Siapa Berani Sebut Dirinya Bukan Kafir ???

Terinspirasi dari tulisan lae jarar tentang kafir kafiran,  yang menantang keberanian orang orang muslim untuk mengkafirkan Bunda Teresa . Dan ternyata ada juga yang menyambut tantangan tersebut dengan tanpa ragu ragu mengkafirkan Bunda Teresa. Sungguh mengagumkan memang, sebuah sikap yang sudah sangat yakin. Tanpa ada secuil keraguan pun.

Sungguh jauh dengan sikap saya yang masih penuh keragu raguan ini. Alih alih mengkafirkan Bunda Teresa yang saya kagumi itu. Malahan keraguan itu membuat saya jadi punya pikiran aneh mempertanyakan kekafiran diri sendiri. Jadi inget pikiran aneh saya yang lain nya tentang kemungkinan musyrik . Tampaknya pikiran aneh kali ini masih senafas dan sejiwa dengan postingan tersebut. Kira kira pikiran aneh tersebut adalah  sbb:

Apakah jika ada yang menantang saya untuk tidak mengkafirkan diri sendiri malah ndak berani jawab?

Sebab dalam pikiran saya yang sering rancu ini, jika di bilang saya ini tidak kafir, tapi kok rasanya ada (kalo nggak mau di sebut banyak) tingkah laku saya yang mencerminkan kekafiran? Misalnya menjalimi diri sendiri dan orang lain, korupsi kecil kecilan, suka menghina orang, sering terbakar emosi hingga membakar orang lain, selalu mengharapkan imbalan jika beramal, membom orang sambil tersenyum manis, mengkafir kafirkan orang lain seenak udel (lah… kalo ini masuk tindakan kafir nggak ya?), dll lagi tindakan yang kok rasanya malah semakin memperjelas kalo saya ini ternyata masih tertutup dari apa yang di sebut Kebenaran itu.

Nah , lantas dari pikiran kepada diri sendiri itu muncul sebuah pertanyaan renungan pada manusia manusia yang kebetulan membaca tulisan ini.

Apakah ada orang yang berani sebut dirinya tidak kafir?

Sungguh jika pertanyaan itu di arahkan kepada diri saya, terus terang saya belum berani menjawab dengan tegas kalo saya ini tidak kafir. Mungkin agar batin saya tenang, saya akan sedikit berdiplomasi menjawab bahwa saya ini memang masih kafir, tapi sedang menuju apa yang di sebut tidak kafir itu. Oh iya, agar tidak salah duga dan salah tebak , tolong pahami bahwa term kafir yang saya pakai adalah term kafir mas harry . Entahlah kalo ada term kafir yang lain, yang akan membebaskan saya dari label kafir ini. Tentu akan saya sambut dengan tangan terbuka dan rasa terima kasih sebesar besarnya. Sebab telah membebaskan saya dari prasangka  sendiri bahwa saya ini masih kafir.

Tapi jika term anda tersebut malahan membuat saya jadi kafir dengan lebih sukses, nggak usah di kasih tahulah. Tolong kasihani saya agar tidak makin terpuruk, bisa bisa malah saking terpuruknya, jadinya saya pendek akal dan milih bunuh diri . Kan anda malah dapat dosa karena menyebabkan manusia yang berguna seperti saya ini hilang dari peredaran panggung sandiwara yang sedang rame ramenya ini .Dan tentu sungguh sayang tuh kesucian anda jadi ternoda hanya karena alasan sepele yang demikian. Mendingan diam aja, toh katanya orang banyak diam itu emas.😛

Tapi itu kan pikiran saya ya? Kira kira bagaimana pikiran umat umat ? Mungkin saja ada orang yang dengan tegas (setegas ketika mengkafirkan Bunda Teresa ) menyatakan dirinya tidak kafir. Sungguh jika memang ada, sepertinya saya memang harus berguru kepada orang tersebut. Sebab sepemahaman saya, bahwa hanya orang yang telah mengenal (melihat ?) Tuhan sepenuhnya  dan mendapat stempel tidak kafir dari Nya langsung, yang bisa dengan tegas menjawab dirinya tidak kafir. Sungguh layak orang seperti ini diangkat menjadi guru bukan?😀 Dan jika gurunya seperti ini maka apa yang disangka kristenisasi  seharusnya bukan ancaman toh.😉

139 Responses to “Siapa Berani Sebut Dirinya Bukan Kafir ???”


  1. 1 Sharipuddin Januari 5, 2008 pukul 1:04 am

    CY

    Kekafiran maksud silap sama sekali

  2. 2 Sharipuddin Januari 5, 2008 pukul 1:08 am

    Joyo

    Teresa memang baik dan kalau ada 10 org macam tu memang dunia baik juga.
    Sayangnya Mother Teresa kafir

  3. 3 Sharipuddin Januari 5, 2008 pukul 11:42 pm

    Selagi Mother Teresa tidak menyatakan dengan jelas bahawa Allah itu satu-satunya maka jelas ia kafir.
    Danalingga mengharap agar Mother Teresa ada menyatakan di hati bahawa Allah adalah satu-satunya agar ia tidak diiktiraf tidak kafir gitu.
    Saya melihat secara lahiriah tidak secara batinnya, itu hanya Teresa yang tahu dari sudut pandangan saya sebagai seorang Muslim.

  4. 4 Sharipuddin Januari 6, 2008 pukul 12:39 pm

    Danalingga kata
    waduh jangan putus asa gitu dunk mbak, lebih baik kita terus berusaha untuk menuju bukan kafir itu.

    Jawabnya
    Anda terperangkap dengan kata-kata anda itu.
    Cari apa yang terperangkap ya…

  5. 5 Sharipuddin Januari 6, 2008 pukul 12:46 pm

    Danalingga kata
    Dari mana anda yakin kalo inilah tafsir yang benar dari pengertian kafir itu?
    Coba deh baca term kafir di http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/. Semoga lebih paham lagi.

    Jawabnya
    Saya sudah baca dan apa yang dikatakan itu benar juga tapi yang selalu saya bicarakan ialah yang paling asas sekali bagi orang yang baru mengenali Islam.
    Yg dibicarakan dlm blog suluk tu telah agak mendalam.
    Asas utma mengenali kafir atau tidak ialah Allah SWT satu-satunya tuhan kita.

  6. 6 Sharipuddin Januari 6, 2008 pukul 12:54 pm

    Danalingga kata
    Dan apa yang anda pahami tentang muslim? Sehingga saya bisa mengerti mengapa anda menyebut yang diluar muslim itu kafir.

    Jawabnya
    Sebagai Muslim saya berusaha mengajak agar yang bukan muslim akan menjadi Muslim dan keluar dari kekafiran.

  7. 7 danalingga gi fakir bandwith Januari 6, 2008 pukul 2:46 pm

    @Sharipuddin

    Selagi Mother Teresa tidak menyatakan dengan jelas bahawa Allah itu satu-satunya maka jelas ia kafir.
    Danalingga mengharap agar Mother Teresa ada menyatakan di hati bahawa Allah adalah satu-satunya agar ia tidak diiktiraf tidak kafir gitu.
    Saya melihat secara lahiriah tidak secara batinnya, itu hanya Teresa yang tahu dari sudut pandangan saya sebagai seorang Muslim.

    Artikel ini tidak membicarakan kekafiran mother theresia sebenarnya. Tapi membicarakan apa kita juga yang mengaku tidak kafir itu, sebenarnya kafir atau bukan?

    Dan posisi saya tidak seyakin anda yang menyebut mother theresa itu kafir. Sebab yang tahu kafir atau tidaknya Mother theresa hanya Tuhan dan mother theresa sendiri yang tahu. Sebab bagi saya bukan lahiriah yang menentukan kekafiran, tapi batiniahlah yang menentukannya. Sebab apa yang dilihat mata lahiriah kita, belum tentu seperti itu yang dilihat oleh Tuhan.

    Jika boleh saya berpendapat, anda melihat mother theresia itu kafir secara lahiriah bukan?
    Tapi anda tidak tahu bagaimana sebenarnya batiniah mother theresia itu, dan bagaimana anggapan Tuhan terhadap batin mother theresia itu, begitu bukan? Atau anda tahu?

    Anda terperangkap dengan kata-kata anda itu.
    Cari apa yang terperangkap ya

    Terjebak bagaimana? Wong saya akui saya masih merasa kafir kok. Syukur-syukur ternyata Allah tidak mencap saya kafir.:mrgreen:

    Tentu lain dengan anda yang sudah merasa tidak kafir, syukur-syukur cap tidak kafir itu langsung dapat dari Allah sehingga sah dan benar.:mrgreen:

    Saya sudah baca dan apa yang dikatakan itu benar juga tapi yang selalu saya bicarakan ialah yang paling asas sekali bagi orang yang baru mengenali Islam.
    Yg dibicarakan dlm blog suluk tu telah agak mendalam.

    Asas utma mengenali kafir atau tidak ialah Allah SWT satu-satunya tuhan kita.

    Lah, itulah term kafir yang di pakai di artikel ini. Jadi kalo pake term kafir yang nggak mendalam ya, jadinya tidak nyambung.:mrgreen:

    Dan sebenarnya artikel saya ini mengajak kita merenung dan menilai diri sendiri, apakah sebenarnya kita ini kafir atau tidak? Daripada sibuk mengkafir-kafirkan orang lain, kan lebih baik menilai diri sendiri dulu.

    Jadi sebelum melakukan yang seperti anda itu, dimana anda sudah memastikan kalo mother teresa itu kafir, dan bahwa anda tidak kafir. Sebaiknya di renungkan dulu. Sebab anda mengakui Nabi Muhammad dan Allah itu esa, bukan jaminan bahwa anda itu tidak kafir. Jika ternyata pengakuan anda itu hanya ikut-ikutan, dan belum “menyaksikan” Allah sebenarnya.

    Tapi yah, sepertinya anda memang sudah sangat yakin kalo anda itu tidak kafir. Jadi ya selamatlah untuk anda, dan doakan saya untuk dapat mencapai ketidak kafiran juga.😀

    • 8 irma Mei 7, 2011 pukul 9:06 am

      sbagai hamba alloh kt pasrahkan smua pd allaoh , saat ini agama kt emg bnyak mengalami kritikan n kecaman ,tp sy ttp brpgang teguh pd kprcayaan sy, itulah yg bs kt lakukan .1 hal yg trpnating hindari anak2 kt dari faham2 mnyesatkan .kt hdp bkn mncri syurga atau mnhndari neraka.krna kt tak kuasa mnolak ktntuan alloh,kt hdp bagai nilai ke iklasan dlm mnjalani ktntuan allah,syurga n neraka kt tk tau pd siapa alloh berikan .alloh lwbih tau akan hamba2nya yg briman.sbaiknya kt hadapi hdp dgn iklas dari lubuk hati plg dlm.kt hnnya manusia biasa tmptnya khilap n lupa.alloh adalah tuhan , tiada tuhan delain alloh.

    • 9 irma Mei 7, 2011 pukul 9:14 am

      sbagai hamba alloh kt pasrahkan smua pd allaoh , saat ini agama kt emg bnyak mengalami kritikan n kecaman ,tp sy ttp brpgang teguh pd kprcayaan sy, itulah yg bs kt lakukan .1 hal yg trpnating hindari anak2 kt dari faham2 mnyesatkan .kt hdp bkn mncri syurga atau mnhndari neraka.krna kt tak kuasa mnolak ktntuan alloh,kt hdp bagai nilai ke iklasan dlm mnjalani ktntuan alloh,syurga n neraka kt tk tau pd siapa alloh berikan .alloh lwbih tau akan hamba2nya yg briman.sbaiknya kt hadapi hdp dgn iklas dari lubuk hati plg dlm.kt hnnya manusia biasa tmptnya khilap n lupa.alloh adalah tuhan , tiada tuhan selain alloh.

  8. 10 abah dedhot Januari 6, 2008 pukul 4:40 pm

    ah mas dana mah… “kafir terhadap dunia…”😆

  9. 11 johnjaiz Januari 6, 2008 pukul 10:53 pm

    Kulonuwun…Permisi…numpang nimbrung…

    weleh….weleh…Apa masih membahas masalah kafir?

    kenapa meributkan masalah kafir wong yang punya aja gak pernah ribut?
    lah…siapa lagi kalo bukan yang maha punya….
    wong kita cuma wayang…yang dilakonin kemana Sang Dalang melakoninya kan sama dengan yang hidup dilakoni oleh yang maha hidup di dalam kehidupan..

    Gitu aja kok repot….

  10. 12 abah dedhot Januari 7, 2008 pukul 9:33 am

    @pak johnjaiz
    justru itu pak… yang “repot” ini ‘kan yang ngga ‘eling’ bahwa ‘diri’nya hanya sekedar wayang. padahal wayang aja punya dimensi berat, tinggi bahkan wayang pada saat lahir sudah punya baju, sarung lengkap dengan asesoris…
    seperti yang abah alami kemaren itu pak, inget..?
    setelah ditafakurkan, ternyata “kegelisahan & ketakutan” itu bersumber dari… “hati sanubari” abah yang belum “eling”, belum terima, belum ridho untuk diperjalankan / ditempatkan / dilakonkan sebagai penghuni NERAKA. meskipun ‘pengetahuan’ terus “berteriak” untuk segera ridho & menerima lakon itu… dan memang pantas “ancaman yang sangat mengerikan” (dari yang MAHA PENGASIH) itu abah terima… abah masih eksis, belum bisa jujur, menghianati rasulullah, memulyakan selain AKU… melalaikan “sasahidan”.
    Ternyata predikat “kafir” masih terlalu mulya untuk abah….
    salam

  11. 13 Sharipuddin Januari 10, 2008 pukul 10:37 pm

    Danalingga
    Bukakah saya sudah mengatakan iaitu soal hati Mother Terresa saya ngak tau tapi secara lahirnya dia tidak mengesakan Allah SWT satu-satunya, maka secara lahir beliau kafir.
    Thread ini sebenarnya lanjutan dari thread Siapa berani kata Mother Teresa kafir,kerana itu ada kaitannya bila dibincangkan.

  12. 14 danalingga Januari 10, 2008 pukul 10:56 pm

    @johnjaiz

    Saya sih sebenarnya nggak meributkan john, tapi mengajak melihat diri masing masing aja, daripada melihat orang lain lantas mengkafirkannya.

    @Sharipuddin

    Masalahnya ya di situ itu, apa cukup secara lahiriah (itupun lahiriah dari sudut pandang anda manusia) untuk memastikan seseorang itu kafir.

    Seingat saya ada satu ayat di AQ yang menyebutkan hanya Allah lah yang pantas menilai hambanya, atau anda ingin mengambil alih tanggung jawab tersebut?

    Dan thread ini bukan lanjutan dari Siapa berani kata Mother Teresa kafir, tapi hanya renungan yang timbul dari thread tersebut. Dan renungannya adalah melihat diri sendiri, daripada melihat orang lain (mis. mother theresia). Jadi tidak relevan kalo membicarakan mother theresia.

    Tapi kalo membicarakan mengenai bagaimana itu kafir secara universal, saya kira masih masuk konteks artikel ini.

  13. 15 johnjaiz Januari 13, 2008 pukul 4:21 pm

    # abah Dehdot

    “abah masih eksis, belum bisa jujur, menghianati rasulullah, memulyakan selain AKU… melalaikan “sasahidan”.

    Waduh bah…kalo itu mah cucu juga gak tau caranya…karena tidak ada jawabannya dikitab primbon manapun yang menerangkan tentang “Rasa”..
    karena kalo ada Primbon yang bisa menerangkan tentang Rasa maka batallah Primbon itu, karena tak terbatas hanya dapat diterangkan dengan yang tak terbatas juga..jika ada Primbon yang menjelaskan itu namanya Kisah dan pengalaman hidup si.empunya Primbon …kayak Ceritanya Jenar dari Om Dana…

    karena hanya diri yang dapat menerima dan mentasdik keberadaannya lewat Mr.Sir”M”…karena mereka ini saling bersahabat sejak dulu…dan tak terpisahkan..seperti Bos dg Rekan bisnisnya…yang selalu siap melaksanakan arahannya bos demi kemajuan bisnis yang dibangunnya…

    Jangan merendahkan diri, karena diri muncul untuk mentasdikan keberadaanNya…karena Pribadi hanya dapat dirasakan dan dipahami hanya dengan Dirinya,maka ada arahannya pada Man arafan Nafsahu..
    Karena sesungguhnya Diri itu adalah Pribadi itu sendiri….(Insan Kamil)

    seperti melihat Hp bagus..diToko Handphone yang menjelaskan bagusnya adalah Mr.M sipenjual hp,karena dia yang tau harga dan kualitas Hp itu dipasaran…siapa yang nyuruh pergi dan melihat ketoko hp ya tentu si.Bos karena dia tau akan kebutuhan anak buahnya dan tau dimana dijual hp yg dibutuhkan itu..lantas apa anak buah mau membantah akan kebutuhan hp.nya yang sudah usang dan ketinggalan jaman..itu namanya dia sudah ingkar terhadap keinginan dirinya sendiri..ingkar dg dirinya berarti dia juga ingkar dg bosnya dan ingkar juga kepada sipenjual hp bahwa hp yang ditunjukkan adalah yang terbaik buat dirinya..

    waduh…jadi panjang dan ngelantur nih bah….hi…hi…hi
    mungkin om zal dan om dana dapat meringkaskan masalah si.bos dan penjual hp itu..

