Yesus itu Tuhankah???

 

Kali ini saya ingin menulis tentang ke Tuhan an Yesus. Sebenarnya saya berpikir 1000 kali (*berlebihan mode on* ) untuk menuliskan hal ini di blog, sebab mungkin saya akan di anggap menyerang salah satu agama. Tapi setelah membaca tulisan bang fertob ini , yah saya beranikan diri untuk menuangkan pemikiran (pemahaman) saya mengenai ke Tuhan an Yesus. Dengan harapan dapat memicu kita agar lebih terpacu untuk berpikir, dan tidak hanya menerima karena memang katanya begitu.😉

Dan dalam tulisan kali ini , saya gunakan pendapat dari yang punya konsep tersebut, yakni pandangan seorang rekan Kristen. Adapun tanggapan ini muncul dalam diskusi saya dengan seorang rekan Kristen secara on line mengenai ayat injil yang mendukung ke Tuhan an Yesus. Dan di akhir setiap penjelasan rekan Kristen, akan saya tambahkan tanggapan saya terhadap ayat yang sama. Sehingga lebih dapat di tangkap maknanya dari sudut pandang rekan Kristen dan dari sudut pandang saya.

Adapun ayat yang di tuliskan di sini kemungkinan belum semua ayat yang di anggap sebagai pendukung ke Tuhan an Yesus, namun karena kebetulan saya di berikan ayat ini, maka hanya ayat inilah yang saya coba pahami di tulisan kali ini.

Yoh 10:30
Aku dan Bapa adalah satu

Yoh 10:33
Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Yoh. 10:36
masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Penjelasannya:

Dalam Yoh 10:30,33,36
Mengapa orang Yahudi marah dan melempari dengan batu, krn Yesus memberikan pernyataan bahwa Dia dan Bapa adalah satu(=sama. manunggal), oleh karenanya Yesus dikatakan Dia telah menghujat Allah dan menyamakan diriNya dengan Allah.

Tanggapan saya:

Aku dan Bapa adalah satu menunjukkan tingkat spiritual Yesus yang telah mencapai tahap tertinggi, yakni selaras dengan Tuhan ( bahasa kerennya manunggaling kawulo gusti atau sering di sebut tercerahkan). Di mana Yesus telah menjadi manusia yang berserah diri kepada kehendak Tuhan atau bahasa kristennya Tuhan menjelma dalam Yesus. Sehingga bisa muncul ucapan Aku dan Bapa adalah satu, dimana ucapan ini (dalam bentuk berbeda) sudah lumrah terjadi di kalangan spiritualis (mistikus) ketika kondisi selaras dengan Tuhan tersebut tercapai.

Dan mengenai tindakan orang Yahudi tersebut, saya kira samalah dengan tindakan kita saat ini jika ada yang berani mengaku Aku dan Bapa adalah satu. Dan orang Yahudi tampaknya menyalah artikan ucapan Yesus tersebut sebagai bentuk penyamaan Yesus dengan Bapa, padahal ucapan Yesus tersebut keluar sebagai pengungkapan kalo Yesus telah selaras denga Bapa. Di mana tindakannya mencerminkan tindakan Tuhan itu sendiri, wong Yesus telah berserah diri sepenuhnya ke pada kehendak Tuhan ( Bapa ).😀

yoh 14:9
Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

yoh 5:19
Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

Penjelasannya:

Kedua ayat tersebut diatas cukup jelas, jelas banget dan gamblang banget, jika mata rohani-mu sudah dicelikkan Tuhan Yesus, tetapi kalo belum yah..wajar atuh kalo belum melihatnya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan,karena masih ada selaput yang menyelubungi yaitu illah dunia.

Sebab apa yang dikerjakan Bapa dikerjakan Anak artinya:

Kalo Bapa menciptakan dunia dan seisinya termasuk manusia itu pula yang dilakukan oleh Anak ( Yesus Kristus) juga menciptakan dunia dan isinya termasuk menciptakan kita.

Tanggapan saya:

Mengenai Yoh 14:9 hal ini sudah biasa sebenarnya di kalangan pelaku spiritualisme, di mana Yesus berperan sebagai yang telah selaras dengan Tuhan, atau yang telah tercerahkan atau guru mursyid atau guru sejati. Dimana ayat ini berarti Yesus mengatakan bahwa melalui dirinya dapat kita kenali Tuhan itu, sebab Yesus telah selaras dengan Nya. Jadi tidaklah perlu lagi Filipus mencari Tuhan ke sana ke mari sebab dia bisa menemukannya melalui Yesus, sang guru.

Mengenai Yoh 5:19 lagi-lagi menunjukkan posisi Yesus sebagai yang telah selaras dengan Tuhan, sehingga tindakannya menjadi tindakan Tuhan itu sendiri. Hal ini jelas di lihat pada ayat “sesungguhnya anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari dirinya sendiri, jika tidak melihat Bapa mengerjakannya.” Yang berarti Yesus telah melihat (mengenall Bapa, dan sudah tidak lagi mengerjakan sesuatu dari diri sendiri, melainkan hanya dari Bapa. Dalam kata lain Yesus telah berserah diri sepenuhnya kepada kehendak Bapa (Tuhan).

Beginilah pemahaman saya mengenai ayat-ayat di atas, yang dianggap sebagai pendukung konsep Ke Tuhan an Yesus. Semoga dapat di ambil manfaatnya. Dan pemahaman ini sebagai buah dari usaha saya untuk lebih mengenal Tuhan . Dan untuk sudut pandang lain silahkan baca siapa itu Yesus , apa itu trinitas , atau tentang essensi salib.

Adapun tulisan saya ini merupakan salah satu bukti bahwa segala sesuatu itu tergantung dari sudut mana kita memandang. Seperti slogan di blog ini .
.

215 Responses to “Yesus itu Tuhankah???”


  1. 1 udin Mei 29, 2010 pukul 12:17 am

    versi islam
    ruhul qudus itu malaikat jibril
    yesus lahir memang aneh(tidak berayah),karenanya di anggap tuhan
    tapi ada yg lebih ajaib lagi lho
    nabi adam tak berayah & ibu
    eh.. ada gak tuhan adam
    entah bner entah salah
    kambing tetanggaku gak ada lakinya eeh punya anak
    masa anak kambing T****?

  2. 2 dark_heart September 27, 2010 pukul 2:34 pm

    tuch nama ikut2 ae:-p wah bener jg kata lho

  3. 3 supraptotoerseno November 8, 2010 pukul 11:23 am

    terserah kamu lah yang bicara seenak nya saja (tafsir) gusti kawulo kawulo gusti, jadi menurut kamu yesus allah, allah ja yesus.inilah faham yg sekarang masih ada pinyebahan berhala.dg pengorbana Yesus.

  4. 4 dede hasby Maret 1, 2012 pukul 11:34 am

    law aku dab bapak adalah sama maka dimna beda letak tuhan dan ummatnya.,.??

    tuhan tu berdiri sendiri.,.
    berarti dia atas tuhan yesus msih dha tuhan lagi ea.,.
    na pha g itu jha yg di sembah.,.??
    mf sebelom nya..

  5. 5 AnaNahnu Maret 9, 2012 pukul 6:11 am

    Mungkin yang ngobrol ama kamu itu kurang pinter. Jadi ngga bisa nunjukkin sama kamu apa itu yg disebut “variabel”2. Variabel Ketuhanan Yesus, bukan hanya pengakuan. Apa yang Dia lakukan, lalu pengakuan orang lain, proses Dia hadir di Dunia, dst. Tentu banyak org yg bisa klaim kawula manunggalin itu. Tapi pertanyaannya: apakah dia melakukan hal yg sama dg yang Yesus lakukan? Lalu apakah dia punya pengakuan dari orang? Dan beberapa variabel lain. Variabel2 ini yg tidak dimiliki oleh orang2 selain Yesus. Jadi sudut pandang kamu, cuma satu sudut. Pantes ga bener. Kira-kira begitu.

  6. 7 rudi Maret 12, 2012 pukul 2:36 pm

    Saya menerima dan sependapat dengan pemahaman bapak. Di dalam injil sendiri ayat- ayat tentang hakekat banyak sekali diucapkan oleh yesus (isa) yang mana sulit ditangkap maknanya oleh sebagian besar orang-orang yang membaca kitab tersebut. Bukan berarti saya mengerti bapak, saya hanya sekedar berpendapat saja. Mudah mudahan maksud dan tujuan bapak menulis blog ini tercapai yaitu mencerahkan manusia tentang ketuhanan.

  7. 8 made Agustus 10, 2013 pukul 6:20 am

    di dunia modern tidaklah aneh apabila ada bayi lahir tanpa bapak.
    kl hal ini yg menjadi dasar menuhankan nabi isa maka suatu saat akan terbantahkan. jadi suatu saat hal itu tidak aneh lagi.
    kl 2000 tahun lalu blm ada teknologi dan bny yg percaya tetapi skrng dg ilmu bioteknologi sebuah sel telur bisa dibuahi oleh sel yg berasal dari ibunya sendiri karena kromosom ibu mengandung xy.
    agama itu logis dan dimengerti bukan membingungkan seperti trinitas yg tidak bisa dijelaskan. kelak kl banyak orng yg cerdas konsep trinitas mgkin akan ditinggalkan

  8. 9 hamami November 11, 2013 pukul 1:19 pm

    Trinitas atau Tritunggal adalah salah
    satu doktrin utama dalam
    kekristenan yg juga merupakan salah
    satu “jurang” yg memisahkan antara
    agama Islam dg agama Kristen, yg
    mana bila kedua umat sepakat
    tentang permasalahan ini, mereka
    akan lebih mudah untuk bersatu.
    Agama Islam dan Kristen sama2x
    mengakui mempunyai Tuhan yang
    Maha Esa, Tuhan yg satu, akan
    tetapi dalam konsep yg berbeda.
    Dalam Islam konsep Tuhan yg satu
    benar2x dipercaya seperti apa
    adanya, persis seperti bunyinya,
    akan tetapi kepercayaan dalam
    (sebagian besar aliran) Kristen
    mengatakan bahwa Tuhan mereka
    adalah satu tetapi tiga, Tuhan yg
    satu tapi mempunyai tiga pribadi yg
    berbeda.
    Umat Kristen mengaku punya Tuhan
    Bapa, Tuhan Putra, dan Tuhan Roh
    Kudus. Tapi mereka bukanlah tiga
    Tuhan melainkan satu Tuhan.
    Bagaimanakah sebenarnya konsep
    Tuhan yg tiga tapi satu itu?
    Bagaimanakah konsep Tuhan yg satu
    tapi berwujud tiga pribadi yg
    berbeda itu? Benarkah ajaran itu
    memang adalah ajaran dasar yg
    utama dalam Kristen? Kita akan lihat
    dalam berbagai sudut pandang.
    Sedangkan dalam beberapa tempat
    lain yang membahas hal yg sama
    menurut saya masih belum
    memberikan informasi yg cukup
    tentang topik ini
    Logika dan analogi
    Sekalipun menjadi salah satu
    doktrin utama dalam kekristenan,
    tetapi ternyata konsep Trinitas ini
    sangatlah sulit untuk dijelaskan oleh
    siapapun, termasuk umat Kristen
    sendiri, baik yg awam maupun para
    pendeta dan pasturnya yg terpelajar
    sekalipun. Kenapa? Ya, karena
    konsep Trinitas ini memang adalah
    benar2x suatu konsep yg tidak
    sejalan dg logika akal budi manusia.
    Ia mampu hidup selama lebih dari
    seribu tahun karena diajarkan
    sebagai suatu doktrin yg tidak boleh
    ditolak oleh siapapun umat Kristen,
    dan tidak boleh dipertanyakan,
    hanya wajib untuk diimani saja.
    Siapapun yg mencoba
    menjelaskannya pasti akan menemui
    kegagalan. Sudah banyak orang yg
    mencoba untuk menjelaskannya juga
    dg menggunakan analogi untuk
    memudahkan logika berpikir untuk
    menerimanya, tapi tidak ada
    satupun dari analogi2x itu yg dapat
    menjalankan tugasnya dg baik.
    Konsep Trinitas yg mereka yakini
    itu kurang lebih demikian :
    “Tuhan itu ada satu, tapi
    mempunyai tiga wujud, yaitu :
    sebagai Tuhan Bapa, Tuhan Putra
    (Yesus) dan Tuhan Roh Kudus. Tapi
    mereka bukanlah tiga Tuhan yg
    berbeda, melainkan satu Tuhan yg
    sama. Semuanya adalah Tuhan, dan
    semuanya mempunyai derajat
    ketuhanan yg sama. Diantara
    ketiganya tidak ada yg lebih tinggi
    dari yg lain, alias punya derajat
    ketuhanan yg sama.”
    Tuhan Bapa adalah “Tuhan yg duduk
    di singgasana-Nya di surga”, Tuhan
    Putra adalah “firman Tuhan” yg
    kemudian lahir ke dunia menjadi
    seorang manusia yg bernama Yesus,
    sedangkan Roh Kudus adalah suatu
    roh yg berasal dari Tuhan. Ketiganya
    mempunyai tugasnya masing2x. Saya
    tidak akan menjelaskan tentang
    tugas2x mereka karena akan
    memerlukan penjelasan yg sangat
    panjang dan berhubungan dg
    seluruh konsep kekristenan, seperti :
    konsep penciptaan alam semesta
    dan manusia, dosa waris, misi
    penyelamatan manusia, penyaliban,
    penebusan dosa, dll. Saya anggap
    anda sudah mengetahuinya, atau
    kalau belum, anda bisa mencari
    tahu tentang itu di tulisan lain.
    Atau anda bisa menunggu tulisan
    saya berikutnya kalau saya
    berkesempatan untuk menuliskannya
    di sini, insyaallah.
    Pertanyaannya adalah, bagaimana
    mungkin mengatakan tiga wujud
    pribadi yg berbeda itu adalah satu
    Tuhan yg sama? Bagaimana untuk
    memahami bahwa Tuhan Bapa,
    Yesus, dan Roh Kudus itu bukanlah
    tiga Tuhan tetapi satu Tuhan?
    Mengenai hal ini, tidak pernah ada
    umat Kristen yg dapat
    menjelaskannya dg memuaskan
    secara logis dan ilmiah. Kalau secara
    doktrinal ya memang itulah yg
    mereka lakukan sehari-hari. Untuk
    menutupinya kebanyakan mereka
    akan menjelaskannya menggunakan
    berbagai analogi yg diharapkan
    dapat menjadi pengantar bagi
    pikiran logis manusia.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juni 2007
S S R K J S M
    Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: