Apa Salah Sekularisme ???

 

Di malam jumat 27 Juli 2007, mumpung besok libur, maka saya puas puaskan untuk blogwalking sambil bercengkrama dengan Iblis Cantik  tentunya. Nah di belantara blogsphere akhirnya saya bisa nyasar ke blog the23wind  yang membahas tentang pelarangan pemakaian jilbab di sebuah sekolah kebidanan  .Secara umum sih saya turut prihatin dan mengutuk tindakan institusi tersebut yang melarang siswanya berjilbab. Bahkan sampai men-D-O si siswa tersebut. Sebuah tindakan yang jelas jelas melanggar HAM dan UUD mengenai kebebasan untuk menjalankan beragama.

Tapi saya tidak akan membahas masalah pelarangan jilbab tersebut, melainkan akan membahas sebuah hal yang membuat saya tidak sreg setelah membaca seluruh artikel. Ke tidak sreg an ini disebabkan dalam artikel tersebut menurut saya ada sebuah ketergesa – gesaan kalo tidak mau di sebut penggampangan masalah dalam mengambil kambing hitam peristiwa tersebut. Jika kita lihat lagi mungkin isi artikel tersebut mengandung fallacy . Saya kutipkan isi dari artikel tersebut yang mengundang keinginan  saya untuk menulis :

4. Meminta kewaspadaan semua pihak akan bahaya sekularisasi (pemisahan agama dari kehidupan) di bidang pendidikan yang menyusup masuk ke dunia pendidikan kita melalui gerakan terselubung yang sistematis yang tidak menghedaki nilai-nilai Islam berkembang di kampus yang mayoritasnya beragama Islam….”

Fiuuhhhh, sistem yang ada di negeri ini makin membuat saya kecewa… dan menjadi pertanyaan di benak saya atau mungkin anda. Masih layakkah sistem sekuler di negeri ini di pertahankan? Anda dan saya pun sudah pasti tau jawabannya…TIDAK…NO SECULARISM

Kok bisa dengan sewenang wenang menimpakan kesalahan kepada sekularisme ya? Mengapa bisa sampai kesimpulan kalo yang bersalah itu adalah sekularisme? Kasian banget sekularisme yang tidak tahu apa apa tapi ketibaan sebagai yang bersalah. Sebuah generalisasi menyedihkan, seperti ketika liberalisme Islam langsung diarahkan kepada JIL, padahal liberalisme Islam bukan milik JIL toh.  :lol:

Dan dalam pembahasan apa kesalahan sekularisme ini , saya berangkat dari pengertian saya tentang sekularisme itu adalah suatu pemisahan antara agama dengan sistem negara. Hanya di sistem negara, bukan sistem masyarakat, apalagi hendak mengubah nilai nilai di masyarakat. Hentikanlah paranoid itu!!! Jadi secara singkatnya sih sekularisme itu adalah tidak mengijinkan suatu negara yang berdasarkan agama atau kepercayaan tertentu, sebab bagi sistem ini beragama adalah hal yang sangat pribadi. Itu aja tidak kurang tidak lebih. Jadi apa salah sekularisme dalam peristiwa pelarangan jilbab ini ya?

Berdasarkan pengalaman saya , penggampangan masalah dengan penyalahan sekularisme ini biasanya sih, di karenakan orang yang menyalahkan ini ingin negara yang berdasarkan aturan dari agama tertentu . Berhubung karena peristiwa tersebut adalah pelarangan jilbab, maka tentu saja aturan agama di sini adalah syariat Islam .

Apakah penyalahan sekularisme dalam artikel tersebut juga dipengaruhi oleh kepentingan ini ? Wah jika begitu, saya hanya bisa mengajak kita semua menyadari bahwa syariat Islam itu tetap bisa dilaksanakan tanpa perlu mengubah negara menjadi negara Islam. Yang penting setiap hal yang melanggar kebebasan warga negara dan HAM memang harus di tindak, dan langsung ditujukan kepada yang berbuat. Tidak perlulah mengkambinghitamkan sekularisme, atau isme isme yang lain. Apalagi pengkambinghitaman ini di dasarkan kepentingan untuk mendirikan sebuah negara agama. Please deh !
 

Entah kenapa saya kok jadi teringat akan alasan poligami yang membuat saya miris. Entah ada kemiripan apa antara alasan poligami tersebut dengan pengkambinghitaman sekularisme?  Yang pasti sih saya merasa ada hubungannyalah.😆

140 Responses to “Apa Salah Sekularisme ???”


  1. 1 danalingga Agustus 8, 2007 pukul 10:43 am

    kompornya kurang mantep tuh , jadi padam lagi.😆

  2. 2 Rizma Agustus 8, 2007 pukul 11:11 am

    *liatin difo ama dana yang hobi ngomporin*
    ckckck,, udah sana sana,, tidur,, pada hobi ngomporin nih,,😛

  3. 3 almascatie Agustus 8, 2007 pukul 11:46 am

    *liat comment tiga terakhir*
    yang sekuler sapa nih?
    yang indonesia sapa?
    yang agama sapa?
    *kabur*

  4. 4 danalingga Agustus 8, 2007 pukul 4:52 pm

    heh orang orang di atas makin nggak jelas aja nih.🙄

  5. 5 kawannya konsultan Agustus 24, 2007 pukul 12:10 am

    saya punya cukup banyak teman dari berbagai bangsa yang tidak beragama tetapi percaya Tuhan. Kadang disebut agnostik, kadang (lebih tepatnya) disebut non-religious person. Mereka tidak juga punya aliran kepercayaan semacem kejawen2 gitu. Kalau mau dihakimi dari kacamata syariat, orang2 ini pasti divonis sesat. Tapi bukankah tidak ada paksaan dalam agama?

    Maka yang lebih penting bagi saya (juga bagi masyarakat) -yg bukan Tuhan- adalah ketaatan tiap individu terhadap norma umum. Dari pengamatan pribadi: mereka ini biasanya lebih egaliter, taat aturan setempat, dan open minded. Sikap mereka juga hormat dan setia kawan dg saya. Tentu saja ini bukan generalisasi ya… namanya pengalaman pribadi.

    Saya tinggal di negara sekuler. Pake jilbab. Diterima sekolah. Diterima kerja. Diterima masuk rumah ibadah mereka (cuma lihat2). Saya bisa beribadah di negara sekuler ini. Saya malah ngeri dengar FP* menyerang kelompok yang mereka vonis sebagai komunis. Kadang saya ingin menyarankan mereka untuk mencoba hidup sebagai minoritas di suatu tempat lain di dunia. (keinginan yang sia2 :P)

    Sebagai minoritas, saya sangat bersyukur negara yang saya tinggali ini adalah negara sekuler. Tidak dapat saya bayangkan kalau tinggal di negara agama yang kebetulan bukan agama saya! Dan saya juga ngeri membayangkan kalau Indonesia sekarang ini menjadi negara agama, agama apapun.

    Wah kok panjang ya… *blushing* bobo ah…

  6. 6 B Ali Agustus 24, 2007 pukul 4:40 pm

    Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
    Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10, 25 atau bahkan 1000? Dalam hal ini, wanita tidak lagi dianggap sebagai manusia, tapi sebagai benda terhitung dalam satuan, bijian, 2, 3, 4 atau berapa saja. Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak (wahyu Tuhan), maka umat muslim hanya menurutinya saja tanpa menggunakan nalar.

    Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Disamping itu, pemuka muslim atau siapa saja yang coba-coba memberi tafsiran yang lebih manusiawi tentang Al-Qur’an pasti mendapatkan ancaman terhadap keselamatan fisiknya.

    Jadi umat muslim terjebak.

  7. 7 danalingga Agustus 24, 2007 pukul 8:47 pm

    @kawannya konsultan

    saya punya cukup banyak teman dari berbagai bangsa yang tidak beragama tetapi percaya Tuhan. Kadang disebut agnostik, kadang (lebih tepatnya) disebut non-religious person. Mereka tidak juga punya aliran kepercayaan semacem kejawen2 gitu. Kalau mau dihakimi dari kacamata syariat, orang2 ini pasti divonis sesat. Tapi bukankah tidak ada paksaan dalam agama?

    Good for you, minimal bisa merasakan keindahan dari sebuah keberagaman.
    Dan memang tidak ada paksaan dalam agama. Yang ada setahu saya hanya sebuah konsekuensi dari pilihan kita.:mrgreen:

    Maka yang lebih penting bagi saya (juga bagi masyarakat) -yg bukan Tuhan- adalah ketaatan tiap individu terhadap norma umum. Dari pengamatan pribadi: mereka ini biasanya lebih egaliter, taat aturan setempat, dan open minded. Sikap mereka juga hormat dan setia kawan dg saya. Tentu saja ini bukan generalisasi ya… namanya pengalaman pribadi.

    Yang terpenitng itu itu memang cerminan dari tingkah laku dari masing masing individu, bukan label individu itu.😀

    Saya tinggal di negara sekuler. Pake jilbab. Diterima sekolah. Diterima kerja. Diterima masuk rumah ibadah mereka (cuma lihat2). Saya bisa beribadah di negara sekuler ini.

    Yah itulah sebuah negara sekuler yang saya pahami. Anda mau beragama yang mayoritas ya silahkan, anda mau beragama yang minoritas ya silahkan, anda mau tidak beragama ya silahkan. Dan semua itu dijamin hak haknya oleh negara, tanpa ada ketakutan atas sebuah paksaan.😀

    Saya malah ngeri dengar FP* menyerang kelompok yang mereka vonis sebagai komunis. Kadang saya ingin menyarankan mereka untuk mencoba hidup sebagai minoritas di suatu tempat lain di dunia. (keinginan yang sia2 :P)

    Itulah ironinya. Ketika ada sebuah negara atau institusi yang melarang penggunaan jilbab misalnya, teriakan teriakan protes bisa sangat keras sehingga memekakkan telinga. Tapi giliran hak hak para penganut kepercayaan lain (mis. komunis) kok malah di hajar. Sungguh sebuah sikap egois saya kira. Seharusnya bercermin dululah, sebelum sibuk teriak teriak.

    Sebagai minoritas, saya sangat bersyukur negara yang saya tinggali ini adalah negara sekuler. Tidak dapat saya bayangkan kalau tinggal di negara agama yang kebetulan bukan agama saya! Dan saya juga ngeri membayangkan kalau Indonesia sekarang ini menjadi negara agama, agama apapun.

    jadi sekuler itu ternyata ndak ada salahnya toh.😀
    Tapi banyak orang yang ingin menjadikan Indonesia menjadi negara agama, jadi gimana tuh?

    Wah kok panjang ya… *blushing* bobo ah…

    ndak apa apa, toh ini berangkat dari pengalaman pribadi toh, bukan sekedar katanya katanya. Thanks atas sharingnya.😀

  8. 8 danalingga Agustus 24, 2007 pukul 8:50 pm

    @ B Ali

    sebaiknya di tuliskan aja ayat ayatnya mas, biar bisa di kupas lebih lanjut. Soalnya kalo sekedar bilang banyak, toh itu bisa saja hanya prasangka anda atau anda yang salah mengartikannya toh?

    Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Disamping itu, pemuka muslim atau siapa saja yang coba-coba memberi tafsiran yang lebih manusiawi tentang Al-Qur’an pasti mendapatkan ancaman terhadap keselamatan fisiknya.

    ah se explisit mana mas? Bahkan tentang apa itu sholat, yang seharusnya explisit sih, bisa mempunyai pemaknaan yang berbeda beda tuh.😆

  9. 9 almas Agustus 24, 2007 pukul 9:11 pm

    @_@
    B Ali kupipes tu comment ke semua tempat?
    kekekkekekekkekeke

    mas dana liat ini commennya pada ga nyambung semua http://arifkurniawan.wordpress.com/2007/08/13/budaya-seks-nusantara-hingga-1945/#comment-2443:mrgreen:

  10. 10 danalingga Agustus 24, 2007 pukul 9:25 pm

    halah spam rupanya, ndak apa apa deh, yang ini saya maafkan aja.😀

  11. 11 rahmat Agustus 25, 2007 pukul 6:37 pm

    Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum. Indonesia adalah negara islam. Indonesia berazaskan Panca Sila. Orang tak boleh berjiblat di sekolah perawat diributin dengan istilah sekularisme. Kalau tidak boleh bangun gereja di Indonesia itu namanya apa. Gus Dur mau klarifikasi masalah idea komunis, rakyat banyak ribut.
    Pantas aja 3,5 Abad Indonesia terjajah, dimana-mana vested interest diutamakan, sejengkal perut jadi prioritas utama. Semua hipokrit, wacana berkembang, implementasi nol.

  12. 12 danalingga Agustus 25, 2007 pukul 7:21 pm

    Waduh si rahmat malah bilang Indonesia negara Islam, dan di sisi seberangnya ada yang bilang Indonesia itu negara sekuler. Kira kira sebenarnya Indonesia ini negara apa sih? *bingung tujuh keliling*

    Soal ribut ribut itu menurut saya itu di sebut mentang mentang mayoritas alias egois.

  13. 13 watonist Agustus 25, 2007 pukul 9:20 pm

    @danalingga
    kenapa bisa bertentangan begitu ?? akan terjawab setelah memahami kalimat ini,
    tidak ada alasan untuk merasa tidak dipahami, ketika kita sudah memahami orang lain …

    *perasaan kata-kata ini aku ulang-ulang mulu, nggak apa-apa deh … anggep aja promosi😆 *

  14. 14 rahmat Agustus 26, 2007 pukul 7:58 am

    Lihat aja Malaysia, sebagai contoh yang nyata-nyata menyatakan secara eksplisit negara islam. Indonesia, biarpun tidak disebut secara hukum negara islam, tapi dalam kenyataannya, ikut dalam member OKI. Nah apa ini ? Hipokrit tulen kan !Jelas-jelas UUD Indonesia adalah UUD 45. Belum betul-betul dilaksanakan dan dihormati bersama karena itu hasil perjuagan bangsa, udah diamandemen
    Interaksi antara rakyat dan negara ini belum konkrit, terlalu banyak toleransi. Dalam setiap kegiatan resmi kenegaraan di Indonesia, senantiasa dimulai dengan doa. Doa mah tidak salah, hanya saja dalam konteks yang heterogen ini mestinya jangan ada pemerkosaan hak asasi manusia (paham maksud saya), sehingga dalam pelaksanaan doa ada yang berdoa, ada lirik sana lirik sini, ada ketawa dan bicara. Nah ini karena salah satu faktornya yaitu tadi heterogenitas penduduk Indonesia tapi dipaksakan. Bagaimana doa dapat khusuk dan sampai ?
    Jadi kenapa sekuler yang disalahkan ? ya karena antara lain banyaknya toleransi, tidak tegasnya hukum . Orang Indonesia terlalu banyak produksi karet. Jadi gampang untuk molor sana molor sini alias toleransi tapi semu. Pakai bahasa Indonesia aja belum bisa benar, sudah ngomong pakai bahasa-bahasa lain.

  15. 15 danalingga Agustus 26, 2007 pukul 10:19 am

    @watonist

    berarti yang pertama memang harus memahami baru kemudian di pahami.😀

    @rahmat

    Lihat aja Malaysia, sebagai contoh yang nyata-nyata menyatakan secara eksplisit negara islam. Indonesia, biarpun tidak disebut secara hukum negara islam, tapi dalam kenyataannya, ikut dalam member OKI. Nah apa ini ? Hipokrit tulen kan !Jelas-jelas UUD Indonesia adalah UUD 45. Belum betul-betul dilaksanakan dan dihormati bersama karena itu hasil perjuagan bangsa, udah diamandemen

    wadduh sabar mat, sabar. Yup memang Indonesia ini negara yang aneh. Kalo kata almas negara kita ini negara yang sistemnya setengah setengah. Jadi bentuknya nggak jelas. Tapi mau gimana lagi, jika memang begitu adanya. Tinggal kita ajalah menjaga diri agar jangan juga menjadi ikut hipokrit.😀

    nteraksi antara rakyat dan negara ini belum konkrit, terlalu banyak toleransi. Dalam setiap kegiatan resmi kenegaraan di Indonesia, senantiasa dimulai dengan doa. Doa mah tidak salah, hanya saja dalam konteks yang heterogen ini mestinya jangan ada pemerkosaan hak asasi manusia (paham maksud saya), sehingga dalam pelaksanaan doa ada yang berdoa, ada lirik sana lirik sini, ada ketawa dan bicara. Nah ini karena salah satu faktornya yaitu tadi heterogenitas penduduk Indonesia tapi dipaksakan. Bagaimana doa dapat khusuk dan sampai ?

    Soal ini, hanya satu kata : Munafik! .😀

    Jadi kenapa sekuler yang disalahkan ? ya karena antara lain banyaknya toleransi, tidak tegasnya hukum . Orang Indonesia terlalu banyak produksi karet. Jadi gampang untuk molor sana molor sini alias toleransi tapi semu. Pakai bahasa Indonesia aja belum bisa benar, sudah ngomong pakai bahasa-bahasa lain.

    nah kalo ini hubungannya dengan penyalahan sekuler apa mat?

  16. 16 Odi Agustus 26, 2007 pukul 10:46 pm

    Mas dana kok lama tak tampak di forum MyQ (atau mungkin ada yang nick-nya sama ya, maaf deh🙂 )
    Ada artikel menarik nih tentang sekularisme. Intinya kita harus bersiap bila sekularisme mungkin akan susah diterapkan (secara konsekuen) di belahan bumi ini. Karena memang ada perbedaan dalam perjalanan sejarahnya. Ada juga cerita ttg berbagai pendapat ttg sekularisme, yang mengerucut pada pemikiran Hobbes dan JJ Rousseau. Serta harapan bahwa akan muncul renovator dan bukan sekadar liberator.
    http://www.nytimes.com/2007/08/19/magazine/19Religion-t.html?pagewanted=10&_r=1&adxnnl=0&ref=magazine&adxnnlx=1188126056-2D/29KsqHQCAnubjf7/QTA

  17. 17 watonist Agustus 27, 2007 pukul 5:58 am

    @Odi
    wahh … rupanya dana ngadain promosi besar-besaran yah ?? sampai sampeyan bisa nyasar juga disini:mrgreen:

  18. 18 Odi Agustus 27, 2007 pukul 6:42 am

    Hehehe hasil blogwalking kok pak, tapi kalau mas Dana mau ngasih dana promosi sih gpp🙂

  19. 19 danalingga Agustus 27, 2007 pukul 6:37 pm

    @Odi

    Saya masih sering jalan jalan ke my quran kok, tapi cuma baca doank. Paling ikut nimbrung di threadnya debu kehidupan tentang sufi.😀

    Soal sekularisme kalo di thread ini sih, cuman mempertanyakan apa salahnya. Soal penerapan konsekuen sih, mau sistem apa aja sepertinya memang susah di terapkan di Indonesia ini. :

    btw, mas/mbak odi ini nicknya di myquran apa tah?😀

  20. 20 Odi Agustus 28, 2007 pukul 5:36 am

    Odi juga, mas Dana kan pernah ngomentari postingan saya di salah satu thread disana (mungkin juga pas threadnya debu yang sufi juga )

  21. 21 danalingga Agustus 28, 2007 pukul 11:19 am

    ah iya, saya baru inget. Sering di hukpol juga ya.😀

  22. 22 rahmat Agustus 30, 2007 pukul 12:16 pm

    Dana, saya mah bukannya menyalahkan sekulernya. Tapi yang namanya bernegara tidak bisa terlepas dari kekuasaan. Dalil nya Lord Action telah menyebutkan bahwa kekuasaan itu cenderung disalah gunakan. Kalau kita di Indonesia ini, sistem dan perangkatnya mah udah banyak banget. Miskipun perangkat lunaknya udah banyak atau lebih dari cukup, ia dibentuk bukan untuk kepentingan rakyat, tapi untuk kepentingan kekuasaan. Syarat-syarat pembentukan perangkat lunak itu kan sebenarnya udah jelas, antara lain : sifatnya tidak memihak, berlaku untuk seluruh rakyat, tidak bersifat temporal, Sekarang banyakkan UU atau peraturan pemerintah yang dibatalkan oleh Yudisial review.merupakan contoh perangkat lunak dimaksud. Hal mana ini semua dapat menimbulkan tarik ulur tanggung jawab bila muncul suatu masalah, bahkan banyak yang berkilah, lempar tanggung jawab dan juga berlindung dibalik celah-celah perangkat lunak (baca UU) yang telah dibuat tadi. Lagi contoh perangkat lunak yang tidak manusiawi yaitu perda yang di daerah disebut perda ramadan. Kasian tuh anak-anak kos yang bukan muslim, mau cari makan aja susah, di kost tidak boleh masak. Ayo siapa yang bertanggung jawab seperti ini. Bahkan yang sangat lucu, ada dari sekte yang ini udah buka dan dari sekte lain masih puasa. Perdanya kok tidak dipakai untuk semua kepentingan rakyat ? Sekuler apa kagak sih yang gitu-gitu tu

  23. 23 hatinurani21 September 3, 2007 pukul 10:42 am

    @ rahmat,

    Dogma-dogma yang ada di Al-Qur’an sudah tidak berlaku lagi. Kita, orang Nusantara, tidak bisa menuruti perlakuan-perlakuan orang Arab waktu jaman Jahiliyah. Apalagi menuruti perlakuan-perlakuan yang sekarang tidak manusiawi dengan kedok Islam.

    Contoh dogma-dogma yang keliru di Al-Qur’an:

    Soal poligami:

    Umat muslim bilang wanita lebih banyak dari pada laki-laki. Hal ini sangat keliru. Di Cina, dengan politik anak tunggal, orang Cina memilih anak laki-laki, hamilan anak perempuan biasanya digugurkan. Akibatnya, saat ini cowok lebih banyak daripada cewek. Jadi Al-Qur’an tidak berlaku di Cina. Jadi “wahyu” Tuhan yang di Al-Qur’an itu hanya berlaku di Arab saja. Dinisi kebenaran wahyu bisa dipertanyakan.

    Soal halal-haram makanan:

    Umat muslim mengharamkan daging babi. Hal ini sangat keliru. Baru-baru ini telah ditemukan bahwa jantung dan paru-paru babi lebih mendekati jantung dan paru-paru manusia. Jantung atau paru-paru manusia yang sakit bisa diganti/dicangkok dengan jantung atau paru-paru babi. Ini adalah solusi yang ideal karena kelangkaan donor. Berarti Al-Qur’an tidak berlaku lagi disini. Terus bagaimana dengan “wahyu” Tuhan. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.

    Soal ke-najis-an binatang anjing:

    Anjing adalah najis buat umat muslim. Hal ini sangat keliru karena anjing saat ini sangat membantu manusia, seperti: pelacakan narkoba dipakai oleh polisi duana, membantu menyelamatkan orang-orang yang masih hidup yang tertimbun oleh runtuhan bangunan akibat gempa bumi, menyelamatkan pendaki gunung yang ditimbun oleh longsoran salju, teman hidup dan pengantar orang buta, membantu peternak domba untuk mengembala ratusan domba di gunung-gunung, membantu menemukan pelaku kejahatan kriminal, menyelamatkan pemilik anjing yang sendirian yang korban kecelakan di rumahnya sendiri (anjing terus-terusan menggonggong sehingga tetangga datang untuk menyelamatkan pemilik anjing tersebut), dan banyak lagi. Disini, Al-Qur’an sama sekali tidak berlaku. Terus bagaimana dengan “wahyu” Tuhan yang ada di Al-Qur’an. Disini kebenaran wahyu lagi bisa dipertanyakan.

    Dan banyak lagi dogma-dogma lainnya yang keliru yang kita dapatkan di Al-Qur’an.

    Sebagai kesimpulan, kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
    – Melihat dogma-dogma yang ada di Al-Qur’an sudah tidak berlaku lagi, apakah Islam agama universal?
    – Haruskan kita, orang Nusantara, meniru perlakuan-perlakuan orang Arab waktu jaman Jahiliyah?
    – Haruskah kita, orang Nusantara, menuruti perlakuan-perlakuan yang tidak manusiawi sekarang dengan kedok Islam?

    • 24 Adnal Januari 30, 2010 pukul 7:13 pm

      saya hanya mencoba menjawab semampu saya untuk pemahaman tentang tulisan di atas …
      1. poligami, Allah maha tahu tentang ciptaannya, bahwasanya laki-laki memiliki hasrat sexuil yang lebih tinggi dari pada kaum wanita, dan kaum laki-laki rasa keinginan untuk berganti pasangan lebih tinggi dari pada kaum perempuan, sementara sudah terbukti akibat dari pergaulan bebas maka terbentuklah berbagai penyakit. Oleh karena itu Allah mengijinkan berpoligami namun dengan syarat-syarat yang ditentukan, antara lain harus seijin Istri, harus bersifat adil dan lain-lain, mengapa maksimal 4, karena Allah maha tahu bahwasanya dengan 4 istri tentunya akan terasa berat untuk bersifat adil, dengan istri satu aja kita kadang susah bersifat adil, misal kasus suami memberi materi kepada keluarga istri atau keluarga sendiri, kadang istri suka protes karena tidak adil. Jadi apa yang salah dengan poligami apabila ketentuan persyaratan itu bisa dijalankan, istri tua ngambek ….. pan harus seijin istri tua dan harus adil …., malah lebih sakit hati ketika ketahuan suaminya selingkuh. keterangan mengenai wanita lebih banyak bukan alasan yang utama namun dengan mengaborsi janin wanita berarti sudah membunuh, karena apabila sudah diketahui melalui USG bahwa kandungannya berjanin wanita, berarti janin itu sudah berbentuk manusia, dan Islam melarang perbuatan aborsi dengan alasan berkelamin wanita. Dari paparan saya di atas menunjukan bahwasanya Islam sangat menghormati wanita dan melindungi wanita dari perlakuan laki-laki yang suka semena-mena.

      2. Untuk pengharaman daging babi, terbukti bahwasanya daging babi yang sehat memiliki berbagai hal yang kurang baik bagi tubuh manusia, apabila jantung dan paru-paru babi dicangkokan belum ada pembuktian bahwasanya memiliki dampak yang baik dalam waktu lama atau tidak, maaf saya belum memiliki pengetahuan lebih mengenai masalah ini

      3. Tentang kenajisan anjing, yang dinajiskan adalah air liur anjing bukan anjing secara utuh, dari hasil penelitian ternyata di air liur anjing terdapat banyak sumber penyakit berbahaya bagi manusia, najisnya air liur anjing bukan berarti manusia tidak boleh berinteraksi dengan anjing. di jaman Rosul pun anjing dimanfaatkan untuk membantu berburu. Cara mensucikannya adalah dengan mencuci pake air dan sekali pake tanah, mengapa pake tanah ? ternyata dari hasil penelitian dari airliur anjing tersebut terdapat zat yang kurang baik bagi manusia dan menetralkannya adalah dengan tanah. Jadi najisnya air liur anjing jangan diartikan bahwa anjing najis dan kita manusia tidak boleh berinteraksi dengan anjing.

      demikian sedikit penjelasan saya, maaf kalau masih kurang jelas karena saya masih bodoh.
      ditunggu dogma-dogma dalam Alqur’an yang sudah tidak berlaku lagi di jaman ini. terima kasih.

  24. 25 watonist September 3, 2007 pukul 11:13 am

    @hatinurani21
    sayang sekali … sepertinya anda tidak berniat untuk berdiskusi …
    mungkin kalau nanti niatan anda sudah berubah, saya atau mungkin rekan-rekan disini mau duduk bareng bersama anda.🙂
    pasti mengasyikkan kok, coba saja kalau ndak percaya😀

  25. 26 Xaliber von Reginhild Desember 13, 2007 pukul 8:54 pm

    Numpang komen ya. *maaf komentar di entri lama*🙂

    *maaf lagi ngga baca semua komentarnya*

    Kalau dari sisi politik, sekulerisme memang pemisahan antar agama dan negara. Antar sistem pemerintahan dengan agama. Tapi kalau ngga salah, seingat saya, dari sisi arti sekuler itu sendiri, sekuler itu berarti hal-hal yang ireligius atau tidak mau berhubungan dengan agama. Jadi mungkin untuk beberapa hal, konsep sekuler = ireligius masih ada benarnya juga.🙂

  26. 27 danalingga Desember 13, 2007 pukul 11:00 pm

    Setahuku sih bukan begitu, sebab sekular muncul dikaranakan latar belakang di jaman dulu kekuasaan pihak gereja katolik di eropa menimbulkan hal hal yang sangat tidak mengenakkan. Makanya akhirnya muncul pandangan untuk mengeluarkan gereja (agama) dari wilayah kekuasaan, agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi.

    Jadi sekular itu memang untuk memisahkan pemerintahan dengan agama.

  27. 28 Xaliber von Reginhild Desember 14, 2007 pukul 12:28 am

    Ah, iya, itu kan kalau dari sisi politiknya. Jadi pemisahan antara agama dengan politik. Tapi kalau definisi bahasanya yang saya lihat di kamus, sekuler itu sendiri terhitungnya ireligius. Jadi macam-macam yang ngga religius/ngga berhubungan sama agama secara kontras terhitungnya sekuler.

    Tapi itu kata kamus punya saya saja sih.😛
    Atau mungkin istilah itu jadi tercipta gara-gara latar belakang yang diceritakan itu? Semacam peyorasi.😕

  28. 29 Xaliber von Reginhild Desember 14, 2007 pukul 12:29 am

    Ah, iya, itu kan kalau dari sisi politiknya. Jadi pemisahan antara agama dengan politik. Tapi kalau definisi bahasanya yang saya lihat di kamus, sekuler itu sendiri terhitungnya ireligius. Jadi macam-macam yang ngga religius/ngga berhubungan sama agama secara kontras terhitungnya sekuler.

    Tapi itu kata kamus punya saya saja sih.😛
    Atau mungkin istilah itu jadi tercipta gara-gara latar belakang yang diceritakan itu? Semacam peyorasi.😕

  29. 30 danalingga Desember 14, 2007 pukul 6:42 am

    Oh, ternyata arti literal per kata ya? Kalo itu saya ndak tahu juga. Mungkin memmang begitu sih.😀

  30. 31 Xaliber von Reginhild Desember 14, 2007 pukul 10:35 pm

    Iya, per kata.😛
    Jadi mungkin — kalau mengacu dari istilahnya — untuk kasus yang diatas kayaknya memang kurang tepat untuk menyalahkan sekulerisme, soalnya itu kan sudah masuk politik.🙂 Kalau seperti diatas kayaknya masuknya ke sekuleritas ya, bukan sekulerisme.

    *beda -isme sama -itas aja artinya kayaknya udah beda😛 *

    Maaf yang kemarin 2x kirim, koneksinya kacau.

  31. 32 danalingga Desember 15, 2007 pukul 7:08 am

    Nah ini baru lagi,

    mang bedanya sekularisme dengan sekularitas itu apa sih?

  32. 33 Xaliber von Reginhild Desember 15, 2007 pukul 4:03 pm

    Hmm… kalau sebatas pengetahuan saya…
    Sekulerisme itu sistem dalam politik yang memisahkan antara hubungan negara dengan keagamaan. Jadi pemerintahannya ngga akan menerapkan syariat Islam, ajaran Kristen, atau apapun itu. Jadi hubungannya dengan keadaan pada negara.
    Kalau sekuleritas itu tindakan-tindakan yang ngga menunjukkan sikap religius atau ngga tampak seperti beragama dengan benar. Mungkin semacam orang Islam yang ngga pernah shalat, atau bisa juga kayak pelarangan jilbab di sebuah institusi macamnya kasus yang ada pada tulisan diatas. Jadi hubungannya dengan keadaan pada individu.

    Tapi itu sebatas pengetahuan saya aja.🙂

  33. 34 hariadhi Maret 17, 2008 pukul 12:09 am

    Hemm… udah baca Kartun Peradaban Modernnya Larry Gonnick? Ada inspirasi kenapa bisa ada orang “kebangetan” yang berani memisahkan agama dari negara.

    Sedikit tahu, banyak omong. Itulah yang bikin orang ngecap sekularisme sembarangan. Padahal pemisahan itu karena sendiri karena tindakan pemuka agama yang kelewatan meng-abuse kekuasaannya. Ujung-ujungnya rakyat menderita, bukannya makmur seperti yang digembar-gemborkan orang yang gila negara agama ituh.

    Jadi kasih tahu saya, kenapa sih terlalu paroid sama sekularisme? Padahal baca sejarahnya saja belum pernah.😆

    Gara-gara baca bulettin dakwah pas kutbah Salat Jum’at? ooooo….

  34. 35 hariadhi Maret 17, 2008 pukul 12:12 am

    ups typo, maksudnya paranoid

  35. 36 Kopral Geddoe Maret 17, 2008 pukul 5:38 am

    Gara-gara baca bulettin dakwah pas kutbah Salat Jum’at? ooooo….

    😆

  36. 37 bardek Mei 24, 2010 pukul 8:16 am

    mungkin ngaji dulu yang banyak baru ngomong islam, supaya lebih proporsional

  37. 38 jabon Agustus 18, 2010 pukul 3:29 pm

    by jabon

    mari renungkan bersama sama

  38. 39 how to get a man fall in love Juni 4, 2013 pukul 11:08 am

    Very nice article, just what I was looking
    for.

  39. 40 jilbab Agustus 21, 2014 pukul 8:05 am

    Thank you a lot for sharing this with all folks you really
    understand what you’re speaking approximately!

    Bookmarked. Please also discuss with my site =).
    We can have a hyperlink exchange arrangement among us


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juli 2007
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: