Arsip untuk Januari, 2008

Berdansa

Musik mengalun lembut membelai
menyentuh dua hati yang bercinta
mengajak jiwa melakukan ritual
berdansa menyatukan gerak langkah
menciptakan harmoni tiada tara
menggambarkan ke-mahaagung-an pelukis sejati
menciptakan warna cinta

mari berdansa …

Iklan

Doa

Dalam salah satu episode sandiwara kehidupan ini, tiba tiba jiwa tersadar akan doa-doa selama ini. Doa-doa yang terus meminta. Meminta dengan sangat detail tentang kebutuhan-kebutuahan (keinginan?) saya. Ketika belum di kabulkan maka meminta lagi tanpa putus asa , dan setelah di kabulkan maka meminta pemenuhan kebutuhan yang lain lagi.

Ah, kok sepertinya Tuhan hanya tempat meminta dan meminta lagi. Dan seakan Tuhan tidak tahu kebutuhan saya, sehingga saya merasa perlu mendiktekan secara terperinci segala kebutuhan-kebutuhan (keinginan?). Yang kemudian saya sampaikan dalam doa yang telah saya niatkan, dan jika merasa perlu akan saya awali dengan puasa dulu. Agar semua permintaan-permintaan saya itu dapat di kabulkan.

jadi bagaimana?

100

100 ya sebuah angka 100 akhirnya tercapai juga di blog ini. Tulisan inilah yang menjadi sebuah nisan bagi angka 100, sebagai lambang dari 100 tulisan telah tergores menghiasi blog sebuah perjalanan. Dan semoga akan segera terlampaui. Itu jika saya masih bisa mengalahkan rasa jenuh ini. *ngelirik yang telah bunuh diri* Maka nikmatilah hidangan alakadarnya , sebagai rasa syukur telah mencapai angka 100 ini. *mengedarkan hidangan*

dan nikmati juga …

Kalacakra

roda waktu
berputar maju
meninggalkan aku
terengah-engah mengejar
memandang putus asa

roda waktu
semakin menjauh,
menggilas yang melambat

roda waktu,
mungkinkah kau terlampaui?

Memaafkan Soeharto ???

Apabila kita memaafkan, kita juga harus melupakan.

Ada yang mengatakan, saya dapat memaafkan tetapi tidak dapat melupakan. Ini adalah cara lain untuk mengatakan, saya tidak dapat memaafkan. Pengampunan atau pemaafan yang sejati bagaikan selembar cek yang telah di batalkan, di musnahkan dan tidak berlaku lagi.

silahkan lihat contohnya

Perjuangan

dalam tiap geraknya
mengandung seribu doa
dari harap 
yang telah tertanam di hati
merajuk jika pesimis menyapa

melaju menerjang segala
berderai tetes keringat
jatuh membasuh bumi
demi mimpi yang terus di kejar

lalu???

Metode Memahami Ayat-Ayat Kitab Suci

Tulisan ini merupakan sebuah pengembangan dari cerpen tentang perjalanan Jenar yang berjudul Islamkah ini? AQ 4:3 . Tulisan ini terinspirasi dari komen-komen yang bermunculan di post tersebut, yang berusaha menjawab kegamangan Jenar. Secara garis besar, saya memahami komen-komen tersebut ada dua golongan besar. Yang secara semena-mena saya anggap saja sebagai dua metode untuk memahami ayat tersebut, dan jika saya generalisasi (lagi-lagi secara semena-mena) maka dapat di anggap sebagai 2 metode untuk memahami ayat kitab-kitab suci. Apapun kitabnya itu. 😉

Ok, untuk langsung ke pokok pembahasan maka saya kutipkan komen-komen yang saya anggap dapat mewakili penggolongan yang telah saya buat di atas.

lihat dan baca!


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.