Saya Mungkin Selama Ini Musyrik

 

Sebenarnya tulisan ini sudah lama saya buat, hanya waktu aja yang sepertinya belum tepat untuk mempublikasikannya. Namun melihat perkembangan diskusi di tentang sepakbola dan agama ,  saya rasa artikel ini sudah layak turun dari peraduannya dan menyapa dunia perblogan ini.:mrgreen:

Artikel ini saya mulai dengan sebuah analogi dari kehidupan nyata :

Seorang teman, entah karena apa, hendak mengenalkan seorang gadis. Dan tentu saja saya tanya donk kira kira orangnya gimana sih? Nah mulai deh dengan berapi api si teman mulai memberikan gambaran bahwa alangkah baiknya si gadis, kecantikannya yang murni, dll lagi. Yang arahnya tentu agar saya mau mengenal lebih jauh si gadis tersebut. Wah tentu saya tertarik dunk, habis promosinya kan dahsyat gitu. Mulailah muncul bayangan seorang gadis yang kelihatan sempurna di mata saya. Dengan semangat 45 saya setuju ajalah bertemu dengan gadis tersebut.

Namun tebak apa yang terjadi dalam pertemuan? Wah kok bayangan saya tentang gadis tersebut berdasarkan katanya teman saya langsung buyar. Ternyata ada perbedaan perbedaan dengan bayangan saya sebelumnya, walau ada juga sih yang sama. Tentu saja saya kaget dan agak gimana gitu?

Setelah ketemu teman yang mencomblangin tersebut, langsung saya komplain kalo ceritanya tentang gadis tersebut ternyata ada yang tidak sesuai. Eh.. dia mesem mesem sambil berkata ” wah yang saya ceritakan itu katanya istri saya kok, dia teman kerja istri saya. Dan saya sendiri belon kenal si gadis kok. ” Halah, gitu toh, ternyata katanya katanya orang. Pantesan banyak menyimpangnya toh. Dasar!!!

Sebenarnya sih bisa saja walau apa yang di gambarkan oleh teman tentang gadis tersebut berbeda dengan kenyataan, itu tidak masalah sebab bisa jadi malah menjadikan lebih pas di hati. Tapi untuk artikel ini dianggap malah jadi tidak pas di hati ajalah jadinya, jadi saya tidak punya kewajiban untuk berterimakasih dan malahan menjadi wajar saya komplain.😆

Nah analogi di atas adalah dalam rangka mengenal seorang gadis berdasarkan katanya katanya orang. Bagaimana bila dalam rangka mengenal Tuhan ya? Bisa jadi saya telah jatuh kepada yang di sebut musyrik. Bagaimana tidak musyrik coba ketika saya selama ini ternyata menyembah Tuhan yang ada dalam imajinasi saya saja berdasarkan referensi orang orang yang ternyata juga berdasarkan referensi orang orang yang lain lagi, dst …. . Bisa bayangkan kemungkinan seperti apa penyimpangan gambaran Tuhan yang saya miliki, sebab katanya sih Nabi sebagai sumber terpercaya sudah ada penutupnya berabad abad yang lalu.

Dan jika benar bahwa memang yang saya kenal sebagai Tuhan itu hanyalah berdasarkan imajinasi saya saja, itu berarti jadinya saya ternyata selama ini menyembah yang selain Dia. Saya jadinya hanya dapat berharap setengah putus asa semoga Tuhan bisa memaklumi kalo saya ini hanya manusia biasa yang tidak dapat menjangkaunya. Jadi wajar jika saya menyembah imajinasi saja, bukan Dia yang sebenar benarnya.😉

Menurut pemahaman saya mungkin kunci mengenai masalah ini telah di beri yakni pada sebuah syarat bahwa untuk ber Islam pertama harus bersyahadat dulu . Adapun isi syahadat ini adalah:

Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh , wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullâh

Saya bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul Allah

Dari kalimat syahadat tersebut, saya di suruh bersaksi bukan sekedar mengucapkan atau percaya. Dalam hal ini bersaksi dalam term saya adalah saya benar telah menyaksikan. Jadi tidak hanya berdasarkan imajinasi saya, apalagi imajinasi yang berdasarkan imajinasi orang lain lagi yang bisa jadi berasal dari imajinasi orang lain juga. Jadi memang benar sebenar benarnya bahwa syahadat ini adalah pintu gerbang pertama untuk ber Islam . Sebab tanpa menyaksikan secara langsung, bagaimana mungkin bisa ber Islam kepadaNya? Yang ada malahan saya mungkin jatuh kepada kemusyrikan.

Jadi ketika menyaksikan ini saja saya belon lulus bagaimana mungkin saya bisa ber Islam? Bukankah selama ini ketika ada perintah untuk mendirikan shalat (menyembahNya) , kepada siapa sebenarnya ditujukan shalat tersebut? Imajinasi sayakah atau memang benar Dia? Mengerikan bukan jika ternyata saya shalat kepada imajinasi saya. Nah akibat dari tidak menyaksikan ini bakalan merembet ke semua aspek ibadah, mau tidak mau, sadar tidak sadar.

Kegiatan untuk menyaksikan ini tentunya tidaklah gampang, saya pasti perlu petunjuk. Tapi petunjuk ini seharusnya sih dari orang yang sudah menyaksikan  juga , jika tidak bisa bisa imajinasi kita atau orang lain lagi yang kita sembah . Dan petunjuk ini seharusnya bisa membuat saya untuk menyaksikan sendiri, sehingga bolehlah dengan percaya diri dapat bersaksi. Bukan malahan menciptakan imajinasi baru lagi berdasarkan kesaksian si penunjuk jalan ini, itu sama aja bohong!!!👿

Nah maka saya akan terus berusaha untuk menemukan orang orang yang sudah menyaksikan tersebut dan meminta petunjuk langsung, sehingga pada akhirnya sayapun bisa menjadi orang yang menyaksikan. Adapun mungkin yang di sebut utusan di dialog joerig dengan raja iblis  adalah orang yang telah menyaksikan ini. Kalo dalam tradisi lain bisa juga di sebut mursyid, sat guru, guru, guru tuduh, yang tercerahkan, nabi, rasul, budha, rabbi, putra dll lagi. Tapi apalah arti sebuah sebutan bukan? Yang penting sudah menyaksikan, dan bisa membuat saya menyaksikan juga. .😉
 

Adapun tujuan akhirnya adalah saya bisa dengan pasti menyebut telah ber Islam, dan bukannya seorang yang musyrik. Dan semoga saya tidak akan perlu menggigil karena malu sebab toh akhirnya saya telah berhasil membunuh  dan  mematikan  Tuhan imajinasi itu.:mrgreen:

135 Responses to “Saya <strike>Mungkin</strike> Selama Ini Musyrik”


  1. 1 zal Agustus 22, 2007 pukul 8:37 pm

    ::Abah, sebenarnya saya pengen punya perusahaan, tapi ternyata harus ada duitnya dulu, lho kan berarti nyari duit pake duit yah…😦

    ::Watonist😆 koq ngerasa dipaksa sich bro, lha wong nggole’i dhewe… coba ngga nggolek mesti engga ngerasai ada gituan… eh engga juga dink… :mrgreen

  2. 2 Shelling Ford Agustus 22, 2007 pukul 8:54 pm

    eeeeeeeeeeeeee……………………………..
    saya bingung lho…
    22nya juga; bingung beneran sama bingung bohongan.
    nah, bingung ga? bingung kan? lha wong saya aja bingung

    see?😉
    saya memang lagi bingung. bingung segala bingung:mrgreen:

  3. 3 danalingga Agustus 23, 2007 pukul 12:06 am

    @ abah dhedhot

    wah jangan bosan untuk terus memberi bocoran ya bah.😀

    Wah ternyata hijab itupun hasil imajinasi juga, sungguh kreatif berimajinasi rupanya manusia ini.:mrgreen:

    Yah, bahkan Iblis itupun seorang guru toh.😀

    @watonist & zal

    Bongkar terus bro.😀

    @shelling ford

    wah saya juga jadi bingung nih.:mrgreen:

  4. 4 abah dedhot Agustus 23, 2007 pukul 11:19 am

    @mas watonist
    Mas, Bagai matahari… terpaksa atau ngga, dia harus tunduk untuk beredar pada sumbunya dengan kecepatan yang sudah ditentukan juga. Abah juga ngikutin aja lakon yang digelar di kehidupan… ngga punya keinginan, ngga punya kehendak, ngga punya kuasa, ngga punya rencana… kata mas fredy :
    Is this the real life?
    Is this just fantasy?
    Caught in a landslide,
    No escape from reality.
    Open your eyes, Look up to the skies and see,
    I’m just a poor boy, I need no sympathy,
    Because I’m easy come, easy go, little high, little low,
    Any way the wind blows doesn’t really matter to me, to me…
    Dia Maha Meliputi segala sesuatu, ngga ada yang luput… bahkan perasaan dan arah gerak hati kita juga dalam liputan kesempurnaan Kuasa dan KehendakNYA…
    Abah ikut seneng kalo tulisan itu, petunjuknya sampai sama mas watonist… Tapi mas, abah ngga merasa itu tulisannya abah kok… Abah juga suka bingung, setelah tulisannya jadi, abah baca ulang… ternyata kandungannya merupakan hal yang baru buat abah, perlu abah cerna dulu. Pokoknya asal nulis aja, sumbernya (.. katanya sih) dari hati… (hati sanubari atau hati nurani, yah..?) Apa yang berasal / datang dari “hati” akan diterima “hati”… gitu kali yaa…?
    Kapan atuh ketemu…? silaturahmi… saling mengisi atau saling mengosongkan…? (Padahal keberadaan abah hanya ada di alam fikirannya mas watonist… he.. he.. he.. abah tidak WUJUD…).

    @mas zal…
    Betul mas memang begitu.. untuk mendirikan perusahaan diperlukan modal. Dan semua insan sudah diberikan (… dianugrahkan) modal itu. Cari duit dengan duit…? Ehm.. hampir pas. Inget ayat cermin mas zal…? Modalnya adalah bayangan duit…
    Pada intinya, kita hanya mencari… dari mana aja lah, referensi mengenai mekanisme pendirian perusahaan yang kuat dan tangguh. Jangan langsung mikirin duitnya, karena kuncinya ada pada perusahaan. Berdasarkan pengumpulan dan analisa data (…pribadi) kita akan tau perusahaan apa yang cocok sesuai dengan kita, jangan meniru jenis perusahaan punya orang lain (bahkan jenis perusahaan dosen kita sendiri, jangan ditiru..!)… pasti ngga cocok, fatal, bisa bangkrut. (setiap insan punya lakon masing-masing, dan “jalan menuju Tuhan” sabanyak bintang di langit). Yang ditiru system dan strategi management nya (… pola fikir). Gitu kali ya..? semoga sukses…!

    @mba Shelling ford
    Dulu abah juga suka bingung, tapi setelah curhat sama mas danalingga… dijamin deh ngga bingung lagi. Cuma hati-hati mas dana itu provokator masalah bongkar membongkar…

    Salam…

  5. 5 Shelling Ford Agustus 23, 2007 pukul 11:56 am

    eh, itu konotasi, kok, bah, hehehehe…
    terjebak bukan berarti benar-benar terjebak. tidak terjebak pun belum tentu sepenuhnya tidak terjebak:mrgreen:

  6. 6 zal Agustus 23, 2007 pukul 12:56 pm

    ::Abah, koq ya sulit ya Bah, lepas ..pas..pas… gitu aja…sebab membengkaknya gumpalan dikepala menjalar hingga seluruh daging…dan itu terasa lho bah…yah pegal-pegal gitu…, dan bisa berakhir jika SiPengguyon memperdengarkan ngakaknya kayak ngakak si Joe,,,baru nyadar…kalo ombak sedang diperedarkan…dasar manusia bodoh & bebal si zal ini…Bah…bolak balik digoyang yo ngga pernah nyadar…😦

    jadi kalau abah bisa nyari duit engga pake duit…???, wah kalau saya repot nih bah…bulan baru terlihat di telaga kalau bulan memperlihatkan dirinya kepada telaga…, kalau ada cara operasinya supaya bisa nyari duit engga pake duit…saya dioperasi sajalah bah…soalnya saya sudah pernah sih dioperasi itupun kata orang-orang dimimpi saya…tapi koq ya bolak-balik anfal lagi… 😦

    Eh Bah…jadi watonist itu lebih cocok bawain lagu queen ya Bah .. 😆
    dan si Dana itu provokator ya…. ganyang si Dana….hayo…serbuuuuu :mrgreen:

  7. 7 abah dedhot Agustus 23, 2007 pukul 2:46 pm

    @mas zal
    bayangan duit… ya duit juga. tanpa ada duit di depan cermin, bayangan duit di dalam cermin tidak terlihat / tidak ada. ayat duit itu kisah pendakian sang salik dalam pencariannya, hasil akhir memang yang kenal duit adalah duit (kesimpulan/kenyataan).
    melihat dengan PENGLIHATAN, bergerak dengan HIDUP, mendengar dengan PENDENGARAN… dsb.
    Yang operasi harusnya dr. Jibril, kalo yang lain suka salah prosedur…
    Bolak-balik… bukan anfal kali, tapi lagi jalan-jalan, langlang bhuwana… mengagumi bayangan didalam cermin.

    @mba shelling Ford
    Iya… setuju, kehidupan memang relatif… tidak ada yang MUTLAK.

    salam

  8. 8 danalingga Agustus 23, 2007 pukul 9:30 pm

    ehem mana itu provokator™ . *celingak celinguk*

  9. 9 abah dedhot Agustus 24, 2007 pukul 1:25 am

    @mas danalingga…
    kok… *celingak-celinguk*nya di depan cermin…? hik..kik..kik…

  10. 10 watonist Agustus 24, 2007 pukul 7:55 am

    Kapan atuh ketemu…? silaturahmi… saling mengisi atau saling mengosongkan…? (Padahal keberadaan abah hanya ada di alam fikirannya mas watonist… he.. he.. he.. abah tidak WUJUD…).

    wah … silaturahmi kan nggak harus nongkrong bareng bah … bertukar pengalaman lewat tulisan juga satu bentuk komunikasi yang indah saya rasa …😀
    tapi boleh juga usulannya … siapa berminat jadi EO nya ??😆

  11. 11 watonist Agustus 24, 2007 pukul 7:58 am

    @zal

    dan si Dana itu provokator ya…. ganyang si Dana….hayo…serbuuuuu

    ndak perlu sejauh itu kayaknya mas …
    cukup kita demo saja kedubes nya di wordpres ini, hehehe 😆

  12. 12 abah dedhot Agustus 24, 2007 pukul 6:34 pm

    @mas zal.
    setelah modal awal (…bayangan duit, yang didalam cermin) disetorkan kedalam kas perusahaan (…melebur), sang CEO, big boss di perusahaan segera menyusun AD/RT (…Al Quar’an) sebagai landasan berjalannya perusahaan, system dan strategi management… yang sudah pasti 1000% akan meraih keUNTUNGan (…DUIT). Begitu pesatnya kemajuan perusahaan sehingga modal awal sudah tidak tampak lagi (…sirna, merdeka), berubah menjadi aset perusahaan (fixed asset). Sang CEO adalah seseorang… (ehm… bukan orang sih) yang sangat piawai dalam mengelola perusahaan ini, ditunjang juga dengan susunan organisasi yang mantap dimana di duduki oleh para pejabat yang canggih pula… semua “unsur”… faham betul akan target, visi & misi perusahaan… tidak ada yang meragukan sedikit pun (.. YAQIN pisan). Dengan Bentuk perusahaan yang tangguh ini PASTI taget tercapai.
    dan berkat ada nya sang PROVOKATOR yang MERANGKAP FASILITATOR… dibongkarlah orang-orang … ehm, bukan orang… apa yah, yang pas…? yang memotori kedahsyatan kinerja perusahaan ini.
    Sebagai Big Boss MUHAMMAD RASULULLAH. dan para pejabat (… SAHABAT) perusahaan :
    Jibril as. , Mikail as. , Isrofil as. & Ijroil as.
    Abu Bakar ra. , Umar ra. , Ustman ra. & Ali ra. ditambah sahabat Wais al-Karani ra. sebagi konsultan.
    Berikutnya Kiraman as. , Katibin as. , Maningkum as. & Mukarobin as. (Rahman as. selalu ikut dikerahkan untuk konsolidasi lapangan, kalo perlu Harut & Marut bisa dilibatkan).

    Maka terang sudah… Perusahaan inlah yang pasti MA’RIFAT kepada target. Tanpa berdirinya perusahaan ini MUSTAHIL target bisa tercapai… (di dalam perusahaan inilah ILMU menempat… 4 sifat Rasulullah)

    Idealnya, yang didiskusikan oleh para hamba sahaya adalah hal yang menyangkut perusahaan… Sedangkan diskusi mengenai “target” hanya berlaku di kalangan direksi perusahaan. Hamba yang membincangkan target seperti 4 orang buta di ayat gajah… dijamin PASTI berbeda arah pandang dan persepsi… pasti rame, dan kehidupan memang harus rame supaya keAGUNGAN sang PENCIPTA sempurna WUJUDNYA.

    gitu kali ya mas…??? mohon koreksi… hatur nuhun.

    salam

  13. 13 danalingga Agustus 24, 2007 pukul 8:24 pm

    @zal

    Bah! depan cermin rupanya, ketahuan deh…:mrgreen:

    @watonist

    boleh juga tuh, gimana kalo abah aja EO nya? Soalnya aku curiga abah ini punya padepokan nih, gimana kalo di padepokan abah juga. *kabur dulu*

    @abah

    wah , kesambet apa nih abah? ampe bisa mikirnya mantep gitu .😆

  14. 14 almas Agustus 24, 2007 pukul 8:27 pm

    sayah kok terlambat ikut diskusina nih…
    *scrol balik baca lagi ah*

  15. 15 danalingga Agustus 24, 2007 pukul 8:52 pm

    silahkan mas, mumpung ada si abah yang lagi bagi bagi ilmu.😆

  16. 17 zal Agustus 31, 2007 pukul 12:20 pm

    ::cK, Alhamdulillah…makasih yaaa…udah manggil saya…😆

  17. 18 danalingga Agustus 31, 2007 pukul 8:29 pm

    @chika

    ah, anda jangan terlalu memuji gitu dunk.😛

  18. 19 abah dedhot Agustus 31, 2007 pukul 10:45 pm

    waduh,… abah juga merasa tersanjung…

  19. 20 watonist September 1, 2007 pukul 7:19 am

    gila kamu !!

    *pengen tahu, pada jawab apaan ?!😆 *

  20. 21 oddworld September 1, 2007 pukul 8:00 am

    Jauuuh di comment atas, ada commentnya mas Geddoe yang menyebutkan Tuhan sebagai Saddam Hussein versi kosmik, gmn kalau disamakan dengan Zeus versi Middle East, Lha sama-sama nggak mau ditonton ciptaan-Nya.🙂
    Mungkin yang ditakutkan para Makhluk Kosmik itu efek setelah melihat Sang Pencipta. Kita (para mortal-being ini) yang mendapat pencerahan seketika tentang kedudukan kita yang begitu tak berarti di alam semesta mengalami/melakukan “bunuh diri terhadap eksistensi kita” (karena ingin bersatu dengan Kosmik).

  21. 22 danalingga September 1, 2007 pukul 8:27 am

    @abah

    ikut ikutan aja nih.😛

    @watonist

    makasih , indah sekali.

    *ngetes teruuuuuuus😛 *

    @oddworld

    hem bisa jadi ya? Makanya kita sering di takut takuti ndak akan sanggup deh ketemu dia.😆

  22. 23 abah dedhot September 1, 2007 pukul 10:21 am

    @mas danalingga
    …abis abah ngga punya ongkos, yaa… nebeng ajah lah…

    @mas watonist
    yah… ketauan deh, biarin aja gila… yang penting pandai nyiram taneman, dan bisa ngebakar sampah… *ngga nyambung…. mentang-mentang gila, BEBAS… MERDEKA…*

  23. 24 zal September 1, 2007 pukul 1:26 pm

    :::watonist…kasihannya dan rugi besarlah kalau orang ngga memasuki kegilaan… 😆.

  24. 25 danalingga September 1, 2007 pukul 8:50 pm

    lihat komen di atas, sepertinya banyak orang gila yang berkeliaran.😆

  25. 26 abah dedhot September 1, 2007 pukul 10:25 pm

    HUUUAAAAA…..😆
    …dimana istriku… dimana anaku…
    …dimana “diriKU”… dimana “diriKU”…. DIMANA….???

  26. 27 abah dedhot September 2, 2007 pukul 12:00 am

    @mas dana
    salah… dibawah juga masih ada…

  27. 28 danalingga September 2, 2007 pukul 8:39 am

    Memang mungkin orang gila yang mau menyadari kalo telah musryik,
    Jika tidak sadar telah musyrik bagaimana mungkin untuk tidak musyrik,
    jadi ….. 😆

  28. 29 Menggugat Mualaf Juni 7, 2008 pukul 8:53 am

    mas dana, kerennnn…
    saya dapet kok maksutnya. saya juga pernah tersiksa dengan katanya.. katanya.. katanya..
    saya pusing! maka kemudian saya mengendapkan semua persepsi itu, dan mencarinya di kedalaman batin saya sendiri. bermodal kejujuran, maka semua persepsi itu bisa disatukan..
    alhamdulillah..

  29. 30 razuka Juni 9, 2008 pukul 12:55 pm

    @ kang dana
    nenek dan kakekku juga musyrik tapi kalo dikasih tau lebih marahan die die pade.

    kemusyrikan memang telah menjadi program nasional dan telah menjadi budaya turun temurun dan untuk memberantasnya hanya DIA-lah yang menetapkan hambanya menjadi selamat atau tidak itu semua hukumnya Zais bangeeet!

    yang penting buat kita hanya menjadi gila dulu baru sadar karena….hanya org gila yang berani mengatakan dirinya musyrik dan itu tanda2 orang yang akan terselamatkan…wahh itupun masih Zais bangeeet!

    yaaaah…..pokoke cuma DIA yang tau.
    -salam-

  30. 31 razuka Juni 9, 2008 pukul 1:01 pm

    @ menggugat mualaf

    carilah yang SATU maka kamu akan menyatu walau tidak benar benar bersatu tapi pastinya akan tersatukan.

    menjadi satu berarti lebih dari satu dalam kedudukan jamak hingga Boss mengatakan kami.

  31. 32 HausiaReete Oktober 27, 2008 pukul 6:36 pm

    Are you tuned in to my slender supper A joke for you! What do you get when you cross a snowman with a vampire? Frostbite.

  32. 33 jabon Agustus 19, 2010 pukul 2:34 pm

    by jabon

    saya juga merasa seperti itu


  1. 1 Sebuah Perjalanan Lacak balik pada September 11, 2007 pukul 10:49 pm
  2. 2 Kami « Sebuah Perjalanan Lacak balik pada Juli 14, 2008 pukul 10:45 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: