Kematian Ke 3

” telah meninggal” jawab ibuku di ujung telpon.

Kematian ke 3 itu datang juga
menyapa setelah ke 1 dan ke 2
Entah siapa di kematian ke 4?

Selamat pulang ke rumah
suatu saat nanti aku kan menyusul
entah di kematian ke berapa?

 

44 Responses to “Kematian Ke 3”


  1. 1 deKing September 14, 2007 pukul 11:30 pm

    Ikutan nunggu giliran😀

  2. 3 Mrs. Neo Forty-Nine September 14, 2007 pukul 11:42 pm

    mohon maaf Dan, Siw lagi sibuk TM…jadi ndak bisa komen
    😎
    :mrgreen:

  3. 4 alex September 15, 2007 pukul 12:01 am

    Bukan kematian benar menusuk kalbu
    Keridhaan-Mu menerima segala tiba

    Sajak Chairil untuk kematian neneknya ini, sampai sekarang masih membekas…😐
    Mati itu pasti, tapi… kesiapan kita menerima penerimaan-Nya itu yang tidak pasti…

  4. 5 hoek September 15, 2007 pukul 12:02 am

    innalillahi wa inna ilaihi roji’un…

    turud berduka cita kawand…

  5. 6 antogirang™ September 15, 2007 pukul 12:06 am

    ada yang bilang “The first step to eternal life, is you have to die.”
    apapun itu, saya mencium adanya aroma kehilangan disini, turut berduka😦

  6. 7 danalingga September 15, 2007 pukul 12:33 am

    @Pak De King

    ndak usah di tunggu pak, entar juga datang sendiri.😀

    @Ck

    kenafa mpok?

    @nyonya 049

    iya , saya maafkan.

    @alex

    hem… kok bisa kebetulan gitu ya?
    Dan sepertinya coretan ini juga akan terus membekas pada saya.

    @hoek

    amin. sebab memang dari situlah asalnya.
    terimakasih.

    @antogirang

    terimakasih. kehilangan adalah bagian dari hidup.

  7. 8 deKing September 15, 2007 pukul 12:40 am

    ndak usah di tunggu pak, entar juga datang sendiri.

    Lha iya nunggu kok belum datang2 juga:mrgreen:

    *Ditampar 999 kali*

    Mmmm memang benar yang lebih penting adalah bekal dan kesiapan kita untuk menghadapi kematian.
    Tapi…
    Ada ungkapan yang menyatakan “We’ll never know ’til we’ve tried”
    Apakah itu berarti untuk mengetahui kesiapan (untuk menghadapi kematian) harus mengalami yang namanya mati terlebih dahulu?:mrgreen:

    *Ditendang 9999 kali*

  8. 9 fertob September 15, 2007 pukul 2:23 am

    *bingung, tapi nendang deking 999 kali*

    ini tentang apa ya mas ?

  9. 10 cK September 15, 2007 pukul 4:15 am

    @ fertob
    tentang kematian, om…

    *menyebarkan bunga kamboja*

  10. 11 erander September 15, 2007 pukul 5:01 am

    Selain perubahan .. kematian juga adalah hal yang pasti.

  11. 12 rozenesia September 15, 2007 pukul 5:12 am

    Entah kenapa bahasan kematian sedang populer di WP…😦

    Hiks…😥

  12. 13 danalingga September 15, 2007 pukul 8:49 am

    @Pak De King

    *heran, nafa pak de semangat banget*

    Lha iya nunggu kok belum datang2 juga :mrgreen:

    sabar pak, soale kematian masih sibuk ngurusin yang laen.😛

    Mmmm memang benar yang lebih penting adalah bekal dan kesiapan kita untuk menghadapi kematian.
    Tapi…
    Ada ungkapan yang menyatakan “We’ll never know ’til we’ve tried”
    Apakah itu berarti untuk mengetahui kesiapan (untuk menghadapi kematian) harus mengalami yang namanya mati terlebih dahulu? :mrgreen:

    sepertinya memang harus mengalami dulu pak, mau di ajarin cara mengalami kematian nggak nih?😉

    @fertob yang gi bingung

    hanya coretan tentang kematian seseorang yang kebetulan saya kenal bang.😀

    @Ck

    bunga kambojanya sangat berarti.😀

    @erander

    nah itu dia, jadi untuk apa di tungguin toh. *lirik pak de*

    @rozenesia

    mungkin karena memang lagi banyak yang berpulang.😉

  13. 14 watonist September 15, 2007 pukul 11:43 am

    rayakan … rayakan …🙂

  14. 15 'K, September 15, 2007 pukul 12:05 pm

    turut berduka aja dah oom
    sambil siapin bekal untuk nyusul,,someday

  15. 16 CY September 15, 2007 pukul 12:15 pm

    Yg perlu ditakuti bukan kematiannya, tapi apakah semua skenario kehidupan yg perlu dipelajari utk pengembangan roh diri sudah dipenuhi sebelum ajal menjemput.

  16. 17 danalingga September 15, 2007 pukul 12:30 pm

    @watonist

    semoga memang layak dirayakan.😀

    @’K

    makasih.😀
    bekal terbaik saya kira adalah latihan mati.

    @CY

    jika sudah bisa dipenuhi, maka kematian itu menjadi suatu yang patut dirayakan.😉

  17. 18 secondprince September 15, 2007 pukul 1:29 pm

    kematian itu kehidupan yang baru
    tapi entah kenapa masih saja takut
    * ah itu saya maksudnya*

  18. 19 Mihael "D.B." Ellinsworth September 15, 2007 pukul 4:33 pm

    Mati lagi ?

    Tapi toh, Kematian sendiri berbuah kehidpuan lagi, bukan ? Yang pasti setelah kematian, ada seseorang lagi yang akan menorehkan sejumlah kata – kata dalam hidupnya.
    😀

  19. 20 marwan September 15, 2007 pukul 5:53 pm

    aslkm..
    kematian???huah pengen konsen ke persiapan setelah mati aja deh,,
    wassallam

  20. 21 danalingga September 15, 2007 pukul 9:08 pm

    @secondprince

    Kita takut lebih di sebabkan ketidak tahuan bagaimana itu mati dan ada apa setelah mati.😀

    @DB

    Yup, lagi dan bakalan ada lagi lagi yang lain.😀

    Tapi kematian itu serasa sangat menakutkan dan menyedihkan jika kita tidak tahu ada apa di mati itu sendiri.

    @marwan

    walaikum salam wr. wb.:mrgreen:
    Bagaimana mungkin kita bersiap pada setelah mati, jika sama mati itu sendiri kita nggak kenal?:mrgreen:

  21. 22 sanggardewa September 15, 2007 pukul 10:44 pm

    emang mau mati brp kali bro…

  22. 23 zal September 16, 2007 pukul 12:02 am

    ::sanggardewa, kira-kira sekarang ini, kehadiranmu ke dunia yang keberapa kali… apa yakin kalau baru pertama kali..:mrgreen:

  23. 24 danalingga September 16, 2007 pukul 1:24 am

    @sanggardewa

    Pengennya sih cukup sekali aja bro. Tapi apa daya, berhubung agak oon jadinya harus sering ngulang.:mrgreen:

  24. 25 Resta September 16, 2007 pukul 1:32 am

    adalagi yang mati … (kayak judul lagu iwan fals)

  25. 26 evelyn pratiwi yusuf September 16, 2007 pukul 1:30 pm

    Emang siapa yang meninggal sih?
    Mati kok pake kematian ke xx segala?
    Aneh…😦

  26. 27 danalingga September 16, 2007 pukul 6:23 pm

    Yang mati orang dekat saya sih.😀

    Maksud saya, inilah kematian no. 3 di antara orang dekat saya. Mungkin yang ke 1 dan ke 2 telah terangkum dalam coretan di sini

  27. 28 Bachtiar September 16, 2007 pukul 6:45 pm

    hoeh saya bingung . siapa sih ?

  28. 29 marwan September 16, 2007 pukul 9:03 pm

    aslkm..
    hmm,,,yaaah kalo kita bisa mengenal bagus lah,,,tapi gmn caranya??berbagi ilmu dunk???thanx a lot…
    kalo misalnya kita sudah persiapin semuanya dengan menjalankan semua perintahNYA dan menjauhi laranganNYA, pasti kita g takut deh dengan kematian..Tuhan Maha Adil…
    kalo udah siap dengan membawa pahala yang segunung dan dosa yang se tetes,kematian??so what gitu loh!!hehehe..
    semoga kita mendapatkan surgaNYA..amin…
    wassalam…
    http://www.likalikulaki.wordpress.com

  29. 30 danalingga September 16, 2007 pukul 10:04 pm

    @bachtiar

    Ndak usah bingung, biarkanlah yang mati tetap mati.😀

    @marwan

    walaikum salam wr. wb.

    Yah, segunung pahala dan setetes dosa juga baik sih. Tapi apa benar semua itu cukup?

    Amin juga.

  30. 31 joyo September 16, 2007 pukul 11:49 pm

    Wah Mas Dana tampak sudah siap?
    Kita semua harus siap😦 ya kan??

  31. 32 danalingga September 17, 2007 pukul 6:41 pm

    itu kan tampaknya aja mas joyo, kalo kenyataannya….😆

  32. 33 almascatie September 17, 2007 pukul 9:13 pm

    untung ga pake abjad tu kematian
    A, B, C, D dst:mrgreen:

  33. 34 sigid September 18, 2007 pukul 1:54 pm

    Ini lagi pada antri yah😐

  34. 35 danalingga September 18, 2007 pukul 9:09 pm

    @almas

    wah, pake itu juga boleh.😉

    @sigid

    ndak antri kok, ngapain antri coba jika tanpa antripun bakal dapet.😆

  35. 36 Kurt September 22, 2007 pukul 11:18 pm

    Re-inkarnasikah… ???
    re-interpretasikah….???
    oooh ternyata re-medial kali…🙂
    yang benar ini koment pasti OOT

  36. 37 danalingga September 23, 2007 pukul 9:54 am

    Walah, ini benar benar kematian ke 3 yang singgah dalam hidupku, setidaknya kematian yang memang kusadari.😀

  37. 38 roisz September 26, 2007 pukul 1:54 am

    dan … ia mati😦

    *baru siap-siap ambil nomor antrian*

  38. 39 roisz September 26, 2007 pukul 1:54 am

    dan … ia mati😦

    *baru siap-siap ambil nomor antrian*

    Salam Kenal, mbak/Mas Dana

  39. 40 danalingga September 26, 2007 pukul 9:15 pm

    yup, dia mati. Tapi ndak usahlah ngambil nomor antrian, wong nggak di ambil juga bakal tetep mati kok. :mgreen:

    salam kenal kembali.😀


  1. 1 Ada Kematian, Ada Kelahiran « cK stuff Lacak balik pada September 19, 2007 pukul 7:05 am
  2. 2 Menunggu Detik-detik Kematian(mu?)… « manusia biasa Lacak balik pada September 20, 2007 pukul 6:27 am
  3. 3 Apakah Sholat Saya Khusyu? « cK stuff Lacak balik pada September 24, 2007 pukul 8:18 am
  4. 4 KEMUNDURAN ISLAM ( PART 2) « hamba Lacak balik pada September 25, 2007 pukul 4:48 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: