2 Kematian

Entah kenapa setelah 2 kematian ini,

saya menangkap sebuah garis besar yang sama dari keduanya.

mereka memang harus mati,

sebab hiduppun hanya jadi beban bagi yg lain dan diri sendiri,

tidak ada kemajuan lagi bagi yang lain dan bagi diri sendiri.

Selain aku sadar itulah bentuk sayangnya Tuhan kepada mereka

dan kepada kami keluarganya,

ternyata memang tugas mereka telah selesai di saat ini,

ntah diΒ  saat lain.

 

di akhir tulisan ini,

hanya rasa terimakasih atas kematian ini ya Gusti,

dan pelimpahan kasih sayangMu.

3 Responses to “2 Kematian”


  1. 1 raja enggang Agustus 21, 2007 pukul 6:45 pm

    Mati berarti keseluruhan aktivitas yang semulanya dimiliki tubuh, sudah tidak dapat berfungsi lagi. Mati adalah tidur atau istirahat yang panjang. Sebagai manusia, mati atau kematian itu, harus terjadi. Kenapa ? Nah hal ini semua tidak terlepas dari ketidak taatan manusia terhadap larangan Tuhan, bahkan bisa dikatakan manusia lebih taat dan tunduk pada kuasa Setan atau Iblis. Berhubung karena Adam diciptakan menurut gambaran Tuhan dari tanah, maka manusia matipun jiwanya kembali ke tanah dan rohnya kembali kepada empuNya yang tempatnya telah ditentukan oleh Sang Pencipta. Dan metabolisme tubuh yang selama manusia hidup tidak pernah beristirahat, akhirnya stop sama sekali, dan tidak mem[erlihatkan sedikitpun adanya aktiyitas hidup. Kematian telah membuat manusia sadar, bahwa kehidupan itu bukanlah kekal adanya. Kematian sarat makna. Orang terkasih yang selama ini ada dan menjadi tempat utnuk berbuat bersama, telah menjadi satu kenangan saja. Tak kasat mata tapi dapat dirasa. Tapi apakah kematian itu perlu ditakuti ? Namun dalam kehidupan manusia, manusia hidup itu banyak yang takut akan mati itu sendiri. Kenapa ya ? Padahal katanya kalau orang mati udah gak bisa berpikir lagi, tidak bisa berangan-angan lagi, tidak bisa membuat rencana-rencana lagi, Kenapa orang masih banyak minta petunjuk di kuburan ya. Tradisi atau budaya ya sehingga manusia masih percaya bahwa manusia yang hidup itu masih bisa berkomunikasi dengan manusia yang udah mati gitu. Kadang manusia antar kuwe atau bunga yang harum-harum ke kuburan. Siapa yang makan kuwe dan mwncium harumnya bunga itu ya. ah masing-masing umat punya budaya dan tradisi masing-masing yang menjadi landasan kepercayaannya, sehingga ia berbuat demikian

  2. 2 danalingga Agustus 21, 2007 pukul 9:26 pm

    yang mati biarkanlah mati.πŸ˜€


  1. 1 Merayakan Kematian « Sebuah Perjalanan Lacak balik pada Juli 19, 2007 pukul 10:33 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juni 2007
S S R K J S M
    Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: