di sini akan memuat renungan - renungan pendek saya, yang akan di tambahkan secara berkala.

————————————————————————————————————————————————————————————

  1. Hidup itu dipengaruhi dua unsur yakni evolusi dan sebab akibat
    Lampauilah maka Tuhan itu ada
    Tuhan ada maka dua unsur terlampaui

  2. Tuhan adalah Tuhan
    Setiap kata untuk menerangkannya maka itu bukan Tuhan
    Sebab Tuhan tidak terangkum dalam kata-kata

  3. Untuk mengenal Tuhan maka harus mengalami kiamat
    Kiamat berarti penghancuran semua referensi tradisi dalam otak kita tentangNya
    Lalu resapilah tuhan berdasarkan pengertianmu tanpa kata-kata

  4. Tuhan itu tak terumuskan
    Maka hentikanlah perumusannya
    Tapi rasakanlah dia

  5. Tuhan itu tuhan.titik.(hening).

  6. Bunuhlah Tuhan maka akan kautemukan Tuhan.

  7. Kekacauan merupakan awal.

  8. Bertindaklah demi cinta itu sendiri

  9. Bercakap-cakaplah dengan orang tanpa pernah membicarakan orang lain.

  10. Hiduplah pada masa kini, maka masa lalu dan masa depan menjadi tidak penting lagi.

  11. Masa kinilah yang membentuk masa lalu dan masa depan

  12. Jangan pernah menilai sesuatu, biarkanlah dia mengalir

  13. Agama satu-satunya adalah Tuhan itu sendiri.

  14. Semua perintah dalam agama didasarkan untuk kebaikan manusia pada masa perintah itu diucapkan dan mungkin masih relevan sampai sekarang dan mungkin tidak.

  15. Ternyata ketika biru kubaca dari ucapanMu, belum tentu biru yang kau maksud, bisa jadi itu putih, oranye, pink, dll

  16. Tuhan tetap ada tidak terikat masa lampau, masa kini, dan masa depan.

  17. Mengaku mengenal Tuhan tidak sama dengan mengenal Tuhan.

  18. apakah jika Tuhan yang ingin mengenalkan dirinya, maka dia tetap memakai “topeng”?

  19. Tuhan tidak pernah berakhir.

  20. Agama tanpa amalan hanyalah sekadar filsafat tentang kehendak Tuhan.

  21. Mengenal Tuhan bisa membuat kita tahu apakah kehendaknya.

  22. Tuhan bukan hanya tau bahasa arab toh.

  23. Thanks to agama sebagai pengantar untuk mengenal Tuhan.

  24. Kenapa sih kita mau menyerahkan pemahaman terhadap “kitab suci” kepada orang lain?

  25. Ketika kita mempertanyakan Tuhan berarti kita sedang mempertanyakan konsep.

  26. Karena melupakan Tuhanlah maka engkau mengingat aku.

  27. Di bumi ini aku menuju mati, menyongsong hidup.

  28. Kebencian mengubah manusia jadi binatang.

  29. Kesempurnaan itu adalah ketika kita yang memerintah nafsu, bukan nafsu yang memerintah kita.

  30. Mencintai berarti tidak ada lagi ruang untuk membenci
    Membenci berarti tidak ada lagi ruang untuk mencintai

  31. Setiap perbuatan selalu disertai tanggung jawab yang sepadan

  32. Cinta merangkum semua agama

  33. Carilah apa di dalam dirimu yang menyebabkan kau membenci agama lain, niscaya kebencian itu akan hilang.

  34. Jika agama membuatku membenci orang lain, biarlah aku masuk neraka karena tidak beragama.

  35. Seseorang itu bisa di sebut telah ber Islam adalah hanya jika telah melakoni kalimat syahadat, bukan mengucapkannya.

  36. Ternyata manusia itu adalah mahluk yang senang berperan sebagai Tuhan

  37. Bagaimana mungkin kulihat lagi mana syariat mana hakikat? Ketika yang ada hanya Dia

  38. Kebencian tidak dapat di padamkan kebencian

  39. Tuhan tidak terikat hukum yang diciptakanNya. Sedangkan manusia terikat pada hukum yang diciptakannya.

  40. KOSONG

  41. Mati dan hidup itu ternyata sahabat karib. Jadi berteman baiklah dengan mereka berdua.

  42. Kamu benar karena kamu benar, bukan karena mereka benar atau mereka salah.

  43. Islam itu adalah kondisi, bukan label. Jadi apapun label anda, jika bisa mencapai kondisi Islam maka anda dapat disebut telah berIslam. 

  44. Hargai masa lalu sebagai penyebab kekinian. Hargailah masa depan sebagai akibat kekinian.

27 Tanggapan ke “RenunganKu”


  1. 1 Kopral Geddoe Agustus 11, 2007 pukul 1:39 pm

    Mantaf!

  2. 2 Rizma Agustus 13, 2007 pukul 4:59 pm

    *nangis* :cry: :cry: :cry: :cry:

    edan bangett!!
    Ma mau milih mana yang kena banget ke Ma,, tapi kok hampir semuanya ya,,?
    Hiks,,

  3. 3 secondprince Agustus 13, 2007 pukul 5:39 pm

    Mas yang terakhir itu kok rasanya berat banget
    mencintai tidak ada ruang untuk membenci

  4. 4 baliazura Agustus 23, 2007 pukul 11:39 am

    renungan yang bagus

  5. 5 sigid September 28, 2007 pukul 3:30 pm

    Mengaku mengenal Tuhan tidak sama dengan mengenal Tuhan.

    Jadi ingat perkataan bahwa “Orang suci adalah satu hal, orang yang tampak suci adalah lain hal.”

    Ketika kita mempertanyakan Tuhan berarti kita sedang mempertanyakan konsep.

    Benar kawan, sayangnya tidak semua orang mengerti. Padalah Tuhan jauh melebihi segala konsep apapun (renungan #2). :grin:

  6. 6 sigid September 28, 2007 pukul 3:31 pm

    Aduh, blockquote-nya berantakan :sad:

  7. 7 brainstorming Nopember 20, 2007 pukul 6:09 am

    amin

  8. 8 SIge Desember 19, 2007 pukul 12:42 pm

    menarik.

  9. 9 hanum Januari 10, 2008 pukul 3:03 pm

    Hmmmmm…
    saat membaca renungan tentang tuhan di atas, aku melihat yang nulis jadi seperti tuhan…
    *kucek-kucek mata*
    Tuhan bukan ya?
    ah, ternyata aku yang seperti tuhan, maliaikat, nabi sekaligus hambanya…

    salamatahari,

  10. 10 Tedy Januari 13, 2008 pukul 10:25 am

    tambahan lagi bung buat renungan

    dari imam malik

    Barang siapa bertasawuf tanpa fiqh maka dia sesat..
    siapa yang fiqh tapi tidak bertasawuf, maka dia fasiq..

    trus satu lagi

    syariat dan hakikat ibarat jasad dan ruh
    yang memegang syariat tanpa hakikat maka sepeti jasad tanpa ruh
    tapi hakikat tanpa syariat seperti ruh tanpa jasad…

    jadi ingat hakikat ingat syariat…

  11. 11 emmy21 Januari 18, 2008 pukul 9:10 am

    saat baca tulisan ini.. silakan liat nomor 26.

    makasih banget mas dana …
    tuhan dalam dirimu telah menyapa tuhan dalam diriku

  12. 12 isnuansa Januari 29, 2008 pukul 4:35 pm

    kebencian mengubah manusia menjadi binatang.

    membenci agama lain = ?

  13. 13 tomyarjunanto Januari 30, 2008 pukul 11:13 am

    mencintai Tuhan adalah berkata ‘YA’ kepada kehidupan
    tanpa memberi syarat..
    tanpa keluh & kesah..
    hanya YA & MENGADA

  14. 14 tomyarjunanto Januari 30, 2008 pukul 11:16 am

    syariat adalah kata lain dari ‘jalan’
    jalan adalah sebuah ‘proses’
    dan proses bukanlah ‘penyelesaian’

  15. 15 tomyarjunanto Januari 30, 2008 pukul 11:20 am

    jangan percaya apapun & siapapun sebelum itu menjadi kebenaran bagi dirimu

    sekeping kebenaran yang kau temukan di jalan
    serupa dengan dinding yang hanya memantulkan sinar
    sejatinya pengalih perhatian darimu untuk melihat Sang Sumber Cahaya

  16. 16 dewi Maret 13, 2008 pukul 11:56 pm

    whewww!!!…
    ikutan merenung mpe biNUn tadi tuh mo nuLis coMmEnt appaa githu.. :-(

  17. 17 BanNyu Maret 27, 2008 pukul 12:44 pm

    BAgus banget.

    salam kenal ….

  18. 18 asih April 9, 2008 pukul 1:49 pm

    Perenungan yang dalam,

    Tuhan adalah Tuhan
    itu adalah point yang paling saya suka.

    Kebencian tidak dapat dipadamkan kebencian
    itu point kedua yang saya suka

    tetapi pada no 30 tidaklah mutlak demikian, menurut saya.

    salam

  19. 19 irdix April 28, 2008 pukul 9:07 pm

    lupain itu semua..

  20. 20 irdix April 28, 2008 pukul 9:07 pm

    ralat.. hilangkan itu semua.. NOL

  21. 21 unknown entry Mei 12, 2008 pukul 10:46 pm

    wah hebat ya,,,
    mas saya bru lihat2 blog ini..
    dan sya melihat ad ksamaan antara qta
    qta kayaknya sma2 ‘pencari’…
    yang beda cuman ‘alur’ ny sja..

    kbnaran itu semu….cari trussss…
    ps: jgn terlena dogma y…mngkin(bisa iy,bsa engga)ad saatnya nanti science,spiritual,filosofi, dan konsep ketuhanan k arah yg sama ang penting cari,,,,,,,,

  22. 22 taufikasmara Mei 20, 2008 pukul 11:04 pm

    Senang mengenal anda… mengetahui apa yang anda renungkan. Tapi takut berdialog dengan anda, karena saya orang awam.

  23. 23 godamn Mei 29, 2008 pukul 8:26 pm

    heheh

  24. 24 Ipoel Mei 30, 2008 pukul 4:27 pm

    Senang membaca renungan anda. Klo boleh saya ingin mengenal anda lebih jauh untuk berbagi pengalaman dan ilmu.

    Amien..

  25. 25 penggoda80 Mei 31, 2008 pukul 12:55 pm

    kerjaanku hina dimata orang, namun apakah aku ini bisa disebut alim atau rusak [ hina ]???

    kata orang bijak…”
    alim….tetaplah alim walau kelihatannya rusak dan
    rusak…tetaplah rusak walau kelihatanya alim tapi lebih hebat lagi…
    ” Mengaku mengenal Tuhan tidak sama dengan mengenal Tuhan “

  26. 26 Mr. Fortynine Juli 1, 2008 pukul 10:20 pm

    Okeh….

    Saya pelajari dan saya coba hayati dulu deh….

    Thanks atas halaman ini…

  1. 1 menggugat Mu « Brainstorm Lacak balik pada Januari 28, 2008 pukul 7:06 am

Tinggalkan Balasan




AKU

Bermakna

Jenis Perjalanan

Tanggalan

Juli 2008
S S R K J S M
« Jun    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Jejak Langkahku

Tanah Karo Simalem

Rindu Kampung Halaman

Web Karo Punya
counter KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

AddThis Social Bookmark Button