Nabi Menangis

Di suatu kondisi dan di suatu masa, dalam sebuah perjalanan hingga ke sudut hati terdalam. Kulihat suatu hal yang sangat mengherankan, seorang Nabi sedang menangis pilu di salah satu sudut.

Wah tentu saja aku tertarik toh, bayangkan aja seorang Nabi menangis pake pilu lagi. Maka kuhampiri dan kutanyakan :

mengapa engkau menangis wahai sang Nabi?

Terdengar lirih jawaban sang Nabi :

Aku sangat Kesepian.

Tentu aku heran dengan jawabannya, dan rasa heranku kuungkapkan dengan berondongan pertanyaan:

Wahai sang Nabi, bagaimana mungkin engkau bisa kesepian,? Bukankah pengikutmu sangat banyak sekali? Bukankah mereka menyebut dirinya sebagai umat yang kau pilih? Kenapa tidak mengajak mereka menemanimu agar tidak kesepian?.

Singkat jawaban sang nabi :

Tapi saya tidak kenal mereka.

Dan aku pun tidak dapat berkata kata lagi. Hanya ngedumel dalam hati :

mereka aja tidak dikenalnya, apalagi aku?

Dan air mata tanpa terasa menetes, pedih.


78 Responses to “Nabi Menangis”


  1. 1 SNeedroNNiNgeN September 22, 2007 pukul 3:34 am

    @Mardun
    Kesambit hoek yang nabok kenthongan? O.o
    Wekss… OOT :p

  2. 2 bachtiar September 22, 2007 pukul 6:11 am

    lha wong saya juga mengagumi pak presiden , tapi pak presiden juga tidak kenal saya . wakakkkk

    no prob lah……
    makanya kenalan donk!!! gimana sih ?

  3. 3 danalingga September 22, 2007 pukul 11:39 am

    @zal

    nggak usah iri gitu zal.πŸ˜›

    @hoek

    Ternyata yang ngaku umatnya itu OOT ya? Pantesan aja… *geleng geleng*

    @fertob

    Berarti apa ?πŸ˜•

    Kenal di mana coba?πŸ˜€

    hoek lagi

    iya…iya…

    @natt

    saya mendukung dengan doa.πŸ˜€

    @mardun

    Lah, jika ndak kenal mo ngajak gimana coba?

    @bachtiar

    makanya sampean ndak di tarik jadi mentri, eh jadi OB aja ndak bisa kayaknya wong ndak di kenal.πŸ˜›

    Kalo saya sih pengen kenalan, tapi mereka mereka yang mengaku umatnya merasa dah kenalan padahal salah kenal tuh.πŸ˜†

  4. 4 SNeedroNNiNgeN September 22, 2007 pukul 11:53 am

    Doakan saya dalam misi membunuh hoek!
    Saya pasti bisa!!
    *japanstyle*

  5. 5 danalingga September 22, 2007 pukul 7:39 pm

    walah, kejem amat sih natt, ndak usah di bunuhlah, cukup digelitikin sampe mati.πŸ˜›

  6. 6 danalingga September 22, 2007 pukul 7:40 pm

    *Lihat komen komen di atas*

    waduh, kok jadi OOT, sial!!!

  7. 7 abah dedhot September 22, 2007 pukul 9:57 pm

    @mas danalingga
    memang betul mas… dimasa awal & pertengahan kenabiannya, beliau mempunyai banyak jubah, tapi banyak yang dihadiahkan kepada para sahabatnya (termasuk jubah yang diceritakan sama mas dana diatas…), tapi dipenghujung lakon kenabiannya, yang beliau simpan memang cuma tinggal 2 jubah.
    Yang membuat sirna total adalah Yang Memiliki Nabi, tapi sang pemilik 2 Jubah ini juga bikin abah sangat amat ciut, tunduk dengan muka merah, ngga berani mengangkat kepala & berfikir sekalipun, apalagi berbicara… hanya bisa menyadari bahwa abah hanya seonggok daging yang bertulang… Kalo sama Sang Pemilik Nabi seonggok daging & tulang ini udah ngga kelihatan lagi…
    mas dana.. tadi juga abah ditegor sama pemilik jubah, abah jadi sadar dan sekarang mau minta maaf sama mas dana, telah membuatmu telanjang… dasar si abah ini bodoh, semoga maklum aja yah…

    @mas zal
    ah… mas zal, abah jarang ngeliat tanduknya kok… hanya sekali-kali keliatannya, memang idealnya begitu biar gendang telinganya terus utuh.
    ehm karomah… (bhs arab), kalo kata orang jawa “keramat”, orang awam menilai “keajaiban”. keinginannya sesuai dengan kehendakNYA, tetapi bukan kehendakNYA. dan memang “Karomah 1000 wali akan tunduk oleh ISTIQOMAHnya seorang yang ikhlas / mukhlis”. begitu kedudukannya.
    Maka teranglah Sang Nabi Panutan ini tidak sarat dengan “keajaiban”, ummatnya diantarkan dengan ILMU menuju pemiliknya, bukan dengan “keajaiban” & lebih universal, sempurna (rakhmatan lil ‘alamin).
    begitu bukan… mas zal..???

    salam

  8. 8 zal September 22, 2007 pukul 11:16 pm

    ::Abah, nah ini perngenyekan namanya, lha saya nanya malah balas dikonfirmasi…πŸ˜†

  9. 9 zal September 22, 2007 pukul 11:19 pm

    ::Dan, aku memang wajib curiga, namanya juga berlomba-lomba…, kalau ada yang udah nyampe, biar bisa minta bantuan megangi talinya…πŸ˜†

  10. 10 danalingga September 23, 2007 pukul 9:52 am

    @abah

    Kira kira 2 jubah yang ada sampai akhir itu apa aja bah?πŸ˜€

    @zal

    iya euh, mayan juga jika ada talinya ya?πŸ˜†

  11. 11 Guh September 23, 2007 pukul 10:53 am

    *Kasih tisu buat sang nabi*

  12. 12 abah dedhot September 23, 2007 pukul 1:33 pm

    @mas zal
    …bukannya “perngenyean” mas zal, abah juga butuh konfirmasi / penegasan dari yang udah nyampe duluan… karena mas zal terbukti sudah mengetahui bahwa di baitullah (baitul mukharam) ada buhul (tali) Allah sebagai “pegangan” para salik.

    @mas danalingga
    jubah yang pertama, jubah yang diperintahkan Allah untuk dipake juga sama Adam as. (dan seluruh nabi-nabi / kekasihNYA) untuk menutupi jejak iblis / aurat. jubah TAQWA…
    jubah yang kedua,… ngga enak ah jawab melulu, ada masternya tuh ngeliatin abah.. *ngelirik mas zal*
    he… he… he…

    salam

  13. 14 danalingga September 23, 2007 pukul 4:02 pm

    @guh

    makasi…makasi…sambil ngusap airmata… nah loh…😯

    @abah

    lah, kok ceritanya terputus gitu sih bah? *menanti*

    @D B

    mungkin …

  14. 15 zal September 23, 2007 pukul 11:53 pm

    ::abah…, saya zal bah, engga pake salik, yg disuruh jangan ngelepasin tali itu.., tapi saya ngga ngerti….lha yang nyuruh juga ngga jelas…, dan tangan saya nyang ini…biasanya suka kemeng…jadi …πŸ™„

  15. 16 zal September 24, 2007 pukul 12:01 am

    ::abah..untuk jubah itu, jubahnya putri ndonesia yak…kan ada putri budaya…keh..keh…, yang engga ikutitan putri-putrian engga kebagian jubah… habis aslamah dulu baru tu’minuun…lalu baru ada muttaqiin dan mukhlisiina lahuddiin lahu karihal mukminuun….πŸ˜† bah kenafa ‘arab..ya…πŸ˜† lagi…

  16. 17 abah dedhot September 24, 2007 pukul 5:19 am

    @mas danalingga
    tuh ‘kan mas, udah dijawab sama mas zal… jubah putri.
    atau Jubah kebesaran (tapi pas kok ngga longgar) sebagai pemimpin ummat yang pengayom, penyayang (sifat putri/keibuan).

  17. 18 extremusmilitis September 24, 2007 pukul 6:00 am

    Wah, ternyata anda sedang di jalan para Nabi. Semoga suatu saat menjadi Nabi itu sendiri. Salute.:mrgreen:

    wakakaka……ampun DJ….
    *ngakak sambil megang perut di pojokan*

  18. 19 mr lekig September 24, 2007 pukul 3:30 pm

    Pantas saja sang Nabi menangis, di bulan yang katanya penuh berkah, ada sekelompok “anak buah” Nabi yang malah main hakim sendiri.
    “menghancurkan” diskotik, tempat hiburan malam, dll.

    Semoga aja tuh “anak buah” Nabi tidak sampai ke Kuta Bali.
    Bisa repot saya..

  19. 20 danalingga September 24, 2007 pukul 10:04 pm

    @abah ama zal

    sepertinya kalian senang sekali membuat saya bingung ya?:mrgreen:

    @extremusmilitis

    Lah, kok malah minta ampun.πŸ˜†

    @mr lekig

    tapi mereka tetap merasa sebagai umat Nabi tuh.πŸ˜†

  20. 21 zal September 24, 2007 pukul 10:53 pm

    ::mr leking, sebahagian besar, masih jadi Bossnya Nabi, itulah kenapa Nabi menangis…dan berkumandang “seandainya ku bisa mengirimkan isyarat haaatii, untukmu..untukmu yang jauh disana…kupastikan ragaku ini kan selalu bersama” akh.. itu sich naff…πŸ˜†

  21. 22 moch. iqbal chahyadi September 29, 2007 pukul 2:26 pm

    semoga ga ada yang bikin kayak gituan lagi

  22. 24 rendraagustin Oktober 31, 2007 pukul 2:14 pm

    KALAU NABINYA MUSHADEQ GILA BIARDEH LEBIH BAIK SAYA GAK DIKENAL DIA, TAPI MUNGKIN DIA MENANGIS KETIKA TAHU DIA MAU DITANGKAP DAN YANG PERNAH PERCAYA SAMA DIA HILANG SATU-SATU PURA-PURA GAK KENAL, WAKAKAKAKAKAKAKAKAK

  23. 26 adi Februari 9, 2010 pukul 2:40 pm

    berapa kali kita nangis dalam seminggu,nabi aja nangis apalagi kite

    ya Allah ampunilah kami semue ya Allah ..amin jangan kau bekukan

    hati kami , sesungguhnya banyak ketawa menutup nur Illahi mu ya

    allah jadikan lah kami orang2 yang berjihad di jalan MU ya Allah

    yang siap mati di jalan dien MU …AMIINNNN

  24. 28 Eko Juni 12, 2011 pukul 9:57 pm

    Cerita yg mengada2 alias cetek, nabi nggak pernah kesepian selalu ingat Allah SWT, nabi kenal semua umatnya dari shadatnya, tak mengenal nama nggak apa2 yg lebih penting mengenal keyakinannya, aneh2 aja sampeyan iki


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: