Shambala

  by Udin

Pada saat kapan manusia butuh Tuhan? Mengapa manusia butuh Tuhan?

Sebenarnya manusia butuh Tuhan pada saat tidak mampu lagi menanggung suatu hal ( ibaratnya mengalihkan diri pada Tuhan).

Menurut cerita, shambala dari atlaantis yang tenggelam dimana beberapaa manusia atlantis yang mempunyai ilmu tinggi pindah benua, mungkin ke Tibet. Manusia shambala ini mampu mempertahankan ketinggian frekuensinya secara bersama-sama dan dpat menciptakan suatu alat (hanya dengan pikiran) yang dapat membantu mempertahankan frekuensinya. Teknologi tersbut hanya dapat bekerja padaa frekuensi wilayah shambala. Shambala cenderung berpindah-pindah dalam jangka waktu tertentu.

Masyarakat penghuni shambala ada dua yakni petani dan penghuni kuil. Bertani merupakan pilihan untuk menhasilkan makanan yang mempunyai energi paling murni dibanding yang lain. Sedangkan masyarakat kuil mempunyai tugas membantu kehidupan para manusia. Misalnya jika ada seorang manusia marah-marah maka masyarakat kuil ini akan membantu mengirim frekuensinya agar orang tersebut sadar.

Untuk masuk ke shambala harus mempunyai energi yang sama dan setelah masuk kita harus beradaptasi karena frekuensi di shambala stabil, jadi kita harus menstabilkan frekuensi kita juga. Hal tersebut sulit karena frekuensi manusia cenderung naik turun.

Setiap manusia mempunyai malaikat, maka energi yang dikirim ke manusia harus melalui malaikat terdebut. Jika Tuhan tidak setuju maka malaikat tidak akan menyampaikan energi tersebut ke manusia. Kadang-kadang malaikaat mewujud ke tubuh manusia.

Masyaarakat kuil ini setiap periode berganti, dan yang sudah mengetahui keadaan dunia manusia dapat menciptakan alat yang membaca pikiran manusia.

Apakah masyarakat shambala ini benar-benar ada?

Kemungkinan benar-benar ada sebab dari pengalaman seorang master dimana dia telah pergi keluar dunia, maka dia menemukan suatu planet yang dihuni oleh mahluk yang mirip manusia tapi tubuhnya bercahaya yang hidupnya seluruhnya bersenag-senang saja. Tapi tingkatan kesadaran mereka hanya berhenti sampai disitu karena mereka sudah puas.

kesimpulan

Energi yang dikeluarkan untuk sesuatu tidak akan berhasil tanpa izin Tuhan

Berada di suatu daerah maka kita harus mensinkronkan frekuensi kita dengan frekuensi daerah tersebut

18 Responses to “Shambala”


  1. 1 goop November 18, 2007 pukul 11:01 am

    Berada di suatu daerah maka kita harus mensinkronkan frekuensi kita dengan frekuensi daerah tersebut

    sama dengan adaptasikah?? tapi frekuensi??
    ah belum mengerti saya😀

  2. 2 danalingga November 18, 2007 pukul 12:04 pm

    Iya, adaptasi frekuensi. Sebab jika frekuensi tida sinkron dengan suatu daerah maka kita jualah yang menderita.😀

  3. 3 warnetubuntu Desember 9, 2007 pukul 5:22 am

    menarik.. kok jadi ingat game starcraft yg salah satu karakternya adalah protoss yg bisa membuat segala peralatan tempurnya dengan hanya melalui frekwensi pikiran..

    btw, apakah mungkin shambala ini adalah surga yg ditunjukkan kepada nabi adam? btw, saya pernah baca novel karangan james redfield yg berjudul sama yaitu shambala.. isinya juga cukup menarik, sayangnya udah ilang dan udah lama bacanya.. jadi agak lupa pokok isinya..🙂

  4. 4 emmy21 Januari 18, 2008 pukul 10:59 am

    yup.. shambala yang disini kok sama dengan shambala versi james redfield …apa emang sama atau cuma ilhamnya yang sama ?
    aku sangat terobsesi ama manuskrip celestine .. manuskrip ke-10.. dan shambala.. mungkin bisa diceritakan mas dana.. kalo emang sumbernya sama ya…

  5. 5 danalingga Januari 18, 2008 pukul 4:26 pm

    @warnetubuntu

    Tulisan ini juga terinpirasi dari buku tersebut kok.

    @emmy21

    Sepertinya sih tulisan ini terilhami dari buku itu, di tambah pengalam pribadi. Lagian tulisan ini adalah tulisan teman saya, bukan tulisan saya.

    celestine ke 10 sih udah pernah aku baca, tapi lupa lagi. Maaf ya?

  6. 6 siauw Februari 20, 2008 pukul 12:44 am

    manuskrip celestine patut utk kita alami..evolusi manusia ada pada otaknya.lihat aja perkembangan anak2 sekarang dari autis sampai indigo,suatu awal untuk mengantar kita ke shambala.

  7. 7 danalingga Februari 20, 2008 pukul 6:39 pm

    Oh, shambala kapan aku menggapaimu. *merenung*

  8. 8 pitaloka Mei 27, 2008 pukul 9:50 pm

    wah, klo bener orang-orang di shambala itu “pelarian dari atlantis” berarti kemungkinan diindonesia juga ada dong komunitas kayak gitu. ya mengingat analisisnya S Ito (kalo bener…) bahwa atlantis yang tenggelam dulu itu tidak lain tidak bukan, ya di nusantara kita ini?? atau jangan-jangan yang tersisa dari tenggelamnya atlantis dinusatara ini hanya Nyi Roro Kidul, Nini Pelet, Maklampir en Mak-mak yang lainnya… (Hehehe)

  9. 9 darma Desember 6, 2008 pukul 12:24 am

    atlantis bukan di indonesia, pusatnya berkisar di kepulauan hawai dan membentang antara peru sampai jepang.

    turunan agama atlantis diduga ada 5 yg masih bisa ditemui, tibetan, hindu, tao, maya dan inca. Silahkan googling pake keyword “the lost continent of mu atau yonaguni pyramid”

  10. 11 ryan nigelty Maret 30, 2009 pukul 10:35 am

    tulisan pembuka oleh udin ini, bukankah pikiran Albert Camus dalam Mite Sysipus?
    mungkin yang dimaksud frekwensi di sini adalah medan energi seseorang.

  11. 12 biet Juni 8, 2009 pukul 4:02 pm

    baru dan asiing…shambala dan healing process apa ada hubungannya?

  12. 13 halimun November 19, 2009 pukul 10:45 am

    akang, teteh, mas mbak dll,… wilujeng sumping di dunia maya (?)
    banyak buku (referensi) yang baru pada semakin membuka wawasan tentang rahasia dunia(?) yang seolah baru, ada yang bilang bahwa kita dijaman yang ini [karena dunia atawa bumi sudah di recycle (kiamat kata kaum agamis)sebanyak 5 kali] manusia `seperti anak kecil yang sedang mencari tahu dan ingin mengenal` benda2 yang pernah dihasilkan atawa diciptakan oleh leluhur kita.
    siapakah leluhur kita? apa dan siapa manusia atlantis? apakah itu leluhur kita?
    untuk orang yang mau membuka dan mencari, kita bisa sama-sama membuka mata bahwa ke-luhung-an budaya leluhur kita sangat meng-akar, artinya keluhuran budaya hasil cipta karsa dan karya yang tidak sembarang di create karena memiliki ilmu dan tatanan yang sudah sangat maju, sehingga beberapa artefaknya sangat tidak mudah dikenali, kalau kita tidak membuka `mata yang lain`, karena ilmu leluhur sudah sampai ke tingkat Matrix sejak jaman `nol`[nol = bahasa untuk awal kita tdk mengenal jaman itu].
    budaya dan perkembangan dan korelasi dengan budaya yang lain adalah sebuah keutuhan budaya atawa datang dari satu rumpun, sehingga bisa dicirikan hampir semua budaya lama memiliki kesamaan dari tata cara berpakaian, tata cara hidup, dan adat istiadat ke-leluhurannya.
    apakah ada yang percaya kalau awal mula `adam dan Hawa` di lahirkan di tanah kita? kenapa pula semua agama yang kita kenal sekarang datangnya dari Timur tengah? apakah yang ada ditanah kita? percayakah kita?

    with all bless !

  13. 14 zeith Maret 8, 2010 pukul 9:07 pm

    menurut saya manusia itu setiap saat butuh Tuhan. Tidak hanya pada saat manusia dalam keadaan tertekan saja. gak mungkin manusia bisa lepas dari Tuhan walau cuma satu detik aja.

    mengenai shamballa saya tahu kalau tempat itu ada, cuma untuk menuju ke sana tidak dibutuhkan penyamaan frekuensi pikiran atau lainnya. yang diperlukan adalah bersihnya hati dari segala kotoran dan penyakit. hati yang bersih berarti hati yang selalu mendapat bimbingan dari Tuhan. serta shamballa itu tidak berada di tempat yang jauh. ia ada di tempat yang sangat dekat. shamballa hanya akan diberikan Tuhan kepada orang yang mau.

  14. 15 kasih September 17, 2010 pukul 10:31 pm

    shambala adalah ajaran rumi, dulu saya ada simpan puisi shambala namun udah lama sekali lupa isi detailnya…intinya ajaran/teknik meditasi tingkat tinggi menghandalkan cahaya ilahi dan suara bathin serta mendiamkan pikiran tidak liar…arahnya pelepasan jiwa dan lebih mengenal hakekat tuhan..mengupayakan bersatunya atman denan brahman.

  15. 16 april Juli 22, 2011 pukul 3:39 pm

    kerajaan shambala hanya tinggal sejarah,hanya karna keserakahan dan mungkin bisa di katakan iri dan dengki yang menyebabkan runtuhnya kerajan tersebut.
    memang kerajaan tersebut tertutup,hanya orang2 yang berhati bersih yang bisa tinggal di negri tersebut
    tapi sayang sudah musnah sejak ribuan tahun yang lalu

  16. 18 icha Juli 22, 2012 pukul 1:20 pm

    “Sepanjang Malam Tuhan Memanggil Kita”. Dalam puisi ini, Guru Rumi mendorong dan mendesak para pengikut Beliau untuk bermeditasi sepanjang malam demi kemajuan rohani yang lebih pesat:

    Jangan tidur, walau hanya satu malam saja,
    Sahabatku yang cantik,
    Dan harta Keabadian akan muncul di hadapanmu.
    Matahari yang tak nampak akan menghangatkanmu sepanjang malam;
    Obat pembasuh mata yang misterius akan membuka matamu.
    Malam ini saya memohon padamu,
    bertarunglah melawan dirimu sendiri,
    Jangan tidur.
    Agar engkau bisa menemukan kesemarakan yang menebar kebahagiaan.
    Di malam harilah keindahan menampakkan diri;
    Mereka yang tidur tidak pernah mendengarkan panggilan yang lembut itu.
    Bukankah pada malam hari
    Musa melihat semak yang terbakar
    dan mendengar khotbah yang menakjubkan datang mendekat?

    Di malam harilah
    ia berkelana begitu jauh
    hingga ia bisa melihat semak-semak yang berada
    dalam cahaya kemuliaan
    Siang hari adalah waktu untuk mencari nafkah,
    malam hari adalah waktu untuk kasih
    Agar mata yang iri
    tidak bisa memata-matai engkau.
    Seisi dunia yang lainnya mungkin tidur;
    tetapi para kekasih sejati
    Sepanjang malam
    berbicara dengan Tuhan secara batiniah…
    Sepanjang malam Tuhan memanggil kita,
    ”Bangunlah, gunakanlah waktu ini dengan mewah, wahai engkau
    si miskin!
    Jika tidak, engkau akan menyesal
    Saat Jiwamu terpisah
    dari tubuhmu.”

    (Ajaran Rumi, Shambhala Publications, Inc.,
    Boston, Mass., AS 1999; http://www.shambhala.com)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juni 2007
S S R K J S M
    Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: