Alasan-Alasan Membahas Agama

Pertanyaan ini sering ditanyakan dalam posting-posting yang membahas agama. Apalagi jika komen-komen di posting tersebut menjadi ajang “perang” antar pemeluk agama yang berbeda. Sebuah pertanyaan yang mengusik ego saya :

Kenapa sih membahas agama, mendingan membahas hal lain yang lebih berguna misalnya tentang kebijakan pemerintah, sosial. Pokoknya jangan tentang agama yang sangat sensitif itu.

Hem… terus terang ego saya menjadi tersakiti oleh komentar begitu, sebab secara tidak langsung seolah menampar saya. Postingan saya kan banyak tentang agama, jadinya selama ini saya memosting yang agak tidak berguna dunk?😦

Maka oleh sebab itu , demi membela ego saya maka akan saya buat semacam pembelaan pembenaran bahwa membahas tentang agama itu perlu. Adapun alasan-alasannya adalah :

  1. Jika tidak ada lagi yang berani membahas agama, lantas bagaimana mau belajarnya?
  2. Bahwa agama itu hanyalah sebuah ilmu tidak lebih tidak kurang, jadi sah-sah saja dibahas. Dan semoga dengan di bahas maka akan semakin dimengerti
  3. Dengan semakin seringnya agama di bahas, maka tentu diharapkan orang-orang yang ikut serta membahas dan membaca menjadi terbiasa. Sehingga pada suatu saat lagi bukan menjadi hal yang sensitif, sehingga tidak akan ada lagi “perang” yang di sebabkan ketersinggungan karena masalah agama.
  4. Agama perlu di bahas karena pemahaman terhadap agama itu akan selalu berkembang sesuai konteks jaman. Jadi tidak benar itu yang mengatakan kembalikan kepada pemahaman jaman dulu, jadinya malah menciptakan ketidakmanfaatan untuk konteks jaman kita. Nah dari pembahasan itu diharapkan pencerahaan bagaimana sebaiknya mengamalkan agama dalam konteks kekinian.
  5. Mungkin pada awalnya memang akan terjadi “perang” dalam pembahasaan agama itu. Tapi itu karena kita masih kaget, dan belum dewasa saja menikmati wacana soal agama ini. Diharapkan semakin sering ikut serta dalam pembahasan wacana agama, maka akan semakin terbiasa dan akhirnya bisa semakin dewasa dalam mensikapinya. Akhirnya tidak bereaksi seperti anak-anak yang merasa terganggu akan miliknya.
  6. Bahwa agama itu bukanlah monopoli dari petinggi agama, sehingga setiap orang tentu berhak membahasnya.
  7. Membahas agama dapat meningkatkan pemahaman akan sebuah agama. Setidaknya dapat memicu untuk lebih mempelajari agama lagi.
  8. Bahwa yang paling ahli agama untuk diri sendiri adalah diri sendiri, bukan orang lain. Hal ini berbeda dengan ilmu-ilmu lainnya. Soalnya agama memang sebuah ilmu yang di peruntukkan bagi pribadi-pribadi.
  9. Bisa sebagai penumpahan uneg-uneg dan membuat melihat dari perspektif lain. by nurma
  10. perlu karena membahas mengenai hubungan antar manusia dengan manusia dan manusia dengan alam.  by Ram Ram
  11. Karena agama merupakan hal paling esensial dalam hidup, jadi tentu perlu dibahas. Agar bisa dikritisi. by esensi
  12. Agar bisa menjadi Haqqul Yakin yakni yakin yang sebenar-benarnya. by rashia99

Nah, semoga alasan-alasan tersebut dapat berguna bagi orang-orang yang ingin membahas agama. Dan yang ragu-ragu akhirnya menetapkan hati untuk membahas tentang agama. Mari ramaikan blogsphere ini dengan tulisan berbau agama.:mrgreen:

Oh , iya jika kamu punya alasan untuk mendukung pembahasan mengenai agama di tuliskan saja di komentar. Entar bakalan aku update ke postingan.

62 Responses to “Alasan-Alasan Membahas Agama”


  1. 1 arif rahman April 21, 2008 pukul 1:33 pm

    2. “Soal bahwa semua umat manusia tmutlak erkait dengan agama yang anda pilih misalnya, itu kan klaim sepihak dari agama anda. Tentu orang lain juga punya kepercayaan sendiri.”.

    sepakat. ada pembalasan yang mengikat, dan tentang hari akhir ini mutlak bagi saya yang penganut Islam🙂 tidak apa kalau tidak diakui oleh yang lain. bagimu agamamu dan bagiku agamaku.

    tapi ketika ada golongan yang mengeneralisasi bahwa semua agama bisa benar. sementara Al Quran mengatakan “hanya Islam agama disis Allah”. maka secara sadar atau tidak, pihak ini mengeneralisasi bahwa Al Quran salah. Lihat lagi kondisi perbedaan(logika:berlawanan,berlainan,berbeda).

    “Bukti nyatanya banyak kok yang tidak beragama tetap hidup baik-baik aja tuh”

    inilah sifat Ar Rahman Allah dalam Islam. yang mutlak adalah hari penghisaban dan balasan. sekecil2 perbuatan ada perhitungan dan balasannya.

    “Nah, kalo dia tetap memilih tidak mau ya mosok saya paksa-paksa sih. Wong para nabi aja tidak memaksa toh”

    yang nyuruh anda maksa siapa? saya kan aneh dengan pola pikir “terserah” versi anda. dalam agama saya Islam, ada kewajiban dakwah. amar makruf nahi mungkar. mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran🙂

    6. terserah anda. tetap tidak jelas “mengenal Allah” dari mana. kalau di tidak mengenal syariat dan menjalankan syariat. Rasul adalah qudwah kita. cara mendekatkan diri diajarkan melalui Al Quran dan teladan2 Rasul. Al Quran dan Sunnah itu pegangan orang Islam. Jadi Aneh kalau orang tidak paham ilmu2 tadi (mengerti benar ilmu agama secara menyeluruh dalam hal akidah, fiqih, ma’rifatullah,tazkiyatun nufus,kondisi kontemporer, ilmu Quran, Ilmu Hadist)tapi anda percaya ia bisa mengenal dan memahami mendalam Islam.

    8. tadi. Agama ini diperoleh dari orang “biasa” (kalau anda paranoid dengan gelar kiai,ustad,dll) yang memahami secara mendalam ilmu2 akidah,fiqih,ma’rifatulla,tazkiyatun nufus,dll) yang bersumber dari ajaran Al Quran dan Rasul. dan ini terciri dari tindakannya sehari-hari. tidak kabura maktan.

    jangan pula diturutkan pola pikir anda yang megeneralisasi, satu kiai membunuh semua kiai membunuh mas.

    bagi saya agama bisa didiskusikan untuk hal-hal yang “berbeda”. bukan yang “berlainan” apalagi “berlawanan”.

    wallahua’lam.

  2. 2 danalingga April 21, 2008 pukul 2:44 pm

    tapi ketika ada golongan yang mengeneralisasi bahwa semua agama bisa benar. sementara Al Quran mengatakan “hanya Islam agama disis Allah”. maka secara sadar atau tidak, pihak ini mengeneralisasi bahwa Al Quran salah. Lihat lagi kondisi perbedaan(logika:berlawanan,berlainan,berbeda).

    Saran saya lihat di link yang saya berikan jauh sebelum komen ini. Ada alasan dibalik penyebutan semua agama itu benar. Dan alasannyapun saya lihat tidak menyalahkan AQ. Anda udah liat belum sih? Lihat dulu deh sebelum menuduh. Tapi kenapa sih anda bersikeras membahasnya dipostingan ini?😕

    saya berikan linknya kembali, silahkan mampir:

    https://danalingga.wordpress.com/2007/08/08/ternyata-semua-agama-sama/

    yang nyuruh anda maksa siapa? saya kan aneh dengan pola pikir “terserah” versi anda. dalam agama saya Islam, ada kewajiban dakwah. amar makruf nahi mungkar. mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran

    Yah, kan berarti maksud kita dah sama lalu kenapa di komen sebelumnya anda menuduh saya membiarkan saudara saya yang tersesat seolah tanpa usaha menyadarkannaya?

    Jadi intinya anda juga setuju kan tidak boleh memaksa, tapi hanya menasehatinya saja. Nah soal dia menerima nasehat atau tidak itu kan terserah dia.

    Sepertinya terpaksa saya kutip sedikit ayat:

    bahwa tidak ada paksaan dalam beragama

    Inilah dasar sikap “terserah” saya itu.:mrgreen:

    6.

    6. terserah anda. tetap tidak jelas “mengenal Allah” dari mana. kalau di tidak mengenal syariat dan menjalankan syariat. Rasul adalah qudwah kita. cara mendekatkan diri diajarkan melalui Al Quran dan teladan2 Rasul. Al Quran dan Sunnah itu pegangan orang Islam. Jadi Aneh kalau orang tidak paham ilmu2 tadi (mengerti benar ilmu agama secara menyeluruh dalam hal akidah, fiqih, ma’rifatullah,tazkiyatun nufus,kondisi kontemporer, ilmu Quran, Ilmu Hadist)tapi anda percaya ia bisa mengenal dan memahami mendalam Islam.

    Mengenal Allah dari Allah dunk. Dah jelas kan? :mrgreen:

    Oh iya, Islam dalam pengertian saya dengan Islam pengertian sodara kan dah berbeda. Jadi ya nggak nyambung.

    Coba menurutmu seseorang yang mengikuti ajaran nabi Isa tanpa melenceng itu layak disebut telah Islam tidak? Jelas orang tersebut tidak berlabel agama Islam.😀

    8.

    Agama ini diperoleh dari orang “biasa” (kalau anda paranoid dengan gelar kiai,ustad,dll) yang memahami secara mendalam ilmu2 akidah,fiqih,ma’rifatulla,tazkiyatun nufus,dll) yang bersumber dari ajaran Al Quran dan Rasul. dan ini terciri dari tindakannya sehari-hari. tidak kabura maktan.

    jangan pula diturutkan pola pikir anda yang megeneralisasi, satu kiai membunuh semua kiai membunuh mas.

    Saya tidak paranoid dengan gelar petinggi agama itu mas. Tapi saya paranoid jika anda hanya melihat gelar lantas langsung yakin bahwa beliau itu layak disebut sebagai “ahli agama” itu saja. Jadi orang biasapun, yang tidak bergelar kyiai, dll lagi gelar petinggi agama bisa saja telah mengenal Allah. Seperti yang saya bilang syaratnya adalah harus mengenal Allah. Mau dia kyiai atau bukan. Nggak rumit kan?

    bagi saya agama bisa didiskusikan untuk hal-hal yang “berbeda”. bukan yang “berlainan” apalagi “berlawanan”.

    Ok, itu pendapat anda. Tapi jika diijinkan memberikan satu contoh bahwa yang terlihat berlawanan itu ternyata tidak berlawanan silahkan berkunjung ke artikel saya yang ini:

    https://danalingga.wordpress.com/2007/06/16/hanya-agamaku-yang-benar/

    Tapi ya itu hanya sebuah contoh saja. Nggak mesti percaya sih.😀

  3. 3 arifrahmanlubis April 21, 2008 pukul 3:06 pm

    sip dah. btw, seperti tadi. cara pandang sudah berbeda.

    terimakasih diskusinya.

    saya menemukan semangat luar biasa untuk memperkokoh akidah saya🙂

    salam hormat
    http://arifrahmanlubis.wordpress.com/

  4. 4 danalingga April 21, 2008 pukul 3:17 pm

    Ok. Makasih kembali.😀

  5. 5 arifrahmanlubis April 21, 2008 pukul 3:46 pm

    he. kelupaan. saya mohon maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung perasaan.

    btw, diskusi kita di blog anda ini saya masukkan ke blog saya ya. nuhun🙂

  6. 6 daeng fattah April 25, 2008 pukul 10:57 am

    @arifrahmanlubis
    Anda mengatakan
    “kalau agama kan mutlak perlu bagi semua orang. dan mutlak ada pembalasan yang mengikat.”
    Pertanyaan saya, bagaimana anda menjelaskan atheisme kalau begitu?

  7. 7 zal April 25, 2008 pukul 7:35 pm

    beda yg dipandang
    beda yg diceritakan
    ambillah shaf lalu luruskan
    sehingga sejajar kaki dan bahu

    berbicara cantik, lihatlah rupa
    ber shaf rupa akan beda batas cantik
    berbicara kaya, lihatlah kedudukan
    berbeda syaf, akan beda batas kaya

    jika membicarakan Islam dzohir
    ambillah AQ dan Hadist, sebab inilah UU nya
    Jika berbicara Islam batin
    apapun yang dilihat, didengar, dibicarakan, dan dirasakan
    itulah hamparannya, tak memerlukan kitab apapun atau siapapun

    mengenal Tuhan
    mengenallah bagaimana kebiasaanNYA
    Mengenallah bagaimana gaya kalimahNYA
    Mengenallah bagaimana gaya af’al – NYA

    lalu bagaimana orang berseberangan menemukan titik temu
    ambillah sebuah dasar yg sama, untuk bisa memahaminya
    bak sebuah pengadilan, KUHPlah yang diungkapkan
    sebab keduanya, dalam genggaman KUHP yg sama…

  8. 8 danalingga April 26, 2008 pukul 8:27 pm

    Padahal Islam dzohir juga merujuk Islam bhatin kan zal?

    salah dan benar
    positif dan negatif
    dingin dan panas
    hitam dan putih
    semua nanti kan terlampaui juga
    saat telah bersatu dengan sang asal.

  9. 9 zal April 27, 2008 pukul 11:35 am

    ::yupe Dan, rasanya faham dengan maksud Dana, namun Dan, sepertinya pijakanmu dengan pijakan arifrahmanlubis, berbeda tempat, meskipun intinya sama, namun pandangan pasti berbeda,
    semua yang mulanya suci jika berada di dalam, akan menjadi najis setelah berada diluar, seperti tinja, urine, angin pada waktu didalam semuanya fine aja, begitu keluar maka sifatnya menjadi kotor, perlu di daur ulang dulu sebelum dimanfaatkan lagi, urine yang ternyata obat berbagai penyakit harus di daur ulang baru digunakan lagi, tinja sebagai penyubur, harus dipendam beberapa lama baru bisa digunakan, nafas yang keluar, harus di repro dulu oleh tumbuhan baru digunakan lagi…
    bentuk-bentuk perumpamaan inilah yg kiranya sektor batin, tidak mudah terterjemahkan oleh sektor dzahir, sebab sesuatu yg suci, tidak dapat disatukan dengan sesuatu yang sudah terkontaminasi, seperti orang operasi semua peralatan harus di strerilkan dulu, baru digunakan jika tidak maka akan menimbulkan infeksi…demikian juga dengan kepemahaman maka sarana yg digunakan untuk menempatkan faham, harus bening, murni dan suci, maka hal yg terpandang menjadi benar dan jelas adanya..

  10. 10 danalingga April 27, 2008 pukul 1:52 pm

    Betul, saya juga paham itu. Makanya diskusi kami sudahi. Daripada nantinya kami ngolor-ngidul bikin sakit kepala .:mrgreen:

  11. 11 nindityo April 27, 2008 pukul 9:16 pm

    iya ya.. kenapa gak boleh?
    bahas tentang sex aja boleh kok ..
    bahas tentang pembunuhan juga boleh..

    yg gak boleh itu melakukan sex (yg tidak pada tempatnya)..
    yg tidak boleh itu melakukan pembunuhan ..

    yg tidak boleh itu beragama secara tidak benar..
    kalo cuma bahas kiri bahas kanan ya gak popo dong..

    ato ada yang merasa dilangkahi karena ada yang bahas agama?
    wah kalo begitu minta maaf.. jangan buka blognya mas dana..
    lebih baik bikin blog sendiri yang searah dan satu jalur. tutup jalur satunya sehingga semua pendapat berjalan beriringan. gak harus pake kacamata kuda kok. apalagi bilang sampeyan kuda.. enggak beneran enggak.

    selamat beragama


  1. 1 Diskusi Tentang “Diskusi Agama” « Menangkap Cahaya Lacak balik pada April 21, 2008 pukul 3:43 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: