Suci Dalam Debu – Iklim

Engkau bagai air yang jernih
di dalam berkas yang berdebu
zahirnya kotoran itu terlihat
kesucian terlindung jua

Kebenaran adalah kebenaran, walau se-kotor apapun wadahnya. Kebenaran tetaplah menjadi kebenaran, tidak akan berubah menjdi bukan kebenaran. Kekotoran yang melingkupi wadah, tidak akan pernah mengkontaminasi. Kebenaran itu tetap suci, hanya terlihat kotor saja bagi yang terpaku melihat wadah. Dan pada saatnya nanti ketika kekotoran itu zahir dalam pandangan kita, maka kesucian sejati akan kita lihat. Dia bersemayam di situ, apa adanya. Tidak pernah terpengaruh akan ke- kotoran. Saat ini pandangan kita terlalu sibuk memandang kotoran , sehingga tidak sempat melihat kebenaran sejati yang suci. Padahal kebenaran itu tetap di situ, tidak hilang walau kekotoran yang melekat di wadah.

Cinta bukan hanya di mata
cinta hadir di dalam jiwa
biarlah salah di mata mereka
biar perbezaan terlihat
antara kita

Kebenaran cinta , adalah kebenaran yang sangat dalam. Tidak akan bisa di ketahui hanya dengan penglihatan ragawi saja. Sebab kebenaran cinta itu adalah didalam jiwa. Jadi ketika terlihat bentuk cinta itu salah di hadapan orang banyak, maka itu belum tentu salah. Hanya saja mungkin mereka-mereka tidak bisa menjangkau ke kedalaman jiwa, dan hanya terpaku pada wadah yang terlihat. Karena hanya melihat yang di lihat mata, maka perbedaan itu hadir. Jika saja telah bisa menjenguk ke kedalaman jiwa, niscaya hanya sebuah kebenaran cinta yang satulah yang terlihat. Tanpa terganggu akan perbedaan-perbedaan dari wadah.

Kuharap engkau kan terima
walau di pandang hina
namun hakikat cinta kita
kita yang rasa

Cintaku dengan Dia hanyalah antara aku dan Dia. Ya, hanya rasa antara kita. Tidak akan bisa di nilai orang lain. Jadi walau semua mata memandang bahwa cinta saya ini hina dan tidak layak, bahkan kadang di tuduh menghina. Tapi saya akan tetap mempersembahkan cinta yang seolah tanpa aturan ini. Dan yakin pada saatnya diri ini kembali akan Kau terima rasa cinta ini. Sebab kudengar bisikanmu bahwa saat itu aturan sudah tidak penting lagi, yang penting hanyalah hakikat dari sebuah rasa cinta itu sendiri. Semoga rasa ini tidak salah, seperti kata mereka. Sebab yang merasakannya adalah saya dan Engkau. Inilah rasa sendiri. Tidak akan bisa dirasa orang lain. Kunikmati merasakan apa yang aku rasakan, sebuah rasa cinta padaMu dengan rasa pemberianMu..

suatu hari nanti , pasti kan bercahaya
pintu akan terbuka, kita langkah bersama
di situ kita lihat, bersinarlah hakikat
debu jadi permata, hina jadi mulia

Dan pada saatnya nanti, ketika aku kembali kepada-Mu. Melebur dalam cahaya yang menghanguskan semua debu menjadi cahaya. Terbukalah yang selama ini menjadi teka-teki, yang membuat mereka-mereka menjadi salah paham. Salah paham terhadap sebuah cinta yang seolah tanpa aturan, kecuali cinta itu sendiri. Maka debupun akan jadi permata, dan hina pun akan jadi mulia. Sebab kesejatian telah menampakkan diri. Di dalamMu aku melebur, menjadi Engkau dan hanya ada Engkau.

bukan hayalan yang aku berikan
tapi keyakinan yang nyata
Karena cinta,
lautan berapi pasti akan ku renang jua

Ah, ini bukan hayalan dari seorang pemabuk cinta. Ini adalah sebuah penglihatan dari keyakinan akan sebuah akhir dari mencintaiMu. Mencintai seolah tanpa aturan, kecuali cinta itu sendiri. Maka apapun rintangannya, sudah tidak penting lagi. Yang penting hanya cinta itu sendiri. Semua penderitaan hanyalah sebuah jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada yang dicintai. Sini! Sini! Bawa kemari api itu, bakarlah habis wadah yang kotor ini. Kan kunikmati saat aku akan bersatu dengan yang tercinta.

About these ads

25 Responses to “Suci Dalam Debu – Iklim”


  1. 1 edy Maret 12, 2008 pukul 6:51 pm

    kirain ada link buat donlot mp3-nya… :P

  2. 2 harriansyah Maret 12, 2008 pukul 7:36 pm

    hoooh ed. kirain jg :mrgreen:

  3. 3 cessario Maret 12, 2008 pukul 9:01 pm

    lyric + definisi…

    tapi tetep aja masih gak ngerti… bahasanya berat banget…

    “ini bukan hayalan dari seorang pemabuk cinta.”

    Siapa juga yg nyangka dari seorang pemabuk cinta wkwkkw….

  4. 4 iman brotoseno Maret 12, 2008 pukul 11:09 pm

    kalau suka karaokean pasti suka lagu ini…

  5. 5 daeng limpo Maret 13, 2008 pukul 3:11 am

    intan tetaplah intan walaupun ia ada dilumpur yang dalam…..wah…ngelonin si intan dulu ah…

  6. 6 stey Maret 13, 2008 pukul 7:58 am

    gimana kalo diposting juga lagu isabella-nya Search?hehehehe..

  7. 7 Nazieb Maret 13, 2008 pukul 9:06 am

    Lagu pas karakoean di kopdar kemaren yah? :mrgreen:

  8. 8 hanna Maret 13, 2008 pukul 10:20 am

    wah, kenapa tidak menyanyikan lagu itu kemarin? Iya, cinta antara dua insan hanya mereka berdualah yang tau bagaimana rasanya. bukan dia, aku, atau kamu, hehe.

  9. 9 itikkecil Maret 13, 2008 pukul 11:07 am

    lagu yang saya anggap lagu cinta menye-menye biasa ini ternyata bisa jadi punya makna yang berbeda ya :D

  10. 10 almascatie Maret 13, 2008 pukul 1:15 pm

    bawain Api buat om dana biar terbakar dalam debu :lol:

  11. 11 brainstorm Maret 13, 2008 pukul 1:48 pm

    duh.. gue ga tau musti ngomong apa.. ikut terbakar ajalah :)

    *nunggu komeng syahbal* :mrgreen:

  12. 12 Santri Gundhul Maret 13, 2008 pukul 2:12 pm

    Aku merindukan-MU saat aku bahagia,
    Aku merindukan tatapan-MU yang penuh kasih
    Yang dengan lembut menyentuh pipiku yg tersenyum;
    Aku merindukan-MU saat aku sedih,
    Aku merindukan tangan kasih-MU
    Untuk menghibur kepedihan hati saya;
    Aku merindukan-MUsaat aku berada dalam ketenangan,
    Aku merindukan kasih Ilahi-MU
    Untuk memberkahi hatiku yg rindu.

    Karena itu,
    Aku merindukan-MU setiap saat,
    Dan saat aku demikian,
    Hatiku lugu dan murni bagaikan seorang anak kecil.

    Nggelesod…..gondhelan Tekene Kang Dana

  13. 13 extremusmilitis Maret 13, 2008 pukul 3:20 pm

    sayang aku nggak terlalu suka ama lagu malaysia :P
    btw, pen-jabar-an-nya oke juga bro, bisa di-jadi-in bahan renungan ini.
    *me-renung di-mulai…*

  14. 14 goop Maret 13, 2008 pukul 6:00 pm

    nyanyian kerinduan yang begitu merdu…
    dan karena cinta kemudian kebenaran akan memberikan tangan-tangannya menjemput; memeluk dan terlena…

  15. 15 danalingga Maret 13, 2008 pukul 7:27 pm

    @edy & harriansyah

    Haram itu… :lol:

    @cessario

    Yah, ndak mesti ngerti kok. :P

    @iman brotoseno

    Tapi kemaren pas karokean ndak ada lagu ini. Apa yang karokean sebenarnya pada nggak suka karokean ya?

    @daeng limpo

    Walah, itu intan yang mana daeng? :shock:

    @stey

    Isabella saya belon nemu keindahannya. ;)

    @Nazieb

    Nggak kok. :D

    @hanna

    Yup, kenapa nggak ya?
    Oh iya, bisa juga menyitir sabda nabi bloger. :P
    Tambahan: orang lain hanya bisa berprasangka. ;)

    @itikkecil

    Waduh, saya malah nggak pernah nganggap lagu ini menye-menye loh.

    @almascatie

    Makasih mas. *mandi api*

    @brainstorm

    Lah, sambil kebakar kok malah nungguin syahbal? Pengen diajak ngebakar diri ya? :lol:

    @Santri Gundhul

    Rindu memang rindu. :mrgreen:

    @extremusmilitis

    Saya sih , jika bisa melihat keindahan sebuah lagu, maka saya suka. Tidak peduli lagu apa itu. :D

    @goop

    Yah, semua karena cinta, hanya cinta. :mrgreen:

  16. 16 fauzansigma Maret 14, 2008 pukul 1:00 am

    jadi terinspirasi dari penyanti negara tetangga nih? berbeZZa… ZZ nya itu loh

  17. 17 joyo Maret 14, 2008 pukul 7:29 am

    ck..ck..ck.. saya kok nggak ngeh ya slama ini kalau tu lagu ternyata dualem banget,
    *termenung*

  18. 18 cK Maret 14, 2008 pukul 7:59 pm

    ini lagu ya???

    *baru tau*

  19. 19 danalingga Maret 14, 2008 pukul 8:08 pm

    @fauzansigma

    Huehehehe…. berbezza tafi sattu. :D

    @joyo

    Lagu ini mang sedalam samudera yo. ;)

    @cK

    Iya chik, lagu.

    *nyodorin mp3 nya*

  20. 20 CY Maret 15, 2008 pukul 11:31 am

    wehehehe… ini tho efek dari karaokean tempo hari itu… :lol:

  21. 21 phiy Maret 16, 2008 pukul 3:45 pm

    Semoga rasa ini tidak salah, seperti kata mereka. Sebab yang merasakannya adalah saya dan Engkau. Inilah rasa sendiri. Tidak akan bisa dirasa orang lain. Kunikmati merasakan apa yang aku rasakan, sebuah rasa cinta padaMu dengan rasa pemberianMu..

    hii…mrinding..

  22. 22 danalingga Maret 20, 2008 pukul 10:46 am

    @CY

    Hahahah… nggak kok. Sebenarnya sudah lama ingin menulis tentang lagu ini, cuma baru bisa sekarang ini. :D

    @phiy

    Lah.. kok?!! :shock:

  23. 23 Watuitem Maret 24, 2008 pukul 11:16 am

    Tul apa yang sampean bilang,
    Aku dah nemu “kesucian” itu dalam onggokan debu yang terpinggirkan.
    Sukses…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: