Kulihat Tuhan

Kulihat Tuhan itu,
Sedang menarik gerobak butut dengan tubuh ringkih
Terseok seok di antara panas menyengat
Di selingi kepasrahan yang nyata
Dalam puasa yang terasa sebagai kewajiban
Untuk menggapai yang namanya kebahagiaan

Kulihat Tuhan itu,
Sedang mengais sampah berebut dengan lalar
Kebahagian di antaranya hadir dalam kesibukan
Mengusir anjing yang tinggal tulang
Untuk sebuah harta karun yang disebut nasi basi
Berteman semangat yang tiada pernah padam

Kulihat Tuhan itu,
Sedang menodong seorang wanita di taxi
Muka kusut tampak menyeringai seolah kejam
Dibalur doa semoga bisa pulang dengan selamat
Menghantar sekaleng susu murah dalam benak kalut
Demi anak yang sudah seminggu menikmati air tajin

Kulihat Tuhan itu,
Di sebuah warung yang terbuka di siang hari bolong
Sedang teriak teriak memekakkan telinga
Melabrak mereka yang dianggap melanggar
Sebuah hal yang disebut sebagai aturan suci
Walau untuk alasan agar dapat makan hari ini

Lalu, tanyaku tetap terngiang tanpa henti
Seperti gaungan di sebuah gua tanpa ujung
Dimanakah Tuhan itu dapat kulihat?


 

55 Responses to “Kulihat Tuhan”


  1. 1 syahbal November 17, 2007 pukul 7:59 pm

    @danalingga

    karena saya tidak nyontek….tapi menerapkan…
    lagian bukan uma AQ saja yg dibaca..tapi hadist juga coy…

  2. 2 danalingga November 17, 2007 pukul 8:04 pm

    Terus ayat AQ yang menyatakan lebih dekat dari urat leher itu salah apa benar ?

    karena saya tidak nyontek….tapi menerapkan…
    lagian bukan uma AQ saja yg dibaca..tapi hadist juga coy…

    Itulah yang namanya nyontek. Dan nyonteknya ternyata tidak hanya AQ tapi juga nyontek ke hadist. Eh, ini konteksnya khusus tentang Tuhan itu ada di mana ya, jangan di bawa OOT ke yang lain lagi.:mrgreen:

  3. 3 zal November 18, 2007 pukul 12:45 am

    ::syahbal, bisa jadi kamu belum menemukan ayat AQ tersebut..cari…, “apabila hambaKU bertanya kepadamu tentang AKU, katakanlah bahwa sesungguhnya AKU amat dekat”.. lain ayat , “AKU lebih dekat dari urat leher”,
    hadist kudsi “langit tak mampu mengandungKU, bumipun demikian, hanya hati hambaKU yang lembutlah yang dapat mengandungKU”
    rasanya kamu terlalu banyak mengaku-ngaku membaca AQ dan hadist, namun terlalu banyak yg kamu tak fahami, sungguh bukan siapapun yang rugi, kecuali diri sendiri…
    entah dimana kubaca commentmu, “membandingkan besarnya dunia, jupiter san matahari, malah kamu bilang matahari lebih besar” memang matahari itu bukan didunia…
    bacalah…bacalah yang haq….

  4. 4 joyo November 18, 2007 pukul 7:21 am

    ku melihatmu tuhan, dengan matamu,
    ku bicara padamu tuhan, dengan mulutmu,
    ku mendengarmu tuhan, dengan telingamu,
    ku memelukmu tuhan, dengan tubuhmu,

  5. 5 jabon Agustus 19, 2010 pukul 4:02 pm

    by jabon

    sadya beum pernahmelihat tuhan heh e he


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

September 2007
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: