<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sebuah Perjalanan</title>
	<atom:link href="http://danalingga.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://danalingga.wordpress.com</link>
	<description>kisah-kisah di jalan yang aku lalui</description>
	<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 22:47:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Nabi Kok Cuma Laki-Laki</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/07/04/nabi-kok-cuma-laki-laki/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/07/04/nabi-kok-cuma-laki-laki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 22:47:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[agama]]></category>

		<category><![CDATA[brainstorming]]></category>

		<category><![CDATA[cuci otak]]></category>

		<category><![CDATA[emansipasi]]></category>

		<category><![CDATA[gender]]></category>

		<category><![CDATA[laki-laki]]></category>

		<category><![CDATA[nabi]]></category>

		<category><![CDATA[perempuan]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[tanya]]></category>

		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba beberapa pikiran negatif menghampiri tanpa dapat ditahan ketika membaca komen bu Hana yang mengaku-ngaku sebagai nabi.
Begini prosesnya. Saya tersadar bahwa bu Hana ini kan seorang perempuan (kalo belon ganti kelamin sih). Dan selama sejarahnya (yang saya tahu nih) kok belon ada Nabi yang perempuan ya?
Nah, dari hal itulah ada beberapa pertanyaan yang muncul di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Tiba-tiba beberapa pikiran negatif menghampiri tanpa dapat ditahan ketika membaca komen <a href="http://calonorangtenarsedunia.wordpress.com/" target="_blank">bu Hana</a> yang </strong><a href="http://danalingga.wordpress.com/2008/07/01/kenabian-telah-berakhir/#comment-8204" target="_blank"><strong>mengaku-ngaku sebagai nabi</strong></a><strong>.</strong></p>
<p><strong>Begini prosesnya. Saya tersadar bahwa bu Hana ini kan seorang perempuan (kalo belon ganti kelamin sih). Dan selama sejarahnya (yang saya tahu nih) kok belon ada Nabi yang perempuan ya?</strong></p>
<p><strong><span id="more-221"></span>Nah, dari hal itulah ada beberapa pertanyaan yang muncul di kepala:</strong></p>
<ol>
<li><strong>Apa karena memang Tuhan itu bias gender, dan kebetulan memuja laki-laki?</strong></li>
<li><strong>Apa karena ada manusia-manusia yang telah mengedit sejarah para Nabi, dan mengeluarkan dari daftar tentang adanya nabi-nabi perempuan?</strong></li>
<li><strong>Atau memang hanya kualitas laki-lakilah yang layak menjadi nabi?</strong></li>
<li><strong>Atau karena memang belon ada emansipasi pada masa agama-agama langit itu</strong></li>
<li><strong>Atau &#8230;. ?</strong></li>
</ol>
<p><strong>Terus terang saya belon tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu. Barangkali ada dari pembaca yang tahu. Atau guru pembaca yang tahu. Maka silahkan dipaparkan di kolom komentar. Semoga saya bisa menjadi puas, dan tidak tanya-tanya lagi.</strong></p>
<p><em>*berdoa agar sudi kiranya Tuhan memberi jawaban melalui komen-komen di sini*</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/221/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/221/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=221&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/07/04/nabi-kok-cuma-laki-laki/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenabian Telah Berakhir</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/07/01/kenabian-telah-berakhir/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/07/01/kenabian-telah-berakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 01:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Spiritual]]></category>

		<category><![CDATA[Al Quran]]></category>

		<category><![CDATA[AQ]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Khatam Nabiyin]]></category>

		<category><![CDATA[nabi penutup]]></category>

		<category><![CDATA[spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Kita tahu bahwa Mahmoud Mohamed Taha (1909-1985), seorang ulama dari Sudan, menyatakan bahwa penyebab dihentikannya misi kenabian (Qs al-Maidah [5]: 3) adalah bahwa dengan itu Allah telah siap untuk mengajari manusia secara langsung, tidak melalui jibril. Untuk itu, tugas kita ialah sungguh-sungguh berusaha mencari petunjuk-Nya dan memohon kepada-Nya, &#8220;ihdinash shiraathal mustaqiim&#8221; (tunjukilah kami jalan orang-orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><strong>Kita tahu bahwa Mahmoud Mohamed Taha (1909-1985), seorang ulama dari Sudan, menyatakan bahwa penyebab dihentikannya misi kenabian (Qs al-Maidah [5]: 3) adalah bahwa dengan itu Allah telah siap untuk mengajari manusia secara langsung, tidak melalui jibril. Untuk itu, tugas kita ialah sungguh-sungguh berusaha mencari petunjuk-Nya dan memohon kepada-Nya, &#8220;ihdinash shiraathal mustaqiim&#8221; (tunjukilah kami jalan orang-orang lurus). Untuk mencari petunjuk-Nya, sumber utama kita adalah Al-Qur&#8217;an. </strong></p></blockquote>
<p><strong><span id="more-219"></span>Sungguh mencerahkan. Terutama jika kita pahami bahwa AQ itu bukan mushaf, melainkan seluruh alam semesta dan isinya. Atau lebih mencerahkan lagi kalo ternyata yang disebut Al Qur&#8217;an itu adalah </strong><a href="http://danalingga.wordpress.com/2008/05/17/al-quran-sejati/" target="_blank"><strong>Al Qur&#8217;an Sejati</strong></a><strong>  . Yah, mungkin memang begini <span style="text-decoration:line-through;">pembenaran</span> alasannya soal penutup nabi itu. </strong></p>
<p><strong>Tapi saya sendiri secara pribadi kok merasa Allah tidak adil. Sebab saya merasa masih butuh seorang nabi untuk membimbing saya. Kenapa lantas dianggap tidak butuh ya? Ah, tapi kan Allah lebih tahu yang saya butuhkan. Sepertinya begitu aja deh, daripada saya merasa dizalimi. </strong></p>
<p><strong>Bagaimana menurut anda?</strong></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Kridit:<br />
Kutipan dari diambil dari <a href="http://muslimmoderat.wordpress.com/2008/05/03/wajibkah-menjadikan-alquran-sebagai-sumber-petunjuk-dalam-beragama/" target="_blank">sini </a> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/219/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/219/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/219/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/219/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/219/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=219&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/07/01/kenabian-telah-berakhir/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbaik Sangka</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/23/berbaik-sangka/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/23/berbaik-sangka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 00:27:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[AKKBB]]></category>

		<category><![CDATA[berbaik sangka]]></category>

		<category><![CDATA[damai]]></category>

		<category><![CDATA[FPI]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[saran]]></category>

		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Tiba-tiba suatu hal terlintas dalam pikiran saya ketika sedang membaca-baca kembali soal pro kontra AKKBB dan FPI yang sangat panas itu. Berhubung saya membacanya di forum yang katanya Islami tentu saja lebih banyak yang membela FPI dan menghujat AKKBB. Sebuah hal yang wajar sih. Tapi ya, wajar bukan berarti benar toh?  
Nah, kalo saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Tiba-tiba suatu hal terlintas dalam pikiran saya ketika sedang membaca-baca kembali soal pro kontra AKKBB dan FPI yang sangat panas itu. Berhubung saya membacanya di forum yang katanya Islami tentu saja lebih banyak yang membela FPI dan menghujat AKKBB. Sebuah hal yang wajar sih. Tapi ya, wajar bukan berarti benar toh? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p><strong>Nah, kalo saya lihat lebih jauh lagi bahwa pembelaan terhadap FPI ini lebih dilatar belakangi oleh sikap berbaik sangka. Jadi walaupun jelas-jelas FPI telah melakukan kekerasan, maka dibela dengan mengatakan bahwa FPI melakukan tindakan tersebut dengan tujuan yang baik yakni membela kemurnian akidah Islam. Menjaga agar Islam jangan sampai ternoda. Jangan sampai di obrak-abrik orang seenaknya. Tanpa aturan yang jelas. Memang kelihatannya jadi baik sih. Benar-benar telah menjalankan ajaran Islam untuk berbaik sangka.</strong></p>
<p><strong><span id="more-216"></span>Ok, baguslah jika memang mau terus berbaik sangka. Tapi jika memang dapat berbaik sangka terhadap tindakan kekerasaan FPI tersebut, mengapa tidak sekalian berbaik sangka juga kepada AKKBB ? Kan menjalankan ajaran agama itu harus kaffah, tidak boleh setengah-setengah atau tebang pilih. Jadi jika mau berbaik sangka. Berbaik sangka jugalah terhadap AKKBB. Adapun pembenarannya adalah bahwa AKKBB itu ternyata hanya ingin menunjukkan pada dunia bahwa Islam itu memang rahmatan lil alamin. Islam itu tidak hanya bisa melakukan kekerasan, memaksakan kehendak dan membrangus yang tidak sejalan dengannya. Maka dengan menunjukkan sisi toleran dari Islam itu diharapkan sikap-sikap paranoid terhadap Islam bisa menjadi berkurang. Hingga Islam dapat lebih cepat mendunia.</strong></p>
<p><strong>Dengan berbaik sangka ke kedua belah pihak begitu kan damai bukan hal yang jadi mustahil. Keknya damai lebih enak deh daripada perang. Sekarang tinggal kita kritisi cara dari kedua pihak tersebut. Bisa jadi karena menggunakan cara-cara yang salah dalam menjalankan maksud yang sebenarnya baik itulah makanya terjadi hal-hal seperti sekarang ini. Sebuah perpecahan. Yang bagi saya sangat merugikan Islam itu sendiri. Dan jika terus menerus terjadi maka bisa jadi akhirnya menjadi perang saudara.</strong></p>
<p><strong>Lagian dalam bayangan saya bahwa ketika kedua maksud baik tersebut disatukan maka alangkah dahsyatnya yang bisa dicapai. Tapi apa mungkin ya? Sebab dari kenyataan selama ini kok rasanya susah mensinergikan kedua hal itu. Biasanya keinginan untuk memurnikan Islam akan meningkatkan paranoid terhadap Islam sendiri, akibat kekerasan yang (entah kenapa) selau menyertainya. Sedangkan keinginan untuk menghapus paranoid terhadap Islam dengan menampilkan sisi Islam yang toleran akan dianggap sesat. Mengobok-ngobok agama. Serba susah memang.</strong></p>
<p><strong>Eh, kok saya jadi berburuk sangka gitu ya? Baiklah, saya mau berbaik sangka sajalah bahwa semua hal itu masih mungkin. Imposible is nothing.</strong></p>
<p><strong>Gimana kira-kira? Mau nggak berbaik sangka seperti itu?</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/216/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/216/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=216&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/23/berbaik-sangka/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Om Namo Bhagavate - Enya</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/19/om-namo-bhagavate-enya/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/19/om-namo-bhagavate-enya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 14:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Senandung]]></category>

		<category><![CDATA[enya]]></category>

		<category><![CDATA[kesadaran]]></category>

		<category><![CDATA[lagu]]></category>

		<category><![CDATA[Om]]></category>

		<category><![CDATA[senandung]]></category>

		<category><![CDATA[spiritual]]></category>

		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Om na-mo
Bha-ga-va&#8212;&#8211;te
Vasudeva-ya
Om is the name of that inside me, which is aware of the unity of all things
 
Om adalah sebutan sesuatu yang ada didalamku, yang menyadari kesatuan dari segalanya. Saat hening yang tak terceritakan.

Ommmmmmmm&#8230;..
Maka tidak ada lagi dualisme itu. Panas dan dingin. Baik dan Jahat. Hitam dan Putih. Salah dan Benar. Ketika kesadaran akan didalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Om na-mo</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Bha-ga-va&#8212;&#8211;te</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Vasudeva-ya</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Om is the name of that inside me, which is aware of the unity of all things</strong></p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-213"></span>Om adalah sebutan sesuatu yang ada didalamku, yang menyadari kesatuan dari segalanya. Saat hening yang tak terceritakan.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;"><strong>Ommmmmmmm&#8230;..</strong></p>
<p style="text-align:left;">Maka tidak ada lagi dualisme itu. Panas dan dingin. Baik dan Jahat. Hitam dan Putih. Salah dan Benar. Ketika kesadaran akan didalam diri tercapai. Ternyata semua itu adalah satu adanya. Bersumber dari asal yang sama. Tidak ada realitas lain lagi, selain Keberadaan.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Ommmmmmm&#8230;.</strong></p>
<p style="text-align:left;">Semesta sedang menyanyikan lagu merdu, membasuh jiwa. Menyambut manusia yang telah menyadari. Betapa selama ini terjebak dalam ilusi. Derita dan Bahagia. Sakit dan Sembuh. Tertawa dan Menangis. Semua itu ternyata satu adanya. Lebur dalam ketiadaan. Realitas telah terjaga. Tidak adalagi yang lain. Satu.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Ommmmmmm&#8230;</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong></strong><br />
Nikmatilah suara itu. Dia ada dimana-mana. Termasuk dalam relung jiwamu, selalu menggema tanpa henti. 
</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Om Namo Bhagavate Vasudeya</strong></p>
<p style="text-align:left;">Kata-kata sudah tidak dapat menjelaskan. Hanya rasalah yang menjangkau. Nikmati sajalah. Sendiri dalam hening.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/213/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/213/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=213&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/19/om-namo-bhagavate-enya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenar Diajak Berjihad</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/16/jenar-diajak-berjihad/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/16/jenar-diajak-berjihad/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 00:28:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Jenar]]></category>

		<category><![CDATA[cerpen]]></category>

		<category><![CDATA[dongeng]]></category>

		<category><![CDATA[humanisme]]></category>

		<category><![CDATA[jagal]]></category>

		<category><![CDATA[Jihad]]></category>

		<category><![CDATA[kemanusiaan]]></category>

		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>

		<category><![CDATA[nafsu]]></category>

		<category><![CDATA[perang]]></category>

		<category><![CDATA[perang agama]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Saat itu. Ketika Jenar sedang hidup di negeri antah berantah. Sebuah peperangan telah pecah di bagian lain negeri itu. Peperangan yang semula karena dendam pribadi. Karena berbagai kepentingan akhirnya menjadi perang agama. Maka tumpah ruahlah medan perang oleh darah-darah orang ngakunya beragama. Yang tertumpah oleh orang-orang yang ngakunya beragama juga. Orang-orang beragama begitu ganas, seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Saat itu. Ketika Jenar sedang hidup di negeri antah berantah. Sebuah peperangan telah pecah di bagian lain negeri itu. Peperangan yang semula karena dendam pribadi. Karena berbagai kepentingan akhirnya menjadi perang agama. Maka tumpah ruahlah medan perang oleh darah-darah orang ngakunya beragama. Yang tertumpah oleh orang-orang yang ngakunya beragama juga. Orang-orang beragama begitu ganas, seperti telah kerasukan iblis. Diri-diri yang menjadi jagal tiada mengenal ampun. &#8220;Babat musuh Tuhan! &#8221; teriakan yang keluar dari mulut-mulut suci itu. Sembari tidak pernah lelah untuk memenggal kepala musuh. Musuh yang kebetulan sial karena kalah jumlah. </strong></p>
<p><strong><span id="more-207"></span>&#8220;Nar, peperangan semakin menggila. Pihak kita perlu bantuan.&#8221; Celetuk Sobri teman Jenar, &#8221; Ayo Nar, kamu ikut untuk berjihad bersama saya. Pertengahan bulan ini ada pemberangkatan pasukan ke wilayah perang. Mari kita membantu saudara-saudara kita yang saat ini terdesak karena pihak musuh mendapat bantuan dari negara luar.&#8221;</strong></p>
<p><strong>Jenar diam termangu mencerna ajakan Sobri. Lalu, &#8221; Bri, apa kita harus ikut menjadi jagal yang haus darah? &#8220;</strong></p>
<p><strong>&#8220;Nar, ini bukan menjadi jagal. Tapi membela agama Tuhan. Apa kita diam saja melihat Tuhan dilecehkan begitu. Ini kan Jihad, Nar. Diperintahkan langsung oleh Tuhan. &#8221; Sobri meluruskan pendapat Jenar. Pendapat yang dirasanya sangat bisa malah melemahkan semangat. Jadi harus diluruskan pendapat seperti itu.</strong></p>
<p><strong>&#8220;Tapi Bri, kan ada juga perintah untuk tidak membunuh. Sepertinya perintah itu masih berlaku sampai sekarang. Belum dihapuskan. &#8221; Jenar masih berusaha mencari pembenaran untuk mendukung keengganannya menjadi jagal.</strong></p>
<p><strong>&#8220;Ya, perintah itu memang masih berlaku sampai sekarang Nar. Tapi ada pengecualian dalam perang. Mosok kita diam saja jika ada yang memerangi kita, hendak mencabut nyawa kita. Tentu kita melawan bukan? &#8221; Sobri terus berusaha meyakinkan Jenar.</strong></p>
<p><strong>&#8220;Tapi apa harus dengan menjagal Bri? Memang tidak ada cara lainnya ya? &#8221; Jenar masih tetap  terlihat enggan.</strong></p>
<p><strong>&#8220;Tidak ada Nar. Ini sudah darurat. Sudah banyak saudara-saudara kita yang terbunuh. Itu harus diperhitungkan. Nyawa ganti nyawa , Nar. Harus itu! &#8221; jawab Sobri.</strong></p>
<p><strong>&#8220;Tapi pihak mereka juga kan sudah banyak yang mati Bri. Apa lantas mereka juga berhak menuntut balas. Bisa-bisa perang ini tidak akan habis sampai salah satu pihak dibasmi tanpa sisa. Semua Bri. Termasuk anak-anak. &#8221; Jenar berkata sambil menutup mukanya, berusaha menghilangkan bayangan yang terlintas. Bayangan akan anak-anak yang akhirnya turut menjadi korban para jagal yang mengaku beragama . </strong></p>
<p><strong>&#8220;Oh, Tuhan apa benar ini demi diriMu. Demi menjalankan perintahMu?&#8221; Hati Jenar menggugat. </strong></p>
<p><strong>&#8220;Ah, itu hanya akibat Nar. Yang penting niat kita kan membela Tuhan. Menjalankan perintah Tuhan untuk menegakkan agamaNya. Yakinlah korban-korban itu memang pantas mati sebagai tumbal untuk kejayaan agama ini. Jangan sampai ada keraguan Nar. &#8221; Sobri terus berusaha meyakinkan Jenar.</strong></p>
<p><strong>&#8220;Tapi apa memang begitu Bri. Saya kok ragu Tuhan ingin sampai begitu. Jagal-jagalan sesama manusia. Bukannya agama diturunkan malah tujuannya mengatasi hal jagal-menjagal tersebut? &#8221; Jenar masih mencoba membela keengganannya.</strong></p>
<p><strong>&#8220;Ah, kamu kebanyakan meragu Nar. Pokoknya ini Jihad. Ini perintah Tuhan. Ayo kamu harus ikut. &#8221; Sobri tampak mulai tidak sabar.</strong></p>
<p><strong>&#8220;Sabar Bri. Kita harus pikirkan baik-baik. &#8221; Jenar menyabarkan.</strong></p>
<p><strong>&#8220;Ah, taik kucing kesabaran itu! Selagi kita bicara disini berapa puluh orang saudara kita yang mati Nar. Coba pertimbangkan itu. &#8221; Muka Sobri mulai angker dalam murka.</strong></p>
<p><strong>&#8220;Sabar Bri. Saya Cuma tidak mau salah jalan dan akhirnya malah mengikuti perintah Iblis bukan perintah Tuhan. Begini saja deh Bri, coba sebutkan sumbangan Jihad jaman ini bagi kemanusiaan. Sebab yang saya lihat selama ini hanya menyumbang kesengsaraan. Makanya saya menjadi ragu akan Jihad yang kau dengung-dengungkan untuk membujukku menjadi jagal. Jangan-jangan itu hanya meperalat Jihad demi kepentingan nafsu manusia yang haus darah. &#8221; Tampaknya Jenar sudah enggan berpanjang-panjang berpolemik. </strong></p>
<p><strong>Sobri tampak terdiam. Mungkin sedang mengingat-ngingat. Semoga dia bisa mengingat. Sehingga pada akhirnya Jenar dapat disadarkan betapa bejihad itu adalah demi membela Tuhan. Merupakan perintah Tuhan yang tidak ada tawar-menawar. Harus dilakukan. Titik.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/207/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/207/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=207&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/16/jenar-diajak-berjihad/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak Tebatas</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/12/tak-tebatas/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/12/tak-tebatas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 12:01:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[hijap]]></category>

		<category><![CDATA[kepastian]]></category>

		<category><![CDATA[mistikus]]></category>

		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<category><![CDATA[spiritual]]></category>

		<category><![CDATA[sufi]]></category>

		<category><![CDATA[zsheefa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Oleh zsheefa
bagai untaian kata begitu tersibak
jelas..terang..tampa hijab
tiada lagi yang tersisa
tiada rahasia..terhampar laksana lembayung
yang bertautan dengan langit biru
alam jagat raya seakan hanya sebuti pasir
semua runduk ketika terkuak&#8230;
ach..betapa kebodohan ini telah berakar
mencapai kesemua titik saraf hingga mematikan
akal dan pikiran&#8230;
kemana aku selama ini&#8230;..?
bagaimana aku selama ini&#8230;?
semua pertanyaan itu tiada terjawab
karena terselubung kabut&#8230;..kabut nan pekat.
tak sadar aku merasakan aroma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh zsheefa</p>
<p><strong>bagai untaian kata begitu tersibak<br />
jelas..terang..tampa hijab<br />
tiada lagi yang tersisa<br />
tiada rahasia..terhampar laksana lembayung<br />
yang bertautan dengan langit biru</strong></p>
<p><strong>alam jagat raya seakan hanya sebuti pasir<br />
semua runduk ketika terkuak&#8230;<br />
ach..betapa kebodohan ini telah berakar<br />
mencapai kesemua titik saraf hingga mematikan<br />
akal dan pikiran&#8230;</strong></p>
<p><strong><span id="more-210"></span>kemana aku selama ini&#8230;..?<br />
bagaimana aku selama ini&#8230;?<br />
semua pertanyaan itu tiada terjawab<br />
karena terselubung kabut&#8230;..kabut nan pekat.</strong></p>
<p><strong>tak sadar aku merasakan aroma kedamaian<br />
mengalir lembut dalam pribadi hingga yang terdalam<br />
meresap&#8230;,melekat&#8230;, dan menempat hingga menjadi&#8230;.<br />
suatu yang indah tampa ada kebimbangan lagi</strong></p>
<p><strong>oh..wahai nan pasti,&#8230; jadikanlah hari yang tersisa ini<br />
menjadi akhir dari segala kepalsuan dan<br />
dekaplah daku dalam kedamaian Mu</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#ff0000;">Disclaimer:</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Ini adalah puisi karya zsheefa . Silahkan dinikmati.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/210/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/210/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=210&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/12/tak-tebatas/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Turut Berduka Cita, Ahmadiyah.</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/10/turut-bedukacita-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/10/turut-bedukacita-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 00:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>

		<category><![CDATA[aliran sesat]]></category>

		<category><![CDATA[duka cita]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[keyakinan]]></category>

		<category><![CDATA[SKB]]></category>

		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Ahmadiyah, saya turut berduka cita atas terbitnya SKB. SKB yang memberikan peringatan. Menyuruh agar Ahmadiyah meninggalkan keyakinannya, dan menuruti keyakinan orang lain. Sebuah pemberangusan keyakinan dari sudut pandang saya. Tapi juga menjadi kemenangan dari sudut pandang lain. Sungguh absurd memang.
Tapi saya mengerti posisi pemerintah sebagai pemimpin dari semua warganya. Bukan Ahmadiyah saja. Pemerintah tentu telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Ahmadiyah, saya turut berduka cita atas terbitnya SKB. SKB yang memberikan peringatan. Menyuruh agar Ahmadiyah meninggalkan keyakinannya, dan menuruti keyakinan orang lain. Sebuah pemberangusan keyakinan dari sudut pandang saya. Tapi juga menjadi kemenangan dari sudut pandang lain. Sungguh absurd memang.</strong></p>
<p><strong><span id="more-208"></span>Tapi saya mengerti posisi pemerintah sebagai pemimpin dari semua warganya. Bukan Ahmadiyah saja. Pemerintah tentu telah memikirkan masak-masak, diantara beratnya tekanan yang mereka terima baik dari anti Ahmadiyah maupun yang pro Ahmadiyah. Pemerintah membuat keputusan saya yakin bukan atas dasar agama tertentu. Melainkan melakukan keputusan berdasarkan keputusan politik. Tidak lebih tidak kurang.</strong></p>
<p><strong>Buat umat Ahmadiyah, yang tabah sajalah. Anggaplah SKB ini sebagai bagian dari ujian yang akan meningkatkan keyakinan kalian. Itu jika kalian tetap yakin bahwa ajaran Ahmadiyah itu benar. Tapi jika tidak, kalian carilah mana yang benar. Lalu ikuti. Percaya pada anugrah terindah dari Tuhan, yakni rasa. Sebab dengan rasalah maka kita bisa melakukan syahadat itu. Menyaksikan dengan sejelasnya. Sehingga tidak bisa sesat lagi.</strong></p>
<p><strong>Jadi silahkan memicu diri berkontemplasi dengan adanya SKB ini. Merenung diri. Dan ketika jawabannya ditemukan, apapun itu. Silahkan, sebab keyakinan tidak bisa diberangus hanya dengan SKB. Bahkan dengan pembunuhan juga tidak. Dan jika begitu, maka ucapan turut berduka cita pun menjadi hambar. Kehilangan maknanya. Sebab toh ada tidaknya SKB tidak berpengaruh pada keyakinan. Hanya diri sendirilah yang bisa memutuskan keyakinan. </strong></p>
<p><strong>Maka, ucapan duka cita yang terlanjur terucap tadi. Saya tujukan bukan kepada umat Ahmadiyah secara khusus. Tapi saya tujukan pada manusia-manusia naïf yang berusaha untuk memaksakan keyakinan dari salah satu pihak. Sungguh sia-sia usaha itu. Yang merasakan kemenangan atasnya hanyalah ego. Kemenangan seperti itu adalah kemenangan semu. Turut berduka cita.</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/208/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/208/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=208&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/10/turut-bedukacita-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setelah Adu Argumen</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/07/setelah-adu-argumen/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/07/setelah-adu-argumen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 01:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Perjalanan Spiritual]]></category>

		<category><![CDATA[argumen]]></category>

		<category><![CDATA[cahaya]]></category>

		<category><![CDATA[debat]]></category>

		<category><![CDATA[diri]]></category>

		<category><![CDATA[diskusi]]></category>

		<category><![CDATA[hening]]></category>

		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>

		<category><![CDATA[kritik]]></category>

		<category><![CDATA[mistikus]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[spiritual]]></category>

		<category><![CDATA[sufi]]></category>

		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[
Kubaca lembar demi lembar argumentasi yang baru saja terjadi. Argumenku dan argumenmu. Tanpa ada satupun yang terlewat. Semua kulahap habis demi sebuah kepuasaan. Dan setelah itu kusiapkan diri untuk menuliskan argumen selanjutnya. Setelah itu kutunggu argumenmu kembali, dengan sedikit rasa cemas. Begitu terus, berputar tiada akhir.
Suatu saat, ketika terduduk didepan laptop untuk kembali berargumen. Tiba-tiba, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p dir="ltr"><em></em></p>
<p dir="ltr"><strong>Kubaca lembar demi lembar argumentasi yang baru saja terjadi. Argumenku dan argumenmu. Tanpa ada satupun yang terlewat. Semua kulahap habis demi sebuah kepuasaan. Dan setelah itu kusiapkan diri untuk menuliskan argumen selanjutnya. Setelah itu kutunggu argumenmu kembali, dengan sedikit rasa cemas. Begitu terus, berputar tiada akhir.</strong></p>
<p dir="ltr"><strong><span id="more-195"></span>Suatu saat, ketika terduduk didepan laptop untuk kembali berargumen. Tiba-tiba, sebuah kesadaran menyeruak dalam pertanyaan: &#8220;Demi apa sebenarnya kubenamkan diri dalam perang argumen ini? &#8220;   Ya, demi apa ya? Apa ada sesuatu yang sangat penting sehingga harus berargumen? Tanya itu terus terngiang. </strong><strong> </strong></p>
<p dir="ltr"><strong>Dipuncak pertanyaan, entah darimana sebuah jawaban terpampang dengan jelas sebening kristal. Jawaban yang datang bagai pencuri di pagi buta ketika saya sedang terlelap tanpa kesadaran. Jawaban itu berkata dengan lembut : &#8221; Semua itu ternyata demi memuaskan ego.. &#8221;  Senyap malam ketika jawaban itu kuendapkan dalam heningku.</strong></p>
<p dir="ltr"><strong> </strong><strong>Ah, betapa aku malu saat itu. Ternyata selama ini kebenaran yang aku agung-agungkan, yang aku perjuangkan dengan argumen-argumen brilian. Yang juga dibantah kebenaran versi lain dengan argumen yang tidak kalah briliannya. Kemudian aku tohok dengan argumen yang lebih brilian lagi. Kemudian dibalas lagi. Begitu tiada habisnya. Namun semuanya itu ternyata hanyalah ilusi yang menutupiku dari kebenaran sejati. Egolah yang kubela selama ini. Memalukan!</strong></p>
<p dir="ltr"><strong> </strong><strong>Oh, pantas jiwa semakin jauh dari cahaya. Terperosok dalam kegelapan kelam mengurung. Semoga belum terlambat diri ini berusaha kembali menuju cahaya terang benderang yang sempat tercecap sebentar. Dulu sekali. Kebenaran itu ternyata tidak kutemukan dalam argumen. Tapi pada keheningan setelah itu.</strong></p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"><em><span style="color:#0000ff;">Tulisan ini sebenarnya sudah lama. Tulisan ini sebagai bentuk perenungan diri ketika terlibat dalam debat masalah ahmadiyah pas jaman panas-panasnya SKB dulu. </span></em></p>
<p dir="ltr"><em><span style="color:#0000ff;">Renungan  seperti ini rasanya sudah cukup sering saya hadirkan. Tapi berdasarkan pengalaman selama ini, mungkin saya akan kembali  larut dalam adu argumen. Tapi tak apalah. Postingan seperti ini adalah salah satu cara saya  untuk mengingatkan diri.  Mengingatkan pada diri bahwa silahkan berargumen sepuasnya, tapi jangan sampai larut dalam argumen itu. Keheninganlah yang diperlukan.</span></em></p>
<p dir="ltr"><em></em></p>
<p dir="ltr"> </p>
<p dir="ltr"> </p>
<p> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/195/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/195/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=195&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/07/setelah-adu-argumen/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mulutmu Harimaumu, FPI!</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/04/mulutmu-harimaumu-fpi/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/04/mulutmu-harimaumu-fpi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 00:12:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[emosi]]></category>

		<category><![CDATA[FPI]]></category>

		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>

		<category><![CDATA[opini]]></category>

		<category><![CDATA[saran]]></category>

		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Tampaknya nasehat mulutmu harimaumu sangat tepat untuk mengingatkan tokoh-tokoh FPI. Bagaimana tidak ucapan:
FPI tidak bubar, Gus Dur saja yang bubar
akhirnya malah menjadi bumerang di Jawa Timur. Barusan saja, pagi ini, di trans7 diberitakan bahwa  FPI Surabaya dinyatakan bubar oleh ketua FPI Surabaya. Perlu di catat , pernyataan itu dilakukan dibawah tekanan para simpatisan Gus Dur yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Tampaknya nasehat mulutmu harimaumu sangat tepat untuk mengingatkan tokoh-tokoh FPI. Bagaimana tidak ucapan:</strong></p>
<blockquote><p><strong>FPI tidak bubar, Gus Dur saja yang bubar</strong></p></blockquote>
<p><strong><span id="more-204"></span>akhirnya malah menjadi bumerang di Jawa Timur. Barusan saja, pagi ini, di trans7 diberitakan bahwa  FPI Surabaya dinyatakan bubar oleh ketua FPI Surabaya. Perlu di catat , pernyataan itu dilakukan dibawah tekanan para simpatisan Gus Dur yang tersinggung akan pernyataan yang melecehkan Gus Dur. Belum lagi tekanan yang didapat FPI di berbagai daerah di Jawa Timur. Kasihan anggota FPI yang disana. Semoga tokohnya yang di Jakarta dapat lebih bijak dalam mengeluarkan pendapatnya. Jangan terbakar emosi.</strong></p>
<p><strong>Semoga dapat menjadi pelajaran bahwa tidak ada gunanya mengumbar emosi (arogansi?) dengan berkoar-koar menyerang orang-orang. Saran saya sih, lebih baik langsung bawa masalahnya ke pengadilan saja, tidak perlu perang opini. Mulutmu adalah harimaumu memang. </strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/204/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/204/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=204&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/04/mulutmu-harimaumu-fpi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alasan, Aliran Sesat, Pemaksaan, dan FPI</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/02/alasan-aliran-sesat-pemaksaan-dan-fpi/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/02/alasan-aliran-sesat-pemaksaan-dan-fpi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 11:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[agama]]></category>

		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>

		<category><![CDATA[aliran sesat]]></category>

		<category><![CDATA[FPI]]></category>

		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Sering saya membuat postingan yang kesannya membela sekte, mazhab, organisasi yang dianggap sesat oleh mainstream dari sebuah organisasi agama. Adapun alasan melakukan hal itu adalah bahwa saya gamang. Jadi sebenarnya tulisan tersebut adalah untuk mengkomunikasikan kegamangan yang saya rasakan. Kegamangan yang dikarenakan bahwa saya tidak pernah bisa mengerti bagaimana sebuah agama dianggap hak milik. Lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Sering saya membuat postingan yang kesannya membela sekte, mazhab, organisasi yang dianggap sesat oleh mainstream dari sebuah organisasi agama. Adapun alasan melakukan hal itu adalah bahwa saya gamang. Jadi sebenarnya tulisan tersebut adalah untuk mengkomunikasikan kegamangan yang saya rasakan. Kegamangan yang dikarenakan bahwa saya tidak pernah bisa mengerti bagaimana sebuah agama dianggap hak milik. Lebih khusus lagi bahwa agama hanya hak milik kelompok tertentu saja. Memangnya agama bisa dimiliki ya?</strong></p>
<p><strong><span id="more-203"></span>Bahwa perlu disadari bahwa ada konsekuensi dari rasa kepemilikan agama oleh kelompok tertentu. Konsekuensinya adalah kelompok tersebut akan merasa berhak untuk melarang orang lain untuk menggunakan agama miliknya itu. Saya benar-benar tidak bisa memahami akan hal itu. Sebab bagi saya sendiri agama itu hanyalah sebuah petunjuk yang diturunkan bagi semua umat manusia. Yang bebas dipakai oleh siapa saja sesuai dengan pemahamannya masing-masing. Soal bahwa karena sesuatu hal ternyata tidak bisa memanfaatkan petunjuk tersebut secara benar sehingga mengambil jalan yang salah. Maka itu adalah resiko yang ditanggung masing-masing orang. Maksimal yang bisa kita (jika merasa yang benar) lakukan adalah sekedar memberitahukan saja kesalahan orang tersebut. Bukan memaksa.</strong></p>
<p><strong>Sepertinya memang sudut pandang saya akan agama itulah yang membuat saya tidak bisa (tidak pernah bisa menerima?) jika ada pihak yang melarang orang lain menggunakan suatu agama menurut cara yang diyakininya. Dengan alasan apapun itu. Apalagi ternyata pihak tersebut malah memaksakan agar orang-orang harus mengikuti caranya. Jika tidak mau menuruti maka dilarang menggunakan agama tersebut.</strong></p>
<p><strong>Jangan-jangan hal yang saya sebutkan di atas jugalah yang menyebabkan FPI hingga menyerang Aliansi Kebangsaan. FPI merasa bahwa merekalah yang memiliki Islam. Jadi setiap orang harus berIslam dengan cara mereka. Jika tidak maka halal untuk ditumpahkan darahnya jika masih tetap menggunakan Islam. Duh, betapa mengerikan efek rasa memiliki agama ini.  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p><strong>Pikir saya sih, kenapa tidak diberitahu saja bahwa :</strong></p>
<blockquote><p><strong>Saya punya cara menjalankan ajaran agama ini yang menurut saya lebih baik dari caramu sekarang. Nah terserah kamu mau mengikutinya atau tidak. Saya serahkan semua pada penilaian Yang Maha Adil.</strong></p></blockquote>
<p><strong>Begitu menurut saya lebih pas.</strong></p>
<p><strong>Tapi itu semua hanyalah pandangan saya pribadi. Pandangan pribadi dari seseorang yang memang tidak punya rasa kepemilikan pada agama.Seorang manusia yang merasa salah saja tidak berhak dimiliknya, apalagi agama. Jadi jika memang dalam suatu agama diwajibkan untuk mempunyai rasa kepemilikan. Berarti sudut pandang saya memang bakalan tidak akan pernah nyambung dengan pemeluk agama tersebut. Tapi walau tidak nyambung, saya rasa kita semua sepakat bahwa hakim yang paling adil itu adalah Tuhan. Bukan manusia. Jadi bagaimana kalo keputusan mutlaknya kita serahkan saja kepadaNya? Sedangkan bagian kita, para manusia adalalah keputusan relatif. Keputusan yang masih memberikan ruang untuk dipertanyakan.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/203/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/203/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=203&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/06/02/alasan-aliran-sesat-pemaksaan-dan-fpi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Godamn Tentang Surga</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/31/cerita-godamn-tentang-surga/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/31/cerita-godamn-tentang-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 12:18:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Dongeng]]></category>

		<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[akhirat]]></category>

		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<category><![CDATA[dongeng]]></category>

		<category><![CDATA[godamn]]></category>

		<category><![CDATA[humor]]></category>

		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>

		<category><![CDATA[malaikat]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Godamn
Eh temen-temen, ngomomg-ngomong ada yang pernah ke surga blom ? Kalo aku sih udah&#8230; meski bentar. asyik loh di sana&#8230;.. tapi yah&#8230; aku sih cuma di emperannya doang gak sampe masuk ke gedung-gedungnya&#8230; cuma lihat di luarnya aja sih&#8230; ya.. maklumlah&#8230; aku juga nyadar kok&#8230;. aku blom bisa beli tiketnya yang mahal banget&#8230; aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Oleh Godamn</em></p>
<p><strong>Eh temen-temen, ngomomg-ngomong ada yang pernah ke surga blom ? Kalo aku sih udah&#8230; meski bentar. asyik loh di sana&#8230;.. tapi yah&#8230; aku sih cuma di emperannya doang gak sampe masuk ke gedung-gedungnya&#8230; cuma lihat di luarnya aja sih&#8230; ya.. maklumlah&#8230; aku juga nyadar kok&#8230;. aku blom bisa beli tiketnya yang mahal banget&#8230; aku cuma dapet gratisan, cuma kelas festival lah&#8230;. gak lebih. Malaekat tu baek banget taaaau&#8230;&#8230;! kalo Jenar mau ditendang mah, salah dia sendiri&#8230; ma malaekat kok ngomongnya kayak gitu&#8230; kalo ma aku mah, malaekat baik banget&#8230;. taaaau&#8230;. !</strong></p>
<p><strong><span id="more-202"></span>Oom Malik juga baek banget loh&#8230;. dia gak sangar kok. suwer deh&#8230; (sory yah.. nyebut oom soalnya&#8230; namanya Malik, kalo namanya Camelia Malik aku pasti nyebutnya mbak..). Tapi iya sih katanya dia kadang-kadang jahil&#8230; mungkin ma orang kayak Jenar itu lah&#8230;. hihihih katanya kalo kalo lagi jengkel dia suka nyubit usus tau&#8230;..! kalo ma aku sih baek banget banget&#8230;. sumprit deh..!. gak tau juga yah, kalo aku nanti klibet narkoba&#8230; </strong></p>
<p><strong>Di sana tuh tamannya indah banget loh&#8230;. bidadarinya tuh keren abis lah pokoknya mah&#8230;. aku sempet kenalan atu&#8230; tampangnya sih&#8230;. mirip-mirip Cinta Laura deeeh&#8230;. tau kan&#8230;. itu loh&#8230; yang ngomongnya masih campur-campur itu&#8230;. bidadarinya yang itu juga sama kok&#8230; ngomongnya masih campur-campur, tapi pake bahasanya&#8230;. bahasa surga. aku juga sama, gak ngertinya&#8230; kok, soalnya&#8230;.. aku kan gede di sini, meski katanya aku waktu dulu tuh di sana juga&#8230; yah.. temen-temen juga sama kan? Si akang juga sama&#8230;. Tapi gak tau juga yah&#8230; mungkin aja si akang dari neraka, kaleee&#8230;&#8230; hihihih (sory nya kang&#8230;! bcanda nehhh&#8230;. ). Namanya Khumairo (mirip di felem &#8220;Ayat-Ayat Cinta&#8221; yah&#8230;.), soalnya pipinya itu emang rada-rada merah sih&#8230;. Cantik lah pokoknya mah&#8230;. Sumprit deh&#8230;.! Heheheh. Asyik tuh ngobrol ma dia. Dianya ramah banget&#8230; aku jadi perngen ke sana lagi&#8230;. Kalo bisa sih&#8230;. dapet tiket gratisan lagi&#8230;. Tapi kayaknya susah juga yah&#8230;.! Kang&#8230; kalo akang dapet aku mau looooh&#8230;. Kelas emper juga mau kok&#8230; (cieeeeh&#8230;. ngrayu nih critanya). </strong></p>
<p><strong>Mobil di sana tuh bagus-bagus&#8230;. Mewah.. lah.. mereknya BMW (katanya sih&#8230; singkatan dari Buroq Merah Warnanya). Jadi temen-temen&#8230; jangan nyangka kalo Buroq itu kendaraan yang badannya kuda kepalanya cewek&#8230;.. ituuuu salah besaaaar&#8230;&#8230;. Yang bener itu&#8230; Buroq itu mobil di surga&#8230;.. Tapi aku sediiiih banget loh di sana&#8230;. Orang-orangnya sih ramah-ramah, cuman mereka ngeliatan aku tuh&#8230;. kayaknya kasiaaaaan banget ma aku tuh&#8230; (hiks hiks hiks&#8230;.). Aku kan jadi malu ma mereka&#8230; untung ada mbak Khumairo itu yang nemenin&#8230;.</strong></p>
<p><strong>Aku sempet juga loh ketemu Oom Rumi di sana&#8230;. Tapi gak sempet ngobrol sih&#8230; soalnya dia sibuuuuuuk terus nari muter-muter di taman, dia senyuuuuum terus&#8230;. Terus dia tuh sering banget nengok-nengok matahari. Tapi untung sih matahari di sana kan gak silau kayak di sini. Kalo di sini kan mesti pake kacamata cengdem kalo lihat matahari, iya kan&#8230;.</strong></p>
<p><strong>Tante Rabi&#8217;ah juga ada kok&#8230;. di sana, kerjaannya&#8230;. Ngrumpiiii terus&#8230; ma bidadari yang laen&#8230;. Tapi waktu aku tanyain dia ngerumpi apa&#8230; dia bilang pokoknya gak ngerumpiin tetangga-lah, juga gak ngerumpiin bidadari yang laen, apalagi ngerumpiian bidadara (tau kan bidadara&#8230;? Itu loh bidadari cowoknya&#8230;). Ada deh pokoknya&#8230;.. dia bilang&#8230;. Tapi dia ngomong begitu sambil nangis loooh&#8230;. Inget ma pacarnya kali yah&#8230;.? Lagi rindu lah.. kayaknya sih&#8230; sama kayak si Akang Dana ini&#8230; Broken Heart -lah kayaknya mah&#8230;. Hihihihih</strong></p>
<p><strong>Tapi sambil ngobrol dia sering banget nengok-nengok neraka. Aku sih jadinya gak konsen banget&#8230; trus dia bilang bahwa dia tuh kasiaaaaan banget&#8230;.. ma orang-orang neraka. Aku jadi terharu juga loh dengernya&#8230; Dia bilang orang-orang neraka tuh orang-orang bodo&#8230;. Kalo bodonya sih&#8230;. dia bilang gak apa-apa juga sih&#8230; tapi bandelnya itu loh&#8230; yang ngejengkelin kita, kata dia lagi&#8230; tapi dia tetep sayang loh ma mereka&#8230; Baek banget yah&#8230;! tante satu ini&#8230;(makanya kang&#8230;! curhat ma tante satu ini&#8230;.! )<br />
.<br />
Tadinya aku pengen ktemu ma Nabi Muhammad, Nabi Yesus, Nabi Budha, Nabi Musa en nabi-nabi yang laen.. palagi Nabi Muhammad dia kan idola aku&#8230;. (boleh yah&#8230; kalo aku idolain dia.. dia kan yang ngasih aku tiket gratis ini&#8230;. Jadi boleh dong&#8230;. )Tapi katanya mereka lagi meeting di penthouse El Eden. Katanya sih Confidential banget&#8230;. Cuma menurut isyuuuuu&#8230;. Mereka lagi meeting-in orang-orang di bumi, baeknya digimanaiiin&#8230;. Trus rencananya bumi mau ditenggelamin ma tsunami pake global warming. Cuman&#8230; gak jadi&#8230;. soalnya di bumi masih ada orang-orang yang lagi patah hati kayak si Kang Dana ini&#8230;. Gicuh&#8230;.. Dan mereka masih sayang ma kita-kita semua&#8230; (itu isyu lohh&#8230;! bukan beneran. Soalnya kan confidential&#8230;!). </strong></p>
<p><strong>Tapi katanya mereka mau nemuin aku nanti&#8230; tapi gak tau kapan&#8230; mungkin aja sih &#8230; tapi kayaknya sih nanti mirip orang-orang nemuin Pak Paus di Vatican. Cuman nonton dari jauuuuuh aja&#8230; bisa gak yah aku salaman ma mereka nanti&#8230; ? Soalnya kan orangnya banyak nanti, mesti ngantri&#8230;. Mudah-mudahan aja yah&#8230;. dan yang penting&#8230;. Di sana tuh&#8230;&#8230; &#8220;Banyak yang Patah Hati&#8221; jugaa&#8230;&#8230; tauuuuuuuu. Jadi&#8230;&#8230; nyantey aja lagi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; hehehehhhh</strong></p>
<p><strong>Udah dulu yah&#8230; Eh, kalo ke neraka, aku udah juga loh&#8230;. Cuman aku gak mau cerita kalo yang ke situ&#8230; soalnya kalo cerita yang itu, aku suka kebayang terus&#8230;. Syereeeem deh pokoknya mah&#8230; Tapi sekedar tau aja yah&#8230;. Kapling neraka tuh sebelahan loh ma syurga&#8230; Udah dulu yahhh&#8230;.</strong></p>
<p> </p>
<p><span style="color:#ff0000;">Disclaimer:</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Tulisan ini saya posting dengan cara semena-mena mengambil dari komen dari saudara/i Godamn di postingan saya </span><a href="http://danalingga.wordpress.com/2008/05/19/patah-hati/#comment-7743" target="_blank"><span style="color:#0000ff;">Patah Hati</span></a><span style="color:#ff0000;"> .  Yah, sebuah tulisan yang cukup menggelitik saya kira. Dan berhubung saya kok melihat ada potensi mengundang <span style="text-decoration:line-through;">kerusuhan </span>komen yang OOT. Maka saya putuskan untuk dijadikan postingan saja. Jadi yang gatal mengomentari bisa sepuasnya, tanpa takut saya sapu karena OOT. Ok, sekian pemberitahuan saya. Dengan ini maka comment di sono dan yang berhubungan dengannya saya hapus. Terimakasih.</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Godamn, kenapa nggak dituliskan di blog anda sendiri aja sih? Daripada OOT nggak jelas gitu.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/202/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/202/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=202&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/31/cerita-godamn-tentang-surga/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Melihat Dari Sudut Karma</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/27/ketika-melihat-dari-sudut-karma/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/27/ketika-melihat-dari-sudut-karma/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 03:59:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[Perjalanan Spiritual]]></category>

		<category><![CDATA[budha]]></category>

		<category><![CDATA[karma]]></category>

		<category><![CDATA[Kontemplasi]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<category><![CDATA[spiritual]]></category>

		<category><![CDATA[universal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[Setelah membaca curhat ira yang di sini , saya menjadi tergelitik untuk membuat sebuah postingan. Ini bukanlah dimaksudkan sebagai pembelaan untuk ira yang menye-menye karena merasa nilai kemanusiaannya digugat. Melainkan pembelaan untuk diri saya sendiri. Ya, karena saya memandang hal-hal seperti itu adalah hal yang biasa. Sebiasa saya tiap hari kerja, kecuali hari libur tentunya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Setelah membaca curhat </strong><a href="http://itikkecil.wordpress.com/" target="_blank"><strong>ira</strong></a><strong> yang di </strong><a href="http://itikkecil.wordpress.com/2008/05/23/curhat-of-the-day/" target="_blank"><strong>sini</strong></a><strong> , saya menjadi tergelitik untuk membuat sebuah postingan. Ini bukanlah dimaksudkan sebagai pembelaan untuk ira yang menye-menye karena merasa nilai kemanusiaannya digugat. Melainkan pembelaan untuk diri saya sendiri. Ya, karena saya memandang hal-hal seperti itu adalah hal yang biasa. Sebiasa saya tiap hari kerja, kecuali hari libur tentunya. Sebuah hal yang sangat normal bukan?  </strong></p>
<p><strong><span id="more-200"></span>Begini, saya jika bersinggungan dengan kejadian seperti </strong><a href="http://itikkecil.wordpress.com/2008/05/21/anak-kecil-ini/" target="_blank"><strong>anak kecil ini </strong></a><strong>maka saya akan merasa hal itu sebagai hal yang normal. Senormal ketika saya bertemu dengan manusia lain. Tidak ada yang istimewa yang mengharuskan saya merasa kasihan terhadap hal-hal seperti itu. Eh, bentar, jangan langsung mengambi kesimpulan itu karena saya ini berdarah dingin. Atau menuduh karena rasa kemanusiaan saya sudah mati. Jangan terburu-buru menilai, dengarkan dulu <span style="text-decoration:line-through;">pembenaran</span> alasan saya.</strong></p>
<p><strong>Jadi begini, saya ini sangat mengimani yang namanya karma. Jadi konsekuensinya segala hal yang terjadi dalam hidup ini akan saya lihat melalui sudut pandang karma. Nah , ketika melihat kejadian seperti dalam postingan anak kecil itu yang katanya harus menyentuh rasa kemanusiaan kita. Maka saya langsung secara otomatis menganggap memang itu sudah karma anak kecil itu. Dan segala tindakan saya kepadanya juga diakibatkan oleh persinggungan karma saya dengan karma anak itu. Jadi saya biarkan tindakan saya mengalir sesuai karma tersebut, tanpa intervensi perasaan.</strong></p>
<p><strong>Nah, begitu juga saya memandang segala sesuatu di sekitar saya. Ketika saya bertemu dengan seorang peminta-minta misalnya, ya saya biasa saja. Mengganggap memang sudah seharusnya begitu, atau dengan kata lain memang sudah karmanya begitu. Dan saya akan mengalirkan tindakan sesuai dengan dorongan karma saja, berusaha untuk tidak terpengaruh oleh rasa kasihan. Jadi kalo saya ingin memberi sesuatu ya saya beri saja tanpa harus berpikir pemberian saya itu akan diapakan. Ketika saya sedang tidak ingin memberi , ya saya tidak beri tanpa harus mencari-cari pembenaran. Karmanya memang sudah begitu, mau apa lagi coba.</strong></p>
<p><strong>Jadi kembali mengenai ketika Ira cuma memfoto anak itu, maka memang itulah yang menjadi bagian persinggungan karma antara Ira dan anak itu. Juga ketika Silly memberikan pandangannya, maka itulah tindakan sebagai akibat persinggungan karma antara silly, Ira, dan anak itu. Begitu juga dengan hal-hal yang terjadi selanjutnya, merupakan rentetan dari akibat karma-karma orang yang bersinggungan didalamnya.Dan juga, akibat tindakan karma-karma itu akan menimbulkan karma-karma baru. Jadinya ya siap-siap saja melakukan tindakan-tindakan selanjutnya akibat karma-karma baru itu. Moga-moga saja akibatnya bukan merugikan, malah menguntungkan yang terlibat. Dari pengalaman saya selama ini sih bahwa jika tindakan dipaksakan, tidak mengikuti aliran saja, maka akan menambah karma-karma baru. Jadinya putaran karma yang tidak akan berakhir.</strong></p>
<p><strong>Sungguh hidup itu menjadi mengalir apa adanya dengan sudut pandang ini. Jadi silahkan dicoba. Tapi ya, resiko ditanggung sendiri, sebab itu juga bagian dari karma itu sendiri. Selagi hidup didunia ini memang tidak akan bisa terlepas dari karma. Karma palingan hanya bisa diminimalkan saja, agar cukup habis untuk hidup saat ini. Lain cerita kalo bisa mencapai tingkat seperti sang Budha misalnya, atau nabi-nabi, atau orang yang tercerahkan tanpa gelar lainnya.</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/200/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/200/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=200&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/27/ketika-melihat-dari-sudut-karma/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Nikah Beda Agama</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/24/tentang-nikah-beda-agama/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/24/tentang-nikah-beda-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 03:30:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Spiritual]]></category>

		<category><![CDATA[agama]]></category>

		<category><![CDATA[katolik]]></category>

		<category><![CDATA[kristen]]></category>

		<category><![CDATA[kristus]]></category>

		<category><![CDATA[nikah]]></category>

		<category><![CDATA[nikah beda agama]]></category>

		<category><![CDATA[opini]]></category>

		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Nikah beda agama merupakan bahasan yang sangat menarik di Indonesia yang pluralis religius ini. Betapa mata kepala saya sendiri menjadi saksi bahwa sungguh sulit mewujudkan nikah beda agama dalam tatanan masyarakat sekarang seperti di Indonesia saat ini. Betapa memang korupsi lebih bisa diterima dibandingkan dengan pernikahan beda agama. Setidaknya ada tiga orang yang saya tahu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Nikah beda agama merupakan bahasan yang sangat menarik di Indonesia yang pluralis religius ini. Betapa mata kepala saya sendiri menjadi saksi bahwa sungguh sulit mewujudkan nikah beda agama dalam tatanan masyarakat sekarang seperti di Indonesia saat ini. Betapa memang korupsi lebih bisa diterima dibandingkan dengan pernikahan beda agama. Setidaknya ada tiga orang yang saya tahu terlibat kasus hendak melakukan nikah beda agama ini. Dan sungguh menyedihkan, bahwa ternyata ketiga-tiganya harus merelakan cinta mereka demi kebahagiaan keluarga. Terutama demi orang tua. Walau kadang terpikir juga kalo hal tersebut hanyalah soal memilih berhala cinta atau berhala ego orang sekitar. Tapi sudahlah, itu soal lain lagi.</strong></p>
<p><strong><span id="more-199"></span>Sekarang mari kita fokuskan mengenai nikah beda agama saja. Saya akan mencoba membahas mengenai nikah beda agama ini ditinjau dari kekristenan. Adapun biasanya ayat yang diajukan untuk menentang pernikahan beda agama oleh yang mengaku sebagai kristen adalah :</strong></p>
<p><strong>2Kor. 6:14</strong></p>
<blockquote><p><strong>Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?</strong></p></blockquote>
<p><strong>Asumsi yang digunakan berdasarkan ayat ini adalah bahwa setiap orang yang tidak beragama Kristen maka dia berada dalam gelap. Jadi implikasinya adalah jelas dilarang untuk nikah dengan pasangan diluar agama Kristen.. Sebab orang yang diluar agama kristen berarti pastilah di sisi gelap itu. Yah, sepertinya memang hal ini sudah umum di berbagai agama. Bahwa hanya agamanya sajalah yang terang itu. Tapi sudah jelas dari tulisan-tulisan saya selama ini kalau saya sangat tidak menyetujui hal tersebut. Alasan saya adalah semua ternyata berasal dari cahaya yang sama, hanya saja bentuk wadahnya yang berbeda.</strong></p>
<p><strong>Ok, sebaiknya kita kembali ke tentang ayat mengenai nikah beda agama diatas. Saya seperti biasanya mempunyai asumsi sendiri mengenai ayat tersebut. Bahwa pertama adalah Kristen itu bukan berarti orang yang beragama Kristen, tapi lebih kepada pengikut Kristus (Yesus) . Dan kebetulan bagi saya pengikut kristus itu bukan soal aku-mengakui Yesus itu sebagai Tuhan atau tidak. Melainkan bahwa mengikuti yang diteladankan oleh Yesus itu sendiri maka sudah layak disebut pengikut Kristus alias seorang Kristen. Lagian di ayat tersebut juga disebutkan soal percaya. Nah kalo meneladani Yesus, kan berarti termasuk mempercaiNya. Itu sih menurut saya. Dan sayangnya saya memang bukan orang yang mewakili gereja. Tapi sepembacaan saya hal seperti asumsi saya diataslah yang melatar belakangi gereja katolik mengakui adanya keselamatan diluar gereja. Jadi asumsi saya nggak ngawur bangetlah. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p><strong>Dan implikasi dari pendapat saya tersebut, maka label agama tidak dapat menentukan soal terang dan gelap itu. Melainkan hanya dapat ditentukan dari tingkah laku atau yang disebut sebagai tindakan. Jadi ayat tersebut bukan ditujukan terhadap beda agama. Melainkan lebih kepada soal kecocokan diantara kedua pasangan jika ingin membangun bahtera rumah tangga. Toh, nasehat ini sudah umum bukan? Sebab orang-orang tua juga pasti memberikan nasehat seperti hal tersebut.</strong></p>
<p><strong>Sebenarnya saya sangat setuju dengan ayat di atas dalam hal nasehatnya bahwa sebaiknya memang mencari orang yang seimbang sebagai pasangan. Seimbang disini berarti pasangan adalah seorang yang cocok dengan kita. Jadi memang secara awam agak sulit cocok jika pasangan mempunyai keyakinan yang berbeda. Tapi sekali lagi saya tekankan bahwa bagi saya keyakinan itu tidak bisa dilihat dari label agamanya.</strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/199/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/199/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=199&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/24/tentang-nikah-beda-agama/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Woro-Woro : Blog Baru !</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/21/woro-woro-blog-baru/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/21/woro-woro-blog-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 04:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Dongeng]]></category>

		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<category><![CDATA[blog baru]]></category>

		<category><![CDATA[blogsphere]]></category>

		<category><![CDATA[pengumuman]]></category>

		<category><![CDATA[woro woro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Begini kawan-kawan!
Bahwa akhir-akhir ini hasil tulisan ringan saya tentang hidup semakin banyak. Dan rasanya layak ditampilkan juga ke permukaan. Maka saya memutuskan untuk menyediakan sebuah ruang khusus untuk tulisan-tulisan tersebut. Ya, saya telah membuat sebuah blog baru untuk menampung hasil dari penulisan tersebut. Tulisan yang tidak ada hubungannya dengan spiritual atau agama. Tulisan yang hanya corat-coret ringan merekam hidup dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Begini kawan-kawan!</strong></p>
<p><strong>Bahwa akhir-akhir ini hasil tulisan ringan saya tentang hidup semakin banyak. Dan rasanya layak ditampilkan juga ke permukaan. Maka saya memutuskan untuk menyediakan sebuah ruang khusus untuk tulisan-tulisan tersebut. Ya, saya telah membuat sebuah blog baru untuk menampung hasil dari penulisan tersebut. Tulisan yang tidak ada hubungannya dengan spiritual atau agama. Tulisan yang hanya corat-coret ringan merekam hidup dan kadang dicampur dengan imajinasi. Jadi tulisan-tulisan tersebut tidak akan seberat di blog <a href="http://danalingga.wordpress.com/" target="_blank">sebuah perjalanan</a> ini. Tulisan tersebut bisa dalam bentuk apa saja. Misalnya dalam bentuk puisi, cerpen atau artikel , bahkan mungkin berupa kutipan-kutipan saja.</strong></p>
<p><strong><span id="more-198"></span>Dan tujuan saya menyediakan blog baru tersebut adalah agar tidak mengganggu keasyikan para pembaca blog </strong><a href="http://danalingga.wordpress.com/" target="_blank"><strong>sebuah perjalanan</strong></a><strong>  ini. Sebenarnya saya membuat blog ini sebagai tempat merekam perjalan spiritual saya. Untuk dilihat sesekali. Dan mungkin akan menjadi bahan  renungan dimasa depan. Karena itulah maka saya akan kembalikan fungsi utama tersebut untuk blog ini. Sebab saya kira betapa keasyikan para pembaca yang memang mencari tema spiritual akan sangat terganggu ketika tiba-tiba ada postingan tidak jelas yang tidak ada nuansa spiritual (agama) nya sama sekali. *ngelirik postingan tentang </strong><a href="http://danalingga.wordpress.com/2008/05/11/usai-sudah/" target="_blank"><strong>bola</strong></a><strong> , </strong><a href="http://danalingga.wordpress.com/2008/05/19/patah-hati/" target="_blank"><strong>patah hati </strong></a><strong> dan </strong><a href="http://danalingga.wordpress.com/2008/05/10/puisi-bbm/" target="_blank"><strong>bbm</strong></a><strong>  *</strong></p>
<p><strong></strong><br />
<strong>Maka mari! Jika ingin melihat bagaimana tulisan ringan saya tersebut, datanglah ke blog baru saya :</strong></p>
<p> </p>
<p><strong></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://ceritadana.wordpress.com/" target="_blank">Cerita Dana<br />
<em>Tentang Warna-Warni Hidup</em></a></strong></p>
<p style="text-align:center;"> </p>
<p><strong>Jadi mulai sekarang blog </strong><a href="http://danalingga.wordpress.com/" target="_blank"><strong>sebuah perjalanan</strong></a><strong>  hanya akan berisi hal-hal yang berkaitan dengan perjalanan spiritual saja. </strong></p>
<p><strong>Demikianlah pemberitahuan ini saya buat dalam cara yang nggak jelas dan dengan tempo yang sesukanya. Terimakasih atas perhatian kawan-kawan semua. *membungkuk *</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/198/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/198/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=198&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/21/woro-woro-blog-baru/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Patah Hati</title>
		<link>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/19/patah-hati/</link>
		<comments>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/19/patah-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 11:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dana</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perjalanan Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<category><![CDATA[sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://danalingga.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[ 
Hatiku lagi berdarah. Patah.
Masih mungkin sembuhkah?

 
       ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p dir="ltr"> </p>
<p style="text-align:center;" dir="ltr"><strong><span style="color:#ff00ff;">Hatiku lagi berdarah. Patah.<br />
Masih mungkin sembuhkah?</span></strong></p>
<p style="text-align:center;" dir="ltr"><strong></strong></p>
<p style="text-align:center;" dir="ltr"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/danalingga.wordpress.com/196/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/danalingga.wordpress.com/196/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/danalingga.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/danalingga.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/danalingga.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/danalingga.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/danalingga.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/danalingga.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/danalingga.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/danalingga.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/danalingga.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/danalingga.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=danalingga.wordpress.com&blog=1160126&post=196&subd=danalingga&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danalingga.wordpress.com/2008/05/19/patah-hati/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/danalingga-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">danalingga</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>