    # Om dana..

    memang ada yang kuberikan…petunjuk dan memang ada yang kuberikan kesesatan….semuanya dapat dibalik2 hanya dengan Ridho dan taksirNya….hi…hi…hi
    memang dibutuhkan den.jenar2 agar dapat meng-islamkan yang ber-KTP Islam..

    Salam

  14. 16 Wahyu.S Februari 9, 2008 pukul 10:58 am

    semua pandangan dalam tiap agama pasti berbeda.

    nasrani pasti menganggap muhamad adalah nabi palsu
    begitupun islam pasti gk setuju kalau isa disembah

    kalau kalian emang yakin ama agama kalian kenapa kalian takut di cap kafir oleh agama lain ?

    APA KARENA KALIAN GK 100% PERCAYA DGN AGAMA YG KALIAN ANUT ?

    masa iya kalian mau masuk surga di setiap agama yg ada di bumi ?

    gw aja kgk tertarik masuk surga agama nasrani
    silahkan aja kalo mau kutuk gw supaya masuk neraka, karena gw percaya ama surga agama gw sendiri.

    lagian emang kalo nge CAP kafir = menghina ?

  15. 17 danalingga Februari 9, 2008 pukul 11:04 am

    Bos wahyu,

    Sebelum emosi coba ngaca dulu deh. Apakah agamamu telah membuat kamu bertemu sama Allah? Kalo belon , buang aja agama itu nggak ada gunanya.😆

  16. 18 Wahyu.S Februari 12, 2008 pukul 1:31 pm

    emang agamu pernah bikin kamu ketemu ma tuhan ?
    plg2 dlm bentuk patung

    gak ada yg bisa jawab pertanyaan gw diatas ya ?

  17. 19 danalingga Februari 12, 2008 pukul 4:18 pm

    Bah! Mang anda tahu agama saya?😆

    Mas, jika memang agama hanya bisa mengenalkan patung, ya saya buang juga.

    Nah sekarang gimana? Dan mengenal Tuhan belon melalui agamanya? Kalo belon saya sarankan di buang aja tuh agama.😛

    Oh iya, saya mau berterimakasih atas komennya, sebab telah memacu saya untuk membuat sebuah tulisan. Silahkan baca https://danalingga.wordpress.com/2008/02/12/buang-saja-agama-itu/ .:mrgreen:

  18. 20 Wahyu.S Februari 13, 2008 pukul 6:19 am

    jawaban anda kyknya kok gk nyambung ya ?
    coba jawab pertanyaan saya dulu.

    apa bisanya cm ngajak muter2 aja ?
    cape nanti saya

  19. 21 danalingga Februari 13, 2008 pukul 4:56 pm

    Maaf mas, habis pertanyaan mas kan di tujukan buat nasrani atau kristen kan ya? Jadi saya ndak merasa berhak jawab.😛

    Oh, iya jika mas emang dah baca artikel saya maka akan kelihatan saya tidak mempermasalahkan istilah kafir itu. Hanya mengajak sebelum kita menjudge kekafiran orang lain, maka marilah kita memeriksa kekafiran diri sendiri dulu.

    Nah sekarang jawab pertanyaan saya juga dunk, apa agama anda telah membuat anda mengenal Tuhan?

  20. 22 Sharipuddin Februari 13, 2008 pukul 9:05 pm

    Danalingga ni membawa fahaman JIL bahkan kemiripannya kepada stu agama yang bukan Isloam bukan gitu Dana, sebab Quran bukan panduannya,kok dia pake otak saja.

  21. 23 danalingga Februari 13, 2008 pukul 9:57 pm

    yah, terserah kamulah mo cap saya apa. Mo cap kafir juga silahkan.😆

  22. 24 Wahyu.S Februari 14, 2008 pukul 10:58 am

    oke
    dalam agama saya tidak semua nabi pernah bertemu tuhan, lalu apa alasan buat orang awam seperti saya pernah bertemu dgn tuhan ?
    kalo saya orang yg lebih mandang yg didepan mata buat apa saya memeluk agama ? kenyataannya belum ada 1 pun orang yg saya kenal pernah melihat tuhan, saya sendiri belum pernah ketemu mukzizat. ujung2nya saya jadi atheis.

    dalam kamus bahasa indonesia makna kafir adalah tidak mempunyai agama, berbeda jg dgn makna kafir menurut islam yg artinya adalah tidak beragama islam. (trus kalo anda tidak mempercayai agama islam buat apa meributkannya ?)

    sori saya kira om danalingga orang nasrani.

    saya memeriksa kekafiran saya ? saya rasa saya tidak kafir menurut agama yg saya anut karena saya percaya 100% kepada agama yg saya anut.

  23. 25 danalingga Februari 14, 2008 pukul 5:05 pm

    Selamat jika anda memang merasa bukan orang kafir. Semoga Allah juga sama anggapannya dengan anggapan sampean. :mrgreen:

  24. 27 winata1610@gmail.com April 7, 2008 pukul 11:59 am

    Definisi kafir
    Kafir berasal dari bahasa arab yang artinya menutupi sesuatu, atau menyembunyikan kebaikan yang telah diterima atau tidak berterima kasih. Bentuk jama’ dari kafir adalah kafirun atau kuffar. Dalam al-Quran, kata kafir dengan berbagai bentuk kata jadinya disebut sebanyak 525 kali. Kata kafir digunakan dalam al-quran berkaitan dengan perbuatan yang berhubungan dengan Tuhan, seperti mengingkari nikmat-nikmat Tuhan dan tidak berterima kasih kepada-Nya (QS.16:55, QS. 30:34), lari dari tanggung jawab (QS.14:22), menolak hukum Allah (QS. 5;44), meninggalkan amal soleh yang diperintahkan Allah (QS. 30:44). Namun yang paling dominan, kata kafir digunakan dalam al-Quran adalah kata kafir yang mempunyai arti pendustaan atau pengingkaran terhadap Allah Swt dan Rasul-RasulNya, khususnya nabi Muhammad dan ajaran-ajaran yang dibawanya.

    Ditinjau dari segi bahasa, kata kafir tidak selamanya berarti non muslim, karena ada penggunaan kata kafir atau pecahan dari kata kafir seperti kufur, yang bermakna inkar saja, tidak sampai mengeluarkan seseorang dari keislaman. Contohnya kufur nikmat, yaitu orang yang tidak pandai/mensyukuri nikmat Tuhan, atau dalam istilah lain disebut sebagai kufrun duna kufrin (kekufuran yang tidak sampai membawa pelakunya kafir/keluar dari islam).

    Secara istilah, kafir adalah orang yang menentang, menolak, kebenaran dari Allah Swt yang di sampaikan oleh RasulNya. atau secara singkat kafir adalah kebalikan dari iman.

    Dilihat dari istilah, bisa dikatakan bahwa kafir sama dengan non muslim. Yaitu orang yang tidak mengimani Allah dan rasul-rasul-Nya serta ajarannya.

    Jenis-jenis kafir.
    Merujuk kepada makna bahasa dan beragam makna kafir dalam ayat al-Quran, Kafir terbagi menjadi beberapa golongan, diantaranya adalah:

    Kafir harbi, yaitu kafir yang memusuhi Islam. Mereka senantiasa ingin memecah belah orang-orang mukmin dan bekerja sama dengan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak dahulu (QS. 9:107).

    Kafir ’Inad yaitu kafir yang mengenal Tuhan dengan hati dan mengakui-Nya dengan lidah, tetapi tidak mau menjadikannya sebagai suatu keyakinan karena ada rasa permusuhan, dengki dan semacamnya. Dalam al-Quran mereka digambarkan seperti orang-orang yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Allah, mendurhakai rasul-rasul Allah Swt, dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang menentang kebenaran (QS.11:59).

    Kafir inkar, yaitu yang mengingkari Tuhan secar lahir dan batin, Rasul-rasulNya serta ajarannya yang dibawanya, dan hari kemudian. Mereka menolak hal-hal yang bersifat ghaib dan mengingkari eksistensi Tuhan sebagi pencipta, pemelihara dan pengatur alam ini. Mereka seperti penganut ateisme. (QS. 2:212) (QS. 16:107).

    Kafir kitabi. Kafir kitabi ini mempunyai ciri khas tersendiri di banding dengan kafir-kafir yang lain, karena kafir kitabi ini meyakini beberapa kepercayaan pokok yang dianut Islam. Akan tetapi kepercayaan mereka tidak utuh, cacat dan parsial. Mereka membuat diskriminasi terhadap rasul-rasul Allah dan kitab-kitab suciNya, terutama terhadap Nabi Muhammad dan Al-Quran. Dalam al-Quran mereka disebut sebagai ahlul kitab, Mereka adalah orang yahudi dan nasrani.
    Dilihat dari macam-macam kafir di atas dan masih ada lagi beberapa istilah kafir, maka kata kafir adalah istilah yang sangat umum, istilah bagi orang yang mengingkari Allah dan RasulNya serta ajaran yang dibawanya, mereka bisa dari kalangan yahudi, nasrani, ateis, majusi, hindu, budha, konghuju dan yang lainya, yang tidak mengimani Allah dan Rasul-rasulnya serta ajarannya. Mereka semua adalah non muslim.

    Sebenarnya jika mereka memahami arti dan konsekuensi dari kata non muslim, sama saja mereka mendengar kata kafir secara istilah. Hanya mungkin kedengarannya lebih halus, ketimbang disebut sebagai kafir.

    Orang-orang kafir berakhlak mulia?
    Bisa saja orang-orang kafir berakhlak baik, seperti jujur, tidak korupsi, tidak berzina, berbuat baik dengan tetangga, menyantuni orang miskin, dll. Namun akhlak baik itu tidak cukup untuk menghapuskan status dia dari katagori orang kafir, manakala mereka tetap ingkar kepada Allah, atau ingkar kepada rasul-rasulnya termasuk Nabi Muhammad dan ajarannya.

    Dalam al-Quran surat almaidah ayat 5: dihalalkan bagi kalian…..perempuan-perempuan yang terjaga kehormatannya dari ahli kitab (yahudi / nasrani). Artinya ada dari kalangan mereka yang secara manusiawi melakukan akhlak atau perilaku yang baik.

    Dalam kehidupan sehari-hari, tidak seharusnya seorang muslim memanggil orang kafir dengan sebutan kafir (wahai orang kafir), meskipun seorang muslim wajib yakin bahwa orang selain islam adalah kafir karena al-Quran telah jelas menyatakan hal itu.

    Rasulullah Saw dalam berinteraksi dengan orang-orang yahudi, atau orang musyrik, kafir quraisy, yang mana mereka adalah golongan orang-orang kafir, Rasulullah tidak memanggil dengan sebutan ”ya kafir”. Tapi beliau menyebut misalnya orang yahudi, nasrani, qurays, bahkan ketika mengirim surat ke raja romawi menggunakan kata-kata ”ya adhimu rum”.

    Jadi yang perlu di fahamkan adalah definisi kafir, katagori kafir dalam Islam, dan ketika penyebutan kata-kata kafir, tidak selamanya mempunyai konotasi beraklak buruk, jahat, dan sifat-sifat kotor lainnya. dan tidak juga pelecehan nilai-nilai kemanusiaan, karena semua manusia adalah ciptaan Allah. dan dari segi humanity semua manusia adalah saudara. Akan tetapi penyebutan kata kafir lebih kepada masalah keimanan, dimana mereka tidak mau mengimani Allah Swt sebagai Tuhan, dan Muhammad Saw sebagai RasulNya serta mengingkari ajaran-ajarannya. Dan kafir secara istilah sama saja dengan makna non muslim, artinya jika mereka rela dipanggil non muslim, sebenarnya tanpa disadari mereka rela dipanggil kafir dari perspektif islam. Wallahu a’lam.

  25. 28 Menggugat Mualaf Juni 7, 2008 pukul 8:53 am

    mas dana,
    kata kafir memang agak terasa kasar di hati, karena sempat digunakan tuk mendefinisikan sesuatu yang berbeda dg sesuatu yang lain. padahal kalau saja kata kafir itu diberdirikan sendiri, siapapun bisa terkena definisinya..

    tapi sederhanakan saja deh,
    hindari mengkafirkan..
    mari bertanya saja sama diri sendiri : “muslimkah saya??”

    itu saja sudah rumit loh, kalau mau di dalami. ya ga??😉

    salam hangat..

  26. 29 adib September 10, 2008 pukul 3:19 pm

    bunda theresa mungkin manusia yg berbudi luhur,suka menolong dan tidak pandang ras,agama dan segudang kebaikan lainnya akan tetapi saudaraku……. Nasrani,majusi,yahudi (non muslim) mereka semua adalah kafir dan mereka kekal di neraka.Bagi non muslim yg mengganggap islam tidak bijak,tidak baik karena gampang banget orang sebaik bunda theresa dianggap kafir maka suruhlah mereka belajar alquran dan al hadist agar tahu kebenaran,kesempurnaan islam bila mereka tidak mau maka cukup katakan saja lakum dinukum waliyadin..bagi ku agamaku..bagimu agamamu.

    Note : Bagi saudara muslim yg ragu thd kekafiran non muslim dan kekekalan mereka di neraka,banyaklah membaca alquran agar pikiran anda tidak sesat dengan pertanyaan2x hati yg sesat.Allah yg maha bijak bukan anda.

  27. 30 Deva Februari 28, 2009 pukul 1:11 pm

    Kenapa ya Tuhan mengajarkan untuk dengan gampangnya mengkafirkan sesama hambaNya. aku sih ndak masalah mau dikafirin atau tidak yang penting Tuhanku masing sayang ama aku. aku nih mah tidak tau definisi kafir sama ndak ya dengan kapiran

  28. 31 Noname September 7, 2009 pukul 1:50 pm

    di kutip dari si penulis “Jadi inget pikiran aneh saya”, Memang anda aneh. Kalo boleh dijawab apa yg sudah kamu perbuat untuk kebaikan muslim mu sendiri? “adinya saya pendek akal dan memilih bunuh diri” memang anda pendek akal tulisan anda tidak membangun tapi aneh dan mengarang terlalu jelek.. Usaha manusia mencari Tuhan..digolongkan menjadi : 1. Manusia mencari Tuhan seperti anemisme. dan dinamisme ” menyembah pohon, batu, matahari dan segala yg ada di bumi” atau kepercayaan nenek moyang. 2. Mulailah manusia berfikir bahwa segala sesuatu ada yg menciptakan langit, air, matahari, bulan dan bintang apa lagi setelah manusia merasakan kehilangan sesama yang dikasihi dan disayangi.(ini berarti usaha manusia mencari Tuhan..Munculah para nabi-nabi yang menawarkan surga buat manusia. 3. Apakah ada nabi yang menawarkan surga tapi sebelum menawarkan surga dia sudah pernah tinggal di surga??? kalo ada sebutkan di Quran mana? dan siapa nabi itu?? karena yg saya cari menuju surga bukan surga palsu??

    • 32 joko Oktober 7, 2010 pukul 4:23 pm

      Dalam islam orang yang berIMAN itu harus percaya yang GAIB seperti ALLAH, malaikat, Surga Neraka itu adalah gaib orang Islam yang tidak percaya yang gaib maka mereka tidak berIMAN.

      dan dalam islam : sebaik apapun manusia itu termasuk bunda theresa kalo dia bukan muslim maka semua amalannya laksana fatamorgana………..TQ

  29. 33 Noname September 7, 2009 pukul 2:12 pm

    Nabi Muhammad dan Al-Quran. mungkin dia seorang nabi tapi umat-ya jahat. mulutnya berbisa sia-sia kamu jadi nabi. lihat perbuatan mereka apa lagi yg keluar dari ucapannya. tuhan-mu kecewa tidak punya kasih, napsu membalas dendam, pintar mencemooh, pendusta,Fitnah, suka berjinah “Pologami” minta dikasihani, banyak hutang makanya sama Bangsa Malaysia di rendahkan. mereka juga Islam tapi tidak munafik seperti https://danalingga.wordpress.com, membalikan fakta dan kebenaran. itulah yang terpancar dari artikel diatas. Yang paling penting sunat hati-mu bukan barangmu- hehehehehe..

  30. 34 Noname September 7, 2009 pukul 2:20 pm

    Kamu si pembuat kejahatan..danalingga Nabi Muhammad membenci anda maka anda patut bunuh diri. bikin malu agama islam mati saja kamu. biar masuk neraka islam. taukan kalo diajaran agama Islam. orang yang berkata bohong apa hukumanya apalagi di meng-fitna, Muhammad aja tidak pernah menafsirkan seperti itu. kata-kata sipembohong dan pembuat keributan. kamu cuman profokator. memalukan jijijijijijijijijiji….

  31. 35 Ibeng. September 7, 2009 pukul 8:02 pm

    Bukankah devinisi kafir dalam islam tidak mengakui ALLAH sebagaì tuhan dan muhammad sebagai rasul.
    yang jelas si terasi kafir, karena tidak mengakui muhammad sebagai rasul.
    malah paulus di anggap rasul.
    kalau menurut agama bang lingga,bagaimana devinisi kafir…?
    ape gak ada kafir ya.. gak ada iman.

  32. 36 rama Juli 24, 2010 pukul 10:48 pm

    aku adalah murni kafir 100000000% dan aku tidak malu

  33. 37 Jabon Agustus 9, 2010 pukul 12:29 pm

    jabon

    mari kita hidup damai di dunia ini dan saling intropeksi diri

  34. 39 nabila Mei 5, 2011 pukul 9:09 pm

    noname km ngerti akidah agama dak. apa km tau lw manusia mati itu kmn dpt hukuman ap tdk.didunia,kt salah aj dpt hukuman dr manusia. nah lw km slh ma allah.belajar lah dulu tntng islam dh itu br ngmng


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: