasil, bahkan sepertinya gagal total. Nah, jika kenyataannya seruan tersebut gagal, apa lantas dibiarkan saja virus HIV itu menyebar.</strong></p>
<p><strong>Apa mungkin kita biarkan saja dengan menganggap itu adalah hukuman Tuhan akan dosa zina yang terjadi? Mereka-mereka yang terkena memang sudah layak terkena. Duh, rasanya malah jadi pembunuh berdarah dingin ya. Sementara kita tahu pemakaian kondom bisa mencegah penyebaran virus tersebut. Walau memang yang paling efektif sih, hidup bersih dalam melakuka seks, alias jangan gonta-ganti pasangan. Lebih bagus lagi seks setelah menikah. Tapi toh kenyataannya yang namanya seks bebas itu tidak pernah benar-benar bisa hilang.</strong></p>
<p><strong>Juga buat para manusia yang sangat beragama, kenapa tidak instropeksi saja tentang mengapa ajaran agama tersebut ternyata tidak efektif mencegah penyebaran HIV selama ini. Jangan malah terlalu sibuk menyalahkan orang-orang yang menganjurkan kondom sebagai alternatif pencegahaan. Terlalu sibuk hingga tidak melakukan tindakan apa-apa untuk mencegah penyebaran virus HIV ini. Ingatlah ketika menunjuk orang lain, maka empat jari malah mengarah pada diri sendiri. Jadi sebaiknya dilihat dulu sebab kegagalan ajaran agama selama ini, setelah itu perbaiki sehingga dapat efektif mencegah seks bebas tersebut.</strong></p>
<p><strong>Jika agama telah efektif berhasil secara nyata dalam mencegah seks bebas, maka segencar apapun pengkampanyean kondom, maka saya yakin, orang tidak akan menggunakannya untuk seks bebas. Sebab agama telah berhasil meyakinkannya untuk tidak melakukan seks bebas. Atau supaya lebih nyelekit, dapat saya nyatakan bahwa ketika anda takut kampanye kondom akan menyebabkan orang menjadi pelaku seks bebas, maka secara tidak langsung anda telah meragukan kekuatan agama. </strong></p>
<p><strong>Anda tidak yakin ajaran agama bisa bersaing dengan kampanya penggunaan kondom sebagai alat pencegah penyebaran virus HIV. Jika memang benar begitu, maka tidak usah heran ketika ada orang yang menyebut agama telah gagal dalam memerangi HIV. Atau jangan heran juga jika nanti kondom akhirnya menggantikan agama yang ada, karena ternyata lebih berguna bagi kehidupan. *ah, semoga kalimat yang terakhir hanya karena saya terlalu berlebihan. *</strong></p>
Posted in Perjalanan Renungan Tagged: agama, AIDS, HIV, Kondom, Kontemplasi, opini, Renungan, Seks <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/531/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/531/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/531/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=531&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/28/kondom-hiv-seks-bebas-dan-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>69</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al Quran Menurut Al Quran</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/20/al-quran-menurut-al-quran/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/20/al-quran-menurut-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Feb 2009 15:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[AQ]]></category>
		<category><![CDATA[ayat]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=510</guid>
		<description><![CDATA[[18:109] Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)&#8221;. (AL KAHFI ayat 109)
[31:27] Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=510&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><strong>[18:109] Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)&#8221;. (AL KAHFI ayat 109)</strong></p></blockquote>
<blockquote><p><strong>[31:27] Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah . Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (LUQMAN ayat 27)</strong></p></blockquote>
<blockquote><p><strong>[29:49] Sebenarnya, Al Qur&#8217;an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu . Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. (AL&#8217;ANKABUUT ayat 49)</strong></p></blockquote>
<p><strong><span id="more-510"></span>Ayat-ayat diatas seharusnya bisa menjadi bahan renungan tentang:</strong></p>
<ol>
<li><strong>Apa dan bagaimana sebenarnya Al Quran itu? </strong></li>
<li><strong>Apakah cuma sebatas mushaf yang di kenal sekarang ini, atau bisakah lebih luas lagi?</strong></li>
<li><strong>Mengapa pohon menjadi pena dan laut menjadi tinta tidak akan cukup untuk menuliskan ?</strong></li>
<li><strong>Apakah bisa dipahami bahwa ternyata Al Quran itu bukan hanya mushaf melainkan adalah segala sesuatu di alam semesta ini?</strong></li>
<li><strong>Lantas apakah maksudnya disebut ada didalam dada yang berilmu? </strong></li>
<li><strong>Siapakah yang memberi ilmu? </strong></li>
<li><strong>Berupa apakah Ilmu itu? </strong></li>
<li><strong>Apakah kita tidak tahu dikarenakan kita yang tidak dapat membacanya? </strong></li>
<li><strong>Apakah karena zalim maka mengingkari?</strong></li>
<li><strong>Ataukah karena mengingkari maka disebut zalim?</strong></li>
</ol>
<p><strong>Sila ditambahkan bahan renungannya di kolom komentar, lalu mari temukan jawaban kita masing-masing dalam hening, </strong></p>
Posted in Perjalanan Renungan Tagged: Al Quran, AQ, ayat, Islam, Kontemplasi, Renungan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/510/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/510/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/510/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=510&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/20/al-quran-menurut-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan Berkalung Sorban</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/15/perempuan-berkalung-sorban/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/15/perempuan-berkalung-sorban/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 02:35:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[keidupan]]></category>
		<category><![CDATA[kontra]]></category>
		<category><![CDATA[kritik]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan berkalung sorban]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini, sempat ramai diperdebatkan tentang film Perempuan Berkalung Sorban besutan sutradara Hanung Bramantyo . Yang membuat heboh hingga ke media massa, sejauh pengamatan saya, adalah akibat Imam Besar Istiqlal yang juga Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat kontra dengan film ini . Maka sungguh menarik untuk dibahas jika sudah melibatkan petinggi salah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=518&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Belakangan ini, sempat ramai diperdebatkan tentang </strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perempuan_Berkalung_Sorban" target="_blank"><strong>film Perempuan Berkalung Sorban </strong></a><strong>besutan sutradara </strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hanung_Bramantyo" target="_blank"><strong>Hanung Bramantyo </strong></a><strong>. Yang membuat heboh hingga ke media massa, sejauh pengamatan saya, adalah akibat </strong><a href="http://www.detiknews.com/read/2009/02/06/113608/1080518/158/imam-besar-istiqlal-perempuan-berkalung-sorban-fitnah-terhadap-pesantren" target="_blank"><strong>Imam Besar Istiqlal yang juga Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sangat kontra dengan film ini </strong></a><strong>. Maka sungguh menarik untuk dibahas jika sudah melibatkan petinggi salah satu agama. Lebih <span style="text-decoration:line-through;">menjual</span> seru untuk membahasnya.</strong></p>
<p><strong>Adapun Alasan kontranya adalah bahwa film ini menjelek-jelekkan ajaran Islam. Bahwa film ini tidak sesuai dengan kenyataan. Bahwa yang membuat film tersebut tidak mengerti Islam. Begitulah kira-kira yang aku tangkap dari alasan pak Ali Mustafa Yaqub tersebut saat diperdebatkan dengan Hanung di salah satu televisi swasta. Juga seperti itulah kira-kira intinya jika dilihat pada artikel detik yang saya link sebelumnya.</strong></p>
<p><strong><span id="more-518"></span>Nah, rasanya untuk keberatan-keberatan pak Ali Mustafa Yaqub itu terlalu subjektif, dan kesannya hantam kromo dalam artian pokoknya film tersebut salah. Itu kesan yang saya tangkap dari segalanya pernyataan beliau. Padahal jika dilihat dari pembelaan sang sutradara, bahwa di film tersebut sama sekali tidak dimaksudkan untuk menghina Islam. Film ini hanya memaparkan bahwa dari produk (agama) yang sama bisa menghasilkan tindakan yang berbeda. Dari satu sumber ajaran yang sama, bisa menimbulkan tindakan yang bertolak belakang.</strong></p>
<p><strong>Jelas soal seperti itu sudah menjadi hal yang jamak dalam kenyataan hidup kita sehari-hari bukan? Jadi rasanya tuduhan telah menghina pesantren tidak pada tempatnya. Bukankah sudah dijelaskan oleh sang sutradara, bahwa di dalam film ada tokoh bijak dan tokoh tidak bijak yang keduanya adalah produk dari pesantren (agama) yang sama. Jika benar begitu, maka ini hanya penggambaran akan hal yang telah jamak dalam hidup kita, bahwa dengan sumber yang sama maka hasilnya bisa berbeda-beda.</strong></p>
<p><strong>Yah, tapi bisa dimaklumi juga sih keberatan pak Ali Mustafa Yaqub. Saya menganggap bahwa keberatan berkaitan dengan soal menghina Islam ini masih dalam taraf wajar. Namanya juga pendapat yang memang sangat tergantung dari sudut pandang si pemberi pendapat. Walau sebenarnya bisa saja dianggap hal tersebut adalah otokritik, atau sebuah peringatan agar umat muslim tidak terjerembab kepada kelakuan minus yang digambarkan dalam film tersebut. Tapi tentu sah juga dipandang secara berbeda, yakni menyerang ajaran Islam.</strong></p>
<p><strong>Sedangkan untuk keberatan karena film tersebut dianggap tidak sesuai kenyataan rasanya sungguh tidak dapat saya maklumi. Padahal sudah jelaskan yang dipersoalkan ini adalah sebuah film, yang diangkat pula dari sebuah novel fiksi. Jadi tidak ada kewajiban untuk menyamakan dengan kenyataan (walau terlalu naïf juga jika kita menafikan bahwa kejadian tersebut tidak mungkin terjadi). Jika harus sesuai kenyataan ya namanya bukan fiksi, melainkan sejarah. Dan rasanya sampai saat ini, film dan novel tersebut bukanlah film atau novel sejarah. Mungkin pak Ali Mustafa Yaqub lupa akan hal penting tersebut.</strong></p>
<p><strong>Untuk keberatan yang ketiga, mengenai pembuat film tidak mengerti Islam saya tidak ada komentar. Jika dari resensi yang saya baca, tidak ada hal yang menyebabkan pembuat film ini layak disebut tidak mengerti Islam. Tapi sudahlah, saya sedang tidak ada mood untuk membahas siapa yang mengerti Islam, siapa yang tidak. Bisa dalam artikel tersendiri nanti membahas hal tersebut. Sebab persoalan tersebut pasti akan panjang.</strong></p>
<p><strong>Sekedar catatan penutup dari saya. Rasanya umat muslim yang seperti pak Ali Mustafa Yaqub ini terlalu sensitif terhadap sesuatu yang kebetulan mengandung apa yang dianggap sebagai simbol Islam. Tapi bisa jadi kesensitifan pak Ali Mustafa Yaqub ini ada dasarnya juga, bahwa umat muslim Indonesia masih segitu bodohnya, sehingga akan langsung mengasiosasikan simbol Islam dengan ajaran Islam itu sendiri.Mungkin memang sudah saatnya untuk melakukan desakralisasi dari simbol-simbol tersebut.</strong></p>
<p><strong>Dan tampaknya Pak Ali Mustafa Yaqub memang terkesan menganggap umat muslim itu memang tidak akan mampu memilah mana sebenarnya ajaran Islam dan mana yang bukan dalam film tersebut. Kesanya menjadi tidak percaya akan kemampuan umat untuk menyaring informasi yang masuk kepadanya. Semoga itu hanya kekhawatiran karena kepentingan umat. Bukan karena ketakukan akan ditinggalkan jika umat ternyata sudah cukup mampu untuk memilah hal untuk dirinya sendiri. Jika benar karena ketakutan, maka sungguh merupakan sebuah tipikal khas para petinggi agama. Tipikal petinggi agama yang ternyata tidak lekang dimakan waktu.</strong></p>
<p><strong>Oke, sebelum semakin melebar, maka saya cukupkan sampai disini mengenai sedikit pandangan saya akan Pro Kontra Film Perempuan Berkalung Sorban ini. Saya mengikutinya hanya sebatas debat di televisi dan artikel di detik.com. Terus terang saya belum menonton film ini, tapi menurut akal sehat saya, maka film ini tidak mungkin separah film Fitna atau novel ayat-ayat setan . Jadi tidak perlu terlalu diributkan. Santai sajalah, ini kan cuma film yang diangkat dari novel fiksi. Lebih merupakan tontonan untuk menghibur. Tidak usah terlalu dianggap serius.</strong></p>
Posted in Perjalanan Dongeng Tagged: agama, film, Islam, keidupan, kontra, kritik, opini, perempuan berkalung sorban, pesantren, pro <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/518/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/518/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/518/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=518&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/15/perempuan-berkalung-sorban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dunia Memang Tidak Adil</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/10/dunia-memang-tidak-adil/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/10/dunia-memang-tidak-adil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 13:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[dongengan]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=505</guid>
		<description><![CDATA[Dunia memang bukan tempat mencari keadilan. Marilah kita sadari hal tersebut, sehingga nantinya tidak menjadi gila karena mencari keadilan di dunia ini. Sesuatu hal yang memang tidak ada.
Marilah memainkan peran kita sebaik-baiknya, tidak usah terlalu banyak mengeluh soal adil tidaknya rasa hidup kita. Melakukan hidup sajalah. Seribu keluhanpun tidak akan mengubah apa-apa yang memang telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=505&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Dunia memang bukan tempat mencari keadilan. Marilah kita sadari hal tersebut, sehingga nantinya tidak menjadi gila karena mencari keadilan di dunia ini. Sesuatu hal yang memang tidak ada.</strong></p>
<p><strong>Marilah memainkan peran kita sebaik-baiknya, tidak usah terlalu banyak mengeluh soal adil tidaknya rasa hidup kita. Melakukan hidup sajalah. Seribu keluhanpun tidak akan mengubah apa-apa yang memang telah menjadi peran kita. Eh, tapi jangan-jangan mengeluh itu pun merupakan peran yang harus kita mainkan. </strong></p>
<p><strong><span id="more-505"></span>Jika begitu, mari kita menjadi pengeluh yang baik. Jangan tanyakan bagaimana pengeluh yang baik itu, sebab sampai saat ini rasanya saya belum bisa memastikan bahwa peran saya adalah untuk mengeluh. Jadi jelas bahwa saya tidak tahu bagaimana sebenarnya pengeluh yang baik itu.</strong></p>
<p><strong>Mungkin agar tidak terlalu membuat jidat berkerut, dan kepala semakin botak akibat rambut yang rontok, maka sebaiknya kita mengenal jelas dulu peran kita masing-masing. Setelah itu, maka sebuah keniscayaaan bahwa kita akan mengetahui bagaimana menjalankan peran dengan sebaik-baiknya. </strong></p>
<p><strong>Jadi sekali lagi saya tekankan, tidak usahlah mencari keadilan di dunia ini, lebih baik cari tahu apa sebenarnya peran yang harus kita mainkan. Kemudian perankanlah sepenuh jiwa dan raga. Tanpa ada keraguan lagi. Dunia ini adalah panggung kita. Mari nikmati.</strong></p>
<p><strong>Tafi, jangan-jangan mencari keadilan itu juga adalah bagian dari peran itu sendiri? Ah, sudahlah, daripada mikirin itu, lebih baik kita memahami lalu menjalankan peran kita masing masing saja deh.</strong></p>
Posted in Perjalanan Renungan Tagged: dongengan, dunia, hidup, keadilan, Kontemplasi, Renungan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/505/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/505/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/505/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=505&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/10/dunia-memang-tidak-adil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Carilah Apa yang kau benci dari agama &#8230;</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/01/carilah-apa-yang-kau-benci-dari-agama/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/01/carilah-apa-yang-kau-benci-dari-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 18:26:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Jenar]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[benci]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[hakikat]]></category>
		<category><![CDATA[jenar]]></category>
		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dulu, Jenar sangat membenci agama-agama. Terutama agama-agama yang berasal dari Timur Tengah. Jenar membenci agama-agama tersebut karena telah membuat hidupnya serasa makin sulit. Dengan segala dogma untuk bersikap rasis terhadap penganut agama yang berbeda. Mengajarkan untuk menganggap paling benar sendiri, umat lain sangat hina karena mereka pasti salah. 
Mengajarkan membenci umat lain karena wajar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=497&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Pernah dulu, Jenar sangat membenci agama-agama. Terutama agama-agama yang berasal dari Timur Tengah. Jenar membenci agama-agama tersebut karena telah membuat hidupnya serasa makin sulit. Dengan segala dogma untuk bersikap rasis terhadap penganut agama yang berbeda. Mengajarkan untuk menganggap paling benar sendiri, umat lain sangat hina karena mereka pasti salah. </strong></p>
<p><strong><span id="more-497"></span>Mengajarkan membenci umat lain karena wajar untuk membenci yang salah. Bahkan kadang sampai menyebabkan terjadi saling bunuh mengatasnamakan ajaran agama-agama. Ditengah kebencian yang amat sangat itulah Jenar menemukan kata-kata dari seorang kakek berambut putih yang tidak sengaja dia temui :</strong></p>
<blockquote><p><strong>Carilah apa yang menyebabkan kau membenci agama itu, niscaya kebencian itu akan hilang.</strong></p></blockquote>
<p><strong>Berhubung Jenar memang sangat ingin mengenyahkan kebencian yang sangat menyiksa itu, maka setelah mengetahui kata-kata diatas, dia berusaha untuk memetakan kebencian yang dirasakannya. Dan ternyata hasil dari pemetaan tersebut sungguh mengejutkan. Jenar menemukan bahwa dia ternyata tidak pernah membenci agama-agama tersebut. Yang dibencinya selama ini ternyata adalah penafsiran yang dilakukan oleh para penganutnya. Yang dia benci itu adalah tindakan rasis, saling membenci dan berperang yang dilakukan atas nama agama. </strong></p>
<p><strong>Dari kesadaran tesebut, Jenar pun menjadi penasaran untuk membuktikan kebenaran pendapatnya bahwa memang dia tidak pernah membenci agama itu sendiri. Pendapat yang mulanya masih agak samar-samar dalam batinnya. Belum menjadi suatu kebenaran yang dapat diikuti. Tanya terus mengalir di kepala. </strong><strong>Benarkah yang saya benci itu hanya tafsir atas agama? Ataukah sebenarnya ajaran agama itu sendiri? </strong></p>
<p><strong>Maka mulailah Jenar mempelajari ajaran agama-agama tersebut menurut caranya sendiri. Berusaha untuk tidak menggunakan tafsir yang menyebabkan dia menajadi membenci. Jenarpun berusaha menemukan tafsir yang tidak berlawanan dengan nuraninya. Setidaknya yang tidak membuat dia membenci.</strong></p>
<p><strong>Dan, hasilnya sungguh ajaib. Jenar sebenarnya sudah tidak percaya keajaiban. Namun untuk peristiwa itu maka hanya kata ajaiblah yang dapat menggambarkannya. Menggambarkan betapa kebencian itu sirna tanpa bekas. Jenar sadar bahwa benar yang dia benci selama ini ternyata tindakan-tindakan yang mengatasnamakan ajaran agama. </strong></p>
<p><strong>Atau dalam kata lain dia membenci tindakan yang dilakukan berdasarkan tafsir pelaku atas ajaran agama tersebut. Bukan ajaran agama itu sendiri. Setelah Jenar pelajari dengan sadar, ternyata agama-agama tersebut tidak mengajarkan tindakan yang selama ini sangat dia benci tersebut. Tindakan-tindakan yang membuat hidup itu penuh kecurigaan pada yang berbeda. Sungguh tidak nyaman hidup jadinya.</strong></p>
<p><strong>Juga Jenar menyadari satu hal ketika melihat betapa tafsirnya bisa berbeda dengan tafsir yang dibencinya selama ini, walau untuk sumber ajaran yang sama. Satu hal tersebut adalah bahwa pengertian akan suatu ajaran seringnya tidak bisa lepas dari latar belakang niat. Jika niat untuk membenci maka bencilah yang didapat. Jika niat mencinta maka cintalah didapat. </strong></p>
<p><strong>Niat mengenal Tuhan, maka Tuhan akan mengenalkan diriNya Maka ajaran agama itu ternyata sejatinya adalah semacam cermin yang senantiasa jujur memantulkan apapun yang ditangkap dari diri penggunanya. Atau dengan kata lain sebenarnya ajaran agama itu tidak lebih dari sekedar alat. Alat untuk mengenal siapa diri kita sesungguhnya.</strong></p>
<p><strong>Jenar juga berpendapat bahwa agar ajaran agama bisa efektif untuk menjadi sarana pengenal diri adalah hanya jika tidak terlalu bergantung pada tafsir orang lain. Sebaiknya menemukan tafsir buat diri sendiri. Tafsir yang bersifat sangat pribadi khusus untuk diri sendiri. Itulah hakikat agama sebagai petunjuk untuk setiap individu tanpa kecuali. Dan petunjuk itu berbeda untuk setiap individu, karena memang kebutuhan setiap individu adalah berbeda.</strong></p>
Posted in Perjalanan Jenar Tagged: agama, benci, fiksi, hakikat, jenar, universal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/497/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=497&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/02/01/carilah-apa-yang-kau-benci-dari-agama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru Imlek</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/01/25/selamat-tahun-baru-imlek/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/01/25/selamat-tahun-baru-imlek/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 04:19:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[imlek]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru imlek]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[
Selamat Tahun Baru Imlek, Teman.

Kridit:
Gambar diculik dari sini
Posted in Perjalanan Dongeng Tagged: imlek, tahun baru imlek, ucapan      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=494&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Selamat Tahun Baru Imlek" src="http://www.orkut-scrapbook.com/GlitterGraphics/specialfestivalsorkut/gong-xi-fa-cai-comments/happychinesenewyear19.jpg" alt="" width="400" height="371" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Selamat Tahun Baru Imlek, Teman.</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong></strong></p>
<p style="text-align:left;">Kridit:</p>
<p style="text-align:left;">Gambar diculik dari <a href="http://www.orkut-scrapbook.com/GlitterGraphics/specialfestivalsorkut/gong-xi-fa-cai-comments/happychinesenewyear19.jpg" target="_blank">sini</a></p>
Posted in Perjalanan Dongeng Tagged: imlek, tahun baru imlek, ucapan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/494/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/494/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/494/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=494&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/01/25/selamat-tahun-baru-imlek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.orkut-scrapbook.com/GlitterGraphics/specialfestivalsorkut/gong-xi-fa-cai-comments/happychinesenewyear19.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Selamat Tahun Baru Imlek</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nenek</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/01/20/nenek/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/01/20/nenek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 06:18:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Jenar]]></category>
		<category><![CDATA[berTuhan]]></category>
		<category><![CDATA[jenar]]></category>
		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[nenek]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu&#8230; dan bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.
Perubahan telah banyak kualami dalam hidup ini. Terutama setelah berusaha dengan jujur menapaki jalan spiritual. Berusaha jujur mengikuti apa kata hati.
Dalam perenungan. Saya jadi teringat tentang nenek saya. Yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=486&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><em><strong>&#8230;bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu&#8230; dan bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.</strong></em></p></blockquote>
<p><strong><span id="more-486"></span>Perubahan telah banyak kualami dalam hidup ini. Terutama setelah berusaha dengan jujur menapaki jalan spiritual. Berusaha jujur mengikuti apa kata hati.</strong></p>
<p><strong>Dalam perenungan. Saya jadi teringat tentang nenek saya. Yang termasuk salah seorang dukun besar di daerah asal saya. Jangan salah, nenek saya iu sekarang sudah beragama. Padahal dulu juga sudah beragama sih, cuma agama yang tidak diakui pemerintah. Kalo yang sekarang sih agama yang diakui.</strong></p>
<p><strong>Walau, diriku yang sekarang merasa geli kok agama mesti ada yang diakui pemerintah segala. Bukan harusnya diakui Tuhan ya? Tapi sudahlah, saya sedang tidak membahas tentang hal itu. Kali ini saya sedang membahas cara saya memandang nenek saya yang dukun besar itu.</strong></p>
<p><strong>Jika diri saya yang dulu. Sangat pasti bakal memandang sebelah mata kepada nenek saya itu. Dia adalah dukun. Yang bermain main dengan jin. Pasti masuk neraka itu. Tapi diri saya yang sekarang memandang positif saja. Bahwa itulah jalannya nenek saya untuk berTuhan. Dan soal jin-jin itu, saya rasa tidak ada salahnya bermain dengan mereka. Sama saja bermain dengan anjing, kucing, manusia, yang semua mahluk ciptaan Tuhan.</strong></p>
<p><strong>Jadi mengapa Jin menjadi pengecualian? Toh yang penting jangan menuhankan Jin itu. Itu saja, dah bereslah sudah. Dan kalo saya renungkan, betapa nenek saya itu sepertinya berTuhan juga. BerTuhan dalam artian dia mempercayai bahwa ada sesuatu kekuatan yang maha besar, yang tidak akan bisa dilawan dengan segala ilmunya dia. Cuma nenek tidak menyebutnya Tuhan atau Allah seperti sebutan agama-agama yang diakui pemerintah itu.</strong></p>
<p><strong>Toh bedanya cuma di sebutan saja. Apalah arti sebuah sebutan. Yang penting kan telah merasakan kehadiranNya. Rasanya itu sudah lebih dari cukup. Kalau dilihat orang-orang yang mengaku beragama, yang mengutuk dukun-dukun, kok rasanya malah kelihatannya tidak menyadari kehadiran Tuhan. Hingga dengan santainya mengajak untuk membunuh manusia lain. Meluluh lantakkan kehidupan masyarakat dengan memicu perang. Menilap uang sedekah. Mencueki orang yang butuh pertolongan.</strong></p>
<p><strong>Rasanya kok jadi lebih berTuhan nenek saya yang dukun itu. Ketika dia selalu menolong orang tanpa pamrih. Ketika dia menyadari segala sesuatu yang terjadi pada dirinya adalah karena sebab yang dilakukannya. Ketika menyadari bahwa segala sesuatu itu sudah ada hukumnya. Hukum dari sesuatu yang maha sakti. Yang tidak dia beri nama.</strong></p>
<p><strong>Nenek, salam hormat dari cucumu yang sempat memandang rendah dirimu. Tapi kini kusadari itulah jalanmu berTuhan. Semoga label agama yang sekarang tidak menghilangkan keberTuhananmu itu. Melainkan menyempurnakannya. Semoga saya, yang selalu kau sapa lembut sebagai Jenar, juga bisa berTuhan dalam tingkah laku, seperti dirimu.</strong></p>
Posted in Perjalanan Jenar Tagged: berTuhan, jenar, Kontemplasi, nenek, Renungan, Tuhan, universal <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/486/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=486&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/01/20/nenek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya Telah Menghina Allah</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2009/01/17/saya-telah-menghina-allah/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2009/01/17/saya-telah-menghina-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 19:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Allah]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[gaza]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[pembenaran]]></category>
		<category><![CDATA[penghinaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Gaza]]></category>
		<category><![CDATA[religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Setelah tulisan saya yang tidak terlalu serius kemarin , dimana ada celah-celah fallacy yang mengaburkan makna apa yang hendak sampaikan. Maka kali ini tulisan saya sangat serius. Serius curhat maksudnya.  
Begini, beberapa hari yang lalu saya membuat rusuh sebuah forum bernuansa religius. Rusuhnya karena saya dianggap menghina Allah pada salah satu diskusi tentang perang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=476&subd=danalingga&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Setelah </strong><a href="http://danalingga.wordpress.com/2009/01/15/kafir/" target="_blank"><strong>tulisan saya yang tidak terlalu serius kemarin </strong></a><strong>, dimana ada celah-celah <em>fallacy</em> yang mengaburkan makna apa yang hendak sampaikan. Maka kali ini tulisan saya sangat serius. Serius curhat maksudnya. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p><strong>Begini, beberapa hari yang lalu saya membuat rusuh sebuah forum bernuansa religius. Rusuhnya karena saya dianggap menghina Allah pada salah satu diskusi tentang perang di gaza. Sehingga malah tulisan yang saya komentari (yang menurut saya salah) menjadi tenggelam oleh pro kontra akan tuduhan bahwa saya telah menghina Allah yang begitu suci dan sakral. Saking suci dan sakralnya maka mempertanyakan dengan membawa label Allah dianggap telah mengina.</strong></p>
<p><strong><span id="more-476"></span>Begini kira kira esensi tulisan yang saya komentari :</strong></p>
<blockquote><p><strong>Ingatlah, bahwa Israel itu adalah bangsa pilihan Allah , jadi kita tidak layak menyalahkan bangsa Israel dalam perang gaza. Israel kelihatan salah hanya karena media berat sebelah dalam pemberitaan.</strong></p></blockquote>
<p><strong>Lah, tentu saja tekanan darah saya tiba-tiba naik. Tidak lihat apa pembantaian yang dilakukan Israel itu. Ini malah membuat pembenaran dengan membawa-bawa Allah segala. Tentu saya tidak rela Allah diseret begitu untuk pembenaran pembantaian mahluk ciptaan Allah. Maka dengan segera saya balas:</strong></p>
<blockquote><p><strong>Ya..ya&#8230;ya&#8230; Israel memang negara pilihan Allah. Negara yang membantai mahluk ciptaanNya seenak udel. Allah macam apa itu?</strong></p></blockquote>
<p><strong>Maka dengan sukses diskusi berbelok menghakimi kata &#8220;Allah macam apa itu?&#8221;. Dan peristiwa penyeretan Allah dalam pembenaran pembantaian itu menjadi terlupakan. Yah, salah saya juga sih membuat pernyataan sarkas yang kontroversial (padahal kalo di dunia blog rasanya biasa saja pernyataaan tersebut). Maka diskusipun menjadi berbelok pada pasal penghinaan Allah. Eh, ada pasalnya kan ya? Harusnya ada sih, soalnya pasal penghinaan agama saja ada, tentu pasal penghinaan Allah juga ada.</strong></p>
<p><strong>Lah, malah jadi bahas pasal. Mari kembali ke pokok bahasan. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p><strong>Bahwa jika dilihat lagi, maka perlu dikritisi apa benar saya telah menghina Allah dengan kalimat tersebut? Toh saya juga telah menyampaikan pembenaran bahwa kata-kata itu keluar karena saya tidak melihat Allah seperti tulisan yang saya komentari tersebut. Tulisan yang menggambarkan betapa Allah begitu rasisnya, sehingga telah menentukan negara kesayangannya, dan apapun yang dilakukan oleh negara kesayangannya itu maka Allah terkesan tutup mata. Bahkan Allah dianggap pasti mendukung segalal tindakannya. </strong></p>
<p><strong>Sedangkan disisi lain, Allah yang saya kenal tidak begitu. Allah yang saya kenal adalah Allah yang memberikan pilihan kepada manusia, dengan segala konsekuensi yang ditanggung masing-masing. Misalnya Israel harus menerima konsekuensi akan meningkatnya serangan teroris di masa depan, akibat dendam yang dituai kemarin. Tapi tetap saja ada yang kekeh bahwa saya telah menghina Allah dengan pernyataan tersebut. Pembenaran saya ditolak dengan sukses. Pokoknya <sup>TM</sup> , saya telah menghina Allah!!!</strong></p>
<p><strong>Oh iya, ini jugalah yang membuat saya sangat tidak ingin perang ini ditarik ke ranah agama. Karena kita akan kehilangan akal sehat dan kejernihan kita jika sudah begitu. Malah nantinya persoalannya melebar kemana-mana, tidak lagi tentang betapa kemanusiaan diporak-porandakan di gaza sana.</strong></p>
<p><strong>Maka saya nyatakan bahwa <em>Fuck</em> itu persaudaraan sesama muslim, kenapa tidak teriakan dengan lantang demi persaudaraan sesama umat manusia saja?!!! </strong><a href="http://sora9n.wordpress.com/2009/01/13/contoh-fallacy-di-sekitar-kita-studi-kasus-palestina-israel/" target="_blank"><strong>Ah, ya dalam hal ini saya sangat sejalan dengan pemikiran bung sora , nice posting bro.</strong></a><strong> Kenapa musti persaudaraan sesama muslim? Hem&#8230; memanfaatkan agama untuk mencari dukungan kah? Saya tidak pernah suka tindakan seperti itu. Jika anda suka silahkan saja. Saya tidak ikut-ikutan bawa-bawa agama itu, apalagi bawa-bawa Allah. Menurutku sih, lebih baik kita selesaikan antara sesama manusia saja. Rasanya lebih jantan begitu.  Bagaimana? Setuju tidak nih?</strong></p>
<p><strong>Nah begitulah curhat saya <span style="text-decoration:line-through;">yang disisipi kepentingan</span> kali ini. Saya tidak sedang mencari dukungan atau pembenaran. Oh iya, jika ingin memberi pendapat akan kejadian tersebut silahkan saja. Mana tahu memang ternyata saya terlalu kasar dalam mengekspresikan ketidak setujuan saya akan penyeretan agama dan Allah dalam pertempuran gaza, atau memang lebih tepatnya kita sebut saja sebagai pembantaian Gaza.</strong></p>
Posted in Perjalanan Dongeng Tagged: Allah, curhat, dongeng, gaza, Israel, Palestina, pembenaran, penghinaan, Perang Gaza, religius <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/476/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/476/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/476/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=476&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2009/01/17/saya-telah-menghina-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>