Kalacakra

roda waktu
berputar maju
meninggalkan aku
terengah-engah mengejar
memandang putus asa

roda waktu
semakin menjauh,
menggilas yang melambat

roda waktu,
mungkinkah kau terlampaui?

37 Responses to “Kalacakra”


  1. 1 Sawali Tuhusetya Januari 22, 2008 pukul 6:53 pm

    puisi mas dhana kali ini mengingatkan saya ttg idiom jawa tentang cakra manggilingan; hidup itu bagaikan roda yang terus berputar, sesekali di atas, pada saat yang lain berada di bawah. itu sebuah dinamika hidup agar manusia selalu melakukan introspeksi. “kalacakra” juga erat kaitannya dengan putaran waktu. kalo manusia tak bisa “manjing ajur ajer” terhadap perubahan, bisa jadi akan terus digilas oleh kuasa sang waktu yang tak kenal kompromi. *halah, maaf kalo sok tahu mas dhana*

  2. 2 cK Januari 22, 2008 pukul 6:59 pm

    akhir-akhir ini kok dana jadi puitis ya? ada apa denganmu dan?:mrgreen:

  3. 3 caplang[dot]net Januari 22, 2008 pukul 7:07 pm

    jangan putus asa dulu, bang
    ayo terus ikutin sang kalacakra
    tuh di depan ada halte
    brenti di situ sebentar yakπŸ™‚

  4. 4 danalingga Januari 22, 2008 pukul 7:11 pm

    @Sawali Tuhusetya

    Cita cita saya pengen melampaui putaran waktu itu pak. Moga moga di ijinkanNya.πŸ˜€

    @cK

    Tau nih chik, kenapa ya?πŸ™„

    @caplang[dot]net

    Entar kalo berhenti malah di gilas plang.πŸ˜›

  5. 5 Funkshit Januari 22, 2008 pukul 8:03 pm

    ketinggalan roda waktu ??
    emang menurut sampeyan skrg masih taun berapa mas ?
    masih 2005 ya ???

    *ngga ngerti puisi babar blas

  6. 6 phiy Januari 22, 2008 pukul 8:18 pm

    Bisa ko’ dilampaui.
    Waktu itu temenku ada yg dah bisa ongkang2 kaki dikala yg laen masih ngos2an dikejar deadline.

  7. 7 goop Januari 22, 2008 pukul 8:22 pm

    Andai waktu bisa melipat
    *:mrgreen: *

  8. 8 Ina Januari 22, 2008 pukul 8:26 pm

    ada apa dengan waktumu, dana?

    what happend???? *sok inggris

  9. 9 joyo Januari 22, 2008 pukul 9:27 pm

    gak usah dilampaui ntar juga muter dan balik lagi, yg atas dibawah, yg bawah diatas, yg atas dibawah, yg bawah diatas, dst.

  10. 10 adit-nya niez Januari 22, 2008 pukul 9:50 pm

    Apa waktumu tersita untuk ilmu yg sedang kau tekuni???πŸ˜€

  11. 11 brainstorm Januari 22, 2008 pukul 9:54 pm

    tak usah dikejar, roda itu juga yang akhirnya berhenti menjemput kita

  12. 12 daeng limpo Januari 22, 2008 pukul 11:22 pm

    waktu bukanlah roda pedati
    tetapi gulungan karpet
    jika gulungannya telah habis
    maka terlihat hamparan karpet
    bukan lagi gulungan

    demikianlah waktu menurutku
    jika waktu telah habis maka tiada lagi waktu
    berganti dengan keabadian

    Lalu dapatkah mas dana meliwati sang waktu
    dapat
    jika mas dana tahu dimana gulungan karpet akan habis

    —-Wassalam—-
    maap lagi mabok

  13. 13 andi bagus Januari 23, 2008 pukul 1:42 am

    roda waktu akan senatiasa manusia lalui..karena kini pun waktu terus menggelinding tanpa bisa di stop kecuali hari akhir..

  14. 14 Sayap KU Januari 23, 2008 pukul 8:38 am

    Roda waktu jangan dikejar mas, tapi dinikmati dan disyukuri setiap perputarannya.

    -Ade-

  15. 15 Sayap KU Januari 23, 2008 pukul 8:38 am

    ah Ade sok tahu nih ….

    -Ade-

  16. 16 extremusmilitis Januari 23, 2008 pukul 11:48 am

    Lihat dan kejar-lah yang di-depan, Jangan lihat dan sesali yang ada di-belakangπŸ™‚

  17. 17 Goenawan Lee Januari 23, 2008 pukul 4:49 pm

    Can you kill the time, brother?πŸ˜›

  18. 18 abah dedhot Januari 23, 2008 pukul 6:31 pm

    jangan terlalu terpesona oleh “kalacakra”.
    jangan terlalu asik mengamati “kalacakra”.
    dimana tuhan pun bersumpah dengan namanya.
    karena insan sudah dipastikan selalu tergilas olehnya.
    sehingga gelar “the great looser” disandangnya.
    kecuali…???

  19. 19 danalingga Januari 23, 2008 pukul 6:31 pm

    @Funkshit

    Kalo ndak ngerti jangan di paksakan.πŸ˜›

    @phiy

    Wah, temenmu sepertinya memang bisa tuh. Kenalin dunk…πŸ˜€

    @goop

    Bisa kok, tinggal dilipat saja.πŸ˜›

    @Ina

    My time fine-fine aja mbak ina.πŸ˜†

    @joyo

    *ganti cita cita*

    Pengennya tidak terpengaruh waktu sekarang.πŸ˜€

    @adit-nya niez

    More and less *sok ngingris*

    @brainstorm

    Ah, seandainya waktu sudah tidak berpengaruh bagi saya, niscaya akan saya cueki tuh.πŸ˜€

    @daeng limpo

    *membentangkan karpet*

    @andi bagus

    yup, roda waktu memang akan selalu begitu. Tapi sepertinya memungkinkan bahwa kita tidak terpengaruh roda waktu itu.

    @Sayap KU

    Caranya gimana?

    @extremusmilitis

    *langsung nyoba*

    @Goenawan Lee

    No, my brother. But i (think) can free from time.πŸ˜†

  20. 20 danalingga Januari 23, 2008 pukul 6:32 pm

    @abah dedhot

    Kecuali apa bah?

    *menunggu*

  21. 21 Dimas Januari 23, 2008 pukul 8:06 pm

    Jalan-jalan ke kota Pati
    Singgah sebentar membeli ubi
    Walaupun telah kubaca berulang kali
    Tetap ku tak mengertiπŸ˜€

    Can you give me a hint to understand this poetry?

  22. 22 JB Januari 23, 2008 pukul 8:11 pm

    rasanya si dana lagi menekuni ilmu sesat neh.puisinya nyeleneh smua

  23. 23 abah dedhot Januari 24, 2008 pukul 2:43 am

    @mas dana
    lari secepat apapun manusia PASTI digilasnya
    gelar “the great looser” tidak terelakan.
    kecuali… manusia yang ditanggalkan ke”manusia”nya, hingga merapat, manunggal dengan Sang Pengendali Kalacakra. fahamnya, ingatnya hanya mengarah kepada Sang Pengendali Kalacakra. dan mengajak manusia lain untuk menghampiriNYA, dan manunggal denganNYA… “beruntung”.

    *taken from AQ 103:1-3*

    setuju…???

    salam

  24. 24 almascatie Januari 24, 2008 pukul 6:41 am

    kayaknya sayah ga mao ngejar roda waktu dah tapi “gandol” aja dibelakangnyaπŸ˜†

  25. 25 tukangkopi Januari 24, 2008 pukul 8:29 am

    mungkin nggak roda waktu itu dikendarai?

  26. 26 calonorangtenarsedunia Januari 24, 2008 pukul 9:00 am

    kalo waktu itu bisa dikejar, buat apa ada takdir?πŸ˜†

  27. 27 johnjaiz Januari 24, 2008 pukul 12:40 pm

    “DEMI MASA” Al Ashr

    Jangan sia-2kan waktumu…Manfaatkan waktumu sebelum tiba masa sempitmu..melakoni sebaiknya manusia hidup disiang hari dan melakoni sebaiknya manusia hidup dimalam hari..

    salam

  28. 28 joyo Januari 24, 2008 pukul 6:49 pm

    kembali ke pusat, gak perlu mengejar sang roda waktu, tp tetap jadi bagianNya

  29. 29 danalingga Januari 24, 2008 pukul 6:56 pm

    @Dimas

    Cuma cerita tentang anak manusia yang terobsesi dengan waktu bro.πŸ˜€

    @JB

    Butul bro.πŸ˜›

    @abah dedhot

    Setuju bah, sepertinya memang harus jadi pemilik kala cakra.πŸ˜€

    @almascatie

    Hati-hati mas, takutnya malah kegilas.πŸ˜›

    @tukangkopi

    Sebaiknya di tanyakan pada pemilik roda waktu itu.πŸ˜€

    @calonorangtenarsedunia

    Takdir buat orang-orang lemah yang tidak dapat mengejar roda waktu saja.πŸ˜†

    @johnjaiz

    Apalagi kalo waktu habis hanya memikirkan waktu ya?πŸ˜€

    @joyo

    Mendingan kembali kepada sang pemilik roda waktu bro.πŸ˜€

  30. 30 johnjaiz Januari 24, 2008 pukul 8:15 pm

    # Om dana

    betul om….

    lewat waktu maka sadar..
    lewat waktu maka paham…
    dengan waktu maka bersyukur…

  31. 31 sitijenang Januari 25, 2008 pukul 1:47 pm

    sementara pake “Rajah Kalacakra” dulu aja Dan…:mrgreen:

  32. 32 danalingga Januari 25, 2008 pukul 8:01 pm

    Bah, apa pulak itu. Bisa merajah saya?πŸ˜€

  33. 33 sitijenang Januari 25, 2008 pukul 10:11 pm

    muahaha… katanya bisa dirapal juga tuh. barangkali aja bisa tembus ruang & waktu. coba nih (risiko tanggung sendiri):

    Niat ingsung matak aji, ajiku rajah kalacakra kang ana hing dadane sang hyang kala.

    “Dan ketahuilah, bahwa senjata rajah kalacakra adalah senjata keberanian, senjata kejujuran dan kesucian hati.”

    Yamaraja, Jaramaya, Yamarani, Niramaya, Yasilapa, Palasiya, Yamidosa, Sadomiya, Yadayuda, Dayudaya, Yasikaya, Kayasiya, Yasimaha, Mahasiya, Yamidara, Daramiya.

    *kaboooooooooor*:mrgreen:

  34. 34 danalingga Januari 26, 2008 pukul 6:53 am

    Walah, benerana di rajah. Coba di cek lagi mantranya bro, dah bener belon? Entar kalo salah, efeknya bisa laen nih.πŸ˜›

  35. 35 siheruw Januari 27, 2008 pukul 1:21 pm

    Suatu renungan yang indah.Waktu memang berbeda ketika kita menafsirkan dengan benturan peradaban budaya.Apalagi jika dikaitkan antara budaya dan sains. Hidup tidak harus berputar seperti roda (re-inkarnasi) akan tetapi hidup adalah umpama garis linear. Seperti “Big Bang” dari ketiadaan menjadi ada dan terjadi ledakan besar.Dari awal sampai mengembangnya alam semesta.Tidak melulu mikrokosmos yang membuat otak njlimet.Akan tetapi pandanglah makrokosmos,yang membuat otak kita lebih luas ke alam raya.Wisnu,Syiwa, Kreshna hanya tinggal dipuncak Hi malaya.Zeus,Hera,Appolo,Hermes juga hanya tinggal digunung Olympia.Tapi dialam semesta…Bukan Manunggaling Kawulo Gusti,Bukan juga Panteisme-Monisme,atau Wihdatul Wujud.Coba berpikirlah secara Transendental. Secara sains yang telah menjadi fakta diabad postmodern.

  36. 36 danalingga Januari 27, 2008 pukul 5:35 pm

    Hidup adalah hidup, walau bagaimana kita berusaha menjelaskannya. Entah itu reinkarnasi, manunggaling kawulo gusiti, panteisme-monoisme, wahdatul wujut, transendental. Semua itu hanyalah teori belaka, jika kita belum mengalami semua itu sendiri.

    Mikrokosmos sama nilainya dengan makrokosmos. Maka ketika salah satu telah di ketahui, maka yang lain juga di ketahui. Jadi terserah pilihan mau mengenal yang mana dulu.πŸ˜‰

  37. 37 smkalinabah Agustus 10, 2009 pukul 11:39 am

    Sebuah renungan yang luar biasa

    “Aku mencari jiwaku, tapi tak kutemukan jiwaku
    Aku mencari Tuhan, tetapi Tuhan menghindar dariku
    Ketika aku mencari sesama, aku malah menemukan ketiga-tiganya”

    “Sayap untuk terbang menuju ALLAH adalah mengenal diri kita sendiri, mengenal diri kita dengan mengenal sesama, mengenal sesama hanya dengan berbagi”

    dedyyulianto99@yahoo.co.id


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: