Arsip untuk Juni, 2008

Berbaik Sangka

Tiba-tiba suatu hal terlintas dalam pikiran saya ketika sedang membaca-baca kembali soal pro kontra AKKBB dan FPI yang sangat panas itu. Berhubung saya membacanya di forum yang katanya Islami tentu saja lebih banyak yang membela FPI dan menghujat AKKBB. Sebuah hal yang wajar sih. Tapi ya, wajar bukan berarti benar toh? 😉

Nah, kalo saya lihat lebih jauh lagi bahwa pembelaan terhadap FPI ini lebih dilatar belakangi oleh sikap berbaik sangka. Jadi walaupun jelas-jelas FPI telah melakukan kekerasan, maka dibela dengan mengatakan bahwa FPI melakukan tindakan tersebut dengan tujuan yang baik yakni membela kemurnian akidah Islam. Menjaga agar Islam jangan sampai ternoda. Jangan sampai di obrak-abrik orang seenaknya. Tanpa aturan yang jelas. Memang kelihatannya jadi baik sih. Benar-benar telah menjalankan ajaran Islam untuk berbaik sangka.

lah, bagus kan kalo berbaik sangka?

Iklan

Om Namo Bhagavate – Enya

Om na-mo

Bha-ga-va—–te

Vasudeva-ya

Om is the name of that inside me, which is aware of the unity of all things

 

Ommmmmmmm…

Jenar Diajak Berjihad

Saat itu. Ketika Jenar sedang hidup di negeri antah berantah. Sebuah peperangan telah pecah di bagian lain negeri itu. Peperangan yang semula karena dendam pribadi. Karena berbagai kepentingan akhirnya menjadi perang agama. Maka tumpah ruahlah medan perang oleh darah-darah orang ngakunya beragama. Yang tertumpah oleh orang-orang yang ngakunya beragama juga. Orang-orang beragama begitu ganas, seperti telah kerasukan iblis. Diri-diri yang menjadi jagal tiada mengenal ampun. “Babat musuh Tuhan! ” teriakan yang keluar dari mulut-mulut suci itu. Sembari tidak pernah lelah untuk memenggal kepala musuh. Musuh yang kebetulan sial karena kalah jumlah.

terus jenar ngapain?

Tak Tebatas

Oleh zsheefa

bagai untaian kata begitu tersibak
jelas..terang..tampa hijab
tiada lagi yang tersisa
tiada rahasia..terhampar laksana lembayung
yang bertautan dengan langit biru

alam jagat raya seakan hanya sebuti pasir
semua runduk ketika terkuak…
ach..betapa kebodohan ini telah berakar
mencapai kesemua titik saraf hingga mematikan
akal dan pikiran…

nikmati …

Turut Berduka Cita, Ahmadiyah.

Ahmadiyah, saya turut berduka cita atas terbitnya SKB. SKB yang memberikan peringatan. Menyuruh agar Ahmadiyah meninggalkan keyakinannya, dan menuruti keyakinan orang lain. Sebuah pemberangusan keyakinan dari sudut pandang saya. Tapi juga menjadi kemenangan dari sudut pandang lain. Sungguh absurd memang.

apa perlu berduka cita ?

Setelah Adu Argumen

Kubaca lembar demi lembar argumentasi yang baru saja terjadi. Argumenku dan argumenmu. Tanpa ada satupun yang terlewat. Semua kulahap habis demi sebuah kepuasaan. Dan setelah itu kusiapkan diri untuk menuliskan argumen selanjutnya. Setelah itu kutunggu argumenmu kembali, dengan sedikit rasa cemas. Begitu terus, berputar tiada akhir.

apa benar tiada akhir?

Mulutmu Harimaumu, FPI!

Tampaknya nasehat mulutmu harimaumu sangat tepat untuk mengingatkan tokoh-tokoh FPI. Bagaimana tidak ucapan:

FPI tidak bubar, Gus Dur saja yang bubar

akibatnya bagaimana sih?


Saran Saya

Kepala nyut-nyutan membaca blog ini? Mari santai sejenak sambil ngupi di kopimaya dot com

AKU

Bermakna

Tanggalan

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Jejak Langkahku

RSS Perjalanan Teman-Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Spiritualitas Para Teman

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.