Ide Sederhana Buat SBY – JK Pemerintah

Bapak/Ibu yang terhormat. Yang duduk dalam pemerintahan. Heh! Walau ingin kusebut duduk di dalam pelayanan, tapi sudahlah itu bisa di bicarakan nanti. Saat kita semua telah tenang, dan bisa duduk bersama sambil menikmati sehangat kopi hangat. Tanpa perlu urat-urat tegang, seakan ingin menelan lawan di depan mata. Waduh… malah ngelantur., maaf ya Bapak/Ibu terhormat. Begini saya punya sedikit ide demi menjaga NKRI yang tentu sangat anda-anda cintai, dan tentu saja saya juga mencintainya.

Ide saya ini adalah untuk mencegah agar nanti ke depannya kita tidak akan terkaget-kaget seperti sekarang ini ketika mendengar ada warga negara NKRI ini yang ternyata lebih memilih menjadi milisia bagi negara lain. Walau bukan negara yang jauh sih, melainkan hanya negara tetangga yang katanya serumpun. Tapi tetap saja itu negara lain, bukan NKRI. Tentu tidak bisa kita bayangkan , jika nantinya saat kita berperang dengan negara tetangga tersebut, ternyata yang kita hadapi adalah warga-negara NKRI sendiri. Heh! Sungguh menyedihkan jika hal itu sampai terjadi. Oleh sebab itu saya beranikan diri untuk mengemukakan sebuah ide.

Ide saya ini sebenarnya sangat sederhana sih Pak/Bu yang terhormat.Β  Jadi jangan di tertawakan dan akhirnya langsung di tampung ke tong sampah. Seperti kecurigaan saya akan nasib keluhan-keluhan dan saran-saran yang selama ini sampai ke tangan anda-anda yang terhormat. Ah, semoga itu kecurigaan yang tidak berdasar sama sekali. Adapun ide saya ini saya dapatkan ketika mengetahui dari berita yang tersebar. Ternyata hidup warga negara NKRI yang di perbatasan dengan negara tetangga tersebut memprihatinkan.

Apalagi ketika di bandingkan dengan warga-negara tetangga yang tinggal berdampingan dengan mereka, sepertinya sangat sejahtera. Tidak seperti mereka warga negara NKRI itu, yang hampir selalu ada di batas garis kemisikinan. Sebuah ironi hidup, ketika mereka itu bertetangga, hanya di pisahkan oleh sebuah gerbang tanda perbatasan. Tapi secara virtual seakan di pisahkan oleh lebarnya jurang kesejahteraan.

Sebagai manusia biasa, tentu wajar saja jika mereka punya keinginan untuk hidup sejahtera seperti tetangga mereka, seperti warga negara tetangga kita. Dan karena negara tetangga kita lumayan pintar, maka wajar juga jika mereka melihat sebuah peluang untuk kepentingan pertahanan negara. Maka dengan sukses, tanpa pergolakan sama sekali, warga negara NKRI perbatasan mau saja ketika di rekrut menjadi bagian dari pertahanan negara tetangga. Dan saya rasa Bapak/Ibu yang terhormat telah menyadari situasi tersebut. Ah… saya yakin Bapak/Ibu yang terhormat telah menyadarinya, sebab saya yakin seyakin-yakinnya bahwa hanya orang yang pintarlah yang bisa duduk di kursi pelayanan pemerintahan itu. Bukan begitu?

Mungkin karena kekhilafan akibat emosi akan rasa penghianatan terhadap NKRI saja lah, makanya sempat terucap ancaman akan hukuman yang berat kepada para “penghianat” tersebut. Ancaman untuk menyerabut mereka dari akar yang tertanam dalam pada NKRI. Sungguh sebuah hal yang manusiawi bentuk kemarahan itu, dan masih bisa di maafkan. Toh, Tuhan aja maha pemaaf kok. Jauh di lubuk hati saya yang paling dalam, saya sangat yakin. Dengan segala kebijakan Ibu/Bapak terhormat, tentu akan berusaha untuk menyelesaikan akar permasalahan, daripada sibuk mengancam kesana kemari. ApalagiΒ malaΒ mengancam waga-negara NKRI yang hidup memprihatinkan.

Nah, Ide saya adalah bagaimana kalo kita meningkatkan kesejahteraan para warga negara NKRI yang di perbatasan. Dan secara prinsipil, sebenarnya warga negara NKRI perbatasan itu kan yang menjaga wilayah terluar? Maka tidak ada ruginya toh, meningkatkan kesejahteraan mereka. Bahkan bila perlu kita pukul negara tetangga tersebut dengan kepintaran mereka sendiri. Dengan membuat warga negara tetangga gantian menjadi iri akan kesejahtraan tetangga mereka, warga negara NKRI. Maka dengan sendirinya kita akan punya pertahanan dan jaringan informasi yang kuat, dengan warga negara NKRI perbatasan yang menjadi aktor utamanya, itu kalau kita tidak mau merekrut warga-negara tetangga yang telah berhasil kita buat iri.

Sebuah ide yang sangat sederhana bukan? Saya yakin bahwa Bapak/Ibu yang terhormat juga telah memikirkan ide ini, mungkin hanya belum di ketahui media saja, sehingga saya tidak tahu.

44 Responses to “Ide Sederhana Buat <strike>SBY – JK</strike> Pemerintah”


  1. 1 goop Februari 25, 2008 pukul 7:30 pm

    Benar bung, tingkatkan kesejahteraan mereka…
    setuju, tapi khawatirnya yang deket aja yang semestinya diurus…
    malah terkatung-katung di pengungsian…
    walah?!
    semoga didengar yakπŸ˜€

  2. 2 Goenawan Lee Februari 25, 2008 pukul 7:39 pm

    *menarik upeti dari tiap daerah buat ibukota*

  3. 3 cessario Februari 25, 2008 pukul 8:04 pm

    iya… tapi dengan cara apa?

    kalo khusus nya aku, contohnya di kota aku deh ( bandoeng kota tercinta ku ). tapi yang namanya angkot, itu asal nyetir, berhenti dimana aja, dasar otak udang tuh.

    Pokoknya ngerasain deh kejamnya supir angkot kalo kalian ngendarai mobil hehe… bikin emosi aja…

    oh topiknya perang ya? well… ya kan skrg Indonesia lagi promosi “Visit Indonesia 2008” gw buat tuh postnya sekalian wkwkwkw…

    and one more thing, utk apa kita berperang sama negara begituan? toh kita sudah hidup enak kan? daripada eithopia ( koq dibandingin sama Afrika yah) Au ah gelap, emang gelap sih soalnya gw masih sekolah jadi gak tau apa2. cman bisa sotoy doang wkwkwk.. peace!!!

  4. 4 Sawali Tuhusetya Februari 25, 2008 pukul 8:27 pm

    yups, semoga suara mas dana didengar juga oleh bapak2 dan ibu2 terhormat yang berada dalam lingkaran elite kekuasaan itu. di tangan merekalah nasib saudara2 kita yang ada dip perbatasan dipertaruhkan.

  5. 5 iman brotoseno Februari 25, 2008 pukul 10:17 pm

    berharap untuk yang lebih baik dari Pemerintah kita..
    ( * mengharap )

  6. 6 joyo Februari 25, 2008 pukul 11:53 pm

    lha mereka itu (bapak2 dan ibu2 terhormat itu) yg penghianat, tanya kenapa? silahken ketik kata ‘korupsi DPR’ di google, ya..ya.. ada jutaan

  7. 7 bsw Februari 26, 2008 pukul 6:14 am

    Pemerintah:
    “Dik Dana, terima kasih atas ide sederhananya. Tapi bukankah lebih sederhana lagi kalo kesejahteraan kami-kami ini yg lebih ditingkatkan. Anda mestinya malu kalo punya pejabat pemerintah yg kalah kaya sama pejabat pemerintah negara tetangga itu kan?
    Bisa minder kami kalo ketika di sela-sela perundingan antar pemerintah trus ketahaun kalo mobil kami di rumah cuma Toyo** Avan** kan.?”

  8. 8 Ersis W. Abbas Februari 26, 2008 pukul 6:52 am

    Ya idenya bagus … tapi sulit dilaksanakan tu … amar UUD 1945 saja susah mereka impelmentasikan. Apa Mas Dana nunggu saya jadi presiden dulu, he he

  9. 9 itikkecil Februari 26, 2008 pukul 8:32 am

    ayoo… bikin negara baru saja…. *negara perbatasan RI*

    *ditabok*

    tapi, bagaimana mau mensejahterakan yang di perbatasan sana, yang di kota aja masih banyak yang belum sejahtera

  10. 10 mbelgedez Februari 26, 2008 pukul 8:42 am

    Loooh, Dan..

    Bukannya ide situ memang telah dilakukeun sama Maligsia ???

    Mereka memang membuwat rame dan tampak sejahtera daerah-daerah mereka diperbatasan dengan Indon….

    Cobalah maen ke Tarakan sonoan dikit, duwit Rupiah ndak kepake, Dan…!!!

  11. 11 Sayap KU Februari 26, 2008 pukul 9:07 am

    Suratnya akan Ade bantu sampaikan masπŸ™‚

    -Ade-

  12. 12 daeng limpo Februari 26, 2008 pukul 10:20 am

    BTW jaman sekarang ini masih perlu nggak seh..ada negara ?, bukankah lebih baik kalau Malaysia gabung saja dengan Indonesia

  13. 13 dobelden Februari 26, 2008 pukul 11:12 am

    saran saya… jangan nyalon lagi dech di pemilu 2009

  14. 14 noctilucent Februari 26, 2008 pukul 11:28 am

    untuk kasus ini kesejahteraan adalah pertahanan yang paling baik, kita ga bisa salahkan mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan dan mencap mereka sebagai penghianat, di level hidup mereka, bergabung dengan militia malaysia adalah sebuah bentuk perjuangan untuk memerdekakan diri dari penjajahan kemiskinan. Kesejahteraan mereka adalah tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab mereka yang duduk di kursi pelayanan, karena mereka tidak cukup punya hati untuk itu…

  15. 15 tukangkopi Februari 26, 2008 pukul 1:50 pm

    Tanggapan langsung dari “yang katanya” Wakil Rakyat:
    Lhoo…kamu ini ngelindur ya dik Dana. Lha wong kita-kita ini aja belum balik modal kok. Masak udah mo mikirin yang di ujung perbatasan sana. Negara kita ini kan luas tho dik Dana. Diambil secuil aja gak ngaruh kok. Asal jangan yang ada isi minyaknya yang diambil. OK, ngerti kan?

  16. 16 Nazieb Februari 26, 2008 pukul 3:44 pm

    Yah, percuma Mas… sampeyan nulis di sini.. mereka nggak bakal baca..
    salahnya sendiri, mereka dulu minta dibeliin leptop malah didemo, jadinya kan mereka ndak bisa bloging
    :mrgreen:

  17. 17 Ina Februari 26, 2008 pukul 5:56 pm

    Gimana mo mikirin kesejahteraan rakyat kl para pemerintah sendiri malah sedang sibuk berlomba-lomba mensejahterakan diri sendiri.

    Nasib bangsa ini nga pernah bisa berubah kl pemerintahnya masih pada RAKUS!!!!

  18. 18 syahbal Februari 26, 2008 pukul 7:05 pm

    klo bole saya jg maw ikut sara.. boleh toh?? tp jgn diketawain ya..
    gini.. klw pun maw lebih baik diterapkan ideologi yg kuat pd diri WNI..yg tidak bs digoyahkan oleh apapun..baik itu oleh harta,,tahta,, maupun wanita.. sehingga WNI akan bangga oleh negaranya sendiri.. walaupun dirinya miskin semiskin-miskin nya.. dan negara tetangga kaya sekaya-kayanya.. tp tidak semua ideologi yg mampu membuat suatu kaum menjadi seperti itu.. dan kalau dilihat cuma 1 yg mampu.. apakah itu? sudah sering di dengar koq.. yaitu ISLAM.. contoh saja y.. palestine n israel.. orng2 palestine tdk pernah maw bergabung di bwh israel, walaupun palestine taw bahwa mereka pasti akan makmur dibwh israel, tp palestine tp berjuang untuk bdiri sndiri.. krn apa? krn ideologi mereka kuat.. ah tp ntah lah apa itu bisa diterapkan disini atw tidak..

  19. 19 almascatie Februari 26, 2008 pukul 8:19 pm

    uhuk..uhuk….
    sama rata sama rasa ja dehπŸ˜†

  20. 20 abah dedhot Februari 26, 2008 pukul 10:00 pm

    @mas dana
    *menghibur diri MODE ON*
    …Jangan menganggap remeh patriotisme mereka, mereka sangat nasionalis. mereka itu nyebrang buat jadi mata-mata, nyari kelemahan bakal calon lawan… kalo ngga ada yang nyusup, agak berat boss. nanti mereka itu yang memberi informasi akurat tentang strategi lawan… tenang aja. Jadi ini hanya “umpan” buat sekumpulan manusia yang suka ngaku-ngaku memiliki…:mrgreen: (kebanyakan nonton ALIAS…πŸ˜† )
    *menghibur diri MODE always ON*

  21. 21 deking Februari 26, 2008 pukul 10:51 pm

    Nah, Ide saya adalah bagaimana kalo kita meningkatkan kesejahteraan para warga negara NKRI yang di perbatasan.

    Jadi intinya meningkatkan kesejahteraan seluruh WNI kan Oom? Karena bangsa kita kan bangsa yang sangat mudah untuk iri … jika WNI di perbatasan diberikan peningkatan kesejahteraan maka semua WNI di daerah lain akan menuntut hal serupa.

  22. 22 Pyrrho Februari 27, 2008 pukul 2:02 am

    Tidak bisa begitu Dana. Saya kan yang berkuasa (bukan yang melayani), jadi saya lebih tahu apa yang terbaik buat bangsa ini. Saya yang lebih tahu berapa persen anggaran buat pendidikan. Saya juga yang lebih ngerti berapa uang buat bayar korban lumpur Sidoarjo. Memangnya bangsa kita miskin ? Coba lihat, selama saya berkuasa, jumlah pengangguran berkurang. Orang miskin berkurang. Ekonomi makin baik. Itu tandanya kita sudah sejahtera. Saya yang lebih tahu dari semua orang.

    Semoga bukan jawaban ini yang muncul.:mrgreen:

  23. 23 bsw Februari 27, 2008 pukul 7:34 am

    @Syahbal
    Iya kalo negara tetangganya Israel, lah kalo negara tetangganya itu mayoritas penduduk-nya beragama sama? Atau malah dikatakan lebih alim beragama?
    Gimana coba…..? Negara tetangga (cuma 10 m dari rumahku perbatasannya) lebih makmur dan lebih “alim”, apa bukan godaan yg sangat menggiurkan tuh..?

  24. 24 Humbang Hasundutan Februari 27, 2008 pukul 8:07 am

    Mana yang benar? Masyarakat Indonesia masih di batas garis kemiskinan, atau sudah makmur sentosa?

  25. 25 Syahbal Februari 27, 2008 pukul 8:48 am

    @bsw….

    klo kata saya seh yang bisa menggoda seseorang itu ada 3…yaitu…

    harta..
    tahta..
    wanita..

    klo iman seseorang kuat ga akan pernah tergiur oleh 3 hal tersebut…

    lagian kaya itu gab bisa di ukur uang mas…
    kaya…adalah kaya hati…

  26. 26 indra1082 Februari 27, 2008 pukul 11:14 am

    Entaskan Kemiskinan!!! dan Kebodohan!!!

  27. 27 qzink666 Februari 27, 2008 pukul 1:08 pm

    Ide om Dana udah di realisasikan sama Malingsia tuh..πŸ˜€
    *menunggu kehancuran negara bernama indonesia*

  28. 28 Hedwigβ„’ Februari 27, 2008 pukul 2:44 pm

    saat ketidak adilan melanda, mudah sekali pengaruh busuk menimpa mereka

  29. 29 CY Februari 27, 2008 pukul 4:04 pm

    Lha.., kamu itu kapasitasnya apa kok mau ngasi ide sama yg S3. Sedangkan kamu sendiri baru S1, mana isa ngerti jalan pikiran yg S3?? :mrgreen:

    *ditimpuk Dana*

  30. 30 phiy Februari 27, 2008 pukul 6:04 pm

    yang simple itu bisa jadi ribet buat pemerintahπŸ˜†

  31. 31 danalingga Februari 27, 2008 pukul 7:32 pm

    @goop

    Yah, moga-moga entar kalo yang di perbatasan aja dah sejahtra, maka pemerintah malu kalo yang deket belon sejahtra.:mrgreen:

    @Goenawan Lee

    *memotong upeti sebelum sampai*

    @cessario

    Caranya? Saya juga belon tahu. Mungkin karena tidak tahu itu makanya saya tidak jadi pemerintah. Tentu yang tahulah yang jadi pemerintah.πŸ˜€

    @Sawali Tuhusetya

    Semoga saja di dengar pak. Amin.:mrgreen:

    @iman brotoseno

    Sesuai harapan saya juga tuh.πŸ˜€

    @joyo

    Walah, ini malah dah antipati gini.πŸ˜›

    @bsw

    Walah, kalo gitu ya udah deh. Saya sih hanya menyampaikan ide aja.πŸ˜†

    @Ersis W. Abbas

    Eh… tapi bukannya negara tetangga dah beerhasil melakukannya tuh pak? Mosok kita kalah sih.πŸ˜€

    @itikkecil

    Mungkin dengan yang perbatasan telah sejahtera, otomatis yang di kota sudah sejahtera.πŸ˜€

    @mbelgedez

    Yah, kita serang balik dengan ide mereka kalo gitu. Dengan membuat warga negara NKRI lebih sejahtera dari warga-negara mereka.πŸ˜†

    @Sayap KU

    Makasih de.πŸ˜€

    @daeng limpo

    Walah, saya juga nggak tahu.πŸ˜€

    @dobelden

    Walah, saya kan belon pernah nyalon. *ke ge er an*

    @noctilucent

    Sesuai dengan logika saya sih.πŸ˜€

    @tukangkopi

    Kekekek… kalo gitu sih pikiran saya langsung buntu. Ndak ada ide lagi.πŸ˜†

    @Nazieb

    Nah, itu dia. Tapi saya sih masih berharap ada anak mereka yang baca, terus di sampaikan ke pada mereka.:mrgreen:

    @Ina

    Eh, situ nyindir saya ya na?:mrgreen:

    @syahbal

    Silahkan saja bal, bebas kok ngasih ide. Tapi keknya rakyat indonesia nggak mempan pake gituan bal, toh buktinya masih banyak yang kena ama indomie *katanya sih*

    @almascatie

    Heh! Komunis ya!πŸ˜†

    @abah dedhot

    Ndak sekalian di tambah pake teori konspirasi tingkat tinggi bah?πŸ˜†

    @deking

    Nah, jika begitu kan jadinya semua di tingkatkan kesejahtraannya.πŸ˜†

    @Pyrrho

    Sepertinya ndak begitu bang, wong Bapak/Ibu terhormat itu orang pinter kok.

    @Humbang Hasundutan

    Saya nggak tahu, yang jelas saya sendiri dah makmur sentosa sih. Entah yang lain?:mrgreen:

    @indra1082

    Setujuh!!!

    @qzink666

    Yah, kita buat aja warga negara perbatasan itu lebih sejahtra dari warga negar malaysia.πŸ˜†

    @Hedwigβ„’

    Sepertinya sih begitu.

    @CY

    Kalo gitu saya nyengir aja deh.πŸ˜›

    @phiy

    Pengalaman ya fiy?πŸ˜†

  32. 32 daeng limpo Februari 27, 2008 pukul 9:47 pm

    Jadi Mas Dana Milih tinggal di Indonesia atau Malaysia?

  33. 33 CY Februari 28, 2008 pukul 11:31 am

    @Daenglimpo
    Saya milih tinggal di pekanbaru pak…:mrgreen:
    *merasa jadi Danalingga*

  34. 34 calonorangtenarsedunia Februari 28, 2008 pukul 4:44 pm

    @Syahbal
    Kalo perut laper, ga bakal sempet mikir kaya hati. Yang penting bertahan hidup.

    @Dana
    Kamu ini cuma anak kecil. Ga tau apa2. Berani – beraninya kamu nulis begini. Memangnya kamu lebih pinter dari mereka? mereka pasti udah punya itung2an sendiri soal semua itu. Mereka pasti udah mikir harus gimana dengan warga perbatasan. Gimana mereka mau nyelametin warganya kalo mereka sendiri merasa belum sejahtera? kalo mau menyelamatkan orang lain, selamatkan dirimu dulu.

    *serius*

    *berharap ada yg ngira beneran*

    *nunggu yang marah2*

  35. 35 isnuansa Februari 28, 2008 pukul 6:00 pm

    kalo yang menyelundupkan BBM ke luar negeri itu, karena selisih harga yang besar untuk mendapatkan keuntungan pribadi (subsidi BBM di Indonesia masih lebih tinggi kan?) itu yang WNI yang tinggal di mana ya?

  36. 36 danalingga Februari 28, 2008 pukul 6:27 pm

    @daeng limpo

    Saya? Cukup saya saja yang tahu.πŸ˜†

    @calonorangtenarsedunia

    Dasar ibu gembloeng!!!πŸ˜›

    Eh, tapi sepertinya mereka emang lebih pinter bu, sebab hanya orang pinter saja yang bisa jadi pemerintah.πŸ˜†

    *ikut menunggu bersama ibu*

    @isnuansa

    Oh, itu sepertinya WNI yang jadi pengusaha.πŸ˜€

  37. 37 cK Februari 28, 2008 pukul 10:30 pm

    coba kamu trekbek ke websitenya pak SBY. siapa tau beliau bakal baca..πŸ˜€

  38. 38 calonorangtenarsedunia Maret 1, 2008 pukul 8:12 pm

    @cK
    Usul bagus. jenius! Brilian!!πŸ˜†

  39. 40 stey Maret 4, 2008 pukul 9:48 am

    dan sebagai pemerintah, saya menjawab saran kami tampung..
    hahaahah..

  40. 41 rumahkayubekas Maret 18, 2008 pukul 8:38 pm

    Idenya baik.
    Cuma ya dari sononya emang selalu begitu, apapun masalahnya, jawabannya cuman satu, egepe jangan2,

  41. 42 danalingga Maret 20, 2008 pukul 11:12 am

    @Stey

    Ditampung di mana ya?πŸ˜†

    @rumahkayubekas

    Yah, kalo dijawab EGP ya sudah. Yang penting kan dah menyampaikan ide.πŸ˜€

  42. 43 trizna Mei 4, 2008 pukul 4:27 pm

    sejahtrakan penduduk nkri yang ada di perbatasan…ngasih ide jngan terlalu jauh mass!!!! mbok kasih ide tuh yang bener,. ngapain mensejahtrakan rakyat yang ada di wilayah perbatasan!!! yang didalem ajj masih pada miskin…
    buat pemimpin kita,pemerintah kita coba rubah hilangkan sifat2 busuk kalian dan sejahtrakan seluruh rakyat indonesia dari mulai petani,nelayan,buruh sejahtrahkanlah mereka… buka mata hati kalian.. buka pikiran kalian.. hei penguasa., pemerintah indonesia!!!!!!

  43. 44 danalingga Mei 4, 2008 pukul 6:50 pm

    Anda ini udah baca yang bener belon sih?πŸ˜•

    Coba baca yang bener dulu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: