Rasa Cahaya

 

Kuresapi rasa tak hingga
tenggelamnya jiwa di lautan makna
melebur dalam indahnya cahaya
menjangkau alam semesta

kudengar riak ombak menyeru
menyatukan simfoni sang bayu
tetes tetes buih surgawi melenggang
jiwa yang meleburkan cahaya
menyatu rasa tiada terkira

yah, kuteriakkan dengan pasti!
rasa cahaya itu tiada terkatakan
untaian ini hanyalah tetesan

54 Responses to “Rasa Cahaya”


  1. 1 Mihael "D.B." Ellinsworth Agustus 27, 2007 pukul 7:28 pm

    Sesungguhnya saya bingung akan maksudnya…? 😕

  2. 2 danalingga Agustus 27, 2007 pukul 8:33 pm

    hanya ksatria cahaya yang akan mengerti. 😀

  3. 5 deking Agustus 27, 2007 pukul 10:35 pm

    gue juga lagi males mikir nih. 😛

    Kekekekeke kuote di atas adalah kopipais dari pernyataan Oom Dana di sini

    Gak papa kan oom? :mrgreen:

  4. 6 deking Agustus 27, 2007 pukul 10:37 pm

    Eh rasanya kok pahit ya?
    *Habis makan senter dan bola lampu* :mrgreen:

  5. 7 cK Agustus 27, 2007 pukul 10:38 pm

    arrrggghhh tidaaaakk!!!

    puisi lagi!! 😥 😥 😥

    *pusing*

  6. 8 almas Agustus 27, 2007 pukul 10:53 pm

    mungkin kita ingin menikmati cahaya bulan suci ramadhan

    *cicil makna puisinya*

  7. 9 danalingga Agustus 27, 2007 pukul 10:54 pm

    @Pak De King

    Kekekekeke kuote di atas adalah kopipais dari pernyataan Oom Dana di sini

    Gak papa kan oom? :mrgreen:

    spechless deh.

    Eh rasanya kok pahit ya?
    *Habis makan senter dan bola lampu* :mrgreen:

    anda salah makan keknya, secepatnya hubungi ulama dokter terdekat. 😆

    @chika

    hem… berarti tujuan saya tercapai nih. 😆

  8. 10 danalingga Agustus 27, 2007 pukul 11:03 pm

    @ almas

    maybe yes maybe no. 😆

    *di tunggu cicilan berikutnya*

  9. 11 Kopral Geddoe Agustus 28, 2007 pukul 12:21 am

    Ini tentang nasi bungkus, ya?

    *maaf, lagi napsu makan nasi bungkus*

  10. 12 abah dedhot Agustus 28, 2007 pukul 12:24 am

    CAHAYA…
    cahaya itu tidak dapat terlihat.
    diketahui keberadaannya… bila dia menempat pada sesuatu, sehingga sesuatu itu menjadi JELAS terlihat…
    sesuatu yang berwarna putih akan terlihat merah bila menempat cahaya merah…
    cahaya redup… menyamarkan sesuatu…
    cahaya dengan intensitas MAHA tinggi… menghilangkan pandangan… melebur sirna.

    maksudnya apa ya..???
    *LIEUR sendiri*

  11. 13 almas Agustus 28, 2007 pukul 1:15 am

    terpesona dengan kata2 abah

    *cicil lagi*

  12. 14 jejakpena Agustus 28, 2007 pukul 9:43 am

    Baca saja tapi maknanya masih direka-reka. Gak keraba jelas juga… :mrgreen:

  13. 15 danalingga Agustus 28, 2007 pukul 10:57 am

    wah si Abah boleh juga tuh. 😉

    *gi mikir buat tafsiran*

  14. 16 abah dedhot Agustus 28, 2007 pukul 11:25 am

    @mas dana…
    ditambahin lagi nih materi buat mikirnya… he.. he… (padahal clue nya…)

    CAHAYA…
    cahaya matahari, selalu manunggal dengan panasnya…
    Akan hancur dunia, bila cahaya matahari berpisah dengan panasnya.

    salam

  15. 17 zal Agustus 28, 2007 pukul 12:45 pm

    :: Dana Ya Dana….eh itu lagu yah… si Dana lagi merasukkan diri…mabok karena kecanduan…kek..kek.kek…sadar wooi sadar jangan kelamaan disana..kewajibanmu disini..!!!!
    …akh tapi memang cahaya itu memang asyik…
    …menampilkan saya dikala tersinari…
    …hingga aku berfikir kapan ku menjadi bintang…
    …yang memiliki cahaya sendiri….
    …hingga semua rasa tak menipuku lagi…
    ekh…sadar zal..sadar…emangnya kamu bulan…kek..kek..kek…. 😆

  16. 18 danalingga Agustus 28, 2007 pukul 1:40 pm

    @ abah

    Ma kasih atas cluenya bah. 😀

    Jadi matahari itu satu kesatuan dengan panasnya toh. Jadi … *mikir lagi*

    @zal

    halah, ikutan mabok juga nih zal? 😆

  17. 19 abah dedhot Agustus 28, 2007 pukul 2:22 pm

    waduh…. di saat mabok, mas zal udah ngga nyaman lagi jadi bulan….??? apa sudah saatnya bulan itu dibelah…??? selamat yaaa…

    @mas dana
    yang lagi dibahas ‘kan bukan cahaya matahari… tapi CAHAYA TUNGGAL.

    salam

  18. 20 danalingga Agustus 28, 2007 pukul 3:14 pm

    iya bah , iya. Tapi kan yang di kenal kita kita yang awam ini cahaya matahari. 😀

  19. 21 itikkecil Agustus 28, 2007 pukul 4:04 pm

    saya yang lemot ini gak ngerti Dana…..

  20. 22 danalingga Agustus 28, 2007 pukul 4:09 pm

    ndak afa afa bu. Entar mungkin bakal di sertakan artinya. 😀

  21. 23 Mr. Lee Agustus 28, 2007 pukul 5:41 pm

    Bait pertama…
    Wah, semua di dunia ini benar-benar tidak bisa didefinisikan dengan ‘pasti’ ya…

    *kabur ke padepokan buat berguru*

  22. 24 danalingga Agustus 28, 2007 pukul 6:01 pm

    Welcome home Mr. Lee 😉

    bisa juga begitu , soale semua tergantung yang merasakan toh. 😀

  23. 25 antobilang Agustus 28, 2007 pukul 9:36 pm

    pada doyan buat puisi ya?
    gak dikasih blogframe? :mrgreen:

  24. 27 danalingga Agustus 28, 2007 pukul 11:05 pm

    @ antobilang

    soalnya bingung menggambarkannya kalo bukan dengan puisi sih. Ini juga cuma tetesannya doank.

    Sempat sih kepikiran untuk make blogframe, tapi ketika ngepost puisi ini saya lupa. Jadinya ya nggak jadi lagi pake blogframe. 😀

    @049

    iya nih, soale puisi keknya paling pas kalo soal cahaya ini. 😀

  25. 28 CY Agustus 29, 2007 pukul 11:07 am

    Wah.., si Dana sudah mencapai pemahaman tingkat tinggi ttg roh dan semua agenda kerja yg disusun saat mau inkarnasi ke bumi. :mrgreen:

  26. 29 secondprince Agustus 29, 2007 pukul 4:18 pm

    wah ini gak perlu dipikirin
    biar dirasakan aja
    buang semua pikiran
    biarkan rasa melalang buana seperti cahaya

    *rasanya saya perlu belajar dengan ksatria cahaya*

  27. 30 caplang™ Agustus 29, 2007 pukul 5:50 pm

    hmm… manunggal ing kawula gusti

    *sok tau*

  28. 31 danalingga Agustus 29, 2007 pukul 5:56 pm

    @ CY

    halah mas ini, wong ini cuma igauan orang kerasukan cahaya kok. :mrgreen:

    @ secondprince

    ya, mari rasakan keindahan cahaya itu.

    *ikutan belajar ah*

    @caplang

    waduh sok tahu sampean kok sepertinya tahu ya? Jangan jangan ….

  29. 32 caplang™ Agustus 29, 2007 pukul 6:16 pm

    waduh sok tahu sampean kok sepertinya tahu ya? Jangan jangan ….

    hehehe namanya juga sok tau, mas
    jangan-jangan apa ayoo

    hanya ksatria cahaya yang akan mengerti.

    tapi saya jadi penasaran sama istilah ksatria cahaya ini
    sebenarnya mengacu kemana sih?
    saya benar2 awam dengan istilahnya
    yg ada di otak saya kok malah buku Supernova
    tapi sepertinya ga cocok
    atau ada hal lain?
    kasi petunjuk dong…

    daripada nanti malem saya tidur ga tenang
    mikirin ksatria cahaya ini

    *salam arwah penasaran*

  30. 33 danalingga Agustus 29, 2007 pukul 7:16 pm

    Coba cari di bukunya Paulo Calhoe. Eh .. benar nggak sih nulisnya. Pokoknya yang ngarang the alchemist itu deh, di bukunya kan sering tuh di sebutkan ksatria cahaya. Kalo itu cocok kali.

  31. 34 zal Agustus 29, 2007 pukul 8:26 pm

    ::halah sidana..ngarang tuh…lha wong dianya setiap hari nontonin meteor rain, koq ya..nunjukin buku…kek…kek…kekh

  32. 35 caplang™ Agustus 30, 2007 pukul 7:56 am

    ah saya belum sempet baca buku2nya Paulo Coelho
    oke makasih nanti saya coba baca

    meteor rain?
    😆

  33. 37 zal Agustus 30, 2007 pukul 1:18 pm

    ::keh..keh..kekh…si caplang pura-pura penasaran tuh sama ksatria cahaya….
    eh..eh…pura-pura penasaran engga ya…apa bisa nyadar ya…kalau tiba-tiba sudah jadi ksatria cahaya…???? kalau spiderman nyadar lha kalau…. 🙄

  34. 38 caplang™ Agustus 30, 2007 pukul 5:21 pm

    @zal
    saat tidak tahu, saya akan bertanya
    saat saya tahu, saya tetap akan bertanya
    apakah ketahuanku sudah benar?

    jadi, saya benar2 tidak tahu

    *bingung sendiri*

  35. 39 baliazura Agustus 30, 2007 pukul 5:45 pm

    mantaf..!!!
    Enaknya klo gw bisa seperti

    “melebur dalam indahnya cahaya”
    “menjangkau alam semesta”

  36. 40 danalingga Agustus 30, 2007 pukul 6:06 pm

    @zal

    biarkanlah itu jadi rahasia kita berdua. Kekekekeke…….

    @caplang

    eh meteor rain itu apa sih? *muka tak berdosa*

    @Ck

    makasih atas trackbacknya. 😛

    @baliazura

    ah, cuma omongan orang yang sedang mabuk kok bro. 😀

  37. 41 abah dedhot Agustus 30, 2007 pukul 11:23 pm

    @mas danalingga
    *ge-er, langsung nyamber*
    “meteor rain” itu artinya hujan cahaya… ehm banjir cahaya… trus tenggelam dalam cahaya… gitu kali, maksud mas zal…??? *muka penuh dosa*

  38. 42 danalingga Agustus 30, 2007 pukul 11:26 pm

    *tetep muka tanpa dosa*

    waduh , kalo itu mantep dunk abah.

  39. 43 zal Agustus 31, 2007 pukul 8:22 am

    ::caplang :mrgreen: touring lagi yuuuk…!!!!

  40. 44 caplang™ Agustus 31, 2007 pukul 10:22 am

    zal 😯 ini sapa sih?

    *mengamati sekeliling*

    *ga ada yg punya blog*

    hayuuuuuuk :mrgreen: kita turing ke bukit cahaya yak

    *biar ga OOT*

  41. 45 danalingga Agustus 31, 2007 pukul 10:38 am

    halah, ni berdua malah mo touring. Ajak ajak dunk. :mrgreen:

  42. 46 baliazura Agustus 31, 2007 pukul 7:55 pm

    “ah, cuma omongan orang yang sedang mabuk kok bro.”
    wah lebih mantaf lagi klo mabuk “CINTA” seperti
    “tetes tetes buih surgawi melenggang
    jiwa yang meleburkan cahaya
    menyatu rasa tiada terkira”

  43. 47 danalingga Agustus 31, 2007 pukul 8:28 pm

    ya bro,
    bagaimana tidak jika cahaya itu murni. 😀

  44. 48 erander September 2, 2007 pukul 10:38 pm

    Jika cahaya yang berwarna2 dijadikan satu .. maka yang muncul adalah cahaya putih. Begitu juga dengan kehidupan .. warna-warninya justru menuju kesucian.

  45. 49 danasatriya September 3, 2007 pukul 6:59 am

    intepretasi saya adalah.. orang cari senter!


  1. 1 Bulan Puasa Puisi « cK stuff Lacak balik pada Agustus 30, 2007 pukul 8:04 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Agustus 2007
S S R K J S M
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: