Kata Bijak

Kali ini saya secara tak sengaja mendengar seseorang berucap :

Kesempurnaan adalah milik Allah semata, dan kesalahan adalah milik kita manusia.

Sebuah kalimat yang terdengar bijak. Sebuah kalimat yang seolah meninggikan Allah di ketinggian tempat Dia memang layak . Apalagi coba yang lebih tinggi dari kesempurnaan.

Tapi benarkah demikian? Kok saya merasa ada yang salah. Bukankah semua itu adalah milik Allah, dan tidak ada satupun yang milik kita? Jadi bagaimana mungkin kita menjadi sebegitu berkuasanya sehingga dapat memiliki kesalahan. Dan jadinya seolah-olah kita menjadi setara dengan Tuhan. Setara dalam artian kita juga memiliki sesuatu seperti Tuhan memiliki. Bedanya hanya kita memiliki kesalahan, sedangkan Tuhan memiliki kesempurnaan.

Padahal, sekali lagi, apa sih yang kita miliki? Bukankah semua hal tidak ada yang milik kita ? Yah, hanya Allahlah yang memiliki, sedangkan kita hanya dititipi atau pengguna. Bahkan apa yang kita sebut kesalahan itu sendiri.😉

Eh, jadi Allah bisa salah dunk? Ah… itu kan salah dan benar di mata kita manusia. Sedangkan dalam Tuhan sendiri, kita tidak tahu bukan? Bahkan ada kabar yang terhembus bahwa di dalamNya hanya ada Dia, tidak ada yang lain. Apalagi hanya sekedar salah dan benar. Itu hanya ilusi yang kita butuhkan untuk bersandiwara di dunia ini. Tidak lebih.

Lagian kan anggapan Allah itu sangat salah oleh manusia tidak berarti apa-apa. Sebab dianggap seperti apapun Dia tetap adalah Allah. Tidak lantas berubah menjadi Iblis atau manusia.:mrgreen:

62 Responses to “Kata Bijak”


  1. 1 pencari tuhan Mei 10, 2008 pukul 11:54 pm

    jika membaca uraian pendapat-pendapat dari saudara-saudaraku sekalian, ternyata intinya masih memposisikan tuhan sebagai sosok dan bukan dzat. sosok yang mengatur baik buruk kelakuan manusia, karena memang katanya semua berawal dari dia.
    sosok yang mengatur nasib hidup kita dengan memberi takdir.
    sosok yang maunya disembah-sembah.dipuja-puja.
    sosok yang mendidik manusia dan bangsa ini jadi bangsa kere ( maaf ), karena selalu diajari minta-minta,memohon atau berharap terhadapnya.
    jadi,kalau dia memang sosok artinya tuhan itu maha menangan sendiri ?
    iya tho ? betuuuuuul ?

  2. 2 Faubell Mei 11, 2008 pukul 12:22 am

    @ Dana
    Kalau hal ini bagaimana Mas Dana?
    Ini saya ambil dari kitab Al Hikam, No. 218, Rampai Hikmah Ibn ‘Atha’illah :

    “Bagaimana Kebenaran dapat teralingi oleh sesuatu, padahal Dia itu tampak, ada, dan hadir dalam apa yang mengalingi-Nya”

    Ulasan Syekh Fadhlaalla Haeri: ” Sang Mahabenar menundukkan semua realitas. Karena itu, apa yang engkau anggap sebagai sebuah tabir adalah manifestasi dari kebenaran dan menunjukkan keberadaannya. Jejak-jejak dan tanda-tanda kebenaran merembesi semua existensi, yang kita ketahui maupun yang tak kita ketahui”.

  3. 3 Fajar Mentari Mei 14, 2008 pukul 2:41 am

    Kejahatan ada karena adanya kebaikan sama halnya kesalahan yang disebabkan oleh adanya kebenaran, karena kalo kebenaran tidak ada berarti yang ada salah semua donk!
    Analoginya : Mau kerja apa pak polisi kalo tidak ada kejahatan? Polisi ada untuk mengamankan kasus kejahatan, coba bayangkan kalo kejahatan ada tanpa keamanan… dan coba bayangkan kalo gak ada polisi… Kesimpulannya kebaikanlah yang mempekerjakan pak polisi.
    Apakah suatu negara aman tanpa adanya petugas keamanan? Senang polisinya donk kalo banyak kejahatan, karena kalo gak ada kejahatan jadi hilang mereka punya gawean. Analogi yang ke-2 coba bayangkan kalo peraturan tidak ada… kira-kira lancar gak pelanggaran? Adanya pelanggaranlah yang menjadikan peraturan itu ada, karena kalo pelanggaran tidak ada tentu tidak ada peraturan. Perbedaan adalah nikmat, coba Anda bayangkan kalo tidak ada perbedaan… misalnya di dunia ini yang ada cuma laki-laki tanpa perempuan, akan seperti apa ya? Namun segala sesuatu yang kita jumpai di dunia ini semua memiliki batasan termasuk perbedaan, karena muatan kebenaran hanya ada satu. Hitam tetap hitam, kalo hitam katakan itu hitam, jangan hitam dibilang putih, itu salah dan itu bohong! Atau apakah ada kebenaran ke_dua dengan mengatakan merah? Tetap salah dan itu adalah bohong!
    Sebenarnya Fajar punya banyak konsep kalo mau membahas perkara KeTuhanan {Theology}, tapi pagi ketemu pagi konsepku tak akan habis, dengan catatan siap bertemu muka dengan Fajar, baru Fajar siap mempresentasikan konsep. Oya, sebelum Fajar akhiri, Fajar pengen tawarkan sedikit kata bijak yang Insya Allah mungkin sedikit lebih bijak dari kata bijak yang ditawarkan mas Dana.
    “Kata bijak itu indah, tetapi tidaklah setiap keindahan mengandung kata bijak”
    “Think to day and speak for tomorrow”
    “Kalau kita bisa berbuat hari ini, mengapa harus menunggu esok? Karena hari esok adalah hari dimana kita telah menikmati hasil dari apa yang telah kita perbuat hari ini”
    Wassalam,,,

  4. 4 Fajar Mentari Mei 14, 2008 pukul 2:53 am

    Sorry,,, tulisan ketikanku yang pertama belum diedit, jadi kurang sempurna dikit. Sebenarnya banyak juga gak masalah sebab Fajar sadar bahwa manusia memang diciptakan tanpa kesempurnaan. Konkretnya bacaan ke_dua yang boetul!

  5. 5 Fajar Mentari Mei 14, 2008 pukul 3:17 am

    Kesalahan adalah penyempurna kebenaran. Gini aja mas Dana… Kalo tidak ada kesalahan terus tindakan kejahatan itu mau disebut apa? masa’ disebut kebenaran! kan lucu! Kata ponakanku yang masih duduk di bangku TK ; “Super Boy kan pembela kebenaran, masa’ dibilang penjahat!” Coba Anda bayangkan kalo gak ada kesalahan, semua hal jadi benar donk! semua pendapat benar, bunuh diri/makan racun pun bukan tindakan yang salah, pastinya semua yang seharusnya salah jadi benar gitu loch!
    Fajar harap dengan jawaban ini mampu membenarkan yang salah, Fajar berharap ini dapat menjadi respon benar yang disempurnakan oleh kesalahan, Amin. Kalo masih kurang puas hubungi 085246852455

  6. 6 Fajar Mentari Mei 14, 2008 pukul 3:24 am

    Maha sempurna Allah atas segala ciptaannya

  7. 7 Fajar Mentari Mei 14, 2008 pukul 3:39 am

    Jangan coba-coba menghitung Tuhan, ntar salah hitung bisa berabe kasusnya, satu aja belum habis. Lagian kalo kelebihan ntar Tuhannya kelahi jika ada perbedaan persepsi antara Tuhan yang satu dengan Tuhan yang lainnya. Satu mengarahkan manusia berbuat kebajikan dan yang lainnya mengarahkan manusia untuk berbuat kerusakan. Gak bisa Fajar bayangkan kalo Tuhan Anda semua kelahi, bisa hancur bumi beserta isinya . Untung Tuhannya Fajar cuma satu jadi bumiku masih senantiasa terjaga. Kalo boleh usul: Jangan kebanyakan Tuhan, takutnya kalo rebutan kekuasaan seperti yang terjadi pada umat manusia sekarang ini. Sadar Oiiiii…!

  8. 8 glaydenty Mei 15, 2008 pukul 5:20 pm

    Tuhan = damai
    Tuhan = diri sendiri
    Tuhan = perhatian orang lain
    Tuhan = kebijaksanaan
    Tuhan = Kebahagiaaan

    dgn logika diatas maka rumus ‘einsteinnya’.

    TUHAN = kebijaksanaan kepada diri sendiri terhadap orang lain dan diri guna menggapai kedamaian dan kebahagiaan.

    kesimpulan TUHAN = DIRI KITA SENDIRI

    tapi ada tuhan yang kita sembah == nah lho!!!!

    Tuhan = sang penjaga manusia ada dalam hati kita.

    tuhan itu maha bijak maka kita adalah TUHAN yang belajar dari-NYA.

    ^-^ salam kenal I like filosofi U?

  9. 9 glaydenty Mei 15, 2008 pukul 5:30 pm

    filosofi Tuhan sudah dikenal sejak dahulu, Tuhan ada bila kita sungguh mendefinisikannya, tapi IA tidak benar2 ada bila kita tidak menganggapnya begitu.

    orang2 kuno takut akan penyakit, alam yang marah asumsi tuhan marah dll. muncullah beragam tuhan.

    beragam tuhan kini didominasi orang para hamba yang membuat definisi sendiri >> menyempit menjadi filosofi tuhan yang 1 maha ada (ESA).

    2 kubu spiritual yang terbagi:
    muncullah monotheisme >> spt islam, kristen, dkk
    muncullah politheisme >> spt hindu,dkk
    muncullah humanistic >> spt buddha (mereka meyakini manusia hanya bisa lepas dari sengsara bila memang mau menolong diri sendiri)

    kesimpulan: semua agama baik >> membuat tatanan yang harmonis dalam hidup.

    Agama >> tidak kacau (ajaran yang niatnya baik)

    ^-^ U?

  10. 10 danalingga Mei 15, 2008 pukul 6:58 pm

    @Faubell

    Hem… boleh juga tuh.

    Jadi maksudnya bahwa segala exsitensi di dunia adalah kebenaran itu sendiri ya?

    @Fajar Mentari

    Kejahatan ada karena adanya kebaikan sama halnya kesalahan yang disebabkan oleh adanya kebenaran, karena kalo kebenaran tidak ada berarti yang ada salah semua donk!

    Kalo berdasarkan logika saya sih bukan gitu. Malah jika kebenaran tidak ada maka kesalahan juga tidak ada. Nah sekarang pertanyaannya apa benar logika yang seperti itu?

    Btw, saya nggak merasa menawarkan kata bijak tuh.

    Kesalahan adalah penyempurna kebenaran. Gini aja mas Dana… Kalo tidak ada kesalahan terus tindakan kejahatan itu mau disebut apa? masa’ disebut kebenaran! kan lucu! Kata ponakanku yang masih duduk di bangku TK ; “Super Boy kan pembela kebenaran, masa’ dibilang penjahat!” Coba Anda bayangkan kalo gak ada kesalahan, semua hal jadi benar donk! semua pendapat benar, bunuh diri/makan racun pun bukan tindakan yang salah, pastinya semua yang seharusnya salah jadi benar gitu loch!
    Fajar harap dengan jawaban ini mampu membenarkan yang salah, Fajar berharap ini dapat menjadi respon benar yang disempurnakan oleh kesalahan, Amin. Kalo masih kurang puas hubungi 085246852455

    Persoalannya kan bukan soal ada tidaknya kesalahan dan kebenaran itu. Persoalannya adalah siapa sih pemilik dari kesalahan dan kebenaran itu?

    Jangan coba-coba menghitung Tuhan, ntar salah hitung bisa berabe kasusnya, satu aja belum habis.

    Menyebut satu itu bukannya berarti sudah menghitung TUhan?😆

    @glaydenty

    Sepertinya menarik nih. Saya endapkan dulu saja.😀

  11. 11 Faubell Mei 22, 2008 pukul 8:49 am

    @Dana
    Kesalahan adalah hijab yang ditampilkan, karena existensi yang ada adalah Sang Maha Benar.

  12. 12 godamn Mei 29, 2008 pukul 9:25 pm

    Ya tuhanku ampunilah aku dan juga teman-temanku…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: