Sebuah Coretan Di Perhentian

 

sebongkah asa

menatap putus asa

menggapai sembari merintih

dalam kegelapan

tuk menggapai dikau

wahai murninya cahaya

 

 

1 Response to “Sebuah Coretan Di Perhentian”


  1. 1 Lumiere Desember 22, 2008 pukul 12:01 pm

    Cahaya? maksudnya “Saya”??! 8) wah jangan, malah jadi “bahaya” nanti:mrgreen: *pulang deh, puas abis njajah pemikiran belajar ttg hidup pamanda*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juni 2007
S S R K J S M
    Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: