MUI Yang Kebablasan ???

Tampaknya peristiwa Al Qiyadah Al Islamiyah, yang menelorkan seorang nabi baru walau katanya sudah tobat telah menyebabkan MUI tenggelam dalam eforia. Eforia ini mungkin di sebabkan karena memang pada kasus Al Qiyadah tersebut, hampir semua umat muslim mendukung keputusan MUI dalam memberikan fatwa sesat.Dan akhirnya MUI semakin bertindak jauh, sebagai penilai ke Islam an, atau lebih jauh keber Tuhan an seseorang.

Terus terang hal ini sudah mulai menggangu bagi saya secara personal, sebab guru saya sendiri adalah salah seorang yang terkena efek dari eforia ini. Guru saya sampai di interograsi oleh MUI, untuk menyelidiki apa membawa ajaran sesat. Walau akhirnya tidak bisa di buktikan bahwa Beliau membawa ajaran sesat, tetap saja intrograsi selama 3 hari itu sungguh mengganggu. Apalagi ketika peristiwa pencidukannya, Beliau sempat di pukul oleh seseorang. Untuk peristiwa ini sebenarnya saya ingin menyimpannya secara pribadi dan bagi orang orang tertentu saja. Dan saya tidak ada niat untuk menulis dalam sebuah artikel di blog ini.

Namun ketika saya mendengar berita di televisi, bahwa MUI ternyata juga mengeluarkan fatwa sesat terhadap komunitas Dayak Bumi Segandu Losarang , membuat saya jadi ingin menulis sebuah artikel. Sebab saya berpikir bahwa MUI mulai kebablasan dalam hal ini. Dan mungkin saya di luar sana  lebih banyak lagi orang orang atau komunitas yang mengalami peristiwa tidak mengenakkan seperti guru saya. Hanya karena di anggap berbeda, atau karena ada laporan dari masyarakat yang tidak senang. Lantas mau jadi apa Indonesia ini? Apa mau jadi seperti yang diinginkan MUI saja? Sebenarnya MUI itu wakil resmi Tuhan ya?

Dan mengenai penyesatan komunitas Dayak Bumi Segandu Losarang saya masih belum melihat apa sebenarnya hak MUI di sini. Sebab setahu saya komunitas ini lebih berafiliasi ke agama Hindu, bukan agama Islam. Jadi apa urusannya MUI? Apa nanti selanjutnya giliran umat Hindu, Budha, Kristen, dll yang bakalan di fatwa sesat? Lagian jikapun Islam, sepertinya MUI bukan pemilik Islam deh. Dan lebih aneh lagi fatwa itu sepertinya di picu oleh laporan adanya keresahan masyarakat. Lah itu masyarakat yang resah yang mana ya? Sebab dari hasil baca baca di internet, tidak ada tindakan mereka yang pantas di resahkan. Tidak ada tindakan mereka yang mengarah ke kriminal. Tidak seperti sebagian aliran yang di fatwa sesat yang memang kadang di bentuk untuk memperkaya pembentuknya. Sepembaca saya aliran ini hidup damai, dengan memilih mendekatkan diri dengan alam dan mencari nafkah dengan bertani. Oh iya, satu hal lagi mereka ternyata vegetarian, yang menurut saya cara hidup paling alami.

Tapi ada juga dari yang saya baca menyebutkan bahwa mereka mereka itu kalo menikah masih secara Islam di KUA. Ah, itu mungkin karena keyakinan mereka tidak di akui negara, sehingga terpaksa memilih salah satu agama, dan agar lebih gampang mereka memilih tatacara agama mayoritas di tempat mereka. Lagian sebagian mereka tidak mempunyai ktp, yang berarti agama resmi mereka tidak bisa di tentukan apa mereka Islam atau yang lain. Dan jika memang yang menyebabkan mereka itu di fatwa sesat karena cara menikah mereka itu, ya silahkan mereka di beri alternatif untuk dapat resmi dan di akui negara telah menikah dengan memakai keyakinan mereka.

Oh iya, saya sebenarnya hanya mengetahui permasalahan ini melalui beberapa artikel di internet. Jadi belum terlalu jelas apa sebenarnya alasan MUI untuk memberi fatwa sesat ini. Jadi jika ada yang mempunyai informasi lebih tepat, silahkan saya di kasih tahu. Dan semoga ini hanya salah paham saya saja terhadap organisasi penjaga Islam yang di sebut MUI itu.😉

Artikel terkait:

125 Responses to “MUI Yang Kebablasan ???”


  1. 1 syahbal Desember 1, 2007 pukul 6:12 pm

    lagian klw kata saya mah yah…
    sikap si anak itu benul….
    dy telah mengizinkan ortu nya untk sampai ke syahidan…
    dan ga mungkin dong ortu nya itu ga melawan…
    pasti melawan…cuman kalah tanding aja sama pasukan bersenjata…

    dan si anak..dasar anak-anak..malah sembunti…bukan ikut syahid…tapi Allah memberi jalan lain untuk syahid…yaitu dengan cara membela AQ..walaupun hanya sebuah kitab…tapi klw sudah didpan mata ada kesempatan buat syahid buat apa dilewatkan…benul ndak…bukankah semua orang ingin hidup kekal abadi dalam surga(orang yang meyakini adanya surga tentunya)….nah dalam islam ada caranya…cuman berbeda tiap orang…tergantung orng2 tersebut dapat mengambil kesempatan langka atau tidak…

    jadi gimana???

  2. 2 danalingga Desember 1, 2007 pukul 8:14 pm

    @syahbal

    Mungkin teman teman hanya bingung kok setumpuk kertas jadi kelihatan lebih berharga dari 2 nyawa manusia.

    Sebenarnya saya masih meragukan kalo anak itu mati sayhid. Bagi saya anak tersebut lebih tepat di sebut mati konyol.😉

  3. 3 kunderemp Desember 2, 2007 pukul 10:10 pm

    Jujur aja,
    itu namanya memberhalakan AlQuran…
    Seperti keledai yang diberikan kitab.

    Contoh paling sempurna adalah hijrahnya Rasulullah sendiri. Jangan lupa, selain meninggalkan harta benda, Rasulullah juga meninggalkan Ka’bah! Nyawa manusia lebih berharga di situ. Bahkan hijrah pertama, walaupun Rasulullah tidak ikut, tetapi beliau memperbolehkan bahkan menyarankan kaum muslim untuk mencari perlindungan ke Najasyi.

    Lagi-lagi, hikmah yang bisa diambil di sini adalah nyawa manusia lebih penting.

    Jangan berlebihan, akhi..
    Lebih baik buat si anak kalau memanfaatkan pengorbanan orangtuanya, untuk tetap hidup, berkumpul dengan kaum muslim yang lain, untuk mengadakan perlawanan. Bukan mati demi sentimen simbol agama dan menganggapnya sebagai mati syahid… Itu namanya zealot, bukan mujahid.

    Syahid.. Bersaksi..
    Bersaksi dengan harga nyawanya,
    bersaksi bahwa sesungguhnya ia sedang membela yang benar.
    Bukan mati karena membela harga dirinya yang sedang dihina.
    Bukan mati karena membela bagian dari harga dirinya (simbol agama, bangsa, apapun) yang sedang dihina.

    Ingat,
    Tiga belas tahun, Rasulullah bertahan, tidak memberontak, tidak mengumpulkan pasukan. Rasulullah baru membentuk pasukan setelah ia pindah ke kota Madinah dan kaum Quraisy masih mengganggu dan mengancam keamanan kaum Muslim.

    Ingat,
    dalam tiga belas tahun tersebut, kematian beberapa muslim di masa itu adalah insiden karena kaum muslim tidak mau mengingkari Rasulullah. Bukan karena marah Rasulullah dihina. Bukan karena marah tulisan berisi AlQuran dirobek.

    PS:
    Kalau semua orang yang di rumah itu mati.. Lalu siapa yang berkisah tentang peristiwa di rumah tersebut? Salah satu tentara Uni Sovyet-nya? Atau hanya bualan Mullah untuk membangkitkan semangat perang?

  4. 4 AmruL Desember 2, 2007 pukul 11:02 pm

    Begini sodara-sodara….

    1. ini merupakan permasalahan didalam agama islam….
    Jadi yg diluar islam tolong keluar sebentar untuk masalah ini….

    2. Islam itu diturunkan Allah melalui Rasul nya Yaitu Muhammad SAW.

    3. Setelah Rasullullah Wafat, maka para Shahabat menggantikan Beliau dalam sistim khilafah dengan seluruh nya mengadopsi hukum islam secara mutlak (sami’na, waata’na).

    4. Para shahabat merupakan orang yg paling dekat dengan Rasulullah dan juga menyaksikan turunnya wahyu, jadi mereka adalah org yg paling ‘alim(mengetahui) akan ajaran islam.

    5. Seterusnya setelah para shahabat wafat,tradisi keilmuan dan pilar utama ajaran islam dilanjutkan oleh tabi’ dan tabi’ tabi’in.

    6. Para tabi’in dan tabi’ tabi’in ini bisa juga disebut dengan ‘ulama (org yg paling mengetahui tentang ajaran islam/kata jamak dari ‘alim).

    7. Masa terbentuk nya mashab karena terjadi perbedaan dalam penerimaan hadist (ada yang menerima hadist, ada yg tidak sampai hadist tersebut) sehingga terjadi perbedaan pendapat pada masalah Furu'(cabang)tapi bukan pada masalah ushul(pokok).

    8. Adanya ijmak para ulama yg telah disepakati merupakan pendapat yg sangat kuat dalam mengambil keputusan tentang segala hal yg berhubungan dengan islam.

    9. Sistim dalam penerimaan segala yg berhubungan dengan keilmuan digunakan adalah sistim periwayatan(Rawi).

    10. Segala sesuatu yg telah sampai kepada kita dari ajaran islam ini adalah melalui metode periwayatan yg sangat ketat, sehingga jika tidak sampai org kepada Rasulullah, maka tidak tahulah kita bagaimana cara mengambil wudhu, rukuk dalam shalat, bayar zakat dll dengan sebenar2 nya.

    Jadi jika MUI itu adalah kumpulan para ulama (otoritas, legalitas dan kapabilitas), maka keputusan mereka adalah ijmak yg sangat kuat dan hanya boleh di bantah oleh ulama yg memiliki kelebihan diatas mereka dalam segala aspek keilmuan.

    Dari pengertian ini, sebaiknya kita mencegah diri dari memberikan opini secara serampangan, karena islam ini tidak diturunkan tanpa ada aturan nya.

    Jadi apapun keputusan MUI, insya Allah merupakan hukum yg sah sebagai kelanjutan dari pada warisan Rasul, shahabat, tabi’ dan tabi’ tabi’in dan seterusnya.

  5. 5 zal Desember 2, 2007 pukul 11:31 pm

    ::Amrul yg amrul maksud untuk :
    2. Islam itu diturunkan Allah melalui Rasul nya Yaitu Muhammad SAW itu yang ini : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” AQ 5:3, kira-kira itu untuk SK siapa..”pake pada hari ini lho…😆

  6. 6 AmruL Desember 3, 2007 pukul 9:54 am

    Point dari ayat tersebut adalah:
    1. Sk itu adalah untuk Rasulullah yg secara tegas bahwa tugas Beliau telah selesai dalam menyampaikan risalah agama.

    2. Allah menegaskan bahwa agama islam itu agama penutup yg sudah sempurna dan tidak akan menurunkan lagi agama lain setelah nya, berbeda dengan agama2 lain yg Allah turunkan secara parsial dan hanya di tujukan kepada kaum tertentu.

    3. Di dalam islam itu ada 2 unsur penting dalam risalah agama, yg pertama masalah ushul(pokok) yg mana adalah mutlak tidak akan pernah berbeda penafsiran sampai akhir zaman, yg kedua adalah hal2 Furu'(cabang), ini adalah fleksible islam dalam menjawab permasalahan menurut tempat, zaman dan kondisi lingkungan.

    3. Untuk dalam hal interpretasi di butuhkan ulama dan sekaligus juga utk menjaga problem agama mengikuti perkembangan zaman.

    4. Bahwa dalam menjawab problem2 kehidupan yg semakin kompleks maka di perlukan terjemahan hukum seperti pengambilan analogi(qiyas) dan ini adalah masalah furu’.

    5. Pada masalah kesesatan itu adalah telah memasuki wilayah Ushul, dan berbeda penafsiran dalam hal ini adalah menimbulkan kesesatan.

    6. Dalam penterjemahan Al quran sendiri Rasulullah memberikan pengertian nya melalui hadis2, dan Rasulullah sendiri telah mewariskan ini kepada para ulama sebagai amanah yg harus disampaikan.

    7. Kesempurnaan itu adalah bersama dengan adanya kepemimpinan yg untuk zaman ini adalah dipimpin oleh para ulama sebagai pengganti Rasullullah.

    8. Sk itu untuk zaman ini adalah untuk para ulama yg oleh Rasulullah di tunjuk sebagai pengganti beliau.

    9. Peran ulama adalah menjaga kemaslahatan ummat, bukan mencari kemewahan, tidaklah hancur ummat ini melainkan karena para ulamanya telah sibuk dalam mencari dunia.

    10. Mohon maaf dengan segala keterbatasan saya dalam menjelaskan hal ini, saya hanya berusaha menjelaskan permasalahan2 yg timbul pada kehidupan sekarang ini.

  7. 7 zal Desember 3, 2007 pukul 6:28 pm

    ::Amrul, mohon maaf ya..hanya sekedar shrae..
    1. bukannya surah terakhir itu Annas, berapa jarak antara Al Maidah dengan Annas, dan berapa jarak Annas dengan wafat Beliau..

    2. Maksud Amrul AQ 3:19, jika itu bukan yg terakhir, bahkan para akhlil kitab..(ini akhlil kitab yg benar ya…luhul mabsus) pasti mengamiini ini… karena Islam yg dimaksud disini bukan seperti yg dikenali saat ini…sebab merujuk pada AQ 5:3, Seorang Rasulpun tidak serta merta berada pada posisi ini.

    3. AQ juga menyebutnya Muhkamat dan Mutasyabih
    4. Allah memang menjadikan segala sesuatu sebagai umpama, bahkan nyamuk atau yg lebih kecil. dan isyarat Allah juga berbentuk bahasa umpama.demikian juga Rasulnya.hanya saja Rasulnya sudah menggunakan bahasa manusia.
    5. Kesesatan itu termasuk wilayah Kekuasaan Allah, “Kutunjuki yang Ku kehendaki, Ku sesatkan yg Ku kehendaki” dan itupun syirullah.
    6. Untuk terjemahan, kan Allah menyebutkan bahwa AQ ditulis dengan bahasa arab terang, bukan ajem.jadi mereka yg memahami sastera, ahli Bahasa Arab bisa menterjemahkan, yg mungkin tidak semua bisa adalah mentaqwilkannya, sebab Rasaia Taqwil hanya ada pada Allah, dan Allah memahamkan kepada hambaNYA sekehendakNYA. termasuk mungkin si dana ini..atau Amrul.
    7. Menurut Allah “Akulah Pemimpin yg baik”, lalu siapa yg hendak kamu jadikan Pemimpinmu selain Allah. ulama…???
    8. Allahlah yg menetapkan siapa yg dikehendakinya, dan cukuplah hanya aku dan Tuhanku saja sebagai saksinya. dan ini pasti…
    9. baca AQ yunus 99 dan 100 ya…, jika dimaksud ulama sebagai apakah Alm Nurkholis Majid, dan Gusdur sebelum duhujat…JIL (semoga rakhmad Allah meliputi Beliau berdua..
    wallahu a’lam.)
    10. Iqra’ Iqra’ bismirabbikallazi kholaq.

  8. 8 danalingga Desember 3, 2007 pukul 8:28 pm

    @AmruL

    Saya agak tertarik komenmu yang bagian ini

    Jadi apapun keputusan MUI, insya Allah merupakan hukum yg sah sebagai kelanjutan dari pada warisan Rasul, shahabat, tabi’ dan tabi’ tabi’in dan seterusnya.

    JIka sudah berpendapat seperti ini apa mau di kata.

    Tapi jika pendapat saya , maka saya tidak akan pernah mengaminkan semua keputusan MUI. Sebab mereka mereka tetap manusia biasa yang tidak luput dari salah.

  9. 9 Tito Desember 3, 2007 pukul 9:53 pm

    Jadi apapun keputusan MUI, insya Allah merupakan hukum yg sah sebagai kelanjutan dari pada warisan Rasul, shahabat, tabi’ dan tabi’ tabi’in dan seterusnya.

    saya justru tertarik pada kata “insya allah” yg berarti “jika Allah mengizinkan” yg juga berarti bahwa hal itu BELUM PASTI diketahui!😛

    Dan itu berarti segala fatwa yg dikeluarkan MUI masih bisa DIKRITISI toh?:mrgreen:

  10. 10 joyo Desember 3, 2007 pukul 10:43 pm

    *makan kacang kulit*
    *nyruput kopi panas, manis tpi pait*
    *menyimak*

  11. 11 CY Desember 4, 2007 pukul 11:00 am

    @Amrul
    tuan rumah aja ga nyuruh keluar… kok ente pula yg nyuruh.. ente siapa he? MUI? wakakaka…

    *shot the messenger* gyakakakka

  12. 12 abah dedhot Desember 4, 2007 pukul 11:58 pm

    7. Kesempurnaan itu adalah bersama dengan adanya kepemimpinan yg untuk zaman ini adalah dipimpin oleh para ulama sebagai pengganti Rasullullah.

    baca comment yang ini, kok didalam dada abah ada yang bergemuruh… bagaikan nafs amarah, tapi lebih dasyat…
    kanapa yahh…???

    @mas zal
    tolong pinjemkan “cermin” sama MUI, ngga usah cermin yang asli (miratul haya’i)… pinjemin aja cermin palsu, yang suka dijual di depan gedung MPR… tolong yah… semoga gemuruh ini bisa reda…
    salam

  13. 13 celo Desember 5, 2007 pukul 10:12 pm

    @Amrul
    tuan rumah aja ga nyuruh keluar… kok ente pula yg nyuruh.. ente siapa he? MUI? wakakaka…

    *shot the messenger* gyakakakka

    hush… menghina utusan Tuhan bisa masuk neraka lho… cepetan gih suruh orang menghina kitab suci anda, terus anda bela tuh kitab biar dosa anda hilang dan anda masuk surga…

    *save the messenger*

    *disapu keluar sama yang punya rumah*

  14. 14 AmruL Desember 7, 2007 pukul 4:29 pm

    Hiohiohio…
    Saya cuma mo bahas masalah intern agama islam yah cuma ama org islam
    Gak ada maksud buat menyinggung perasaan org yg berada di luar agama islam…
    Ini pun cuma berusaha partisipasi aja…
    dan tidak juga membela MUI
    Cuma menjelaskan menurut yg saya pelajari tentang para ulama dan Siapa yg berhak dalam mengambil Ijtihad dalam hukum islam.
    Yang paling penting adalah berlapang2 dada dalam menyikapi semua persoalan yg timbul.

    Bukankah yg kita tuju adalah bagaimana mengatasi permasalahan yg timbul..??
    Bukankah sebuah diskusi itu merupakan sebuah metode kita dalam mencari sebuah jawaban atas sebuah permasalahan..???

    Kadang jawaban saya tidak sesuai dengan permasalahan ini, tapi jawaban dari teman yg lain lebih sesuai, ini tergantung dari sistem pemahaman masing2.

    Saya juga baru mengulang kembali sebuah hadis, namun saya tidak hapal sanad nya juga teks asli nya, kira2 bunyi nya seperti ini:

    Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW:
    “Ya Rasulullah, berilah saya wasiat.”
    Rasulullah menjawab: ” Jangan marah “.
    Sahabat itu bertanya lagi dengan pertanyaan yg sama.
    Rasulullah juga menjawab: ” Jangan Marah” sampai tiga kali.
    Dari kitab Radhius Salikin, Imam An Nawawi.

    Sedikit OOT, tapi sangat bagus dalam menyikapi apapun permasalahan dan berbagai jawaban.

  15. 15 danalingga Desember 7, 2007 pukul 8:10 pm

    @Amrul

    Saya sih nggak masalahin soal yang lain lain. Yang saya pertanyakan hanyalah seyakin apa kamu kalo hanya MUI sajalah yang berhak mengambil Ijtihad ?

    Dan apakah umat yang di luar MUI tidak berhak?

  16. 16 joyo Desember 7, 2007 pukul 10:52 pm

    untuk masalah sesat menyesatkan ini saya masih teteup setuju sama abah dedhot, bahwa sesat itu klo gak nyampe tujuan😀

  17. 17 abah dedhot Desember 7, 2007 pukul 11:55 pm

    *NAFS AMARAH, MODE : ON*
    TIDAK ADA SEUJUNG KUKU PUN CITRA RASULULLAH, YANG TERPANCAR DARI GEROMBOLAN ITU, LANCANG SEKALI MEREKA MENGAKU SEBAGAI PENGGANTI RASULULLAH. CUUIIH…
    *NASF AMARAH, MODE : OFF*
    “Jangan Marah….”
    “Jangan Marah….”
    “Jangan Marah….”

  18. 18 Cahya Rahma Dewi Desember 10, 2007 pukul 2:10 pm

    “PENGUMUMAN-PENGUMUMAN”
    Fatwa boleh dikeluarkan siapa saja selama berlandaskan Nash baik al-Quran maupun Sunnah. Dikeluarkannya fatwa bisa atas dorongan kemashlahatan umum atau hal-hal baru yang memerlukan ijtihad. Yang lucu, kadang-kadang MUI mengeluarkan fatwa yang gak perlu, misalnya Fatwa bahwa korupsi haram. Ngapain sih ngeluarin fatwa yang gak usah difatwakan.

    Fatwa ulama tidak bersifat mengikat bagi ummat secara keseluruhan dan tidak dapat menggugurkan fatwa ulama lainnya yang berbeda. Sama seperti kedudukan hasil ijtihad yang tidak dapat menggurkan ijtihad yang lain.

    Selebihnya lupa lagi, mau ngomong apa….. (8 (waktu ikut pengajian tadi malam sambil nundutan, padahal lagi ngebahas soal kedudukan ijtihad dan fatwa)

  19. 19 trizna Mei 4, 2008 pukul 4:16 pm

    wahh blum tau beritanya nehh.. baca2 dulu ahh!!! biar gaa salah ngasih pendapat.
    hhee
    update mas soal masalah keislaman.. padahal kan mas ga bertuhan!!!
    jadi malu saya menjadi muslim ,..
    wkwkwkwkwkw…

  20. 20 dr.Adhika November 12, 2008 pukul 11:18 am

    kasus2 MUI selalu terulang dari rekaman sejarah. setiap ada aliran keyakinan (saya menyebutnya begitu) yang tidak sesuai dgn aliran mainstream negara pasti disingkirkan. kita bisa berkaca dari kasus syekh siti jenar, yah dia disingkirkan oleh beberapa orang yang fungsinya sebagai penjaga mainstream aliran negara demak bintoro, terulang-dan terulang lagi.baiknya memang MUI: Majelis Ulama Istana

  21. 21 visma September 27, 2009 pukul 6:33 am

    suatu ajaran yan baik akan sedikit menimbulkan masalah jika ajaran semu akan membawa kegalauan dalam diri.bimbang, bingung, resah dan gelisah.

  22. 22 visma September 27, 2009 pukul 6:39 am

    seperti gambar diatas seperti itu lah leluhur anda punya kepercayaan yang murni ah panjang deh ………….jika bisa halal haram begitu saja isi otak adalah sifat manusiawi itu masih kita exrim kiri atau kanan bukan pada porosnya agama.yaitu bijaksana

  23. 23 kasih September 17, 2010 pukul 10:55 pm

    ini hanya politik islam untuk meng-agama-kan orang yang sudah punya keyakinan/agama/kepercayaan yang lain. sejarah terulang kembali, inilah cara menyebarkan islam dari zaman gak enak sampai hari ini. dunia ini milik MUI? milik islam?


  1. 1 (Softex) Karena wanita ingin dimengerti « Again anD aGain aNd agaIn And agaiN Lacak balik pada Januari 2, 2008 pukul 7:04 pm
  2. 2 Perlu atau Pantas Nggak Bilang Sesat? « Sains-Inreligion Lacak balik pada Februari 6, 2008 pukul 11:03 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

November 2007
S S R K J S M
« Okt   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: