Memahami Pancasila

Artikel saya kali ini akan membahas tentang Pancasila, yang sepertinya oleh sebagian orang hendak di ganti dengan yang katanya hukum langsung dari Tuhan. Mungkin itu semua hanya karena Pancasila dianggap murni sebagai buatan manusia tanpa ada unsur Tuhan di dalamnya. Tapi apakah memang benar begitu? Apakah kita tahu bahwa Pancasila itu di sarikan dari petuah-petuah yang terdapat dalam kisah Sutasoma yang di sampaikan oleh mpu Tantular kepada Gajah Mada. Kisah Sutasoma ini di kisahkan untuk mengingatkan Gajah Mada bahwa yang di lakukannya dalam menjayakan Maja Pahit adalah keliru. Tapi sungguh sayang bahwa Gajah Mada tidak mendengarkan sang Mpu, dan akhirnya Majapahit pun hancur tak berbekas.Nah, apakah kita mau negara kita Indonesia itu akan mengulang sejarah Maja Pahit, hancur karena salah jalan?

Maka sebaiknya kita mengenal sumber dari apa yang kita sebut sebagai Pancasila itu. Sebab sesungguhnya sebuah kebenaranlah ketika ada ucapan orang-orang tua yang berbunyi: “tak kenal maka tak sayang” . Maka marilah kita mengenal Pancasila lebih dalam lagi , agar kita dapat mengerti apa dan bagaimana sebenarnya Pancasila itu. Sehingga pada akhirnya kita dapat menerima dengan sadar, dan selanjutnya semoga kita dapat melaksanakannya sepenuh hati.


Masih pada inget nggak ya?🙄

Pancasila itu disarikan dari 10 dasha shila yang terdapat dalam kitab Sutasoma, yang merupakan petuah dari Sutasoma kepada raja-raja yang meminta nasehat kepadanya tentang cara menjalankan pemerintahan yang baik. Beginilah isi Dasha Sila itu:

  1.  Janganlah menyakiti perasaan orang
  2.  Janganlah menjatuhkan hukuman yang tidak adil
  3.  Janganlah menjarah harta rakyatmu
  4.  Janganlah menunda kebaikan terhadap mereka yang kurang beruntung
  5. Mengabdilah kepada mereka yang Sadar
  6. Janganlah menjadi sombong, walau banyak orang menghormatimu
  7. Janganlah menjatuhkan hukuman mati, kecuali menjadi tuntutan keadilan
  8.  Adalah yang terbaik, jika kau tidak takut mati
  9.  Dan bersabar dalam keadaan susah
  10. (Adalah yang terbaik) jika kau berjiwa besar dan memberi tanpa pilih kasih

Dan pemaknaannya terhadap kaitannya dengan Pancasila adalah bahwa butir (1) merupakan landasan untuk berdemokrasi, di mana kepentingan rakyat banyaklah yang utama, Dan perlu di ingat bahwa suara terbanyak bukan berarti kepentingan rakyat banyak. Maka butir (1) ini harus di jiwai oleh butir (2) yang merupakan asas keadilan, di mana asas keadilan ini di pergunakan sebagai sarana untuk mencapai yang tercantum di butir (3) dan (4) yakni kemakmuran dan kesejahtraan. Adapun butir (5), (6), (7) , (8), dan (9) berkaitan dengan keagamaan. Dan keagamaan ini bukan hanya sekedar beragama, tapi merupakan esensi dari beragama, dan hal ini di cerminkan dari tingkah laku. Dan akhirnya butir terakhir (10) adalah berkaitan dengan kemanusiaan.

Nah dari pemaknaan Dasha Shila di atas maka dapat disarikan:

  1. Demokrasi, demi terwujudnya
  2. Keadilan, Kesejahtraan/Kemakmuran bagi semua.
  3. Keagamaan, demi terwujudnya
  4. Manusia yang berperi-kemanusiaan.

Dan asas kebangsaan adalah sebagai ruang (tempat) untuk mewujudkan hal-hal di atas, sebagai satu bangsa yakni bangsa Indonesia.

Begitulah kira-kira apa dan bagaimana itu Pancasila. Semoga dengan lebih mengenalnya kita akan semakin sayang. Dan tidak ada niatan lagi untuk menggantinya dengan sistem dari luar Indonesia, yang belum tentu cocok di terapkan di Indonesia. Walaupun mungkin sistem tersebut sangat berhasil di negara asalnya, tapi toh negara asalnya itu bukan Indonesia. Kenapa nggak kita gunakan aja falsafah yang berasal dari negara kita sendiri, yang seharusnya lebih cocok dengan situasi dan kondisi Indonesia?

Dan jika anda menuduh bahwa Pancasila itu bukan aturan dariNya, maka renungkan lagi dengan hati nurani. Apakah mungkin semua itu hanya ciptaan manusia belaka, tanpa ada campur tangan dari Dia yang Maha Bijaksana itu? Saya sendiri merasa tidak akan ada manusia yang sanggup menghasilkan sila-sila yang sangat bijak tersebut, jika tanpa ilham dari Dia yang Maha mengilhami. Jadi janganlah menuduh Pancasila itu bukan berasal dari Nya, sehinggan kita secara semena-mena hendak menggantinya.

Dan juga mungkin yang menuduh ternyata Pancasila belum berhasil menjawab permasalahan bangsa, tolong di sadari lagi , apa itu karena pelaksaanaannya yang bermasalah atau memang Pancasilanya? Sebab kalo sepemahaman saya ndak ada yang salah dari Pancasila tersebut, hanya saja kita yang melaksanakannya belum sepenuh hati. Sehingga sepertinya Pancasila memang menjadi tumpul, tidak bisa menghasilkan apa-apa. Tapi bukankah semua juga akan begitu jika tidak di laksanakan sepenuh hati? Jadi bukan salah Pancasilanya, tetapi salah pelaksananya. Seperti juga kita akan menolak pelaku teroris di sebabkan karena agamanya yang salah.😉

Maka di akhir kata, saya sungguh memohon agar di renungkan kembali tuduhan-tuduhan terhadap Pancasila tersebut. Sebab sunguh sayang salah satu warisan terbesar dari nenek moyang sendiri, kita sia-siakan , bahkan hendak kita campakkan demi sesuatu yang asing, dan belum tentu sesuai dengan situasi nusantara tercinta ini.

Semoga Indonesia tidak bernasib sama dengan Maja Pahit, hilang tak berbekas karena kebodohan pemimpin dan rakyatnya. Semoga.
 

Pelaporan :

93 Responses to “Memahami Pancasila”


  1. 2 danalingga November 13, 2007 pukul 3:12 pm

    @arabion ana

    mas dana lingga klo saya liat artikel anda dan coment anda yang terakhir ya.
    bahwa mana mungkin Allah akan memberikan ilham yang baik untuk muslim pada orang2 kafir. ndak mungkin ntu. urusan muslim akan diberikan pada muslim pula. ndak mungkin pada kaum kafirin. dan buat apa capek2 mikirin yang laen klo ada AQ yang lebih baik. dan sudah begitu sempurna. tak ada yang menandinginya. satu lagi Allah prasaan saya tidak memiliki nama Maha mengilhami dalam asmaulhusna nya..coba cek deh.

    Saya sangat setuju bahwa Allah tidak akan memberi ilham (baik jahat maupun baik😉 ) kepada orang kafir (tertutup dari kebenaran) di mata Nya, dan bukan kafir di mata anda atau di mata manusia yang lain.😉 Kira kira bisa di pahami kan?:mrgreen:

    Soal Asmau Husna, yah karena memang hal itulah yang harus di sampaikan kepada umat Nabi Muhammad pada masa itu, bukan berarti Allah hanya punya sifat ( yg menyamakan sifat manusia ) itu.😀

    masalah arab atau bukan. AQ itu diturunkan bukan hanya untuk bangsa arab saja tapi untuk rahmatan lil alamin(bumi,matahari,bulan,dan seluruh langit)
    dan satu lagi coba deh cari kiprah orang arab(hadrami) di Indonesia. sehingga indonesia bisa merdeka. orang2 hadrami lah yang membantu bangsa anda untuk merdeka(mendidik bahwa berjuang untuk merdeka adalah jihad) tapi dengan syarat mendirikan(bergabung)dengan khilafah islamiyah yang ada saat ntu. tapi kami(kakek2 kami) dikhianati anda. padahal pada saat ntu belanda pernah ingin menaikan hadrami untuk menjadi warga kelas dua(pribumi kelas 4). tapi kami(kakek2 kami) tidak mau. dan lebih rela bersama pribumi(pribumi saat ntu ada 2..pribumi kelas 3 yang taat pada belanda..dan pribumi kelas 4 yang menjadi budak2 belanda) kami lebih rela bersama pribumi kelas 4. dan menyebut anda dengan sebutan AHWALL(saudara dari pihak ibu) padahal secara gen kami lebih dekat dengan belanda(sama2 caucasian).
    itulah bukti nyata.
    kami dikhianati. tapi kami tak skit hati.
    wassalam.

    Yang saya bilang bukan tentang orang arab, tapi tentang arab. Di mana tentu aturan aturan dalam AQ dan kalo percaya ama hadist, itu turun sesuai dengan budaya arab masa itu. Nah sekarang kita punya Pancasila yang insya Allah sesuai dengan budaya di Indonesia, dan tidak bertentangan dari esensi kebenaran Islam itu sendiri. Kenapa nggak kita pakai itu aja?😉

    @syahbal

    Untuk hal ini saya coba bodoh bodohan deh …

    mas,,abang,,om…
    mau kita hidup dimanapun sama saja aturan dan kiblatnya tidak ada yang lain…kencing aja ada aturannya dalam Islam…

    Ah, kencing di atur kok bangga, bukannya itu berarti orang yang di tuju aturan tersebut sangat tidak beradap, sehingga urusan kencing aja harus di atur.😉

    islam intu rahmatan lil alamin sama seperti yang disebut arabion ana…
    dan saya pun setuju pada mas arabion ana.. bahwa urusan muslim akan diberikan pada muslim kembali bukan dari mpu tantular…siapa sih mpu tantular??? masuk 100 eh 1000 orang penting dunia aja tidak…apa manfaatnya bahas dia…cuma dukun koq…

    Lah, siapa dan apa Mpu Tantular tidak berpengaruh kepada pesannya. Lagian anda mang tahu siapa itu empu Tantular secara pasti, jangan jangan Dia adalah Nabi yang tidak di catat dalam AQ.😉

    Dan ada nggak pesannya yang bertentangan dengan Islam itu sendiri?

    @joyo

    Yah, jika prihatin, maka marilah kita dakwahi dengan versi kita.😉

    @ monsterikan

    Thanks.

  2. 3 rahmat November 15, 2007 pukul 11:48 am

    Okelah kalau anda mau katakan, bahwa Idiologi yang paling sempurna itu, Islam. Gak apa. Terus kalau Idologinya udah islam dan sempurna, siapa yang mau menjadi pimpinan negara ini ? Apa anda menjamin, kalau indonsia sudah beriodiologikan islam, rakyat indonsia itu bakalan menjadi makmur. Jangan utopislah. Menteri agama yang idiologinya aja islam masih korupsi dan masuk penjara lagi. Manusia itu ada bermacam-macan, begitu juga yang mengikutinya. Di kristen ada protestan, ada katolik, begitu juga yang lain2.
    Jadi berfikir ulang lagi aja deh.

  3. 4 syahbal November 15, 2007 pukul 2:11 pm

    @zal

    mas setiap sahabat memiliki keagungan sendiri-sendiri..
    1. abu bakr…menurut rasulullah..iman abu bakr tidak akan pernah lebih ringan jika ditimbang dengan iman seluruh umat muhammad..
    2. omar…menurut rasulullah… jika ada nabi setalh rasulullah..maka omarlah yang pantas menjadi nabi…
    3. othman…menurut rasulullah…othman adalah orang yang paling disegani oleh para malaikat” ALLAH…sehingga rasulullah pun menaruh hormat lebih pada satu orang ini..
    4. ali..menurut rasulullah…rasul adalah kota ilmu dan ali adalah pintunya…
    jadi setiap sahabat memiliki keagungan sendiri..dan arti sahabat pada rasulullah buakn sama seperti arti sahabat kita..yang mungkin menurut kita susah senang bersama..bukan itu…tapi shabat rasul memiliki esensi yang lain…

    @yang laen

    terserah deh saya sudah kehabisan kata-kata..nanti say tanyakan dulu pada ustadz saya..saya ga bisa ngomong sembarangan…
    krena islam tidak bisa pake logika…alias logika kita gax bakalan nyampe…
    masalah idelogi..terserah indonesia mau pake ideologi apa ajah…tapi yang pasti suatu negara gax akan pernah bisa maju karena pikiran akal logika seseorang..karena di indonesia ada lebih dari 200juta logika,akal,dan fikiran…tapi islam hanya satu…ALLAH hanya satu,al-quran hanya satu..gtu aja deh..silah kan anda berfikir semoga indonesia..bisa maju..saya hanya bisa berdoa..karena ad’doa silahul muslimi..doa adalah senjata muslim…gtu..amin semoga ALLAH memeberikan hidayah pada kalian semua…amiiinn…

  4. 5 danalingga November 15, 2007 pukul 7:32 pm

    @syahbal

    terserah deh saya sudah kehabisan kata-kata..nanti say tanyakan dulu pada ustadz saya..saya ga bisa ngomong sembarangan…

    Ya udah, kalo gitu cari aja dulu kata kata yang hilang itu.😉

    krena islam tidak bisa pake logika…alias logika kita gax bakalan nyampe…

    Nah, sekarang saya yang kehilangan kata kata nih.😛

    masalah idelogi..terserah indonesia mau pake ideologi apa ajah…tapi yang pasti suatu negara gax akan pernah bisa maju karena pikiran akal logika seseorang..karena di indonesia ada lebih dari 200juta logika,akal,dan fikiran…tapi islam hanya satu…ALLAH hanya satu,al-quran hanya satu..gtu aja deh..silah kan anda berfikir semoga indonesia..bisa maju..saya hanya bisa berdoa..karena ad’doa silahul muslimi..doa adalah senjata muslim…gtu..amin semoga ALLAH memeberikan hidayah pada kalian semua…amiiinn…

    Ah, sadar nggak sih kalo pemahaman terhadap AQ yang satu itu ada banyak banget. Eh… tapi itu mungkin di sebabkan yang memahaminya berpikir ya? Seharusnya nggak usah berpikir biar pemahamannya cuma satu.:mrgreen:

  5. 6 joyo November 15, 2007 pukul 7:33 pm

    @syahbal
    ya…ya…agama formal (Islam misalnya) memang gak bisa pake logika soalnya dari awal dan dasarnya dah gak logis🙂

  6. 7 zal November 15, 2007 pukul 10:11 pm

    ::syahbal, bukannya saya sedang membahas Al Qur’an, dengan perumpamaan “salah pandang” pada sebutan “sahabat”, mengapa yang dibahas perumpamaannya….?
    perhatikanlah bahwa jika kita amati, sisi pandang kita, serta melakukan yang lebih banyak berada pada sisi yang Allah sebut sebagai “perumpamaan”, dan kebenaran berada pada sisi lain perumpamaan jika kita “renungkan”, renung itu sisi terdalam dari berfikir…disini ada air sejuk yang mengalir…awas lo jangan nyari airnya ya..itu perumpamaan….

  7. 8 syahbal November 16, 2007 pukul 1:00 pm

    @joyo

    ya.. islam mah memang ga logis…kalau pake otak anda yah….tapi klo pake hati…pasti pas….

  8. 9 syahbal November 16, 2007 pukul 1:52 pm

    @danalingga

    “Ah, sadar nggak sih kalo pemahaman terhadap AQ yang satu itu ada banyak banget. Eh… tapi itu mungkin di sebabkan yang memahaminya berpikir ya? Seharusnya nggak usah berpikir biar pemahamannya cuma satu.”

    bener juga seh…kalau yang menafsirkan AQ itu banyak bgt…
    tapi kan yang berhak untuk menjalankan AQ itu seorang komandan(bisa khalifah,sultan,raja,prabu,presiden,atau apalah)itu yang saya tahu yah…

  9. 10 syahbal November 16, 2007 pukul 2:07 pm

    @zal

    bingung bahasanya ketinggian…
    plus perumpamaannya aneh(salah)….
    jadi yang saya soroti perumpamaannya…

  10. 11 danalingga November 16, 2007 pukul 7:31 pm

    @ syahbal

    bener juga seh…kalau yang menafsirkan AQ itu banyak bgt…
    tapi kan yang berhak untuk menjalankan AQ itu seorang komandan(bisa khalifah,sultan,raja,prabu,presiden,atau apalah)itu yang saya tahu yah…

    Nah, di sinilah mungkin perbedaan kita. Kalo sepemahaman saya AQ itu hak setiap umat manusia untuk menafsirkan dan menjalankannya, sebab AQ bukan turun untuk seorang komandan, tapi buat seluruh umat manusia.:mrgreen:

  11. 12 syahbal November 17, 2007 pukul 11:51 am

    @danalingga

    “Nah, di sinilah mungkin perbedaan kita. Kalo sepemahaman saya AQ itu hak setiap umat manusia untuk menafsirkan dan menjalankannya, sebab AQ bukan turun untuk seorang komandan, tapi buat seluruh umat manusia”

    bntar maksud saya itu..semua orang berhak…eh salah berkewajiban untuk menjalankan AQ…tapi yang mengawasi jalannya AQ itu adalah seorang komandan(khalifah,sultan,raja,prabu,presiden,imam,emir,de el el)…agar dapat berjalan dengan baik…

  12. 13 br4inst0rming November 18, 2007 pukul 9:39 am

    waduh..waduh.. banyak ketinggalan nih!

    @ Syahbal

    mas mari kita singkirkan segala macam kemunafikan dibalik bendera agama
    saya sempat bilang diatas, apapun ideologinya, asal manusia yg menjalankannya bagus ya bagus juga ideologinya. Tapi sayangnya, ketika agama hanya menjadi kedok segala kepentingan manusia, RANCU jadinya.
    Pancasila sejalan dengan toleransi islam, ga ada yg salah dari pancasila. Islam tidak memaksakan agamanya kepada orang lain kan? biarkanlah manusia nyaman dengan akidahnya masing2, toh selama manusia itu baik, dia akan menjalankan hidup dengan baik, dan walaupun manusia itu islam, kalau dia membunuh orang tanpa dasar ya jahat namanya.
    kemudian anda lihat bagaimana Taliban menerapkan ideologi Islam di afgan? bagaimana memperlakukan perempuan? banyak kegagalan.. padahal ideologinya bagus.

  13. 14 queenwannabe November 18, 2007 pukul 10:27 am

    salam kenal semua…
    ikutan comment ya..

    @syahbal

    menurutku tidak ada seorangpun yang perlu mengawasi jalannya Al-Quran..
    seolah2 ada orang yang dianggap lebih tau isi dan maknanya sehingga dia berhak membenarkan atau mempersalahkan pemahaman orang lain..
    dengan “mempercayakan” pengawasan agama kepada seseorang/kelompok tertentu, kita hanya akan mengecilkan arti agama dan pemahaman Al-Quran itu sendiri..

    manusia itu “prone to error”..jadi walaupun seorang khalifah ato apapun yang banyak tadi diatas..bisa saja dalam keadaan terdesak jadi tidak obyektif lagi karena kepentingannya sendiri dan atau kelompoknya yang dipertaruhan..

    @br4inst0rming

    ya..sesuatu akan baik kalo yang menjalankan baik…apapun sumber ajarannya..

  14. 15 danalingga November 18, 2007 pukul 12:15 pm

    @syahbal

    Oh begitu toh, tapi tetap yang mengawasi tidak bisa manusia biasa walau apapun jabatannya. Kalo saran dari saya sih yang mengawasi adalah guru sejati atau wali Allah. Masalahnya siapa yang bisa menentukannya?

    Oh iya, kembali ke topik, kurang Islami apa penjabaran Pancasila di dalam artikel saya ini?

    @br4inst0rming

    Iya, ketinggalan tuh.

    @queenwannabe

    Salam kenal dan silahkan ikutan.:mrgreen:

  15. 16 syahbal November 19, 2007 pukul 1:34 pm

    @br4inst0rming

    oo gtu toh…
    emang Islam tidak menjamin kebebasan beragama..memang islam tidak menjaga orang orang kafir dzimi…tentu…bahkan lebih menjaga daripada ideologi kafir irupun sendiri…
    afganistan…
    anda seh lihatnya di media(tv)…sedangkan seluruh media didunia in sudah dimiliki kafir israel laknatullah…
    coba deh langsung hidup disana pasti ga kayak gtu saja…buktinya UAE,SAUDI,YAMAN,OMAN,de el el..saat ini ditakuti oleh kafir..kita???mana bisa…

    @queenwannabe

    ya harus adalah..
    buktinya di indonesia..tidak ada yang mengawasi…banyaklah yang sesat-sesaet…tapi di luar(timteng)..ada yang berani sesat…langsung ilang dah…g nunggu tobat lagi…

    @danalingga

    wali Allah tuh apa seh…
    klw mau lihat yang dimaksud wali Allah…lihatnya jangan dari luar Islam yah..tapi dari dalam Islam…cari deh…

    klw g salah tuh presiden,khalifah,sultan,raja,imam,de el el…adalah wali Allah…dan sudah dikasi tau cara mencarinya…

    aduh kurang islam atau tidaknya seh..ya jelas kurang..wong klo mau disebut Islami yah harus ada dalil-dalilnya…gtu…

  16. 17 danalingga November 19, 2007 pukul 1:51 pm

    @syahbal

    wali Allah tuh apa seh…
    klw mau lihat yang dimaksud wali Allah…lihatnya jangan dari luar Islam yah..tapi dari dalam Islam…cari deh…

    klw g salah tuh presiden,khalifah,sultan,raja,imam,de el el…adalah wali Allah…dan sudah dikasi tau cara mencarinya…

    Wali Allah ya orang yang mengerti apa kehendak Allah, dan supaya bisa mengerti maka orang tersebut harus sudah dapat langsung berhubungan dengan Allah. Seperti nabi nabi dalam kitab yang kamu anggap suci itu.

    Jadi apakah pemimpin pemimpin yang kau sebutkan itu pasti wali Allah?

    Btw, saya di suruh nyari di Islam yang versi sampean apa versi saya, eh… entar di bilang versi Nabi Muhammad lagi. Ok , saya perjelas Islam menurut versi Nabi Muhammad berdasarkan pemahaman sampean atau pemahaman saya?😀

    aduh kurang islam atau tidaknya seh..ya jelas kurang..wong klo mau disebut Islami yah harus ada dalil-dalilnya…gtu…

    Lah, itu si amrozi mbunuh orang juga pake dalil bos. Islami nggak tuh?😆

  17. 18 queenwannabe November 19, 2007 pukul 8:20 pm

    @syahbal

    eh syahbal artinya apa sih? penasaran aja..kali aja cakep..masih jomblo?

    eh jangan cuman liat timteng…di cina yang komunis aja ada yang salah dikit langsung dicekek…mati…

    kalo mau tau cerita orang yang pernah di arab sono, yang ada kiblatnya itu tuh.tiap hari ada aja kasus perkosaan, pembunuhan, dan kekerasan pada perempuan. padahal mereka hapal and bahkan tau tuh apa isi Al Quran secara itu their mother language. trus gimana donk? ya di Indonesia juga ada sih kekerasan macam itu tapi kan tak banyak orang Indonesia yang ngerti apa arti bahasa Al Quran atau bahkan memahami isinya.

    @danalingga

    eh syahbal artinya apa sih? penasaran aja..kali aja cakep..masih jomblo?

    wah maaf mas bukannya bermaksud menjadikan blog panjenengan biro jodoh. hehe..

  18. 19 panji November 24, 2007 pukul 2:36 am

    Lhoo … perlu diganti dg “yg katanya langsung dari Tuhan” kan soalnya ajaran dari Sutasoma itu “ngga diajarkan sama habib yg dari ‘negeri seberang’ sono”. Itu bid’ah! Ngga murni! Bikinan manusia! Kanjeng Nabi ngga pernah mengajarkan tentang Pancasila! Mosok semua agama sama, pasti Pancasila sesat!

    CAPEK DEEE …. Sampe lebaran gajah nungging juga bangsa ini ngga pernah maju-maju kalo masih selalu ribut soal “who gives what”, bukan “what was given”.

  19. 20 syahbal November 24, 2007 pukul 5:33 pm

    @danalingga

    Seorang wali adalah manusia yang benar-benar beriman dan bertakwa serta sentiasa beramal soleh. Keimanannya murni, tidak melakukan syirik sedikit pun. Ketakwaannya ikhlas, tak ternoda oleh perasaan ria’.Amal solehnya pula dilakukan secara istiqamah di waktu susah atau senang, lapang atau terdesak, sehat ataupun sakit, tua ataupun muda.

    wali Allah itu ada beberapa tingkat:

    Menurut pandangan al-Quran bahwa wali itu ada dua tingkatan, yaitu sabiqun muqarrabun dan ashabul yamin muqtashidun. Kedua-dua golongan itulah yang benar-benar dianggap wali. Selain itu, masih diragukan kewaliannya. (Abu Mazaya 2004, 50). Firman Allah bermaksud :

    “Apabila terjadi kiamat tiada seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya. (kejadian itu) merendahkan (satu golongan)dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedasyat-dasyatnya dan gunung-ganang dihancur luluhkan sehancur-hancurnya, maka jadilah dia debu yang berterbangan dan kamu menjadi tiga golongan iaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu. Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu dan orang-orang yang terdahulu beriman, mereka itu adalah orang-orang yang didekatkan kepada Allah SWT. Mereka berada di dalam syurga kenikmatan, segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu (sebelum umat Muhammad SAW) dan segolongan kecil dari orang-orang yang terkemudian (umat Muhamnmad SAW).

    a) Sabiqun Muqarrabun (paling dulu beriman dan didekatkan kepada Allah)

    Mereka mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mengerjakan yang wajib kemudian ditambah yang sunat-sunat. Ditinggalkannya segala sesuatu yang haram mau pun yang makruh. Mereka mendekatkan diri kepada Allah dengan kemampuan yang dimilikinya. Kemampuan tersebut mencakupi kemampuan jiwa dan raganya, zahir dan batin.(Abu Mazaya 2004.56)

    Dengan demikian, orang-orang yang didekatkan itu, di dalam pandangan mereka, hal-hal yang mubah adalah juga sarana ketaatan. Mereka mendekatkan diri kepadaNya dengan hal-hal yang mubah itu sehingga seluruh amalnya adalah ibadah kepada Allah. Mereka kelak akan minum air di syurga dengan cara mengalirkannya. (Ibn Taimiyyah 2000, 75)

    b) Ashab Yamin Muqtashaidun (Golongan kanan yang pertengahan)

    Golongan manusia baik-baik dan tidak berlebihan. Cara mereka lakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah sesuai dengan cara yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Dengan disertai rasa ikhlas, mereka menunaikan kewajiban-kewajiban yang fardhu, mengerjakan ibadah-ibadah yang diperintahkan Allah dan menunaikan yang sunat. Mereka tidak membebani dirinya secara berlebihan dalam beribadah. Tidak suka menunaikan yang sunat sampai melampaui batas. Apa yang dikerjakan dalam batas yang wajar saja. Mereka tidak mengekang sesuatu yang diperbolehkan oleh Allah. (Abu Mazaya 2004,56)

    Golongan pertengahan ini amal-amal mereka adalah sebagaimana yang mereka kerjakan untuk diri-diri mereka sendiri. Mereka kelak tidak disiksa ataupun diberi pahala. Mereka minum (air syurga) dengan cara mengalirkannya, bahkan Allah mencampurkannya dengan minuman orang-orang yang didekatkan kepadanya sebagaimana mereka mencampur minuman di dunia. (Ibn Taimiyyah 2000,75)

    Dalil…ya selama masih ada dalil sah-sah saja…cuman amrozi dkk itu manusia saja…masih ada human error dalam melakukan proyek terbesar mereka…

    @queenwannabe

    syahbal itu artinya..
    terdiri dari 2 suku kata…
    syah artinya raja taupun yg sejenisnya…
    Bal aerinya anakcucu atau keturunan…
    gtu

    kekerasan seh wajar aja terjadi dimana saja…diseluruh belahan bumi ini…tapi liat dulu siapa yang melakukannya..jangan asal ngecap..gtu…

  20. 21 zal November 24, 2007 pukul 9:40 pm

    ::assalamu’alaiku Syahbal, kamu kemana aja..lama ngga comment…,😆

  21. 22 danalingga November 24, 2007 pukul 9:51 pm

    @ panji

    Begitulah, sepertinya masih banyak orang yang hanya melihat label, tanpa mau melihat esensi. Jadi jika tidak ada label dalil dianggap pasti bukan dari Tuhan. Mang Tuhan itu sebatas dalil aja ya?😉

    @syahbal

    Semua yang anda terangkan tentang siapa itu wali Allah bisa dirangkum dalam satu kalimat yakni orang yang telah mengenal Allah.😀

    Nah sekarang kembali ke pertanyaan saya :

    Jjadi apakah pemimpin pemimpin yang kau sebutkan itu pasti wali Allah?

    Dalil…ya selama masih ada dalil sah-sah saja…cuman amrozi dkk itu manusia saja…masih ada human error dalam melakukan proyek terbesar mereka…

    Wah ampun deh ini anak, ok saya perjelas pertanyaan saya :

    1.Bagaimana jika seseorang melakukan tindakan yang tidak Islami, tapi menggunakan dalil dalil baik AQ atau hadist, apakah bisa di sebut Islami?
    2.Dan demikian sebaliknya, jika seseorang melakukan tindakan yang Islami, tanpa mengunakan dalil dalil baik AQ dan hadist, apakah bisa di sebut Islami?

    @zal

    ternyata selama ini nungguin syahbal ya?😆

  22. 23 syahbal November 24, 2007 pukul 10:09 pm

    @zal

    ya nih…lagi sibuk kuliah…

    @danalingga

    tingkatan wali Allah yang lain:

    a) Wali Al-Aqtab

    Kalimah ‘Al-Aqtab’ berasal dari kalimah tunggal ‘Qutub’ yang bererti penghulu. Maka dapat disimpulkan bahwa Wali al-Aqtab adalah martabat wali yang tertinggi dripada yang lain. Bilangan wali Al-Aqtab adalah terbatas, yaitu seorang pada suatu masa. Apabila yang ada wafat barulah martabatnya diganti oleh wali yang lain.

    b) Wali al-Aimmah

    Kalimah ‘Al-Aimmah’ adalah dari kata tunggal ‘imam’ yang bererti pemimpin. Martabat ini sangat tinggi, dikatakan bahaw hanya dua orang wali Al-Aimmah pada suatu masa.

    c) Wali al-Autad

    Kalimah ‘Al-autad’ adalah dari kata tunggal ‘watad’ yang bererti ‘pasak’. Para aulia yangmendapat martabat al-Autad hanya empat orang pada suatu masa.

    d) Wali Al-Abdal

    Al-Abdal adalah dari kata tunggal ‘badal’ atau pengganti. Mereka yang mempunyai martabat ini dikatakan hanya tujuh orang pada suatu masa. Setiap wali Abdal ditugaskan oleh Allah untuk menjaga satu wilayah di bumi ini kerana bumi allah ini telah dibagi kepada tujuh wilayah (penjuru). Jika seorang wali Abdal meninggalkan wilayahnya, dia akan diganti oleh yang lain.

    e) Wali An-Nuqaba’

    Kata ‘An-Nuqaba’’ berasal dari perkataan ‘naqib’ yang bereti ketua suatu kaum. Oleh itu, bilangan mereka pada suatu masa hanya dua belas orang sahaja. Wali an-Nuqaba’ diberikan karamah hingga Allah membukakan kepadanya rahsia yang terpendam di dalam hati manusia. Mereka juga boleh mengetahui sejarah hidup seseorang dripada bekas jejak kakinya di tanah.

    f) Wali n-Nujaba’

    Kata ‘Nujaba’’ adalah dari perkataan ‘najib’ yang bererti bangsawan yang mulia. Wali An-Nujaba’ adalah antara para Aulia yang paling disukai dan dihormati oleh manusia. Wali An-Nujaba’ hanya delapan orang saja pada suatu masa.

    g) Wali Al-Hawariyyun

    Al-Hawariyyun adalah dari kata perkataan ‘hawariy’yang bererti penolong. Di kalangan para aulia terdapt hanya seorang hawariy saja pada suatu masa.

    h) Wali Ar-Rajbiyun

    Kata ‘Rajbiyun’ adalah dari perkataan ‘rajab’. Ar-Rabiyun adalah para aulia yang berfungsi dan dikenal pasti hanya dalam setiap bulan Rajab setiap tahun. Mereka muncul dari awal bulan Rejab hingga akhir bulan rejab saja. Pada masa lain mereka kembali kepada keadaan biasa hingga martabat mereka tidak dikenal oleh orang lain. Wali Rajibun hanya 40 orang pada suautu masa. (Mustaffa Suhaimi 1994, 67)

    bentar..
    maksud dari pertanyaannya apa..yang saya tangkepyah..
    1.selama dia pakedalil..dan tindakannya sesuai dalil trsebut..ya masih bisa disebut islami…
    2.yeee..itu mah akhlaknya aja bagus…bawaan lahir…

  23. 24 danalingga November 24, 2007 pukul 10:15 pm

    @syahbal

    Thanks atas infonya.😀

  24. 25 joyo November 24, 2007 pukul 10:58 pm

    hmm….dalil2 mulai bertebaran, ayat2 suci mulai di kutap kutip, nampaknya mulai ada penggantinya ni mas Antosalafy😀

  25. 26 zal November 25, 2007 pukul 1:20 am

    ::dan, katanya mau mendirikan agama sepakbola, ayo ngamati hasil rekamannya… lol; iya disini… nah keliatankan…
    ::syahbal, sepertinya syahbal udah tau banyak…ayo praktikin dong, mosoksih Allah Yang Maha Adil, hanya mencukupkan untuk mereka yang udah…, semua itu sawang sinawang sayhbal…, misalnya syahbal, mungkin maksudnya turunan raja, saya juga, opung saya, seorang raja juga, tapi raja kampung, gelar saya sutan sorimuda, lha saya cuma seorang jurtul, juru tulis, suruh-suruhan orang yang engga kenal raja-rajaan…, saya dikenalkan Allah dengan seseorang, tiap hari, kerjanya tani, nah kalo malam jarang tidur, hobynya ninggalin jasadnya, kayak siput laut yang ninggalin rumahnya menembusi alam-alam…, udah saya engga usah cerita alam mana yang sudah dimasukinya, anehnya Beliau engga peduli dia Waliullah atau engga…,tapi Beliau pun engga mau guru-guruan, juga pernah ngalami hal sebagaiman gurunya Dana, bahkan lebih seru, rumahnya dikepung dengan panser, eh malah Jenderalnya, mohon diangkat murid, dikepung para pendekar yang menjulukinya sesat, malah sak guru-gurunya dimarah-marahi kayak anak kecil yang tertunduk…, ya sampai sekarang kehidupannya sangat-sangat sederhana, kalau bertemu kamu pasti engga percaya, jauh dari pakaian keguruan…
    jadi, praktik yuk…sendiri-sendiri aja..engga usah ikut-ikutan…Allah itu Maha Tahu, Maha Penuntun, Maha Perkasa, Maha Bijaksana…Rajanya Preman, Rajanya raja, Rajanya Jenderal yang udah raja, Rajanya rajanya Dunia, kalau kau berjalan menujuNYA satu jengkal Dia berjalan kepadamu satu depa…(tapi bukan padang ilalalng…)…kau mengingatNYA dalam hatimu, DIA mengingatmu dalam zatNYA…, test keberserahdirianmu…benar engga sudah muslim…kan muslim berarti Yang berserah diri…, itu kalau mau…, jangan cuma bisanya nyuruh-nyuruh Beliau saja, katanya Hamba Allah, lha malah Allahnya yang terus disuruh…lha kan jadinya kamu tuhannya, Allah hambamu…betul..tiidak….,
    engga usah dihapal terlalu banyak hal-hal seperti jawabanmu diatas…engga ada test yang itu, yang diukur tiap-tiap syahadatmu..(kan syahadatmu dalam shalatmu kan…)..mulai syahadatmu yang kamu kenal sekarang…syahadat kamu jadi minum apa engga juga ditest…kalau beruntung juga kekukuhanmu mensyahadatkan sebagaimana syahadat jenar itu…
    aku engga bilang ini jalan lurus atau engga, lha saya juga engga peduli…, tapi satu hal dosa yang hendak kuakui, aku juga pendebat, kerjaku ngapalin hadist, ayat-ayat, memang untuk bahan bicara, Ustad Penceramah dikantorku, bahkan dengan seorang Kyai saya pernah debat disaksikan 2 teman saya, yang akhirnya saya kalah telak, habis biar saya tuding-tuding Beliau malah senyum-senyum, terus ngejelasin maksud ayat itu dan kaitannya dengan ayat dan hadis yang lain, padahal dirumahnya engga ada buku-bukuan…
    ini kebiasaan dari SMA sich…, biasalah, jarang ada anak muda yang kalo diajak cerita agama nyambung, bisa kebayang ngga dengan modal pengetahuan agamaku..biar Bapaknya galak kayak apa…setelah apelku selesai, aku ditanggap Bapaknya untuk cerita agama…sekarang kukatakan itu adalah dosaku….sangat besar…dan bernama RIYA…

  26. 27 zal November 25, 2007 pukul 2:19 am

    ::dan, sorrylah ya..sesudah jadi, baru kusadari, kalau panjang commentku sudah lebih panjang dari artikelnya…😆

  27. 28 joyo November 25, 2007 pukul 9:35 am

    @zal

    muslim berarti Yang berserah diri

    hehehe jarang saya nemu kalimat yg gini🙂
    pernah baca sekali klo arti kata Islam itu total surrender, nah klo semua muslim sudah total surrender saya percaya Islam bisa jadi rahmat bagi seluruh semesta

    klo dalam buddha zen istilahnya tidak menjadi apa2/kosong/nol, dan untuk kesini gak pake apa2 (kitab2 dan segala macam hapalan) cukup jasad, pikiran dan rasa yg semua manusia pasti punya.
    klo sudah seperti ini nggak heran jika dikatakan semua manusia yg lahir ke bumi ini muslim (mnrt ajaran Islam) atau buddha (menurut ajaran buddha), dan nggak heran juga klo dalam ajaran Islam dikatakan hidup ini ibadah, sdkn dalama ajaran buddha dikatakan hidup ini adalah meditasi untuk pencerahan.

    jlek…jlek..jlek…ternyata semuanya jadi cocok🙂

    *sujud*

  28. 29 danalingga November 25, 2007 pukul 10:36 am

    @zal

    Waduh, langsung di putar rekaman big match nih zal.😉
    Terimakasih banyak atas komen merangkap artikel yang mencerahkan ini zal, sering sering aja kalo gitu.😀

    @joyo

    Jadi sudahkah anda muslim?😀

  29. 31 zal November 25, 2007 pukul 4:01 pm

    ::dan, bukan maksudku rekaman itu, tentang commentku ini, kepada Syahbal, sungguh aku menghormati Syahbal…
    maksudku didalam blog ini, ada orang seperti Syahbal, sebagai pengumpan membangun pertanyaan, maka akan ada jawaban yang berkembang yang akan maju kesisi barisan tengah, dan berkembang terus, dengan saling over pertanyaan dan jawaban yg meningkat, entah bagaimana apakah ada gol atau tidak…
    dan begitu juga pada hal lainnya, lawakan srimulat ada tarzan yg engga lucu, tapi penting ada, empat mata, ada Piping, yang mengembangkan dan menetralkan situasi, sehingga suasana menjadi tetap menarik, dan penonton tetap concern sehingga goal set acara sampai pada titik selesai.

    ::joyo memang ada yg engga keliatan dari satelit pengamat…😆 kayak polisi amerika yang mengejar tersangka dengan melibatkan heli, ya kemana aja larinya akan teramati… *sujud bareng joyo*

  30. 32 danalingga November 25, 2007 pukul 7:27 pm

    @joyo

    *ikut bersujud*

    @zal

    Iya zal, memang setiap hal itu berguna. Tapi jika pemain utama dah capek, tentu cadangan yang maju zal. gimana?

  31. 33 joyo November 25, 2007 pukul 9:17 pm

    lha kok malah sujud2an ni, awas jangan lupa bangun lagi, hidup masih harus dijalani🙂

  32. 34 zal November 25, 2007 pukul 10:39 pm

    ::ding..dong…pergantian pemain dari PSMS Medan, danalingga pemain nomor punggung 9 digantikan oleh zal pemain dengan nomor punggung 10 ding..dong…. *sujud dulu, salam-salam peluk-peluk, masuk lapangan*

    ::he dan, kamu membelakangi kamera tuh…celanamu koyak😆

  33. 35 syahbal November 26, 2007 pukul 1:21 pm

    @zal

    maaf saya kurang ngerti..bisa dipersingkat dan dipermudah bahasanya…
    masalahnya skarang lagi migraen…
    maaf yah…

  34. 36 syahbal November 26, 2007 pukul 1:40 pm

    @zal

    mungkin yah…setelah saya membaca dan mengamati…dan menanyakan pada icha….
    maksudnya saya RIYA gtu…
    saya nanya deh…RIYA itu artinya apah???pengan tahu..takutnya ntar beda lagi…

    masalh turun-keturunan raja..itu seh hanya sebuah nama sub-marga sahaja..tidak lebih dan tidak kurang…tapi keren kan..hehehehe….jadi tak usah dibahas….

  35. 37 zal November 26, 2007 pukul 4:23 pm

    ::syahbal, bukan syahbal yg riya, riya adalah perbuatan apa saja yang tidak berorientasi kepada Allah, namun yang saya maksudkan berbuat riya itu, saya sendiri, dengan apa yang saya ketahui waktu itu, berdebat kesana kemari, lalu ada suatu yg terjadi pada saya, dimana ada suara yg saya dengar dari diri saya sendiri, dimana apapun yg saya kerjakan disebutnya riya, saya ada postingkan pada http://bengak.wordpress.com/.
    maksudku dengan pengetahuan yg ada padamu sekarang ini, adalah suatu modal utama yg baik, ada satu hal yg Allah buat pengalaman padaku, adalah mencariNYA, mendatangkan rindu…, bukan untuk bermegah-megahan, bukan untuk ngilmu-ngilmuan namun merindu…,
    maksudku lainnya, jika kamu percaya sesuatu itu datang dari Allah, maka dipermudahNYA jalan itu…itu saja syahbal…
    Sesungguhnya Allah melihat kesiapan kita menerima…, sungguh nanti kamu akan tahu sendiri…, lakukan aja sendiri, sesungguhnya Allah sangat suka kepada hambaNYA yang datang dan berdo’a padaNYA diwaktu malam….salam

  36. 38 bedh Desember 6, 2007 pukul 8:01 am

    saya hanya mencoba mengerti obrolan diatas.
    ternyata pancasila itu terdiri dari lima sila yang saling bersinambungan
    1. mengenai keTuhan-an, jadi setiap warga negara yang berada di naungan pancasila harus percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa
    2. manusia yang mempercayai Tuhan akan memiliki kemanusiaan yang menuntun mereka menjadi adil dan beradab
    3. ketika kemanusian tersebut telah tercapai maka akan timbulah kumpulan orang2 yang yang bersama-sama mendirikan kemanusiaan guna berusaha mencapai yang namanya kehidupan yang bermasyarakat yang disatukan oleh sila satu dan dua
    4. agar persatuan itu tetap kokoh dan menghasilkan keputusan atas kepentingan bersama maka segala sesuatunya harus dipikirkan bersama untuk kepentingan bersama yang dipimpin oleh orang yang mengerti benar akan sila 1, 2, dan ketiga.
    5 jika kepentingan beragama dan kepentingan bersama telah diselesaikan dengan baik melalui keputusan yang bulat dalam musyawarah maka keadilan adalah hasil yang akan diterima oleh seluruh warga negara.

    maafkan kalau saya salah.

  37. 39 trizna Mei 4, 2008 pukul 4:35 pm

    pancasila sudah sangat baik sebagai pedoman negara,. tinggal kita sebagai rakyat NKRI memahami dan mengamalkanya

  38. 40 lovepassword Agustus 4, 2008 pukul 11:23 pm

    Ternyata ada juga yang menganggap Pancasila itu keren. Kirain…..?????

  39. 41 mujahid010 Januari 25, 2009 pukul 4:57 pm

    Saya kurang setuju dengan pendapat saudara, sebab pancasila secara gamblang pada butir ke…. saya juga lupa ke berapa tapi kalau ga salah yang ke lima sila ke 1 menyebutkan bahwa hubungan manusia dengan tuhanNya adalah hubungan pribadi bukan masyarakat, padahal secara jelas Islam mengatur seluruh aspek kehidupan masyarakat, dan andaikan kita mengikuti aturan pancasila maka kita menolak aturan dari Islam untuk urusan kemasyarakatan, dan lebih jauh lagi kita telah menolak aturan dari Allah SWT, dan ini sangat berbahaya sekali

  40. 42 cecyl Januari 24, 2010 pukul 8:25 pm

    apa pandangan tentang tugas guru yang mengenalkan pendidikan pancasila pada siswa SD yang berada di daerah / di desa2..


  1. 1 Landasan Filosofi Pancasila « TEGAR R.S.A Lacak balik pada November 16, 2007 pukul 11:13 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: