Kristen Esoteris

Sebelum memulai bahasan kali ini, ijinkanlah saya terlebih dahulu menyuruh nyuruh Tuhan untuk memenuhi keinginanku berdoa . Ya Tuhan yang maha segalanya, tolong beri petunjuk kepada hambaMu dalam menyusun artikel ini. Kali aja saya jadi bisa lebih bijak dari mbah Russell sehingga tidak punya keinginan menjatuhkan teori evolusi apalagi untuk menghalalkan darah orang , dan hindarkanlah aku dari ketidak percayaan . Oh iya, satu lagi ya Tuhan, tolong agar bulan puisinya bisa di perpanjang dengan limpahan ilham .
 
Ehem..Ya Tuhan seru sekalian alam, rasanya penyebaran trackback doa saya cukupkan dulu deh. Ndak enak kalo kebanyakan memanfaatkan namaMu ya Tuhan untuk kepentingan sendiri. Sebenarnya sedikit juga nggak boleh, tapi berhubung saya di beri tahu bahwa Kau maha memaafkan, maka saya menyimpulkan bahwa Kau akan memakluminya sebab bukankah saya ini memang diciptakan sebagai manusia biasa yang tidak lepas dari yang namanya salah itu. Amin.

Setiap agama mempunyai aliran yang lebih menekankan kepada pencapaian tingkat spiritual dalam usaha mengenal yang empunya kebijaksanaan, dan hal ini biasa disebut sebagai jalan yang lurus . Dan biasanya kaum spiritualis ini dianggap nyeleneh oleh penganut agama kebanyakan. Bahkan di tingkat lebih ekstrim lagi dianggap telah keluar dari agama yang di anutnya. Padahal semua itu sih lebih di sebabkan ketidakmengertian saja sehingga akhirnya timbul salah paham. Sehingga kadang muncul tuduhan seperti : “wah mereka nggak pernah sholat tuh “, padahal yang di tuduh melaksanakan sholat terus menerus tanpa terputus sedetikpun, atau ada tuduhan : “mereka tidak pernah ke gereja tuh”, padahal setiap jengkal alam semesta ini adalah gereja bagi yang tertuduh, dan banyak tuduhan yang lainnya, yang biasanya didasarkan hanya pada apa yang terlihat secara lahiriah saja.

lupa nyulik di mana nih


Makanya dalam tulisan kali ini saya ingin membagikan pemahaman saya akan salah satu bentuk spritualisme dalam salah satu agama samawi . Yup , saya akan membahas spritualisme dalam agama Kristen. Dimana aliran spritualis ini cukup di kenal dalam agama Kristen dan lebih sering disebut sebagai aliran mistisme Kristen, dan pelakunya di sebut mistikus Kristen. Semoga artikel ini berguna untuk lebih memberi pemahaman bagaimana dan apa itu spiritualisme Kristen. Sehingga tidak akan ada lagi asal melempar tuduh-menuduh secara membabi buta, padahal babi banyak toh yang tidak buta. Dan juga ada petuah bijak dari orang orang tua bahwa tak kenal maka tak sayang. Jadi semoga dengan kenal maka akan menjadi sayang.😀


Mistikus Kristen adalah sebutan orang orang yang menjalankan tradisi mistisisme Kristen, sebuah tradisi yang sudah sangat tua. Kira kira seumuran dengan agama Kristen itu sendiri. Tentunya karena membahas dari sisi Kristen, tidak afdol rasanya jika tidak di sertai ayat ayat kitab suci. Sebab jika tidak menyertakan ayat, biasanya nanti saya di tuduh tidak punya dasar dan malah bisa jadi di tuduh sedang berfilsafat hindu, seperti di postingan saya tentang keTuhanan Yesus😛


Nah setelah saya ubek ubek di wikipedia yang sakti mandraguna, maka dapat saya mulai pembahasan mistisme Kristen ini dalam tataran umum. Dimana dalam tataran umum ini bisa dianggap ada tiga ayat dari injil yang muncul sebagai dasar dari pemikiran para mistikus Kristen tersebut. Adapun ayat ayat tersebut adalah sebagai berikut:


  1. Surat Galatia 2:20 mengatakan : “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. ” (Terjemahan Baru)
  2. 2. Surat 1 Yohanes 3:2 mengatakan : “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”
  3. 3. Surat 2 Petrus 1:4 mengatakan : “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.(huruf miring ditambahkan)

Nah untuk lebih memahami akan mistisme Kristen ini , maka akan saya coba membedah makna dari ayat ayat tersebut dengan segala daya referensi yang telah saya peroleh dari perjalanan saya sampai saat ini. Moga moga referensinya cukup, jika masih kurang ya moga moga ada pembaca yang dapat menambahkannya. Saya ini bukan orang fasis kok, jadi jangan takut untuk memberi masukan.😀 Ok berhubung ruang operasinya dah siap, akan saya mulai proses pembedahannya :

Surat Galatia 2:20 mengatakan bahwa:
Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Terjemahan Baru)

Sebuah ayat yang sangat indah sekali. Adapun arti ayat ini adalah bahwa si aku sang ego manusia (nafsu duniawi) telah di salibkan menggunakan ajaran Kristus. Dan kini aku yang telah mengalami hidup baru merupakan repersentasi Kristus itu sendiri, atau istilah kerennya manunggaling kawulo Kristus hal ini dinyatakan dalam ayat yang berbunyi “… melainkan Kristus yang hidup di dalam aku…” . Jadi hidupku sekarang adalah hidup yang telah sepenuhnya melebur dalam penyerahan total kepada kehendakNya.

Surat 1 Yohanes 3:2 mengatakan bahwa:
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Lagi lagi sebuah ayat yang sangat indah. Adapun dari ayat ini dapat di maknai bahwa sebelum Kristus menyatakan dirinya, maka kita ini walaupun ngakunya anak anak Allah tapi belum tahu apa apa tentang ke ilahian sebab belum menyaksikannya sendiri. Nah ketika Kristus telah menyatakan diri-Nya di dalam kita, maka kita akan menjadi sama seperti Dia. Lagi lagi hal ini bisa disebut sebagai bentuk dari manunggaling kawulo Kristus toh. Sebab ketika Kritsus menyatakan diri-Nya di dalam kita maka di situlah kita dapat melihat (menyaksikan) Dia yang sebenar benarnya Dia, atau lebih jauh lagi kita menyaksikan ke ilahian itu. Bukan hanya sekedar katanya katanya lagi . Sebab dengan pernyataan diri Kristus tersebut maka semua hal tersebut telah menjadi sebuah yang nyata.😀

Surat 2 Petrus 1:4 mengatakan bahwa :
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.(huruf miring ditambahkan)

Ayat ini lebih membahas bagaimana kondisi sehingga bisa mencapai hal yang ada di 2 ayat sebelumnya, yakni untuk mencapai manunggaling kawulo Kristus. Dalam ayat ini di sebutkan bahwa kita bisa menjadi bagian dalam kodrat ilahi, atau boleh di sebutkan melebur dalam ke ilahi an itu sendiri. Dan di sebutkan juga bahwa dengan begitu berarti kita telah luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Yang dapat saya tarik sebuah kesimpulan bahwa selama ini yang menghalangi kita untuk berhubungan secara langsung dan apa adanya dengan kodrat ke ilahia an itu adalah hawa nafsu duniawi ini, dan sepertinya di setiap agama yang saya kenal juga menyatakan demikian. Jadi kuncinya adalah bagaimana kita menangani apa yang di sebut hawa nafsu duniawi ini. Perlu ditekankan hawa nafsu duniawi ini harus diartikan secara luas, yakni segala keinginan yang membuat kita terikat pada dunia ini.😀

Semoga dari hasil pembedahan makna ayat ayat di atas kita bisa lebih memahami apa dan bagaimana itu spiritualitas dalam Kristen. Adapun di wikipedia tentang mistisisme Kristen di sebutkan bahwa:

Dua tema penting dalam mistisisme Kristen adalah (1) identifikasi sepenuhnya bersama Kristus (imitatio Christi atau “meniru Kristus sepenuhnya”), untuk mencapai kesatuan antara roh manusia dengan roh Allah; dan (2) penglihatan atau pengalaman yang sempurna tentang Allah, di mana sang mistikus berusaha memahami Allah “sebagaimana Ia ada,” dan bukan lagi “melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar” (Surat 1 Korintus 13:12)

Kedua tema penting mistisisme Kristen tersebut dalam bahasa saya adalah:

1. Dengan menerapkan ajarang Kristus sepenuhnya diharapkan akan menjadi Kristus itu sendiri sehingga dapat mengenal roh Allah.
2. Usaha ini dalam rangka untuk benar benar menyaksikan Allah apa adanya, di mana nafsu duniawi itu telah di taklukkan atawa cermin itu telah di pecahkan.

Dan tampaknya ada benang merah maknanya dengan kalimat syahadat dalam Islam di postingan saya tentang kemungkinan musyrik ya? Terutama bagian untuk “menyaksikan” sendiri itu. Tanya ken…napa ?:mrgreen:

Oh iya sekedar tambahan silahkan dinikmati pemahaman dari Anthony De Mello salah satu mistikus Kristen yang saya kagumi . Sebenarnya saya juga mengagumi pemahaman dari St. Fransiskus Asisi yang ucapan syukurnya memicu saya untuk senantiasa bersyukur dalam kondisi apapun. Namun sayangnya saya belum berhasil menemukan karyanya yang lain. Jika ada yang dapat memberitahu di mana saya bisa menikmati karya dari St. Fransiskus Asisi ini , saya ucapkan terima kasih yang sebesar besarnya.😀
 

Kridit :

  1. Mistisme Kristen on wikipedia
  2. Kitab Suci Kristen
  3. Bagi yang kena trekbek, terimakasih banyak.😆
  4. Gambar lupa ngambil di mana.

38 Responses to “Kristen Esoteris”


  1. 1 caplang™ Agustus 31, 2007 pukul 10:39 am

    kenapa tidak pakai frase manunggaling kawulo gusti?
    apa gusti itu ber-beda2?

  2. 2 danalingga Agustus 31, 2007 pukul 10:53 am

    itu hanya masalah sebutan, esensinya ya itu itu juga kok.😀

  3. 3 Heureuy™ Agustus 31, 2007 pukul 1:55 pm

    eh bener kata caplang™ tuh … manunggaling kawulo gusti kan lebih familiar di Indonesia …

    atau hanya di Jawa ya ???

  4. 4 k* tutur Agustus 31, 2007 pukul 4:44 pm

    oh……., ini tentang wihdatul wujud?
    hmmm, seperti Syekh Siti Djenar?!

  5. 5 Rizma Agustus 31, 2007 pukul 5:15 pm

    eh kebetulan banget, tadi Ma baru diceritain tentang Katolik Kharismatik gitu, tentang mengamalkan ajaran Kristen gitu, yang dengan kembali ke ajaran aslinya,,
    *eh nyambung ga ya?*🙄

    eh itu yang bahasa jawa apa artiyna??😕

  6. 6 danalingga Agustus 31, 2007 pukul 8:27 pm

    @Heureuy™

    Ya juga sih, tapi berhubung tulisan ini dalam konteks kekristenan jadinya ya begitu.😀

    @K*tutur

    ndak kok, ini tentang spiritualisme dari kristen.

    @Rizma

    eh kebetulan banget, tadi Ma baru diceritain tentang Katolik Kharismatik gitu, tentang mengamalkan ajaran Kristen gitu, yang dengan kembali ke ajaran aslinya,,
    *eh nyambung ga ya?*🙄

    keknya sih ndak nyambung.😛

    eh itu yang bahasa jawa apa artiyna??😕

    kira kira maksudnya melebur dalam cahaya sejati, seperti yang saya singgung di puisi rasa cahaya.

  7. 7 baliazura Agustus 31, 2007 pukul 8:32 pm

    Posting yang bagus, salut coklut.

  8. 8 Kang Adhi Agustus 31, 2007 pukul 9:31 pm

    Kalau mau googling tentang St fransiscus asisi, bisa pakai kata kunci “francis assisi”, di wikipedia ada, atau bisa lihat juga http://www.americancatholic.org/Features/Francis/default.asp atau http://www.pathguy.com/francisc.htm

    semoga berguna.

  9. 9 danalingga Agustus 31, 2007 pukul 9:36 pm

    @baliazura

    thanks.😀

    @kang adhi

    Saya dah sering gogling tuh, tapi ndak nemu nemu juga. Btw, makasih atas linknya.😀

  10. 10 fertobhades Agustus 31, 2007 pukul 10:01 pm

    Ajaran Kristen pertama kali adalah ajaran esoterik, karena Yesus sendiri adalah seorang Esoteris/Sufi. Penyangkalan diri, memikul salib, menjadi seperti Kristus, dan lain-lain. Lebih menekankan pada dimensi spiritualutas dari agama. Dalam perkembangannya kemudian menjadi lebih melembaga dan memasukkan aspek duniawi di dalamnya.

    Bahkan bagi beberapa orang Muslim Sufi, mereka benar-benar mengikut cara hidup Yesus (Isa) sebagai seorang esoteris dan meninggalkan kenikmatan duniawi.

  11. 11 Dimas Agustus 31, 2007 pukul 11:37 pm

    Great posting dan. Ya memang menarik membahas hal-hal esoteri, karena ujung-ujungnya akan mengalir ke sumber yang sama. Sebagaimana bola lampu yang berada di rumah kita memiliki tingkat pencahayaan yang berbeda-beda tetapi semua cahaya itu berasal dari aliran listrik yang sama. Begitu ujuga para Nabi dan manusia suci membawa ilmu kebijaksanaan dari sumber yang sama.

    Yang menarik dari kata-kata Isa a.s adalah hampir seluruh perkataan beliau adalah perkataan bermakna esoteris karena Nabi Isa memang lebih menekankan ajaran langit. Berbeda dengan ajaran Musa a.s yang lebih menekankan ajaran dunia kepada umat yahudi dan Nabi Muhammad Saw yang membawa ajaran yang seimbang antara dunia dan langit.

    Beberapa perkataan Isa a.s yang sangat esoteris lainnya:

    “Kecuali orang yang akan dilahirkan kembali, siapa pun tidak akan bisa melihat kerajaan Tuhan” (Yohanes 3:3).

    Dalam sufisme, semua manusia adalah ‘mati’ dan yang ‘hidup’ adalah mereka yang telah suci nafsnya. Semua manusia adalah ‘mayat’ berjalan dan manusia sejati adalah mereka yang telah mengenal diri atau nafs mereka (Insan Kamil). Istilah “terlahir kembali” dalam sufisme ditujukan kepada manusia telah ‘mengenal dirinya’ atau ‘mengenal nafsnya’ pada tingkatan yang sempurna. Mereka yang telah ‘terlahir kembali’ telah mengalami ‘mati sebelum mati’, suatu keadaan dimana ego telah tunduk kepada qalb yang suci yang merupakah amanah Ilahi. So, mereka yang telah ‘terlahir kembali’ dengan izin Tuhan mampu untuk kembali kepadanya atau istilahnya “setetes air yang menyatu kedalam Samudera”

    ayat lainnya yang begitu indah:

    “Tidakkah kamu tahu bahwa kamu adalah kuil Tuhan dan bahwa ruh Tuhan bersemayam di dalam kamu? Karena candi Tuhan adalah suci dan kuil itu adalah kamu.” (Korintus 3:16-17).

    Ayat di atas memiliki esensi yang sama dengan sebuah Hadis Qudsi yang berbunyi:
    “Tidak memuat-Ku bagi-Ku petala langit dan bumi-Ku, yang memuat-Ku hanyalah qalb hamba-hamba-Ku yang mu’min.”

    Kalo kita membaca kata-kata para mistikus Kristen, maka esensinya pun sama, yaitu tawhid, menyembah Tuhan Yang Esa.
    Beberapa mistikus Kristen yang sangat bijak yang saya ketahui adalah:

    Meister Eckhart: http://en.wikipedia.org/wiki/Meister_Eckhart

    Pierre Teilhard de Chardin: http://en.wikipedia.org/wiki/Pierre_Teilhard_de_Chardin

    dan satu lagi Eckhart Tolle: http://www.eckharttolle.com/

    Mereka semua sangat bijak.

    Semoga bermanfaat dan menambah kecintaan kita kepada Sang Kebenaran.

    Oiya, kalo cari infomasi sebaiknya cari yang berbahasa Inggris karena lebih lengkap. Ini alamat Francis of Assisi yang saya temukan di wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Francis_of_Assisi

  12. 12 joyo September 1, 2007 pukul 12:39 am

    manggut2 dapat ilmu baru

  13. 13 zal September 1, 2007 pukul 1:15 am

    :: Dan bulan dengan cahayanya …menuju asal cahaya…..kemarin tgl 28 08 ada gerhana lho… 😆 *emang ngapa yak…*

  14. 14 danalingga September 1, 2007 pukul 8:24 am

    @ferthobades

    Ajaran Kristen pertama kali adalah ajaran esoterik, karena Yesus sendiri adalah seorang Esoteris/Sufi. Penyangkalan diri, memikul salib, menjadi seperti Kristus, dan lain-lain. Lebih menekankan pada dimensi spiritualutas dari agama. Dalam perkembangannya kemudian menjadi lebih melembaga dan memasukkan aspek duniawi di dalamnya.

    Iya nih, kalo saya membaca ucapan ucapan Yesus memang sangat esoteris sekali. Dan tidak bisa tidak bahwa Yesus itu memang seorang Sufi.

    Dan ketika sebuah ajaran mulai melembaga, maka di situlah mulai kepentingan manusia menjadi semakin dominan.

    Bahkan bagi beberapa orang Muslim Sufi, mereka benar-benar mengikut cara hidup Yesus (Isa) sebagai seorang esoteris dan meninggalkan kenikmatan duniawi.

    Kalo saya pahami sih Yesus tidak meninggalkan kenikmatan duniawi, tapi Dia telah menaklukkan nafsunya. Itu saja, sehingga kita melihat kehidupannya seolah olah telah meninggalkan kenikmatan duniawi. Eh.. tapi kenikmatan duniawi ini bisa juga sebagai lambang terhadap nafsu itu ya?😀

    @dimas

    Great posting dan. Ya memang menarik membahas hal-hal esoteri, karena ujung-ujungnya akan mengalir ke sumber yang sama. Sebagaimana bola lampu yang berada di rumah kita memiliki tingkat pencahayaan yang berbeda-beda tetapi semua cahaya itu berasal dari aliran listrik yang sama. Begitu ujuga para Nabi dan manusia suci membawa ilmu kebijaksanaan dari sumber yang sama.

    Wah, sebuah analogi yang sangat bagus bro. Dan buat apa meributkan lampu siapa yang paling terang, toh yang beli lampunya kita sendiri. Dan mau seterang apapun lampunya , tetap tidak akan menjadi sumber listrik itu sendiri.

    Yang menarik dari kata-kata Isa a.s adalah hampir seluruh perkataan beliau adalah perkataan bermakna esoteris karena Nabi Isa memang lebih menekankan ajaran langit. Berbeda dengan ajaran Musa a.s yang lebih menekankan ajaran dunia kepada umat yahudi dan Nabi Muhammad Saw yang membawa ajaran yang seimbang antara dunia dan langit.

    Wah menarik nih bro, ternyata begitu ya? *manggut manggut*
    Dan hal ini sepertinya di sebabkan perbedaan umat yang di hadapi oleh masing masing utusan tersebut.:mrgreen:

    Beberapa perkataan Isa a.s yang sangat esoteris lainnya:

    “Kecuali orang yang akan dilahirkan kembali, siapa pun tidak akan bisa melihat kerajaan Tuhan” (Yohanes 3:3).

    Dalam sufisme, semua manusia adalah ‘mati’ dan yang ‘hidup’ adalah mereka yang telah suci nafsnya. Semua manusia adalah ‘mayat’ berjalan dan manusia sejati adalah mereka yang telah mengenal diri atau nafs mereka (Insan Kamil). Istilah “terlahir kembali” dalam sufisme ditujukan kepada manusia telah ‘mengenal dirinya’ atau ‘mengenal nafsnya’ pada tingkatan yang sempurna. Mereka yang telah ‘terlahir kembali’ telah mengalami ‘mati sebelum mati’, suatu keadaan dimana ego telah tunduk kepada qalb yang suci yang merupakah amanah Ilahi. So, mereka yang telah ‘terlahir kembali’ dengan izin Tuhan mampu untuk kembali kepadanya atau istilahnya “setetes air yang menyatu kedalam Samudera”

    ayat lainnya yang begitu indah:

    “Tidakkah kamu tahu bahwa kamu adalah kuil Tuhan dan bahwa ruh Tuhan bersemayam di dalam kamu? Karena candi Tuhan adalah suci dan kuil itu adalah kamu.” (Korintus 3:16-17).

    Ayat di atas memiliki esensi yang sama dengan sebuah Hadis Qudsi yang berbunyi:
    “Tidak memuat-Ku bagi-Ku petala langit dan bumi-Ku, yang memuat-Ku hanyalah qalb hamba-hamba-Ku yang mu’min.”

    yup, memang sangat indah bro. Dan maknanya sungguh dalam dan menunjukkan bahwa memang sumbernya itu dari yang satu yakni sang Kebenaran,
    Dan semua bermuara pada mengenal diri berarti mengenal Kebenaran.😀

    Meister Eckhart: http://en.wikipedia.org/wiki/Meister_Eckhart

    Pierre Teilhard de Chardin: http://en.wikipedia.org/wiki/Pierre_Teilhard_de_Chardin

    dan satu lagi Eckhart Tolle: http://www.eckharttolle.com/

    Mereka semua sangat bijak.

    Semoga bermanfaat dan menambah kecintaan kita kepada Sang Kebenaran.

    Oiya, kalo cari infomasi sebaiknya cari yang berbahasa Inggris karena lebih lengkap. Ini alamat Francis of Assisi yang saya temukan di wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Francis_of_Assisi

    thanks atas linknya, semoga sang Kebenaran itu memberikan tetesannya.😀

    @joyo

    hem…:mrgreen:

    @zal

    kalo kita kapan nih menuju asal cahaya?😆

  15. 15 abah dedhot September 1, 2007 pukul 10:35 am

    @mas danalingga
    kalo kita kapan nih menuju asal cahaya?
    *nyamber… kaya bensin*
    pada saat 2/3 malam.
    intensitas cahaya yang sangat tinggi, dengan lebih dari intensitas 1000 cahaya bulan.

    @mas zal
    gerhana bulan… untuk menegaskan bahwa itu bukan cayaha sejati, memang mesti di belah… *srek… srek…. ngasah golok*

  16. 16 Hileud September 1, 2007 pukul 11:51 am

    Ah…pokoknya ntar Natal banyak kado….

  17. 17 Hileud September 1, 2007 pukul 11:55 am

    sekali lagi ah abis gak ada avatarnya

    Come on brothers lets go down ! don’t you want to go down !

    Down in the river to pray…

  18. 18 Herianto September 1, 2007 pukul 12:30 pm

    Mm…
    Semacam sufisme gitu ya di Islam…
    Saya malah pernah dengar kalo sufisme muslim itu banyak yang terinspirasi dari ajaran nashrani… 🙂

  19. 19 CY September 1, 2007 pukul 1:58 pm

    @Dimas
    “Kecuali org yg akan dilahirkan kembali, siapapun tidak akan bisa melihat kerajaan Tuhan”

    Kalo dari pandangan saya sepertinya kata2 “akan dilahirkan kembali” itu menggambarkan situasi di dunia roh, dimana saat akan inkarnasi jadi manusia itu lho. Jadi seolah2 roh kita berada di “ruang transit”, nah saat itu kita akan bisa melihat kerajaan Tuhan dalam bentuk ribuan roh yg pulang pergi dari dan ke bumi, dan merasakan esensi Tuhan itu sendiri dalam sensasi yg sulit dilukiskan indahnya.

    *pemahaman aliran sesat nih…* :mrgreen:

  20. 20 CY September 1, 2007 pukul 1:58 pm

    waduh, salah setting nih jadi miring semua tulisannya.

  21. 21 zal September 1, 2007 pukul 2:25 pm

    ::butuh 100 hari agar padi berubah jadi beras yang bagus
    ::butuh dua pulug satu hari agar telur mejadi anak ayam yg cantik
    ::butuh 10 hari agar kepompong menjadi kupu-kupu yang indah…

    ::jika kutahu bahwa aku terbuat dari tanah dan bumipun begitu…
    ::jika kutahu memahami makna mengapa perlu ziarah kubur…
    ::jika kutahu makna cerita bangkitnya hantu dari kubur
    ::jika kutahu makna mengapa memanggil jailangkung dan jailangkungpun datang..
    ::jika kusadari makna menyebutkan hantu dengan cepat dalam 2 kali saja ada essensi yang lain…
    aku akan merasa tak merugi lagi…karena telah kutahu maksudnya…aku ada..apa itu reingkarnasi….apa itu kembali…apa itu cahaya…apa itu sidana….keh..keh..keh… aku sudah jadi gendoruwo….keh..keh..kkeh…
    tapi sayangnya …..aku tak tahu…. 😦

  22. 22 deKing van de Dreef September 1, 2007 pukul 4:52 pm

    Sudah lupa kemarin mau komentar apa, lha pas mau komentar eh malahan tulisannya direcall sementara:mrgreen:

  23. 23 danalingga September 1, 2007 pukul 8:48 pm

    @ abah

    Wadauw bensin.😆
    Tapi sepertinya bensin bisa dengan cepet menciptakan cahaya, sehingga laronpun dapat melebur dalam cahaya.:mrgreen:

    pada saat 2/3 malam.
    intensitas cahaya yang sangat tinggi, dengan lebih dari intensitas 1000 cahaya bulan.

    ah si abah suka pake bahasa kode neh. Untung bukan kode togel.😛

    @hileud

    Entar natal bagi aku kadonya ya teman.😀

    Come on brothers lets go down ! don’t you want to go down !

    Down in the river to pray…

    Just ask me when you go down. I will acompany you.😀

    @zal

    lah jika kamu tidak tahu apalagi aku?🙂

    @Pak De King

    halah malah lufa.😛
    Iya pak di recall sebab sajennya belon lengkap.😆

  24. 24 vino September 2, 2007 pukul 1:01 pm

    wuahhh…
    jembar tenan pangewuhnya…
    *salut*

  25. 26 indiegal September 2, 2007 pukul 7:59 pm

    OOT sih nihhh…

    Mo nanya mas, kok ada iklan Radio Karo Akses Global ??
    Itu apa karena mas Danalingga Karonese juga ato gimana ?

    Pan yg disini Karonese ?
    Hehe…

    Just ask ^_^

  26. 27 danalingga September 2, 2007 pukul 8:54 pm

    Ok , sekali sekali nggak apa apa OOT, tapi jangan sering sering ya?😀

    yup, saya seorang karonese. Are we cool?😆

  27. 28 deKing van deDreef September 3, 2007 pukul 1:41 pm

    Sorry…kemarin2 sibuk pindahan rumah, makanya gak bisa komentar serius😀
    halah padahal gak pernah komentar serius

    Mmmm membaca tulisan ini saya jadi ingat salah satu kutipan dalam bukunya Benedict Spinoza:

    He who loves God cannot strive that God should love him in return

    …cinta pada Tuhan yang benar2 sudah ikhlas

  28. 29 danalingga September 3, 2007 pukul 3:45 pm

    wah, bijak banget. Apa efek dari pindah rumah nih?😀

  29. 30 deking September 3, 2007 pukul 6:05 pm

    Apa efek dari pindah rumah nih?

    Efek pindah rumah adalah secara drastis keadaan saya berubah menjadi fakir bandwidth😦

    Sekarang dengan terpaksa (atau senang hati ya?) menggunakan wireless milik tetangga…gratis tetapi dengan resiko koneksi naik turun.

  30. 31 sigid September 7, 2007 pukul 4:13 pm

    padahal setiap jengkal alam semesta ini adalah gereja

    Jadi ingat motto-nya St.Ignatius : Contemplativus in actione
    Kalo tertarik buku Little Flowers of St. Francis of Assisi ada disini mas :
    http://www.ccel.org/ccel/ugolino/flowers.html
    Di CCEL banyak buku bagus termasuk The Spiritual Exercises punya St.Ignatius

  31. 32 sigid September 7, 2007 pukul 4:13 pm

    Jadi ingat motto-nya St.Ignatius : Contemplativus in actione
    Kalo tertarik buku Little Flowers of St. Francis of Assisi ada disini mas :
    http://www.ccel.org
    Di CCEL banyak buku bagus termasuk The Spiritual Exercises punya St.Ignatius

  32. 33 danalingga September 7, 2007 pukul 4:26 pm

    Pak De King

    bagus donk pak.😆

    @sigid

    thanks
    *menuju tkp*

  33. 34 sigid September 7, 2007 pukul 4:30 pm

    Mas, ini ada link lagi :
    http://www.sacred-texts.com/chr/wosf/index.htm
    Isinya :
    The Writings of St. Francis of Assisi, 1905, Fr. Paschal Robinson, The Dolphin Press

  34. 35 sigid September 7, 2007 pukul 4:39 pm

    Di sacred-texts ada banyak bahan (sampai males mbacanya:mrgreen: ) tapi kalau mau lagi di salah satu website Fransiscan juga ada di http://www.franciscan-archive.org/patriarcha/opera/fwintro.html

  35. 37 dewo September 9, 2007 pukul 1:32 pm

    Cool…
    Terima kasih atas artikel yang sangat mencerahkan.

    GBU


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Agustus 2007
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: