Sikap Dalam Diskusi Agama

Meneruskan postingan saya tentang alasan untuk membahas tentang agama . Maka akan saya tuliskan sebuah metode agar pada saatnya nanti pembahasan masalah agama menjadi ajang diskusi yang mencerahkan. Bukannya menjadi ajang “perkelahian” yang akhirnya malah menggelapkan. Metode ini memang agak sulit diterapkan sebab memang umumnya para penganut agama sudah deprogram untuk bersikap fanatik buta. Tapi tidak salahnya mencoba bukan?  Dan saran saya bahwa jika tidak dapat menerapkan metode ini, maka janganlah sekali-kali mencoba untuk mendiskusikan agama. Sebab jadinya hanya emosi diri yang akan meningkat.  

Ok. Mari kita langsung ke intinya yakni tentang sebuah metode yang saya tawarkan sebagai solusi agar diskusi agama dapat mencerahkan. Terlebih dahulu agar mengerti metode ini maka tentu harus tahu penyebab mengapa diskusi agama jadi menggelapkan. Menurut saya penyebab diskusi agama sering berakhir menjadi arena “perkelahian” atau “gontok-gontokan”, dan bukannya menjadi arena saling mencerahkan disebabkan bahwa :

Masing masing pihak sudah merasa pasti dirinya di pihak yang benar, sedangkan yang pihak lain sudah pasti salah. Atau dengan kata lain dia merasa kalo dialah empunya kebenaran itu, padahal saya yakin kita rata-rata setuju bahwa Tuhanlah empunya kebenaran itu bukan?

Maka metode untuk mengatasinya adalah :

Diperlukan sebuah sikap awal jika ingin menerjunkan diri ke dalam diskusi tentang agama. Sikap itu adalah bahwa di awal diskusi harus kita camkan bahwa kita bisa benar, tapi orang lain juga bisa benar. Maka dengan demikian mungkinlah diharapkan diskusi agama akan lebih mencerahkan. Bukan malah menggelapkan.

Jadi dengan kata lain jika kita masih menganggap bahwa hanya kita yang telah benar, dan orang lain tidak mungkin benar. Maka sebaiknya memang tidak ikut membahas atau mendiskusikan agama. Sebab pasti akan menjadi arena “perkelahian” yang tidak akan ada habisnya. Sungguh sia-sia jika terlibat hal tersebut. 😉

Bagaimana menurut pembaca?

 

59 Responses to “Sikap Dalam Diskusi Agama”


  1. 1 watonist April 21, 2008 pukul 3:17 pm

    mengakhiri diskusi dengan cara baik … saya suka itu, baik ketemu ataupun tidak masing-masing pendapat kita

    bila caranya begini, meskipun toh tidak diterima pendapat kita (pada saat diskusi), masih ada kemungkinan pendapat kita akan jadi bahan pertimbangan (bagi lawan diskusi kita) suatu saat.

    salam hormatku pada kalian berdua🙂

  2. 2 ŝoliter April 21, 2008 pukul 5:19 pm

    sudah selesai jadinya mas dana?
    ada simpulannya?

    *tokoh figuran:mrgreen:

  3. 3 danalingga April 21, 2008 pukul 5:50 pm

    @watonist

    Sangat setuju dan terima kasih sudah mengingatkan.😀

    @ŝoliter

    Kesimpulannya:

    Bagiku pahamku bagimu pahammu.:mrgreen:

  4. 4 daeng limpo April 22, 2008 pukul 2:44 pm

    Yah…..demikianlah AGAMA perdebatannya tiada akhir😀

  5. 5 Rustan April 22, 2008 pukul 6:12 pm

    Dari jaman Nabi Adam sampai Nabi Muhammad agama yang dibawa adalah Islam.
    Jadi semuanya adalah umat Islam (Selamat). Hindu, Buddha, Kristen, Kong Hu Cu, Yahudi, semuanya adalah Islam, krn semuanya mengajak kepada Kebenaran Sejati (Tuhan).

    Kalau udah tahu semuanya adalah Islam. Ngapain sesama manusia kita saling bunuh2an ?

  6. 6 Rustan April 22, 2008 pukul 6:14 pm

    Maksudnya semua agama mengajak pada keselamatan.

  7. 7 danalingga April 22, 2008 pukul 6:21 pm

    @daeng limpo

    Tul daeng. Lumayan buat naikin trafik.😆

    @Rustan

    Saya sih setuju ama pendapat anda. Tapi kan tidak semua orang menyadari demikian, maka itu mungkin yang perlu didiskusikan.😀


  1. 1 Diskusi Tentang “Diskusi Agama” « Menangkap Cahaya Lacak balik pada April 22, 2008 pukul 8:41 am
  2. 2 Logika dan Filsafat: Standar Kebenaran Objektif dan Subjektif « Nonkshe Lacak balik pada Oktober 16, 2010 pukul 8:28 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: