Hitam dan Putih

Update V.1.0Β 

Hanya hitam atau putihkah pilihan?
Tidak adakah warna-warna yang lain?
Jujur, sungguh tidak ada asa,
harus hitam atau putih saja,
sebab kusaksikan hitam dan putih,
sama sama merusak kehidupan.
Ataukah itu hanya karena ada terlalu?

Inginku warna abu-abu,
itu jika tidak ada pilihan biru,
daripada hitam atau putih saja.
Lebih damai terhadap kehidupan,
setidaknya dalam hidup yang kualami.

Latar belakang puisi ini:

Ada orang-orang yang memaksa saya memilih hitam atau putih, sebab menurut mereka sebenarnya hanya ada hitam atau putih dari Allah, sedangkan warna-warna yang lain itu hanya bisa bisanya manusia yang mengikuti hawa nafsunya. Semoga maksud puisi bisa lebih di mengerti lagi.:mrgreen:

70 Responses to “Hitam dan Putih”


  1. 1 extremusmilitis Januari 14, 2008 pukul 8:32 am

    Kenapa harus memilih bro?, percayai apa yang kamu percayaiπŸ˜›

  2. 2 Sayap KU Januari 14, 2008 pukul 9:11 am

    Putih merah kayanya lebih bagus mas .. pilih merah aja kalo gak suka hitam putih.

    -Ade-

  3. 3 sezsy Januari 14, 2008 pukul 9:55 am

    he..eh.. kalo misalnya milih warna laen, contoh biru..
    masa iyah kita biru melulu???
    di layar ini aja warnanya macem-macem…

    biru…pangeran biru…
    (naooon deui… :p)

  4. 4 arch222 Januari 14, 2008 pukul 5:15 pm

    duniaku hanya hitam dan putih
    tak lain warna
    dengan hanya hitam dan putih
    aku telah menciptakan warna

    warnanya warna kehidupan
    yang tergambar dan tersampaikan
    bila ingin melihat warna lainnya
    datanglah ke dunia maya

    aku mengundangmu
    datanglah ke duniaku
    dunia kata-kata
    indah bagai cerita

  5. 5 danalingga Januari 14, 2008 pukul 7:40 pm

    @Tedy

    Iya, dosen juga boleh.πŸ˜€

    @ancilla

    Atau dengan kata lain, dalam diri seseorang itu selalu ada hitam dan putih ya?

    @extremusmilitis

    Udah nggak pengen milih lagi bro. Biarlah si empunya warna yang memilihkannya untukku, saya sih pasrah aja deh.πŸ˜‰

    @Sayap KU

    Saya udah nggak memilih kok de.πŸ˜€

    @sezsy

    Berarti memang enakan berwarna yak.πŸ˜€

    Siapa tuh pangeran biru?

    @arch222

    Puisinya bagus.:mrgreen:

  6. 6 itikkecil Januari 15, 2008 pukul 8:44 am

    sudah rame yang komen ya… saya memilih abu-abu:mrgreen:

  7. 7 Tedy Januari 15, 2008 pukul 9:11 am

    @danalingga

    kata dosen…warna ada karena suatu zat menyerap semua warna selain yang kita lihat

    contoh
    suatu zat berwarna hijau ada karena semua warna selain hijau diserap dan hanya hijaulah yang dipantulkan ke mata kita

    begitupula warna hitam, merah, kuning….jadi ga hanya hitam aja yang nyerapπŸ™‚

    nah jadi sekarang ga usah ngeributin warna …warna ada karena adanya cahaya…tanpa cahaya ga akan ada warna..

    jadi perbedaan ada karena ada Tuhan yang menciptakan perbedaan itu πŸ™‚

  8. 8 calonorangtenarsedunia Januari 15, 2008 pukul 11:07 am

    Saya memilih untuk ga memilih. Memilih putih berarti mendeskriditkan yang hitam, begitu pula sebaliknya. Saya menikmati dan menyerap semua karena setiap hal mempunyai dua sisi, bahkan kehidupan ketuhanan.

    btw, there’s an evil and an angel in me…

  9. 9 danalingga Januari 15, 2008 pukul 8:19 pm

    @itikkecil

    Abu-abu yang mana tuh mbak?πŸ˜›

    @Tedy

    Coba baca http://en.wikipedia.org/wiki/Black . Pengertian hitam di situlah yang saya maksud, jika ternyata salah ya silahkan di edit.πŸ˜€

    Yup, perbedaan ciptaan Tuhan, jadi yang mo menyeragamkan namanya melawan Tuhan.πŸ˜€

    @calonorangtenarsedunia

    Abstein dunk yah.πŸ˜€
    Btw, gimana rasanya bermain dengan evil dan angel itu?πŸ˜†

  10. 10 Ersis W. Abbas Januari 16, 2008 pukul 7:49 am

    Au he eh … mantap nivh, aku suka yang beginian

  11. 11 itikkecil Januari 16, 2008 pukul 9:30 am

    Abu-abu yang mana tuh mbak?

    ada sisi bitchy dalam diri saya, dan kayaknya itu lebih dominan daripada kebaikan yang ada di diri sayaπŸ˜€

  12. 12 Tedy Januari 16, 2008 pukul 11:29 am

    @danalingga

    oh gitu yah…
    kayaknya ga ada yang salah tuh..

    makasih wat pengetahuannya

  13. 13 calonorangtenarsedunia Januari 16, 2008 pukul 1:01 pm

    [ustad Mode:ON]

    Perang antara evil dan angel itu kan sunatullah, Nak..

    [ustad mode:OFF]

  14. 14 danalingga Januari 16, 2008 pukul 6:33 pm

    @Ersis W. Abbas

    Sama pak, saya juga suka.:mrgreen:

    @itikkecil </strong<

    hem… bitchy ya? Jadi pengen kopdar ama mbak nih.πŸ˜†

    @Tedy

    Iya, gitu. Sama sama.

    @calonorangtenarsedunia

    iyah, kalo masih di dualitas bu ustad. Kalo dah melampaui dualitas, keknya dah nggak lagi tuh.πŸ˜†

  15. 15 siheruw Januari 27, 2008 pukul 1:59 pm

    Bayangkanlah simbol Yin dan Yang.Setiap simbol putih ternyata masih ada titik hitam yang kecil.Setiap simbol hitam masih ada juga titik putih.Dan gunakanlah hati nurani,akal,serta kenyataan.Jangan terlalu banyak memforsir dunia dengan perasaan,maka akibatnya tumbuh warna abu-abu.

  16. 16 danalingga Januari 27, 2008 pukul 5:40 pm

    Kekekeke, ternyata anda juga anti warna abu abu ya?

  17. 17 Ersis Warmandyah Abbas Mei 12, 2008 pukul 10:41 pm

    Hanya ada dua warna, putih dan warna lainnya

  18. 18 danalingga Mei 13, 2008 pukul 9:47 am

    hehehe… tetap aja berarti ada lainnya pak.πŸ˜€

  19. 19 Faubell Mei 13, 2008 pukul 3:49 pm

    @ dana
    Saya terinspirasi dari tulisan di sini: http://febdian.net/bagaimana_pelangi_tercipta
    *Mode serius*
    Hitam yang tampak itu datangnya dari mana kang Dana?
    Apakah yang hitam adalah manakala semua warna itu dia serap semuanya?. Masih mendingkah si merah, jingga, kuning, dan lainnya yang berani mengambil sikap untuk mengembalikan yang dia tidak serap?. Bagaimana si putih, yang katanya dia pantulkan lagi semua warna itu?
    Kenapa medium yang bening (prisma atau titik air hujan) bisa memilahkan dari warna yang putih itu?

    Apa pengaruhnya yang nyerap dan tidak nyerap warna itu bagi diri dan lingkungannya. Cahaya memiliki energi. Energi tidak terlihat tetapi efeknya terlihat.

    Bukankah cahaya itu sengaja ditampakkan karena keterbatasan mata lahiriah kita?. Yang sampean cari adalah sumbernya yang tidak terdefinisikan itu? (Cahaya di atas cahaya). Apakah sampean mau ketemu dulu dengan yg tidak terdefinisikan itu baru sampeyan bisa memaknai apa yang tampak?

    *Mode relax*
    *Minum kopi yang kemarin sdh disorongin ke Om Dana, tapi tidak diminum*

  20. 20 danalingga Mei 13, 2008 pukul 6:01 pm

    Bukankah cahaya itu sengaja ditampakkan karena keterbatasan mata lahiriah kita?. Yang sampean cari adalah sumbernya yang tidak terdefinisikan itu? (Cahaya di atas cahaya). Apakah sampean mau ketemu dulu dengan yg tidak terdefinisikan itu baru sampeyan bisa memaknai apa yang tampak?

    Mungkin begitu kang. Sebab jika belum nyampe, sepertinya defenisi warna akan selalu relatif. Jadi saya hanya minta janganlah saya dipaksakan untuk memilih hitam atau putih, ketika saya masih bisa melihat warna yang lain. Entah kalau nanti.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: