Arsip untuk Februari, 2008

Jenuh Berdebat

Di antara hidup, dalam berjuta kontemplasi yang telah dilakoni. Terlintas hal tentang sebuah kebiasaan saya dalam dunia maya di waktu yang telah lewat baru saja. Terutama di forum-forum dan blog yang saya singgahi. Sebuah kebiasaan yang akhir-akhir ini sepertinya semakin melemah, dan semakin jarang dilakukan. Hal itu mungkin bukan karena sebuah kesadaran yang mutlak, tapi lebih kepada rasa jenuh yang menyergap.

lantas bagaimana?

Ide Sederhana Buat SBY – JK Pemerintah

Bapak/Ibu yang terhormat. Yang duduk dalam pemerintahan. Heh! Walau ingin kusebut duduk di dalam pelayanan, tapi sudahlah itu bisa di bicarakan nanti. Saat kita semua telah tenang, dan bisa duduk bersama sambil menikmati sehangat kopi hangat. Tanpa perlu urat-urat tegang, seakan ingin menelan lawan di depan mata. Waduh… malah ngelantur., maaf ya Bapak/Ibu terhormat. Begini saya punya sedikit ide demi menjaga NKRI yang tentu sangat anda-anda cintai, dan tentu saja saya juga mencintainya.

idenya seperti apa sih?

Rumput

Rumput tampak terengah heran
melihat ujung bambu yang meliuk
tenggelam dalam tarian
Entah dengan siapa?

“dengan angin” bisik tersampai
ketika tanya dinyatakan

lalu …

Menggoda Cinta

duhai cinta,
kenapa dikau hanya melirik
malu-malu dari balik rembulan
ke sini saja
duduk mendekat di sisi
menikmati dinginnya malam
berselimutkan pekat hidup.

duhai cinta,
dendangkan lagu iringi gitarku
merayakan dinginnya hati
dikesendirian bersama denganmu
menyapa malam yang menggoda
terentas dalam kenangan
di atas tanah merah, baru saja.

duhai cinta,
mengapa malah menjauh
mengejar angan yang tak pasti
walau bermandikan gemerlap
itu bukan kenyataanmu
hanya fatamorgana tanpa arti.

Jadi cinta,
bersamaku saja menikmati hidup.

Amarah

Amarah ini tampaknya tidak pernah mau pergi. Melingkar di tiap nadi kehidupan manusia, bagai ular valdemort yang melahap mangsa-mangsa yang diberikan tuannya. Menyerap semua keindahan hidup, laksana sang dementor yang menyerap kebahagiaan. Merah darah pun mewarnai hidup tanpa ampun.

dan amarahpun tetap berlanjut …

Ujung Bambu

Ujung bambu,
menyambut pelukan angin
melenggang menatap langit biru
cinta membakar
hangus jadi abu
meluruh menjadi satu zat.

Ujung bambu,
menari dalam kenangan
tersimpan kebijaksaanaan
cinta dengan angin
bercumbu di genggaman
sebagai penanda
walau lenyap tak berbekas
kala kembali.

Buang Saja Agama Itu !!!

Entah karena saya baru menulis tentang memanfaatkan komentar  atau memang karena saya jenius (mungkin karena keturunan Yahudi ) . Nah tiba-tiba setelah membaca komen Wahyu. S yang nangkring di salah-satu postingan ,  saya dapat ide postingan lagi nih. Postingan kali ini mengenai apa sih sebenarnya fungsi agama itu sehingga kita perlu beragama. Nah, karena ini postingan saya bukan postingan anda apalagi postingan mereka *nyitir sabda anangku* , maka tentu saja sudut pembahasannya dari sudut pandang saya. Jadi harap maklum saja kalo nggak sesuai sudut pandang pembaca. Jika di rasa perlu silahkan di tulis di mengenai sudut pandang yang tidak terwakili itu di kolom komentar. Sehingga nanti sudut pandang kita bisa sama-sama semakin luas.

Jadi kenapa di buang?!!!

Mari Memanfaatkan Komentar !!!

Habis baca pisuhan hoek yang girang sangadh mengenai komentar di blogsphere ini . Tiba -tiba saya kepikiran tentang komentar saya selama ini, yang semakin sering asal komentar. Hem… mungkin memang benar kata hoek di pisuhannya itu, bahwa komen saya hanya sekedar menjadi ajang silaturahmi. Nah karena berpatokan dengan tujuan silaturahmi itu kadang walau saya ndak ngerti isi dari postingan, saya akan tetap memaksakan untuk komen. Hasilnya ya, komennya pun jadi sebuah komen yang asal, dan tidak memberi nilai tambah apa apa. Kasian juga yang nulis artikel yak? Dia dah capek nulis, eh komennya sangat ngasal gitu, alias sampah banget.

jadi bagaimana dunk?!!

Salah Paham Terhadap Buddhisme

Selama ini ada banyak terdapat ke-salah paham-an mengenai agama Budha. Misalnya :

• Anggapan bahwa Gautama Buddha merupakan penemu Buddhisme
• Anggapan bahwa Buddhisme itu bersifat pesimistis dan nihilistik
• Anggapan bahwa Buddhisme tidak meyakini Tuhan
• Anggapan bahwa Buddhisme tidak meyakini eksistensi jiwa

Dan pada kenyataannya tidak semua umat Buddha mencerminkan anggapan-anggapan tersebut. Secara lebih umum lagi tidak semua aliran-aliran dalam Budhha yang mencerminkan anggapan-anggapan tersebut. Dengan kata lain, ternyata kita tidak bisa menggeneralisasi bahwa anggapan-anggapan tersebut mewakili Budhisme itu sendiri, hanya karena kita menemukan seorang atau lebih umat Budha meyakini yang sesuai dengan anggapan-anggapan di atas. Toh , kita sudah sepakat bahwa prilaku atau keyakinan umat bukan representasi kebenaran agama itu sendiri. 😉

Jadi sebenarnya bagaimana ya?

Nuansa Sufistik dari PADI

Tulisan kali ini adalah sebagai perwujudan rasa hormat terhadap kenikmatan yang telah saya peroleh dari album padi terbaru Tak Hanya Diam . Sungguh memang selama ini mereka tak hanya diam sembarang diam, tapi demi menghasilkan maha karya ini. Dan secara lebih khusus lagi maka saya sangat menikmati lagu Sang Penghibur dan Harmony. Yang begitu mendengar pertama sekali, saya langsung jatuh cinta terhadap kedua lagu tersebut. Sebab entah kenapa lagu ini membuat saya bisa langsung tenggelam dalam kontemplasi yang mengasyikkan. Itu sebelum saya terlalu mengerti akan liriknya, namun setelah lebih memahami lagi liriknya maka memang sungguh sangat mengena terhadap rasa dalam hidup saya. Sebuah pesan yang bagi saya pribadi sangat kental dengan spiritualitas sufistik. Dan saya sangat menikmatinya, sungguh indah. nikmatilah keindahannya …


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Februari 2008
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.