Lowongan Tuhan

Minggu tadi, di siang hari tiba tiba lemburku di batalkan karena alasan teknis. Dan tiba tiba pula saya punya keinginan jalan jalan ke mal Ambassador. Yah, sekedar jalan jalan dan melihat lihat apakah ada yang menarik. Singkat cerita , alhamdullilah, puji Tuhan  , saya bisa sampai dengan selamat di mal Ambassador. Langkah kaki akhirnya mengantar saya ke toko buku Trimedia di lt. 2. Dan mulailah dengan santai saya ngiter-ngiter , pertama saya ke tempat komik, mau ngecek apa komik kunimitsu yang terbaru sudah keluar. Ternyata belon, yah saya tentu agak kecewa sebab komik ini adalah favorit saya untuk sekarang ini.

Untunglah tingkat spiritual saya sudah cukup tinggi, sehingga kekecewaan itu tidak membuat saya sengsara tujuh turunan. Dan sayapun iseng iseng ke bagian rak sastra, kali aja ada buku bagus pengganti kekecewaan saya tadi. Nah, ketika sampai di rak tersebut, lansung mata saya terpatu ke satu novel yang berjudul “Lowongan Tuhan” . Sebuah judul yang sangat menggugah saya, entah kalo buat orang lain. Langsung saya raih buku tersebut, dan melihat sinopsis di belakang bukunya:

Lowongan Tuhan

Aris Winasis, seorang copywriter muda yang berbakat. Ia berguru di Padepokan Semar Mesem, mempelajari ilmu ma’rifat yang terkandung dalam ‘inna lillahi wa inna ilahi roji’un’, salah satu jalan untuk menjapai tingkatan Insan Kamil. Belum tuntas menyerap ilmu itu , tiba-tiba Padepokannya dibom. Sesepuh dan segenap cantrik yang tergabung dalam Padepokan itu akan ditumpas. Karena Padepokan itu dituduh mencampur adukkan semua ajaran agama dan melecehkan Tuhan dengan dimuatnya iklan ‘lowongan Tuhan’ yang dibuat Aris.

Sementara itu, Aris terlibat hubungan asmara dengan Sari, seorang janda kembang, berprofesi sebagai pelukis yang sukses. Usianya enam tahun lebih tua dari Aris. Namun Sari memiliki kelainan yang misterius. Setiap melewati malam pengantin, san suami meninggal dunia tanpa sebab. Hal itu berulang pada perkawinannya yang kedua, menjadikan Sari trauma untuk menikah lagi. Sari begitu tersiksa, karena dilain pihak naluri kewanitaannya sangat mendambakan kehangatan seorang kekasih. Apakahkah Aris akan menjadi korban yang ketiga?

Hem… menarik memang, sebuah novel spiritual saya kira. Walau saya sangat berminat terhadap novel-novel spiritual, tapi saya belum cukup tertarik untuk membuang uang sebesar 40 rebu rupiah untuk membeli novel ini. Maka saya pun berusaha untuk lebih memahami kira kira bagaimana pola pikir si penulis, maka mulailah saya baca bagian kata pengantarnya :

Kata Pengantar

Kita semua tahu bahwa kondisi negeri tercinta ini sedang carut-marut, nyaris terpecah belah. Toleransi antar suku, antar agama, antar golongan, semakin lama semakin memudar. Sementara ini kita telah punya Bhineka Tunggal Ika, Panca Sila. Tetapi mengapa bangsa ini belum juga bisa sungguh-sungguh saling berjabat tangan secara tulus sampai ke tulang sumsum? Tidak hanya berjabat tangan sekedar basa-basi dengan senyum hambar di bibir. Menyedihkan bukan?

Kisah dalam novel ini merupakan bahan perenungan, bahwasanya ‘cinta’ bisa mempersatukan. Cinta yang tulus tidak mempertajam perbedaan, tetapi menanggapi perbedaan sebagai kekayaan wawasan yang harus disyukuri. Dalam novel ini juga ingin menggambarkan bahwa ‘kekerasan’ tidak menyelesaikan masalah, tetapi justru menambah masalah. Semoga bermanfaat.

Walah , sungguh menarik dan setelah membaca kata pengantar ini, novel yang saya pegang langsung saya kembalikan ke raknya. Kemudian saya ambil novel “Lowongan Tuhan” yang masih terbungkus plastik. Dan sebelum menuju kasir untuk memberikan uang 40 rebu dengan ikhlas, saya sekali lagi berkeliling. Kali aja ada buku bagus lainnya, dan di salah satu rak saya temukan novel “Laila Majnun”, sebuah novel lakon kehidupan tentang cinta, yang sudah sering saya dengar dibicarakan orang. Nah novel ini langsung saya ambil tanpa baca baca referensi lagi. Toh dah sering di dengar ini. Akhirnya dengan dua novel di tangan saya langsung menuju kasir, dan dengan seikhlas ikhlasnya menyerahkan duit 65 rebu rupiah.

Singkat cerita lagi, sekarang novel “Lowongan Tuhan” telah selesai di baca. Ternyata novel ini memang menghibur dan mencerahkan. Sebuah novel spiritual yang ngepop kalo  saya di ijinkan sok ngerti sastra melabel. Makna-makna spiritualitas banyak di kupas di dalam novel ini, tanpa membuatnya jadi rumit. Dan juga diselingi dengan penerapannya dalam dunia nyata. Juga memuat ajakan untuk menerapkan toleransi sejati di kehidupan ini. Sebuah novel yang sangat berharga saya kira. Walau mungkin ada cara bertutur penulis yang saya kira agak terburu buru di akhir cerita, sehingga terkesan memaksakan ending, padahal menurut saya masih bisa dikembangkan lagi agar lebih menarik. Tapi secara keseluruhan sih saya acungin jempol buat novel ini. Telah dapat mengemas makna spiritual tanpa harus menjadi seberat novel novelnya Paulo Coelho. Maka saya memberanikan diri untuk menyarankan pada pembaca blog ini, belilah bukunya. Cocok kok dijadikan sebagai bahan renungan di kala fuasa  , atau bahkan dijadikan renungan untuk menghadapi kematian sekalian .😉

Di akhir tulisan ini,  saya ucapkan selamat pada Pak Elsa Surya sebab anda telah menambah 1 orang penggemar lagi.:mrgreen:

Kridit :

Lowongan Tuhan karya Elsa Surya terbitan Minerva Media.

59 Responses to “Lowongan Tuhan”


  1. 1 danalingga September 23, 2007 pukul 9:55 am

    Lumayan bagus bu, makasih kembali.😀

  2. 2 masih mode invisible September 24, 2007 pukul 3:39 pm

    lowongan tuhan??
    ngebet banget bacanya, ternyata resensi yaaa
    mm, aq aga lemot dalam membaca novel atau sejenisnya (yang banyak gambarnya aja, biar mata ga disiksa liatin font yang alit)
    tapi tengkyu mas, ntar aq mo gedebuk soping deh, mo intip dikit

  3. 3 danalingga September 26, 2007 pukul 9:13 pm

    yup, hanya resensi. Kalo lowongan benerannya entar aja deh.😉

  4. 4 rajaiblis September 30, 2007 pukul 2:05 pm

    tuhan bikin lowongan …
    duch, koq gak pake muktamar segala ya ?

    bener2 nech tuhan …
    mentang2 berkuasa atas segalanya !

  5. 5 pr4s Oktober 1, 2007 pukul 4:21 am

    Saya juga lagi baca novel, tapi blm kelar🙂 Judulnya Baltazar Odissey; Mencari nama Tuhan yang keseratus. emang ada ya? nama tuhan kan cuma 99.

  6. 6 danalingga Oktober 1, 2007 pukul 8:18 pm

    @raib

    yak, tul! Namanya juga Tuhan.😛

    @pr4s

    nama Tuhan setahu saya ndak bisa di batasi dengan hanya 99 sifat, sebab toh Tuhan itu ndak terbatas bukan?

    *catet sasaran yang endak di baca*

  7. 7 MASMUL Februari 13, 2009 pukul 2:25 pm

    maaf mas saya bukan (belum) jadi penggemar, tapi sekedar nyasar karena iseng-iseng. tapi mudah2an sih. idenya bagus menggugah pemikiran filsafati (?). maju terus mas biar saya ikut belajar.

  8. 8 ClinicKecantikanBali Oktober 19, 2015 pukul 12:31 am

    ‘ Another guiding principle for entrepreneurs who operate data management businesses might read, ‘Research
    and verify reportable facts and figures with a minimum of three
    credible sources or references. Laundries are a natural area for greening environmentally friendly beauty businesses.

    The app has more than 750 tips for choosing the right hairstyle, nail design and makeup look
    and how to create it.


  1. 1 Roof Exceeds Lacak balik pada Juli 2, 2015 pukul 11:50 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: