Kenal atau cuma merasa???

Apakah anda sudah mengenal Tuhan atau hanya merasa mengenalNya?
Sebuah pertanyaan yang sering menghantui saya dan yang ingin saya tanyakan kepada orang yang berani menyatakan kalo agama (paham) nyalah yang paling benar. Seperti beberapa tanggapan di tulisan saya yang
ini , atau yang tadinya berdebat di sini , atau debat agama beneran ini.

Sebab dalam logika saya agama (paham) yang paling benar itu adalah yang membuat kita dapat mengenal Tuhan, dan bukan hanya merasa mengenal Tuhan.:mrgreen:

Nah untuk melihat apakah memang kita telah benar-benar mengenal Tuhan, maka bisa kita gunakan kutipan dari kitab Al-Tawasin karya Al-Hallaj, seorang sufi dari Baghdad , Irak. Selamat merenung :

Ia yang berkata :”Aku mengenalNya, karena aku ada.”
Berarti ia tidak mengenalNya, karena pada hakikatnya, keberadaanNya dan keberadaanku, tak dapat bereksistensi bersama

Ia yang berkata: “Aku mengenalNya, karena aku tak mengenalNya.”
Berarti ia tidak mengenalNya, karena ia telah terhijab oleh kebodohan, padahal makrifat melampaui semua hijab

Ia yang berkata: “Aku mengenalNya melalui NamaNya.”
Berarti ia tidak mengenalNya, karena NamaNya tak pernah terpisah dari Sang Pemilik Nama.

Ia yang berkata : “Aku mengenalNya melalui DiriNya.”
Berarti ia tidak mengenalNya, karena bagaimana mungkin yang mengetahui menjadi Yang Tak Diketahui, dan bisa berada secara bersama?

Ia yang berkata: “Aku mengenalNa melalui ketakberdayaanku untuk mengenalNya.”
Berarti ia tidak mengenalNya, karena ia telah berputus asa dan beranggapan tidak ada jalan untuk berhubungan denganNya.

Ia yang berkata: “Sebagaimana Dia mengenalku, maka aku mengenalNya.”
Berarti ia tidak mengenalNya, karena baik dengan akal atau pengetahuan ia tidak akan mampu menjangkauNya, sebab semuanya itu hasil pantulan dari pikirannya sendiri.

Ia yang berkata:”Aku mengenalNya seperti apa yang Dia katakana tentang DiriNya.”
Berarti ia tidak mengenalNya, karena ia masih terjebak pada otoritas tradisi dan uraian kitab-kitab suci, padahal semua itu hanyalah perumpamaan, hanyalah isyarat dari Kebenaran, dan bukan Kebenaran itu sendiri.

Ia yang berkata : ” Aku mengenalNya melalui kelahiran dan kematian.”
Berarti ia tidak mengenalNya, karena semua itu hanya sifat yang berlawanan dari kehidupan, dan bukan Kebenaran itu sendiri.

Ia yang berkata: “Aku mengenalNya dengan mempelajari dunia benda, dengan membaca gejala dan hukum-hukumnnya. ”
Maka, ia telah menjadikan eksistensi pribadinya jauh lebih tinggi daripada KeberadaanNya.

Nah jika kita masih termasuk yang di dalam tulisan tersebut, sesungguhnya kita belum mengenal Tuhan. Maka renungkanlah apakah layak saya katakana agama saya yang terbaik? Ataukah selama ini saya hanya menjadi korban katanya™ ?

Akhirnya saya tutup dengan salah satu dari koleksi doa favorit saya:

Ya Tuhan tunjukkanlah aku jalan yang lurus yang telah di lalui mereka-mereka yang mengenalMu. Amin.
 

Peringatan:

Saya menggunakan kutipan Al Hallaj karena saya yakin dia telah mengenal Tuhan. Jika anda tidak mempunyai keyakinan seperti saya, jangan di baca donk.😛

34 Responses to “Kenal atau cuma merasa???”


  1. 1 joesatch Juni 21, 2007 pukul 2:42 am

    sebentar…butuh perenungan…
    pelan2…

  2. 2 fauzan.sa Juni 21, 2007 pukul 8:11 am

    Ada 9 pernyataan di sana. Pertanyaan saya:
    1. Apa maksud masing-masing pernyataan itu secara jelas dan eksplisit?
    2. Bagaimana cara anda meyakini kebenaran pernyataan itu?
    3. Apa buktinya masing-masing pernyataan itu benar?
    4. Bagaimana anda yakin Al-Hallaj telah mengenal Tuhan?
    5. Apa itu mengenal Tuhan?
    6. Mengapa kita harus mengenal Tuhan?
    7. Apa untungnya mengenal Tuhan?
    8. Apa akibatnya jika kita tidak mau mengenal Tuhan?

  3. 3 zal Juni 21, 2007 pukul 2:22 pm

    saya berkata “saya kenal, karena sok kenal dan sok akrab aja”
    itu masuk golongan yang mana bro….

  4. 4 leobmiteos Juni 21, 2007 pukul 5:12 pm

    susah banget nih tok, kayak baru masuk kelas langsung ada quiz!

    tapi cari jawabannya “di halaman paling dalam, baris paling jauh dalam kolom paling pojok di relung hatimu.”

    soalnya hatiku tak seperti hatimu jadi aku gak bisa kasih detail dah….
    (kalo ketemu kasih bocoran ya…)

  5. 5 danalingga Juni 21, 2007 pukul 9:34 pm

    @joesatch

    yang emang tulisan ini dibuat untuk mengajak merenung.😉

    @fauzan.sa
    waduh pr saya kok jadi banyak gini, tapi akan saya coba jawab semampusejujur-jujurnya:
    1. Arti explisitnya terserah masing-masing yang merenung. Namanya juga renungan.
    2. Dengan merenunginya berbekal ilmu yang telah saya dapat selama perjalanan hidup ini.
    3. Bisa di bilang karena kami menggunakan jalan yang sama.
    4. Mengenal Tuhan ya mengenal Tuhan.
    5. Mengenal Tuhan supaya bisa “ngobrol” denganNya.
    6. Lah gimana mo “ngobrol” jika anda tidak mengenal.
    7. Untungnya ya kita tidak akan punya keraguan lagi, wong bisa nanya langsung ke sumbernya.
    8. Akibatnya ya kita akan tetap memakai katanya bukan kataNya.

    @zal
    Waduh yang mana ya? :rool:
    terserah sampaian ajalah memaknainya😉

    @loebmiteos
    iya nih susah banget. Ntah kenapa ada kuis segala.

  6. 6 Dimas Juni 22, 2007 pukul 1:26 pm

    Kalo saya mengenal-Nya, tidak akan mungkin saya bisa hidup di dunia ini. Ibarat seseorang yang telah menemukan kampung halamannya, apakah ia masih mau melirik tempat selain kampung halamannya? hehehe

    Blog mu bagus, tetap berbagi yah. Keep walking🙂

    May The Grace of God always be with you. amin

  7. 7 danalingga Juni 22, 2007 pukul 1:40 pm

    Iya juga ya?
    Yah hanya orang tertentu saja yang mau bercapek-capek kembali ke dunia ini.😉

    Thanks to God, always.😀

  8. 8 zal Juni 23, 2007 pukul 6:40 am

    Lha orang sileh itu her aja, pake bercapek-capek.. he..he, engga dikasi her baru tahu…

  9. 10 zal Juni 23, 2007 pukul 1:39 pm

    #Dimas, yang mengatakan ya Engkau tuhan kami, di alam sebelumnya itu siapa…?…koq tetap mau ke dunia…(malah pake maksa lagi..)
    Coba refresh lah, jika membaca AQ, Al Ankabut, disebutkan masalah sesuatu yang besar dalam pengingatan Allah, so inga’..inga’ think….

  10. 11 danalingga Juni 24, 2007 pukul 12:02 pm

    @zal

    maksud dimas yang saya pahami itu gini loh, bahwa orang di dunia ini yang sudah ketemu denganNya, alias dah pergi ke alam tempatNya berada. Maka tentu mengalami keindahan yang tiada tara (hanya sekedar penggambaran ke bahasa manusia ya, jangan protes😛 ), dan tentu ada keinginan dari si manusia tersebut untuk merasakan keindahan itu selamanya, dan males balik lagi ke alam dunia ini, yang keindahannya tidak ada apa-apanya.

  11. 12 zal Juni 24, 2007 pukul 9:10 pm

    @ Sileh, benar…, tidak termaksud di saya untuk menutup mata pada keindahan itu, namun keadaan sekarang adalah suatu keharusan, untuk mencapai keutamaan, tidakkah terpandang dikita adanya lokasi-lokasi yang berjenjang dari mulai lokasi kumuh, sedang sampai dengan real estate, bukankah demikian juga keadaan disana, bukankah alam surga juga berjenjang,

    ada seseorang yang Allah kenalkan saya padanya, menggambarkan bahkan ada alam sampurna, dan diatasnya lagi, untuk alam yang ini , digambarkannya sebagai alam yang terang benderang kemilau, namun tiada siapapun disana.
    saya percaya, namun saya tak tergiur dengan hal-hal yang itu, ada hal utama yang lebih dari itu semua…dan bukan itu yang menjadi tujuan….

  12. 13 Abah_dedhot Juni 24, 2007 pukul 11:49 pm

    Salam dari Abah…
    mau ikut ngegrecokin… he… he… he…
    ngga / TIDAK ADA satu gelintir makhluq pun… yang mampu mengenal khaliqnya.
    MUSTAHIL “yang sangat terbatas” dapat menjangkau “Yang Maha Tanpa Batas”…
    nah lho… gimana tuh…?
    kenapa kita “katanya” disuruh ibadah…? beragama..?
    salam

  13. 14 zal Juni 25, 2007 pukul 12:38 am

    @Bah, saya hanya penonton ditepian, ditatapkan tak berdaya, tidak ikut campur dan engga diajak juga…hiks

  14. 15 Abah_dedhot Juni 25, 2007 pukul 8:31 am

    @ zal…
    wah hebat euy… mas zal.
    penonton itulah yang mampu menilai, sehingga terpancar Al Hakim yang mampu menentukan suatu keputusan…
    dan memang ngga perlu diajak, karena sudah meliputi segala sesuatu…
    ck.. ck..ck..

  15. 16 danalingga Juni 25, 2007 pukul 9:27 am

    Wah sepertinya saya juga mo jadi pengamat penonton saja ah, syukur-syukur bisa sekalian jadi pemain.😀

  16. 17 zal Juni 25, 2007 pukul 12:28 pm

    he..he…inilah kalau bahasa penulisan…
    saya…ndak ada apa-apanya, seperti kata teman saya, “maaf yo zal, kamu itu ngga enek opo-opone..” dan itu benar…
    abah ngertilah itu, kalau tulisan itu cuma sok tahunya saya…he..he

  17. 18 Death Berry Ille-Bellisima Juni 25, 2007 pukul 4:05 pm

    Hmmm…mencoba untuk mengerti poin – poin persoalannya…

    OK. I get it.

    Hehehe….Ulama – ulama sekarang katanya sudah mengenal Tuhan-Nya secara total.

    Ia yang berkata: “Aku mengenalNya, karena aku tak mengenalNya.”

    Ini sih masuk kedalam saran yang menyebalkan.:mrgreen:

  18. 19 danalingga Juni 25, 2007 pukul 4:58 pm

    Wah bisa nyambung ke situ juga yak?:mrgreen:

  19. 20 Rizma Juni 28, 2007 pukul 4:35 pm

    Mas, Ma suka sih tulisannya, tapi kalo tulisan “tidak” itu dijadiin “belom” mungkin lebih memotivasi dan ngebikin orang yang bacanya ga pesimis dalam usahanya ga sih? (haahaha,, itu perasaan Ma pribadi,,)😀

  20. 21 danalingga Juni 28, 2007 pukul 5:55 pm

    Waduh, kalo soal itu harus protes ke orannya langsung Ma. Wong aku juga cuma ngutip.:mrgreen:

  21. 22 cK Juni 29, 2007 pukul 9:56 am

    hooo…nice posting. jadi mikir…seberapa jauhkan saya mengenal Tuhan?

    eh tapi malah ada yang sudah pernah kencan dengan Tuhan lho…:mrgreen:

  22. 23 danalingga Juni 29, 2007 pukul 11:54 am

    wah nice link too.:mrgreen:

    jadi pengen.😉

  23. 24 irdix Juni 29, 2007 pukul 7:01 pm

    Peringatan:

    Saya menggunakan kutipan Al Hallaj karena saya yakin dia telah mengenal Tuhan. Jika anda tidak mempunyai keyakinan seperti saya, jangan di baca donk.

    ==============================================

    Aku ga kenal ama Siapa itu Tuhan Yang dimaksud sama danalingga.. :p

    malah jadi mikir nih.. nanti enaknya makan di cak-muk ato di nasi bebek deket ananda yah ?

    mungkin nasi goreng krengsengan daging buaya belakang benteng pancasila lebih enak.. ato liat makanan di meja makan dulu ?

    ato.. ah.. mbuh.. apa kata nanti lah..

  24. 25 danalingga Juni 29, 2007 pukul 7:55 pm

    Mau dikenalkan nggak?😉

  25. 26 irdix Juni 29, 2007 pukul 10:41 pm

    ga deh makasih..

    I have my own already😀

  26. 27 danalingga Juni 29, 2007 pukul 11:13 pm

    Ya itu dia.

    Selamat menikmati Tuhan jika begitu.:mrgreen:

  27. 29 caterpillar Juli 9, 2007 pukul 5:16 pm

    Meeow….God Love me !

  28. 31 bhita Juli 16, 2007 pukul 11:29 am

    kalau mau kenal, harus ketemu dulu dong… gimana mau mengingat (dzikir) kalo blom pernah kenal..🙂

  29. 32 danalingga Juli 16, 2007 pukul 8:22 pm

    yah berarti urutannya ketemu, kenalan, baru mengingat.😉

  30. 33 zal Juli 23, 2007 pukul 3:10 am

    telur…ayam…telur…ayam…hekh…yag mana ya yg lebih dulu ada…???
    dulu banyak mengingat, lalu kenal…., sekarang lain lagi…
    siapa tahu dahulu bisa mengingat karena diingat, sekarang bisa menginga karena diinga🙂

  31. 34 danalingga Juli 23, 2007 pukul 6:11 pm

    Eh iya baru sadar saya. Dulu kan dah pernah ketemu ya dan kenal, nah sekarang sepertinya kita harus mengingat kembali karena dah lupa.😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juni 2007
S S R K J S M
    Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: