Hakikat

hakikat suara akan kau temukan
ketika telinga tertutup,
hakikat cahaya akan kau temukan
ketika mata tertutup,

sebab selama ini
yang kau dengar hanyalah perwujudan suara
dan yang kau lihat hanyalah pantulan cahaya.

Sebuah kata – kata yang saya lupa temukan di mana, kapan, dan karena apa. Tapi itu nggak pentinglah, yang penting makna dari kalimat tersebut yang dapat membimbing saya untuk menyadari Dia.

Adapun makna dari kalimat di atas menurut versi saya adalah apa yang kita indrai dengan indra kita selama ini bukanlah hakikat, tapi hanya ilusi ( hmm … keknya sang budha pernah memberi petuah ini ) . Jadi untuk mengetahui hakikat maka marilah sejenak kita tutup pintu nafsu. Nutupnya sejenak aja, soalnya kalo kelamaan bisa modar alias koit.πŸ˜›

Agar lebih mengena lagi maka secara semena-mena subjektif , saya buat padanan dari hakikat suara dan cahaya tersebut.

  1. Hakikat suara adala firman yang menjadikan alam semesta ini.
  2. Hakikat cahaya adalah apa yang di sebut cahaya di atas cahaya itu.

So, wahai sodara-sodara tutuplah pintu itu !!!!!!!!!!!!!!!!

Note :
Dah mirip para pengkotbah belon ya?:mrgreen:

18 Responses to “Hakikat”


  1. 1 watonist Juni 17, 2007 pukul 9:12 pm

    belonn …
    harus punya ciri khas dulu … pelawak aja punya, masak pengkhotbah nggak ada :p

  2. 2 danalingga Juni 18, 2007 pukul 2:10 am

    yang penting kan hakikatnya saya sedang berkotbah.:mrgreen:

    *ngeles mode on*

  3. 3 watonist Juni 18, 2007 pukul 1:05 pm

    suka bahasa rasa yah ??πŸ™‚
    sayangnya itu bukan hal yang gampang untuk diterjemahkan ke dalam bahasa kata … ujung-ujungnya kita hanya bisa mengandalkan Dia sebagai gurunya.

  4. 4 danalingga Juni 18, 2007 pukul 1:29 pm

    yup, memang sangat susah di terjemahkan ke bahasa manusia.
    Tapi menurut saya hal inilah yang coba di konsepkan sehingga para Nabi akhirnya menghasilkan agama ( kitab suci ) . Dan sayangnya saya bukan nabi, jadi cukuplah menghasilkan karangan yang membingungkan saja. Syukur-syukur ada yang ngerti, atau malah menambah pengertian saya.:mrgreen:

  5. 5 kunderemp an-Narkaulipsiy Juni 20, 2007 pukul 12:06 am

    danalingga = jaga?

    *kabur.. sebelum digetok

  6. 6 Kecanduan - danalingga Juni 20, 2007 pukul 7:16 pm

    walah kok bisa disamakan dengan jaga sih kund?

  7. 8 alle Juli 13, 2007 pukul 5:29 pm

    hakekat yang saudara maksudkan itu sangat dalam dan memang sulit untuk di mengerti..kecuali jika saudara telah mematikan diri saudara (maknawiah) sebelum mati yang sebenarnya…

  8. 9 danalingga Juli 13, 2007 pukul 6:27 pm

    iya, maka marilah kita belajar mati.πŸ˜€

  9. 10 Tito Juli 13, 2007 pukul 11:09 pm

    Apa yg ditangkap oleh indera selalu saja sesuatu yg ada di permukaan… oleh karena itu, ajakan menutup mata dan telinga tsb, menurut saya adalah ajakan agar melihat sesuatu yang ada di balik permukaan, yg tak dapat dijangkau oleh indera…. yaitu sang Hakikat…

  10. 11 danalingga Juli 14, 2007 pukul 9:17 am

    yup, marilah menuju esensi, jangan terpaku pada bentuk, tapi ambillah mutiara itu.:mrgreen:

  11. 12 bhita Juli 16, 2007 pukul 11:39 am

    belajar mati sebelom bener2 mati ya mas…πŸ˜‰ teruskan perjalananmu anak muda..!

  12. 14 rajaiblis Juli 30, 2007 pukul 9:18 am

    hakikat hidup adalah banyak berterima kasih kepada yg punya hidup !

  13. 15 danalingga Juli 30, 2007 pukul 10:49 am

    cara berterimakasihnya gimana kira kira ib?

  14. 16 Mbah Darmo September 7, 2008 pukul 3:07 pm

    Tuhan berfirman tidak seperti manusia berkata
    Tuhan itu tak terbatas, manusia yang terbatas

    Teruslah berjalan saudaraku..

  15. 17 Syariat Oktober 12, 2008 pukul 11:28 pm

    silaturahminya mana?

  16. 18 al-linnun November 14, 2009 pukul 3:08 am

    Hakikat merupakan pemahaman arti perjalanan lahir dan batin. Dimana kita udah tau rusiah perkara lahir maupun batin dan semua perkara sudah di anggap baik oleh kita, dan kita menerima dng keikhlasan baik dan buruknya segala perkara berarti kita sudah termasuk tingkatan hakikat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juni 2007
S S R K J S M
    Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: