Ketika Fitna dibalas Schism

Miris hati saya ketika membaca artikel tentang pembalasan filem Fitna dengan filem Schism . Ah… sudah sedemikiankah bobroknya manusia sehingga melakukan membalas kejahatan dengan kejahatan yang sama. Semoga saja cara pembalasan tersebut bukan mewakili pandangan umat Muslim secara keseluruhan. Sebab jika begitu, maka apa bedanya sama Wilder si pembuat filem Fitna. Filem yang menuai protes hampir dari semua bangsa baik yang muslim maupun non muslim?

Lagian sebenarnya apakah si Wilder ini memang sudah dipastikan Kristen. Dan yang lebih penting lagi apa itu filem atas nama Kristen. Sehingga dengan gagahnya Rae Al-Saeed  membuat filem yang menyerang Kristen. Apa mau menciptakan perang agama ya?  Jangan-jangan memang itu tujuan Wilder membuat filem Fitna. Wah, tercapai donk keinginannya dengan adanya filem Schism ini.

Walah, keknya emang dunia dah mo kiamat ini. *segera nyari lahan kafling di surga*

Yah, tulisan ini hanyalah sebuah ekspresi dari kegamangan saya akan cara pembalasan filem Fitna dengan filem Schism ini. Saya sendiri lebih setuju membalas filem Fitna dengan cara membuktikan bahwa apa yang digambarkan dalam filem tersebut adalah salah. Oh iya, saya punya harapan bahwa ternyata umat Muslim akhirnya memprotes filem Schism ini sekeras memprotes filem Fitna. Semoga saja harapan bukan tinggal harapan, yang kosong tanpa arti.

Ataukah akhirnya terbukti siapa sebenarnya yang berstandar ganda?

Sadarlah wahai kawan, kejahatan tidak akan pernah bisa hilang jika dibalas dengan kejahatan. Dendam itu tiada akhirnya jika diturutkan. Maka mengapa tidak kita yang mulai mengakhirinya?

Note:

Saya belum terlalu jelas juga informasi mengenai filem ini. Hanya berdasarkan apa yang saya baca tentang ulasan orang. Jadi jika ada informasi yang lebih jelas, silahkan diinformasikan saja di kolom komentar.

Mengenai filem ini bisa juga dibaca di :

 

65 Responses to “Ketika Fitna dibalas Schism”


  1. 1 Anon April 18, 2008 pukul 9:02 am

    @Kopral Geddoe

    Boleh saja anda berpendapat begitu, tetapi saya tidak ingin terlalu memperluas permasalahan, hanya melihatnya dalam konteks video kebencian .

    mengenai Christopher Hitchens, memang nampaknya tidak mudah. tetapi dengan menggunakan jalan pikiran seperti itu tidak hanya perseteruan antar agama, semua perseteruan yang panjang akan sulit ditentukan siapa yang benar dan salah. dengan cara seperti itu sulit membedakan bush dengan saddam, sulit membedakan ariel sharon dan yasser arafat, sulit membedakan osama dengan bush, sulit membedakan pelaku bom bali dan korbannya, sulit membadakan pangeran diponegoro dan VOC, dll. Kesulitan kesulitan yang tidak perlu tadi bisa kita selesaikan dengan sedikit berpikir dan penelitan sejarah.

    Lantas mengapa Christopher Hitchens berpikir seperti itu? apakah ini cuma kekerasan yang biasa dilontarkan pihak antitheis? saya sebagai orang yang beragama tidak ingin berburuk sangka, mungkin Christopher Hitchens memang benar-benar merasa kesulitan.

  2. 2 Anon April 18, 2008 pukul 9:22 am

    @danalingga

    dari yang saya baca (lupa sumbernya), wilders memiliki hubungan erat dengan israel. terlepas dari hal itu, maksud saya menulis “seharusnya yang diserang bukan kristen, tapi yahudi dan paham holocoustnya” adalah: jika yang diserang yahudi dan paham holocoustnya, akan terlihat jelas beberapa pihak* yang konon mendukung kebebasan berekspresi harus menjilat ludahnya sendiri.

    * tidak seluruhnya

  3. 3 danalingga April 18, 2008 pukul 9:59 am

    Yah, bisa jadi. Tapi sikap saya sudah jelas, tidak mendukung penyerangan terhadap agama apapun itu. Bahkan terhadap Yahudi sekalipun. Dan saya akan tetap mengutuk penyerangan tersebut.😀

  4. 4 joyo April 19, 2008 pukul 12:19 am

    nunggu perang dunia ke tiga

  5. 5 DensS cessario April 22, 2008 pukul 8:16 am

    Wew.. Gw baru tau ada entry ini…. jgn2 gw lagi sakaw ne…

  6. 6 petroek™ April 22, 2008 pukul 2:40 pm

    menunggu perang yang sebenarnya…
    *asah-asah parang…*

  7. 7 Rustan April 22, 2008 pukul 5:26 pm

    Nanti tahun 2012, diramalkan dunia akan mengalami masa pembersihan (orang jawa bilang itu Goro2). Nanti orang2 semacam ini semua akan di”hilang”kan dari bumi. Yang akan terjadi nanti ngeri banget deh pokoknya…..

    Dan bumi akan digantikan dengan bumi yang baru. Saat inilah jaman keemasan dunia.. kira2 di tahun 2020.

    Semoga kita semua yang pada ngumpul disini, akan diberi keselamatan. Aminnnnn.

  8. 8 danalingga April 22, 2008 pukul 6:25 pm

    @joyo

    Bentar lagi keknya yo.😛

    @DensS cessario

    Sakaw apaan bro?

    @petroek™

    Silahken

    *nyari jalan biar selamet*

    @Rustan

    Kalo soal jalan keemasan sih sepertinya memang sudah mulai menunjukkan ciri-cirinya dari 3 tahun lalu. Tapi soal yang laen itu saya ndak tahu tuh.

  9. 9 tegariana April 30, 2008 pukul 1:20 pm

    kebetulan aku belom liat Schism.
    tapi menurut aq, kalo niat bales Wilder, yaa pake film yang menunjukan rahmatan lil ‘alaminnya islam. kayak Ayat-ayat CInta gitu! eit tapi bentar lagi juga ada felm baru ya ga? tu lho Ktika Cinta ertasbih. nyok tunggin felm nya. Daripada dibegoin ma orang yang ga betanggung jawab nyebar huru hara di sana sini. mending liat film Kang Abik.Trully Islam!!!Peace bae lah..
    by the wa, anyway bus way…
    film schism tu buatan orang islam asli apa yang ngaku2 islam? Q c ga yakin. jangan2 ni mah kerjaan orang yang memancing di air keruh aja.
    Yaa. gitu deh kalo orang yang sebel sama perdamaian lagi ga punya kerjaan.
    wassalam

  10. 10 danalingga April 30, 2008 pukul 6:39 pm

    iyah, jauh mendingan ayat-ayat cinta tuh.😀

  11. 11 Tgk. Alex Mei 1, 2008 pukul 1:21 am

    *lirik komen diatas*
    eerrr… Ayat-ayat Cinta ya?🙄

    Ah ya… kalo dibandingkan sih dgn terpaksa ya masih lebih baik film itu memang…

    *tuang kopi*

  12. 12 danalingga Mei 1, 2008 pukul 10:32 am

    iya bro, memang kalo dibandingkan.

  13. 13 asukowe Mei 1, 2008 pukul 12:13 pm

    Islam pernah berjaya dalam masa keemasannya, pernah membantu “menerangi” kegelapan di masa Dark Ages, dan Islam telah meninggalkan “golden footprints”-nya di mana-mana. Sayangnya, hal itu sekarang terputus di suatu titik. Terhenti. Dan, tidak pernah mucul lagi. Sedangkan kebangkitan yang diidam-idamkan oleh para pengikut Islam saat ini justru ditarik terlalu jauh ke belakang, ke masa di mana knowledges dan tolerance belum lagi “didefinisikan”, apalagi “ditawarkan”. Secara literal, yang saat ini mampu dimanfaatkan secara efektif oleh Islam hanyalah fear.

    Siapa musuh islam? Benarkah semua yang berbeda dengan islam adalah musuh ? Lalu mengapa Sang Pencipta menciptakan berbagai perbedaan? Mengapa kita harus susah-payah memerangi perbedaan-perbedaan itu dan menjadikan seluruh dunia sama dengan kita yang islam?

    Andaikata Dunia Tanpa Islam

  14. 14 J&W Mei 6, 2008 pukul 7:55 am

    Waktu saya nonton fitna, sempat geram juga perasaan nih, Wilder cuma ambil sepotong2 kalimat dr Qur’an. Saya rasa wajar kalau umat Islam tersinggung krn yg wilder tampilkan hanya keburukan orang muslim yg melakukan kekerasan. Dilain pihak saya juga gak setuju dengan terorism.

    Barusan saya nonton Schism di youtube. Perasaan geram juga muncul lagi.

    Kalau kita mau jeli, media koran,tv,internet, apapunlah.. selalu menulis kalimat dengan tambahan “MUSLIM” sebagai embel2, yg kadang2 gak hubungannya dengan yg diberitakan (khususnya koran2 diluar negeri)

    contohnya aja deh:
    (1)”Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar adalah satu negara yg sangat tinggi tingkat korupsinya bla bla bla….” – Padahal dinegara barat juga banyak terlibat korupsi, tp tidak pernah tertulis “dinegara kristen terlibat korupsi bla bla”

    (2)”Negara muslim sedang membangun tenaga nuklir bla bla bla…” padahal yg membangun kan pemerintah dari negara tsb. – Pernah gak kita baca / dengar negara kristen mebangun tenaga nuklir, paling2 yg ada Australia akan membangun tenaga nuklir.

    (3)”Seorang wanita remaja diperkosa rame2 oleh sekelompok remaja muslim dsb…” – Kenapa gak ditulis “diperkosa oleh sekelompok remaja” aja gitu?

    Kesimpulan saya: apapun tindakan negative dari seorang / sekelompok orang muslim, selalu disimpulkan itulah kelakuan seluruh orang muslim, khususnya media2 yg ingin korannya laku, atau rating tv nya pengen paling tinggi.

    Kembali ke masalah Fitna, saya gak yakin orang kristen akan melihat ini sbg film produksi orang kristen, tp produksi orang Belanda, sementara orang kristen akan melihat schism sebagai produksi orang Islam, bukan produksi orang Arab (dia orang arab bukan sih?)


  1. 1 Film “Fitna” Buatan Indonesia « Satori Lacak balik pada Mei 2, 2008 pukul 11:52 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: